Artikelilmiahs

Menampilkan 20.221-20.240 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2022123280F1G014047Analisis Tematik Novel Trilogi Soekram Karya Sapardi Djoko DamonoABSTRAK

Novel Trilogi Soekram merupakan salah satu novel karya Sapardi Djoko Damono yang menceritakan tentang kegusaran seorang tokoh bernama Soekram yang ditinggal mati oleh pengarangnya sebelum ia menyelesaikan ceritanya. Terdiri dari tiga bab pembahasan yaitu, “Pengarang Telah Mati”, “Pengarang Belum Mati”, dan “Pengarang Tidak Pernah Mati”. Memiliki relasi antar unsur pembangun struktur yang unik meliputi tokoh, latar dan alur. Diceritakan bahwa tokoh Soekram memiliki kemampuan melintasi jagad fiksionalitasnya serta berada dalam beberapa semesta yang berbeda dalam setiap pembabakan, hal tersebut erat kaitannya dengan kajian metafiksi dan teori dunia paralel.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dan pendekatan strukturalisme. Dengan fokus analisis lima tingkatan tema menurut Shipley yaitu, tema fisik, tema organik, tema sosial, tema individu, dan tema ketuhanan. Peneliti berusaha untuk menggali relasi antar unsur pembangun struktur novel dan tingkatan tema yang terkandung dalam novel.
Hasil penelitian ini menunjukan dalam novel Trilogi Soekram memiliki relasi antar unsur pembangun struktur yang unik serta memiliki kelima unsur tingkatan tema Shipley. Tingkatan tema yang mendominasi dalam novel ini adalah ketuhanan dan individu. Berkaitan dengan pencarian jati diri, eksistensi, serta relasi tokoh dan pengarang yang dianalogikan kepada relasi manusia dan Tuhan menggunakan beberapa kajian teologis serta kesadaran kosmos. Novel Trilogi Soekram ini memberi ruang refleksi tentang problematika eksistensi manusia.
ABSTRACT

The novel of Trilogi Soekram is the one of the novels by Sapardi Djoko Damono which tells about the anger of a character named Soekram whose author died before he finished his story. Consists of three chapters of discussion, namely, “Pengarang Telah Mati”, “Pengarang Belum Mati”, and “Pengarang Tidak Pernah Mati.”. Having a relationship between the building elements of a unique structure includes characters, backgrounds, and grooves. It is told that the character of Soekram has the ability to cross the universe of fictionality and is in several different universes in every abolition, it is closely related to the study of metaphysics and parallel world theory.
This research uses descriptive analysis research method and structuralism approach. With a focus on analysis of five levels of themes according to Shipley namely, physical themes, organic themes, social themes, individual themes, and divine themes. Researchers try to explore the relationships between the building elements of the novel structure and the level of the themes contained in the novel.
The results of this study indicate that the Trilogi Soekram has a relationship between unique structural building elements and has five elements of the Shipley theme level. The dominating theme level in this novel is divinity and individual. In connection with the search for identity, existence, and relationships between characters and authors, which is analogous to human and god relations using several theological studies and cosmic awareness. This novel Trilogi Soekram provides a space for reflection on the problems of human existence.
2022223270A1L014146PERENDAMAN BENIH MENGGUNAKAN METABOLIT SEKUNDER Trichoderma harzianum UNTUK MENEKAN PENYAKIT VIRUS PADA TANAMAN CABAI VARIETAS NAPOLITrichoderma harzianum merupakan agensia hayati yang telah banyak digunakan sebagai upaya pengendalian patogen tanaman karena memproduksi metabolit sekunder. T. harzianum mampu mengendalikan berbagai patogen tanaman termasuk virus pada tanaman cabai. Beragam cara dapat dilakukan sebagai metode aplikasi metabolit sekunder T. harzianum, salah satunya melalui perendaman benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe terhadap penyakit disebabkan virus dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman cabai melalui perendaman benih.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Lahan percobaan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2018. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol (perendaman benih dalam air steril selama 30 menit), perendaman dalam metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe selama 30, 60, dan 90 menit. Variabel yang diamati meliputi kejadian penyakit, intensitas penyakit, analisis senyawa fenol (saponin, tanin, dan glikosida) secara kualitatif, tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot tanaman segar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih cabai menggunakan metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe menurunkan kejadian penyakit sebesar 12,5-25,62% dibandingkan kontrol, menekan intensitas penyakit sebesar 13,49-36,56% dibandingkan dengan kontrol. Perendaman selama 60 dan 90 menit juga mampu memberikan peningkatan senyawa fenol paling tinggi dibanding perlakuan lain. Aplikasi perendaman benih cabai dalam metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot tanaman segar berturut-turut sebesar 31,23; 59,69, dan 63,22%.
Trichoderma harzianum is a biological agent commonly used as plant pathogen control because of T. harzianum secondary metabolites ability to control various plant pathogen. T. harzianum is able to control various pathogents included viruses in Chilli. Several methods of T. harzianum secondary metabolite application could be done, one of them is seed immersion. This research aims to study potential of T. harzianum ginger isolates secondary metabolite toward viral diseases and its effects on growth Chilli using seed immersion.
The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and Experimental Field, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from January up to June 2018. Randomized Block Design arranged by non-factorial with 4 treatments and 6 replications was used. The treatment consisted of control (seed immersion in sterile water for 30 minutes), immersion in T. harzianum ginger isolates secondary metabolite for 30, 60, and 90 minutes. Variables observed were disease incidence, disease intensity, qualitative analysis of phenol (saponins, tannins, and glycosides) compound qualitatively, crop height, number of leaves, and crop fresh weight.
Result of the research showed that the treatments of seed immersion in T. harzianum ginger isolate secondary metabolites could decrease disease incidence and disease intencity respectively in between 12.5-25.62 and 13.49-36.56 % compared to control. Seed immersion for 60 and 90 minutes could increase phenolic compounds compare the other treatments. Seed immersion application in secondary metabolite could increase crop height, number of leaves, and crop fresh weight as 31.23-59.69 and 63.22 % respectively.
2022323281E1A012129TINDAK PIDANA MELAKUKAN PERCOBAAN MEMBAWA WARGA NEGARA INDONESIA DENGAN MAKSUD UNTUK DIEKSPLOITASI DI LUAR WILAYAH REPUBLIK INDONESIA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Wonosobo Nomor 179/Pid.B/2012/PN.Wnsb)Abstrak
Perdagangan orang mengandung makna dasar bahwa orang yang diperdagangkan tidak mengetahui jika dirinya akan diperdagangkan. Perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan dalam masyarakat karena tidak sejalan dengan program pemerintah dalam upaya terpadu dan menyeluruh terhadap pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, bertentangan dengan harkat dan martabat manusia dan melanggar hak asasi. Seperti yang terdapat dalam Putusan Pengadilan Negeri Wonosobo Nomor 179/Pid.B/2012/PN.Wnsb, yang penulis teliti. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui penerapan unsur-unsur dalam Tindak Pidana Melakukan Percobaan Membawa Warga Negara Indonesia Dengan Maksud Untuk Dieksploitasi Di Luar Wilayah Republik Indonesia dalam Putusan Pengadilan Negeri Wonosobo Nomor 179/Pid.B/2012/PN.Wnsb dan Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Wonosobo Nomor 179/Pid.B/2012/PN.Wnsb.
Metode yang penulis gunakan adalah yuridis normatif yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidh-kaidah atau norma-norma dalam mhukum positif dengan spesifikasi pembahasan deskritif analisis yang memusatkan perhatian kepada suatu masalah yang kemudian dilah dan dianalisisi untuk diambil kesimpulan.
Telah dipertimbangkan dan dibuktikan oleh Majelis Hakim unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan oleh Penuntut Umum. Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur Pasal 10 Jo. Pasal 4 Undang-undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Melakukan percobaan membawa Warga Negara Indonesia ke luar wilayah Negara Republik Indonesia dengan maksud untuk diekploitasi di luar wilayah Negara Republik Indonesia”. Majelis Hakim Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan denda sebesar Rp 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan. Menetapkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Abstract
Trafficking in persons contains the basic meaning that the person being trafficked does not know if he will be traded. The defendant's actions caused unrest in the community because they were not in line with the government program in an integrated and comprehensive effort to eradicate the crime of trafficking in persons, contrary to human dignity and dignity and violating human rights. As stated in the Wonosobo District Court Decision Number 179 / Pid.B / 2012 / PN.Wnsb, which the author has examined. This study aims to determine the application of elements in the Criminal Act Experiment Bringing Indonesian Citizens with the Purpose to be Exploited Outside the Territory of the Republic of Indonesia in the Wonosobo District Court Decision Number 179 / Pid.B / 2012 / PN.Wnsb and to find out the basis of judges' considerations in imposing a criminal sentence on the defendant in the Wonosobo District Court Decision Number 179 / Pid.B / 2012 / PN.Wnsb.
The method that I use is normative juridical which is focused on studying the application of rules or norms in positive law with the specification of descriptive analysis discussion that focuses on a problem which is then analyzed and analyzed for conclusions.
It has been considered and proven by the Panel of Judges the elements of criminal acts indicted by the Public Prosecutor. The defendant's actions met the elements of Article 10 Jo. Article 4 of Law No. 21 of 2007 concerning the Eradication of Trafficking in Persons, the Defendant was proven legally and convincingly guilty of committing a crime "Conducting an attempt to bring Indonesian citizens out of the territory of the Republic of Indonesia with the intention of being exploited outside the territory of the Republic of Indonesia". The Panel of Judges imposed a criminal offense against the defendant with a 3 (three) year imprisonment and a fine of Rp. 120,000,000 (one hundred and twenty million rupiah) with the provision that if the fine is not paid, it will be replaced with a 3 (three) month imprisonment. Determine that the defendant remains in custody.
2022423278D1E014190KORELASI BOBOT TUBUH DENGAN INDEKS KEBAPUHAN DAN LINGKAR DADA KAMBING BETINA MUDA KHAS KEJOBONG KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN KEJOBONGPenelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi bobot tubuh dengan indeks kebapuhan dan lingkar dada Kambing betina muda Khas Kejobong. Materi yang digunakan pada penelitian adalah Kambing betina muda Khas Kejobong sebanyak 32 ekor (umur 7-12 bulan). Penentuan sampel dilakukan dengan cara survey dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji T. Parameter yang diukur berupa Bobot Tubuh, Indeks Kebapuhan dan Lingkar Dada. Hasil penelitian rataan bobot tubuh Kambing betina muda Khas Kejobong berkisar antara 22,13 ± 4,29 kg, indeks kebapuhan sebesar 45,72 ± 10,72, dan lingkar dada 62,5 ± 5,37 cm. Hubungan antara Indeks Kebapuhan dan Lingkar Dada secara simultan berkontribusi sangat nyata (P<0.01) terhadap pendugaan bobot tubuh dengan nilai R = 0.83 dan R2=69%. Lingkar dada memberi kontribusi yang nyata terhadap pendugaan bobot tubuh mengikuti persamaan garis linear BT= -21.39+ 0.68 LD dengan (R2) 70 %.
The aims of the research to analysis correlation between the plumpmness index and chest sircumference with body weight of young female kejobong goats. The material used were 32 heads of young female Kejobong goats (aged 7-12 month). Determination of sample was conductes by survey with the purposive sampling method. Data obtained were analyzed used T-test. The parameter observed were body weight, plumpness index and chest circumference. The result of mean body weight young female Kejobong goats range between 22,13 ± 4,29 kg, the plumpmness index by 45,72 ± 10,72, and chest sircumfrence 62,50 ± 5,37 cm. The relationship between the Chest Circumfrence and The Plumpness Index of simultaneously highly significant contribution (P<0.01) towards extbilisment of body weight with a value of R = 0.83 and R2=69%. The Chest Sircumfrence give a highsignificant contribution to extabilisment of body weight following the equation line linear Y = -21,39 + 0,68 LD with the value determination (R2) 70%.
2022523283A1L014148PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTER FISIOLOGI DAN AGRONOMI BEBERAPA KULTIVAR PADI YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA JAJAR LEGOWOBeras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk yang terjadi di Indonesia belakangan ini mengakibatkan kebutuhan beras semakin meningkat, sehingga perlu diimbangi dengan peningkatan produksi. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi padi adalah intensifikasi dengan cara penggunaan varietas unggul, pemupukan, serta adopsi sistem tanam. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat memberikan kondisi lingkungan yang sesuai sehingga masing-masing kultivar dapat mengekspresikan genotipenya. Penelitian percobaan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan kultivar yang berbeda terhadap karakter fisiologi dan agronomi padi yang dibudidayakan secara jajar legowo. Percobaan dilaksanakan di Desa Karang Tengah, Kemangkon, Purbalingga pada bulan November 2017-Maret 2018.
Penelitian ini menggunakan rancangan split plot dengan dua faktor yaitu pupuk hayati sebagai petak utama dan kultivar sebagai anak petak. Pupuk hayati terdiri dari tiga jenis, yaitu: pupuk hayati riogen, megarizho, dan tanpa pemberian pupuk hayati. Kultivar terdiri dari lima jenis, yaitu: Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43, dan Logawa. Kombinasi perlakuan yang didapatkan sebanyak 15 perlakuan dan diulang empat kali, sehingga didapatkan 60 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter fisiologi dan agronomi padi dipengaruhi oleh kultivar tetapi tidak oleh pupuk hayati. Kultivar Inpari 32 memberikan hasil terbaik pada karakter kandungan klorofil, tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah gabah hampa per rumpun dan bobot 1000 biji. Interaksi pupuk hayati dengan kultivar berpengaruh terhadap kandungan klorofil dan jumlah anakan total. Kombinasi perlakuan terbaik untuk kandungan klorofil adalah Inpari 32-Megarizho, sedangkan kombinasi perlakuan terbaik untuk jumlah anakan total diperoleh Inpari 24-Riogen.
Rice is a staple food for most Indonesians. The recent increase in the population in Indonesia has resulted in increased demand for rice, so it needs to be balanced with increased production. Efforts that can be made to increase rice production are intensification by using superior cultivars, fertilization, and adoption of planting system. Application of biofertilizer is expected to provide suitable environmental conditions so that each cultivar can express its genotype. The aims of this experimental research are to determine the effect of different biofertilizers and cultivars on the physiological and agronomic characteristics of rice cultivated in jajar legowo. This experiment was conducted in Karang Tengah Village, Kemangkon, Purbalingga in November 2017-June 2018.
The design of the experiment was Split Plot Design with two factors: biofertilizer as a main plot and cultivar as a subplot. Biofertilizer consists of three kinds, namely: biofertilizer riogen, megarizho, and without biofertilizers. Cultivars consist of five kinds, namely: Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43, and Logawa. Treatment combination was obtained by 15 treatments and repeated 4 times, so there are 60 units of the experiment.The results showed that the physiological and agronomic characteristics of rice were differed by cultivars but not for biofertilizer. Inpari 32 cultivar provide the best results in chlorophyll content, plant height, number of productive tillers per hill, number of empty grains per hill, and 1000 grains weight. Biofertilizer interactions with cultivars affect the chlorophyll content and the total number of tillers. The best combination for chlorophyll content is Inpari 32-Megarizho. The best combination for the total number of tillers is Inpari 24-Riogen.
2022623284F1G014018ANALISIS PENGGUNAAN MAKIAN OLEH KOMIKA STAND UP COMEDY INDONESIA (SUCI) MUSIM 1-7 (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DAN SEMANTIK)ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Analisis Penggunaan Makian oleh Komika Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim 1-7 (kajian sosiolinguistik dan semantik)”. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah makian yang digunakan oleh komika Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim 1-7.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode simak memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap serta teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan dan metode agih. Metode padan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode padan referensial. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu, sedangkan teknik lanjutannya yaitu teknik hubung banding memperbedakan Sementara itu, teknik dasar pada metode agih menggunakan teknik bagi unsur langsung, sedangkan teknik lanjutannya yaitu teknik sisip. Setelah dianalisis, data selanjutnya disajikan secara informal.
Pada penelitian ini, ditemukan 47 data dari 15 komika. Berdasarkan bentuknya, ditemukan makian berbentuk kata, frasa, klausa dan bentuk makian baru berupa kalimat. Berdasarkan referensinya, ditemukan 7 referensi makian yaitu, keadaan, binatang, makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, profesi, dan referensi binatang yang disertai keadaan. Selain itu dari 47 data tersebut, terdapat makian yang tidak mempunyai referensi. Berdasarkan asal bahasa yang digunakan, terdapat 34 makian yang berasal dari bahasa Indonesia, 9 makian yang berasal dari bahasa Jawa dan 4 makian yang berasal dari bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan Jawa. Pada penelitian ini, setiap bentuk makian dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa selalu mempunyai makna leksikal dan kontekstual yang menyertainya. Berdasarkan makna kontekstual tersebut, dapat ditemukan beberapa fungsi makian yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan para komika. Sejalan dengan hal tersebut, dari 47 data ditemukan 5 fungsi makian yaitu, keheranan, kekesalan, kekecewaan, menyumpahi dan keakraban.
This research title is “Analysis of Swearing Words Used by Comics in Stand Up Comedy Indonedia (SUCI) Season 1-7 (sociolinguistics and semantics Study)”. This research is descriptive qualitative research. Data that is analyzed is swearing words used by Comics of Stand Up Comedy Indonesia(SUCI) season 1-7. Data collection method in this research is observation method. Observation method has basic technique and advanced technique. Basic technique used in this research is sadap technique and the advanced technique is simak bebas libat cakap technique. Analysis method used in this research is identity method and distributional method. Identity method used is referential identity method. Basic technique used is pilah unsur penentu technique, while advanced technique is hubung banding membedakan technique. While, basic technique in distributional method using direct element division technique and the advanced technique is insertion technique. After being analyzed, the data is served informally.
It is found 47 data from 15 comics in this research. According to its form, it is found swearing words in the form of word, phrase, clause and sentence. According to its reference, it is found 7 swearing reference namely situation, animal,ghost, stuffs, part of body,proffesion, and reference of animal with situation. From 47 data mentioned, there is swearing word that does not have reference. According to language used, there are 34 swearing words coming from Indonesia, 9 swearing words from Javanese language and 4 swearing words from mixing of Indonesian and Javanese language. In this research, every form of swearing word in indonesian languange and javanese language always has lexical and contextual meaning. According to contextual meaning, there are several function of swearing word that is used to express comic’s feeling. In line with it, from 49 data found, there are 5 function of swearing word namely surprise, resentment, dissapointment, cursing and intimacy.

2022723285D1E014202PENGARUH LAMA PERENDAMAN MENGGUNAKAN LARUTAN Ca(OH)2 DENGAN KONSENTRASI 8% PADA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK TERHADAP KADAR PROTEIN DAN DAYA KEMBANG KULIT KAMBING Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman kulit kambing menggunakan larutan Ca(OH)2 dengan konsentrasi 8% terhadap kadar protein dan daya kembang kerupuk rambak kulit kambing. Materi penelitian terdiri dari 5 kg kulit kambing jawarandu dan 1 kg brangkal (CaO). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan yaitu R0: perendaman selama 0 jam, R1: 12 jam, R2: 24 jam serta R3: 36 jam dan setiap perlakuan diulang 5 kali. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar protein dan daya kembang kulit kambing jawarandu. Hasil analisis variansi menunjukan lama perendaman menggunakan larutan Ca(OH)2 dengan konsentrasi 8% berpengaruh nyata terhadap kadar protein (P>0,05) dan berpengaruh sangat nyata terhadap daya kembang (P>0,01). Rataan kadar protein dan daya kembang yang dihasilkan dari R0, R1, R2 dan R3 masing- masing yaitu: 69,86 ± 3,57, 63,59 ± 6,09, 60,99 ± 5,81, 56,57 ± 7,77, dan 57,32 ± 4,57, 417,34 ± 45,98, 837,53 ± 45,43, 1706,71 ± 116,63. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama perendaman menggunakan larutan Ca(OH)2 dengan konsentasi 8% selama 36 jam menghasilkan pengembangan terbaik sebesar (1706,71%).The purpose of this research was to investigate The influence of Immersion time Using 8% Concentration of Ca(OH)2 on rambak crackers production and protein content and goat skin volume expansion. Materials used were 5 kg of javarandu goat skin and 1 kg limestone (CaO). The research was conducted using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments. The treatments were: R0: submersion time 0 hours, R1: 12 hours, R2: 24 hours, and R3: 36 hours and each treatment was replicated 5 time. The observed variables were protein content and goat skin volume expansion. The results of variance analysis showed that the immersion time using 8% concentration of Ca(OH)2 significantly affected protein content (P<0,05) and highly significant affected volume expansion (P<0,01) of goat skin. The average protein content and volume expansion for R0, R1, R2, and R3 were : 69,86 ± 3.57, 63,59 ± 6,09, 60,99 ± 5.81, 56,57 ± 7,77 and 57,32 ± 4,57, 417,34 ± 45,98, 837,53 ± 45,43, 1706,71 ± 116,63, respectively. It can be concluded from the research that the Immersion time 36 hours using 8% Concentration of Ca(OH)2 can produce the best of volume expansion (1706,71%).
2022823417H1G014016DISTRIBUSI HORIZONTAL DAN VERTIKAL ZOOPLANKTON DI WADUK SAGULING BANDUNG JAWA BARAT
TAHUN 2018
Waduk Saguling merupakan waduk yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan antara lain pembangkit tenaga listrik, pensuplai air bagi kebutuhan irigasi pertanian, kegiatan Perikanan, dan kegiatan wisata. Kegiatan tersebut dapat mempengaruhi keragaman, kelimpahan dan distribusi zooplankton. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman, kelimpahan dan distribusi zooplankton secara horizontal dan vertikal di Waduk Saguling, Bandung Barat pada tahun 2018. Metode yang digunakan yaitu metode survey dan teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling. Sampel zooplankton diambil dari empat stasiun pengamatan, empat kali ulangan dengan tiga kedalaman yang berbeda. Sampel dianalisis untuk mengetahui nilai keragaman (jumlah genera), kelimpahan, dan Indeks Dispersi Morisita dengan parameter penunjang yaitu suhu, penetrasi cahaya, pH, DO, amoniak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keragaman (jumlah genera) zooplankton secara horizontal 6 - 8 genera dan keragaman zooplankton (jumlah genera) secara vertikal yaitu 8 genera. Kelimpahan zooplankton secara horizontal berkisar 520 - 3.191 ind/L dan Kelimpahan secara vertikal berkisar 518 - 1.489 ind/L. Indeks Dispersi Morisita secara horizontal berkisar 1.031 - 1.31 dan secara vertikal 1,035 - 1,354. Nilai keragaman secara vertikal dan horizontal relatif sama. Nilai kelimpahan tertinggi secara horizontal pada stasiun I 3.191 ind/L dan secara vertikal kedalaman III 1.489 ind/L. Pola distribusi zooplanton secara horizontal dan vertikal yaitu mengelompok.



Saguling Reservoir is a reservoir that is used for various activities including power plants electric power, supply of water for needs agricultural irrigation, fishing activities, and tourist activities. These activities can affect the diversity, abundance and distribution of zooplankton. The study aims to determine the diversity, abundance and distribution of zooplankton horizontally and vertically in Saguling Reservoir, West Bandung in 2018. The method used is survey method and sampling technique with purposive random sampling. Zooplankton samples were taken from four observation stations, four replications with three different depths. The samples were analyzed to determine the value of diversity (number of genera), abundance, and Morisita Dispersion Index with supporting parameters namely temperature, light penetration, pH, DO, ammonia. The results showed that the diversity (number of genera) zooplankton horizontally 6-8 genera and the diversity of zooplankton (number of genera) vertically that is 8 genera. Zooplankton abundance horizontally ranged from 520 to 3.191 ind / L and vertical abundance ranged from 518 to 1.489 ind / L. The Morisita Dispersion Index horizontally ranges from 1,031-1.31 and vertically 1,035-1,354. Vertical and horizontal diversity values are relatively the same. The highest abundance value horizontally at station I 3.191 ind / L and vertically depth III 1.489 ind / L. Zooplanton distribution patterns horizontally and vertically are clustered.


2022923287F1K014020PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF PERSUASI DENGAN MODEL KOOPERATIF THINK TALK WRITE (TTW) BERBANTU MEDIA POSTER BERBASIS KEINDAHAN ALAM PADA SISWA KELAS VIII G SMP NEGERI 1 SALEM KABUPATEN BREBESPenelitin ini berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Persuasi dengan Model Kooperatif Think Talk Write Berbantu Media Poster Berbasis Keindahan Alam”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menulis paragraf persuasi dengan model kooperatif think talk write (TTW) berbantu media poster berbasis keindahan alam dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Salem setelah dilaksanakan pembelajaran menulis paragraf persuasi dengan model kooperatif think talk write (TTW) berbantu media poster berbasis keindahan alam.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf persuasi siswa kelas VIII G Smp Negeri 1 Salem. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan dalam empat tahap yaitu, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik tes dan nontes. Teknik tes dilakukan setelah pembelajaran berakhir, yaitu berupa soal tes membuat paragraf persuasi, sedangkan teknik nontes dilakukan dengan observasi, jurnal siswa dan guru, wawancara, dan dokumentasi foto. Hasil data tes dan nontes dianalisis dengan menggunakan analisis data kuantitatif untuk data tes dan analisis data kualitatif untuk data nontes.
Hasil rata-rata tes keterampilan menulis paragraf persuasi siklus I adalah 70 dan nilai tes pada siklus II adalah 81. Nilai tes tersebut meningkat sebesar 11 atau 15.71% dari siklus I yang semula 70 menjadi 81. Peningkatan nilai tes keterampilan menulis paragraf persuasi diperoleh dengan perbaikan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model kooperatif think talk write berbantu media poster berbasis keindahan alam dapat meningkatkan keterampilan menulis paragraf persuasi serta dapat mengubah perilaku belajar siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Salem. Oleh karena itu, pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran menulis paragraf persuasi.
Kata Kunci : Keterampilan Menulis Paragraf Persuasi, Model Think Talk Write
The Title of the research is "Improving the Writing Skills of Persuasion Paragraphs with Cooperative Models Think Talk Write Helped Poster Media Based on Natural Beauty". This study aims to describe the improvement of learning to write persuasion paragraphs with cooperative models Think Talk Write (TTW) helped poster media based on natural beauty and describe behavioral changes of the students in Class VIII G State 1 Salem Junior High School after learning to write persuasion paragraphs with cooperative models think talk write (TTW). ) helped poster media based on natural beauty.

This research is a classroom action research. The subject of this study was the skill of writing persuasion paragraphs of the students in Class VIII G State 1 Salem Junior High School. The study was conducted in two cycles. Each cycle is carried out in four stages, namely, planning, action, observation, and reflection. Technique of data retrieval used in research is test and non-test techniques. Test techniques are carried out after learning ends, which the questions test to make persuasion paragraphs, while the non-test technique is carried out by observation, student and teacher journals, interviews, and photo documentation. The results of test and non-test data were analyzed using quantitative data analysis for test and qualitative data analysis for non-test data.

The average result of the skill of writing persuasion paragraph in Cycle I is 70. While the test value in cycle II is 81. The value of the test increased by 11 or 15.71% from cycle I from 70 to 81. Increase the value of writing skill test of persuasion paragraph obtained with improvement in cycle II. Based on the result of the research, it is concluded that learning with cooperative models think talk write helped poster media based on natural beauty can improve the writing skill of persuasion paragraph and can change the learning behavior of students in Class VIII G State 1 Salem Junior High School. Therefore, this learning can be an alternative in learning to write persuasion paragraphs.

Keywords : Persuasion paragraph, Think Talk Write Model

2023023289A1L014182APLIKASI PUPUK HAYATI TERHADAP KARAKTER AGRONOMI DAN FISIOLOGI BEBERAPA KULTIVAR PADI YANG DITANAM DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh aplikasi pupuk hayati yang berbeda pada karakter agronomi dan fisiologi beberapa kultivar padi yang dibudidayakan secara jajar legowo, 2) mengetahui pengaruh perbedaan kultivar pada karakter agronomi dan fisiologi tanaman padi yang dibudidayakan secara jajar legowo, 3) mengetahui kultivar terbaik yang dibudidayakan secara jajar legowo, dan 4) mengetahui interaksi kultivar dan pupuk hayati pada karakter agronomi dan fisiologi beberapa kultivar padi yang dibudidayakan secara jajar legowo. Penelitian eksperimental dilaksankan pada bulan November 2017 hingga Maret 2018 di Desa Karangtengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Rancangan yang digunakan adalah petak terbagi dengan dua faktor dan empat kali ulangan. Faktor pertama adalah pupuk hayati yang terdiri atas pupuk hayati Riogen, pupuk hayati Megarhizo, dan tanpa aplikasi pupuk hayati. Faktor kedua adalah kultivar padi yang terdiri atas Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43, dan Logawa. Karakter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, umur tanaman berbunga, umur tanaman panen, jumlah anakan produktif, bobot 1000 biji, jumlah gabah total per rumpun, persentase gabah isi per rumpun, persentase gabah hampa per rumpun, hasil gabah kering per hektar, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, indeks luas daun, kerapatan stomata, dan jumlah klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati tidak mempengaruhi penampilan karakter agronomi dan fisiologi tanaman padi yang dibudidayakan secara jajar legowo. Terdapat variasi karakter agronomi dan fisiologi pada lima kultivar padi yang dibudidayakan secara jajar legowo, kecuali pada jumlah anakan produktif, hasil gabah kering per hektar, dan laju asimilasi bersih. Kultivar terbaik yang dibudidayakan secara jajar legowo adalah Inpari 32. Pengaruh perbedaan kultivar pada karakter agronomi dan fisiologi tanaman padi tidak terkait dengan pupuk hayati. Karakter yang memiliki heritabilitas tinggi adalah tinggi tanaman, umur tanaman berbunga, umur tanaman panen, bobot 1000 biji, dan jumlah gabah total per rumpun. Karakter fisiologi yang berkorelasi dengan hasil gabah kering per hektar adalah laju pertumbuhan tanaman dan indeks luas daun.This study aims to 1) to know the effect of different biofertilizer application on agronomy and physiology characteristics of rice cultivars which are planted with jajar legowo system, 2) to know the effect of different cultivars on agronomy and physiology characteristics of rice which are planted with jajar legowo system, 3) to find out the best cultivar which is planted with jajar legowo system, and 4) to know the interaction of cultivar and biofertilizer on agronomy and physiology characteristics of rice cultivars which are planted with jajar legowo system. The experimental research was conducted from November 2017 until March 2018 at Karangtengah village, Kemangkon sub-district, Purbalingga regency. The experimental design that used is split plot design with two factors and four replications. The first factor is biofertilizer consisting Riogen biofertilizer, Megarhizo biofertilizer, and not use biofertilizer. The second factor is cultivars consisting Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43, and Logawa. The characteristics observed were plant height, the number of tiller, flowering age, harvest age, the number of productive tiller, 1000 grains weight, the number of grains per clump, the presentage of filled grain per clump, the presentage of unfilled grain per clump, rice yield per hectare, net assimilation rate, plant growth rate, leaf area index, stomata density, and the number of chlorophyll. The results showed that biofertilizer did not affect the agonomy and physiology characteristics of rice cultivars which are planted with jajar legowo system. There was variation agronomy and physiology characteristics of rice cultivars which are planted with jajar legowo system, except on the number of productive tiller, rice yield per hectare, and net assimilation rate. The best cultivar planted with jajar legowo system was Inpari 32. The effect of different cultivar on agronomy and physiology characteristics was not related to biofertilizer. Characters that have high heritability was plant height, flowering age, harvest age, 1000 grains weight, and the number of grains per clump. Physiology characteristics that correlate with rice yield per hectare were plant growth rate and leaf area index.
2023123290F1F013005A SEMIOTIC ANALYSIS ON QUOTATION PICTURE POSTED BY TYPEWRITERS VOICE PAGE ON INSTAGRAMABSTRAK
Kata Kunci: Semiotika, Teori Semiotika Saussure, Gambar Kutipan, Typewriters Voice.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanda dan petanda pada gambar kutipan dari Typewriters Voice berdasarkan teori Saussure mengenai tanda dan menjelaskan bagaimana tanda-tanda antara kutipan dan gambar latar belakang saling berkaitan. Bidang penelitian ini adalah Semiotika yang merupakan kajian tentang sistem tanda untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda saling berkaitan satu sama lain dalam menyampaikan makna tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang terdiri dari 14 gambar kutipan yang terbagi dalam 7 tema; kemanusiaan, nasehat, kesedihan, cinta, motivasi, kekecewaan, dan kehidupan. Hasil dari penelitian ini yang pertama ialah tiap gambar kutipan baik itu gambar latar belakang maupun kutipan keduanya mengandung tanda-tanda; penanda dan petanda. Penanda merupakan bentuk, gerak-isyarat, warna, dan objek ataupun gambar visual pada gambar latar belakang dan penggunaan kata, frasa, ataupun kalimat di dalam kutipan yang merepresentasikan apa yang penutur ingin sampaikan. Petanda merupakan sebuah konsep abstrak dari apa yang penanda maksudkan. Selanjutnya, warna paling dominan pada gambar latar belakang ialah warna-warna gelap meskipun masih ditemukan warna putih di beberapa gambar latar belakang. Warna-warna gelap bertujuan untuk mendramatisasi dan memperkuat rasa dan atmosfir pada gambar-gambar kutipan. Hal ini juga digunakan untuk menonjolkan kutipan yang mana semua kutipan ditulis dalam warna putih. Tema paling dominan pada gambar-gambar kutipan ialah tema motivasi yang ditemukan pada 4 gambar kutian. Kedua, semua gambar latar belakang saling berkaitan dengan kutipannya. Hal ini diungkapkan dengan memahami arti dari simbol dan representasi dari objek apapun atau gambar visual dan memahami makna dari setiap kutipan.
ABSTRACT
Nitasari, Devi. 2018. A Semiotic Analysis on Quotation Picture Posted by Typewriters Voice Page on Instagram. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervisors: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. and Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., External Examiner: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum.

Keywords: Semiotics, Saussure’s Semiotic theory, quotation picture, Typewriters Voice.

This research is aimed at analyzing the signifier and signified on quotation pictures by Typewriters Voice based on Saussure’s theory of sign and explaining the way the signs between quotation and background image correlate. The field of this research is Semiotics that is a study of sign system to know how the signs are correlated each other in conveying certain meaning. This research applies descriptive qualitative method to analyze the data consisting of 14 quotation pictures, which are divided into 7 themes; humanity, advice, sadness, love, motivation, disappointment, and life. The results of this research are first, each quotation picture of both background picture and quotation contains sign; signifier and signified. The signifier is the form, gesture, color and object or visual image in the background picture and the selection of word, phrase, or sentence in the quotation, which represents what the speaker wants to communicate. The signified is an abstract concept of what the signifier means. Furthermore, the most dominant colors in the background pictures are dark shade colors even if there is still white color, which is found in some background pictures. Dark shades are aimed to dramatize and strengthen the sense and atmosphere of the quotation pictures. It is also used to accentuate the quotation in which all of quotations are written in white font color. The most dominant theme in quotation pictures is motivation theme, which is found out in 4 quotation pictures. Second, all of the background pictures are correlated with its quotation. It is revealed by understanding the meaning of the symbolism and representation of any kind of object or visual image and comprehending the meaning in each quotation.
2023223291C1A014013Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Volume Ekspor Tembakau Indonesia ke Amerika Serikat Tahun 1997-2016Penelitian ini berjudul Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Volume Ekspor Tembakau Indonesia ke Amerika Serikat Tahun 1997-2016. Ekspor tembakau merupakan salah satu ekspor komoditas yang mempunyai keuntungan tinggi di pasar internasional, Amerika Serikat (AS) sebagai negara dengan permintaan tertinggi terhadap produk tembaku Indonesia. Namun volume eskpor tembakau ke AS ini cenderung mengalami penurunan. Berdasarkan fenomena tersebut maka dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor tembakau Indonesia ke Amerika Serikat dengan menggunakan variabel independen harga ekspor tembakau Indonesia, nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah, produktivitas tembakau Indonesia dan Gross Domestic Product (GDP) AS.
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa time series tahun 1997-2016 yang diterbitkan dari UN Comtrade, Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Perkebunan dan World Bank dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen serta menganalisis variabel independen yang paling elastis terhadap volume ekspor tembakau Indonesia ke AS tahun 1997-2016.
Dengan menggunakan regresi data time series, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel harga ekspor tembakau Indonesia berpengaruh negatif dan signifikan, nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah berpengaruh negatif dan signifikan, produktivitas berpengaruh negatif dan tidak signifikan, dan GDP AS berpengaruh positif dan signifikan. Sementara, terjadi penurunan volume ekspor tembakau Indonesia ke AS pada tahun 1996-2016.
Untuk mengatasi permasalahan penurunan volume ekspor tembakau Indonesia ke AS perlu adanya peran serta pemerintah, produsen atau pengusaha eksportir tembakau, serta masyarakat. Peran serta tersebut diantaranya meningkatkan produksi dengan kualitas yang sesuai pasaran internasional, memberikan subsidi bibit unggul terhadap petani tembakau, subsidi teknologi pengolahan tembakau yang efektif dan efisien, penyetabilan nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah. Sehingga dengan adanya dukungan dari berbagai pihak tersebut dapat mengurangi masalah penurunan volume ekspor tembakau Indonesia.
This research entitled analysis of the factors affecting the Volume of Indonesia’s Tobacco Exports to the United States at 1997-2016. The export of tobacco is one of export commodity that has high profit in the international market, the United States (US) as the country with the highest demand to Indonesia’s. However, the export volume of tobacco to the US tends to decline. Based on those phenomena by using quantitative methods, this research analyzes the factors that affect the volume of tobacco export of Indonesia to US by using the independent variables they are price export tobacco Indonesia, rupiah exchange rate against the US dollar, Indonesia tobacco productivity and Gross Domestic Product (GDP).
This research uses secondary data in the form of time series years 1997-2016 published by UN Comtrade, the Ministry of Commerce, the Directorate General of plantations and the World Bank by using multiple linear regression analysis. The purpose of this research is to analyze the effect of independent variables to dependent and analyze the most elastic indepemdent variable to Indonesia’s tobacco export volume to the US at 1997-2016.
The result indicates that the variable of Indonesia’s tobacco export price affects negatively and significant, the exchange rate of rupiah US dollar affect negatively and significant, productivity affect negatively and not significant, and influential US GDP positively and significant. Meanwhile, there was a decrease in the volume of tobacco exports of Indonesia to the US at 1996-2016.
To handle the decline in the volume of tobacco exports to US, the role Government, producers or exporters entrepreneurs, and community is needed. Improve the production quality based on international markets, provide subsidies of seeds for tobacco farmers, subsidies to tobacco processing technology that is effective and efficient, the stabilize exchange rate of rupiah to the US dollar. So with the support of the various parties can reduce the problem of the declining in the volume of tobacco exports of Indonesia.
2023323292A1L014184ANALISIS KARAKTER FISIOLOGI DAN AGRONOMI BEBERAPA KULTIVAR PADI DENGAN PEMBERIAN BIOPROTEKTOR PADA SISTEM BUDIDAYA JAJAR LEGOWO DI DESA KARANG TENGAH KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGAUpaya peningatkan produksi padi menemui kendala berupa serangan hama dan patogen penyebab penyakit sejak fase perkecambahan hingga pematangan biji. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian BioProtektor, 2) mengetahui pengaruh perbedaan kultivar, dan 3) mengetahui adanya interaksi antara BioProtektor dan beberapa kultivar padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Karang Tengah Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga serta Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman sejak November 2017 sampai dengan Maret 2018. Penelitian lapangan ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dan rancangan dasar berupa Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) sebanyak empat ulangan. BioProtektor menjadi main plot dan terdiri atas 2 aras yaitu tanpa BioProtektor dan dengan BioProtektor. Kultivar menjadi sub-plot dan terdiri atas 5 aras yaitu kultivar Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43 dan Logawa. Karakter yang diamati yaitu kerapatan stomata, jumlah klorofil, Indeks Luas Daun (ILD), Laju Asimilat Bersih (LAB), Laju Pertumbuhan Tanaman (LPT), tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah isi per rumpun, jumlah gabah hampa per rumpun, bobot 1000 biji dan bobot gabah per petak. Data dianalisis dengan uji F (ANOVA) dan uji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BioProtektor tidak berbeda nyata pada karakter fisiologi dan agronomi kecuali pada jumlah anakan produktif dan jumlah gabah isi. Penggunaan kultivar yang berbeda berpengaruh terhadap peningkatan kerapatan stomata, jumlah klorofil, tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, bobot 1000 biji dan jumlah gabah hampa. Kultivar yang memiliki karakter fisiologi dan agronomi terbaik yaitu Inpari 32 didukung dengan data jumlah klorofil, tinggi tanaman, bobot 1000 butir dan jumlah gabah hampa. Tidak terdapat interkasi antara penggunaan BioProtektor dan perbedaan kultivar terhadap padi yang dibudayakan secara jajar legowo.The obstacle in rice cultivation is the attack of pests and pathogens that cause disease from the germination phase to the maturation of seeds. This research aims to 1) determine the effect of BioProtector, 2) determine the effect of several cultivar, and 3) find out the interaction between BioProtector and several cultivar. The research was already implemented in Karang Tengah Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency and Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University that has been done since November 2017 to March 2018.Research design that used was split plot design with two factors and four replications. The BioProtector became the main plots which consists of 2 levels, that was without BioProtector and with BioProtector. Cultivar became the sub-plots that consisting of 5 levels, namely Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43 and Logawa. The variables observed were stomatal density, chlorophyll number, Leaf Area Index (LAI), Net Assimilation Rate (NAR), Plant Growth Rate (PGR), plant’s height, number of tillers, number of productive tillers, days to flowering, days to harvest, number of grain fill per clump, the number of grains empty per clump, 1000 seed weight and grain weight per hectare. The data was analyzed by using ANOVA and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with 5% error. The results showed that the BioProtector treatment did not show differences except in the character of the number of productive tillers and the number of filled grain. Different cultivar can affects the increase in stomatal density, chlorophyll number, plant’s height, days to flowering, days to harvest, 1000 seed weight and the number of empty grains. The best response cultivar was Inpari 32 that supported by data of chlorophyll number, plant’s height, 1000 seed weight and the number of empty grains. There was no interaction between BioProtector and cultivar of paddy that cultivated by using jajar legowo system.
2023423293C1K014031The Effect of Product Quality, Service Quality, Customer Value on Customer Satisfaction And Word Of Mouth ( Study on Telkom IndiHome Purwokerto)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Layanan, Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Pelanggan dan Promosi Dari Mulut ke Mulut”. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Telkom IndiHome Purwokerto. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 150 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling. Data analisis menggunakan analisis jalur. Hasil analisis menunjukan bahwa : (1) Kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan Telkom IndiHome, Purwokerto, (2) Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan Telkom IndiHome, Purwokerto, (3) Nilai Pelanggan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan Telkom IndiHome, Purwokerto, (4) Kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap promosi dari mulut ke mulut Telkom IndiHome, Purwokerto, (5) Kualitas produk berpengaruh positif terhadap promosi dari mulut ke mulut Telkom IndiHome, Purwokerto, (6) Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap promosi dari mulut ke mulut Telkom IndiHome, Purwokerto, (7) Nilai pelaanggaan berpengaruh positif terhadap promosi dari mulut ke mulut Telkom IndiHome, PurwokertoThis study aims to find out "The Effect of Product Quality, Service Quality, Customer Value on Customer Satisfaction and Promotion of Mouth to Mouth". The population in this study were Telkom customers of IndiHome Purwokerto. This study uses a sample of 150 respondents. The sampling technique was carried out by convenience sampling method. Data analysis uses path analysis. The results of the analysis show that: (1) Product quality has a positive effect on the customer satisfaction of Telkom IndiHome, Purwokerto, (2) Service quality has a positive effect on the customer satisfaction of Telkom IndiHome, Purwokerto, (4) Customer satisfaction has a positive effect on word of mouth Telkom IndiHome, Purwokerto, (5) Product quality has a positive effect on word of mouth Telkom IndiHome, Purwokerto, (6) Service quality has a positive effect on word of mouth Telkom IndiHome, Purwokerto, (7) Customer value of has a positive effect on word of mouth Telkom IndiHome, Purwokerto.
2023523288D1E014050PENGARUH DOSIS GONADOTROPIN RELEASING HORMONE (GnRH) TERHADAP LAJU KEBUNTINGAN SAPI PASUNDANPengaruh Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) Terhadap Laju Kebuntingan pada Sapi Pasundan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis GnRH terhadap laju kebuntingan sapi Pasundan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yakni sapi Pasundan sebanyak 18 ekor, hormon GnRH diinjeksi dengan dosis yang berbeda. Variabel yang diteliti yaitu laju kebuntingan berdasarkan metode Non Return Rate (NRR) dan palpasi rektal pada sapi Pasundan yang diberi hormon GnRH dengan dosis yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Data yang terkumpul diolah dengan analisis Chi Square berdasarkan perbedaan frekuensi observasi (Oi) dengan frekuensi ekspetasi (Ei). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai x2 hitung > x2 tabel, ini berarti bahwa pemberian hormon GnRH berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap laju kebuntingan berdasarkan metode NRR, namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap laju kebuntingan berdasarkan metode palpasi rektal. Disimpulkan bahwa rataan laju kebuntingan berdasarkan metode palpasi rektal mencapai 67,67% sehingga meningkatkan akurasi 11,11% dibandingkan metode NRR yang hanya 55,56%. Namun sapi Pasundan yang diberi hormon GnRH dosis 1.25 ml/ekor memiliki laju kebuntingan tertinggi mencapai 83.33 %. Effect of Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) on Pregnancy Rate in Pasundan Cows. This study aims to determine the effect of GnRH dose on the pregnancy rate of Pasundan cow. The material used in this study is Pasundan cow as many as 18 animals, the GnRH hormone is injected with different doses. The variables observed were pregnancy rate based on the Non Return Rate (NRR) and rectal palpation method in Pasundan cow given a different dose of the GnRH hormone. The research method used is experiment. The collected data is processed by Chi Square analysis based on differences in observation frequency (Oi) with the frequency of expectation (Ei). The results of the statistical analysis showed that the value of x2 counted>x2 tables, this means that the GnRH hormone was significantly affected (P <0.05) on the pregnancy rate based on the NRR method, but had no significant effect (P> 0.05) on the pregnancy rate based on rectal palpation method. It was concluded that the mean pregnancy rate based on rectal palpation method reached 67.67%, thus increasing the accuracy of 11.11% compared to the NRR method which was only 55.56%. However, Pasundan cow which were given the GnRH hormone dose of 1.25 ml / head had the highest pregnancy rate reaching 83.33%.
2023625704A1D015024UJI PUPUK ORGANIK CAIR AZOLLA DAN BIOPESTISIDA BERBASIS Bacillus subtilis B1 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANISPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair Azolla terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis, (2) mengetahui pengaruh pemberian biopestisida berbasis B. subtilis B1 terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis, dan (3) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair Azolla yang ditambahkan dengan biopestisida berbasis B. subtilis B1 terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian dilaksanakan di lahan exfarm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Desember 2018 sampai bulan Maret 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu NPK (P0), NPK+POC Azolla (P1), NPK+B. subtilis B1 (P2), NPK+POC Azolla+B. subtilis B1 (P3) dengan 6 ulangan. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan tanaman, kandungan klorofil, saat keluar bunga/pembungaan, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot kering akar, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, jumlah baris per tongkol, dan bobot biji per tongkol. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh nyata maka diuji lanjut dengan BNT 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian POC Azolla menghasilkan kandungan klorofil dan luas daun lebih tinggi masing-masing sebesar 21% dan 32%, serta bobot tongkol tanpa kelobot dan bobot biji per tongkol lebih rendah masing-masing sebesar 14% dan 11% dibanding pemberian N,P,K saja. Pemberian B. subtilis B1 menghasilkan kandungan klorofil lebih tinggi sebesar 17%, serta laju pertumbuhan tanaman, bobot kering tanaman, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot dan bobot biji per tongkol lebih rendah masing-masing sebesar 45%, 20%, 11%, 13%, dan 13% dibanding pemberian N,P,K saja. Pemberian POC Azolla+B. subtilis B1 menghasilkan luas daun, tinggi tanaman, bobot segar tanaman dan bobot kering akar lebih tinggi masing-masing sebesar 54%, 22%, 13%, dan 24% serta tidak berpengaruh pada hasil jagung manis dibanding pemberian N,P,K saja.This research aims to (1) determine the effect of liquid organic fertilizer Azolla on the growth and yield of sweet corn, (2) determine the effect of B. subtilis B1 based biopesticide on sweet corn growth and yield, and (3) determine the effect of liquid organic fertilizer Azolla added with B. subtilis B1 based biopesticide on the growth and yield of sweet corn. The research was conducted out on the exfarm of the Jenderal Soedirman University Faculty of Agriculture from December 2018 to March 2019. The experimental design used a Randomized Complete Block Design (RAKL) consisting of 4 treatments namely NPK (P0), NPK + POC Azolla (P1 ), NPK + B. subtilis B1 (P2), NPK + POC Azolla + B. subtilis B1 (P3) with 6 replications. Variables observed include: plant height, number of leaves, leaf area, plant growth rate, chlorophyll content, out of flower / flowering, fresh weight plants, plant dry weight, root dry weight, cob length, cob diameter, weighted cob with corn husk, cob weight without corn husk, number of rows per cob , and seed weight per cob. Data obtained were analyzed using the F test, if there was a significant effect, then it would be tested with LSD 5%. Result of the research showed that application of liquid organic fertilizer of Azolla yield of chlorophyll and leaf area higher respectively of 21% and 32%, and weight of cob without weight and seed weight per cob lower respectively of 14% and 11% compared to application N, P, K only. Application of B. subtilis B1 yield chlorophyll content higher of 17%, and plant growth rates, plant dry weight, weighted cob with corn husk, cob weight without corn husk and seed weight per cob lower respectively of 45%, 20%, 11% respectively 13%, and 13% compared to application N, P, K only. Application of liquid organic fertilizer of Azolla + B. subtilis B1 yield leaf area, plant height, plant fresh weight and root dry weight higher respectively of 54%, 22%, 13%, and 24% and did not affect sweet corn yield compared to application N, P, K only.
2023723294D1E014257RESPON ONSET DAN LAMA BERAHI SAPI PASUNDAN YANG DIBERI PROSTAGLANDIN PADA LOKASI YANG BERBEDA Respon Onset dan Lama Berahi Sapi Pasundan yang Diberi Prostaglandin pada Lokasi yang Berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon onset dan lama berahi sapi Pasundan di lokasi yang berbeda (Balai Perbibitan Sapi Potong Ciamis dan Kelompok Tani Ternak Al-Hidayah). Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi Pasundan sebanyak 20 ekor yang dialokasikan 10 ekor untuk tiap lokasi. Seluruh sapi percobaan disuntik Hormon prostaglandin 5 ml/ekor yang diberikan dua kali dengan selang 9 hari. Variabel yang diamati yaitu respon onset atau interval waktu munculnya berahi setelah injeksi prostaglandin ke-2 dan lama berahi diukur mulai dari munculnya salah satu gejala berahi sampai menghilangnya gejala berahi dalam satuan jam. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dengan lokasi sebagai perlakuan yaitu P1 = Kelompok tani ternak sapi Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis Jawa Barat. P2 = Balai Perbibitan Sapi Potong Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis Jawa Barat yang masing-masing perlakuan diulang 10 kali. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji t student. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa lokasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap onset berahi, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap lama berahi. Disimpulkan bahwa onset berahi sapi Pasundan setelah diinjeksi prostaglandin ke-2 di Balai Perbibitan Sapi Potong (51,78 ± 11,61 jam) lebih cepat dibandingkan dengan di Kelompok Tani Ternak (66,80 ± 10,72 jam). Namun lama berahi sapi Pasundan relatif sama di Balai Perbibitan Sapi Potong dan kelompok Tani Ternak masing-masing 44,88 ±22,13 dan 46,58 ± 5,33 jam.Response of onset and estrous duration in Pasundan cow which given Prostaglandins at different locations. This study aims to determine the response of onset and long estrous of Pasundan cow at different locations (Breeding station of cow in ciamis and Al-Hidayah Livestock Farmer Group). The material used in this study is Pasundan cows as many as 20 heads which were allocated 10 heads for each location. All experimental cows were injected with 5 ml prostaglandin hormone / head given twice with a 9-day interval. The variables observed were the onset response or the arising time interval after injection of the second prostaglandin and the duration of estrous was measured starting from the appearance of one of the symptoms of estrous until the disappearance of estrous symptoms in hours. The research method used was experimental, with the location as a treatment P1 = farmer group of cows in Rancah District, Ciamis Regency, West Java. P2 = Breeding station for Ciamis Animal Husbandry and Fisheries Office of West Java, and each treatment was repeated 10 times. The collected data were analyzed by student t test. The results of statistical analysis showed that the location had a significant effect (P <0.05) on the onset of estrous, but no significant effect (P> 0.05) on the duration of estrous. It was concluded that the estrous onset of Pasundan cow after injecting the second prostaglandin at the Breeding Station (51.78 ± 11.61 hours) was faster than that of cows in the Livestock Farmers Group (66.80 ± 10.72 hours). However, the estrous duration of Pasundan cow was relatively the same in the Breeding Station and the Livestock Farmers group, i.e. 44.88 ± 22.13 and 46.58 ± 5.33 hours, respectively.
2023823265F1K014014PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT DINAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA SISWA KELAS VII F SMP N 6 PURWOKERTO
Rumusan masalah dalam penelitian ini ada dua yaitu (1) bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis surat dinas pada siswa kelas VII F SMP Negeri 6 Purwokerto setelah menerapkan pembelajaran model tipe STAD (Student Teams Achievement Division)? (2) bagaimanakah perubahan perilaku pada siswa kelas VII F SMP Negeri 6 Purwokerto setelah menerapkan model pembelajaran tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dalam pembelajaran menulis surat dinas?. Tujuan penelitian untuk (1) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis surat dinas pada siswa kelas VII F SMP Negeri 6 Purwokerto setelah menerapkan pembelajaran model tipe STAD (Student Teams Achievement Division). (2) mendeskripsikan perubahan perilaku siswa kelas VII F SMP Negeri 6 Purwokerto setelah menerapkan model pembelajaran tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Data pada penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap siklus I dan tahap siklus II. Siklus I dan siklus II terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis surat dinas siswa kelas VII F SMP Negeri 6 Purwokerto yang berjumlah 36 siswa. Variabel penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel keterampilan menulis surat dinas dan variabel penggunaan model kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Pengumpulan data menggunakan dua teknik yaitu teknik tes berupa hasil tes keterampilan menulis surat dinas, dan teknik nontes berupa data hasil observasi, hasil jurnal siswa, hasil jurnal guru, hasil wawancara, dan hasil dokumentasi foto. Analisis data penelitian terdiri dari dua macam yaitu data kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil tes keterampilan menulis surat dinas pada siklus I dan siklus II, dan data kualitatif digunakan untuk menganalisis hasil nontes siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil tes keterampilan menulis surat dinas pada tahap siklus I nilai rata-rata yang dicapai sebesar 68,51 dalam kategori cukup, ketuntasan yang diperoleh sebesar 28,57, tahap siklus II mengalami peningkatan nilai rata-rata yang dicapai sebesar 82,00 dalam kategori baik, ketuntasan yang diperoleh sebesar 87,89, selisih antara siklus I dan siklus II sebesar 59,32. Perubahan perilaku siswa selama mengikuti pembelajaran pada tahap siklus I suasana kelas belum kondusif, belum tertata dengan baik, perubahan perilaku siswa pada siklus II mengalami perubahan yang cukup baik suasana kelas menjadi kondusif, sudah tertata dan teratur dalam pembagian kelompok. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dapat meningkatkan keterampilan menulis surat dinas, dapat mengubah perilaku siswa untuk saling bekerja sama dalam mendiskusikan materi, dapat mengubah suasana pembelajaran yang menyenangkan.
Kata Kunci: keterampilan menulis, surat dinas, model kooperatif tipe STAD.
There are two problem formulation in this study, (1) how is the improvement of the skill to write office letters for students of class VII F SMP N 6 Purwokerto after applying the STAD (Students Teams Achievement Division) type learning model (2) how is the behavior change in students of class VII F Purwokerto 6th Middle School after applying the STAD (Student Teams Achievement Division) type learning model in learning to write official letters?. The goal of research is to (1) describe the improvement of office letter writing skills for students in class VII F of SMP N 6 Purwokerto after applying STAD (Student Teams Achievement Division) type learning model (2) Describe behavior changes of students in class VII F SMP N 6 Purwokerto after applying STAD (Student Teams Achievement Divison) type learning model. The data in this study use a classroom action research design (CAR) which was carried out in two stages, named the first cycle and second cycle stages. First cycle and second cycle consist of planning, action, observation, and reflection. The subject of this research is the skill of writing official letters for students of class VII F SMP N 6 Purwokerto totaling 36 students. This research variable uses two variables, namely the variabel skill in writing official letters and the use of cooperative model Type STAD (Students Teams Achievement Division). Data collection uses two techniques, test techniques are the results of the official letter writing skills test and non-test techniques are observation data, student journal results, teacher journal results, interview results, and photo documentation results. Research data analysis consists of two types, quantitative data and qualitative data, Quantitative data is used to analyze the results of the official letter writing skills test in cycle I and cycle II, and Qualitative data is used to analyze the results of cycle I and cycle II. Based on the results of the research it can be seen that the results of the official letter writing skills test in the first cycle phase achieved an average value of 68.52 in the sufficient category, completeness obtained is 28.57, second cycle phase has increased the average value reached by 82.00 in the good category, completeness obtained was 87.89. the difference between cycle I and cycle II is 59.32.changes in student behavior during learning in the first cycle phase of the classroom atmosphere is not yet conducive, not well organized, changes in student behavior in the second cycle experienced a fairly good change, the classroom atmosphere became conducive, it was organized and organized in the group division. It can be concluded that learning using STAD (Student Teams Achievement Division) type cooperative learning model can improve official letter writing skills, can change students' behavior to work together in discussing material, can change the atmosphere of learning fun.
Keywords: writing skills, office letter, STAD type cooperative model.
2023925740F1F015004CONSTRUCTIVE ENGAGEMENT INDONESIA DALAM UPAYA REKONSILIASI KONFLIK ROHINGYA (2016-2018)Penelitian yang berjudul “Constructive Engagement Indonesia dalam Upaya Rekonsliasi Konflik Rohingya (2016-2018)” ditulis dengan menggunakan sudut pandang konsep constructive engagement. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk constructive engagement Indonesia dalam membantu rekonsiliasi konflik Rohingya. Sesuai dengan respon yang terbuka dari Myanmar dan pujian dari dunia internasional, implementasi konsep constructive engagement dinilai berhasil karena tidak melanggar prinsip non-intervensi ASEAN dan memberikan hasil yang positif dalam proses rekonsiliasi. Namun demikian, tanpa sinergi dan komitmen dari dunia internasional, khususnya negara anggota ASEAN, perdamaian di Myanmar tetap akan sulit dicapai.The study entitled "Constructive Indonesian Engagement in Reconciliation Efforts in Rohingya Conflict (2016-2018)" was written using the concept of constructive engagement. The focus of this study is to find out how Indonesia's form of constructive engagement is in helping to reconcile the Rohingya conflict. In accordance with the open response from Myanmar and international praises, the implementation of the concept of constructive engagement was considered successful because it did not violate ASEAN's principle of non-intervention and gave positive results in the reconciliation process. However, without synergy and commitment from the international communities, especially ASEAN member countries, peace in Myanmar will still be difficult to achieve.
2024026197D1E014205Produk Fermentasi Rumen Domba yang Disuplementasi Daun Kelor (Moringa oleifera) Diproteksi Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dan Biji Pinang (Areca catechu. L.)Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplementasi pakan daun kelor yang diproteksi extrak buah bahkota dewa dan extrak biji pinang terhadap produk fermentasi rumen domba. Penelitian menggunakan metode experimental in vitro, dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan ternak, menggunakan rancangan acak lengkap, dengan tiga perlakuan yaitu P0 : (suplemenasi pakan menggunakan Daun kelor tanpa proteksi), P1 : (suplementasi pakan menggunakan daun kelor yang diproteksi ekstrak buah mahkota dewa 0,75 % berdasarkan BK konsentrat), P2 : (suplementasi pakan menggunakan daun kelor yang diproteksi ekstrak biji pinang 0,75 % berdasarkan BK Konsentrat). Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Peubah yang diukur yaitu konsentrasi VFA, N-NH3 dan sintesis protein mikroba. Hasil penelitian menunjukan bahwa proteksi suplemen pakan daun kelor menggunakan extrak buah mahkota dewa menghasilkan konsentrasi VFA, N-NH3 dan SPM terendah.This research a purpose to determine the effect of feed supplement moringa leaf that protected mahkota dewa extract and betel nut extact to rumen’s fermentation of sheep products. Research using experimental method of in vitro, that held in laboratory of feed science and nutrition, used a Completely Randomized Design with three treatment that are P0: (feed supplementation using Moringa leaves without protection), P1: (feed supplementation using Moringa leaves protected by 0.75% extract mahkota dewa based on Dry Matter (DM) concentrate), P2: (feed supplementation using Moringa leaves protected by 0.75% extract betel nut based on Dry Matter (DM) concentrate). Each treatment was repeated six times, there are eighteen trial units. The measured variables are concentration of VFA, N-NH3 and microbial protein synthesis. the result of the research show that the protection supplements of Moringa leaves using extract of the mahkota dewa produced the lowest concentrations of VFA, N-NH3 and SPM.