Artikel Ilmiah : F1B014068 a.n. NIDA MALISA ULFA

Kembali Update Delete

NIMF1B014068
NamamhsNIDA MALISA ULFA
Judul ArtikelPEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KELOMPOK USAHA
BERSAMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (KUBE-PKH)
(Studi Kasus pada Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis proses
pemberdayaan masyarakat beserta faktor yang mempengaruhinya melalui Kelompok
Usaha Bersama-Program Keluarga Harapan (KUBe-PKH) di Desa Karangtengah.
Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan masyarakat dari Moeljarto yang terdiri
dari dua aspek yakni aspek partisipasi masyarakat dan aspek otonomi masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Adapun pengumpulan data dilakukan
dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif sesuai
tujuan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk menjawab
permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan masyarakat
melalui KUBe-PKH pada Desa Karangtengah dari aspek partisipasi masyarakat dapat
dilihat dari tiga sub aspek, yaitu partisipasi dalam perencanaan, partisipasi dalam
pelaksanaan, dan partisipasi dalam evaluasi dapat disimpulkan bahwa keterlibatan
pengurus dan anggota di beberapa KUBe-PKH masih belum sepenuhnya berperan aktif
dalam setiap tahapannya baik itu dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Beberapa pengurus dan anggota masih belum sepenuhnya memunculkan perasaan
memiliki terhadap program yang mereka jalankan. Adapun dalam aspek otonomi
masyarakat dapat disimpulkan bahwa KUBe-PKH belum sepenuhnya mampu mengurusi
urusan KUBe-PKH masing-masing. Faktor pendukung dalam proses pemberdayaan
masyarakat melalui KUBe-PKH yakni: (1) peran pendamping yang terus memotivasi,
memberi arahan, dan keleluasaan bagi KUBe-PKH; (2) adanya kemauan dari KUBe-PKH
yang mau belajar dan menerima arahan dari pendamping; dan (3) koordinasi yang tetap
terjalin antara pendamping dan KUBe-PKH. Sedangkan faktor penghambatnya yakni: (1)
partisipasi pengurus dan anggota semakin berkurang, lebih banyak keaktifan di awal
pembentukan; (2) terdapat usaha individu yang jenis usahanya sama dengan KUBenya (3)
pangsa pasar belum jelas; (4) beberapa KUBe-PKH dalam menjalankan kegiatan
usahanya bergantung pada musim; (5) modal yang dimiliki masih sedikit; dan (6) kurang
fokusnya pendamping dalam mengontrol semua KUBe-PKH karena pendamping KUBe-
PKH juga mendampingi KPM PKH yang bukan KUBe-PKH.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to find out, describe and analyze the process of community
empowerment along with the factors that influence it through the KUBe-PKH in
Karangtengah Village. This study uses the theory of community empowerment from
Moeljarto which consists of two aspects, namely aspects of community participation and
aspects of community autonomy. The research method used is qualitative. The data
collection is done by interviews, observation, and documentation. Informants were
selected purposively according to the research objectives. The collected data was
analyzed descriptively to answer the research problems. The results show that community
empowerment through KUBe-PKH in Karangtengah Village from the aspect of
community participation can be seen from three sub-aspects, namely participation in
planning, participation in implementation, and participation in evaluation, it can be
concluded that the involvement of administrators and members in some KUBe-PKH is
not correct really plays an active role in every stage such as in the stages of planning,
implementation, and evaluation. Some administrators and members still have not fully
elicited feelings of ownership of the programs they run. As for the aspect of community
autonomy, it can be concluded that KUBe-PKH has not been fully able to handle the
affairs of the respective KUBe-PKH. Supporting factors in the process of community
empowerment through KUBe-PKH are: (1) the role of the facilitator who continues to
motivate, give direction and freedom for KUBe-PKH; (2) the willingness of KUBe-PKH
to learn and receive direction from the facilitator; and (3) coordination that remains
between the facilitator and KUBe-PKH. While the inhibiting factors are: (1) the
participation of administrators and members decreases, more activeness at the beginning
of formation; (2) there is an individual business whose type of business is the same as the
KUBe-PKH (3) the market share is unclear; (4) some KUBe-PKH in carrying out their
business activities depend on the season; (5) the capital owned is still small; and (6) the
facilitator's lack of focus in controlling all KUBe-PKH because the KUBe-PKH
companion also accompanied the PKH KPM which was not KUBe-PKH.
Kata kunciKelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBe-PKH), Otonomi Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Pemberdayaan Masyarakat.
Pembimbing 1Sendy Noviko, M.PA
Pembimbing 2Dr. Dyah Retna Puspita, M.Hum
Pembimbing 3Dr. Slamet Rosyadi, M.Si
Tahun2018
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2018-11-22 10:08:50.857444
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.