Artikelilmiahs

Menampilkan 20.301-20.320 dari 50.108 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2030123492A1C113029Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi Inpago Unsoed 1 dan Situ Bagendit Di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo.Kecamatan Purwodadi merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Kabupaten Purworejo. Kecamatan Purwodadi merupakan kecamatan pengembangan padi Varietas Unggul Baru (VUB) jenis gogo berupa padi Inpago Unsoed 1 dan Situ Bagendit. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya biaya dan keuntungan petani dari usaha padi Inpago Unsoed 1 dan Situ Bagendit di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi seperti luas lahan, tenaga kerja, jumlah benih, pupuk petroorganik, pupuk urea, SP 36 dan ZA dan pestisida terhadap produksi usahatani padi Inpago Unsoed 1 dan Situ Bagendit di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Mei 2018 di Kecamatan Purwodadi yang ditentukan secara sengaja (Purposive). Sasaran pengambilan sampel petani digunakan metode sensus. Diperoleh responden petani Inpago Unsoed 1 sebanyak 15 orang dan petani Situ Bagendit sebanyak 25 orang. Analisis yang digunakan analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan, keuntungan, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total usahatani padi Inpago Unsoed 1 adalah sebesar Rp9.064.537,00 per Ha/MT sedangkan rata-rata biaya total usahatani padi Situ Bagendit adalah sebesar Rp9.219.122,00 per Ha/MT. Keuntungan yang diperoleh dari usahatani padi Inpago Unsoed 1 sebesar Rp 20.400.903,00 /Ha/MT dan padi Situ Bagendit sebesar Rp. 21.560.346,00 /Ha/MT. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap produksi padi adalah luas lahan, jumlah benih dan jumlah penggunaan pestisida.


Purworejo district is one of bigger rice central production in Purworejo regency. Purwodadi district is a rice developing district of New Superior Varietas type of gogo in the form Inpago Unsoed 1 and Situ Bagendit ricw. This study aims to: 1) Knowing the total cost and income of farmers from Inpago Unsoed 1 and Situ Bagendit rice businesses in sub-district Purwodadi, district Purworejo 2) Know the factors that affect rice production Inpago Unsoed 1 and Situ Bagendit in sub-district Purwodadi, district Purworejo. This research was conducted from April to May 2018 in Purwodadi district which determined purposively. The target of sampling which farmers used was census method. Inpago Unsoed 1 respondents of farmers obtained 15 people and Situ Bagendit farmers 25 people. The analysis used descriptive analysis, cost analysis, acceptance, profit analysis and multiple linear analysis. The results showed that the average total cost of Inpago Unsoed 1 farmer was Rp 9.064.537,00 per hectare, Situ Bagendit farmers amounted to Rp 9.219.122,00. per hectare. The average profit of Inpago Unsoed 1 is Rp 20.400.903,00 per hectare and Situ Bagendit Rp 21.560.349,00 per hectare. Factors that significantly influence rice production are wide of land areas, number of seeds and amount of pesticide used.


2030223339E1A012325TINJAUAN YURIDIS TENTANG PENYALAHGUNAAN KEKEBALAN DAN HAK ISTIMEWA OLEH PERWAKILAN KONSULER (STUDI TENTANG PENYELUNDUPAN SENJATA OLEH STAF KONSULAT PRANCIS DI YERUSSALEM ISRAEL KE TEPI BARAT PALESTINA TAHUN 2018)Kasus tentang penyalahgunaan kekebalan dan hak istimewa berupa, dilakukannya tindak kejahatan penyelundupan senjata dilakukan oleh perwakilan konsuler Prancis untuk Israel yang terjadi pada 15 Maret 2018. Staf konsuler tersebut telah melakukan penyalahgunaan kewenangan atas imunitasnya sebagai seorang perwakilan negara yang tercantum di Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaturan mengenai kekebalan dan hak istimewa dari perwakilan diplomatik dan konsuler, serta pelanggaran yang terdapat dalam kasus tersebut dan penyelesaiannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif. Lokasi penelitian di Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Unit Pelaksanaan Teknis Universitas Jenderal Soedirman. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data adalah studi pustaka. Metode analisis data adalah yuridis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, pejabat konsuler telah diberikan hak kekebalan yang tidak dapat diganggu gugat, seperti yang tercantum dalam Pasal 31 dan Pasal 32 Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler, dan aturan lebih lanjut di Pasal 28 sampai Pasal 36 Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler. Namun jika pejabat tersebut melakukan pelanggaran, terutama yang bersinggungan dengan tindak pidana dan mengancam keamanan negara penerima maka dapat dikenakan persona non-grata setelah terlebih dahulu dilakukan penanggalan seperti yang tercantum dalam Pasal 43 Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler.
The case of misuse of immunity and privilege in the form of the crime of arms smuggling carried out by a consular representative of France for Israel that took place on March 15, 2018. The consular staff has misused authority over immunity as a representative of the state listed in The Vienna Convention of 1963 on Relations Consular. The research is aimed to analyze the regulation regarding immunity and privilege of diplomatic and consular representative, as well as the violations is contained in the case and its resolution.
The research method is used normative juridical, the research specification is descriptive. Research location at the Scientific Information Center of the Faculty of Law of Jenderal Soedirman University and the Technical Implementation Unit of Jenderal Soedirman University. The data source is used secondary data. Data collection method is literature study. Data analysis method is qualitative juridical.
Based on the research, consular officials is granted immunity rights that cannot be inviolability, as stated in Article 31 and Article 32 of The Vienna Convention of 1963 on Consular Relations, and further rules in Articles 28 to Article 36 of The Vienna Convention of 1963 on Consular Relations. However, if the official commits an offense, especially those are dealing with a criminal act and threatens the security of the recipient country, it can be subject to a persona non-grata after the waiver is carried out as stated in Article 43 of The Vienna Convention of 1963 on Consular Relations.
2030323336E1A014011PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP RAHASIA DAGANG MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2000 TENTANG RAHASIA DAGANG DALAM KASUS PENYALAHGUNAAN RAHASIA DAGANG YANG DILAKUKAN OLEH EKSKARYAWAN KFC TASIKMALAYAABSTRAK
Judul :
Perlindungan Hukum Rahasia Dagang Menurut Undang-undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang dalam Kasus Penyalahgunaan Rahasia Dagang yang dilakukan oleh Ekskaryawan KFC Tasikmalaya
Oleh :
Ai Nurfalah
E1A014011

Rahasia dagang merupakan bagian dari Hak Kekayaan Intelektual yang termasuk kedalam Hak Kekayaan Industri, yang tentunya eksistensinya memiliki posisi yang potensial untuk kepentingan industri dan perdagangan maka dari itu rahasia dagang mendapatkan Perlindungan Hukum. Perkembangan bisnis yang semakin pesat menimbulkan berbagai macam bentuk perjanjian, perjanjian merupakan alat pengikat hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja. Salah satu fungsi dari perjanjian adalah untuk menjamin terlindungnya informasi rahasia dagang sebuah perusahaan. Apabila terjadi penyalahgunaan informasi rahasia dagang maka akan mengakibatkan ruginya sebuah perusahaan. Lahirnnya Undang-undang Nomor 30 tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (UURD) diharapkan dapat menjamin dan memberikan perlindungan hukum kepada perusahaan. .

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan analisis secara normatif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan dan data primer melalui wawancara di Gerai KFC Plaza Asia Tasikmalaya, dengan metode pengajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa sebuah informasi dapat dianggap rahasia dagang apabila informasi bersifat rahasia, memiliki nilai ekonomi, dijaga kerahasiaannya, berada dalam lapangan teknologi dan atau bisnis. Pemilik rahasia dagang berhak untuk menggunakan dan memanfaatkan rahasia dagang. seseorang yang tidak berhak atas rahasia dagang tidak diperbolehkan untuk membocorkan rahasia dagang kepada pihak lain dan tidak boleh menggunakan rahasia dagang untuk membuka usaha yang sama dengan perusahaan. Tindakan hukum yang dilakukan apabila terjadi pelanggaran rahasia dagang sesuai dengan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 11 UURD yaitu gugatan ganti rugi dan penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan pemanfaatan tanpa hak serta dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Pasal 17 UURD berupa kurungan dan ganti rugi
ABSTRACT
Title :
A LEGAL PROTECTION OF TRADE SECRET BY A LAW NUMBER 30 OF 2000 ABOUT TRADE SECRET IN THE CASE OF ABUSE TRADE SECRET CONDUCTED BY THE FORMER EMPLOYEES KFC IN TASIKMALAYA
By :
Ai Nurfalah
E1A014011

Trade secret is a part of Intellectual Property Rights included into Industrial Property Rights that have a potential position for industrial and trade interests, therefore the trade secret must be protected. If it does not protected, it will cause a detrimental to the trade secret owner from the cheating in the business field. Business developments are growing rapidly and resulting in various forms of agreements. The agreements are binding tools of rights and obligations between entrepreneurs and workers. One of a function from the agreements is to guarantee the protection of a company’s trade secret information. If there is an abuse in trade secret information, it will cause a company losses. The law number 30 of 2000 concerning to the trade secret is expected to guarantee and provide a legal protection to the companies.
The research method that used in this research is juridical normative with qualitative normative analysis. The methods of data collection are carried out by using secondary data through the literature study and primary data through the interviews at the KFC Plaza Asia Tasikmalaya outlet, by a method of study data in the form of the narrative text arranged systematically.
Based on the result of the research, it shows that an information can be considered as the trade secret when the information confidential, has an economical value, kept confidential or in the field of technology and business. The owner of trade secret has a right to use and take the advantages of trade secret. Someone who does not have a right of trade secret is not allowed to divulge the trade secret to the other parties and should not use the trade secret to open the same business with the company. Legal actions carried out in the event of a trade secret violation can be subject to sanctions of default with a claim for compensation and termination of all actions related to unauthorized rights and may be imposed.

2030423340F1A014041TRADISI BEGALAN PADA UPACARA PERKAWINAN (Makna Begalan Bagi Keluarga Penyelenggara Di Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap)Penelitian ini berjudul “Tradisi Begalan Pada Upacara Perkawinan (Makna Begalan Bagi Keluarga Penyelenggara di Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap)”. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana pemaknaan keluarga penyelenggara di Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap dalam acara pelaksanaan tradisi Begalan pada upacara perkawinan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan unit analisis adalah masyarakat Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap yang keluarganya pernah menyelenggarakan Tradisi Begalan dalam upacara perkawinan. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam pada 7 informan serta dengan melakukan observasi secara langsung dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Begalan merupakan warisan nenek moyang yang sampai sekarang masih tetap dilaksanakan dalam upacara perkawinan adat Banyumasan. Terdapat beberapa makna dalam Begalan yaitu untuk memenuhi tradisi dan untuk memberikan penjelasan kepada kedua pengantin, untuk menghilangkan sifat yang tidak baik pada diri kedua pengantin dalam berumah tangga, sebagai syarat penyelenggaraan pernikahan adat Banyumasan ketika mengawinkan anak pertama dan terakhir. Maka dari itu masih banyak yang mempertahankan Tradisi Begalan ini.
This research entitled “The tradition of Begalan in a mating ritual (The meaning of Begalan for family providers in the district Nusawungu of Cilacap)”. The problems are taken in this study is how interpretation of the family providers in the district Nusawungu of Cilacap in the implementation of the tradition Begalan in a mating ritual.
This research is a qualitative research with unit analysis is the public in the district Nusawungu of Cilacap, whose family had a tradition Begalan in a mating ritual. Data collection obtained through the interview with 7 interviewers, direct observation and documentation.
The results showed that the tradition of Begalan is a heritage from the ancestors that exists until the time being and still be held in a mating ritual Banyumasan. There are some meaning in Begalan is to fulfill the tradition and to provide explanation for both the bride and groom, to remove a bad trait in both the bride and groom in a household, to the requirements of the marriage Banyumasan when get a first child and last child. So there are still many who held the tradition of Begalan.
2030523686A1L014137PENGARUH KEPADATAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA TEKNOLOGI AKUAPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.)Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh kepadatan ikan nila terhadap hasil tanaman pakcoy, dan (2) mengetahui jumlah kepadatan ikan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik yang terletak di Desa Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Penelitian dimulai pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan terdiri dari 0, 100, 200 dan 300 ikan nila perkolam ukuran 1,2 m x 0,8 m x 0,5 m. Data yang diperoleh dianalisi dengan menggunakan uji F. Apa bila terdapat beda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Beda Nyat Terkecil (BNT) pada taraf 5 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemberian kepadatan ikan 300 ekor/480 liter (K3) memberikan hasil tertinggi terhadap variabel luas daun 28,17 cm. (2) jumlah kepadatan ikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy yaitu kepadatan ikan 300 ekor/480 liter (K3).This reseach aims to (1) knowing the effect of tilapia density on the results of the pakcoy plants and (2) know the best amount of fish density for growth and yield of pakcoy plants. The research was carried out in a plastic house located in Pasir Kidul Village, West Purwokerto District, Banyumas Regency. The research began in May until August 2018. This research was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD), with 4 treatments and 5 replications consisting of 0, 100, 200 and 300 tilapia/1,2 m x 0,8 m x 0,5 m. The data obtained were analyzed using the F test at a 5 percent error rate. If there is a real difference, a further test will be done using the Least Significance Different (LSD) at the 5 percent level. The results showed that (1) the density of 300 fishest / 480 liters of water (K3) gave the highest results on the variables of leaf area 28.17 cm. (2) the best fish density for growth and yield of pakcoy plants was 300 fishest / 480 liters of water (K3).
2030624213H1K014010Model Gelombang Pada Pelabuhan Umum Rencana di Patimban, Kab SubangPenjalaran dan transformasi gelombang merupakan aspek sangat penting yang di pertimbangkan pada pembangunan pelabuhan. Pengaruh gelombang tersebut dirancang aman bagi pelabuhan rencana Patimban. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan gelombang tanpa dan ada pelabuhan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 Juli – 4 November 2018 merupakan hasil koleksi Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai, Yogyakarta. Data tersebut meliputi arah dan kecepatan angin (m/s), batimetri (m) dan pasang surut. Peramalan gelombang berdasarkan data angin menggunakan metode SMB (Sverdrup-Munk-Bretschneider). Model gelombang menggunakan MIKE 21 SW (Spectral Wave). Tinggi gelombang maksimum (Hmax) dan periode maksimum (Tmax) diperoleh 3,30 m dan 8,82 detik. Tinggi gelombang minimum (Hmin) dan periode gelombang minimum (Tmin) diperoleh 0,21 m dan 2,24 detik. Tinggi gelombang signifikan (Hs) dan periode gelombag siginifikan diperoleh 0,62 meter dan 2,98 detik. Hasil simulasi model gelombang menunjukan bahwa pemecah gelombang mampu memperkecil tinggi gelombang tiap musim.Propagation and wave transformation are importat aspect for port construction. The influence of the high wave be planned save to the port of Patimban plan The purpose of this study are modeling waves without and present of Patimban port. The research was conducted on July 4 - November 4, 2018 as The data were collected by Seaport Technologies and Coastal Dynamics Office (Balai Teknologi Infrastruktur dan Dinamika Pantai) Yogyakarta. The data were speed and wind direction (m / s), bathymetry (m) and tidal. Wave forecasting based on wind data using the SMB (Sverdrup-Munk-Bretschneider) method. The wave was modeled by MIKE 21 SW (Spectral Wave). The maximum of period wave (Tmax) wave height (Hmax) were obtained 8.82 seconds and 3,30 m. Minimun periode wave (Tmin) and wace height (Hmin) were obtained 2,24 seconds and 0,21 m and Significant wave height (Hs) and significant period (Ts) were obtained 2,98 seconds and 0,62. The wave model simulation was shown that the breakwater was able to reduce wave height each season.
2030723341F1A014016REGENERASI PENARI LENGGER DI ERA MODERN (STUDI TENTANG UPAYA PELESTARIAN OLEH SENIMAN LENGGER DI DESA BANJARWARU KECAMATAN NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAP)Penelitian ini berjudul “Regenerasi Penari Lengger Di Era Modern (Studi tentang Upaya Pelestarian oleh Seniman Lengger di Desa Banjarwaru Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap)”. Di Desa Banjarwaru, Seniman lengger sangat sulit untuk mencari penari lengger generasi baru untuk dijadikan penerus, serta mempertahankan eksistensinya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kulalitatif yang mendeskripsikan tentang keadaan penari lengger di era modern dan proses regenerasi yang dilakukan oleh seniman lengger. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua dan penari lengger, penari lengger desa kemojing, dan perangkat Desa Banjarwaru. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi secara langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa regenerasi penari lengger di Desa Banjarwaru bisa dikatakan tidak sukses. Hal ini terjadi karena minatnya anak muda Desa Banjarwaru yang merantau ke luar negeri, ketidakperdulian anak muda terhadap kesenian; anak muda lebih menyukai tarian modern, dan sering terjadinya kerusuhan saat lengger ditampilkan. Sedangkan upaya pelestarian yang dilakukan oleh para seniman Banjarwaru agar penari lengger ini tetap eksis, diantaranya :mengajak masyarakat untuk latihan menari lengger, melatih anak SD menari lengger, mengkombinasikan lengger klasik-modern.
This research entitled “Regulatory of lengger dancers in modern era (Study of preservation efforts by lengger artist at Banjarwaru Village Nusawungu District Cilacap“. At Banjarwaru Village, Lengger Artists realizes that it is hard to find a new dancer as their successor and preserve their existence.
This research is a descriptive qualitative research that describes the current existence of Lengger Dancers and process of regeneration among modernization wave as preservation its existence. The subject is Lengger Artists consisting of the leader and Lengger Dancers, Kemojing Village Lengger Dancers, and Banjarwaru Village Apparatus. The research data obtained by a direct observation, interview, and documentation
The result of this research states that regeneration of Lengger Dancers at Banjarwaru Village has not achievable. It may happen due to the preference of the youth to study abroad, the youth ignorance toward art, the youth's preference toward modern dance, and oftenly disturbance every time Lengger shows. Preservation efforts which had been done by Banjarwaru Artists regarding to the existence of Lengger Dancers was Lengger's teaching to elementary students, combined classic-modern Lengger.
2030823342H1E014033PERHITUNGAN DISTRIBUSI DOSIS RADIASI KANKER PAYUDARA DAN ORGAN SEKITAR DENGAN TEKNIK TANGENSIAL MENGGUNAKAN PROGRAM MCNPXPerlakuan radioterapi kanker payudara memerlukan perhatian khusus karena terdapat organ sekitar sel kanker menyerap radiasi yang berbahaya, sehingga dosis serap organ sekitar sel kanker perlu diketahui agar tingkat keamanannya dapat ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dosis radiasi kanker payudara dan organ sekitar, diantaranya dosis serap dan dosis efektif dengan teknik penyinaran tangensial, yaitu menggunakan sudut penyinaran 300˚ dan 120˚. Distribusi dosis serap tiap organ diperoleh dari hasil running program MCNPX menggunakan tally f6 dan sebaran dosis yang diterima phantom menggunakan tally f5 yang dipresentasikan dalam bentuk kontur distribusi dosis radiasi. Berdasarkan hasil penelitian, dosis serap paling tinggi ditemukan pada sel kanker dan payudara kiri. Jika dibandingkan pada masing-masing penyinaran, sel kanker, payudara dan paru-paru menyerap dosis lebih tinggi saat dilakukan penyinaran menggunakan sudut 300˚. Sedangkan jantung, hati, pankreas dan tulang belakang menerima dosis lebih tinggi pada sudut penyinaran 120˚. Dosis serap organ sekitar sel kanker masih jauh dari batas ambang dosis yaitu kurang dari 1,6 Gy, sehingga dapat dikatakan aman dari bahaya efek radioterapi. Dosis efektif bergantung pada sensitivitas organ terhadap radiasi, semakin tinggi nilai sensitivitas maka dosis efektif yang diterima semakin besar. Dosis efektif paling tinggi diterima oleh sel kanker dan payudara kiri, yaitu sebesar 0,07196 Sv dan 0,06234 Sv. Dan dosis efektif paling rendah diterima oleh hati, yaitu sebesar 0,00028 Sv.

Radiotherapy treatment for breast cancer requires special attention because there are organs around cancer cells absorb harmful radiation, so that the absorption dose of organs around cancer cells needs to be known so that the level of safety can be determined. This study aims to determine the distribution of radiation doses of breast cancer and surrounding organs, including absorption doses and effective doses with tangential irradiation techniques, namely using a radiation angle of 300˚ and 120˚. The distribution of absorption dose for each organ was obtained from the results of running the MCNPX program using tally f6 and the distribution of doses received by phantom using tally f5 which was presented in the form of radiation dose distribution contours. Based on the results of the study, the highest absorption dose was found in cancer cells and left breast. When compared to each irradiation, cancer, breast and lung cells absorb higher doses when irradiating using an angle of 300˚. Whereas the heart, liver, pancreas and spine receive a higher dose at the angle of exposure to 120˚. The dose of absorption of organs around cancer cells is still far from the dose threshold that is less than 1.6 Gy, so it can be said to be safe from the dangers of radiotherapy effects. The effective dose depends on the sensitivity of the organ to radiation, the higher the sensitivity value, the greater the effective dose received. The highest effective dose is received by cancer cells and left breast, which is 0.07196 Sv and 0.06234 Sv. And the lowest effective dose is received by the liver, which is 0.00028 Sv.

2030923343E1A114050PENYIDIKAN PROSTITUSI ONLINE ANAK (Studi di Wilayah Hukum Polresta Bogor)
Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia kiranya dapat memberikan penghayatan bagi aparat penegak hukum untuk menghormati hak tersangka dalam pelaksanaan proses penyidikan hingga pembuktian ke arah tegaknya hukum demi keadilan dan kepastian hukum.Kendala Penyidikan dalam menangani kasus tindak pidana prostitusi melalui media sosial online yang saat ini marak terjadi dan anak yang masih di bawah umur sebagai korbannya.
Majunya teknologi saat ini dimanfaatkan untuk transaksi yang dilakukan oleh mucikari dengan pelanggannya. Pihak kepolisian semakin sulit untuk melakukan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana prostitusi, dan sulit untuk menemukan identitas asli si pelaku karena semua tindakan pelaku menggunakan perangkat elektronik.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, Jenis dan sumber data meliputi data sekunder dan data primer yang diperoleh dari wawancara dan studi kepustakaan. Kemudian data yang terkumpul disajikan secara deskriptif dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, serta metode analisis data menggunakan kualitatif.Penyidikan prostitusi anak di bawah umur di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polresta Bogor berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku meskipun mengalami beberapa kendala dalam proses penyidikan anak, namun demikian dalam praktiknya terdapat upaya untuk mengatasi kendala tersebut.


Kata Kunci : Penyidikan, Prostitusi Online, Anak
The Criminal Procedure Code which upholds human dignity may provide an appreciation for law enforcement officials to respect the rights of suspects in the implementation of the investigation process to prove the direction of law enforcement for justice and legal certainty. Obstacles to Investigation in handling prostitution cases through online social media that is currently rampant and underage children are victims.
The technology is currently used for transactions carried out by pimps with their customers. The police are increasingly difficult to conduct investigations into the perpetrators of prostitution, and it is difficult to find the real identity of the perpetrator because all acts of the perpetrator use electronic devices.
The research method used is sociological juridical, data types and sources include secondary data and primary data obtained from interviews and literature studies. Then the collected data is presented descriptively in the form of a description that is arranged systematically, as well as a method of analyzing data using qualitative. The investigation of prostitution of minors in the Special Criminal Investigation Directorate of Bogor Police goes well in accordance with the applicable regulations despite experiencing several obstacles in the investigation process children, however, in practice there are attempts to overcome these obstacles.


Keywords: Investigation, Online Prostitution, Children
2031023344E1A013103PENERAPAN PASAL 8 AYAT (3) UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PELAKU USAHA YANG MEMPERDAGANGKAN MINYAK GORENG TERCEMAR DALAM PUTUSAN NOMOR 353/PID.SUS/2015/PN.BGLABSTRAK
Hak-hak konsumen dijamin oleh Undang-undang salah satunya hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa sebagaimana Pasal 4 huruf (a) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pentingnya kenyamanan, keamanan, dan keselamatan mestinya menyadarkan pelaku usaha untuk memberikan hak yang terbaik untuk konsumen. Dalam putusan Pengadilan Negeri Bengkulu Nomor 353/PID.SUS/2015 Sofyan Akmal Bin Bustami sebagai pelaku usaha terbukti menjual pangan khususnya minyak goreng yang bekas,cacat dan atau tercemar tidak sesuai dengan ketentuan Undang-undang.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Spesifikasi penelitian adalah Deskriptif Analitis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data-data yang diperoleh dianalisis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Hasil penelitian dalam putusan nomor 353/PID.SUS/2015/PN.BGL hakim sudah tepat dalam menerapkan Pasal 8 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, hanya saja hakim dalam pertimbangan hukumnya tidak menggunakan Pasal 7 huruf d dan Pasal 9 huruf b Undang-undang Perlindungan Konsumen. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak,cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa informasi secara lengkap dan benar. Perbuatan Sofyan Akmal Bin Bustami telah memenuhui unsur dalam Pasal 62 ayat (1) jo. Pasal 8 ayat (3) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yaitu berkaitan dengan perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha, maka dapat dijatuhi pidana penjara 6 (enam) bulan dan membayar biaya perkara sebesar Rp. 2000,- (dua ribu rupiah).
ABSTRACT
Consumer rights are guaranteed by the Law, one of which is the right to comfort, security and safety in consuming goods and / or services as Article 4 letter (a) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The importance of comfort, security and safety should make business people aware of giving the best rights to consumers. In the Bengkulu District Court's Decree Number 353 / PID.SUS / 2015 Sofyan Akmal SE Bin Bustami, as a business actor, was proven to sell food, especially used, defective and / or polluted cooking oil not in accordance with the provisions of the Law which violated the right to comfort, security, and safety in consuming goods
The approach method used in this research is normative juridical method. Research specifications are analytical descriptive. Data sources used in this study are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained were analyzed and explained based on legal norms related to the object of research.
The results of the research in the decision number 353 / PID.SUS / 2015 / PN.BGL judges are right in applying Article 8 paragraph (3) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, only the judges in their legal considerations do not use Article 7 letter d and Article 9 letter b of the Consumer Protection Act. Sofyan Akmal SE Bin Bustami was proven to trade in broken, defective or used and polluted cooking oil, with or without complete and correct information. Sofyan Akmal Bin Bustami's actions fulfilled the elements in Article 62 paragraph (1) jo. Article 8 paragraph (3) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection is related to acts prohibited for business actors, it can be sentenced to 6 (six) months imprisonment and pay a court fee of Rp. 2000, - (two thousand rupiah).

2031123347A1L014003Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera L.) pada Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) dan Media TanamTanaman lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman sukulen yang telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman obat penting dan tanaman hias. Pemupukan dengan pemberian bahan organik memegang peranan penting dalam peningkatan produksi tanaman didaerah tropis. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) dan dosis yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lidah buaya, 2) mengetahui pengaruh jenis media tanam dan jenis media paling baik yang digunakan untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lidah buaya, 3) mengetahui kombinasi terbaik antara pemberian pupuk organik cair (POC) dan jenis media tanam yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lidah buaya. Penelitian dilaksanakan di screen house dan di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman berlangsung selama 10 minggu yaitu pada 10 Maret 2018 sampai 23 Mei 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor, faktor pertama yaitu pemberian kombinasi pupuk organik cair dengan NPK yaitu pupuk NPK 100% + tanpa POC, pupuk organik cair (POC) 100% + tanpa NPK, dan pupuk NPK 50% + pupuk organik cair (POC) 50%. Faktor kedua adalah kombinasi jenis media tanam dengan beberapa jenis media yaitu tanah 100% + tanpa kokopit (1 : 0), tanpa tanah + kokopit 100% (0 : 1), tanah 50% + kokopit 50% (1 : 1). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, tebal daun, luas daun, warna daun, jumlah anakan, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering. Data pengamatan dianalisis dengan uji F, jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil peneltian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk NPK 50% + pupuk organik cair (POC) 50% dapat memberikan hasil terbaik terhadap bobot akar segar 16,99 g, bobot akar kering 1,23 g, bobot tajuk segar 274,83 g, dan bobot tajuk kering 3,74 g. Jenis media tanam yang memberikan pengaruh terbaik yaitu media tanam tanah 50% + kokopit 50% (1 : 1) dapat meningkatkan bobot akar segar 16,85 g, bobot akar kering 1,25 g, dan bobot tajuk kering 3,77 g. Tidak ada interaksi antara pemberian kombinasi pupuk dan jenis media tanam dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lidah buaya.Aloe vera plant is a succulent plant that has long been known as one of the important medicinal plants and ornamental plants. Fertilization with the provision of organic matter plays an important role in increasing crop production in tropical regions. This study aims to 1) determine the effect of liquid organic fertilizer and the most appropriate dose on the growth and yield of aloe vera plants, 2) determine the effect of the type of planting media and the best type of media used for the growth and yield of aloe vera plants, 3) knowing the best combination between giving liquid organic fertilizer and the right type of planting media to the growth and yield of aloe vera plants. This research was conducted in a screen house and in the Laboratory of Agronomy, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University lasted for 10 weeks, from on 10 March 2018 to 23 May 2018. This research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 9 combinations of treatments and 3 replications. The treatment tried included two factor,: the first factor is giving combination of liquid organic fertilizer with NPK, 100% NPK fertilizer + without liquid organic fertilizer, 100% liquid organic fertilizer + without NPK, and 50% NPK fertilizer + 50% liquid organic fertilizer. The second factor is a combination of types of planting media with several types of media, 100% + without cocopit (1: 0), 100% groundless soil + 100% (0: 1), 50% soil + 50% cocopit (1: 1). The variables observed were plant height, leaf number, leaf length, leaf width, leaf thickness, leaf area, leaf color, number of tillers, fresh root weight, dry root weight, fresh plant weight, dry plant weight. Observation data were analyzed by F test, if there was a real influence followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) wirh error level 5%. The results of the research showed that a combination of 50% NPK fertilizer + 50% liquid organic fertilizer can give the best results for fresh root weight 16.99 g, dry root weight 1.23 g, fresh plant weight 274.83 g, and dry plant weight 3.74 g. The type of planting media gives the best effect is 50% soil + 50% cocopeat (1: 1) planting media can increase fresh root weight 16.85 g, dry root weight 1.25 g, and dry plant weight 3.77 g. There was no interaction between the combination of fertilizer and the type of planting media in increasing the growth and yield of aloe vera.
2031223345E1A114048PENYIDIKAN TINDAK PIDANA JUAL - BELI JABATAN OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (Studi Kasus Bupati Klaten)Kondisi bangsa Indonesia yang semakin terpuruk dikarenakan banyaknya permasalahan bangsa yang tidak dapat diselesaikan diantaranya kemiskinan, kelaparan, pelayanan publik yang tidak maksimal dan lain sebagainya. Permasalah utama yang menjadi pemicu dari munculnya berbagai masalah bangsa ini salah satunya adalah tindak pidana korupsi. Penyebab seseorang melakukan suatu tindak pidana korupsi yaitu penyalahgunaan wewenang, kesempatan atau sarana yang ada pada pelaku karena suatu kedudukan yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Dan dapat diartikan bahwa seseorang tersebut tidak menjalankan kedudukan sesuai dengan jalanya dan pelaksanaanya. Dalam menangani tindak pidana korupsi pemerintah telah menciptakan sebuah aturan hukum.

Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, Jenis dan sumber data meliputi data sekunder dan data primer yang diperoleh dari wawancara dan studi kepustakaan. Kemudian data yang terkumpul disajikan secara deskriptif dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, serta metode analisis data menggunakan kualitatif.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mekanisme penyidikan yang dilakukan oleh penyidik KPK dalam penetapan tersangka sesuai dalam Pasal 1 angka 2 KUHAP dan Untuk mengetahui bagaimana cara pembuktian KPK untuk dapat menetapkan status tersangka terhadap Bupati Klaten.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik penyidikan dan pembuktian yang dilakukan terhadap kasus jual-beli jabatan yang dilakukan oleh Bupati Klaten telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang merujuk pada Pasal 1 angka 2 KUHAP.
The condition of the Indonesian people which is getting worse due to the many problems of the nation that cannot be resolved includes poverty, hunger, public services that are not optimal and so on. The main problem that triggers the emergence of various problems in this nation, one of which is corruption. The cause of someone committing a criminal act of corruption is the abuse of authority, opportunity or means that exists in the perpetrator because of a position owned by someone. And it can be interpreted that a person does not carry out his position according to his net and its implementation. In handling corruption, the government has created a rule of law.

The research method used is sociological juridical, data types and sources include secondary data and primary data obtained from interviews and literature studies. Then the collected data is presented descriptively in the form of descriptions that are arranged systematically, as well as data analysis methods using qualitative.

The purpose of this study was to determine the mechanism of the investigation conducted by KPK investigators in determining suspects in accordance with Article 1 number 2 of the Criminal Procedure Code and to find out how to prove the KPK to be able to determine the status of suspects against the Klaten Regent. The results of this study indicate that the investigation and verification techniques the case of the sale and purchase of position conducted by the Regent of Klaten was in accordance with the provisions of the applicable Law namely Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code which refers to Article 1 number 2 of the Criminal Procedure Code.
2031323349E1A114036KEWENANGAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN. (STUDI PUTUSAN NOMOR: 58/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN.RAP)Penelitian ini mengkaji tentang Kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dalam menangani sengketa konsumen antara Bokar Harahap dengan PT. BFI Finance Indonesia, Tbk Cabang Rantauprapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kabupaten Batu Bara menurut Putusan Pengadilan Negeri Rantauprapat Nomor 58/Pdt.Sus-BPSK/2016/PN.RAP dalam menyelesaikan sengketa konsumen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang disajikan dengan uraian secara sistematis dan logis, kemudian dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa BPSK Pemerintah Kabupaten Batu Bara tidak berwenang dalam memutus perkara antara Bokar Harahap dengan PT. BFI Finance Indonesia, Tbk Cabang Rantauprapat karena perkara tersebut bukan merupakan sengketa konsumen, tetapi perkara wanprestasi sehingga yang berwenang untuk memutus perkara tersebut adalah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
This research examines the authority of the Consumer Dispute Settlement Agency in handling consumer disputes between Bokar Harahap and PT. BFI Finance Indonesia, Tbk Rantauprapat Branch. This study aims to determine the authority of the Batu Bara Regency Consumer Dispute Settlement Agency according to Rantauprapat District Court Decision Number 58 / Pdt.Sus-BPSK / 2016 / PN.RAP in resolving consumer disputes based on the prevailing laws and regulations.
The approach method used in this research is the normative juridical approach, the specification of the research is descriptive using secondary data presented in a systematic and logical description, then analyzed qualitatively.
The results of this study indicate that BPSK Batu Bara Government is not authorized to decide cases between Bokar Harahap and PT. BFI Finance Indonesia, Tbk Rantauprapat Branch because the case is not a consumer dispute, but a default case so that the authority to decide the case is the Central Jakarta District Court
2031425638H1D015030RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PELAPORAN KELUHAN BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN)Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH) merupakan aplikasi yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan penatausahaan hasil hutan secara elektronik. Proses pelayanan keluhan pada SIPUHH masih menggunakan surat elektronik sehingga sangat memakan waktu dalam pengecekan laporan yang diberikan operator di lapangan, serta rentan sekali terhapus dan tertimpa oleh surat elektronik lainnya yang tidak berhubungan dengan laporan keluhan. Sehingga perlu adanya penerapan sistem informasi untuk pelaporan keluhan. Sistem digunakan oleh tiga pengguna yaitu Admin, Operator, dan Kepala Penelitian ini berusaha untuk mengurangi jumlah pengguna yang melakukan pelaporan keluhan melalui surat elektronik sehingga pelaporan keluhan pengguna dapat dilakukan dengan optimal. Operator sebagai pelapor menggunakan sistem ini untuk melaporkan keluhan atau permasalahan yang terdapat pada sistem atau di lapangan, lalu mengirimkannya kepada Admin sesuai dengan kategori yang tersedia. Setelah Admin dan Kepala Seksi PHH menerima laporan dari Operator maka laporan keluhan harus segera diproses oleh Admin dan Kepala Seksi PHH sampai status laporan tersebut sudah selesai. Sistem dibangun dengan metode pengembangan waterfall, menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk website, Java untuk android, dan basis data yang digunakan adalah MySQL. Diharapkan sistem ini akan memberikan kemudahan dalam pendataan, pengelolaan, dan pelaporan keluhan.The Forest Product Administration Information System (SIPUHH) is an application managed by the Ministry of Environment and Forestry to administer forest products electronically. The complaint service process at SIPUHH still uses electronic mail so it is very time consuming in checking reports provided by operators in the field, and very vulnerable to being deleted and overwritten by other e-mails that are not related to complaints reports. So it is necessary to implement an information system for reporting complaints. This study seeks to reduce the number of users who report complaints via electronic mail so that reporting of user complaints can be done optimally. Operators as reporters use this system to report complaints or problems found on the system or in the field, then send them to the Admin by the available categories. After the Admin and PHH Section Chief receive a report from the Operator, the complaint report must be immediately processed by the Admin and the PHH Section Head until the status of the report has been completed. The system was built with the waterfall development method, using the PHP programming language for websites, Java for android, and the database used was MySQL. It is hoped that this system will provide convenience in data collection, management and reporting of complaints.
2031523351H1C014017PERANCANGAN SISTEM CERDAS BERBASIS ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) UNTUK MENENTUKAN STATUS MUTU AIR SUNGAIAkibat pencemaran tidak semua parameter kualitas air sungai Kandilo memenuhi kriteria baku mutu air yang dianjurkan, maka dilakukan pengukuran dan analisis kualitas air sehingga dapat diketahui status mutu air sungai tersebut. Pada penelitian ini penulis menggunakan Artificial Neural Network (ANN) untuk menentukan status mutu air sungai. ANN merupakan sebuah model matematik yang berupa kumpulan unit yang terhubung secara paralel yang bentuknya menyerupai jaringan syaraf pada otak manusia (neural). ANN dapat meramalkan apa yang terjadi di masa yang akan datang berdasarkan pola kejadian yang ada dimasa lalu sehingga menjadikan metode ANN sangat baik digunakan untuk estimasi/peramalan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merancang arsitektur ANN terbaik sehingga dapat diketahui keberhasilan pelatihan ANN, tingkat akurasi, serta dapat diketahui apakah sistem ANN layak untuk menentukan status mutu air. Sistem ini menggunakan 18 parameter yaitu zat padat terlarut (TDS), zat padat tersuspensi (TSS), total phospat, nitrat, nitrit, amonia bebas, sulfida, khlor bebas, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), raksa, cadmium, tembaga, seng, besi, mangan, timbal, dan bakteri E. Coli. Serta output-nya merupakan 4 kelas status mutu air yaitu memenuhi baku mutu, tercemar ringan, tercemar sedang, dan tercemar berat. Pada penelitian ini digunakan 532 pola data dibagi menjadi 2 jenis data yaitu 364 pola data latih dan 164 pola data uji. Untuk mendapatkan arsitektur terbaik maka dilakukan pelatihan data, pengujian terhadap data yang dilatihkan dan pengujian dengan data baru (validasi). Arsitektur ANN terbaik adalah jaringan yang menghasilkan nilai MSE uji validasi yang terkecil dengan nilai koefisien korelasi (R) yang terbesar. Hasil dari penelitian ini didapatkan arsitektur ANN terbaik yaitu 95 hidden layer (200000 epoch) menggunakan fungsi aktivasi logsig untuk hidden layer dan output layer-nya, yang menghasilkan nilai MSE pelatihan = 0.022328 (mendekati goal) dan koefisien korelasinya (R) = 0.94867 serta MSE uji validasi = 0.01822637 dan koefisien korelasinya (R) uji validasi = 0.95614. ANN terbaik yang didapatkan pada penelitian ini dapat menghasilkan 4 target dalam 1 jaringan. Sehingga dapat disimpulkan ANN dengan metode Back Error Propagation (BEP) ini baik dan akurat digunakan untuk menentukan status mutu air sungai.Because of pollution, not all water quality parameters of the Kandilo river meet the recommended water quality standard criteria, so that water quality measurement and analysis is carried out so that the river water quality is known. In this study the authors used Artificial Neural Network (ANN) to determining river water quality. ANN is a mathematical model in the form of a collection of units connected in parallel that resemble neural networks in the human brain (neural). ANN can predict what will happen in the future based on the pattern of events that existed in the past so as to make the ANN method very well used for estimation / forecasting. The purpose of this study is to design the best ANN architecture so that it can be known the success of ANN training, the level of accuracy, and it can be known whether the ANN system is feasible todetermining the water quality. This system uses 18 parameters, is dissolved solids, suspended solids, total phosphates, nitrates, nitrite, ammonia, sulfides,chlorine, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), mercury , cadmium, copper, zinc, iron, manganese, lead, and E. coli bacteria. As well as its output is 4 classes of water quality, is meet quality standards (good condition), lightly polluted, contaminated medium, and heavy polluted. In this study used 532 data patterns were divided into 2 types of data namely 364 training data patterns and 164 test data patterns. To get the best architecture, data training, testing of trained data and testing with new data (validation) are carried out. The best ANN architecture is a network that produces the smallest MSE value validation test with the largest correlation coefficient (R). The results of this study obtained the best ANN architecture, namely 95 hidden layers (200000 epoch) using the logsig activation function for hidden layers and its output layer, which resulted in MSE training values = 0.022328 (approaching goal) and correlation coefficients (R) = 0.94867 and MSE Validation test = 0.01822637 and correlation coefficient (R) validation test = 0.95614. The best ANN obtained in this study can produce 4 targets in 1 network. So it can be concluded that ANN with the Back Error Propagation (BEP) method is good and accurate used to determining the river water quality.
2031623354E1A014304Penetapan Status Sebagai Whistleblower Terhadap Terdakwa Dalam Pengungkapan Kasus Dana Belanja Hibah dan Sosial (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 763 K/PID.SUS/2015)Dalam mengungkap kasus tindak pidana korupsi, beberapa tahun terakhir sering terdengar istilah Whistleblower sebagai salah satu upaya pengungkapan dalam kasus tindak pidana korupsi. Permasalahan yang sering dihadapi oleh seorang yang di kategorikan sebagai Whistleblower belum mendapatkan apresiasi yang baik, kurangnya dukungan, perlindungan apalagi penghormatan atau penghargaan yang semestinya bagi mereka.
Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian perskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dapat ditetapkan status sebagai Whistleblower terhadap seorang terdakwa.
Berdasarkan hasil penelitian dalam putusan Nomor : 763 K/PID.SUS/2015 menunjukan bahwa tidak adanya peraturan yang jelas mengenai pengertian atau definisi penetapan status sebagai Whistleblower yang terdapat dalam Undang-Undang No. 31 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Saksi dan korban dan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 4 Tahun 2011 tentang Perlakuan terhadap Pelapor Tindak Pidana (whistleblower) dan Saksi Pelaku yang Bekerja Sama (justice collaborator).
Kata Kunci : Whistleblower, Justice Collaborator, Tindak Pidana Korupsi
In uncovering cases of corruption, in recent years the term Whistleblower is often heard as one of the disclosure efforts in corruption cases. The problem that is often faced by a person who is categorized as a Whistleblower has not received good appreciation, lack of support, protection, and respect or proper appreciation for them.
The research method used in this writing is normative juridical, with descriptive research specifications. This study uses secondary data obtained through literature and systematically described. The purpose of this study is to find out whether a Whistleblower status can be determined against a defendant.
Based on the results of the research in the judgment Number: 763 K / PID.SUS / 2015 shows that the absence of a clear regulation regarding the definition of the determination of status as a Whistleblower contained in Law No. 31 of 2014 concerning Witness and Victim Protection and Supreme Court Circular No. 4 of 2011 concerning the Treatment of whistleblowers and justice collaborator.
Keywords: Whistleblower, Justice Collaborator, Corruption Crime
2031723352F1F014030Analysis of Verbal Slip-Ups in Big Bang Theory Using Phonology and Pragmatics Approach Penelitian ini berjudul “Analysis of Verbal Slip-Ups in Big Bang Theory using Phonology and Pragmatics approach”. Penelitian ini berfokus pada analisis humor verbal slip-up dengan menggunakan pendekatan fonologi dan pragmatik. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui verbal slip-up yang ditemukan dalam serial TV Big Bang Theory 2) mengetahui bagaimana verbal slip-up tersebut diimplementasikan untuk mengundang tawa penonton serial TV ini. Untuk mendapatkan hasil analisis, teori jenis verbal slip-up berdasarkan Dubinsky & Holcomb (2011) digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan mengambil data yang termasuk sebagai verbal slip-up secara garis besar dan menganalisis semua data tersebut untuk mengetahui jenis-jenis verbal slip-up yang ditemukan serta bagaimana verbal slip-up tersebut diterapkan untuk mengundang tawa penonton.
Berdasarkan hasil penelitian, semua jenis verbal slip-up berdasarkan Dubinsky & Holcomb (2011) ditemukan dalam serial Big Bang Theory musim pertama sampai dengan musim kesepuluh. Jenis tersebut antara lain spoonerism yang muncul hanya sekali (3%), malapropism muncul 25 kali (74%) dan mondegreen 8 kali (23%). Ketiga verbal slip-ups ini diterapkan melalui berbagai cara seperti kata pengandaian kata, penggantian nama, frasa yang tidak masuk akal, dan miskomunikasi. Dalam Big Bang Theory, spoonerism diterapkan sebagai kata pengandaian. Sebagian besar malapropism diterapkan melalui penggantian nama dan frasa tidak masuk akal yang disengaja. Sementara mondegreen diterapkan juga melalui penggantian nama dan miskomunikasi antar karakter yang kemunculannya sengaja maupun tidak disengaja.
This research entitled “Analysis of Verbal Slip-Ups in Big Bang Theory using Phonology and Pragmatics approach”. This research focuses on verbal slip-up jokes analysis by using phonology and pragmatic approach. Using qualitative method, this research aims 1) to find verbal slip-ups in Big Bang Theory Series 2) to discover how verbal slip-ups are implemented to stimulate viewers’ laughter. To get the analysis result, verbal slip-ups theory according to Dubinsky & Holcomb (2011) is used in this research. This research uses total sampling method. The data which considered as verbal slip-ups are collected and then it is analyzed in order to classify the types and to know how the data are implemented to invoke laughter.
Based on the result of the research, all verbal slip-ups according to Dubinsky & Holcomb (2011) are found in Big Bang Theory Series season 1 until 10. The types of verbal slip-ups are spoonerism which appears once (3%), malapropism appears 25 times (74%), and mondegreen appears 8 times (23%). These verbal slip-ups are implemented through several patterns such as metaphorical word, replacement of name, nonsensical phrase, and miscommunication. In Big Bang Theory, spoonerism is implemented as metaphorical word, malapropism is implemented mostly through intentional replacement of names and nonsensical phrase, and mondegreen is implemented through replacement of names as well as miscommunication between characters which occur both intentionally and unintentionally.
2031823353F1K014032PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI MODEL QUANTUM TEACHING TIPE TANDUR BERBANTU MEDIA VIDEO PADA KELAS X TKJ 1 SMK NEGERI 2 BAWANG BANJARNEGARAPenelitian tindakan kelas ini berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi melalui Model Quantum Teaching Tipe Tandur Berbantu Media Video pada Siswa Kelas X TKJ 1 SMK N 2 Bawang Banjarnegara”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis puisi melalui model Quantum Teaching tipe Tandur berbantu media video dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas X TKJ 1 SMK Negeri 2 Bawang Banjarengara setelah dilaksanakan pembelajaran menulis puisi melalui model Quantum Teaching tipe Tandur berbantu media video.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Subjek penilitian ini adalah keterampilan menulis puisi melalui model Quantum Teaching tipe Tandur berbantu media video. Teknik dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes
Hasil rata-rata tes keterampilan menulis puisi siklus I yaitu 69,06, sedangkan nilai tes pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 78,92. Nilai tes tersebut meningkat sebesar 9,86 atau sebesar 14,28% menjadi 78,92.Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi melalui model Quantum Teaching tipe Tandur berbantu media video dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi serta dapat mengubah perilaku siswa kelas X TKJ 1 SMK Negeri 2 Bawang Banjarnegara.
This classroom action research is entitled “Improving the Poem Writing Skills Through Tandur-type Quantum Teaching Model Supported with Video Media for the Grade X Students of State Vocational High School 2 Bawang, Banjarnegara”. This research aims at describing the poem writing learning improvement through Tandur-type Quantum Teaching model supported with video media and explaining the behavioral changes of grade X students of State Vocational High School Bawang, Banjarnegara after the implementation.
This classroom action research is conducted in two cycles: cycle I and cycle II. The research subject is the poem writing skills through Tandur-type Quantum Teaching model supported with video media. The research employs both test and non-test techniques.
The average test result for the poem writing skills in cycle I is 69.06, while that in cycle II is 78.92. Thus, the test result has improved by 9.86 or 14.28% in cycle II. Based on the research result, it can be concluded that the poem writing learning through Tandur-type Quantum Teaching model supported with video media may improve the poem writing skills and change the behaviors of grade X Students of State Vocational High School 2 Bawang Banjarnegara.
2031923355E1A114046PERBUATAN OBSTRUCTION OF JUSTICE OLEH MUHTAR EPENDY DALAM SIDANG PERADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 2368K/Pid.sus/2015)

ABSTRAK

PERBUATAN OBSTRUCTION OF JUSTICE OLEH MUHTAR EPENDY DALAM SIDANG PERADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 2368K/Pid.sus/2015)

Tindak pidana korupsi di Indonesia merupakan hal yang kompleks, karena tingkatnya yang sudah semakin meluas, dampaknya pun semakin merugikan negara. Pemberantasan tindak pidana korupsi membutuhkan berbagai pihak, bukan hanya dari KPK tetapi para saksi yang hadir dalam persidangan juga harus bekerja sama dalam memberantas tindak pidana korupsi ini. Dalam proses perkara pidana, baik di tingkat penyidikan, penuntutan, maupun di tingkat persidangan pengadilan, kerapkali terjadi perbuatan yang menghalang-halangi dan merintangi segala proses hukum yang disebut sebagai obstruction of justice, hal ini mengakibatkan terhambatnya proses hukum yang berlangsung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbuatan yang dikategorikan sebagai obstruction of justice dan pertimbangan hakim dalam memutus terdakwa yang melakukan perbuatan obstruction of justice. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif yaitu mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan maupun perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian.
Penelitian yang dilakukan dari Putusan Nomor: 2368K/Pid.sus/2015 diperoleh hasil sebagai berikut: perbuatan obstruction of justice sudah terbukti dan hal tersebut diatur dalam perundang-undangan namun dalam pengimplementasianya dirasa masih kurang maksimal. Majelis hakim dalam memberikan vonis putusan terlalu formalis dan positivistik, seharusnya yang dilihat adalah asas manfaatnya.


Kata Kunci : Obstruction of justice, tindak pidana korupsi
ABSTRACT

OBSTRUCTION OF JUSTICE BY MUHTAR EPENDY IN THE TRIAL OF CORRUPTION ACT
(Judicial Observation of Judgement: 2368K/Pid.sus/2015)
Criminal act in Indonesia is a complex matter. The number is increasing widely and the impact is detrimental to the country. Eradication of criminal acts require many parties to be involved, not only from KPK, but other present witnesses in the trial should cooperate in this eradication of corruption act. In criminal justice proceeding, both at the level of investigation, prosecution, or in trial, often happens crime that obstruct prosecutors or other officials referred to as obstruction of justice, which interfere the ongoing process of justice.
This research aims to describe actions that are categorized as obstruction of justice and consideration of judge in sentencing the defendant who committed obstruction of justice. This research uses normative juridical approach method by analyzing existing library data (secondary data). The method used in this research is qualitative and normative by processing data and interpreting it based on judgement and legislation related to this research.
This research conducted from Judgement: 2368K/Pid.sus/2015 obtain results as follows: obstruction of justice has been proven and it is regulated in legislation. However, the implementation is still not optimal. The judgement from the panel of judges is often merely for the sake of formality and positivistic, while it is the principle of benefits that should be taken account of.

Keywords: Obstruction of justice, corruption act
2032023350E1A113016GUGATAN CLASS ACTION YANG DIPUTUS TIDAK DAPAT DITERIMA KARENA ADANYA CACAT FORMAL (Studi Terhadap Putusan Nomor 529/Pdt.G/2013/PN.Jkt-Pst)ABSTRAK
Ada beberapa alasan mengapa gugatan perwakilan kelompok ini penting. Di samping alasan efisiensi dan ekonomis, juga sejalan dengan prinsip peradilan yang murah, praktis, cepat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Namun dalam menggunakan dan menyikapi prosedur gugatan perwakilan kelompok ini, tampaknya masyarakat maupun praktisi hukum belum sepenuhnya memahami aspek teknis atau penerapan prosedurnya. Pemahaman yang belum memadai disebabkan prosedur gugatan perwakilan kelompok atau class action masih merupakan hal baru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam memutus gugatan class action yang diputus dinyatakan tidak dapat diterima karena mengandung cacat formil dan mengetahui akibat hukum terhadap gugatan class action yang diputus tidak dapat diterima dalam perkara nomor 529/Pdt.G/2013/PN. Jkt-Pst.
Hakim dalam memutus perkara Nomor 529/Pdt.G/2013/PN.Jkt-Pst sudah sesuai dengan Perma No. 1 Tahun 2002, yang mana dalam pertimbangannya hakim menolak eksepsi dari tergugat yang menyatakan gugatan penggugat mengandung cacat formil. Hakim berpendapat bahwa gugatan penggugat sudah sesuai dengan Perma No. 1 Tahun 2002, dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku apabila hakim memutus bahwa gugatan penggugat sudah sah maka segera setelah itu mengajukan usulan model pemberitahuan atau notifikasi sesuai dengan Pasal 5 ayat 4 dan Pasal 7 ayat 1 dan 2. Namun ternyata didalam persidangan para penggugat terbukti tidak melaksanakan putusan sela tepatnya pada angka 3, dan hanya mengajukan berupa bukti surat keterangan maka sesuai dengan Perma tersebut gugatan penggugat diputus dinyatakan tidak dapat diterima karena tidak memenuhi Pasal 7 ayat 2.

Kata Kunci: Class Action, Gugatan Tidak Dapat Diterima

ABSTRACT
There are some reasons why the class action accusation is the important thing, beside of efficiency and economic reasons and aligned with judicial principle which are low budget, simple, and brief as regulation No. 48 of 2009 about judicial power. But inside how to use and respond to the class action accusation it seems that community or legal practitioners are not cleary understand yet about the technical aspect or way to implementation the procedures. Those happends because lack of class action knowledge.
This observation aims to know the judicial’s legal consideration in the deciding the terminated class action’s law suit in the terminated case number 529/Pdt.G/2013/PN.Jkt-Pst.
The judge deciding a case number 529/Pdt.G/2013/PN.Jkt-Pst is already accordance Perma No. 1 Tahun 2002. Which one of the defendant who started that. The plantiff’s accusation contains formal defect. The judge’s argued that the plantiff’s accusation is already accordance with Perma No. 1 Tahun 2002 and actual mechanism which applies if the judge decides that the plantiff’s accusation is valid then afterwards immediately the defendant is submit a notification model or notification in accordance with article 5 section 4 and article 7 section 1 and 2. However on the trial the plantiff’s proven not to carry out a decision that has not mentioned the subject matter and only submit a written evidence, according to the request the claim of the plaintiff is declared unacceptable because article 7 section 2 is not fulfilled.
Keywords : Class Action, lawsuit cannot be accepted