Home
Login.
Artikelilmiahs
23914
Update
NATALIA DESSY PUSPASARI NURVIANINGSIH
NIM
Judul Artikel
KESIAPAN STAKEHOLDER TINGKAT PUSKESMAS DALAM PELAYANAN 155 DIAGNOSA PENYAKIT DI PUSKESMAS PADAMARA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2018
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: BPJS Kesehatan menerapkan kebijakan mengenai pelayanan rujukan. Dalam memberikan pelayanan Puskesmas harus mampu menangani dan memahami 155 diagnosa penyakit. Kebijakan tersebut menargetkan untuk rasio rujukan nonspesialistik sebesar <5% tiap bulan, namun masih ada FKTP yang melebihi target tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan stakeholder tingkat puskesmas dalam pelayanan 155 diagnosa penyakit di Puskesmas Padamara Kabupaten Purbalingga Tahun 2018. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif evaluatif, penentuan subjek penelitian dengan metode purposive sampling sebanyak 11 orang. Hasil Penelitian: Ketersediaan sumber daya manusia dan logistik di Puskesmas Padamara sudah mencukupi, perencanaan kegiatan sudah rutin dilakukan, pembagian tugas di Puskesmas Padamara sesuai dengan tupoksinya, Puskesmas Padamara masih memberikan kelonggaran merujuk pasien sehingga Rasio Rujukan Nonspesialistik puskesmas melebihi target, pengawasan rujukan berjenjang melibatkan BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten, dan Pola pikir masyarakat mampu mempengaruhi jalannya pelayanan rujukan berjenjang di Puskesmas Padamara. Simpulan: Tingginya rasio rujukan nonspesialistik di Puskesmas Padamara karena rendahnya pemahaman pasien mengenai kebijakan rujukan berjenjang dan belum sepenuhnya puskesmas menerapkan pelayanan 155 diagnosa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: BPJS Kesehatan implementing a policy about referral service. In providing the services, Community Health Centers must be capable on handle and understand 155 diagnoses of disease. That policy targetting nonspecialistic referral ratio about <5% every months, but FKTP still exceeding that target. This research aims to describe Community Health Centers stakeholder’s readiness on their 155 diagnoses of disease services in Padamara Community Health Centers Purbalingga on 2018. Method: This research used qualitative desrcriptive evaluative type, subject determination on this research used purposive sampling methods in about 11 people. Results: Human resources and logistics availability in Padamara Community Health Centers is already enough, activity planning has been done routinely, job distribution on Padamara Community Health Centers already appropriate with that tupoksi, Padamara Community Health Centers still gives leeway in reffering patients so that nonspecialistic referral ratio exceeding the target, tiered referral supervision involve BPJS Kesehatan and District Health Service, and society’s mindset can affect the course of tiered refferral service in Padamara Community Health Centers. Conclusion: The height of nonspecialistic referral ratio in Padamara Community Health Centers caused by patient’s low understanding about tiered referral policy and Community Health Centers not yet fully implementing the 155 diagnoses services.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save