Home
Login.
Artikelilmiahs
22257
Update
SUSRIYENY AFWAN
NIM
Judul Artikel
EVALUASI SISTEM SURVEILANS PNEUMONIA DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Terdapat perbedaan data cakupan penemuan penderita pneumonia balita antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas pada tahun 2015. Perbedaan data tersebut merupakan salah satu permasalahan dalam kegiatan surveilans pneumonia. Hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan manajemen surveilans yang baik, menilai baik tidaknya kegiatan surveilans yaitu dengan melakukan evaluasi, untuk mengetahui keberhasilan dan juga hambatan yang dialami oleh suatu sistem surveilans. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi input, proses, dan output sistem surveilans Pneumonia di Kabupaten Banyumas. Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain rancangan studi evaluasi, penentuan informan dilakukan secara purposive sampling sebanyak 21 orang dan analisis data dilakukan secara naratif. Hasil : Kekurangan sistem surveilans pneumonia di Banyumas terjadi pada komponen input dan proses kegiatan surveilans terutama di tingkat puskesmas. Hal ini menyebabkan output surveilans yang dihasilkan belum memadai. Kesimpulan : Kegiatan surveilans pneumonia di Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan standar. Untuk itu perlu adanya peningkatan pada komponen input dan proses sehingga dapat menghasilkan output yang sesuai.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Several problems arise in Pneumonia surveillance system in Banyumas Regency such as data differences between data in Central Java Provincial Health Office and Banyumas Health Office in 2015. This can be overcome by conducting good surveillance management, assessing surveillance by evaluate, because to know the success and also the obstacles experienced by a surveillance system. Purpose: To evaluate the input, process, and output of surveillance system of Pneumonia in Banyumas. Methods: This study used qualitative method with evaluation study design. 21 informants were determined by using purposive sampling. Data collection was obtained by indepth interview and analyzed by narrative method. Results: Deficiencies of the implementation of pneumonia surveillance are found in the input component and surveillance activities process particularly in health centers. Those facts mights cause inadequate output in pneumonia surveillance. Conclusion: Pneumonia surveillance in Banyumas still have not meet the standards. Indeed, it is important to increase the quality of input and process components in order to obtain the appropriate output. Suggestion: The quality of input and process components should be increased in order to obtain the appropriate output.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save