Artikel Ilmiah : H1D014012 a.n. M. ADITYA CAHYO NUGROHO

Kembali Update Delete

NIMH1D014012
NamamhsM. ADITYA CAHYO NUGROHO
Judul ArtikelKARAKTERISTIK RUN-UP GELOMBANG TSUNAMI TERHADAP JARAK DAN KEMIRINGAN PANTAI (STUDI KASUS TSUNAMI PALU 2018)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia yang berada diantara tiga lempeng besar dunia telah mengakibatkan Indonesia
menjadi sangat rawan terhadap bencana. Bencana yang terjadi pada tanggal 28 September 2018
di Palu dan Donggala diawali dengan peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 SR. Peristiwa
yang melanda Kota Palu menimbulkan korban meninggal mencapai 2045 jiwa. Salah satu
kegiatan mitigasi bencana tsunami adalah dengan pendekatan ilmiah di daerah terdampak
tsunami. Data data yang diukur adalah run-up gelombang tsunami, tinggi tsunami dan jarak
maksimum gelombang tsunami, serta membuat peta kerentanan tsunami dengan menggunakan
metode pengindraan jarak jauh dan SIG. Berdasarkan hasil pengukuran dan cross section runup gelombang tsunami, maka didapatkan elevasi runup tertinggi di Pantai Tondo dengan
ketinggan 12,253 m dan jarak maksimum terjauh di Pantai Layana dengan jarak 507,989 m.
Elevasi run-up tertinggi setelah dikoreksi pasut di Pantai Tondo dengan ketinggan 11,474 m
dan jarak maksimum terjauh di Pantai Layana dengan jarak 543,320 m. Didapat nilai luas profil
topografi wilayah terdampak terbesar yaitu pada Pantai Layana sebesar 1724,143 m².
berdasarkan peta kerentanan yang didapat maka, dari jarak terjauhnya pada kerentanan sangat
tinggi adalah desa Silae dengan jarak 0 – 105.73 m, kerentanan tinggi dengan jarak 105.73 –
325.14 m, kerentanan menengah dengan jarak 325.14 – 646.96, kerentanan rendah dengan jarak
646.96 – 913.86 m dan kerentanan sangat rendah dengan jarak > 913.86 m. Untuk daerah
kerentanan tsunami yang memiliki kerentanan tinggi dilihat dari jarak terjauh pada kerentanan
tinggi adalah desa Boya dengan jarak pada kerentanan sangat tinggi 0 – 10.25 m, kerentanan
tinggi dengan jarak 10.25 – 1004.48, kerentanan menengah dengan jarak 1004.48 – 1315.89 m.

Kata kunci: gempa bumi, tsunami, run-up, inundasi, peta kerentanan tsunami
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia which is among the three major plates of the world has resulted in Indonesia
becoming very vulnerable to disasters. The disaster that occurred on September 28, 2018 in
Palu and Donggala began with an earthquake measuring 7.4 magnitude. Events that hit the
city of Palu caused the death toll to reach 2045 people. One of the tsunami disaster mitigation
activities is a scientific approach in tsunami-affected areas. Data measured is tsunami wave
run-up, tsunami height and maximum tsunami wave distance, and map tsunami vulnerability
using remote sensing and GIS methods. Based on the measurement results and the cross-section
of the tsunami wave run-up, the highest runup elevation was obtained in Tondo Beach with an
altitude of 12.253 m and the farthest maximum distance in Layana Beach with a distance of
507.989 m. The highest run-up elevation after tidal correction in Tondo Beach with an altitude
of 11,474 m and the farthest maximum distance in Layana Beach with a distance of 543,320 m.
The broadest value of the topographical profile of the most affected areas was obtained at
Layana Beach at 1724,143 m². based on the vulnerability map obtained, from the longest distance to very high vulnerability is Silae village with a distance of 0 - 105.73 m, high
vulnerability with a distance of 105.73 - 325.14 m, medium vulnerability with a distance of
325.14 - 646.96, low vulnerability with a distance of 646.96 - 913.86 m and very low
vulnerability with a distance of> 913.86 m. For tsunami vulnerability areas that have a high
vulnerability seen from the farthest distance in high vulnerability is Boya village with a very
high distance of vulnerability 0 - 10.25 m, high vulnerability with a distance of 10.25 - 1004.48,
medium vulnerability with a distance of 1004.48 - 1315.89 m. Keywords: earthquake, tsunami,
run-up, inundation, tsunami vulnerability map

Keywords: Pre-Fabrication, Steel, building, Stiffness, SRPMK
Kata kuncigempa bumi, tsunami, run-up, inundasi, peta kerentanan tsunami
Pembimbing 1Dr. Eng. Purwanto Bekti Santoso, S.T., M.T.
Pembimbing 2Nastain, S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2019-07-01 12:29:36.751659
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.