Home
Login.
Artikelilmiahs
23575
Update
MANDA LENA NURUL O
NIM
Judul Artikel
KONTRIBUSI USAHATANI KAPULAGA (Amomum cardamomum) TERHADAP PENDAPATAN PESANGGEM DI BKPH PAGUYANGAN KPH PEKALONGAN BARAT PERUM PERHUTANI JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kapulaga Jawa terkenal sebagai tanaman obat (toga) atau biofarmaka. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui profil pesanggem, 2) Mengetahui pendapatan pesanggem kapulaga di bawah tegakan pinus, 3) Mengetahui kontribusi pendapatan usahatani kapulaga terhadap total pendapatan pesanggem. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2018 di RPH Cipanas, BKPH Paguyangan, KPH Pekalongan Barat, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Tempat penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan pesanggem yang menanam kapulaga serempak pada awal tahun 2012. Penentuan responden dilakukan secara sensus, karena hanya terdapat 25 pesanggem Kapulaga Jawa di petak 38 J dengan luas tanaman 19 ha. Analisis data meliputi: Analisis Deskriptif, Analisis Biaya dan Pendapatan, Net Present of Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit / Cost Ratio (B/C Ratio), dan Income Share (Kontribusi Pendapatan). Hasil penelitian menunjukkan umur rata-rata pesanggem 52,96 tahun, berjenis kelamin laki-laki 18 orang dan perempuan 7 orang, rata- rata berpendidikan formal SD, pekerjaan utamanya sebagai petani, rata-rata memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 3 orang, dan pengalaman dalam usahatani kapulaga selama 8,8 tahun. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan pesanggem Kapulaga Jawa per hektar pada tahun ke-2 sebesar Rp11.917.654,00; tahun ke-3 sebesar Rp17.905.982,00; tahun ke-4 sebesar Rp17.905.982,00; dan tahun ke-5 sabesar Rp14.623.822,00; analisis kelayakan finansial didapat NPV Rp36.143.311,38, IRR 109% dan B/C Ratio 1,70 serta kontribusi usahatani Kapulaga Jawa terhadap pendapatan sebesar 42,78% yang dapat diartikan bahwa usahatani Kapulaga Jawa tersebut berkontribusi sedang dalam suatu keluarga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Javanese cardamom is known as a medicinal plant (toga) or biopharmaca. This study aims to: 1) Knowing the profile of pesanggem, 2) To know the income of the cardamom pesanggem under pine stand, 3) To know the contribution of cardamom farming income to the total income of the pesanggem. The study was conducted in January to February 2018 in RPH Cipanas, BKPH Paguyangan, KPH West Pekalongan, Perum Perhutani Unit I, Central Java. The research method used is a survey. The research site was determined purposively with consideration of the farmers who planted cardamom in the beginning of 2012. Determination of respondents conducted by census, because there were only 25 Javanese Cardamom in the 38 J plot with an area of 19 ha. Data analysis includes: Descriptive Analysis, Cost and Revenue Analysis, Net Present of Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit / Cost Ratio (B / C Ratio), and Income Share. The results showed the average age of the respondents was 52.96 years, male sex was 18 and female was 7, the average formal education was elementary school, the main job was as a farmer, on average had 3 family dependents, and experience in cardamom farming for 8.8 years. The results of the study showed that the income of Java Cardamom pesanggem per hectare in the second year was Rp11,917,654.00; 3rd year for Rp17,905,982.00; 4th year Rp17,905,982.00; and the fifth year Rp14,623,822.00; the financial feasibility analysis obtained NPV Rp36,143,311.38, IRR 109% and B / C Ratio 1.70 and the contribution of Javanese Cardamom farming to income of 42.78% which could mean that the Javanese Cardamom farming contributed medium to a family.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save