Artikelilmiahs

Menampilkan 20.201-20.220 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2020125629G1A013096Hubungan Tingkat Depresi Dengan Kemampuan Mekanisme Koping Pada Orang Tua Anak Skizofrenia di Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Tahun 2019Latar Belakang : skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dan kronis yang ditandai dengan psikopatologi berat dan beragam, mencakup seluruh aspek kognisi, emosi, persepsi dan perilaku. Konsekuensi ini menyebabkan berbagai masalah termasuk depresi terhadap keluarga pasien. Depresi merupakan gangguan jiwa berupa perasaan sedih berlebihan dan menetap. Mekanisme koping merupakan usaha yang dilakukan seseorang sebagai upaya dalam mengatasi stress yang dialami. Tujuan Penelitian : mengetahui hubungan tingkat depresi dengan mekanisme koping pada orang tua anak skizofrenia di Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Metode Statistik : rancangan observasional analitik dengan wawancara langsung menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) dan Brief Cope Inventory terhadap keseluruhan sampel (total sampling) sebanyak 27 orang. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil : karakteristik demografi responden sebanyak 22 (81,5%) merupakan perempuan, usia rata-rata 47 tahun, dan 55,6% hanya lulus tingkat sekolah dasar. Korelasi antara mekanisme koping dengan tingkat depresi adalah signifikan (p = 0,001) dengan kekuatan yang kuat (r = -0,675). Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan mapun bermakna secara klinis antara tingkat depresi dan mekanisme koping pada orang tua anak skizofrenia di desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten PurbalinggaBackground : schizophrenia is a chronic progressive mental disorder having sign and symptoms in cognitive, emotion, perception, and behavior aspect. Depressive disorders were reported among caregivers of schizophrenic patients. A depressive one has excessive steady low mood. Coping mechanism is a mean to solve the depressive feeling. Aim : the aim of current study was to assess the correlation between coping mechanism and score of depressive level among caregivers of schizophrenic patients in Tlahab Lor Village in Karangreja, Purbalingga at 2019 C. Statistical Method : observational-analytic design, done by direct interview using Beck Depression Inventory and Brief Cope Inventory questionnaire towards total sample of 27 respondents. The statistical analysis was Pearson’s correlation test. Result: demographic characteristics were 22 (81,5%) females, 44,5 years of mean age, and 55,6% only passed elementary school level. The correlation between coping mechanism and score of depressive level is significant (p=0,001) with strong power (r=-0,675). Conclusion: there’s significant nor clinically meaningful correlation between depression level on parents of schizophrenia in patients in Tlahab Lor Village in Karangreja, Purbalingga at 2019 C
2020223268C0B015043PROSEDUR PENGELOLAAN ARSIP PERKARA PIDANA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS IB PURWOKERTOPada suatu organisasi, perusahaan atau instansi kearsipan memegang peranan penting bagi kelancaran jalannya organisasi, yaitu sebagai sumber informasi, dan sebagai pusat ingatan bagi organisasi. Kearsipan merupakan salah satu macam pekerjaan kantor atau pekerjaan tatausaha, yang banyak dilakukan oleh setiap badan usaha, baik badan usaha pemerintah maupun badan usaha swasta. Setiap organisasi, perusahaan atau instansi diharapkan mempunyai sistem kearsipan yang memadai terkait dengan kedudukannya yang sangat penting sebagai pusat informasi. Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 pasal 3 tentang Kearsipan pasal 32 ayat 1 bahwa Pencipta arsip dan lembaga kearsipan menyediakan prasarana dan sarana kearsipan sesuai dengan standar kearsipan untuk pengelolaan arsip.
Pengelolaan kearsipan merupakan kegiatan organisasi yang sangat penting bagi organisasi, perusahaan maupun instansi. Setiap badan usaha baik pemerintah maupun swasta dituntut agar melaksanakan kegiatan kearsipan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang bertujuan untuk menunjang pembangunan nasional. Pengelolaan arsip yang sesuai standar kearsipan diperlukan petunjuk pelaksanaan yang akan dijadikan acuan baku dalam pengelolaan arsip sehingga arsip dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Pada dasarnya setiap perusahaan atau instansi menginginkan adanya arsip yang tertata rapi, karena itu diperlukan pengorganisasian arsip.. Adapun tiga cara pengorganisasian arsip, yaitu sentralisasi, desentralisasi, dan kombinasi antara sentralisasi dan desentralisasi. Sentralisasi berarti penyimpanan arsip yang dipusatkan di satu unit kerja khusus yang lazim disebut Sentral Arsip. Desentralisasi arsip berarti semua unit kerja mengelola arsipnya masing-masing. Sedangkan kombinasi sentralisasi dan desentralisasi untuk mengatasi kelemahan dari dua cara pengelolaan baik sentralisasi maupun desentralisasi.
In an organization, the company or archival agency plays an important role for the smooth running of the organization, namely as a source of information, and as a memory center for the organization. Archival is one type of office work or business work, which is mostly done by every business entity, both government and private business entities. Every organization, company or institution is expected to have an adequate filing system related to its very important position as an information center. According to Act No. 43 of 2009 article 3 concerning Archives article 32 paragraph 1 that the creators of archives and archival institutions provide archival infrastructure and facilities in accordance with archival standards for records management.
Archival management is an organizational activity that is very important for organizations, companies and agencies. Every business entity, both government and private, is required to carry out archival activities in accordance with the laws and regulations that aim to support national development. Management of records in accordance with archival standards requires implementation instructions that will be used as a standard reference in managing records so that archives can run effectively and efficiently.
Basically, every company or agency wants an organized archive, because it requires organizing the archives. The three ways of organizing the archive are centralization, decentralization, and a combination of centralization and decentralization. Centralization means storing archives centered on a special work unit commonly called the Central Archive. Archive decentralization means that all work units manage their records. While the combination of centralization and decentralization to overcome the weaknesses of two ways of managing both centralization and decentralization.
2020323266H1G014017POLA PERTUMBUHAN DAN REPRODUKSI IKAN SEPAT SIAM (Trichogaster pectoralis Regan, 1910) DI WADUK PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN, BANJARNEGARAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan reproduksi ikan sepat siam (Trichogaster pectoralis), untuk pola pertumbuhan (hubungan panjang berat dan faktor kondisi) dan aspek reproduksi (rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas dan diameter telur). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober dan November 2017 berlokasi di Waduk PB. Soedirman. Sampel ikan sepat siam selama penelitian berjumlah 67 ekor, yang terdiri dari 31 ekor ikan sepat siam jantan dan 36 ekor ikan sepat siam betina. Pola pertumbuhan ikan sepat siam yaitu b = 3,06 (isometric) dan faktor kondisi ikan sepat siam di memiliki nilai > 1 yaitu termasuk dalam ikan yang kurang pipih. Ikan sepat siam yang diperoleh selama penelitian memiliki nilai TKG 1 – IV. Nilai IKG ikan sepat siam jantan adalah 0,07 – 4,36 % sedangkan IKG ikan sepat siam betina adalah 10,88 – 20,83 %. Fekunditas ikan sepat siam selama penelitian adalah 3265,7 – 123182,6 butir dengan kisaran diameter telur 587,944 µm. Data ini mengungkap bahwa ikan sepat siam mampu tumbuh dan bereproduksi dengan baik di Waduk PB. Soedirman.This study aims to determine the pattern of growth and reproduction of Siamese septic fish (Trichogaster pectoralis), for growth patterns (long weight relationship and condition factors) and reproductive aspects (sex ratio, gonadal maturity level, gonadal maturity index, fecundity and egg diameter). This research was conducted in October and November 2017 located in Waduk PB. Soedirman.. Siamese septic fish samples during the study amounted to 67, consisting of 31 male conjoined septic fish and 36 female conjoined septic fish. The pattern of growth of Siamese septic fish is b = 3.06 (isometric) and the condition factor of Siamese septic fish has a value of> 1, which is included in the less flat fish. Siamese septic fish obtained during the study had a value of TKG 1 - IV. The IKG value of male conjoined fish is 0.07 - 4.36% while the IKG of female conjoined fish is 10.88 - 20.83%. The fecundity of Siamese septic fish during the study was 3265.7 - 123182.6 items with an egg diameter range of 587,944 μm. These data reveal that Siamese sepat fish are able to grow and reproduce well in the Waduk PB. Soedirman.
2020425703F1A013001Toko Kelontong Modern Versus Toko Kelontong Konvensional (Studi Kasus Strategi Bertahan Toko Kelontong di Grendeng, Purwokerto Utara di Tengah Modernisasi)Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi bertahan yang diambil pemilik toko kelontong di Grendeng, Purwokerto Utara dalam mempertahankan tokonya di tengah modernisasi. Penelitian dilakukan di wilayah Grendeng, Purwokerto Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian berjumlah tujuh orang yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi serta data sekunder yaitu data dari instansi atau lembaga yang berkaitan dengan penelitian, buku, literatur, jurnal penelitian, dan skripsi yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi bertahan yang dilakukan pemilik toko kelontong di Grendeng, Purwokerto Utara. Strategi bertahan tersebut di antaranya menjalin hubungan dekat dan membangun keharmonisan dengan pembeli, mengurangi ketersediaan barang kebutuhan sehari-hari yang diperjualbelikan dan menghilangkan/ tidak menjual kembali stok barang yang tidak laku, membuka usaha lain untuk menunjang eksistensi toko dan permainan harga.This article aims to describe the survival strategies taken by the mini shop owner in Grendeng, North Purwokerto in maintaining its store amid modernization. The study was conducted in Grendeng area, North Purwokerto. The method used is descriptive qualitative. The research targets were seven people who were determined using purposive sampling. Data is obtained through interviews, observation and documentation as well as secondary data, namely data from agencies or institutions related to research, books, literature, research journals, and thesis related to the research theme. The results of this study indicate that there are several survival strategies carried out by the owner of the mini shop in Grendeng, North Purwokerto. The defense strategy includes establishing close relationships and building harmony with buyers, reducing the availability of goods that are traded and eliminating / not reselling non-salable items, opening other businesses to support the existence of shop and pricing.
2020525737C1A015008EFISIENSI EKONOMI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI TAMBAK UDANG VANAME DI DESA KEBURUHAN, KECAMATAN NGOMBOL, KABUPATEN PURWOREJOPenelitian ini merupakan penelitian survei kepada petani tambak udang Vaname di Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, untuk menganalisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, jumlah benih dan pakan serta menganalisis tingkat efisiensi ekonomi usahatani tambak udang Vaname di Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo.
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petani tambak udang Vaname di Desa Keburuhan yang berjumlah 49 orang. Purposive sampling method digunakan dalam menentukan lokasi penelitian. Sedangkan untuk metode analisis data digunakan analisis regresi linear berganda dan R/C (Revenue Cost Ratio) untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas dan menggunakan alat analisis SPSS 17.0 for Windows menunjukkan bahwa (1) Luas lahan berpengaruh positif yang signifikan terhadap produksi udang Vaname, (2) Tenaga Kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap produksi udang Vaname, (3) Jumlah Benih berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap produksi udang Vaname, (4) Pakan berpengaruh positif yang signifikan terhadap produksi udang Vaname. Sedangkan untuk tingkat efisiensi ekonomi dengan pendekatan R/C Ratio diperoleh hasil yaitu, rata-rata efisiensi ekonomi sebesar 1,525 lebih besar dari 1 sehingga rata-rata usahatani tambak udang Vaname di Desa Keburuhan sudah efisien secara ekonomi.
This research is a survey research of Vaname shrimp pond farmers in Keburuhan Village, Ngombol District, Purworejo Regency. The purpose of this study was to analyze the effect of extensive land, labor, number of seeds, and feed and analyze the level of efficiency of Vaname shrimp farms in Keburuhan Village, Ngombol District, Purworejo Regency.
The sample in this study were all Vaname shrimp farm farmers in Keburuhan Village who studied 49 people. The purposive sampling method was used in determining the location of the study. While for the data analysis method used linear multiple regression analysis and R / C (Revenue Cost Ratio) to determine the level of economic efficiency.
Based on the results of research and data analysis by discussing the Cobb-Douglas production function and using the SPSS 17.0 analysis tool for Windows which proves that (1) the area of ​​land is positively significant related to the production of Vaname shrimp, (2) Labor shows a negative and insignificant effect on Vaname shrimp production, (3) The number of seeds is negative and not significant for the production of Vaname shrimp, (4) Feed has a significant positive effect on the production of Vaname shrimp. While for the economic level with the R / C ratio the results obtained are, the average economic efficiency of 1.525 greater than 1 using the average Vaname shrimp farm in Keburuhan Village has been economically efficient.
2020623271E1A114030KAJIAN YURIDIS TENTANG INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION (STUDI TENTANG TENAGA KERJA INDONESIA DI MALAYSIA)ABSTRAK
KAJIAN YURIDIS TENTANG INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION (STUDI TENTANG TENAGA KERJA INDONESIA DI MALAYSIA)
Sondang Fransisca Y
E1A114030
Tujuan International Labour Organization Convention adalah melindungi kepentingan para pekerja ketika mereka dipekerjakan di negara-negara yang bukan negaranya sendiri, dan mengingat keahlian dan pengalaman organisasi tersebut dalam hal-hal yang berkenaan dengan para pekerja migran dan anggota keluarganya. Terdapat dalam Pasal 3 dan Pasal 4 International Labour Organization Convetion bahwa hak atas dasar pekerja/buruh migran yang meliputi promosi dan perlindungan hak asasi manusia pekerja/buruh migran serta di dalam Pasal 14 yang meliputi tentang keselamatan, kesehatan kerja dan jaminan sosial tetapi penyiksaan terhadap tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri masih saja terjadi.
Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis.
Berdasarkan hasil dan penelitian dapat disimpulkan bahwa, International Labour Organization Convention mengatur mengenai hak-hak, kewajiban, penempatan dan perlindungan bagi buruh migran yang terdapat pada International Labour Convention No 97, 1949, International labour Organization Convention No 143, 1975, International Labour Convention No 100, 1951, International Labour Organization Convention No 189, 2011, International Convention No 105, 1957, International Labour Organization No 29, 1930 yang juga membantu Pemerintah dalam melindungi tenaga kerja Indonesia dalam penanganan hak asasi manusia terhadap tenaga kerja Indonesia dengan membentuk Call Center BNP2TKI yang juga perlindungan diberikan oleh pemerintah melalui Undang-undang No 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia dan Undang-undang No 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Buruh Migran.

Kata Kunci: International Labour Organization, Tenaga Kerja Indonesia, Perlindungan.
JURIDICIAL STUDY ABOUT INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION
(CASE ABOUT INDONESIAN MIGRANT WORKERS IN MALAYSIA)
Sondang Fransisca Y
E1A114030

The purpose of International Labour Organization is to protect the labours important when the labour are employed in another countries that are not they countries and experience in matters relating to migrant workers and their family members. There are in Article 3 and Article 4 of the International Labor Organization Convention that the rights on the basic of workers or migrant workers include the promotion and protection of human rights of migrant workers or workers and in Article 14 which includes safety, work health and social security but torture of workers Indonesian work abroad is still happening and experience in matters relating to migrant workers and their family members. There are in Article 3 and Article 4 of the International Labor Organization Convention that the rights on the basis of workers migrant workers include the promotion and protection of human rights of migrant workers or workers and in Article 14 which includes safety, work health and social security but torture of workers Indonesian work abroad is still happening.
The research method used in this paper is juridical-normative, specifically descriptive research. This research used secondary data from literature study and it is elaborated systematically.
Based on the result and research it can be concluded that, the International Labor Organization Convention regulates the rights, obligations, placement and protection of migrant workers found in the International Labor Convention No. 97, 1949, International Labor Organization Convention No 143, 1975, International Labor Convention No. 100, 1951, International Labor Organization Convention No. 189, 2011, International Convention No. 105, 1957, International Labor Organization No. 29, 1930 which also assisted the Government in protecting Indonesian workers in handling human rights against Indonesian workers by forming BNP2TKI Call Center the protection provided by the government through Law No. 39 of 2004 concerning the Placement and Protection of Indonesian Workers and Law No. 18 of 2017 concerning the Protection of Migrant Workers.

Keywords: International Labour Organization, Indonesian Migrant Workers, Protection
2020723272G1B014010PERSEPSI DAN PERAN STAKEHOLDER DALAM PROGRAM DANA DESA UNTUK UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT DI KECAMATAN MOGA KABUPATEN PEMALANGLatar Belakang :Salah satu wujud perhatian pemerintah terhadap desa adalah pemerintah memberikan Dana Desa kepada desa yang bersumber dari APBN yang ditransfer melalui APBD kabupaten/kota. Dengan adanya dana desa pengembangan UKBM akan lebih mungkin diupayakan di desa dengan memanfaatkan dana desa 10% untuk UKBM. Namun, masih banyak desa yang belum memanfaatkan dana desa 10% untuk UKBM. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan peran stakeholder dalam program Dana Desa untuk UKBM di Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang.
Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, penentuan subyek penelitian dan informan dilakukan secara purposive sampling sebanyak 12 orang. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian menggunakan thematic analisys.
Hasil penelitian : stakeholder yang terlibat dalam program dana desa untuk UKBM dikategorikan menjadi stakeholder primer, sekunder dan kunci. Masih ada stakeholder primer yang belum melaksanakan perannya dengan baik. Peran stakeholder sekunder sebgai fasilitator juga belum maksimal dan kurangnya koordinasi dari stakeholder kunci membuat program ini belum berjalan dnegan baik. Persepsi stakeholder mengenai program dana desa untuk UKBM dipengaruhi oleh kebutuhan, informasi yang didapat mengenai program dan tingkat perhatiannya terhadap UKBM. Masih sedikit desa yang menafaatkan dana desa 10% untuk UKBM. Hal ini juga disebabkan oleh kebijakan yang belum tersosialisasi dengan baik dan pengawasan yang belum dilakukan oleh seluruh masyarakart.
Kesimpulan : Persepsi stakeholder dalam program dana desa untuk UKBM dipengaruhi oleh kebutuhan informasi dan perhatiannya. Peran stakeholder juga belum maksimal dikarenakan kebijakan dan pengawasannya. Sehingga perlu koordinasi yang baik agar program dana desa untuk UKBM dapat terlaksana dengan baik.
Background : One manifestation of government's attention to the village is the government giving village funds to village transferred from the state budget through the budget the district / city. With the village funds development of Community Based Health Effort (UKBM) will more likely be pursued at the level of households in the village with village funds 10% for UKBM. However, there are still many villages that have not been utilizing 10% of village funds for UKBM. The aim of this research is to describe the perception and role of stakeholders in the Village Fund program for UKBM in Moga based district Pemalang.

Methodology: This study is a qualitative research with case study design and the researcher determines the research subjects and informants is purposive sampling which used 12 people. Processing and analysis datain this research use thematic analisys.

Research result : Stakeholders involved in the program for the village fund UKBM stakeholder categorized into primary, secondary and keys. There is still the primary stakeholders who do not carry out their role. The role of the facilitator sebgai secondary stakeholders are also not up to the lack of coordination of key stakeholders to make this program has not been running well circuitry. Stakeholder perceptions about the village fund program for UKBM influenced by the needs, the information obtained about the program and the level of attention to UKBM. Still a little village utilizing village fund 10% to UKBM. It is also caused by policies that have not been properly socialized and supervision have not been done by all society.

Conclusion: Perception of stakeholders in the village fund program for UKBM influenced by the needs of information and attention. The role of the stakeholders are also not maximized due to the policy and supervision. So it needs good coordination so that the village fund program for UKBM can be done well.
2020823269A1C013015Optimalisasi Penggunaan Faktor Produksi Usaha Pembuatan Tempe Di Desa Karangnanas Kecamatan Sokaraja Kabupaten BanyumasDesa Karangnanas merupakan salah satu desa dengan jumlah populasi perajin tempe terbanyak di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Kendala yang dihadapi dalam usaha tempe yaitu keterbatasan modal yang dimiliki perajin sehingga perlu disiasati dengan mengoptimalkan penggunaan faktor produksi. Kendala tersebut dapat berpengaruh pada pendapatan yang diperoleh perajin. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan pada industri tempe; 2) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi (bahan baku kedelai, tenaga kerja, ragi, pembungkus dan bahan bakar) terhadap hasil produksi tempe; 3) Mengetahui kombinasi optimal penggunaan faktor produksi industri tempe.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan data dilaksanakan di Desa Karangnanas Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas pada tanggal 21 April sampai dengan 20 Mei 2017. Desa Karangnanas dipilih secara purposive atau sengaja dengan pertimbangan yaitu memiliki jumlah perajin terbanyak di Kecamatan Sokaraja. Metode penentuan jumlah sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh atau sensus sebanyak 42 perajin. Metode analisis yang digunakan yaitu: 1) Analisis biaya dan pendapatan; 2) Analisis fungsi produksi Cobb-Douglas; 3) Optimalisasi penggunaan faktor produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp8.902.685 dengan perolehan rata-rata pendapatan sebesar Rp3.529.672; 2) Penggunaan faktor produksi bahan baku dan bahan bakar berpengaruh terhadap produk tempe; 3) Penggunaan faktor produksi bahan baku kedelai dalam realisasi (921,59 kilogram) lebih kecil dari hasil optimalisasi (925,27 kilogram), sedangkan penggunaan faktor produksi bahan bakar dalam realisasi (58,80 ikat) lebih besar dari hasil optimalisasi (56,01 ikat). Hasil produksi tempe (1.373,33 kilogram) lebih kecil dari hasil optimalisasi (1.380,22 kilogram). Berdasarkan hasil optimalisasi dapat diketahui bahwa penggunaan faktor produksi pada usaha pembuatan tempe belum optimal.
Karangnanas village is one of the largest tempeh enterpreneurs population in Sokaraja Sub-districs, Banyumas Regency. Problems in tempeh entrepreneurs is the capital owned by tempeh producers still limited and it can be resolved by optimalization combination of production factors of tempeh. These problems could affected the income that earned by tempeh producers. The purpose of this research was to: 1) Discovered the cost and income in tempe industry;2) Discovered the influence of usage production factors (soybeans raw material, labor, yeast, wrapping and fuel) to the tempeh products (3) Determine the optimal combination of the use of production factors in the tempeh production.
The research method was using survey method. The research was carried out in the village of Karangnanas Sokaraja District Banyumas Regency on April 21st to May 20th, 2017. Karangnanas village was selected purposively or deliberately with the consideration that it has the largest number of producers in Sokaraja Sub-district. Determination method of the number of samples is done by saturated samples method or sensus method with the total number of respondents as many as 42 crafters tempeh. The methods of this research are: 1) Cost and revenue analysis; 2) Cobb-Douglas production function; 3) Optimize the use of production factors.
The results showed that: 1) The average total cost which expanded by tempeh producers was Rp8,902,685 and the income was Rp3,529,672; 2) Analysis results soybeans raw material and fuel factors are affected of tempeh production; 3) The use of soybean raw material factors in the realization (921.59 kilogram) is smaller than the optimization results (925,27 kilogram), while the use of fuel (58.80 bundle) is bigger than the optimization results (56.01 bundle). The result of tempeh production (1,373.33 kilogram) is smaller than the optimization result (1.380,22 kilogram). Based on the optimization results can be seen the use of production factors in tempeh entrepreneurs is not optimal.
2020925630K1C015001STUDI AWAL PEMBUATAN SENSOR TSUNAMI BERBASIS FIBER BRAGG GRATING (FBG) DENGAN TEKNIK PEMBACAAN SWEEP PANJANG GELOMBANG LASERTsunami Selat Sunda akhir tahun 2018 merupakan bencana alam yang menyebabkan banyaknya jumlah korban dan kerusakan besar. Saat ini Indonesia tidak memiliki sistem peringatan dini tsunami. Alat deteksi tsunami yang pernah dipasang di Indonesia adalah Buoy. Tidak adanya biaya pemeliharaan dan operasional menyebabkan buoy tidak berfungsi sejak 2012. Oleh karena itu perlu adanya sensor tsunami yang murah dan mudah dalam penggunaannya, salah satunya dengan memanfaatkan sensor berbasis fiber bragg grating (FBG). FBG yang terpasang pada casing A dan B dihubungkan dengan laser dan diuji tekan menggunakan mesin pressing kemudian dibaca menggunakan OSA dan MMD. Metode yang digunakan yaitu variasi tegangan dan variasi tekanan. Kalibrasi tegangan PZT laser terhadap panjang gelombang menghasilkan sensitivitas -0,0064 nm/volt. Sensor A dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan ketinggian hidrostatis air pada ketinggian minimum 11,89 meter sampai 60,83 meter. Sedangkan untuk sensor B dapat mendeteksi perubahan ketinggian air dari 0 sampai 100,26 meter. Pengujian sensor menghasilkan persentase akurasi rata-rata 98,72% sehingga sensor tsunami berbasis laser yang tersweep panjang gelombangnya dapat digunakan sebagai alternatif sensor tsunami yang murah dan mudah daripada menggunakan OSA.The Sunda Strait tsunami in 2018 was a natural disaster that caused huge numbers of casualties and damage. But today Indonesia doesn’t have an early tsunami warning system.Tsunami detection devices ever installed in Indonesia are Buoy. Buoy has not been functioning since 2012 due to the high cost of operating and maintenance. Therefore, it would take a cheap and easy tsunami sensor to use and maintain one by utilizing Fiber Bragg Grating (FBG). The FBG attached to he casing A and Bis connected with lasers and prssure tests using the pressure machine and than reading the OSA and MMD. Method used are pressure variations and voltage variations. Calibration laser PZT voltage against wavelength produces a sensitivity -0,0064 nm/volt. Casing A can detect hydrostatic pressure at a minimum height of 11,89m to 60,83m while the B sensor can detect the minmum height of 0m to 100,26m. The results of the research is the average percentage accuracy of 98,72 % so that laser-based tsunami sensors can be used as an alternative to inexpensive and easy tsunami sensor than OSA
2021025738I1E015013Pengembangan Model Permainan Pecah Piring Sintren (PPS) untuk Anak Usia 9 - 12 TahunPengembangan Model Permainan Pecah Piring Sintren (PPS) untuk Anak Usia 9 - 12 TahunDevelopment of Pecah Piring Sintren (PPS) Game Model for Children Ages 9 - 12 Years
2021123273F1C014043PENGARUH IKLAN DI APLIKASI JOOX TERHADAP BRAND AWARENESS HANDPHONE VIVO DI KALANGAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNSOEDKemunculan berbagai merek handphone menyebabkan para produsen melakukan kegiatan komunikasi pemasaran. Salah satu kegiatan komunikasi pemasaran tersebut adalah iklan. Berbagai jenis iklan yang ada saat ini, mengharuskan para produsen untuk dapat melakukan strategi positioning yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan di aplikasi joox terhadap Brand Awareness handphone vivo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Selective Influence yang berasumsi bahwa terpaan media massa terhadap khalayak dipengaruhi oleh tingkat selektivitas individu. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif explanatif yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar variabel dan membuktikan hipotesis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi dari penelitian ini berjumlah 222 mahasiswa angkatan 2014-2017 yang telah menggunakan aplikasi joox dan sudah pernah melihat iklan vivo. Penentuan sampel dilakukan dengan rumus solvin dan teknik simple random sampling dengan jumlah 143 sampel. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment dan uji regresi linear sederhana menggunakan software SPSS 20.
Hasil menunjukan pengaruh yang rendah namun masih sejalan dengan teori bahwa mahasiswa terpengaruh oleh iklan berdasarkan pada tingkat selektifitas mereka. Hasil tersebut dibuktikan dari penelitian ini yang menunjukan koefisien korelasi R sebesar 0,516. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang rendah tetapi pasti antar variabel, serta memiliki arah hubungan yang positif dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji regresi menunjukan bahwa pengaruh iklan di aplikasi joox terhadap brand awareness handphone vivo sebesar 26,7% dengan persamaan regresinya adalah Y= 8.970 + 0,347x.
The appearance many various brands of mobile phones that cause producers to carry out marketing communication activities. One of the marketing communication activities is advertising. Various types of advertising that exist today, require foreign producers, especially in the mobile phone industry to be able to do the right positioning strategy. The purpose of this research was to determine the effect of Joox’s advertising application on Vivo mobile brand awareness. Selective Influence Theory was used in this study which assumes that mass media exposure to the audience influenced by the level individual selectivity. The research method used is explanative quantitative which aims to explain correlation variabels and prove the hypothesis. Data collection techniques are carried out using a questionnaire. The population of this study amounted to 222 students of the 2014-2017 who have used the Joox application and have seen vivo advertisements. Determination of the sample by the solvin formula and simple random sampling technique with a total of 143 samples. Data analysis was performed by Pearson Product Moment correlation test and simple linear regression test using SPSS 20 software.
The results show a low influence but still in line with the theory that students are affected by advertising based on their level of selectivity. These results are evidenced from this study which shows the correlation coefficient R of 0.516. So that it can be said that there is a low but definite influence between variables, and has a positive relationship with a significance value of 0.000 <0.05, so Ha is accepted and Ho is rejected. Regression test results show that the effect of Joox’s advertising application on Vivo mobile brand awareness is 26.7% with the regression equation is Y = 8.970 + 0.347x.
2021225739H1F014053Studi Geologi, Pemodelan Reservoir Karbonat dan Perhitungan Cadangan Hidrokarbon Lapangan Aselole Formasi Cibulakan Atas Cekungan Jawa Barat UtaraLapangan Aselole secara administratif terletak di Provinsi Jawa Barat, Cekungan Jawa Barat Utara dengan luas 30 km2. Lapangan ini terletak pada struktur sesar normal berorientasi utara - selatan daya akibat periode deformasi kompresi jika kita melihat struktur geologi regionalnya. Reservoir pada Lapangan Aselole adalah Formasi Cibulakan Atas dengan fokus penelitian pada interval lapisan batukarbonat Z-14. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi geologi lapangan penelitian, menentukan karakteristik reservoir seperti fasies pengendapan, distribusi dan property reservoir, serta prospek hidrokarbon pada reservoir Z-14. Data yang digunakan terdiri dari data seismik 3D, deskripsi batuan inti, data wireline log, data petrofisik. Metode yang digunakan adalah analisis wireline log, analisis core dan cutting, analisis data petrografi, analisis seismik, dan perhitungan cadangan. Reservoir Z-14 Formasi Cibulakan Atas pada Lapangan Aselole diendapkan pada lingkungan laut dangkal yaitu Shallow Marine Carbonate dengan arah pengendapan Utara - Selatan. Berdasarkan pemodelan property reservoir daerah penelitian memiliki nilai rata – rata v-shale 0,15, porositas efektif 0,056, saturasi air 0,78 dengan permeabilitas rata– rata 62 mD dan net to gross senilai 0,16. Estimasi total volumetrik hidrokarbon pada Lapangan Aselole sebesar STOIIP 4 MMSTB dan GIIP 4307 MMSCF.Aselole Field administratively is located in West Java Province and part of North West Java Basin encompassing an area of 30 km2. Aselole Field is located in normal fault with north-south trend as result of compression stage. Reservoir of Aselole Field is Cibulakan Upper Formation with study focus at carbonate interval Z-14. The main purpose of this study are to know geological condition of Aselole Field to determine reservoir characteristic such as depositional facies, reservoir properties and distribution, and hydrocarbon prospect of sandstone interval Z-14. The data used in this study consists of 3D seismic, core description, wireline log, and petrophysic. Several methods that have been used are wireline analysis, core and cutting analysis, petrography analysis, seismic analysis and hydrocarbon volumetric estimation. Z-14 resevoir Aselole Formation was deposited in Shallow Sea which is Shallow Marine Carbonate with north-south sedimentation trend. Based on reservoir property modelling the research interval has average reservoir v-shale 0,015, porosity is about 0,056, water saturation 0,78 with average permeability 62 mD and net to gross is about 0,16. The total hydrocarbon volumetric estimation on Aselole Field is STOIIP 4 MMSTB and GIIP 4307 MMSCF.
2021323275G1A014100Hubungan antara Jenis Kelamin dengan Kecemasan pada Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama Kalasan pada Bulan Juli-Agustus Tahun 2018HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DENGAN KECEMASAN PADA CALON PENGANTIN DI KANTOR URUSAN AGAMA KALASAN PADA BULAN JULI-AGUSTUS TAHUN 2018
Nabilah Ramadhini Herdiningrum1, Hilma Paramita2, Dewi Nilamsari3
1Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

ABSTRAK

Kecemasan merupakan salah satu contoh masalah kesehatan mental yang memiliki prevalensi yang cukup tinggi. Studi secara umum menyatakan bahwa wanita lebih cemas daripada pria, dengan prevalensi wanita 3 kali lebih besar mengalami kecemasan dibandingkan dengan pria. Pernikahan merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang paling besar dan paling sering terjadi pada calon pengantin yang akan menikah adalah adanya pemikiran tentang bagaimana kehidupan mereka setelah menikah nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan kecemasan pada calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kalasan pada bulan Juli-Agustus tahun 2018. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Lima puluh enam orang berusia 20-40 tahun diambil menjadi subjek penelitian melalui teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner data pribadi dan kuesioner Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Squre. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna secara statistik antara jenis kelamin dengan kecemasan yaitu nilai p sebesar 0,003 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kecemasan pada calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kalasan pada bulan Juli-Agustus tahun 2018.

Kata Kunci: Kecemasan, jenis kelamin, pekawinan

THE CORRELATION BETWEEN GENDER AND ANXIETY ON THE BRIDE ON THE OFFICE OF RELIGIOUS AFFAIRS KALASAN IN JULY-AUGUST OF THE YEAR 2018

Nabilah Ramadhini Herdiningrum1, Hilma Paramita2, Dewi Nilamsari3
1Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

ABSTRACT

Anxiety was a mental health problem with high prevalence. Studies in general stated that women worried 3 fold more than are men. Marriage was one of the factors that can cause anxiety. The most often anxiety that occur on a bride who will marry was the thought about how their lives after marriage will be. The aims of the study was to correlation between gender and anxiety on the bride on the office of religious affairs Kalasan in Juli-August of the year 2018. This was analytic observational study that used cross-sectional approach. Fifty six subjects aged 20-40 years old was chosen with consecutive sampling. The study used was self identification questionnaire and the Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) questionnaire. The collected data was analyzed with Chi Square test. The results showed there was a significant correlations between gender and anxiety with the value of p 0.003 (p < 0.05). The conclusion of this study was there was correlation between gender and anxiety on the bride in the office of religious affairs Kalasan in July-August of the year 2018.


Keywords: Anxiety, gender, marriage
2021423276D1B016025PENGARUH DOSIS PUPUK CAIR LIMBAH PASAR TRADISIONAL DAN WAKTU PANEN PADA KADAR BAHAN KERING DANKADAR SERAT KASAR RUMPUT SETARIA (Setaria splendida Stapf)Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair dan waktu panen yang optimal untuk mendapatkan kadar bahan kering dan serat kasar yang sesuai dengan kebutuhan ternak Materi yang digunakan adalah rumput setaria sebanyak 756 anakan rumput, pupuk organik cair 3,25 liter, dan air 5,75 liter. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian perlakuan dosis pupuk cair untuk kadar bahan kering, rataan tertinggi D3 yaitu 14,44 % dan rataan terendah perlakuan D2 yaitu 13,79 %. Hasil penelitian perlakuan waktu panen untuk kadar bahan kering, rataan tertinggi pada perlakuan W49 yaitu 14,15 %, dan rataan terendah pada perlakuan W35 yaitu 13,97 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair limbah pasar tradisional dan waktu panen tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kadar bahan kering rumput Setaria splendida Stapf. Hasil penelitian perlakuan dosis pupuk cair untuk kadar serat kasar, rataan tertinggi D1 yaitu 23,82 % dan rataan terendah perlakuan D3 yaitu 22,74 %. Hasil penelitian perlakuan waktu panen untuk kadar serat kasar, rataan tertinggi pada perlakuan W49 yaitu 27,13 %, dan rataan terendah pada perlakuan W35 yaitu 19,55 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair limbah pasar tradisional tidak berpengaruh nyata (P > 0,05), sedangkan waktu panen berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap kadar serat kasar


The purpose of this research was to know the optimal dosage of effect waste liquid organic fertilizer and defoliation time for getted dry matter and crude fiber contentS to livestock. The material used is setaria grass as many as 756 pols, 3,25 liter traditional market waste liquid organic fertilizer, and 5,75 liter water. The research method is experimental and the design used is Completely Randomized Design (CRD) the pattern factorial with 12 treatments and 3 replications. The results of the research showed that treatment of dosage liquid organic fertilizer for the highest average of dry matter content setaria grass on the treatment D3 that is 14,44 % and the lowest average D2 that is 13,79 %. The results of the research showed that treatment of defoliation time for the highest average of dry matter content setaria grass on the treatment W49 that is 14,15 % and the lowest average W35 that is 13,97 %. The results of analysis of variance showed that the both of treatment had no significant effect (P > 0,05) on the dry matter content. The results of the research showed that treatment of dosage liquid organic fertilizer for the highest average of crude fiber content setaria grass on the treatment D1 that is 23,82 % and the lowest average D3 that is 22,74 %. The results of the research showed that treatment of defoliation time for the highest average of crude fiber content setaria grass on the treatment W49 that is 27,13 % and the lowest average W35 that is 19,55 %. The results of analysis of variance showed that the use of traditional market waste liquid organic fertilizer for crude fiber content had no significant (P > 0,05), whereas defoliation time very had significant effect (P < 0,01) on the crude fiber content.


2021517627F1F011027Functional and Structural Domains of Antisocial Personality Disorder Reflected in Amy Dunne Character of Gone Girl Novel by Gillian FlynnABSTRAK
Ariyani, Gayuh Widhalia. January, 2017. Functional and Structural Domains of Antisocial Personality Disorder Reflected in Amy Dunne Character of Gone Girl Novel by Gillian Flynn. Skripsi. Pembimbing pertama: Lynda Suzanna WAF,S.S,M.Hum. Pembimbing kedua: Mia Fitria Agustina.S.S.,M.A.Penguji: Rosyid Dodiyanto, M.Hum. Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Bahasa Inggris, Purwokerto.
Kata kunci: Gangguan Kepribadian Antisosial, Fungsional, Struktural, Menyimpang, Callous.
Penelitian berjudul “Functional and Structural Domains of Antisocial Personality Disorder Reflected in Amy Dunne Character of Gone Girl Novel by Gillian Flynn” ini bertujuan untuk menganalisis gangguan kepribadian antisosial yang tergambar dalam karakter Amy Dunne dan bagaimana gejala-gejala tersebut muncul pada karakter.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisi data. Sumber data utama dari penelitian ini adalah novel Gone Girlyang dianalisis menggunakan teori gangguan kepribadian antisosial oleh Theodore Millon. Ada delapan jenis gejala gangguan kepribadian antisosial yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana Amy Dunne menunjukan karakteristik gejala-gejala gangguan kepribadian antisosial.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan adanya empat gejala gangguan kepribadian antisosial yang nampak pada Amy Dunne, yaitu: Menyimpang, Merendahkan, Autonomous, Callous. Yang pertama adalah Menyimpang, yang ditunjukkan dengan berbohong, membunuh dan menghina. Hal ini menjelaskan bahwa Amy Dunne tidak bisa untuk mematuhi norma-norma sosial.Gejala kedua yang muncul dalam karakter Amy Dunneadalah Autonomous. Hal ini diindikasikan dengan ingin bebasnya dari aturan sosial, kedekatan pribadi, tanggung jawab dan rutinitas. Yang ketiga adalah Merendahkan, yang dapat dilihat oleh melakukan tindakan yang melanggar norma-norma sosial dan bahkan merugikan diri mereka sendiri. Gejala terakhir adalah Callous yang ditunjukkan dengan melanggar norma sosial, menyakiti yang lain bahkan dirinya sendiri berulang kali, tanpa rasa meyesal dan tanpa berpikir tentang konsekuensi untuk apa yang dia lakukan.
Ariyani, Gayuh Widhalia. January, 2017. Functional and Structural Domains of Antisocial Personality Disorder Reflected in Amy Dunne Character of Gone Girl Novel by Gillian Flynn. Thesis. First Supervisor by Lynda Susana WAF,S.S,M.Hum. Second supervisor: Mia Fitria Agustina,S.S.,M.A. Examiner: Rosyid Dodiyanto, M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanities Faculty, English Department, English Study Program, Purwokerto.
Keywords: Antisocial Personality Disorder, Functional, Structural Deviant, Callous.
The research entitled “Functional and Structural Domains of Antisocial Personality Disorder Reflected in Amy Dunne Character of Gone Girl Novel by Gillian Flynn” aims to analyze antisocial personality disorder that is depicted in the character of Amy Dunne and how the symptoms come out in the character.
The researcher used qualitative method in analyzing the data. The main data source of this research is Gone Girl novel which is analyzed by using Theodore Millon’s antisocial personality disorder theory. There are eight symptoms of antisocial personality disorder used to explain how the characteristics of antisocial personality disorder shows in Amy Dunne’s character. In result, there are four symptoms of antisocial personality disorder that are depicted in Amy Dunne, namely: deviant, debased, autonomous and callous. The first is Deviant that indicated by lying, killing and humiliating. It is explained that Amy Dunne has disability to obey the social norms. The second is autonomous symptom which appears in Amy Dunne’s character. It is indicated for being free of constraint of social customs, personal attachments, responsibilities and routines. The third is debased, that can be seen by do actions that violates social norms and even harm themselves. The last symptom is callous which indicated by she could violates the social norm, the other, even herself repeatedly, regretfuly and without thought about the consequences for what she did.
2021623274E1A014127TINDAK PIDANA ABORSI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK (Studi Putusan Nomor 131/Pid.B/2016/PN.Jmr)
Aborsi merupakan tindakan menggugurkan kandungan yang dilarang di Indonesia. Angka pembunuhan janin di Indonesia ada sekitar 2 juta kasus aborsi yang tejadi setiap tahunnya. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah penerapan unsur-unsur Pasal 77A ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam putusan Nomor 131/Pid.B/2016/PN.Jmr, serta pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan pidananya.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Data-data sekunder yang telah terkumpul diolah, disajikan dalam bentuk teks naratif, dan dianalisis dengan metode kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, terdakwa telah melakukan tindak pidana aborsi dengan sengaja tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 45A. Hal tersebut menunjukan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 77A ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hakim dalam menjatuhkan pidana pada putusan Nomor 131/Pid.B/2016/PN.Jmr telah mempertimbangkan dasar mengadili dan dasar memutus sesuai dengan Pasal 50 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Majelis hakim juga memperhatikan pembuktian dilakukan dengan melihat alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 184 ayat (1) dan Pasal 183 KUHAP, majelis hakim juga telah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan sebagaimana diatur dalam Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP, terdakwa juga telah dikenakan penahanan yang sah sehingga masa penahanan tersebut dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
Abortion is an act of abort that is prohibited in Indonesia. Number of fetus killings in Indonesia are around 2 million cases of abortion that occur every year, The problem that being discussed in this study is the application of the elements of Article 77A paragraph (1) of Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection in the Decision Number 131/Pid.B/2016/PN.Jmr, as well as judge's legal considerations in criminal penalties.
The research method used here is normative juridical. Secondary data that has been collected are being processed, then presented in the narrative text form, and analyzed by qualitative methods.
Based on the results of the study, the defendant has committed a criminal act of abortion deliberately not in accordance with the provisions of Article 45A. This shows that the defendant's actions have fulfilled the elements in Article 77A paragraph (1) of Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection. The judge in imposing a sentence on Decision Number 131 / Pid.B / 2016 / PN.Jmr has considered the basic trial and basic to decide base on Article 50 of Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Power. The panel of judges also pay attention to the evidence carried out by looking at the legal evidence in accordance with the provisions in Article 184 paragraph (1) and Article 183 of the Criminal Procedure Code, the panel of judges also considered matters that are burdensome and mitigating as stipulated in Article 197 paragraph (1) letter f The Criminal Procedure Code, the defendant has also been burdened with legal detention so that the detention period is deducted entirely from the criminal sentence imposed.
2021723277F1G014029PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM HARIAN KOMPAS EDISI OKTOBER-DESEMBER 2017Penelitian ini berjudul “Perubahan Makna Kata dalam Harian Kompas Edisi Oktober-Desember 2017”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan faktor perubahan makna kata dalam harian Kompas edisi Oktober-Desember 2017 berdasarkan makna dalam konteks kalimat dan makna kamus. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata yang mengalami perubahan makna. Sumber data yang digunakan berupa sumber data tertulis yaitu dari harian Kompas edisi Oktober-Desember 2017 sebagai sumber data primer dan Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kelima sebagai sumber data sekunder.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Metode simak diterapkan melalui teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya adalah teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan yaitu metode padan referensial, teknik dasarnya menggunakan teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding meperbedakan. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini dilakukan secara informal.

Hasil penelitian terhadap perubahan makna kata dalam harian Kompas edisi Oktober-Desember 2017 yaitu, ditemukan sebanyak 72 data yang mengalami perubahan makna, yang terdiri dari perubahan makna meluas sebanyak 27 data, perubahan makna menyempit sebanyak 11 data, perubahan makna total sebanyak 7 data, perubahan makna ameliorasi sebanyak 20 data, perubahan makna peyorasi sebanyak 15 data, dan perubahan makna sinestesia sebanyak 8 data. Selain itu, faktor perubahan makna yang ditemukan meliputi faktor perbedaan tanggapan, perbedaan tanggapan indra, perbedaan bidang pemakaian, perkembangan sosial dan budaya, adanya asosiasi, dan pengembangan istilah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa perubahan makna yang terjadi pada Harian Kompas edisi Oktober-Desember 2017 tidak hanya dapat mengalami satu jenis dan faktor perubahan makna. Hal ini dikarenakan tidak semua data memiliki dua makna, sehingga hanya dapat dibandingkan antara kedua makna itu. Akan tetapi, terdapat pula data yang mengandung lebih dari dua makna, sehingga antara makna-makna tersebut dapat dibandingkan dan menghasilkan beberapa perubahan makna.

This research is entitled "Perubahan Makna Kata dalam Harian Kompas Edisi Oktober-Desember 2017". This study aims to describe the types and factors of changes in the meaning of words in harian Kompas October-December 2017 edition based on meaning in the context of sentences and dictionary meanings. The form of this research is descriptive qualitative. The data in this research are words that change meaning. The data source used is written data sources from harian Kompas October-December 2017 edition as primary data source and Indonesian dictionary fifth edition as secondary data source.

The data collection method used is the observation method. The observation method is applied through basic techniques and advanced techniques. The basic technique being employed is tapping technique, and the following technique is noting thecnique. The method of data analysis used is matching method that is referential matching method, the basic technique using the decisive technique element and the following technique is the differential appeal technique. Data were presented through the informal presentation method.

The results of research on the changes of the meaning of words in harian Kompas October-December 2017 edition were found 72 data that has changes meaning, consisting of changes in meaning generalization of 27 data, changes in meaning specialization of 11 data, changes in total meaning of 7 data, changes in amelioration meaning of 20 data, change in peyoration meaning of 15 data, and changes in synesthesia meaning of 8 data. In addition, the changes of meaning factors were found including difference of respons, the differences of sensory response, the differences of use, social and cultural development, the existence of associations, and the development of terms. Based on the results of this research, it is known that the changes in meaning the changes of meaning that occur in harian Kompas cannot only experience one type and factor change in meaning. This is because not all data has two meanings, so it can only be compared between the two meanings. However, there are also data containing more than two meanings, so that between the meanings can be compared and produce some change in meaning.
2021823251F1C014075PERAN HUMAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MUTU INFORMASI LAYANAN KESEHATAN DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOPenelitian ini mengambil judul “Peran Humas Dalam Meningkatkan Kualitas Mutu Informasi Layanan Kesehatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peran dan hambatan yang dialami oleh humas dalam meningkatkan mutu informasi layanan kesehatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang merupakan rumah sakit kelas B milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian deskriptif kualitatif menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi. Dalam menganalisis data yang telah diambil, digunakan model analisis interaktif Milles dan Huberman yaitu dengan menguji validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu membandingkan hasil wawancara dengan data yang berkaitan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah peran humas di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto telah mencakup beberapa aspek penting dalam organisasi yaitu pemecah masalah, penasihat ahli, fasilitator komunikasi dan teknisi komunikasi. Selain itu, humas RSMS terus mengedukasi masyarakat terkait informasi-informasi layanan kesehatan di rumah sakit ini. Humas RSMS menggunakan strategi promosi word of mouth (WOM) dan juga media seperti media cetak, elektronik dan digital dalam mengedukasi masyarakat. This thesis entitled “The Role of Public Relation to Improve Quality of Health Information Services at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto”. The aim of this thesis is to find out how the role of public relation in Margono and the barriers to improving the quality of health service information at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto which is a class B hospital owned by the Central Jawa Provinci Government. This research was categorized in qualitative descriptive research with purposive sampling as the informant selection method. Data collection techniques by interviews and observations at the hospital. To analyze the data that has been taken, an interactive analysis model of Milles and Huberman is used by examining the validity of data using the triangulation source technique which compare the result of the interviews with related data. The results of this research is the role of public relation at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto has covered several important aspects in the organization which are problem solver, expert advisor, communication facilitator and communication technician. In addition, RSMS public relation continues to educate the public related to health information in this hospital. He uses word of mouth (WOM) method as promotion strategy and also use a media such as printed media, electronic and digital media to educate the public.
2021923279A1M014039PENENTUAN JENIS DAN KONSENTRASI PROPIONAT UNTUK MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN TORTILLATortilla merupakan jenis flat breads yang terbuat dari tepung terigu atau tepung jagung tanpa melalui proses fermentasi. Tortilla pada umumnya dibuat dalam skala kecil atau produksi rumahan karena umur simpan tortilla yang tidak panjang. Tortilla pada suhu ruang hanya bertahan selama beberapa jam, sehingga menghambat proses distribusi produk. Kerusakan tortilla pada umumnya disebabkan oleh jamur. Salah satu cara mencegah kerusakan tortilla ialah dengan penambahan zat aditif berupa bahan pengawet. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan penambahan zat aditif pengawet berupa asam propionat dan garamnya Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui jenis pengawet yang tepat untuk memperpanjang umur simpan tortilla dan untuk mengetahui kombinasi perlakuan jenis dan konsentrasi pengawet yang tepat pada masa simpan tertentu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah split split plot dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti 1) lama penyimpanan (H): H1= penyimpanan hari ke-0, H2=penyimpanan hari ke-2, H3= penyimpanan hari ke-4, H4= penyimpanan hari ke-6, dan H5= penyimpanan hari ke-8, 2) Jenis pengawet (P) : P1= Ca propionat-Na Asetat dan P2= Na Propionat-Na Asetat, serta 3) konsentrasi pengawet (K): K1=100 ppm, K2= 200 ppm, K3= 300 ppm, K4= 400 ppm, dan K5= 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan dan jenis pengawet memberikan pengaruh nyata terhadap total bakteri dan pH, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air. Sedangkan faktor konsentrasi hanya memberikan pengaruh nyata pada nilai pH. Interaksi jenis dan konsentrasi pengawet yang memberikan pengaruh nyata terhadap total bakteri dan pH namun tidak pada kadar air. Interaksi jenis dan konsentrasi pengawet juga memberikan pengaruh terhadap variabel sensori seperti, aroma, rasa, tekstur, warna, dan kesukaan pada lama penyimpanan tertentu. Jenis pengawet terbaik ialah P1 dengan Kalsium Propionat-Na Asetat dan Kombinasi Perlakuan terbaik selama penyimpanan ialah P1K1 yakni Kalsium Propionat-Na Asetat dengan 100 ppm.Tortilla is a one of flat bread made from wheat flour or corn flour without going through a fermentation process. Tortillas are generally made on a small scale or home production because of the long shelf life of tortillas. Tortilla at room temperature only lasted for a few hours, thus inhibiting the product distribution process. Tortilla damage is generally caused by fungi. One way to prevent tortilla damage is by adding preservative additives. Therefore, in this study the addition of preservative additives in the form of propionic acid and salt was carried out. The aim of the study was to determine the right type of preservative to extend the shelf life of tortillas and to find out the right combination of treatment types and preservative concentrations at a certain shelf life. The experimental design used was split split plot with a completely randomized design (CRD). Factors studied 1) storage time (H): H1 = storage day 0, H2 = storage day 2, H3 = storage day 4, H4 = storage day 6, and H5 = storage day 8, 2) Types of preservatives (P): P1 = Ca propionate-Na Acetate and P2 = Na Propionate-Na Acetate, and 3) preservative concentration (K): K1 = 100 ppm, K2 = 200 ppm, K3 = 300 ppm, K4 = 400 ppm, and K5 = 500 ppm. The results showed that storage time and preservative type had a significant effect on total bacteria and pH, but did not give a significant effect on water content. While the concentration factor only gives a real effect on the pH value. Interaction type and concentration of preservatives that have a significant effect on total bacteria and pH but not on water content. The interaction of type and concentration of preservatives also has an effect on sensory variables such as aroma, taste, texture, color, and preference for certain storage times. The best type of preservative is P1 with Calcium Propionate-Na Acetate and the best treatment combination during storage is P1K1 namely Calcium Propionate-Na Acetate with 100 ppm.
2022025632H1B015024PENGARUH ARAH LAPISAN LAMINA KAYU SENGON PADA PAPAN KOMPOSIT BAMBU-SENGON LAMINASI TERHADAP KUAT LENTURPermintaan kayu sebagai bahan konstruksi setiap tahunnya terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya pembangunan masyarakat. Tingginya permintaan akan kayu dapat dibuktikan dengan adanya kerjasama dengan perusahan - perusahan manufaktur di luar negeri. Kegiatan ekspor kayu setiap tahunnya mengalami:peningkatan namun kebutuhan akan kayu bertolak belakang dengan produktivitas hutan yang setiap tahunnya semakin menurun. Sehingga perlu dikembangkan produk kayu komposit dengan menggunakan bahan baku kualitas kayu rendah yaitu kayu sengon yang termasuk kelas IV/V sebagai pengganti kayu kelas I/II. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai syarat peraturan, dibutuhkan teknologi guna meningkatkan kualitas kayu yaitu laminasi (glulam) dengan bahan non-kayu yaitu bambu. Penggabungan laminasi kayu sengon dan bambu petung sebagai bahan komposit, diharapkan dapat menghasilkan produk papan laminasi komposit dengan kualitas tinggi dan ekonomis. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh arah lapisan pengisi lamina kayu sengon pada papan komposit bambu-sengon laminasi terhadap kuat lentur yang mengacu pada peraturan JAS (Japanese Agricultural Standard ) 2003. Metode yang dilakukan adalah pembebanan satu titik dimana benda uji dibuat dengan arah serat yang berbeda yaitu memanjang dan melintang yang disusun dengan teknik laminasi (perekatan dan pengempaan). Hasil pengujian fisis diperoleh bahwa kayu sengon termasuk dalam kayu kelas kuat IV sedangkan bambu petung termasuk dalam kelas kuat II dengan masing-masing mutu E6 dan E9 dan hasil pengujian mekanis diperoleh bahwa arah serat memanjang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan besarnya nilai rata-rata kekuatan lentur arah memanjang yaitu 66,793 MPa (1MJ), 69,856 MPa (2MJ) dan 13,297 MPa (2TMJ) sedangkan arah melintang sebesar 44,623 MPa (1MLT), 47,622 MPa (2MLT) dan 12,174 MPa (2TVM). Serta nilai kekakuan arah memanjang rata-rata sebesar 1605,593 MPa (1MJ), 2438,592 (2MJ), 260,497 MPa (1TMJ) dan arah melintang sebesar 1187,968 MPa (1MLT), 1989,660 MPa (2MLT) dan 181,913 MPa (1TVM). Semakin tinggi kapasitas beban maksimum maka semakin besar kekuatan lentur atau MOR.The demand for wood as a construction material continues to increase every year along with the increase in community development. The high demand for wood can be proven by cooperation with overseas manufacturing companies. The annual timber export activity has increased, but the need for wood is contrary to the forest productivity which decreases every year. so it’s composite wood products need to be developed that use low-quality wood raw materials, namely sengon wood which includes class IV / V as a substitute for class I / II wood. To get optimal results and in accordance with regulatory requirements, technology is needed to improve the quality of wood, namely lamination (glulam) with non-wood materials that is bamboo.The combination of sengon wood and petung bamboo laminates as composite materials is expected to produce high quality and economical composite laminate board products. The purpose of this study was to determine the effect of the direction of the sengon wood lamina filler layer on a laminated bamboo-sengon composite board against flexural strength that refers to JAS (Japanese Agricultural Standard ) 2003. The method used is the loading of one point, where the test object is made with different fiber directions, which are longitudinal and transverse which are arranged by lamination technique (gluelam and addesive). The results of physical testing showed that sengon wood was included in strong class IV wood while petung bamboo was included in the strong class II with each quality E6 and E9 and the results of mechanical testing showed that the direction of the elongated fiber was better. This is evidenced by the magnitude of the average value of longitudinal flexural strength of 66.793 MPa (1MJ), 69.856 MPa (2MJ) and 13.297 MPa (2TMJ) while the transverse direction is 44.683 MPa (1MLT), 47.622 MPa (2MLT) and 12.174 MPa ( 2TVM). And the stiffness values of the longitudinal direction averaged 1605.593 MPa (1MJ), 2438,592 (2MJ), 260,497 MPa (1TMJ) and transverse direction of 1187,968 MPa (1MLT), 1989,660 MPa (2MLT) and 181,913 MPa (1TVM). The higher the maximum load capacity, the greater the flexural strength or MOR.