Artikelilmiahs
Menampilkan 20.261-20.280 dari 50.086 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20261 | 23310 | C1K014012 | The Analysis of Monday Effect and January Effect on Stock Return in Indonesian Stock Exchange (Case Study in Mining Sector Companies during the period of 2016-2017) | Penelitian ini adalah studi investasi pasar modal, khususnya studi pada return saham. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan keberadaan kalender anomali terutama Monday efek dan Januari efek pada sektor pertambangan perusahaan pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2016-2017. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 perusahaan pada sektor pertambangan yang telah dipilih dengan menggunakan purposive sampling. kalender anomali diuji dengan menggunakan tes Anova (analisis varians) dan one sample t-test. Hipotesis pertama menggunakan Anova tes menunjukkan bahwa Monday efek tidak ada selama masa studi. Hasil dari hipotesis kedua yang dilakukan dengan menggunakan One sample t-test menunjukkan Week Four efek tidak terjadi selama masa studi. Hasil uji hipotesis 3 dengan menggunakan Anova tes menunjukkan Januari efek tidak terjadi selama periode 2016-2017. Temuan ini akan berkontribusi dalam penelitian masa depan sebagai referensi tambahan mengenai pengembangan diskusi dan studi tentang efisiensi pasar. | This research is a study on capital market investment, particularly study on stock return. The purpose of this study is to determine the existence of the several calendar anomalies especially Monday Effect and January Effect on Mining Sector Companies on Indonesia Stock Exchange during the period of 2016-2017. The samples in this research are 35 companies on mining sector that have been selected by using purposive sampling. The calendar effects were examined by using Anova (Analysis of Variance) test and One Sample t-test. The first hypothesis using Anova test shows that the Monday Effect did not exist during the study period. The result of the second hypothesis that conducted by using a One sample t test shows the Week Four Effect did not occur during the study period. The results of the test hypothesis 3 by using Anova test shows the January effect did not occur during the period of 2016-2017. These findings will contribute to the future research as an additional reference regarding the development of efficiency market discussions or studies | |
| 20262 | 23309 | C1L013041 | The Influence of Intrinsic Motivation, Extrinsic Motivation, and Competence Towards Accounting Practice on Micro, Small and Medium Enterprises in Banyumas Regency | Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. UMKM memiliki peran yang cukup penting dalam membantu perekonomian di Indonesia. Meskipun UMKM merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan perekonomian di Indonesia, akan tetapi masih banyak pelaku UMKM yang belum menerapkan praktik akuntansi pada usahanya. Padahal, informasi akuntansi bermanfaat bagi UMKM, karena merupakan alat yang digunakan oleh pengguna informasi untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan kompetensi terhadap praktik akuntansi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori motivasi 2 faktor dan Goal Setting Theory (Teori Penetapan Tujuan). Teori motivasi dalam penelitian ini untuk mendukung dalam pengukuran motivasi pemilik UMKM dari luar dan dalam yang mendorong seseorang dalam melakukan praktik akuntansi pada UMKM. Sementara itu, Goal Setting Theory digunakan sebagai dasar asumsi tentang adanya keterkaitan antara tujuan dan kinerja dari pemilik atau manajer UMKM dalam menjalankan praktik akuntansi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 34.455 unit usaha yang terdaftar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan UMKM Kabupaten Banyumas. Sampel berjumlah 100 unit UMKM dengan sektor perdangangan, hotel dan restaurant yang dihitung berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang didistribusikan langsung kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi intrinsik dan kompetensi berpengaruh terhadap praktik akuntansi di Kabupaten Banyumas. Sedangkan variabel ekstrinsik motivasi tidak berpengaruh terhadap praktik akuntansi di Kabupaten Banyumas. | Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) is one of the economic activities conducted by most people in Indonesia. MSMEs have an important role in helping the development of the economy in Indonesia. However MSMEs is one of important factor in economic development in Indonesia, but there are still many MSMEs perpetrators that have not applied accounting practice to their business. In fact, accounting information is very useful for MSMEs, because it is a tool used by information users for decision making. This research aimed to analyze the influence of intrinsic motivation, extrinsic motivation, and competence towards accounting practice in Banyumas Regency. This research used the 2 factors motivation theory and Goal Setting Theory. Motivation theory in this research will support the measurement of intrinsic motivation and extrinsic motivation MSMEs owners to do accounting practices in MSMEs. Meanwhile, Goal Setting Theory is used as the base of assumption about the relationship between a goals set and performance owner or managers of MSMEs. The population of this research were 34.455 business on Department of Industry and Trade of MSMEs in Banyumas Regency. Sample were 100 business unit MSMEs with trade, hotel and restaurant sectors that calculated by Slovin formula. Stratified sampling technique is used in this research. Data collection in this study uses a questionnaire that is distributed directly to respondents. The results show that intrinsic motivation and competence variable has a significantly affect towards accounting practice in Banyumas Regency. Extrinsic motivation variable has not significantly affect to accounting practice in Banyumas Regency. | |
| 20263 | 25633 | D1A015048 | PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM PROBIOTIK CAIR TERHADAP KONSUMSI MINERAL DAN TEBAL KERABANG TELUR PUYUH (Coturnix-coturnix japonica) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengaruh penggunaan berbagai macam probiotik cair terhadap konsumsi mineral dan tebal kerabang telur puyuh. Materi penelitian yang digunakan adalah 100 ekor puyuh petelur berumur 30 hari dan tiga macam probiotik cair. Pakan yang diberikan berupa ransum buatan dengan metode coba-coba. Percobaan dilakukan secara experimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. Analisis data menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Perlakuan terdiri dari P0 (Air minum tanpa penambahan probiotik cair), P1 (Air minum dengan penambahan probiotik cair A), P2 (Air minum dengan penambahan probiotik cair B) dan P3 (Air minum dengan penambahan probiotik cair C). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan berbagai probiotik cair yang diaplikasikan melalui air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi mineral dan tebal kerabang telur. Rataan konsumsi mineral puyuh yang diperoleh yaitu P0: 2,35; P1: 2,28; P2: 2,38; dan P3: 2,31 gr/ekor/hari, sedangkan rata-rata hasil pengukuran tebal kerabang yaitu P0: 0,173; P1: 0,178; P2: 0,183; dan P3: 0,167 mm. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan berbagai macam probiotik cair belum mampu meningkatkan konsumsi mineral dan tebal kerabang telur puyuh. | The research was purposed to review the effect of using liquid probiotics on consumption of minerals and thickness of quail egg shells. The material of this research are 100 quail 30 days old and three kinds of liquid probiotics. Feed given were an artificial ration using trial and error method. Experiments were carried out experimentally and used Completely Randomized Design (CRD). The design consisted of 4 treatments and each treatment was repeated 5 times with each replication consisting of 5 quails. Data analysis used variance analysis and continued Honestly Significant Difference (HSD) test. The treatment consisted of P0 (Drinking water without the addition of liquid probiotics), P1 (Drinking water with the addition of liquid probiotics A), P2 (Drinking water with the addition of liquid probiotics B) and P3 (Drinking water with the addition of liquid probiotic C). The results of the variance analysis showed that the use of various liquid probiotics applied through drinking water had no significant effect (P>0.05) on mineral consumption and thickness of eggshell. The average of mineral consumption obtained are P0: 2.35; P1: 2.28; P2: 2.38; and P3: 2.31 gr/head/day, while the average thickness of quail eggshell are P0: 0.173; P1: 0.178; P2: 0.183; and P3: 0.167 mm. It can be concluded that the use of various kinds of liquid probiotics has not been able to increase mineral consumption and thick quail eggshells. | |
| 20264 | 23328 | A1H014057 | KARAKTERISTIK DERET SENSOR GAS SEMIKONDUKTOR TERHADAP PARAMETER TINGKAT KESEGARAN DAGING SAPI | Daging sapi yang segar dan layak konsumsi merupakan hal yang penting bagi manusia dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani. Selama ini baik pedagang ataupun konsumen daging sapi hanya mengandalkan indra pencium mereka saja untuk mengetahui kelayakan daging sapi, namun metode ini sangat subjektif dan sulit untuk menentukan batas atau ambang kelayakan daging sapi. Penelitian ini menyajikan pemanfaatan beberapa sensor gas semikonduktor kemudian dikorelasi terhadap atribut mutu daging sapi. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Mengetahui kepekaan deret sensor gas semikonduktor terhadap parameter sifat fisik kimia daging sapi (2) Mengetahui sifat fisik keadaan kualitas daging sapi. Sensor gas yang diujikan adalah TGS-2600, TGS-2602, TGS-26020, TGS-4161, MQ-137, MQ-135, TGS-813. Variabel yang diukur adalah nilai resistansi tiap sensor, warna, jumlah koloni bakteri dan kadar air. Uap daging sapi yang diukur berasal dari sampel daging seberat 10 g yang diletakan dalam wadah kemudian uap daging sapi diambil menggunakan jarum suntik 10 ml lalu diinjeksikan ke dalam ruang sensor seluas 598,8 cm3 yang diambil pada jam ke 0, 4 dan 8 (hingga sudah tidak layak konsumsi). Analisis menggunakan metode grafik serta model regresi linear untuk menentukan nilai respon dan performansi tiap sensor gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masing-masing sensor gas semikonduktor menunjukan nilai resistansi yang cenderung menurun sehingga sensitivitas sensor meningkat untuk pengukuran 0 jam, 4 jam dan 8 jam. Respon sensor terbaik dari ketujuh deret sensor gas semikonduktor yaitu TGS-2602 berdasarkan nilai R2 yang terbentuk dari hasil percobaan respon sensor. | The fresh beef and friendly-consumed is important for human in fulfilling animal protein needs. So far both traders and consumers of beef only rely on their sense of smell to find out the feasibility of beef, but this method is very subjective and difficult to determine the threshold or threshold of the feasibility of beef. This study presents the utilization of several semiconductor gas sensors and then correlated to the beef quality attributes. Tests from this study are (1) Knowing the sensitivity of semiconductor gas sensor series to the physical chemical parameters of beef (2) Knowing the physical properties of beef quality conditions. Semi-conductor gas sensors used the TGS-2600, TGS-2602, TGS-2620, TGS-4161, MQ-137, MQ-135, TGS-813 sensors with measurements in every 4 hours and success parameters which are brightness, bacterial content and water content with a measurement of 10g in every 4 hours. Measured beef vapor derived from a 10 g meat sample which was placed in a container and then steam beef taken using a 10 ml syringe then injected into the sensor room covering an area of 598.8 cm3 taken at 0, 4 and 8 hours (until already not worthy of consumption). The analysis uses graphical method and linear regression model to determine the response value and performance of each gas sensor. The results showed that the response of each semiconductor gas sensor showed that the resistance value tended to decrease so that sensor sensitivity increased for measurements of 0 hours, 4 hours and 8 hours. The best sensor response from the seven semiconductor gas sensor series is TGS-2602 based on the R2 value formed from the results of the sensor response experiment. | |
| 20265 | 23311 | C1K014015 | The Effects of Work-Leisure Conflict, Work Overload and Work-Family Conflict on Job Embeddedness: Moderating Role of Perceived Supervisor Support (Study on Bank Mandiri, Fatmawati) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konflik kerja-rekreasi, kelebihan beban kerja, dan konflik kerja-keluarga pada kelekatan pekerjaan menggunakan dukungan supervisor sebagai variabel moderasi. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 81 karyawan Bank Mandiri, Jakarta, kemudian metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian ini. Berdasarkan data analisis menggunakan teknik analisis regresi moderasi dengan SPSS, hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konflik kerja-rekreasi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kelekatan pekerjaan, (2) kelebihan beban kerja tidak berpengaruh pada kelekatan pekerjaan, (3) konflik kerja-keluarga memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kelekatan pekerjaan, (4) dukungan supervisor tidak memoderasi pengaruh negatif konflik kerja-rekreasi dan konflik kerja-keluarga pada kelekatan pekerjaan (5) dukungan supervisor memoderasi pengaruh negatif kelebihan beban kerja pada kelekatan pekerjaan. | The purpose of this research was to find out the effect of work-leisure conflict, work overload, work-family conflict on job embeddedness using perceived supervisor support as the moderating variable. The number of respondents in this research were 81 employees of Bank Mandiri, Fatmawati. Purposive sampling method is used to determine sample of this research. Based on result of the research and data analysis using Moderated Regression Analysis techniques with the help of SPSS software to ran the data, it was revealed that: (1) work-leisure conflict has a negative and significant effect on job embeddedness, (2) work overload has no effect on job embeddedness, (3) work-family conflict has a negative and significant effect on job embeddedness, (4) perceived supervision support did not moderate the negative effect of work-leisure conflict and work-family conflict on job embeddedness (5) perceived supervisor support moderate the negative effect of work overload to job embeddedness. | |
| 20266 | 23312 | D1E014048 | DAYA IKAT AIR, SUSUT MASAK, pH DAN KEEMPUKAN DAGING KAMBING BAGIAN PAHA YANG DIRENDAM BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA (Water Holding Capacity, Cooking Losses, pH and Tenderness of Thigh Goat Meat That Immersed by Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) with Different Time of Immersion) | Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman dan waktu perendaman yang optimal Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap daya ikat air, susut masak, pH dan keempukan daging kambing bagian paha. Materi yang digunakan adalah buah Belimbing Wuluh 1 kg dan daging kambing bagian paha 600 g. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yaitu daging yang direndam 30% larutan Belimbing Wuluh selama 0 menit (R0), 30 menit (R1), 60 menit (R2) dan 90 menit (R3). Setiap perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diukur berupa daya ikat air, susut masak, pH dan keempukan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) menurun secara kuadrater pada pH, meningkat secara linear pada keempukan dan berpengaruh nyata (P<0,05) menurun secara linear pada daya ikat air serta meningkat secara kubik pada susut masak daging. Kesimpulan, lama perendaman Belimbing Wuluh sampai dengan 90 menit dapat menurunkan daya ikat air dan pH serta menaikkan keempukan dan susut masak, perendaman Belimbing Wuluh selama 90 menit menunjukkan waktu yang optimal pada susut masak dan pH, namun belum menunjukkan waktu yang optimal pada daya ikat air dan keempukan. | The purpose of this research were to determine the effect of immersion time and optimal immersion time of Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) on the water holding capacity, cooking losses, pH and tenderness of thigh goat meat. The material used were 1 kg of Belimbing Wuluh and 600 g of thigh goat meat. The method used was experimental method using Randomized Block Design (RBD) with 4 treatments is thigh goat meat which was soaked 30% of Belimbing Wuluh solution for 0 minutes (R0), 30 minutes (R1), 60 minutes (R2) dan 90 minutes (R3). Each treatment is repeated 5 times. The measured variables is water holding capacity, cooking losses, pH and tenderness. The result of variance analysis showed that the treatment had a very significant effect (P<0,01) decreases quadratically in pH, linearly increases in tenderness and had significant effect (P<0,05) linear decreases in water holding capacity and cubic increased in cooking losses of thigh goat meat. The conclusion is, the immersion time of Belimbing Wuluh up to 90 minutes can reduce the water holding capacity and pH and increase cooking losess and tenderness, immersion of Belimbing Wuluh for 90 minutes shows optimal time for cooking losses and pH, but has not shown optimal time for water holding capacity and tenderness. | |
| 20267 | 23313 | E1A014245 | TINDAK PIDANA MEMBUJUK ANAK MELAKUKAN PUTUSAN (STUDI KASUS PADA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI PRABUMULIH NOMOR: 248/PID.SUS/PN.PBM) | Tindak pidana membujuk anak melakukan persetubuhan merupakan kejahatan kesusilaan yang sangat mencemaskan dan mengakibatkan anak rentan menjadi korban kejahatan ini. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah menganalisis unsur-unsur tindak pidana membujuk anak melakukan persetubuhan dan dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan perkara pidana Nomor: 248/Pid.Sus/2017/PN.Pbm di Pengadilan Negeri Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, historis dan analisis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Data sekunder yang telah terkumpul disajikan dalam bentuk teks naratif, serta dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari interpretasi gramatikal, sistematis dan teologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terdakwa terbukti telah membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya. Merujuk hal tersebut, maka perbuatan Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 81 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2014. Hakim dalam menjatuhkan pidana pada putusan Nomor: 248/Pid.Sus/2017/PN.Pbm telah mempertimbangkan dasar mengadili dan dasar memutus sesuai dengan Pasal 50 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Dasar mengadili dalam hal ini Majelis Hakim telah merujuk pada Pasal 84 KUHAP, sedangkan dasar memutus telah berpijak pada syarat-syarat pemidanaan baik berkaitan dengan perbuatannya maupun orangnya dan pertimbangan hakim terhadap alat bukti yang sah sebagaimana diatur di dalam Pasal 184 KUHAP. Pertimbangan hakim juga telah berpijak pada keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 197 ayat (1) huruf (f). Berkaitan dengan hal-hal atau keadaan yang memberatkan Terdakwa, terdapat ketidakjelasan dalam putusan pengadilan ini, yang mana disebutkan bahwa Terdakwa pernah dihukum sebelumnya. Namun demikian, tidak dijelaskan dalam pertimbangan hakim mengenai jenis tindak pidana apa yang sebelumnya dilakukan oleh terdakwa, dan disisi lain putusan pidana 8 (delapan) tahun penjara belum mengakomodisir keadilan bagi korban, meskipun hakim sudah mempertimbangkan hal-hal atau keadaan yang memberatkan dari aspek tindak pidana sebelumnya. | The criminal act persuading upon child to do sex intercourse is a verry worrying decency that brings suffering and harm to children. The problem of this research is the analyze of criminal elements to persuade child to do sexual intercourse concerning Decision Number 248/Pid.Sus/2027/PN.Pbm. The research method used is normative juridical with the method of legislation, historical, and analysis approaches. The type of data used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. Secondary data that has been collected is presented in the form of narrative text, and analyzed using qualitative analysis consisting of grammatical, systematic and theological interpretations. The results showed that the defendant persuaded child to do sexual intercourse with himself. It shows that his actions fulffilled elements on Article 81 Paragraph 2 Act Number 35 of 2014. The judge sentenced punishment toward Decision Number 248/Pid.Sus/2017/PN.Pbm regarding to consideration on adjudicating and deciding related to Article 50 Act Number 48 of 2009 on Judicial Power. The panel of judges refered to Article 84 Criminal Code as primaryy adjudication, moreover for deciding was based on punishment conditions regarding to his actions or the person also toward evidences on Article 184 Criminal Code. Judge consideration also steped on aggravating cand relieving circumstances as written on Article 197 Paragraph 1 Alphabet f. Regarding to aggravating circumstances, there was an unclear explaination on experienced of defendant to be imprisoned. But there was no clear explaination concerning on what crime that was conducted by defendant. In the other hand, the sentenced to 8 years imprison still not accomodating justice toward the victim if the defendant had been imprisoned. | |
| 20268 | 23609 | A1M014077 | Formulasi Roti Bebas Gluten Berbasis Sorgum dengan Penambahan Pati Garut dan Gum Arab | Konsumsi roti masyarakat Indonesia yang cukup tinggi berpengaruh pada jumlah impor terigu. Roti bebas gluten dapat menjadi solusi nntuk menekan jumlah penggunaan terigu di bidang industri pangan. Bahan baku pembuatan roti bebas gluten dapat menggunakan tepung yang diolah dari tanaman serealia seperti tepung sorgum. Adapun penggunaan pati dan gum telah dikaji dapat meningkatkan kualitas roti bebas gluten. Tujuan dari penelitian ini antara lain 1) menentukan proporsi pati garut dan jumlah penambahan gum arab yang optimum dalam pembuatan roti bebas gluten berbasis sorgum; 2) mengetahui sifat fisik dan kimia roti bebas gluten berbasis sorgum dengan penambahan pati garut dan gum arab. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan model Central Composite Design (CCD). Faktor yang diuji meliputi proporsi pati garut (batas bawah 25% dan batas atas 40%) dan jumlah penambahan gum arab (batas bawah 1% dan batas atas 5%). Hasil penelitian menunjukkan formula optimum roti bebas gluten pada penelitian ini pada proporsi pati garut 40% dan jumlah penambahan gum arab 5%. Formula optimum roti bebas gluten pada penelitian in imemiliki karakteristik fisik volume spesifik 342,76 cm3, hardness 338,96 gram, cohesiveness 1,31 serta karakteristik kimia kadar air 49,62%, kadar abu 0,74%, kadar karbohidrat 40,45%, kadar protein 6,22% dan kadar lemak2,97%. | The consumption of bread from the Indonesian community which is quite high influences the number of flour imports. Gluten-free bread can be a solution to reduce the amount of flour used in the food industry. The raw material for making gluten-free bread can use flour processed from cereal plants such as sorghum flour. The use of starch and gum has been studied to improve the quality of gluten-free bread. The objectives of this study include 1) determining the proportion of arrowroot starch and the optimum amount of gum addition in making sorghum-based gluten-free bread; 2) knowing the physical and chemical properties of sorghum-based gluten-free bread by adding arrowroot starch and gum arabic. The experimental design in this study used the Response Surface Methodology (RSM) with the Central Composite Design (CCD) model. The factors tested included the proportion of arrowroot starch (lower limit of 25% and the upper limit of 40%) and the amount of addition of Arabic gum (lower limit of 1% and the upper limit of 5%). The results showed the optimum formula for gluten-free bread in this study in the proportion of 40% arrowroot starch and the addition of 5% Arabic gum. The optimum formula for gluten-free bread in this study has specific volume physical characteristics of 342.76 cm3, hardness of 338.96 grams, cohesiveness 1.31, and chemical characteristics of water content 49.62%, ash content 0.74%, carbohydrate content 40.45%, protein content 6.22% and fat content2.97%. | |
| 20269 | 23315 | C1L014006 | ANALYSIS THE EFFECTIVENESS OF INTERNAL CONTROL SYSTEM: CASE OF NURLAELA EMBROIDERY IN TASIKMALAYA | Penelitian ini berjudul “Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal pada Bordir Nurlaela di Tasikmalaya”. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi dan menganalisa apakah proses pelaksanaan pengendalian internal di perusahaan Bordir Nurlaela sudah memadai dari perspektif COSO (Komite Sponsor Organisasi Komisi Treadeway). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara secara mendalam. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa perusahaan Bordir Nurlaela sudah menerapkan internal control dengan baik namun tidak sesuai dengan COSO sehingga masih ada beberapa kekurangan yang menyebabkan terjadinya kecurangan. Implikasi dari penelitian ini adalah : (1) Hendaknya mengadakan pelatihan terhadap karyawan baru agar setiap karyawan mengerti dengan jelas tanggungjawab dan tugasnya masing-masing. (2) Perusahaan perlu mengadakan seleksi terhadap karyawan baru di bagian produksi agar mendapatkan karyawan terbaik yang dapat melakukan tugas dengan baik (3) Perlu ada tindakan dalam mengurangi resiko karena adanya perubahan sistem informasi dalam kaitanya dengan arus informasi dan pengendalian. (4) Perusahaan perlu mengadakan pemantauan yang berkaitan dengan penilaian keefektifan pengendalian internal yang dilaksanakan secara terus menerus dan mengadakan sistem yang digunakan untuk menilai kinerja masing-masing manajer | This research is entitled Analysis the effectiveness of internal control system : case of Nurlaela Embroidery in Tasikmalaya”. The objective of this research is to identify and analyze whether the implementation process of internal control at Nurlaela Embroidery company has already been adequate from the perspective of COSO (Committee of Sponsoring Organization of Treadeway Commission). The results of the study show that Nurlaela Embroidery company has implemented internal control well but it is not in accordance with COSO so that there are still some deficiencies that cause fraud. The implications of this study are (1) It is recommended to train new employees so that every employee clearly understands their responsibilities and duties. (2) The company needs to make a selection of new employees in the production department in order to get the best employees who can do the task well (3) There needs to be action in reducing risk due to changes in information systems in relation to information flow and control. (4) Companies need to monitor related to continuous internal control effectiveness assessment and establish a system used to assess the performance of each manager. | |
| 20270 | 23319 | G1H014037 | Pengembangan Flakes untuk Penderita Sindrom Metabolik Menggunakan Mocaf Beras Hitam yang Disuplementasi Tepung Kedelai | Latar Belakang: Sindrom metabolik secara signifikan dipengaruhi oleh pola makan tinggi protein dan tinggi serat pangan. Tujuan penelitian ini mendapatkan formula flakes dengan kandungan protein dan serat tinggi serta sifat organoleptik disukai sebagai alternatif makanan penderita sindrom metabolik. Metodologi: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama proporsi mocaf, beras hitam, dan tapioka (P b/b); P1=85:10:5; P2=75:20:5; P3=65:30:5, faktor kedua suplementasi tepung kedelai (K b/b); K1=10%; K2=20%; K3=30%. Parameter yang diamati adalah sifat organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan flavor); sifat kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, karbohidrat by difference); serta sifat fungsional (serat pangan). Data diuji ANOVA, dilanjutkan DMRT 5%. Data sensoris diujikan Uji Friedman, dilanjutkan Uji Banding Ganda, Hasil Penelitian: Perlakuan P berpengaruh nyata pada kadar air, kadar protein, karbohidrat by difference, dan serat pangan. Perlakuan K berpengaruh nyata pada kadar protein, karbohidrat by difference, dan serat pangan. Perlakuan PxK berpengaruh nyata pada kadar air, kadar protein, dan karbohidrat by difference. Kombinasi PK berpengaruh nyata pada semua variabel. Kesimpulan: Hasil formulasi terbaik adalah P3K3 dengan nilai kadar air 10,39 %bb, kadar abu 2,57 %bk, kadar protein 10,10 %bk, kadar lemak total 3,50 %bk, karbohidrat by difference 83,81 %bk, serat pangan total 13,61 %bk, dan energi 407,20 kkal/100g. | Background: Metabolic Syndrome is significally affected by diet with high protein and high dietary fiber. The purpose of this study is to obtain formula flakes with high protein and dietary fiber content and organoleptic properties as nutrients. Methods: This study used a randomized block design (RBD) with 2 factors. The first factor is the comparison of mocaf, black rice and tapioca (P b/b); P1 = 85: 10: 5; P2 = 75: 20: 5; P3 = 65: 30: 5, the second factor is soybean flour supplementation (K b/b); K1 = 10%; K2 = 20%; K3 = 30%. The parameters that can be known are organoleptic properties (color, aroma, texture, and flavor); chemical properties (water content, ash content, protein content, fat content, carbohydrate by difference); and functional properties (dietary fiber). The data will be analyzed with ANOVA and continued with DMRT 5%. Sensory data analyzed with Friedman Test, and post hoc test with Multiple Comparison Analysis. Result: P treatment is evident in water content, protein content, carbohydrates by differences, and dietary fiber. Treatment of K is evident in protein, carbohydrate by difference content, and dietary fiber. PxK treatment is evident in water content, protein content, and carbohydrates by differences. PK combinations have a significant effect on all variables. Conclusion: The best formulation results is P3K3 with water content 10.39% bb, ash content 2.57% bk, protein content 10.10% bk, total fat content 3.50% bk, carbohydrate by difference 83.81% bk, total dietary fiber 13.61%, and energy is 407.20 kcal/100g. | |
| 20271 | 23316 | C2C015049 | Pengaruh Kompetensi, Komitmen Organisasi, Dan Perceived Organizational Support Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Pemediasi (Studi pada PT. Telkoekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk WITEL Purwokerto) | Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh kompetensi, komitmen organisasi, dan perceived organizational support (POS) terhadap kinerja karyawan dengan motivasi sebagai variabel pemediasi. Penelitian ini dilakukan di PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk WITEL Purwokerto. Sebanyak 52 karyawan diminta untuk menilai tingkat POS serta evaluasi diri mengenai kompetensi, komitmen organisasi, motivasi, dan kinerja karyawan melalui kuesioner. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil analisis menunjukan bahwa kompetensi, komitmen organisasi, dan POS tidak hanya berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan namun juga terhadap motivasi dan motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Kemudian, hasil anlisis juga menunjukan bahwa motivasi hanya memediasi pengaruh POS terhadap kinerja karyawan dan tidak memediasi pengaruh kompetensi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Dapat disimpulkan bahwa kompetensi dan komitmen organisasi memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja karyawan sedangkan POS memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kinerja karyawan. | The purpose of this study was to analyze the determination of competence, organizational commitment, and perceived organizational support (POS) on employee performance with motivation as a mediating variable. This research was conducted at PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk WITEL Purwokerto. A total of 52 employees were asked to assess the level of POS as well as self-evaluation of competence, organizational commitment, motivation, and employee performance through a questionnaire. The method of analysis used in this study is Partial Least Square (PLS). The results of the analysis showed that competence, organizational commitment, and POS not only had a significant positive effect on employee performance but also on motivation and motivation had a significant positive effect on employee performance. Then, the results of the analysis also showed that motivation only mediated the influence of POS on employee performance and did not mediate the influence of organizational competence and commitment on employee performance. It can be concluded that competence and organizational commitment had a direct influence on employee performance while POS had an indirect influence on employee performance. | |
| 20272 | 23317 | C1B014096 | PENGARUH CASH RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, RECEIVABLES TURNOVER, NET PROFIT MARGIN, RETURN ON EQUITY, DAN INSTITUTIONAL OWNERSHIP TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cash ratio, DER, recivables turnover, NPM, ROE, dan institutional ownership terhadap dividend payout ratio pada perusahaan manufaktur. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2011 sampai dengan 2016. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga terdapat sampel sebanyak 19 perusahaan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi liniear berganda, uji F, adjusted R square, dan uji t. Dari hasil peneltian diketahui bahwa receivables turnover, return on equity, dan institutional ownership berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio. Sedangkan sisanya, cash ratio, DER, dan NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio pada perusahaan manufaktur tahun 2011-2016. | The purpose of this research is to know the influence of cash ratio, DER, recivable turnover, NPM, ROE, and institutional ownership on dividend payout ratio at manufacturing company. This research was conducted at manufacturing company listed in BEI period 2011 until 2016. The sampling technique used is purposive sampling, which is a sample of 19 companies. Data analysis in this study using classical test, multiple linear regression analysis, F test, adjusted R square, and t test. From the results of the research is known that receivables turnover, return on equity, and institutional ownership have a significant positive effect on dividend payout ratio. While the rest, cash ratio, DER, and NPM did not significantly affect the dividend payout ratio in manufacturing companies in 2011-2016. | |
| 20273 | 23318 | F1K014042 | PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR MENGGUNAKAN METODE PAIR CHECKS DENGAN BERBANTU MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS VII B SMP MUHAMMADIYAH SAWOJAJAR KABUPATEN BREBES | Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur melalui media video menggunakan metode pair checks pada siswa kelas VII B SMP Muhammadiyah Sawojajar Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dilakukan dengan model spiral Kemmis & Mc. Taggart yang terdiri atas beberapa langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Muhammadiyah Sawojajar yang berjumlah 28 siswa terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan, objek dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran menulis teks prosedur dan keterampilan menulis teks prosedur pada siswa kelas VII B SMP Muhammadiyah Sawojajar Kabupaten Brebes dengan menggunakan metode pair checks berbantu media video. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan nontes sedangkan teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 56, serta pada siklus II mencapai 77 hal ini menunjukkan peningkatan nilai keterampilan menulis teks prosedur dari siklus I ke siklus II. Secara rinci nilai rata-rata pada aspek judul pada siklus I adalah 64, sedangkan pada siklus II mencapai 77; pada aspek bagian awal nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 60 dan siklus II 86; pada aspek bagian inti nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 60 sedangkan pada siklus II 90; pada aspek bagian penutup pada siklus I adalah 40, sedangkan pada siklus II 57. Akan tetapi pada aspek bagian penutup siswa masih menunjukan nilai yang rendah pada siklus I dan siklus II hal ini disebabkan siswa masih mengalami kebingungan untuk menuangkan idenya ke dalam tulisan, pada siklus I juga siswa masih mengalami kesulitan untuk pengguaan bahasa baku akan tetapi pada siklus II siswa sudah mulai terbiasa dan lancar untuk menggunakan bahasa baku ke dalam tulisannya. Berdasarkan hasil nontes siswa juga mengalami perubahan perilaku, siswa yang pada siklus I banyak melakukan sikap negatif seperti mencontek, berbicara dengan teman sebangku saat pembelajaran, kurang aktif dalam pembelajaran, pada siklus II mulai menunjukkan sikap yang positif. Sikap itu di antaranya kesiapan siswa menerima pelajaran lebih baik, intensitas berbicara dengan teman berkurang, siswa lebih aktif dalam pembelajaran, serta merespon positif media video dengan metode pair checks. | This classroom action research is aimed to develop the procedure text writing skill through video using pair checks method on grade VII B Muhammadiyah Sawojajar Junior Highschool of Brebes district. This type of method is a classroom action research which applies the spiral model by Kemmis & Mc. Taggart. This model consists of several ways, they are planning, action implementation, observation, and reflection. The subject of this research is class VII B Muhammadiyah Sawojajar Junior Highschool which consists of 28 students, 8 students are male and the other 20 are female. This research involves 2 cycles, each cycle is conducted twice. The object of this research is the teaching process of procedure text writing and class VII B Muhammadiyah Sawojajar Junior Highschool of Brebes district procedure text writing skill using pair checks method assisted with video media. The technique of data collection is using the test and non-test, meanwhile the technique of data analysis is using the quantitative and qualitative techniques. The result of this research shows the average number of the first cycle is 56, and the second cycle is up to 77 which shows the increasing amount of procedure text writing skill from the first to the second cycle. Specifically, the average value of the title aspect from the first cycle is 64, meanwhile the next cycle rises to 77; on the opening aspect the students’ average value of the first cycle is 60 and the next cycle is 86; on the main aspect the students’ average value is 60, while the second cycle is 90; on the closing aspect is 40, and the next cycle is 57. However, on the closing aspect the students show low rate in the first and the second cycles which is caused by the students are still confused to pour their ideas into writing, in the first cycle the students still difficult to use the standard language, yet in the second cycle the students are used to the appliance of the standard language in their writings. According to the notes, students are experiencing changing behavior, the students which shows negative attitude like cheating, talking to the seatmate during class, less active in class, in the second cycle are starting to show positive attitude. One of those attitudes including the students’ readiness to receive the lessons better, the talking with intensity is decreasing, the students become more active in class, and respond the video media with the pair checks method positively. | |
| 20274 | 25634 | A1F015011 | Strategi Perbaikan Ayam Cap Jago Purwokerto berdasarkan Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Konsumen | UKM Abon Cap Jago merupakan UKM di Purwokerto yang memproduksi abon ayam. UKM ini memiliki potensi untuk dikembangkan karena permintaan produknya terus meningkat. Namun seiring dengan peningkatan tersebut, UKM ini semakin banyak mendapatkan pesaing. Untuk dapat memenangkan persaingan maka perlu dilakukan analisis tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen menggunakan marketing mix (bauran pemasaran) untuk mengetahui kelebihan serta kelemahan produk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan prioritas atribut yang harus diperbaiki dari produk abon ayam Cap Jago berdasarkan tingkat kesesuaian dan importance performance analysis; 2) menghasilkan rekomendasi strategi pengembangan produk abon ayam Cap Jago; dan 3) menganalisis indeks kepuasan konsumen terhadap produk abon ayam Cap Jago. Analisis data yang digunakan yaitu Uji Validitas dan Reliabilitas, Uji Tingkat Kesesuaian, Importance Performance Analysis (IPA), serta Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 5 atribut yang menjadi prioritas perbaikan yaitu pemberian diskon untuk pembelian jumlah banyak, kemudahan membuka kemasan plastik biasa, kesesuaian harga produk abon ayam standing pouch 250 gram (Rp. 42.000), umur simpan produk abon ayam dan tekstur abon ayam. Nilai CSI yang didapatkan yaitu sebesar 73,86% yang menunjukkan bahwa indeks kepuasan pelanggan termasuk kedalam kriteria “puas”. | UKM Abon Cap Jago is an UKM in Purwokerto that produces shredded chicken. This UKM has the potiential to be developed because the demand for its product continues to increase. But along with this increase, these UKM gets many competitors. To be able to win the competition, it is necessary to analyze the level of importance and customer satisfaction using marketing mix to find out the strengths and weaknesses of the product. Therefore, this study aims to: 1) determine the priority of attributes that must be improved from Cap Jago shredded chicken based on the level of conformity and importance performance analysis; 2) produce recommendations for the product development strategy of Cap Jago shredded chicken; 3) analyze the customer satisfaction index of Cap Jago shredded chicken. The study consisted of the preparation, trial and distribution of questionnaires; determination of improvement strategies based on level of conformity and IPA; and CSI analysis. The results showed that there were 5 attributes that were prioritized for improvement, that is giving discounts for purchasing large quantities, ease of opening the plastic packaging, conformity of shredded chicken with standing pouch 250 gram (Rp. 42,000), shelf life of shredded chicken products and the texture of shredded chicken. The CSI value obtained is 73.86% which indicates that the customer satisfaction index is included in the criteria of "satisfied. | |
| 20275 | 25705 | D1A015137 | PENAMBAHAN SUSU SKIM BUBUK, KARAGINAN DAN WHEY PROTEIN CONCENTRATED TERHADAP SINERESIS, DAYA IKAT AIR DAN WHEY BEBAS YOGURT RENDAH LEMAK | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan susu skim bubuk, karaginan dan WPC pada yogurt rendah lemak terhadap sineresis, daya ikat air dan whey bebas. Materi yang digunakan yaitu susu rendah lemak komersial 12 liter, susu skim rekonstitusi 1 liter, 1 sachet starter bubuk, susu skim bubuk 300 gram, karaginan 60 gram dan WPC 300 gram. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu T0 : yogurt rendah lemak tanpa penambahan bahan pengental, T1 : yogurt rendah lemak + susu skim bubuk 10%, T2 : yogurt rendah lemak + karaginan 2% dan T3 : yogurt rendah lemak + WPC 10%. Variabel yang diukur adalah sineresis, daya ikat air dan whey bebas. Data dianalisis menggunakan perhitungan Analisis Variansi, jika hasilnya berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susu skim bubuk, karaginan dan WPC berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap sineresis, daya ikat air dan whey bebas yogurt rendah lemak. Penambahan susu skim bubuk pada yogurt rendah lemak menghasilkan sineresis terendah yaitu 42,34%. Daya ikat air tertinggi (57,14%) yogurt rendah lemak terdapat pada penambahan susu skim bubuk. Hasil terendah whey bebas (2,95%) yogurt rendah lemak terdapat pada penambahan karaginan. Kesimpulannya adalah penambahan bahan pengental pada yogurt rendah lemak dapat menurunkan terjadinya sineresis, meningkatkan daya ikat air dan mengurangi terpisahnya cairan whey keluar dari gel. | The purpose of this researche was to determine the effect of the addition of skimmed milk powder, carrageenan and WPC on low-fat yogurt to syneresis, water holding capacity and free whey. The materials used were 12 liters of commercial low-fat milk, 1 liter of reconstituted skim milk, 1 powder starter sachet, 300 grams of skimmed milk powder, 60 grams of carrageenan and 300 grams of WPC. The study used an experimental method with a completely randomized design 4 treatments and repeat 6 times. The treatment is T0: low-fat yogurt without the addition of thickener, T1: low-fat yogurt + 10% skimmed milk powder, T2: low-fat yogurt + carrageenan 2% and T3: low-fat yogurt + WPC 10%. The variables measured are syneresis, water holding capacity and free whey. The researche were analyzed using Variance Analysis calculations, if the results were significantly different then further tests were carried out using the Completely Randomized Design (CRD). The results showed that the addition of skimmed milk powder, carrageenan and WPC had a very significant effect (P <0.01) on syneresis, water holding capacity and low fat free whey yogurt. The addition of skimmed milk powder in low-fat yogurt produced the lowest syneresis of 42.34%. The highest water binding capacity (57.14%) in low-fat yogurt is found in the addition of skim milk powder. The lowest yield of free whey (2.95%) in low-fat yogurt is found in the addition of carrageenan. The conclusion is that the addition of thickener in low-fat yogurt can reduce the occurrence of syneresis, increase the water holding capacity and reduce the separation of whey liquid out of the gel. | |
| 20276 | 25635 | G1G014043 | PERBANDINGAN STRUKTUR PERMUKAAN DAN PENURUNAN KEKUATAN TARIK PADA ELASTIK ORTODONTI LATEKS ¼ INCI 4,5 OZ YANG DIALIRI SALIVA BUATAN DENGAN pH 4,5; 6,5; DAN 8,5 (Kajian In Vitro) | Elastik ortodonti merupakan komponen penunjang yang digunakan dalam perawatan ortodonti cekat untuk pergerakan gigi. Elastik ortodonti tersedia dalam berbagai diameter dan ketebalan yang akan mempengaruhi besar gaya. Elastik ortodonti ukuran ¼ inci merupakan elastik yang paling ideal untuk intermaksila. Kekuatan tarik elastik ortodonti akan berkurang sejalan dengan waktu, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah peningkatan pH saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan struktur permukaan dan penurunan kekuatan tarik pada elastik ortodonti lateks ¼ inci 4,5 oz yang dialiri saliva buatan dengan pH 4,5; 6,5; dan 8,5. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris murni berupa pre test-post test control group design yang terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok I elastik ortodonti lateks yang dialiri saliva buatan pH 4,5, kelompok II elastik ortodonti lateks yang dialiri saliva buatan pH 6,5, kelompok III elastik ortodonti lateks yang dialiri saliva buatan pH 8,5. Pengujian dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscopic dan Force Gauge. Hasil penurunan kekuatan tarik yang diperoleh kemudian diuji dengan uji One-way ANOVA diperoleh perbedaan bermakna (p<0,05). Hasil uji Post Hoc menunjukkan perbedaan bermakna (p≤0,05) antara kelompok I dengan kelompok II, kelompok I dengan kelompok III, dan kelompok II dengan kelompok III. Hasil uji SEM menunjukkan degradasi perumkaan yang semakin banyak seiring peningkatan pH. Simpulan dari penelitian ini adalah elastik ortodonti lateks yang dialiri saliva buatan pH 4,5 memiliki penurunan kekuatan tarik paling rendah dan degradasi permukaan yang paling sedikit serta elastik ortodonti lateks yang dialiri saliva buatan pH 8,5 memiliki penurunan kekuatan tarik paling tinggi dan degradasi permukaan yang paling banyak. | The orthodontic elastic is one of the supporting component used in fixed orthodontic treatment for tooth movement by applying forces. Orthodontic elastic available in many different sizes of diameter and thickness to supply orthodontic force. Orthodontic elastic ¼ inch is an ideal material for intermaxillary. The tensile strength of orthodontic elastic was influenced by pH levels. The purposed of this study was to determine the comparison of superficial morphology and force decay of elastics orthodontic latex ¼ inch 4,5 oz in flowed artificial saliva with pH 4,5; 6,5; and 8,5. The study employed a true laboratory experimental research control group design with pre test-post tests were divided into 3 groups. Group I orthodontic latex flowed artificial saliva with pH 4,5, group II orthodontic latex flowed artificial saliva with pH 6,5, and group III orthodontic latex flowed artificial saliva with pH 8,5. The tensile strength were calculated in formulas, then analyses with One-way ANOVA test with significant difference (p <0,05). The results of Post Hoc test showed a significant difference (p <0.05) between group I and group II, group I with group III, and group II with group III. The SEM test results showed more superficial degradation indicated by increases salivary pH level. Conclusions of this research are the lowest force decay and superficial degradation is orthodontic latex flowed artificial saliva with pH 4,5 and the highest force decay and superficial degradation orthodontic latex flowed artificial saliva with pH 8.5 showed the highest force decay. | |
| 20277 | 23295 | C1M014045 | PENGARUH PENDAPATAN ORANG TUA, WAKTU BELAJAR DAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA SMA NEGERI 5 PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada siswa di SMA Negeri 5 Purwokerto. Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Pendapatan Orang Tua, Waktu Belajar dan Keikutsertaan dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa SMA Negeri 5 Purwokerto”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan orang tua, waktu belajar dan keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar ekonomi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 5 Purwokerto yang mengambil mata pelajaran ekonomi. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 212 responden. Penentuan responden yang digunakan adalah purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Pendapatan orang tua berpengaruh positif terhadap prestasi belajar ekonomi, (2) Waktu belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar ekonomi, (3) Keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler berpengaruh positif terhadap prestasi belajar ekonomi. Implikasi dari kesimpulan diatas dalam upaya meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa adalah pihak sekolah dapat memberikan bantuan kepada siswa yang memiliki masalah biaya sekolah, misalnya memberikan keringanan biaya sekolah kepada siswa yang kurang mampu. Upaya yang dapat dilakukan siswa dalam meningkatkan prestasi belajar dari segi waktu belajar adalah dengan cara memanfaatkan waktu dan meningkatkan kemampuan dalam mengatur atau mengelola penggunaan waktu sebaik mungkin untuk belajar, sedangkan dari segi keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang terdapat di sekolah dan menerapkan pengalaman-pengalaman serta manfaat positif yang diperolehnya selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam hal pembelajaran. | This research is a descriptive study for students in SMA Negeri 5 Purwokerto. This research is entitled: "The Influence of Parent's Revenue, Learning Time and Participation in Extracurricular Activities Against the Economic Learning Achievement of Students of SMA Negeri 5 Purwokerto". The aim of the study was to determine the effect of parent income, study time and participation in extracurricular activities on economic learning achievement. The population in this study were students of Purwokerto State High School 5 who took economic subjects. The number of respondents taken in this study was 212 respondents. Determination of respondents used was purposive sampling. The analytical tool used is multiple regression analysis. Based on the results of research and data analysis showed that: (1) parents' income had a positive effect on economic learning achievement, (2) learning time had a positive effect on economic learning achievement, (3) participation in extracurricular activities had a positive effect on economic learning achievement. The implication of the above conclusions in an effort to improve students' economic learning achievement is that the school can provide assistance to students who have problems with school fees, for example giving tuition waivers to disadvantaged students. Efforts that can be made by students in improving learning achievement in terms of learning time is by utilizing time and improving the ability to organize or manage the best use of time for learning, while in terms of participation in extracurricular activities is to take extracurricular activities in schools and apply the experiences and positive benefits gained during participating in extracurricular activities to be applied in everyday life including learning. | |
| 20278 | 23321 | A1C114038 | Analisis Profitabilitas Olahan Keripik Buah pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri di Banjarnegara, Jawa Tengah | Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri merupakan usaha rumahan olahan keripik buah salak, keripik pisang, dan keripik nangka di Kabupaten Banjarnegara. KUB memiliki tenaga kerja sembilan orang dengan keuntungan rata-rata tujuh juta rupiah. Dengan keuntungan yang dimiliki, KUB masih menjalankan usahanya secara kontinyu dan berkembang. Berbeda dengan UMKM serupa di Kabupaten Banjarnegara yang sudah semakin sedikit dan berhenti produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya profitabilitas dari masing-masing jenis keripik buah yang diproduksi oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri, 2) Menganalisis perbandingan tingkat profitabilitas dari ketiga produk keripik buah pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri, 3) Menganalisis profitabilitasnya apabila terjadi kenaikan harga bahan baku dan biaya-biaya produksi penunjang lainnya pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri. Penelitian dilaksanakan di KUB Woyo Aji Mandiri Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus. Pengambilan data dilakukan 24 Maret sampai 22 April 2018. Analisis yang dilakukan yaitu analisis Break Even Point (BEP) meliputi BEP unit, penerimaan, dan harga, analisis profitabilitas meliputi profit margin, Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), contribution margin, dan basic earning power, dan analisis sensitivitas. Hasil analisis BEP menunjukkan BEP tertinggi unit produksi adalah keripik salak, BEP penerimaan adalah keripik salak, dan BEP harga adalah keripik nangka. Analisis profitabilitas menunjukkan keripik nangka memiliki nilai profitabilitas lebih tinggi daripada keripik salak dan keripik pisang yaitu profit margin 45,0%, contribution margin 49,6%, Return on Assets (ROA) 7,0%, Return on Equity (ROE) 11,5%, dan basic earning power 7,1%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan kenaikan harga bahan baku 10% pada ketiga produk masih memiliki nilai profitabilitas tinggi, dan kenaikan harga bahan baku maksimal keripik salak adalah 80%, keripik pisang 55%, dan keripik nangka 100%. Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri merupakan usaha rumahan olahan keripik buah salak, keripik pisang, dan keripik nangka di Kabupaten Banjarnegara. KUB memiliki tenaga kerja sembilan orang dengan keuntungan rata-rata tujuh juta rupiah. Dengan keuntungan yang dimiliki, KUB masih menjalankan usahanya secara kontinyu dan berkembang. Berbeda dengan UMKM serupa di Kabupaten Banjarnegara yang sudah semakin sedikit dan berhenti produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya profitabilitas dari masing-masing jenis keripik buah yang diproduksi oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri, 2) Menganalisis perbandingan tingkat profitabilitas dari ketiga produk keripik buah pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri, 3) Menganalisis profitabilitasnya apabila terjadi kenaikan harga bahan baku dan biaya-biaya produksi penunjang lainnya pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Woyo Aji Mandiri. Penelitian dilaksanakan di KUB Woyo Aji Mandiri Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus. Pengambilan data dilakukan 24 Maret sampai 22 April 2018. Analisis yang dilakukan yaitu analisis Break Even Point (BEP) meliputi BEP unit, penerimaan, dan harga, analisis profitabilitas meliputi profit margin, Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), contribution margin, dan basic earning power, dan analisis sensitivitas. Hasil analisis BEP menunjukkan BEP tertinggi unit produksi adalah keripik salak, BEP penerimaan adalah keripik salak, dan BEP harga adalah keripik nangka. Analisis profitabilitas menunjukkan keripik nangka memiliki nilai profitabilitas lebih tinggi daripada keripik salak dan keripik pisang yaitu profit margin 45,0%, contribution margin 49,6%, Return on Assets (ROA) 7,0%, Return on Equity (ROE) 11,5%, dan basic earning power 7,1%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan kenaikan harga bahan baku 10% pada ketiga produk masih memiliki nilai profitabilitas tinggi, dan kenaikan harga bahan baku maksimal keripik salak adalah 80%, keripik pisang 55%, dan keripik nangka 100%. | Business Cooperating Group (KUB) Woyo Aji Mandiri is a home-based business producing snakefruit chips, banana chips, and jackfruit chips in Banjarnegara District. The group has nine people labour with a monthly average profit of seven million rupiahs. With its advantages, the group still runs its business continuously and growing. Unlike other Small and Medium Enterprises in Banjarnegara District which now defunct and stop production. The study aims to: 1) know the profitability of each type of fruit chips produced by Business Cooperating Group (KUB) Woyo Aji Mandiri, 2) analyze the comparison of profitability level of the three products of fruit chips at Business Cooperating Group (KUB) Woyo Aji Mandiri, 3) analyze its profitability when there is an increase in raw material prices and other supporting production costs in the Business Cooperating Group (KUB) Woyo Aji Mandiri. The study was conducted at KUB Woyo Aji Mandiri Kabupaten Banjarnegara, Central Java. The method used in this research is the case study. Data analysis was conducted from March 24 to April 22, 2018. Analysis of Break Even Point analysis (BEP) includes unit BEP, revenue, and price, profitability analysis including profit margin, Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), contribution margin, basic earning power, as well as sensitivity analysis. The result of BEP analysis shows the highest BEP of production unit is snakefruit chips, the highest BEP of revenue is snakefruit chips, and the highest BEP of price is jackfruit chips. The profitability analysis shows that jackfruit chips have higher profitability values than both banana chips and jackfruit chips. The profit margin is 45,0%, contribution margin 49,6%, Return on Assets (ROA) 7,0%, Return on Equity (ROE) 11,5%, and basic earning power 7,1%. The result of sensitivity analysis shows that 10% of raw material price increase in the three products still have high profitability values, and the maximum price of raw material of snakefruit chips are 80%, 55% banana chips, and 100% jackfruit chips. | |
| 20279 | 23322 | C1A014006 | SUMBANGAN SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2001-2015 | Pemerintah memiliki wewenang untuk mengatur sumber keuangannya sendiri dimana keuangan tersebut sebagai sumber pembangunan daerah. Salah satu sumber keuangan yang diatur oleh pemerintah yaitu pendapatan sektor pariwisata. Sektor pariwisata sangat berpotensial untuk dikembangkan dan dapat membantu dalam proses pembangunan daerah. Pariwisata di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang baik salah satunya pariwisata di Kabupaten Magelang. Kabupaten Magelang memiliki daya tarik wisata berupa wisata budaya, wisata alam, wisata seni dan kriya, dan wisata buatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel jumlah obyek wisata, jumlah pengunjung, jumlah hotel, jumlah restoran, dan jumlah biro perjalanan wisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Magelang. dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh dominan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Magelang. Penelitian dilakukan di Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang dengan menggunakan tahun 2001-2015 yang meliputi variabel Pendapatan Asli Daerah, jumlah obyek wisata, jumlah pengunjung, jumlah hotel, jumlah restoran dan jumlah biro wisata. Model analisis data yang digunakan adalah metode analisi regresi berganda, uji statistik dan uji asumsi klasik. Hasil uji T menunjukkan bahwa variabel jumlah biro wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Magelang. Sedangkan, variabel jumlah obyek wisata, jumlah pengunjung, jumlah hotel, jumlah restoran tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Magelang. Hasil dari uji F variabel semua variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap PAD Kabupaten Magelang. Dan variabel jumlah biro wisata memiliki pengaruh paling dominan terhadap PAD Kabupaten Magelang. Pemerintah daerah bisa lebih memberikan perhatin terhadap sektor pariwisata dan pendukungnya agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal baik bagi masyarakat sekitar maupun untuk PAD. | The government has an authority to regulate their own financial resources which is the finance is a sources of regional development. One of the financial resources regulated by the government is the income of the tourism sector. The tourism sector is very potential to be developed and it can be very supported in the regional development process. Tourism in Indonesia from year to year has experiencing good development, including tourism in Magelang Regency. Magelang Regency has some of tourist attractions, i.e cultural tourism, natural tourism, traditional art and craft tourism, and artificial tourism. The purpose of this study was to determine the effect of variable number of tourism objects, number of visitors, number of hotels, number of restaurants, and number of travel agents to Magelang Regency's Local Revenue. and to find out the variables that have the most dominant influence on Magelang Regency's Local Revenue. The study was conducted at the Department of Youth and Sports Tourism of Magelang District by using data from 2001-2015 which included variables of Regional Original Revenue, number of tourism objects, number of visitors, number of hotels, number of restaurants and number of travel agents. The data analysis model used is multiple regression analysis methods, statistical tests and classical assumption tests. The results of the T test show that the number of tour agents have a significant influence on the Magelang Regency Original Regional Revenue. Whereas, the number of tourism objects, the variable number of visitors, the number of hotels, the number of restaurants did not have a significant effect on the Local Revenue of Magelang Regency. The results of the F test of the variables of all independent variables together have a significant influence on the PAD of Magelang Regency. And the number of tour agents has the most dominant influence on PAD in Magelang Regency. The local government can give more attention to the tourism sector and its supporters so that they can contribute maximally to both the surrounding community and PAD. | |
| 20280 | 23320 | H1A014030 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI PROTEIN HIDROLISAT DARI SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA YANG DIHIDROLISIS MENGGUNAKAN BROMELIN DARI BATANG NANAS MADU (Ananas comosus L.) | Peptida bioaktif adalah fragmen protein spesifik yang bermanfaat bagi fungsi tubuh manusia dan dapat diperoleh melalui proses hidrolisis enzimatik. Salah satu sifat dari peptida bioaktif yaitu sebagai antibakteri. Peptida bioaktif dapat diperoleh dengan menghidrolisis protein secara enzimatis menggunakan enzim bromelin dari batang nanas madu. Potensi susu kambing etawa sebagai sumber peptida bioaktif masih belum banyak dilaporkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari protein hidrolisat yang dihidrolisis menggunakan enzim bromelin dari batang nanas madu terhadap bakteri gram negatif Escherichia coli dan bakteri gram positif Staphylococcus aureus. Langkah awal untuk mendapatkan peptida bioaktif adalah ektraksi dan karakterisasi enzim bromelin. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa suhu optimum 55 °C, pH optimum 7, KM = 8286,08 ppm dan Vmaks = 1,77 U/mL bagi aktivitas enzim bromelin dari batang nanas madu. Hasil pengujian pengaruh EDTA dan ion logam menunjukkan bahwa EDTA, Cu²⁺, Zn²⁺, Ni²⁺,dan Hg²⁺ bertindak sebagai inhibitor, sedangkan Ca²⁺, Mg²⁺, Na⁺ dan Co²⁺ bertindak sebagai aktivator bagi enzim bromelin dari batang nanas madu. Whey dan kasein dihidrolisis pada variasi waktu 0, 15, 30, 45, 60, 75 dan 90 menit dengan menggunakan enzim bromelin yang diisolasi dari batang nanas madu pada pH dan suhu optimum. Fraksi protein hidrolisat ditentukan derajat hidrolisisnya. Metode pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol, sedangkan kontrol negatif menggunakan akuades steril. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap peptida hasil hidrolisis kasein dan whey dengan konsentrasi 1000 ppm dari susu kambing etawa menunjukkan bahwa waktu hidrolisis 45 menit memiliki aktivitas penghambatan paling tinggi untuk bakteri Escherichia coli. Waktu hidrolisis 75 menit menunjukkan aktivitas penghambatan paling tinggi peptida hasil hidrolisis kasein dengan konsentrasi 1000 ppm dan waktu hidrolisis 60 menit memiliki aktivitas penghambatan paling tinggi dengan konsentrasi 1000 ppm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri paling tinggi ditentukan nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM). Nilai KHTM peptida hasil hidrolisis kasein dan whey dengan waktu hidrolisis 45 menit adalah 10 ppm dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 1,05 mm. Nilai KHTM peptida hasil hidrolisis kasein dengan waktu hidrolisis 75 menit dan whey 60 menit adalah 15 ppm dengan diameter zona hambat masing-masing sebesar 0,05 mm dan 0,06 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. | Bioactive peptides are specific protein fragments derived from hydrolysis that has positive effect on human health. Bioactive peptides was obtained through bromelain hydrolysis from the stem pineapple. Potency of etawa goat milk as source of bioactive peptides have not been widely explored. The aims of this study was to know bioactivity as antibacteria of peptide fraction hydrolysing using bromelain from the stem pineapple against gram-negative and gram-positive bacteria that is Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Before the antibacterial assay, bromelain from stem pineapple was extracted and characterized. Characterization indicated showed that that bromelain has an optimum temperature at 55 °C, optimum pH of 7, KM = 8286,08 ppm and Vmax = 1,77 U/mL. Enzyme activity increased with the addition of metal ions Ca²⁺, Mg²⁺, Na⁺ dan Co²⁺. This enzyme is inhibited by EDTA, Cu²⁺, Zn²⁺, Ni²⁺ dan Hg²⁺. Whey and casein from etawa goat milk are hydrolyzed to variation time 0, 15, 30, 45, 60, 75 and 90 minutes by using an enzyme bromelain at optimum pH and temperature. The hydrolyzed protein is then determined the degree of hydrolysis. Antibacterial effect tested using agar diffusion technique. The positive control is chloramphenicol, meanwhile the negative control is distilled water. Assay of antibacterial activity of hydrolisat proteins from casein and whey at 1000 ppm showed that 45 minutes hydrolysis time had the highest antibacterial activity toward Escherichia coli. The hydrolysis time of 75 minutes showed the highest antibacterial activity of peptides resulting from casein hydrolysing with concentration 1000 ppm and 60 minutes hydrolysis time has the highest antibacterial activity with 1000 ppm concentration of Staphylococcus aureus. The highest antibacterial activity is determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Value MIC from casein and whey hydrolysing with 45 minutes is 10 ppm with clear zone obtained each 1.05 mm toward Escherichia coli, meanwhile casein 75 minutes and whey 60 minutes hydrolysing time is 15 ppm with clear zone obtained each 0.05 mm and 0.06 mm toward Staphylococcus aureus. |