Home
Login.
Artikelilmiahs
23915
Update
FARRAH EVA NABILA
NIM
Judul Artikel
PARTISIPASI DAN DESENTRALISASI DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DANA DESA (STUDI KASUS DI DESA KARANGTENGAH, KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMAS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul Partisipasi dan Desentralisasi dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Dana Desa (Studi Kasus di Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas). Judul tersebut dilatarbelakangi oleh banyak fakta menunjukkan bahwa pembangunan selalu terkait dengan upaya mengatasi kemiskinan. Kemiskinan akan terentaskan jika program diarahkan untuk memberikan stimulasi bagi upaya pemberdayaan masyarakat. Nomenklatur pemberdayaan masyarakat begitu familiar sebagai salah satu upaya dalam mengentaskan kemiskinan. Setiap desa menggulirkan berbagai upaya yang mengatasnamakan program pemberdayaan masyarakat yang dibiayai melalui dana desa tersebut, seperti pada Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui partisipasi dan desentralisasi dalam program pemberdayaan masyarakat melalui dana desa di Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling pemilihan informan yang benar-benar mengerti tentang informasi objek penelitian dan informan dapat dipercaya sebagai sumber data yang berkompeten dan untuk memperoleh data. Pengumpulan data digunakan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian maupun pemanfaatan hasil program pemberdayaan masyarakat melalui dana desa pada tahun 2016 masih dinilai kurang aktif. Banyak masyarakat Desa Karangtengah yang belum menerima dan memanfaatkan hasil program. Sama halnya dengan desentralisasi yang dilaksanakan dalam perencanaan, pelaksaaan, pengendalian, serta pemanfaatan hasil program pemberdayaan masyarakat melalui dana desa tahun 2016 dinilai masih bersifat top down atau hanya melalui pengelola program, baik itu perangkat desa, komando kecamatan, maupun komando kabupaten. Sehingga, beberapa program pemberdayaan masyarakat di Desa Karangtengah tersebut bukan berdasarkan kebutuhan masyarakat Desa Karangtengah. Untuk itu, beberapa program pemberdayaan masyarakat di Desa Karangtengah yang telah diteliti, tidak dapat memberdayakan masyarakat Desa Karangtengah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled Participation and Decentralization in Community Empowerment Program Through Village Fund (Case Study in Karangtengah Village, Baturraden Sub-district, Banyumas Regency). The title is motivated by many facts indicate that development is always associated with efforts to overcome poverty. Poverty will be concentrated if the program is directed to provide stimulation for community empowerment efforts, not to provide capital only because the community capital is not automatically empowered and independent. Nomenclature of community empowerment is so familiar as one of the efforts in alleviating poverty. Each village initiated various efforts on behalf of the community empowerment program funded through the village fund, such as in Karangtengah Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency. The purpose of this research is to know the participation and decentralization in community empowerment program through village fund in Karangtengah Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency. The research method used in this study is a qualitative method. Selection of informants using purposive sampling technique selection of informants who really understand about the information object research and informants can be trusted as a source of data competent and to obtain data. Data collection is used with in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis method used is interactive analysis method. The results showed that participation in planning, implementing, controlling and utilizing the results of community empowerment programs through village funds in 2016 was still considered to be less active. Many Karangtengah villagers have not received and utilized the results of the program. Similarly, decentralization carried out in planning, implementing, controlling, and utilizing the results of the community empowerment program through village funds in 2016 is considered to be still top down or only through program managers, be it village officials, sub-district commands, or district commands. So, some community empowerment programs in Karangtengah Village are not based on the needs of the Karangtengah Village community. For this reason, several community empowerment programs in Karangtengah Village perspective that have been studied, not yet able to empower the community.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save