Artikelilmiahs

Menampilkan 20.341-20.360 dari 50.087 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2034123375H1C014058ANALISIS KOORDINASI PENGAMAN OVER CURRENT RELAY, GROUND FAULT RELAY, DAN RECLOSER AKIBAT GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG KALIBAKAL-12 (KBL12) PT. PLN (PERSERO) GARDU INDUK KALIBAKAL PURWOKERTOData pada tahun 2017, penyulang Kalibakal-12 (KBL12) yang berada di Gardu Induk Kalibakal telah mengalami trip (pemadaman) sebanyak 7 kali selama tahun 2017. Dimana untuk PMT outgoing trip sebanyak 1 kali, recloser 1 trip sebanyak 2 kali dan recloser 2 trip sebanyak 5 kali. Dengan kondisi tersebut, bisa dikatakan bahwa penyulang Kalibakal-12 adalah penyulang yang sakit. Penyebab dari sering tripnya penyulang Kalibakal-12 (KBL12) adalah koordinasi yang kurang baik antara PMT outgoing dengan 2 recloser yang ada pada penyulang Kalibakal-12. Koordinasi relai merupakan waktu kerja OCR dan GFR dalam mengatasi gangguan serta selisih waktu kerja OCR dan GFR antar tiap peralatan proteksi. Untuk mengetahui koordinasi relai yang baik dalam mengatasi gangguan diperlukan perhitungan, yaitu arus nominal trafo, reaktansi sumber, reaktansi trafo, impedansi, dan arus hubung singkat. Pada penelitian ini, diperoleh perhitungan arus hubung singkat dengan nilai terbesar yaitu 11044,4815 A (tiga fasa) dan terkecil yaitu 659,9369 A (satu fasa). Perhitungan arus hubung singkat yang telah dilakukan selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan waktu kerja dan selisih waktu kerja (Δt) relai antara PMT outgoing dan recloser. Pada perhitungan awal, Δt relai antara PMT outgoing dengan recloser masih belum sesuai dengan standar PLN, yaitu senilai 0,4 detik untuk zona proteksi pertama dan 0,1 detik zona proteksi kedua. Sehingga diperlukan pengaturan ulang pada nilai tms untuk menyesuaikan Δt relai dengan standar PLN. Nilai tms OCR diatur ulang menjadi 0,323 untuk PMT outgoing, 0,109 untuk recloser 1 dan 0,05 untuk recloser 2. Dan untuk nilai tms GFR diatur ulang menjadi 0,399 untuk PMT outgoing, 0,139 untuk recloser 1 dan 0,067 untuk recloser 2. Dengan selisih waktu kerja (Δt) yang telah sesuai dengan standar PLN, relai pada PMT outgoing dan recloser dapat berkoordinasi lebih baik.Data in 2017, Kalibakal-12 feeder which is in Kalibakal Substation, has experienced trips 7 times. Where to outgoing circuit breaker has experienced trip 1 times, recloser 1 has experienced trip 2 times and recloser 2 has experienced 5 times. With these condition, it could be said that Kalibakal-12 feeder is a poor feeder. The cause of the often trips Kalibakal-12 feeder is a poor relay coordination between outgoing circuit breaker and recloser at Kalibakal-12 feeder. Relay coordination is the working time of over current relay and ground fault relay in overcoming the disturbance as well as the interval time of over current relay and ground fault relay between each protection equipment. To know the coordination of good relays in overcoming the disturbance required calculations, such as nominal current transformer, source reactance, transformer reactance, impedance, and short circuit current. In this study, obtained the calculation of short circuit current with the largest value is 11044,4815 A (three phase) and the smallest is 659,9369 A (one phase). The calculation of the short circuit current that has been carried out will then be the basis in determining the working time and the interval time (Δt) of relay between outgoing circuit breaker and recloser. In the initial calculation, Δt relay between outgoing circuit breaker with recloser still not in accordance with PLN standard which for 0,4 second for first zone and 0,1 second for second zone. Therefore it is neccesary to reset the tms value to adjust Δt of relay with PLN standard.The tms over current relay value is reset to 0,323 for outgoing circuit breaker, 0,109 for first recloser and 0,05 for second recloser. The tms ground fault relay value is reset to 0,399 for outgoing circuit breaker, 0,139 for first recloser and 0,067 for second recloser. With the interval time (Δt) that has been in accordance with PLN standard, relay on outgoing circuit breaker and recloser will coordinate better.
2034223372A1L014043Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah pada Pemberian Pupuk Hayati Mikoriza-Trichoderma sp. dan Pengurangan Dosis Pupuk N-P-KPenelitian bertujuan untuk menentukan dosis pupuk hayati mikoriza-Trichoderma sp., pengurangan dosis pupuk N-P-K, dan mengetahui interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2018 di lahan petani, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk hayati mikoriza-Trichoderma sp. yang terdiri dari 3 taraf, yaitu pupuk hayati mikoriza-Trichoderma sp. 0-0, 10-10, dan 20-20 g.tanaman-1. Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk N-P-K yang terdiri dari 3 taraf, yaitu pengurangan 0%, 25%, dan 50% dosis pupuk N-P-K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati 10 g mikoriza-10 g Trichoderma sp. meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk N-P-K dengan pengurangan 50% dosis pupuk N-P-K mampu memberikan hasil umbi kering bawang merah sebesar 7,72 ton ha-1 dan meningkat sebesar 7,76% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pengurangan dosis pupuk N-P-K. Pemberian pupuk hayati 20 g mikoriza-20 g Trichoderma sp. dan pengurangan 50% dosis pupuk N-P-K menghasilkan infeksi mikoriza tertinggi sebesar 63,33%.Research aims to determine the dose of mycorrhiza-Trichoderma sp. biofertilizer, decrease of N-P-K fertilizers dose, and to know the interaction of both on growth and yield of shallot. The research was conducted from March to May 2018 in the field of Kaliori Village, Kalibagor District, Banyumas Regency and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research design used is Randomized Completely Block Design with 2 factors. The first factor is the dose of mycorrhiza-Trichoderma sp. biofertilizer consisting of 3 levels, i.e. mycorrhiza-Trichoderma sp. biofertilizer at 0-0, 10-10, and 20-20 g.plant-1. The second factor is decrease of N-P-K fertilizer dose which consists of 3 levels, i.e. 0%, 25%, and 50% decrease of N-P-K fertilizer dose. The results showed that the application of 10 g mycorrhiza-10 g Trichoderma sp. biofertilizer increasing the efficiency of N-P-K fertillizer with 50% decrease of N-P-K fertilizer dose give the result of dry bulbs on 7.72 tons ha-1 and increase of 7,76% who compared to the treatment without decrease of N-P-K fertilizer doses. The application of 20 g mycorrhiza-20 g Trichoderma sp. biofertilizer and 50% decrease of N-P-K fertilizer dose give the higher mycorrhiza infection on 63,33%.
2034323383E1A014270IMPLEMENTASI HAK IMUNITAS ADVOKAT DALAM PENDAMPINGAN PERKARA PIDANA
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor :684 K/Pid.Sus/2009
ABSTRAK
IMPLEMENTASI HAK IMUNITAS ADVOKAT DALAM PENDAMPINGAN PERKARA PIDANA
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor :684 K/Pid.Sus/2009
Advokat, merupakan penegak hukum yang kedudukannya sejajar dengan polisi, jaksa dan hakim dan berperan penting dalam mengawal jalannya proses pemeriksaan perkara baik di dalam maupun di luar Persidangan, dalam menjalankan tugasnya advokat memiliki hak- hak yang dijamin undang- undang salah satunya hak imunitas advokat. Muncul berbagai Penafsiran tentang hak imunitas tersebut disebabkan karena tidak adanya penjelasan ataupun ketentuan bagaimana hak imunitas tersebut dapat digunakan dalam implementasinya, sehingga menyebabkan advokat tersandung kasus hukum pada saat menjalankan tugas profesinya. Salah satunya advokat yang divonis hakim bersalah telah mencegah, merintangi secara langsung penyidikan terhadap tersangka dalam perkara korupsi dalam Putusan Perkara Nomor :684 K/Pid.Sus/2009.
Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah menggunakan Metode Pendektan Yuridis Normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku- buku, literatur, peraturan perundang- undangan, dokumen resmi, jurnal- jurnal ilmiah dan situs- situs internet dengan cara studi pustaka. Data- data tersebut dikumpulkan yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data- data yang diperoleh dianalisis dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hakim menyatakan terdakwa Manatap Ambarita yang merupakan seorang advokat divonis bersalah telah mencegah, merintangi secara langsung penyidikan dalam perkara tindak pidana korupsi. Hal ini karena advokat tersebut telah melampaui batas kewajarannya sebagai penasihat hukum yang seharusnya membantu proses penyidikan

Kata Kunci : Implementasi, Hak imunitas, Advokat
ABSTRACT
IMPLEMENTATION OF ADVOCATIVE IMMUNITY RIGHTS IN CRIMINAL ARCHITECTURE
(Review of Judicial Decision Number: 684 K/Pid.Sus/2009)
Advocates are law enforcers whose positions are equal to the police, prosecutors and judges and play an important role in guarding the proceedings of cases both inside and outside the Court, in carrying out their duties advocates have the rights guaranteed by the law, one of which is the advocate's right to immunity. Various interpretations of the rights of immunity were caused due to the absence of explanation or provisions on how the immunity rights could be used in its implementation, causing the advocate to trip over a legal case while carrying out his professional duties. One of the advocates convicted by the judge was guilty of preventing, directly obstructing the investigation of the suspect in a corruption case in the Decision Case Number: 684 K / Pid.Sus / 2009.
The research method used in this paper is to use the Normative Juridical Detection Method. The data used are secondary data in the form of books, literature, legislation, official documents, scientific journals and internet sites by means of literature study. These data are collected which are then presented in the form of systematic descriptions. The data obtained were analyzed and explained based on legal norms relating to the object of research.
The results showed that the judge stated that the defendant Manatap Ambarita, who was an advocate, was found guilty of preventing, directly obstructing the investigation in the case of corruption. This is because the advocate has exceeded the limits of his fairness as a legal advisor who should assist the investigation process

Keywords: Implementation, Immunity Rights, Advocates
2034423377C1L014043THE EFFECT OF INDEPENDENCE, INTEGRITY, PROFESSIONAL SKEPTICISM, AND SPIRITUAL INTELLIGENCE ON AUDITOR’S ABILITY IN FRAUD DETECTION Auditor adalah salah satu profesi yang ada di dalam lingkungan bisnis yang eksistensinya dari waktu ke waktu semakin diakui oleh masyarakat bisnis. Peranan auditor sangatlah dibutuhkan oleh kalangan dunia usaha karena semakin berkembangnya dunia bisnis maka sering kali maraknya terjadi praktik kecurangan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kejadian seperti ini mendorong para auditor untuk memahami pelaksanaan etika yang berlaku dalam menjalankan profesinya. Adapun independensi, integritas, skeptisisme profesional, dan kecerdasan spiritual diyakini dapat membantu auditor dalam menemukan hal-hal yang menyimpang jauh dari aktivitas moral, seperti fraud. Pendeteksian fraud sejak dini, diyakini juga dapat mengurangi kecurangan yang sering kali marak terjadi dalam dunia bisnis, sehingga dalam penelitian ini akan menguji, apakah independensi, integritas, skeptisisme profesional, serta kecerdasan spiritual auditor dapat berpengaruh terhadap pendeteksian fraud.The Auditor is one of the professions in the business environment of its existence from time to time are increasingly recognized by the business community. The role of the auditors it is extremely needed by the business world because the growing world of so often rampant fraud practices happening which is done by irresponsible parties. This conditions, encourage the auditors to understand the implementation of ethics that apply in carrying out their profession. As for independence, integrity, professional skepticism, and spiritual intelligence are believed to be able to assist the auditor in finding things that deviate far from moral activities, such as fraud. Detecting fraud early, are believed to reduce fraud which is often lively going in the business world so in this study will test whether independence, integrity, professional skepticism, as well as spiritual intelligence auditors, can affect fraud detection.
2034523378D1E014114DAYA TETAS DAN KEMATIAN EMBRIO PADA TELUR ITIK YANG DICELUP CAIRAN CUKA PADA AKHIR PENETASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pencelupan telur pada asam cuka dengan konsentrasi yang berbeda pada proses penetasan terhadap daya tetas dan kematian embrio pada telur itik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah telur itik Tegal yang layak ditetaskan sebanyak 200 butir. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pencelupan terdiri dari P0 = Asam cuka 0%, P1 = Asam cuka 25%, P2 = Asam Cuka 50%, P3 = Asam cuka 75%, P4 = Asam cuka 100% masing- masing untuk 40 butir telur. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Bahan yang digunakan adalah asam asetat atau asam cuka dan aquadest. Alat yang digunakan yaitu seperangkat mesin tetas sebanyak 4 unit, gelas ukur 100 ml 1 unit, pipet ukur 10 ml, filler 1 unit dan baskom 5 buah. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pencelupan larutan asam cuka pada telur itik di akhir penetasan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap daya tetas dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kematian embrio. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pencelupan telur itik dalam larutan asam cuka konsentrasi 25% di akhir penetasan menurunkan daya tetas dan tidak dapat menurunkan kematian embrio. This study aims to examine the effect of egg dipping on different concentrations of vinegar in the hatching process on hatchability and death of embryos in duck eggs. The material used in this study was 200 Tegal duck eggs. The experiment was carried out using experimental methods and using Completely Randomized Design (CRD). The dipping treatment consisted of P0 = 0% vinegar, P1 = 25% vinegar, P2 = 50% vinegar, P3 = 75% vinegar, P4 = 100% vinegar for 40 eggs each. Each treatment was replicated 4 times. The equipments used were a set of 4 units of hatching machines, 100 ml 1 unit measuring cup, 10 ml measuring pipette, 1 unit filler and 5 pieces of basin. The results of the analysis of variance showed that the dipping of vinegar acid in duck eggs at the end of hatching had a very significant effect (P<0.01) on hatchability and the embryo variance showed significant no effect (P>0.05) on embryo death. Based on the research, it can be concluded that the higher vinegar acid concentration and longer immersion time can not significantly increase hatchability and reduce embryo mortality.
2034623379H1G014029ANALISIS TINGKAT PENCEMARAN LOGAM BERAT (Hg) DAN (Cr) PADA AIR DAN SEDIMEN DI MUARA SUNGAI TAPAK TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2018 Muara Sungai Tapak Tugurejo Semarang diduga menerima dampak dari buangan limbah industri di sekitar aliran sungai yang mengandung logam berat. Logam berat seperti Hg dan Cr yang ada dalam perairan akan memberikan dampak negatif bagi perairan itu sendiri dan organisme di dalamnya. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran logam berat Hg dan Cr pada air dan sedimen dimana nilai sedimen di analisis menggunakan indeks Contamination Factor (CF), Geoaccumulation Index (Igeo), Pollution Load Index (PLI) dan Enrichment Factor (EF). Sampel air diambil dari 4 stasiun dengan 3 kali ulangan saat surut dan sampel sedimen diambil dari 4 stasiun dengan 4 kali ulangan. Kandungan logam berat dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) melalui nyala udara dan asetilen. Hasilnya menunjukkan kandungan logam Hg dan Cr pada air antar stasiun berbeda nyata (P<0,05). Pada sedimen, tingkat pencemaran logam Hg berdasarkan CF masuk kategori kontaminasi rendah, sedangkan logam Cr kontaminasi rendah dan sedang. Berdasarkan Igeo logam Hg dan Cr masuk dalam kategori tercemar ringan sampai sedang. Berdasarkan EF, logam Hg dan Cr masuk dalam kriteria pengkayaan cukup dan sedang. Berdasarkan PLI, logam Hg dan Cr masuk dalam kategori tercemar dan tidak tercemar.Estuarine of Tapak River in Tugurejo Semarang seems to receive the impacts of industrial wastes around it containing heavy metals. Heavy metals such as Hg and Cr in waters would affect negatively waters and organisms. The purpose of this study was to determine the level of Hg and Cr pollutions in water and sediment. In sediment, the pollution levels were analyzed by Contamination Factor (CF), Geoaccumulation (Igeo), Pollution Load (PLI) indexes, and Enrichment Factor (EF). Water samples were collected from 4 stations in triplicates at low tide, and sediment samples were collected from 4 stations in quadruplicates. Heavy metals contents were analyzed with Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) through air and acetylene flames. The results showed that Hg and Cr in water inter- stations were significantly different (P<0.05). Pollution levels of Hg based on CF were in the low contamination category, while for Cr were low to medium. Based on Igeo, Hg and Cr were categorized as lightly to medium polluted. Based on EF, Hg and Cr were classified as sufficient to medium enrichments. Based on PLI, Hg and Cr were defined as polluted and not polluted categories.
2034725641F1C015004PENGELOLAAN MEDIA RELATIONS PADA PEMILIHAN UMUM 2019 DI KPU KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini didasari oleh humas yang berperan dalam pengembangan organisasi seperti memperoleh dukungan publik. Salah satu upaya memperoleh dukungan publik, humas berusaha untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Tetapi, informasi yang ditujukan kepada masyarakat tidak bisa sepenuhnya disediakan oleh humas. Oleh karena itu, humas bekerjasama dengan pihak media sebagai perpanjangan tangan dalam penyebaran informasi kepada publik atau masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan media relations di KPU Kab. Banyumas yang meliputi perencanaan dan implementasi pada Pemilihan Umum 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling. Hasilnya pengelolaan media relations yang dilakukan KPU Kab. Banyumas ialah menetapkan sasaran, anggaran, penjadwalan, uraian pekerjaan serta pegawasan dan evaluasi dalam perencanaan media relations. Kemudian diimplementasikan melalui kegiatan press release, press conference, media gathering, kliping berita, memfasilitasi media dan mengoptimalkan media internal.This research is based on public relations obtained to develop organizations such as getting public support. One effort to obtain community support, assistance to obtain information needed by the community. However, information directed at the public cannot be provided by public relations. Therefore, public relations helps the media to disseminate information to the public or the public. The purpose of this study was to describe the management of media relations at the KPU Kab. Banyumas which publishes planning and implementation in the 2019 General Election. This research uses descriptive qualitative research methods with the informant selection technique, namely purposive sampling. How to manage media relations conducted by Kab KPU. Banyumas organizes planning, budgeting, scheduling, work and staffing and evaluating media relations planning. Then implemented through press releases, press conferences, media meetings, news clippings, facilitating media and optimizing internal media.
2034823380D1E014043DAYA IKAT AIR SUSUT MASAK, pH DAN KEEMPUKAN DAGING KAMBING BAGIAN PAHA YANG DIRENDAM BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDATujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi yang berbeda pada perendaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) daging kambing bagian paha terhadap daya ikat air, susut masak, pH dan keempukan. Materi yang digunakan yaitu daging kambing bagian paha 600 gram, Belimbing Wuluh 3,6 kg. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian menggunakan 4 macam perlakuan daging kambing bagian paha yang direndam Belimbing Wuluh selama 30 menit dengan konsentrasi (R0) 0%, (R1) 20%, (R2) 40%, (R3) 60%. Setiap perlakuan diulangi 5 kali. Variabel yang diukur berupa daya ikat air, susut masak, pH dan keempukan. Hasil analisis variansi menunjukkan daging kambing yang direndam Belimbing Wuluh dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) meningkat secara linier pada susut masak dan daya ikat air dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) menurun secara linier pada pH dan meningkat secara linier pada keempukan. Kesimpulan, perendaman Belimbing Wuluh dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60% dengan waktu 30 menit berpengaruh terhadap susut masak, daya ikat air, keempukan, dan menurunkan pH. Perendaman Belimbing Wuluh dengan konsentrasi 60% selama 30 menit dapat meningkatkan susut masak, daya ikat air, keempukan dan menurunkan pH, namun belum optimal.
Kata kunci: Daging Kambing, Daya Ikat Air, Susut Masak, pH, Keempukan.
The purpose of this research was to tind out the effect of various concentration in immersion of Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) the thigh goat meat to water holding capacity, cooking losses, pH and tenderness. The material used in this research was the thigh goat meat section 600 gras, Belimbing Wuluh 3,6 kg. The method of this research was conducted using experimental method and randomized group design. This research used four treatments the thigh goat meat that was soaked Belimbing Wuluh for 30 minutes with the concentration (R0) 0%, (R1) 20%, (R2) 40%, (R3) 60%. The measured variables are water holding capacity, cooking losses, pH and tenderness. The result of variance analysis shown the goat meat that was soaked Belimbing Wuluh with different concentrations significantly (P<0,05) linear increase in cooking losses and water holding capacity. The significant effect (P<0,01) linear decrease in pH and linear increase in tenderness. In conclusion, the immersion of Belimbing Wuluh with the concentration of 0%, 20%, 40%, 60% for 30 minutes could increase of cooking losses, water holding capacity, tenderness and lowering the pH. The immersion of Belimbing Wuluh with the concentration of 60% for 30 minutes could increase of cooking losses, water holding capacity, tenderness, and lowering the pH, however, not optimal
Keyword: Goat Meat, Water Holding Capacity, cooking losses, pH, Tenderness
2034923381A1C114002Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Gula Kelapa Kristal di Desa Rancamaya Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasDesa Rancamaya merupakan salah satu desa pionir penghasil gula kelapa kristal dan perajin gula kelapa kristal di Desa Rancamaya sudah memiliki sertifikat pengakuan organik Control Union Certification yang dipegang oleh perusahaan eksportir gula kelapa kristal, sehingga gula kelapa kristal yang dihasilkan perajin di Desa Rancamaya dapat diekspor ke luar negeri, seperti Negara Jerman, Amerika dan Jepang. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi gula kelapa kristal adalah menggunakan faktor produksi yang tepat agar menghasilkan output yang optimal dan keuntungan yang maksimal bagi perajin. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi gula kelapa kristal (2) menganalisis besarnya pendapatan usaha gula kelapa kristal (3) menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi pada usaha gula kelapa kristal. Penelitian dilaksanakan pada 11 Januari sampai dengan 20 Februari 2018. Sampel perajin diambil dengan teknik simple random sampling dan diperoleh 40 perajin sampel. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan teknik wawancara menggunakan bantuan kuisioner. Metode analisis data yang digunakan adalah (1) analisis fungsi produksi Cobb-Douglas (2) analisis biaya dan pendapatan usaha, (3) analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) seluruh faktor produksi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi gula kelapa kristal dan secara parsial bahan baku (nira), bahan bakar dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap hasil produksi gula kelapa kristal (2) rata-rata pendapatan per bulan pada usaha gula kelapa kristal sebesar Rp513.684,00 (3) penggunaan faktor produksi bahan baku belum efisien secara alokatif, sedangkan penggunaan faktor produksi bahan bakar dan tenaga kerja tidak efisien secara alokatif.

Kata kunci: efisiensi, faktor produksi, gula kelapa kristal
Rancamaya village is one of the village that has produced granular palm sugar and granular palm sugar craftmen in Rancamaya village have already certificate of organic recognition Control Union Certification held by granular palm sugar exporter company, so the granular palm sugar that produced by craftsmen in Rancamaya Village can exported abroad, such as Germany, America and Japan. An efforts that can be made to increase the production of granular palm sugar is use right production factors in order to produce optimal output and maximum profits for craftmen. This study aims to (1) analyze the effect of factors of production used on granular palm sugar production (2) analyze the income of granular palm sugar business (3) analyze the efficiency of the use of factors of production on granular palm sugar business. The study is conducted at Rancamaya village, on January 11 st until February 20 th 2018. Craftmen sample determined by simple random sampling method and gained 40 samples of craftmen. Data were collected by observation and interview techniques by using questionnaire. The data analysis method used are: (1) Cobb-Douglas production function analysis (2) analyze of cost and income business, (3) the utilization of production factors efficiency analysis. The result of this study shows that (1) all factors of production together have a significant effect on the production of granular palm sugar and partially raw material (nira), fuel and labor were effecting towards granular palm sugar (2) the average net income on granular palm sugar business per month is Rp513.684,00 (3) the utilization of production factor of raw material was not allocative efficient yet, while the utilization of production factors of fuel and labor were not allocative efficient at all.

Keyword: efficiency, production factors, granular palm sugar
2035025642H1D015004RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KERJA BERBASIS
KOMUNITAS
Sistem Informasi Kerja Berbasis Komunitas merupakan sebuah sistem yang memiliki fungsi untuk membantu sebuah komunitas dalam mencari informasi mengenai lokasi tempat yang sedang membuka lowongan pekerjaan. Tidak sedikit mahasiswa yang melakukan kontak dengan alumni untuk mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan dan alumni pada saat itu tidak memungkinkan untuk dapat memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan. Sehingga perlu adannya penerapan sistem informasi untuk lowongan pekerjaan yang sedang membuka lowongan. Penelitian ini berusaha untuk mengurangi jumlah mahasiswa menganggur akibat dari sulitnya mencari lowongan pekerjaan yang sedang membuka lowongan dan hasil dari peneitian ini adalah dikembangkannya Sistem Informasi Kerja Berbasis komunitas yang sesuai dengan kebutuhan pengguna yang sudah diperoleh. Sistem dibangun dengan metode pengembangan waterfall dan menggunakan bahasa pemrograman Java.Community Based Work Information System is a system that has a function to help a community in finding information about the location of a place that is opening a job. Not a few students who make contact with alumni to get information about job vacancies and alumni at that time is not possible to be able to provide information about job vacancies. So it is necessary to implement an information system for job openings that are opening vacancies. This research seeks to reduce the number of unemployed students due to the difficulty of finding job openings that are opening vacancies and the result of this research is the development of a Community Based Work Information System that is in accordance with the users needs that have been obtained. The sistem is made using waterfall development method and using Java programming language.
2035123327H1A014013AKTIVITAS ANTIBAKTERI PROTEIN HIDROLISAT SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA DENGAN EKSTRAK KASAR BROMELIN DAGING BUAH NANAS MADU (Ananas comosus L)Senyawa bioaktif merupakan senyawa yang memiliki dampak positif dan negatif bagi tubuh, senyawa bioaktif contohnya yakni protein hidrolisat yang berasal dari protein susu kambing peranakan etawa. Protein hidrolisat dapat diperoleh dengan cara hidrolisis asam, basa maupun secara enzimatis. Pada penelitian ini menggunakan enzim bromelin dari daging buah nanas madu sebagai agen penghidrolisis susu kambing peranakan etawa. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik ekstrak kasar bromelin dari daging buah nanas madu meliputi suhu, pH, pengaruh ion logam dan EDTA, serta konsentrasi substrat ; mengetahui pengaruh waktu inkubasi yang berbeda terhadap kemampuan hasil hidrolisis susu kambing peranakan etawa dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus Aureus; mengetahui KHTM dari protein hidrolisat yang menghasilkan zona bening terbesar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimum enzim bromelin sebesar 50 °C dengan pH optimum 7, KM 4,51 mg/mL, Vmaks 7,077 U/mL serta aktivator yakni Mg2+, Ca2+, Na2+, Co2+, Zn2+, dan Ni2+ dengan aktivitas relatif masing-masing yaitu 178,5%; 144,48%; 172,72%; 175,64%; 168,83%; dan 179,22%. Inhibitor yakni Cu2+, Hg2+ dan EDTA dengan aktivitas relatif masing-masing yaitu 73,05%; 66,8% dan 48,7%. Hidrolisat kasein dan whey mampu menghambat Escherichia coli dengan zona bening terbesar yakni 3,037 mm pada waktu hidrolisis 60 menit dan 1,065 mm pada waktu hidrolisis 30 menit. Hidrolisat kasein dan whey juga mampu menghambat Staphylococcus aureus pada waktu hidrolisis 75 menit dengan zona bening masing-masing sebesar 0,56 mm dan 1,056 mm. Nilai KHTM hidrolisat kasein dan whey dalam menghambat Escherichia coli masing-masing sebesar 65 ppm dan 30 ppm. Nilai KHTM hidrolisat kasein dan whey dalam menghambat Staphylococcus aureus masing-masing sebesar 65 ppm dan 30 ppm.Bioactive compounds are compounds that have a positive and negative impact on the body. For example bioactive peptides derived from etawa goat milk. Bioactive peptides can be obtained by acid, alkaline or enzymatic hydrolysis. In this study we use the bromelin enzyme extracted from pineapple fruit to hydrolyse the etawa goat milk. The objective is to know the characteristics of the crude extract of bromelin including optimum temperature, optimum pH, the effect of metal ions and EDTA, KM and VMaks value ; to know the effect of different incubation time on the ability of the hydrolysate protein in inhibiting the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria; know the MIC of the protein hydrolyzate with the largest clear zone. The results showed that the optimum temperature of bromelin enzyme was 50 °C, the optimum pH 7, KM of 4,51 mg/mL, Vmaks of 7,077 U/mL. Addition of Mg2+, Ca2+, Na2+, Co2+, Zn2+, and Ni2+ metal ions increased the relative activity compared to control, with each relative activity are 178,5%; 144,48%; 172,72%; 175,64%; 168,83%; and 179,22%. Addition of EDTA, Cu2+ and Hg2+ metal ions decreased the relative activity compared control, with each relative activity are 73,05%; 66,8% and 48,7%. Hydrolyzate protein from casein with an incubation time of 60 minutes gave the largest clear zone of E.coli 3.035 mm, while the hydrolyzate protein from whey with an incubation time of 30 minutes was 1.065 mm. Hydrolysate protein from casein and whey with an incubation time of 75 minutes gave the largest clear zone of S.aureus 0.56 and 1.056 mm respectively. The optimum results for E. coli gave 65 ppm and 30 ppm MIC values, while for S.aureus gave 65 ppm and 30 ppm MIC values.
2035223389E1A013012TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS PADA PERKARA TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT
(Studi Putusan Pengadilan Negeri Slawi Nomor 181/Pid.B/2015/PN.Slw)
Pemalsuan surat adalah Barangsiapa membuat secara tidak benar atau memalsu surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti dan sesuatu hal, dengan maksud memakai atau menyuruh orang lain pakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 263 (1) KUHP, sehingga focus dari skripsi ini adalah untuk membahas tindak pidana pemalsuan surat yang dilakukan oleh Terdakwa Ratna Kuswati.
Permasalahan dari penelitian ini: bagaimanakah pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap tindak pidana pemalsuan surat pada perkara Nomor 181/Pid.B/2015/PN.Slw dan Apakah putusan Hakim sudah tepat dalam menjatuhkan putusan bebas pada perkara tindak pidana pemalsuan surat Nomor 181/Pid.B/2015/PN.Slw.
Untuk mengumpulkan hasil penelitian dalam skripsi ini dilakukan dengan penelitian yang bersifat yuridis normatif yang dilakukan dengan mempelajari dan menganalisis data sekunder yakni putusan Nomor 181/Pid.B/2015/PN.Slw, disamping itu penulis juga menggunakan data sekunder yang dikumpulkan melalaui studi kepustakaan ( Library research) yang berkaitan dengan obyek penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh dan dikumpulkan selanjutnya akan ditelaah dan dianalisis secara kualitatif, untuk dicari hubungan antara satu dengan yang lain, kemudian disusun secara sistematis.
Pertimbangan Hakim menjatuhkan putusan bebas terhadap terdakwa pada perkara ini telah sesuai dimana hakim telah mempertimbangkan baik dari alat bukti yang ada, keyakinana hakim dan nilai-nilai yang hidup dimasyarakat. Putusan Hakim dalam memutus perkara tersebut sudah tepat karena menurut keyakinan Hakim terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan surat seperti yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum melainkan menurut keyakinan Hakim terdakwa melanggar Kode Etik PPAT yaitu pelanggaran berat.
Letter Falsification is when anybody illegally creates or falsifies a letter that can bring certain right, engagement, or debt acquittal, or that is functioned as an evidence and certain thing, which aims to use or to tell others to use this letter as if it is correct and valid. This action is threatened if it leads to any disadvantage resulted by the letter falsification. It is accordance with Article 265 (1) of Criminal Code. Therefore, this research focuses on discussing the letter falsification criminal case done by a defendant namely Ratna Kuswati.
The research questions are: how the judge’s legal deliberation in sentencing the acquittal verdict on letter falsification case on the case with Number 181/Pid.B/2015/PN.Slw is and whether the judge’s verdict has been appropriate in sentencing acquittal verdict on the case or not.
To obtain the result, this research employs juridical normative method by observing and analyzing the secondary data which are verdict Number 181/Pid.B/2015/PN.Slw and other related materials taken from library research. The obtained and collected result is studied and analyzed qualitatively to find out the correlation before it would be arranged systematically.
The judge’s deliberation in this case has been appropriate in which the judge has considered the evidence, judge’s belief, and the living values in the society. The judge’s verdict here has been proper because he believes that the defendant is not legally and convincingly proven to conduct the letter falsification as it is accused by the public prosecutor. Instead, the judge believes that the defendant has violated the Land Certificate Issuing Officer (PPAT) Ethic Code which is a big violation.

2035323385E1A014109PERBUATAN MELAWAN HUKUM PENCEMARAN NAMA BAIK YANG DILAKUKAN PENGURUS PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) TERHADAP ANGGOTANYA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 214/Pdt.G/2016/PN.JKT.Sel.)Perbuatan para Tergugat dalam Putusan No. 216/Pdt.G/2016/PN.JKT. Sel. dalam hal memberhentikan Penggugat yang menimbulkan sengketa dan membuat Penggugat merasa dirugikan. Menarik untuk diteliti, unsur-unsur yang menyebabkan Majelis Hakim memutus para Tergugat melakukan perbuatan melawan hukum. Penelitian ini berjudul “PERBUATAN MELAWAN HUKUM PENCEMARAN NAMA BAIK YANG DILAKUKAN PENGURUS PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) TERHADAP ANGGOTANYA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 216/Pdt.G/2016/PN.JKT.Sel.)”. Tujuan penelitian ini menganalisis pertimbangan hukum Hakim mengkualifisir unsur-unsur Perbuatan Melawan Hukum dan dalam menentukan penetapan ganti rugi, serta jumlah ganti rugi materiil maupun immateriil akibat Perbuatan Melawan Hukum karena pencemaran nama baik dalam Putusan Pengadilan Negeri No. 214/Pdt.G/2016/PN/JKT.Sel. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum secara normatif, dengan metode analisis data secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa perbuatan para Tergugat berupa pencemaran nama baik terhadap Penggugat, melalui tersebarnya berita secara nasional mengenai masalah yang ditimpakan terhadap Penggugat. Perbuatan para Tergugat memenuhi unsur melanggar hak orang lain, bertentangan dengan kewajiban hukum si pembuat, dan bertentangan dengan keharusan yang harus diiindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai diri atau barang orang lain. Majelis Hakim dalam pertimbangannya tidak mengabulkan tuntutan ganti kerugian materiil yang diajukan Penggugat karena tidak dapat memberikan rincian mengenai jumlah kerugian tersebut, namun Majelis Hakim mengabulkan tuntutan ganti kerugian immateriil yang berpedoman pada Pasal 1372 ayat (2) KUH Perdata dengan mempertimbangkan kedudukan Penggugat.
Hereby this research with a title of “ Unlawful Conduct of Defamation by The Organizing Officer of PARTAI KEADILAN SEJAHTERA(PKS) Against its members (Juridical Review of Legal Decision Number 216 / Pdt.G / 2016 / PN. JKT.Sel.) The study was conducted to analyze the Judge's legal considerations to qualify the elements of the unlawaful conduct and in determining the compensation and the amount of material and non material compensation due to the unlawful conduct of defamation in the District Court Decision No. 214 / Pdt.G / 2016 / PN / JKT.Sel. This particular study uses a normative legal approach method, with qualitative data analysis methods. Based on the results of the study, it can be concluded that the Defendants' actions in the form of defamation to the plaintiff in the nationally spreaded news about the issue addressed to the plaintiff without any cause and the action of the Defendants is in accordance to the violation of the rights of others, contrary to the legal obligations of the individual, and contrary to the obligation that must be heeded in the community interaction on other individuals or goods. The Court council in its consideration did not grant the material compensation claim submitted by the plaintiff as they were unable to provide details regarding the amount of the loss, but granted immaterial compensation claims based on Article 1372 paragraph (2) of the Criminal Code by considering the position of the plaintiff.

Keywords: Unlawful Conduct, Defamation
2035423386C1J013007Strategy for Development of Lanting Kuning Small Industries in Sumpiuh Subdistrict, Banyumas District.Penelitian ini berjudul "Strategi Pengembangan Lanting Kuning Kecil
Industri di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas "bertujuan untuk menganalisis BEP (Break
Event Point), tingkat efisiensi ekonomi, lingkungan internal dan eksternal
kondisi, dan alternatif pengembangan industri lanting kuning skala kecil
strategi di Kecamatan Sumpiuh Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode sensus. Responden dalam penelitian ini adalah enam belas
pengusaha lanting kuning di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Itu
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus BEP, efisiensi bisnis (B / C
Rasio), matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, dan matriks SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa enam belas lanting kuning
pengusaha di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas telah mencapai BEP pada
dasar harga Rp.7.600 dan atas dasar satuan 258 kilogram, sedangkan
dari perhitungan B / C Ratio menunjukkan bahwa enam belas lanting kuning
pengusaha di Kecamatan Sumpiuh Banyumas telah efisien atau layak untuk
terus, ini dibuktikan dengan nilai B / C Ratio> 1 dengan nilai rata-rata
B / C Ratio 2,09. Berdasarkan matriks IFE kuning IFE di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas menunjukkan skor 3,65, dan matriks EFE menunjukkan skor
3.666, sehingga dalam matriks IE kondisi lingkungan internal dan eksternal
dari industri kecil lanting kuning menunjukkan di sel satu, di mana strategi terbaik
yang bisa dilakukan adalah strategi pertumbuhan. dan pengembangan dari mana
sel implementasi strategi yang dapat dilakukan adalah intensif dan
strategi integratif. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa industri kecil lanting kuning dapat
terus karena telah memberikan manfaat. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh
pengusaha adalah dengan mempertahankan dan meningkatkan kerjasama dengan Banyumas
Pemerintah kabupaten, mengembangkan inovasi, dan pemasaran yang lebih luas
This research entitled "Strategy for Developing Lanting Kuning Small
Industry in Sumpiuh Subdistrict, Banyumas District" aims to analyze BEP (Break
Event Point), level of economic ef iciency, internal and external environmental
conditions, and alternative small-scale lanting kuning industry development
strategies in Sumpiuh District Banyumas. This research uses census method. Respondents in this study were sixteen
yellow lanting entrepreneurs in Sumpiuh District, Banyumas Regency. The
analytical tool used in this study is the BEP formula, business ef iciency (B / C
Ratio), IFE matrix, EFE matrix, IE matrix, and SWOT matrix. The results of the analysis showed that the sixteen lanting kuning
entrepreneurs in Sumpiuh Subdistrict, Banyumas Regency had reached BEP on
the basis of prices of Rp.7,600 and on the basis of units of 258 kilograms, whereas
from the calculation of B / C Ratio showed that the sixteen lanting kuning
entrepreneurs in Sumpiuh District Banyumas has been ef icient or feasible to
continue, this is evidenced by the value of B / C Ratio> 1 with an average value of
B / C Ratio of 2.09. Based on the IFE yellow IFE matrix in Sumpiuh Subdistrict, Banyumas District showed a score of 3.65, and the EFE matrix showed a score of
3.666, so that in the IE matrix the internal and external environmental conditions
of the lanting kuning small industry showed in cell one, where the best strategy
that could be carried out was the growth strategy. and development where from
the cell the strategy implementation that can be carried out is an intensive and
integrative strategy. The implication of this research is that the small lanting kuning industry can
continue because it has provided benefits. Some things that can be done by
entrepreneurs are by maintaining and enhancing cooperation with the Banyumas
Regency government, developing innovation, and broader marketing
2035528541F1D015037KONFLIK POLITIK PROYEK PEMBANGUNAN FASILITAS RUMAH SAKIT WIRADADI HUSADA TAHUN 2018 DI DESA WIRADADI KABUPATEN BANYUMAS
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk meneliti konflik dengan judul “Konflik Politik Poyek Pembangunan Fasilitas Rumah Sakit Wiradadi Husada Tahun 2018 Di Desa Wiradadi Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konflik politik yang dalam hal ini adalah konflik antar kelompok. Konflik yang terjadi antara pihak Rumah Sakit Wiradadi Husada dengan Warga Perumahan Kencana Wiradadi karena adanya perbedaan pendapat pada saat pihak rumah sakit melakukan pembangunan pengembangan fasilitas rumah sakit. Pembangunan tersebut dikeluhkan oleh warga perumahan yang berada persis di sebelah gedung rumah sakit, warga merasa rumah sakit dalam pembangunannya mengabaikan aspek, hukum, sosial, keamanan dan kenyamanan warga perumahan. Warga mengeluhkan adanya dampak polusi, kebisingan, serta masalah lingkungan yaitu limbah rumah sakit.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma kontruktivisme serta pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling, dan didukung juga dengan menggunakan teknik snowball sampling. Di dalam kerangka penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran konflik politik, konsensus, dan peran aktor.
Hasil penelitian ini adalah, bahwa konflik yang terjadi antara pihak rumah sakit dengan warga perumahan terjadi akibat tidak adanya komunikasi yang baik antara pihak rumah sakit dengan warga. Kurangnya sosiali kepada warga juga mengakibatkan munculnya konflik diantara kedua kelompok tersebut sehingga warga melakukan protes terhadap pihak rumah sakit dan mengadukan permasalahan ini kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk segera menyelesaikan. Proses penyelesaian atau konsensus dalam konflik ini melalui bantuan pihak ketiga yaitu mediator. Mediator dalam proses penyelesaian konflik ini adalah pihak-pihak terkait yaitu Pemerintah Desa Wiradadi dan Forkompinkec (Forum Komunikasi Pimpinan Tingkat Kecamatan) Sokaraja. Kedua belah pihak menyerahkan persoalan konflik kepada kedua mediator. Konsensus bisa tercapai akibat adanya mediasi sehingga menemukan jalan keluar yang menguntungan diatara kedua belah pihak yang berkonflik.
This research-based paper aims at conflict, this study entitled "Political Conflict Project Development Facilities at the 2018 Wiradadi Husada Hospital in Wiradadi Village, Banyumas Regency" aims to understand and describe political conflicts in this case is inter-group conflict. The conflict that occurred between the Wiradadi Husada Hospital and Wiradadi Kencana Housing Residents was due to differences of opinion when the hospital carried out the development of hospital facilities. The construction was complained by housing residents who were right next to the hospital building, residents felt the hospital in its construction ignored aspects, legal, social, security and comfort of housing residents. Residents complained about the impact of pollution, noise, and environmental problems, namely hospital waste.
This research uses qualitative research methods with constructivism paradigm and case study approach. Data obtained from observations, interviews, and documentation studies. The informant selection technique in this study is to use a purposive sampling technique, and is also supported by using the snowball sampling technique. Within the framework of this study uses the framework of political conflict, consensus, and the role of actors.
The results of this study are, that the conflict between the hospital and residents of housing occurs due to the lack of good communication between the hospital and residents. Lack of socialization to residents also resulted in conflicts between the two groups so that residents protested against the hospital and complained about this problem to the Banyumas Regency Government to immediately resolve. The process of resolution or consensus in this conflict through the help of a third party, the mediator. Mediators in the process of resolving this conflict were related parties namely the Village Government of Wiradadi and Forkompinkec (Communication Forum for District Level Leaders) Sokaraja. Both parties submit conflict issues to the two mediators. Consensus can be reached as a result of mediation so as to find a profitable solution between the conflicting parties.
2035623401G1F014015Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Antiinflamasi Fraksi Etil Asetat Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa dalam fraksi etil asetat ekstrak etanolik daun jarak pagar yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Isolasi senyawa dilakukan menggunakan metode KLT preparatif dengan silika gel sebagai fase diam dan n-heksana-etil asetat-etanol (4,5: 5: 0,5) sebagai fase gerak. Isolasi senyawa tersebut menghasilkan 2 isolat. Isolat 1 diidentifikasi dengan spektrofotometri UV-Vis pereaksi geser menunjukkan senyawa flavon dengan kemungkinan gugus hidroksi pada C-5, C-7 dan C-4 '. Sedangkan isolat 2 diidentifikasi dengan spektroskopi 1HNMR menghasilkan 15 sinyal proton yang menunjukkan bahwa isolat 2 diduga merupakan senyawa asam ferulat ester.This study aims to determine the content of compounds in ethyl acetate fraction of ethanolic extract of Jatropha leaves which has the potential as anti-inflammatory. Compound isolation was carried out using preparative TLC method with silica gel as a stationary phase and n-hexane-ethyl acetate-ethanol (4,5: 5: 0,5) as the mobile phase. Isolation of these compounds produced 2 isolates. Isolate 1 was identified by UV-Vis spectrophotometry of shear reagent indicating flavone compounds with the possibility of hydroxy groups at C-5, C-7 and C-4 '. Whereas isolate 2 was identified by spectroscopy 1HNMR produced 15 proton signals which showed that isolate 2 was suspected to be ferulic ester acid compound.
2035723397C1M014048PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL, POTENSI DIRI, DAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP MINAT SISWA MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI (Studi Pada Siswa Kelas XII Akuntansi SMK Negeri 1 Purwokerto)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: (1) pengaruh lingkungan sosial terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi; (2) pengaruh potensi diri terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi; (3) pengaruh pendapatan orang tua terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XII Akuntansi di SMK Negeri 1 Purwokerto. Jumlah responden dalam penelitian ini menggunakan seluruh populasi (sampel jenuh) yang berjumlah 91 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa: (1) lingkungan sosial berpengaruh positif terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi; (2) potensi diri berpengaruh positif terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi; (3) pendapatan orang tua berpengaruh positif terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu untuk meningkatkan minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi pihak sekolah perlu memberikan dukungan dengan cara memotivasi siswa serta pemberian informasi-informasi terkait perguruan tinggi serta siswa perlu senantiasa mempersiapkan diri apabila memiliki minat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan cara selalu mengembangkan potensi dirinya dan orang tua perlu memberikan dukungan sepenuhnya terhadap anak-anaknya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.The aims of research is to analyze: (1) the influence of social environment toward students interest in continuing their studies to college; (2) the influence of self-potential toward students interest in continuing their studies to college; (3) the influence of parents income toward students interest in continuing their studies to college. The research populations are all students of class XII Accounting SMK Negeri 1 Purwokerto which amounted to 91 students and all put as respondents. Based on result and data analysis using multiple linear regression it has got the conclusions: (1) there is positive influence of social environment toward students interest in continuing their studies to; (2) there is positive influence of self-potential toward students interest in continuing their studies to college; (3) there is positive influence of parents income toward students interest in continuing their studies to college. As implication of the conclusions above, in order to increase the students’ interest in continuing their studies to college, the school needs to provide support by motivating students and providing information related to universities. For students, students need to always prepare themselves if they have the interest to continue their studies to college by always developing their potential. For parents, they need to provide full support to the child for continuing to college.
2035825706D1A015057ANALISIS FUNGSI PRODUKSI USAHA TERNAK SAPI PERAH DI KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini dilakukan pada tanggal 14 Januari sampai dengan 31 Januari 2019 di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah 1). Mengetahui besarnya faktor produksi yang digunakan secara kuantitatif dan produk yang digunakan di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas; 2). Mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi susu sapi perah di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei tehadap ternak sapi perah di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Metode penetapan sampel wilayah dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus terhadap 55 ekor ternak laktasi yang berada di Kelompok Tani Ternak Mergo Mulyo di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Faktor produksi dianalisis secara deskriptif, yaitu dengan menggunakan statistik sederhana berupa nilai, jumlah, dan rata-rata, analisis fungsi produksi menggunakan metode analisis Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya pakan hijauan yang diberikan rata-rata 34,54 kg, pakan konsentrat rata-rata 6,60 kg, rata-rata lama beternak 15 tahun, periode laktasi rata-rata 3, dan luas kandang rata-rata 48,76 m2 dan produksi susu 10,8 liter. Faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi susu sapi perah di Kecamatan Baturaden adalah pakan konsentrat dan luas kandang. Peternak dapat meningkatkan produksi susu dengan cara meningkatkan kualitas pakan.This research was conducted on January 14th to January 31st, 2019 in Baturaden District, Banyumas Regency. The purpose of this study is 1). Knowing the magnitude of the production factors used quantitatively and the products used in Baturaden District, Banyumas Regency; 2). Knowing the effect of production factors on milk sususapi production in Baturaden District, Banyumas Regency. This research was conducted using a survey method for dairy cattle in Baturaden Subdistrict, Banyumas Regency. The method of determining the sample area was carried out by purposive sampling technique. The sampling technique was carried out by census method on 55 lactating animals in the Mergo Mulyo Farmer Group in Baturaden District, Banyumas Regency. Production factors were analyzed descriptively, namely by using simple statistics in the form of values, quantities, and averages, analysis of production functions using the Cobb-Douglas analysis method. The results showed that the amount of forage feed given was an average of 34,54 kg, feed concentrate an average of 6,60 kg, the average length of breeding was 15 years, the average lactation period was 3, and the average cage area was 48,76 m2 and milk production 10,8 liter. The production factors that affected milk production in dairy cows in Baturaden District were feed concentrate and area of the cage. Farmers can increase milk production by improving the quality of feed.
2035926199E1A015083UPAYA SATUAN RESERSE NARKOBA POLRES BATANG DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKAKeberadaan narkotika dan psikotropika merupakan suatu hal yang dilematis, karena di satu sisi dapat bermanfaat namun di sisi lain dapat membahayakan, sehingga perlu dilakukan pengawasan yang ketat. Polres Batang melakukan penanggulangan tindak pidana narkotika dan psikotropika berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan dalam menanggulangi tindak pidana narkotika dan psikotropika, serta mengetahui faktor pendorong dan penghambat Satresnarkoba Polres Batang dalam melaksanakan tugasnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis (Social Legal Approach) dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang dipergunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari narasumber dan data sekunder yang digunakan untuk mendukung data primer. Berdasarkan hasil penelitian terdapat empat upaya dalam menanggulangi tindak pidana narkotika dan psikotropika yaitu upaya Pre-emtif yang dilakukan dengan kegiatan penyuluhan anti narkoba, diskusi umum, seminar rutin, serta pemasangan informasi di media cetak dan elektronik. Upaya Preventif yang dilakukan dengan pengawasan langsung ke tempattempat hiburan malam, melakukan sidak dan patroli. Upaya Represif dilakukan dengan penangkapan pelaku dan memproses hukum, serta upaya Kuratif dengan memberikan akses rehabilitasi. Selanjutnya ditemukan dua faktor pendorong yaitu faktor hukum dan faktor penegak hukum, ditemukan tiga faktor penghambat yaitu kekurangan dana operasional, masyarakat yang kurang mendukung penegakan hukum, serta budaya negatif masyarakat yang mendukung peredaran narkotika dan psikotropika. The existence of narcotics and psychotropic substances is a dilemma, because on the one hand it can be beneficial but on the other hand it can be dangerous, so strict supervision is necessary. Batang District Police handle narcotics and psychotropic criminal acts based on Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotica and Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.
This study aims to determine what efforts are made in tackling narcotics and psychotropic crime, as well as knowing the driving and inhibiting factors of the Satresnarkoba in Batang Police Resort in carrying out their duties. This study uses a sociological juridical approach (Social Legal Approach) with descriptive research specifications. Types and sources of data used are primary data obtained directly from sources and secondary data used to support primary data.
Based on the results of the study, there were four efforts to tackle narcotics and psychotropic crime, namely Pre-emptive efforts carried out with anti-drug counseling activities, general discussions, routine seminars, and the installation of information in print and electronic media. Preventive efforts carried out with direct supervision to places of night entertainment, doing spot checks and patrolling. Repressive efforts are carried out by arresting the perpetrators and processing the law, as well as curative efforts by providing rehabilitation access. Furthermore, two driving factors were found, namely legal factors and law enforcement factors, three inhibiting factors were found, namely lack of operational funds, a community that did not support law enforcement, and a negative culture of the community that supported narcotics and psychotropic circulation.
2036023390D1E014260TINGKAT INFEKSI CACING NEMATODA PADA TERNAK SAPI PERANAKAN ONGOL YANG DIPELIHARA SEMI INTENSIF DI SEKITAR TPA JATIBARANG SEMARANGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis cacing dan tingkat infeksi cacing Nematoda pada sapi Peranakan Ongol yang dipelihara semi intensif di sekitar TPA Jaibarang Semarang. Materi yang digunakan adalah 40 ekor sapi Peranakan Ongol (PO). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dan analisis labolatorium. Data dianalisis secara deskriptif, uji nobel, dan mikroskopis untuk mengetahui jenis-jenis cacing yang terdeteksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis cacing yang terdekteksi pada sapi PO yang dipelihara semi intensif di sekitar TPA Jatibarang Semarang adalah, Strongyle dengan jumlah telur 122, Stongyloides jumlah telur 3, Toxocara dengan jumlah telur 4, kemudian yang terakhir adalah jenis Tricuris memiliki jumlah telur sebanyak 1, dan tingkat infeksi cacing Nematoda pada sapi PO yang dipelihara semi dintensif di sekitar TPA Jatibarang Semarang 80 persen positif terinfeksi cacing Nematoda. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada sapi PO yang dipelihara semi intensif di sekitar TPA Jatibarang Semarang, Terinfeksi cacing Nematoda

The purpose of this research is to determine the type of worms and the level of Nematode worm infection in Ongol Peranakan cattle that were kept semi-intensively around the Jaibarang landfill Semarang. The material used is 40 cows of Ongol breeds (PO). The research method used is survey method and laboratory analysis. Data were analyzed descriptively, nobel test, and microscopic to find out the types of worms detected. The results of the analysis showed that the detected type of worm in semi-intensive PO cattle around Jatibarang TPA Semarang was Strongyle with 122 eggs, Stongyloides with 3 eggs, Toxocara with 4 eggs, then the last one was Tricuris with 1 egg. , and the rate of Nematode worm infection in semi-intensely maintained PO cows around Jatibarang TPA Semarang was 80 percent positive for Nematode worms. The results of this study concluded that in semi-intensive PO cattle around Jatibarang TPA Semarang, Infected with Nematode worms.