Home
Login.
Artikelilmiahs
23635
Update
JEREMIA DEWANTO PRADANA DIRGANTORO
NIM
Judul Artikel
Strategi Kampanye Partai Gerindra Pada Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi kampanye pada Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. dengan teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penilitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal berupa strength dan weakness serta faktor eksternal berupa opportunities dan threats. Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan strategi kampanye Partai Gerindra Kabupaten Banyumas pada Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Banyumas dapat ditarik kesimpulan bahwa DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyumas belum menggunakan strategi pemenangan kampanye. Kampanye menurut Muhammad Sulthan (2010: 8) adalah aktivitas komunikasi untuk mempengaruhi konstituen sesuai dengan apa yang disampaikan. Kampanye yang digunakan oleh DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyumas lebih terfokus pada kampanye konvensional. Untuk kampanye media cyber pada DPC Partai Gerindra tidak berjalan optimal. Tidak ada kesiapan yang optimal untuk menghadapi Pilkada serentak baik dari pihak Partai Gerindra maupun pasangan calon. Koordinasi yang dilakukan oleh Partai Gerindra kepada jaringan struktur pun kurang baik dan tidak sampai pada struktur partai yang paling bawah. Pasangan calon pun tidak berkoordinasi dengan baik kepada tim pemenangan dan tidak mendengarkan apa yang menjadi aspirasi mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Komunikasi yang terjadi dapat dikatakan buruk. Hasil penelitian tersebut dapat di analisis menggunakan teknik analisis SWOT yang dapat digunakan untuk merumuskan strategi kampanye. Kurangnya sumber daya finansial yang dikelola dengan baik membuat pelaksanaan kampanye terhambat. Selain itu, kurang memperhatikan budaya setempat pun menjadi faktor penyebab kegagalan pada Pilkada serentak 2018. Hal tersebut sangat disayangkan karena Partai Gerindra termasuk salah satu partai besar di Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to find out and describe the campaign strategy in 2018 simultaneous regional elections in Banyumas Regency. The research method used in this research is descriptive qualitative research method. with the informant selection technique using purposive sampling technique. Data collection in this research is done through in-depth interviews, observation, and documentation. This study uses SWOT analysis techniques to identify internal factors in the form of strength and weakness and external factors such as opportunities and threats. The results of this research are the implementation of the Banyumas Regency Gerindra Party campaign strategy in 2018 simultaneous regional elections in Banyumas Regency. The campaign according to Muhammad Sulthan (2010: 8) is a communication activity to influence constituents in accordance with what is conveyed. It can be concluded that the DPC of the Gerindra Party in Banyumas Regency has not used the strategy to win the campaign. The campaign used by the DPC of the Banyumas Regency Gerindra Party focused more on conventional campaigns. As for the cyber media campaign on the Gerindra Party DPC it did not run optimally. There is no optimal readiness to face simultaneous regional elections both from the Gerindra Party and the candidate pairs. The coordination carried out by the Gerindra Party to the network of structures was not good and did not reach the lowest party structure. The candidate pair does not coordinate well with the winning team and does not listen to what they aspire to face directly to the community. Communication that occurs can be said to be bad. The results of these studies can be analyzed using SWOT analysis techniques that can be used to formulate campaign strategies. The lack of well-managed financial resources has hampered the implementation of the campaign. In addition, not paying attention to local culture was a factor in the failure of the 2018 simultaneous regional election. This was very unfortunate because the Gerindra Party was one of the major parties in Banyumas Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save