Artikelilmiahs
Menampilkan 20.381-20.400 dari 50.103 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20381 | 23475 | H1E014002 | SIMULASI INTERAKSI RADIASI GAMMA SUMBER Co-60 DENGAN MATERIAL KOLIMATOR TIMBAL, TUNGSTEN DAN BISMUTH MENGGUNAKAN PROGRAM MCNPX | Pelebaran medan radiasi gamma pada radioterapi yang disebabkan oleh hamburan dikenal dengan umbra. Efek umbra dihasilkan dari interaksi radiasi gamma dengan material kolimator. Pada penelitian ini telah dikaji tentang interaksi radiasi gamma sumber Co-60 dengan material kolimator timbal, tungsten dan bismuth secara simulasi menggunakan program MCNPX. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik spektrum sinar gamma terhambur serta menentukan nilai absorbsi dan kontaminasi elektron dari material target secara simulasi. Penelitian ini dilakukan III tahap, yaitu: tahap I memodelkan sumber radiasi berbentuk titik yang diasumsikan terdistribusi seragam linear satu arah dengan energi 1,17 dan 1,33 MeV. Tahap II memodelkan geometri material tungsten, timbal dan bismuth. Tahap III menentukan nilai HVL secara simulasi hingga didapatkan ketebalan yang sesuai dengan referensi. Kemudian dari nilai HVL dilakukan simulasi untuk mencari absorbsi, kontaminasi elektron dan spektrum radiasi gamma terhambur. Dari ketiga jenis material tersebut, hasil yang diharapkan berupa material yang memiliki nilai absorbsi sinar gamma tinggi, kontaminasi elektron dan spektrum radiasi gamma terhambur rendah. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan material bismuth dengan Z=83 lebih baik dari pada tungsten dan timbal karena memiliki nilai absorbsi tinggi, kontaminasi elektron tinggi dan spektrum terhambur rendah. | The widening of the gamma radiation field on radiotherapy caused by scattering is known as umbra. The umbra effect is generated from the interaction of gamma radiation with the collimator material. In this study, Co-60 source gamma radiation interaction with lead, tungsten and bismuth collimator material was simulated using the MCNPX program. The purpose of this study is to determine the characteristics of scattered gamma ray spectrum and determine the value of absorption and contamination of electrons from the target material in a simulation. This research was carried out in three stages, namely: stage I modeled a point-shaped radiation source assumed to be distributed in one-way linear uniform with energy 1,17 and 1,33 MeV. Phase II models the geometry of tungsten, lead and bismuth material. Phase III determines the HVL value in simulation until the thickness is in accordance with the reference. Then from the HVL value a simulation is performed to look for absorption, electron contamination and the spectrum of scattered gamma radiation. Of the three types of material, the expected results are material that has a high value of gamma ray absorption, electron contamination and a spectrum of low scattered gamma radiation. Based on the results of the study, it was concluded that bismuth material with Z = 83 is better than tungsten and lead because it has a high absorption value, high electron contamination and a low scattered spectrum. | |
| 20382 | 28534 | E1A115125 | KEJAHATAN PEMBEGALAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF KRIMINOLOGI (STUDI DI WILAYAH HUKUM POLRES LAMPUNG TIMUR) | Salah satu bentuk kejahatan yang menjadi fenomena yang cukup kompleks saat ini adalah kejahatan pembegalan sepeda motor. Kejahatan pembegalan membuat masyarakat resah dan takut jika akan berpergian menggunakan sepeda motor, bagaimana tidak, para pelaku pembegalan kerap melakukan tindakan kekerasan terhadap para korban saat menjalankan aksinya dan bahkan tidak segan untuk menghabisi nyawa korbannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan pembegalan, upaya yang dilakukan Polres Lampung Timur dalam menanggulangi kejahatan pembegalan, dan faktor-faktor yang menghambat Polres Lampung Timur dalam menanggulangi kejahatan pembegalan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari narasumber dan data sekunder yang diperoleh dari hasil penelaahan kepustakaan dan literatur digunakan untuk mendukung data primer. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan pembegalan yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor lingkungan, faktor pekerjaan, dan faktor narkoba. Upaya yang dilakukan Polres Lampung Timur dalam menanggulangi kejahatan pembegalan adalah upaya pre-emtif, upaya preventif, dan upaya represif, selanjutnya ditemukan dua faktor yang menghambat dalam upaya menanggulangi kejahatan pembegalan, faktor masyarakat dan faktor budaya. | One form of crime that is becoming a quite complex phenomenon at present is motorcycle violent theft. The crime of law enforcement makes people uneasy and afraid of going on a motorcycle trip, how not, the perpetrators often commit acts of violence against victims while execute their actions and do not even hesitate to kill the lives of their victims. The purpose of this research is to find out the factors that cause this crimes, efforts made by the East Lampung Regional Police in overcoming crimes against violent theft, and the factors that inhibit East Lampung Regional Police in overcoming criminal acts. The research method used is sociological juridical, with descriptive research specifications. Sources of data used are primary data obtained directly from sources and secondary data obtained from literature and literature review results are used to support primary data. Based on the results of the study there are five factors that cause crimes of legalization, namely economic factors, educational factors, environmental factors, employment factors, and drug factors. The efforts made by the East Lampung Police in overcoming crimes of violent thefr are pre-emptive, preventive, and repressive efforts. Furthermore, two factors which hindered the efforts to overcome the crimes of legalization were found, community factors and cultural factors. | |
| 20383 | 23414 | C1C014079 | PENGARUH PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHDAP KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Studi Empiris pada Organisasi Perangkat Daerah di Wilayah Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pengendalian manajemen dan sistem pengendalian internal terhadap kinerja instansi pemerintah di Kabupaten Banyumas. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertempat di Kabupaten Banyumas. Pengumpulan sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh sebanyak 54 OPD. Pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS 24 for Windows. Hasil penelitian ini yaitu (1) sistem pengendalian manajemen berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja instansi pemerintah di Kabupaten Banyumas, dan (2) sistem pengendalian internal berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja instansi pemerintah di Kabupaten Banyumas. | This resesrch aims to know the influence of management control systems, internal control systems on performance of government agencies in the Regency of Banyumas. The population in this study are the OPD that located ini the Regency of Banyumas. The sample collection is performed by the method of saturated sampling as 54 OPD. Data analysis using SPSS 24 for Windows. The result of this study is: (1) the management control systems have positive significantly effect to the performance of government agencies in the Regency of Banyumas. (2) the internal control system have positive significant effect on performance of government agencies in the Regency of Banyumas. | |
| 20384 | 34483 | D1A017243 | PENGARUH PENGGUNAAN BEBERAPA PENGENCER TERHADAP MOTILITAS DAN FERTILITAS SPERMATOZOA AYAM KAMPUNG | Penelitian ini dilaksanakan di Hardjo Casiwan Farm (HRJ farm), Cilongok dan Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada 10 April sampai dengan 23 Juli 2021. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa pengencer terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam kampung. Materi yang digunakan adalah spermatozoa ayam segar yang berasal dari 10 ekor pejantan ayam kampung berumur 1-1,5 tahun, ayam niaga petelur umur 42 minggu, larutan ringer laktat, NaCl fisiologis, dekstrosa, dan susu skim. Penelitian ini terdiri dari 2 rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk motilitas dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk fertilitas dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P1 = Semen + Susu Skim (1 :1,5), P2 = Semen + Ringer Laktat(1 :1,5), P3 = Semen + NaCl Fisiologis(1 :1,5), P4 = Semen + Dekstrosa(1 :1,5). Hasil Penelitian diketahui bahwa penggunaan beberapa pengencer berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam kampung (P<0,01). Pengencer NaCl fisiologis dan ringer laktat menunjukkan nilai motilitas dan fertilitas paling tinggi. | This research was conducted at Hardjo Casiwan Farm (HRJ Farm), Cilongok and the Laboratory of Animal Physiology and Reproduction, and experimental farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from April 10 to July 23, 2021. The purpose of this study was to determine the effect of using several diluents on motility and fertility of kampung rooster spermatozoa. The material used was fresh kampung rooster semen, taken from 10 kampung rooster males with age ranging 1-1.5 years, laying hens with age 42 week, Ringer’s Lactate Solution, Physiological Saline Solution, Dextrose, and skimmed milk. This study consisted of 2 experimental designs, namely a Randomized Block Design (RBD) for motility, and a Completely Randomized Design (CRD) for fertility with 4 treatments and 5 replications. The treatments were P1 = Semen + Skimmed milk (1 :1.5), P2 = Semen + Ringer’s Lactate Solution (1 :1.5), P3 = Semen + Physiological Saline Solution (1 :1.5), P4 = Semen + Dextrose(1 :1.5). The results showed that the difference in using diluent show of spermatozoa very significally affected of the motility and fertility of kampung rooster spermatozoa (P< 0.01). The diluent Physiological Saline Solution and Ringer’s Lactate Solution showed the highest motility and fertility values. | |
| 20385 | 23415 | F1A014029 | PECINTA BIS BANYUMAS (Studi Tentang Bentuk Persaudaraan antaranggota BisMania Community Korwil Masdusel di Banyumas) | Masyarakat Indonesia tertarik terhadap transportasi bis selain karena harganya yang mudah dijangkau juga karena transportasi bis ada setiap waktu dari pagi hingga petang. Masyarakat juga dapat dengan mudah menggunakan transportasi bis karena bis mudah dijumpai. Transportasi bis memiliki keunggulan yang tidak dimiliki transportasi lain seperti kereta api. Salah satu keunggulannya adalah servis makan. Hal tersebut menjadi faktor penarik agar masyarakat selalu menggunakan transportasi bis. Kenyamanan yang selalu diutamakan membuat masyarakat memiliki rasa cinta terhadap bis sehingga terbentuk komunitas bernama BisMania Community. BisMania Community adalah komunitas penggemar bis Indonesia yang anggotanya tersebar di berbaagai kota di Indonesia dengan mayoritas di Pulau Jawa dan Sumatera. Skripsi ini mengambil judul PECINTA BIS BANYUMAS (Studi Tentang Bentuk Persaudaraan antaranggota BisMania Community Korwil Masdusel di Banyumas). Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah Anggota BisMania Community Korwil Masdusel di Banyumas dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk persaudaraan antaranggota BisMania Community dapat dilihat dari kegiatan yang diadakan dan hubungan antaranggota. Perkumpulan BisMania Community di Banyumas memiliki solidaritas mekanis dan organis. Seluruh anggota yang tergabung dalam perkumpulan BisMania Community selalu melakukan sesuatu hal yang bersifat kerjasama. Saling tolong menolong, menghargai satu sama lain, tidak membeda-bedakan antaranggotanya adalah bukti dari bentuk persaudaraan BisMania Community di Banyumas yang memperlihatkan solidaritas mekanis. Latar belakang yang berbeda sehingga mengakibatkan jarang melaksanakan kegiatan rutin adalah bukti solidaritas organis dalam keanggotaan perkumpulan BisMania Community. | Indonesians are interested in bus transportation because the price is easy to reach because bus transportation is available every time from morning to evening. People can also easily use bus transportation because buses are easy to find. Bus transportation has the advantage that other transportation does not have such as trains. One of the advantages is food service. This is a compelling factor so that people always use bus transportation. A comfort that is always preferred makes people have a sense of love for the bus so that a community called BisMania Community is formed. BisMania Community is an Indonesian bus fan community whose members are spread in various cities in Indonesia with the majority in Java and Sumatra. This thesis takes the title of BANYUMAS BIS LOVER (Study of Forms of Brotherhood between Members of the BisMania Community Regional Coordinator in Banyumas). In this study using descriptive qualitative methods. The main target in this study was a member of the MasMusel BisMania Community Regional Coordinator in Banyumas by using purposive sampling. Data collection methods in this study use interviews, observation, and documentation. Data analysis in research using interactive data analysis. The results of this study indicate that the form of brotherhood between BisMania Community members can be seen from the activities held and the relationship between members. The BisMania Community Association in Banyumas has mechanical and organic solidarity. All members who are members of the BisMania Community association always do something that is cooperative. Mutual help, respecting each other, not discriminating between members is evidence of the form of the BisMania Community brotherhood in Banyumas which shows mechanical solidarity. Different backgrounds resulting in rarely carrying out routine activities are proof of organic solidarity in the membership of the BisMania Community association. | |
| 20386 | 23400 | H1A014008 | PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK SABUN CUCI PIRING CAIR DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA | Tanaman nyamplung di Jawa Tengah banyak ditemukan di daerah Cilacap. Buah nyamplung memiliki biji yang potensial untuk menghasilkan minyak sehingga mampu dikembangkan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan sabun. Sabun yang dibuat dalam penelitian ini adalah sabun cuci piring cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyimpanan terhadap karakteristik sabun, serta menentukan batas waktu penggunaan sabun tersebut. Sabun yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi sesuai SNI 09-06-2048-1990. Karakterisasi dilakukan pada variasi waktu penyimpanan 0 sampai 12 minggu meliputi, pH, bobot jenis, asam lemak bebas, lemak tak tersabunkan, jumlah asam lemak dan minyak pelikan. Hasil uji karakteristik kemudian di analisa menggunakan uji korelasi pearson untuk mengetahui pengaruh karakteristik sabun terhadap waktu penyimpanan serta dilakukan ekstrapolasi menggunakan metode time series untuk mengetahui batas waktu penggunaan sabun tersebut. Hasil uji korelasi pearson menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara karakteristik dengan lama penyimpanan produk. Hasil uji time series menunjukkan bahwa sabun tersebut memiliki batas waktu penggunaan selama 49 minggu. Uji hedonik dan uji antibakteri juga dilakukan terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Uji hedonik yang dilakukan meliputi aroma, warna, busa dan daya bersih. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan terbentuknya zona hambat terhadap bakteri S. aureus sebelum penyimpanan sebesar 40,42 mm dan setelah penyimpanan sebesar 15,57 mm, sedangkan terhadap bakteri E. coli memiliki zona hambat 10,60 mm sebelum penyimpanan dan 6,88 mm setelah penyimpanan. Hasil uji hedonik menghasilkan persentase kesukaan sebesar 73% sebelum penyimpanan dan 71,5% setelah penyimpanan sabun. | Nyamplung (Calophyllum inophyllum) is one potential plants which has naturally growth in Indonesia. In Central Java, we can find many nyamplung plants on Cilacap. Nyamplung has potential seeds which can produce oil. These oil can be processed as raw material in soap making. The soap referred to this research is dishwashing liquid soap. This research aims to determine the effect of soap’s time storage to soap’s characteristics and we can also find the expired time of these soap. This soap has been characterized according to SNI 09-06-2048-1990. Characterization is carried out time 0 up to 12 weeks of storage for analysis pH, weight of type, free alkali or free fatty acids, neutral fat, total fatty acid, and pelicans oil. Characterization results were analyzed using Person Correlation test to determine the effect of soap characterization on storage time and using the time series method for determine the expired of the soap. The Pearson Correlation test results indicate there is a relationship between characterization and the length of product storage. The time series test results show that soap has a usage time limit of 49 weeks. Hedonic tests and antibacterial tests were also carried out on bacteria S. aureus and E. coli. The hedonic test contains of smell, color, foam, and clean power. The result of Antibacterial activity showed the formation of inhibitory zones against S. aureus bacteria before storage by 40.42 mm and after storage by 15.57 mm, while against E. coli bacteria had a 10.60 mm inhibition zone before storage and 6.88 mm after storage. The hedonic test has gotten 73% before storage and 71.5% after soap storage. | |
| 20387 | 23413 | C1B013047 | pengaruh gaji insentif beban kerja dan konflik kerja terhadap turnover intention (studi pada rumah makan ayam geprek bae purwokerto) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana Pengaruh Gaji, Insentif, beban kerja dan konflik kerja terhadap Turnover Intention di Rumah Makan Ayam Geprek Purwokerto. Jumlah sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah 48 responden dengan menggunakan rumus Slovin pengukuran dalam variabel ini menggunakan skala Likert dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) gaji berpengaruh negatif terhadap Turover Intention (2) insentif berpengaruh negatif terhadap Trunover Intention (3) Beban Kerja berpengaruh positif terhadap Turnover Intention (4) Konflik Kerja berpengaruh positif terhadap Turnover Intention. Terjadinya turnover intention sedikit banyak merugikan perusahaan karena karena prilaku yang mengindikasikan adanya turnover intention akan muncul seperti mulai malas bekerja, absensi meningkat dan lain-lain akan mucul dan rekuritmen karyawan baru membutuhkan waktu bagi karyawan untuk bekerja sesuai dengan harapan perusahaan. Oleh karena itu sebaiknya perusahaan mengevaluasi gaji dan insentif secara berkala. Variabel beban kerja dan konflik kerja berpengaruh terhadap keinginan keluarnya karyawan di Ayam Geprek Bae Purwokerto. Ada baiknya perusahaan mengevaluasi tugas dan pekerjaan pada masing-masing karyawan. Selain itu komunikasi harus berjalan efektif guna menghindari konflik kerja dan ketika ada konflik di lingkungan kerja harus diselesaikan dengan cepat dan baik. | The purpose of this study was to examine how the effect of salaries, incentives, workloads and work conflicts on Turnover Intention at the Geprek Chicken Restaurant in Purwokerto. The number of samples used in this study were 48 respondents using the Slovin formula of measurement in this variable using a Likert scale and hypothesis testing using multiple regression analysis. Based on the results of this study indicate that (1) salaries have a negative effect on Turover Intention (2) incentives have a negative effect on Trunover Intention (3) Workload has a positive effect on Turnover Intention (4) Work Conflict has a positive effect on Turnover Intention. The occurrence of turnover intention is more or less detrimental to the company because because the behavior that indicates the existence of turnover intention will arise such as starting to lazy to work, absenteeism increases and others will emerge and recruitment of new employees requires time for employees to work in accordance with company expectations. Therefore, the company should evaluate salaries and incentives regularly. Variable workload and work conflict affect the desire to leave the employee at Geprek Bae Chicken Purwokerto. It is better for the company to evaluate the tasks and jobs for each employee. In addition, communication must be effective in order to avoid work conflicts and when there are conflicts in the work environment must be resolved quickly and well. | |
| 20388 | 25707 | E1A014110 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA/BURUH YANG MELAKUKAN AKSI MOGOK KERJA | Konvensi ILO Nomor 87 Tahun 1948 tentang Kebebasan Berserikat dan Perlindungan Hak untuk Berorganisasi dan Konvensi ILO Nomor 98 Tahun 1949 tentang Pelaksanaan Prinsip-Prinsip Hak Berorganisasi dan Berunding Bersama secara tersirat mengakui hak mogok sebagai hak dasar pekerja.kemudian dalam tatanan hukum nasional dengan di undangkanya Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 maka dengan ini hak mogok di akui sebagai hak dasar pekerja serta mendapatkan perlindungan hukum tetapi sering ditemui kasus-kasus di lapangan terjadi PHK akibat melakukan mogok kerja . Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder berupa baham hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang diperoleh dengan metode studi kepustakaan serta kemudian disajikan secara deskriptif dan serta mengunakan metode analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum yang diberkan terhadap pekerja/buruh yang melakukan aksi mogok kerja dapat dilihat ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Perlindungan hukum diberikan terhadap pekerja yang melakukan mogok kerja yang sah, yang telah memenuhi syarat-syarat prosedural dalam melakukan aksi mogok kerja | ILO Convention No. 87 of 1948 concerning Freedom of Association and Protection of the Right to Organize and ILO Convention No. 98 of 1949 concerning the Implementation of the Principles of Right to Organize and Collective Bargaining implicitly recognize the right to strike as a basic right of workers. in the order of national law after the ratification and enactment of Law Number 13 of 2003 concerning Labor. thus strikes are recognized as basic rights of workers. strikes are recognized as basic employment rights and are guaranteed legal protection. but in practice there were cases of layoffs for workers due to strikes. strikes are recognized as basic employment rights and are guaranteed legal protection. but in practice there were cases of layoffs for workers due to strikes. The approach method used is a normative juridical approach and descriptive research specifications. The sources of legal material used are secondary data in the form of primary legal studies, secondary legal materials, and tertiary legal materials obtained by library study methods and then presented descriptively and using qualitative normative data analysis methods. The results of the research shows that legal protection of workers that doing action strike can be seen in the provisions of Law Number 13 of 2003. legal protection given to workers who commit a legitimate strike,which has met procedural requirementsin carrying out a strike | |
| 20389 | 23420 | F1C013085 | PENGELOLAAN MEDIA BERBASIS CYBER PADA BATURRADEN ADVENTURE FOREST (BAF) DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN | Manajemen Baturraden Adventure Forest (BAF) sadar betul penggunaan teknologi berbasis cyber sebagai media pemasaran telah menjadi inovasi baru yang efektif. Kegiatan pengelolaan media cyber diperlukan untuk dapat bersaing dan tetap eksis dibandingkan dengan objek wisata lain yang ada di Baturraden. Saat ini Manajemen BAF menggunakan empat media berbasis cyber untuk memberikan informasi detail tentang mereka kepada calon client dan wisatawan. Empat media tersebut antara lain: Facebook, Instagram, Twitter, dan Website. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh deskripsi yang mendalam tentang bagaimana pengelolaan media berbasis cyber pada BAF dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan yang meliputi tahapan: (1.) Perencanaan,(2.) Pelaksanaan, dan (3.) Evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam perencanaan pengelolaan media berbasis cyber yang dilakukan manajemen BAF bertujuan untuk menunjang usaha promosi yang bermuara pada meningkatnya kunjungan wisatawan, BAF yang lebih populer, dan makin eksis, serta mampu memenuhi target pendapatan yang diharapkan. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan media berbasis cyber BAF telah berjalan cukup maksimal dalam menunjang kegiatan pemasaran. Khusus facebook, dan instagram adalah media yang paling massive dalam mempromosikan kegiatan pengelolaan media berbasis cyber BAF. Media yang berhasil dan paling efektif menarik wisatawan adalah instagram, hal tersebut dilihat dari kebanyakan wisatawan/client yang berkunjung aktif mengakses media tersebut, sedangkan media cyber yang memiliki tingkat efektifitas pemberian informasi dengan jumlah viewers dan memiliki kunjungan pengakses yang tinggi dari khalayak adalah website, dan instagram dibandingkan dengan media cyber lainnya. | The management of Baturraden Adventure Forest (BAF) is well aware that the use of cyber-based technology as a marketing medium has become an effective new innovation. Cyber media management activities are needed to be able to compete and still exist compared to other tourist objects in Baturraden. Currently BAF Management uses four cyber-based media to provide detailed information about them to prospective clients and tourists. The four media include: Facebook, Instagram, Twitter, and the Website. The purpose of this study was to obtain an in-depth description of how cyber-based media management at BAF was in an effort to increase tourist visits which included stages: (1.) Planning, (2.) Implementation, and (3.) Evaluation. This study uses descriptive qualitative research methods with data retrieval methods using in-depth interview techniques The results of this study indicate that in planning cyber-based media management conducted by BAF management aims to support promotional efforts that lead to increased tourist visits, BAF which is more popular, and increasingly exist, and able to meet the expected revenue target. The implementation of BAF cyber-based media management activities has been running maximally in supporting marketing activities. Especially for Facebook, and Instagram is the most massive media in promoting BAF cyber-based media management activities. The most successful and most attractive media for attracting tourists is Instagram. It is seen from most tourists / clients who visit the media actively, while cyber media that has a level of effectiveness in providing information to the number of viewers and having high access from the public is the website, and Instagram compared to other cyber media. | |
| 20390 | 23421 | E1A013021 | PENYALAHGUNAAN KEKEBALAN PADA KEDIAMAN DIPLOMATIK DAN KONSULER (Studi tentang Kasus Penyadapan di Kantor Perwakilan Diplomatik dan Konsuler Australia di Indonesia Kepada Pejabat Negara Republik Indonesia) | ABSTRAK Penyalahgunaan Kekebalan pada Kediaman Perwakilan Diplomatik dan Konsuler Berdasarkan Hukum Internasional ( Studi tentang Kasus Penyadapan di Kantor Perwakilan Diplomatik dan Konsuler Australia di Indonesia kepada Pejabat Republik Indonesia ) Oleh : Pipih Samrotul Fuadah E1A013021 Hubungan internasional sangat diperlukan oleh suatu Negara dalam rangka berinteraksi dengan negara-negara lain. Dalam hal menjalin dan mengembangkan hubungan dengan Negara lain dapat diwujudkan dengan pertukaran misi diplomatik dan konsuler yang didasarkan atas pinsip persamaan hak serta perdamaian antarnegara. Namun, dalam penerapannya masih ditemukan bentuk-bentuk pelanggaran yang merugikan Negara lain. Salah satunya adalah pelanggaran penyadapan atas pengembangan telepon seluler jaringan 3G di Indonesia yang dilakukan di kantor Kedutaan Besar Australia di Indonesia pada 2007, penyadapan tersebut dilakukan melalui saluran komunikasi milik Presiden Susila Bambang Yudhoyono dan sembilan menterinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan yang bersifat deskriptif analitis, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan dan sumber data primer sebagai data pendukung dengan metode pengumpulan data wawancara, diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis, dan metode analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui: pertama, kasus pelanggaran penyadapan yang dilakukan Australia merupakan pelanggaran atas Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik Pasal 3 ayat 1 huruf (d), Pasal 27, dan Pasal 41 dan melanggar Pasal 5, Pasal 31, dan Pasal 45 KonvensiWina 1963 tentang Hubungan Konsuler, yaitu dalam memperoleh informasi dari Negara penerima tidak boleh melanggar ketentuan Hukum Internasional. Kedua, pelanggaran yang mengakibatkan ditinjau kembalinya kerja sama Australia dan Indonesia, memunculkan pertangggungjawaban atas suatu kewajiban internasional yang lahir dari perjanjian internasional dan Australia sebagai Negara pengirim wajib memberikan pertanggungjawaban dengan cara salah satunnya adalah mengajukan permohonan maaf secara resmi kepada Negara Indonesia. | ABSTRACT Abuse of Immunity at the Residence of Diplomatic and Consular Representatives Under International Law (Study of the Wiretapping Case at Australia's Diplomatic and Consular Representative Office in Indonesia the Officials of the Republic of Indonesia) By : Pipih Samrotul Fuadah E1A013021 Intenational relation is needed by a country in order to relate with other countries. In term of establishing and developing relations with other State can be realized by the exchange of diplomatic and consular missions based on the principle of equality and peace among nations. However, in the application there still found forms of violations that harm other State. One such of violation is the wiretap for the development if 3G network cell phone in Indnonesia conducted at the Australian Embassy in Indonesia in 2007, the tapping was conducted through the communication channel owned by President Susilo Bambang Yudhoyonoo and his nine ministers. This research used juridical normative method with legislation approach descriptive analysis, the data sources are secondary data with methods of data collection study in literature and primary data as additional data, described in the form systematically narrative and with quantitative analysis. Based on the results of this study known : first, Australian wiretapping infringement cases are a violation of the Vienna Convention 1961 on Diplomatic Relation Article 3 paragraph 1 (d), Article 27, and Article 41 and violates Article 5 (m), Article 31, Article 45 of the Vienna Convention 1963 on Consular Relations, that is in obtaining information from the receiving State should not violate international legal provision. Secondly, the violation resulting a review of the return of Australia and Indonesia cooperation, causes an international obligation arising from international treaties and Australia as a sending country should give responsibilityheld accountable by means of asking satisfaction the State of Indonesia. | |
| 20391 | 23427 | E1A114018 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI IBU HAMIL DALAM MENGAKSES PELAYANAN KESEHATAN SEBAGAI BAGIAN DARI HAK KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN (Studi Terhadap Hak-Hak Ibu Hamil Dalam Struktur Peraturan Perundang-Undangan Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi peraturan perundang-undangan secara vertikal dan bentuk perlindungan hukum yang diberikan mengenai ibu hamil dalam mengakses pelayanan kesehatan sebagai bagian dari hak reproduksi perempuan. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis yuridis normatif, dan untuk mendukung pendekatan tersebut digunakan metode peraturan perundang-undangan dan pendekatan analitis dengan spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan, penelitian taraf sinkronisasi hukum dan penemuan hukum dalam perkara in concreto. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa pengaturan perlindungan hukum bagi ibu hamil dalam mengakses pelayanan kesehatan sebagai bagian dari hak kesehatan reproduksi perempuan secara umum telah menunjukkan taraf sinkronisasi, dimana pengaturan mengenai perlindungan hukum ibu hamil pada umumnya telah memiliki keharmonisasian dan kesinkronan secara vertikal dengan adanya keserasian antara peraturan perundang-undangan yang satu dengan yang lainnya. Bentuk perlindungan hukum bagi ibu hamil dalam mengakses pelayanan kesehatan sebagai bagian dari hak kesehatan reproduksi perempuan meliputi: Jaminan pengaturan pelayanan antenatal terpadu, jaminan pengaturan sarana pelayanan kesehatan reproduksi yang aman, bermutu, dan terjangkau dan jaminan pengaturan pelayanan kehamilan yang layak atas dasar persamaan antara laki-laki dan perempuan dan bila diperlukan diberikan cuma-cuma, termasuk pemberian makanan bergizi yang cukup selama kehamilan. | This research aimed to find out synchronization between the legislation rules vertically and the form of legal protection regarding to pregnant women in accessing health services as a part of women’s reproduction rights. This study used qualitative as research method with normative juridical analysis approach, as a support to this approach this study also used legislation rules method and analytical approach with legislation inventory, legal synchorization stage research, and legal detection of case in concerto as the research specification. Based on the result of this research, legal protection regarding to pregnant women in accessing health services as a part of women’s reproduction rights has showed synchronization stage, where the legal protection regarding to pregnant women generally has been harmonized and synchronized vertically with the correspondence between one legislation rule and the other. The form of legal protection regarding to pregnant women in accessing health services as a part of women’s reproduction are: assurance of integrated antenatal care, assurance of reproduction health service facilities which is safe, having a good quality and affordable, also the assurance of appropriate pregnancy services on the basis of equality between men and women which can be costless if it’s needed, including the providing of adequate nutritious food during pregnancy. | |
| 20392 | 23429 | E1A014004 | PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA FISIOTERAPIS DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN (Studi Terhadap Hak-Hak Tenaga Fisioterapis Dalam Struktur Peraturan Perundang-Undangan Indonesia) | PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA FISIOTERAPIS DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN (Studi Terhadap Hak-Hak Tenaga Fisioterapis Dalam Struktur Peraturan Perundang-Undangan Indonesia) Oleh: Yunita Wulandari E1A014004 ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai perlindungan hukum tenaga fisioterapis dalam memberikan pelayanan kesehatan. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum tenaga fisioterapis dan mengetahui bentuk-bentuk perlindungan hukum terhadap tenaga fisioterapis dalam memberikan pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (Statute Aproach) dan pendekatan analitis (Analytical Aproach) dengan spesifikasi inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif) dan penelitian taraf sinkronisasi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan perlindungan hukum tenaga fisioterapis dalam memberikan pelayanan kesehatan secara umum telah menunjukkan taraf sinkronisasi dimana telah memiliki keharmonisasian dan kesinkronisasian baik secara vertikal maupun horizontal. Bentuk perlindungan hukum tenaga fisioterapis meliputi: jaminan pengaturan kemandirian profesi dan otonomi; jaminan pengaturan kebebasan dari ancaman terhadap kehormatan, reputasi dan kompetensi; jaminan pengaturan kesempatan untuk membela diri terhadap gugatan sesuai keadaan; jaminan pengaturan pembelaan; jaminan pengaturan perlindungan hukum dalam melaksanakan pelayanan fisioterapi sesuai dengan standar profesi fisioterapis; jaminan pengaturan imbalan jasa profesi; jaminan pengaturan perlindungan terhadap risiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; jaminan pengaturan tentang informasi yang lengkap dan benar dari penerima pelayanan kesehatan atau keluarganya; jaminan pengaturan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama; jaminan pengaturan kesempatan untuk mengembangkan profesinya; dan jaminan pengaturan hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. | PHYSIOTHERAPY POWER LEGAL PROTECTION IN PROVIDING HEALTH SERVICES (Study of the Rights of Physiotherapists in the Structure of Indonesian Legislation) By: Yunita Wulandari E1A014004 ABSTRACT This study discusses the legal protection of physiotherapists in providing health services. The purpose of writing this research is to find out the synchronization of legal protection settings for physiotherapists and to know the forms of legal protection for physiotherapists in providing health services to the structure of Indonesian legislation. The research method used is normative juridical. The method of approach in this study is the legislation approach (Statute Aproach) and analytical approach (Analytical Aproach) with the specification of inventory legislation (positive law) and legal synchronization level research. The results showed that the regulation of the legal protection of physiotherapists in providing health services in general has shown a level of synchronization which has harmony and synchronization both vertically and horizontally. Forms of legal protection for physiotherapist personnel include: guarantee of regulating professional independence and autonomy; guarantee of freedom from threats to honor, reputation and competence; guarantee of opportunity to defend yourself against a suit according to circumstances; defense arrangement guarantee; guarantee of legal protection arrangements in carrying out physiotherapy services in accordance with physiotherapist professional standards; guarantee of compensation for professional services; guarantee the protection of work risks related to their duties in accordance with the provisions of the legislation; guarantee of regulation of complete and correct information from recipients of health services or their families; guarantee the protection of occupational safety and health, treatment in accordance with human dignity, morality, morality and religious values; guarantee the arrangement of opportunities to develop his profession; and guarantee the regulation of other rights in accordance with the provisions of the legislation. | |
| 20393 | 23433 | A1L014133 | IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI DAN BIOKIMIA JERUK SIAM (Citrus nobilis) LOKAL, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH | Jeruk siam (Citrus nobilis) merupakan jenis jeruk yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Purworejo merupakan salah satu daerah yang dikenal sebagai daerah sentra produksi buah jeruk siam di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengidentifikasi karakter morfologi dan biokimia jeruk siam lokal, Kabupaten Purworejo ; 2) menilai tingkat kekerabatan antar aksesi jeruk siam yang diamati berdasarkan morfologi batang, daun dan buah ; 3) mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap jeruk siam Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2018 di Desa Pekutan dan Desa Bandung, Purworejo dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, UNSOED. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ialah metode purposive sampling. Data diperoleh dari wawancara kepada petani serta identifikasi karakter morfologi dan biokimia secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan karakter morfologis dan biokimia antar aksesi. Hubungan kekerabatan tertinggi yaitu 100% pada kelompok I (PWJ-P-01, PWJ-P-02 dan PWJ-P-04) dan kelompok II (PWJ-P-03 dengan PWJ-K-01). Sementara antara kelompok I dengan kelompok II memiliki tingkat kemiripan 82%. Sebagian besar konsumen menyukai jeruk siam Purworejo (60,66%), akan tetapi terkait dengan atribut jeruk, konsumen mempunyai kesukaan yang berbeda: buah jeruk dari aksesi PWJ-P-04 lebih banyak disenangi dari segi ukuran dan warna buah; buah jeruk dari aksesi PWJ-P-01 lebih banyak disenangi dari segi rasa dan warna daging buah, ; buah jeruk dari aksesi PWJ-P-02 tidak disukai konsumen dari segi ukuran, warna buah, warna daging buah dan rasa buah. | Citrus nobilis is the most widely cultivated type of citrus in Indonesia. Purworejo is one of the areas that is known as a center for producing citrus fruits in Central Java. The objective of this research is to : 1) identify morphological and biochemical characters of Purworejo citrus; 2) to value of genetic relation between citrus nobilis accessions which is observed based on the morphology of the stem, leaves and fruit ; 3) to know the preference of consumer to citrus nobilis from Purworejo. The research was done at July-August 2018 in Pekutan Village and Bandung Village, Purworejo and laboratory of plant breeder, Agriculture Faculty of UNSOED. The research used survey method with purposive sampling technique. Data were obtained by interviewing farmers and identifying the morphological and biochemical characters of citrus. The result of this research indicates that there are differences in morphological and biochemical characteristics between accessions. The highest genetic relations are 100% between group I and group II. While between group I and group II had a genetic relations at level of 82%. Most consumers are prefer to citrus nobilis from Purworejo (60,66%). However, in term of citrus attributes the consumers have a variety of preference : citrus nobilis from PWJ-P-04 are more favorite in terms of size and fruit color; citrus nobilis from PWJ-P-01 are more favorite in terms of taste and pulp color, citrus nobilis from PWJ-P-02 are less favorite by consumers in terms of size, fruit color, pulp color and fruit taste. | |
| 20394 | 23422 | H1G014037 | BIOAKUMULASI LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA MEDIA AIR DAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA KAWASAN KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI WADUK SAGULING BANDUNG BARAT 2018 | Penelitian ini berjudul ”Bioakumulasi Logam Berat Pb dan Cd pada Media Air dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Kawasan Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Saguling Bandung Barat 2018”. Tujuannya untuk mengetahui kandungan logam Pb dan Cd pada media air dan otot ikan nila, hubungan antara kandungan logam Pb dan Cd pada media air dengan kandungannya pada otot ikan nila dan kelayakan konsumsi ikan nila. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik Purposive Random Sampling pada empat stasiun dengan lima kali ulangan. Data dianalisis dengan uji F, uji korelasi dan deskriptif menurut baku mutu. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Pb dan Cd pada media air tidak terdeteksi, sementara kandungan logam Pb pada otot ikan nila berkisar 1,07–6,43 mg/kg dengan rataan 3,56±1,68 mg/kg dan logam Cd pada dan otot ikan nila berkisar dari tidak terdeteksi–0,276 mg/kg dengan rataan 0,0485±0,0813 mg/kg. Kandungan logam berat Pb dan Cd pada media air dengan otot ikan nila tidak dapat dikorelasikan. Kelayakan konsumsi ikan nila yang dipelihara di KJA Waduk Saguling adalah tidak layak konsumsi. | This research entitled "Bioaccumulation of Pb and Cd Heavy Metals in Water and Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) muscle in Floating Net Cages in Saguling Reservoir West Bandung 2018". The aim is to determine the content of Pb and Cd in the water and nile tilapia muscle, the relation between the content of Pb and Cd in water with its content in nile tilapia muscle and the feasibility of nile tilapia consumption. The method used is a survey method with a Purposive Random Sampling technique on four stations with five replications. Data were analyzed by F test, correlation and descriptive test according to quality standards. The results showed that the Pb and Cd content in water were not detected, while the Pb content in nile tilapia muscle ranged from 1.07 to 6.43 mg/kg with an average of 3.56±1.68 mg/kg and Cd content in nile tilapia muscle ranges from undetectable-0.276 mg/kg with an average of 0.0485±0.0813 mg/kg. The content of heavy metals Pb and Cd in the water with nile tilapia muscle cannot be correlated. Feasibility of consumption of nile tilapia that is maintained in floating net cages Saguling Reservoir is not suitable for consumption. | |
| 20395 | 23423 | H1G014020 | PENDUGAAN TINGKAT KESUBURAN (EUTROFIKASI) PERAIRAN PADA WADUK SAGULING DI BANDUNG BARAT MELALUI ANALISIS TROPHIC STATE INDEX (TSI) | Waduk Saguling menjadi waduk pertama yang membendung aliran Sungai Citarum. Waduk ini mempunyai peruntukan sebagai pembangkitan listrik, suplai air dan kegiatan perikanan berupa keramba jaring apung (KJA). Saat ini Waduk Saguling telah mengalami perkembangan fungsi yang cukup serius mulai dari penurunan kualitas dan kuantitas air akibat kegiatan antropogenik. Berbagai substansi yang masuk ke Waduk Saguling akan mempengaruhi keberadaan unsur hara pada waduk. Masukkan unsur hara ke Waduk Saguling akan menyebabkan terjadinya eutrofikasi di waduk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kandungan klorofil-a, total fosfor dan kecerahan serta perbedaan kandungan klorofil-a, total fosfor dan kecerahan antar area dan untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan serta perbedaan tingkat kesuburan antar area di Waduk Saguling Bandung Barat. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan metode survey menggunakan teknik Purposive Random Sampling dimana lokasi penelitian dibagi menjadi area inlet, area KJA, area tengah dan area outlet Waduk. Hasil penelitian menunjukan kandungan klorofil-a yang diperoleh berkisar 4,180-16,627 μg/L, kandungan total fosfor berkisar 0,040-0,107 mg/L dan kecerahan berkisar 49,0-192,5 cm. Berdasarkan analisis Trophic State Index menunjukan bahwa tingkat kesuburan Waduk Saguling berada pada status Eutrofik dengan nilai berkisar 55,612-57,958 μg/L. Tingkat kesuburan inlet, KJA, tengah dan outlet sama. | Saguling Reservoir is the first reservoir steming the flow of Citarum River. Its main functions are as power generator, water supply, and floating net cages fishery activities. Nowadays, Saguling Reservoir is undergoing several solemn function development, start from water quality and quantity decreasing as the consequence of anthropogenic activities. Some entry of substance to Saguing Reservoir will affect its existence of nutrient. Entriance of nutrient toward Saguling Reservoir will cause eutrophication on it. This research was held to find out some contents of clorophyll-a, total of phosphor, and brightness also the difference of clorophyll-a content, phosphor total and its brightness among stations and to know the level of water fertility, and the difference of water fertility among stations at Saguling Reservoir, West Bandung. This research used Survey method by using Purposive Random Sampling technique where research location was divided into, those are Reservoir Inlet part, part of floating net cages (KJA), center part of reservoir, and outlet reservoir part. The result of this research shows that cholophyll-a content obtained is about 4,180-16,627 μg/L, the content of phosphor total is about 0,040-0,107 mg/L and the brightness is about 49,0-192,5 cm. Based on analysis with Trophic State Index, it could be concluded that the level of fertility of Saguling Reservoir showing Eutrophic with point about 55,612-57,958 μg/L. The level of fertility is not extremely different. | |
| 20396 | 23424 | A1M014025 | PENGARUH VARIASI DAYA DAN LAMA WAKTU EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG MIKRO TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L) | Kandungan senyawa bioaktif dalam kelopak bunga rosela yaitu fenol, antosianin dan vitamin C mudah terpengaruh oleh panas. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diteliti pengaruh daya microwave dan lama waktu ekstraksi kelopak bunga rosela yang tepat agar diperoleh rendemen senyawa bioaktif dan aktivitas antibakteri yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi daya dan lama waktu ekstraksi berbantu gelombang mikro terhadap karakteristik kimia dan aktivitas antibakteri ekstrak kelopak bunga rosela. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Dua faktor yang diteliti yaitu variasi daya microwave yaitu 100, 175, 250, 325, dan 400 watt dan lama waktu ekstraksi yaitu 2, 4, 6, 8, dan 10 menit. Variabel yang diamati yaitu pH, total fenol, dan aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan daya microwave terbaik yaitu pada daya 325 watt dengan total fenol 76,996 mg/100 gram, pH sebesar 2,38 dan nilai zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 10,58±1,69. Lama waktu ekstraksi terbaik pada 6 menit dengan nilai total fenol 82,156 mg/100 gram, pH sebesar 2,4, dan nilai rata-rata zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 10,15±1,79 mm, Eschericia coli sebesar 9,92±2,35 mm, Bacillus cereus 11,94±2,86 mm, dan Pseudomonas aeruginosa sebesar 10,5±0,96 mm. Kombinasi terbaik didapatkan pada daya microwave 325 watt dengan lama ekstraksi 6 menit dengan nilai total fenol 80,076 mg/100 gram dan pH sebesar 2,39, aktivitas antibakteri terhadap Staphyilococcus aureus sebesar 10,175±0,035 mm, Escherichia coli sebesar 9,165±1,06 mm, Bacillus cereus sebesar 10,785±1,63 mm, Pseudomonas aeruginosa sebesar 9,395±1,56 mm. | The content of bioactive compounds in roselle petals namely phenol, anthocyanin and vitamin C is easily affected by heat. Based on this, it is necessary to examine the effect of microwave power and the exact extraction time of roselle petals in order to obtain high yields of bioactive compounds and antibacterial activity. This study aims to determine the effect of variations in power and time of extraction of microwaves with chemical characteristics and antibacterial activity of rosela flower petals extract. This study uses a randomized block design (RAK). The two factors studied were microwave power variation of 100, 175, 250, 325, and 400 watts and the extraction time was 2, 4, 6, 8, and 10 minutes. The variables observed were pH, total phenol, and antibacterial activity. The results showed that the best microwave power was 325 watts with a total phenol of 76.996 mg / 100 grams, a pH of 2.38 and the value of the clear zone in Staphylococcus aureus bacteria was 10.58 ± 1.69. The best extraction time at 6 minutes with a total phenol value of 82.156 mg / 100 grams, pH of 2.4, and the average value of clear zone in Staphylococcus aureus bacteria was 10.15 ± 1.79 mm, Eschericia coli was 9.92 ± 2.35 mm, Bacillus cereus 11.94 ± 2.86 mm, and Pseudomonas aeruginosa at 10.5 ± 0.96 mm. The best combination was obtained in 325 watt microwave power with extraction time of 6 minutes with total phenol value of 80,076 mg / 100 grams and pH of 2,39, antibacterial activity against Staphyilococcus aureus was 10,175 ± 0,035 mm, Escherichia coli was 9,165 ± 1,06 mm, Bacillus cereus is 10.785 ± 1.63 mm, Pseudomonas aeruginosa is 9,395 ± 1,56 mm. | |
| 20397 | 23425 | G1F014014 | Formulasi Sediaan Krim Wajah Antijerawat Minyak Atsiri Bunga Lavender (Lavandula angustifolia) dengan Basis Paraffin Cair dan Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Propionibacterium acnes | Latar Belakang : Jerawat merupakan peradangan kronik yang ditandai dengan adanya komedo, papula, inflamasi lesi, nodul yang biasanya mempengaruhi remaja bahkan dewasa. Penyebab munculnya jerawat salah satunya berasal dari bakteri yaitu Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan krim anijerawat minyak atsiri bunga lavender dengan basis paraffin cair serta uji aktivitas terhadap bakteri P.acnes. Metodologi : Penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan sediaan krim minyak atsiri bunga lavender dengan penambahan konsentrasi paraffin cair 3-18% (v/v), dilakukan pengamatan terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik serta uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasil data uji fisik dan stabilitas dilakukan analisis secara deskriptif dan menggunakan uji Kruskal-wallis.. Hasil Penelitian : Penambahan konsentrasi paraffin cair pada keempat formula menyebabkan peningkatan viskositas dan daya sebar, menurunkan daya lekat, stabil selama penyimpanan pada uji Frezze-thaw serta formula terpilih (Formula II) memiliki aktivitas terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Kesimpulan : Formula terpilih yang memenuhi persyaratan fisik dan stabilitas fisik sediaan krim minyak atsiri bunga lavender yaitu formula II dengan konsentrasi paraffin cair 8% (v/v) serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dengan diameter zona hambat 19,16 mm. | Background: Acne is a chronic inflammation characterized by comedones, papules, inflammatory lesions, nodules that usually affect teenagers and even adults. Acne can be caused by acne-causing bacteria is Propionibacterium acnes. The purpose of this study is to formulate cream of lavender essential oil with liquid paraffin base and activity test for P.acnes bacteria. Methodology: The study included preparation of lavender flower oil cream with addition of liquid paraffin concentration of 3-18% (v/v), observation on physical properties and physical stability and antibacterial activity test against Propionibacterium acnes bacteria. The results of physical test and stability data were analyzed descriptively and using Kruskal-wallis test. Result: The addition of liquid paraffin concentration in all four formulas caused increased viscosity and dispertion, decreased adhesion, stable during storage on Frezze-thaw test and the selected formula (Formula II) had activity on Propionibacterium acnes bacteria. Conclusions: The selected formula that meets the physical requirements and physical stability of the lavender flower essential oil cream is the formula II with the liquid paraffin concentration of 8% (v/v) and has antibacterial activity against Propionibacterium acnes with the inhibitory zone diameter of 19.16 mm. | |
| 20398 | 25741 | A1D115029 | PERTUMBUHAN BIBIT CABAI (Capsicum annuum L.) PADA MEDIA SERBUK GERGAJI KAYU SENGON (Albizia chinensis) YANG TELAH DIRENDAM SELAMA BEBERAPA HARI | Penelitian bertujuan untuk mengetahui lama perendaman media tanam serbuk gergaji yang tepat terhadap persemaian benih tanaman cabai merah (Capsicum annuum L). 2) dan mengetahui lama perendaman media tanam serbuk gergaji yang tepat terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabai merah (Capsicum annuum L). Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jendral Soedirman, Banyumas, pada bulan April 2019 sampai bulan Mei 2019. Penelitian terdiri dari dua tahap. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK), penelitian ini adalah penelitian non faktorial. Perlakuan terdiri atas media yang mengandung tanah (Kontrol), serbuk gergaji tanpa direndam, Serbuk gergaji yang sudah direndam selama 1 hari, serbuk gergaji yang sudah direndam selama 2 hari, serbuk gergaji yang sudah direndam selama 3 hari, serbuk gergaji yang sudah direndam selama 4 hari, serbuk gergaji yang sudah direndam selama 5 hari, serbuk gergaji yang sudah direndam selama 6 hari, serbuk gergaji yang sudah direndam selama 7 hari. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman 14 hst, panjang akar, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, tinggi tanaman 42 hst. Hasil penelitian menunjukkan pada perkecambahan dan pertumbuhan bibit cabai yang ditanam pada media serbuk gergaji yang sudah direndam selama 7 hari memiliki tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, dan panjang daun yang lebih baik daripada tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, dan panjang daun yang ditanam pada media tanah. | The purpose of this research to know the correct soaking period of sawdust for seminating media of red chili seeds (Capsicum annuum L.) and know the correct soaking period of sawdust for growing media of red chili (Capsicum annuum L) seedlings. This research was conducted at the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Banyumas, from April 2019 until May 2019. The research was consisted of two sub experiments. The experimental design used was Randomized Block Design, this research has a non factorial experiment. Treatments consisted of media containing soil (Control), sawdust without soaking, sawdust that has been soaked for 1 day, sawdust that has been soaked for 2 days, sawdust that has been soaked for 3 days, sawdust soaked for 4 days, sawdust that has been soaked for 5 days, sawdust that has been soaked for 6 days, sawdust that has been soaked for 7 days. Observed variables included plant height 14 days, root length, number of leaves, leaf length, leaf width, plant height 42 days. Results research showed that germination and growth of seedlings of chili plants on sawdust media that have been soaked for 7 days have better plant height, root length, number of leaves, and length of leaves than that on soil media. | |
| 20399 | 29022 | A1C016024 | KAJIAN EROSI PADA LAHAN BUDIDAYA KENTANG SISTEM GULUDAN HORIZONTAL DENGAN TEKNIK DRAINASE TERTENTU DAN VARIASI PERLAKUAN PUPUK | Di Indonesia, khususnya daerah Jawa Tengah produksi kentang masih relatif rendah. Maka dari itu, diperlukan upaya peningkatan produktivitas kentang. Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu sentra produksi hortikultura termasuk tanaman kentang. Budidaya kentang di Desa Serang umumnya masih dilakukan secara konvensional dengan penggunaan sistem guludan vertikal yang dapat memicu adanya degradasi lahan dan erosi yang tidak terkendalikan. Penggunaan sistem guludan horizontal dan penggunaan panjang guludan 2 meter dengan teknik drainase terbukti cukup efektif dapat mengatasi permasalahan tersebut, namun belum mampu untuk meningkatkan produktivitas tanaman kentang akibat kondisi kesuburan tanah, terutama pada sifat fisik dan kimia tanah yang dapat menurunkan produktivitas lahan dan hasil tanaman. Variasi perlakuan jenis pupuk yang sesuai diyakini dapat mengurangi kondisi kesuburan tanah, namun belum mendapat perhatian yang serius dalam mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian erosi tanah yaitu aliran permukaan (run off), kehilangan tanah (soil loss), kajian nutrisi (N-total dan P-total), serta pendugaan laju erosi pada budidaya kentang sistem guludan horizontal dengan teknik drainase tertentu dan variasi perlakuan jenis pupuk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2019, pada lahan pertanian hortikultura Desa Serang, Purbalingga, Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) dan Laboratorium Ilmu Tanah/Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu 1) pupuk urea dan ponska dosis 125 kg/ha, 2) pupuk nitrea dan NSL dosis 41,67 kg/ha, 3) pupuk nitrea dan NSL dosis 83,33 kg/ha, 4) pupuk nitrea dan NSL dosis 125 kg/ha. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Analysis of Variance, Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%, dan Universal Soil Loss Equation. Variabel yang diukur antara lain: aliran permukaan (run off), kehilangan tanah (soil loss), Kehilangan nutrisi (N-total dan P-total), dan pendugaan erosi model USLE pada guludan horizontal dengan teknik drainase tertentu dan variasi perlakuan jenis pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian erosi aliran permukaan (run off), kehilangan tanah (soil loss) dan Kehilangan nutrisi (N-total dan P-total) pada guludan horizontal dengan teknik drainase tertentu dan variasi perlakuan jenis pupuk, dimana total aliran permukaan (run off) sebesar 49,252 m3/ha, total kehilangan tanah (soil loss) sebesar 0,391 ton/ha, nilai kehilangan nutrisi pada N-total sebesar 1,959 kg/ha, dan nilai kehilangan nutrisi pada P-Total sebesar 2,533 kg/ha. Adanya penggunaan perlakuan variasi jenis pupuk memberikan pengaruh signifikan terhadap aliran permukaan (run off) dan kehilangan tanah (soil loss). Sedangkan penggunaan perlakuan variasi jenis pupuk tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kehilangan nutrisi N-total dan P-total. Pendugaan erosi model USLE pada variasi perlakuan pupuk memiliki tingkat bahaya erosi Sangat Ringan (SR), nilai kehilangan tanah erosi pada pupuk subsidi (urea dan ponska) dengan takaran 125 kg/ha sebesar 9,66 ton/ha/tahun, sedangkan pada perlakuan variasi pupuk non subsidi (nitrea dan NSL) dengan takaran 41,67 kg/ha, 83,33 kg/ha, dan 125 kg/ha memiliki nilai sebesar 9,00 ton/ha/tahun. | In Indonesia, especially in the area of Central Java, potato production is still relatively low. Therefore, efforts are needed to increase potato productivity. Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency is one of the centers of horticultural production including potato plants. Potato cultivation in Serang Village is generally carried out conventionally using a vertical mound system that can trigger land degradation and uncontrolled erosion. The use of horizontal mound system and the use of 2 m length mound with drainage techniques has proven to be effective enough to overcome these problems, but has not been able to increase the productivity of potato plants due to soil fertility, especially in physical and chemical properties of the soil which can reduce land productivity and crop yields. The variation of the appropriate type of fertilizer treatment is believed to reduce the condition of soil fertility, but has not received serious attention in overcoming it. This study aims to determine the study of run off , soil loss and nutritional studies (N-total and P-total) on potato horizontal horizontal mound cultivation with certain drainage techniques and variations in type treatment fertilizer. The research was conducted in September until December 2019, on the horticulture farm in Serang Village, Purbalingga, Laboratory of Bio-Environmental Management and Control Engineering (TPPBL) and Soil / Land Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study was prepared based on a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments, namely: 1) urea and ponska fertilizer dose of 125 kg/ha, 2) nitrea and NSL fertilizer dose of 41,67 kg/ha, 3) nitrea and NSL fertilizer dose of 83,33 kg/ha, 4) nitrea and NSL fertilizer dose of 125 kg/ha. Data analysis in this study uses Analysis of Variance, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) Test 5% and Universal Soil Loss Equation. The variable were measured in this research such as: run off, soil loss and nutrient loss (N-total and P-total) soil in horizontal ridges with variations in length of ridge treatment with drainage techniques. The results showed that the run off, soil loss and nutrient loss (N-total and P-total) in horizontal ridges with ceertain drainage technique and variations in the treatment of fertilizers, where totaly rapid of run off content values is 49,252 m3/ha, totaly of soil loss is 0,391 ton/ha, value of nutrient loss N-total is 1,959 kg/ha, and value of nutrient loss P-total is 2,533 kg/ha. The use of various types of fertilizer treatment gives a significant influence on the measurement of run off and soil loss. Meanwhile the use of various types of fertilizer treatment not gives a significant influence on the measurement of nutrient loss (N-total and P-total). Estimation of USLE erosion models on the variation of fertilizer treatment has a very light level of erosion hazard (SR), the value of soil erosion loss in subsidized fertilizers (urea and ponska) with a dose of 125 kg/ha is 9.66 ton /ha/ year, while the variation treatment non-subsidized fertilizer (nitrea and NSL) with a dose of 41.67 kg/ha, 83.33 kg/ha, and 125 kg/ha has a value of 9.00 tons/ha/year. | |
| 20400 | 23431 | C1J013018 | Production Function of Yellow Lanting Enterprises in Sumpiuh Sub District, Banyumas Regency | Penelitian ini meneliti UMKM lanting kuning yang berada di Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas untuk menganalisis pengaruh bahan baku, tenaga kerja, dan mesin terhadap output. Selain itu penelitian ini juga menganalisis keadan return to scale usaha lanting kuning Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dan regresi linier berganda menunjukan bahwa secara bersama-sama bahan baku, tenaga kerja, dan mesin berpengaruh positif terhadap output, adapun secara parsial bahan baku berpengaruh positif dan signifikan, tenaga kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan, mesin berpengaruh negatif dan tidak signfikan. Adapun usaha lanting kuning berada pada kondisi decreasing return to scale. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu dalam upaya untuk meningkatkan output para pengusaha sebaiknya menggunakan input produksi yang paling efektif dan efisien. Pengusaha lanting kuning perlu memperhatikan dan mengatur proporsi penggunaan input yang lebih baik. Adapun untuk proses produksi selanjutnya UMKM lanting kuning berada dalam skala hasil yang lebih baik. | This research examines the yellow lanting enterprises which is in Sumpiuh Subdistrict Banyumas Regency to analyse the influence of the raw materials, labor, and machine towards the output. In addition the study also analyzed the states of return of scale Based on the results of research and analysis of the data by using the production function of the Cobb-Douglas and multiple linear regression showed that together the raw materials, labor, and machine of the positive effect against output, as for partially raw material effect is positive and significant, positive and influential labor was not significant, negative effect of machine and significant. As for yellow lanting enterprises on the conditions of decreasing return to scale. The implications can be expressed to use the most effective and efficient production inputs. Lanting yellow entrepreneurs need to pay attention and manage the proportion of better input usage. So for the next production process lanting yellow enterprises is in the scale of better results. |