Home
Login.
Artikelilmiahs
22233
Update
NURUL LATIFASARI
NIM
Judul Artikel
APLIKASI EDIBLE COATING ANTIMIKROBA KONSENTRAT BATANG DAN DAUN KECOMBRANG UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN MIKROBA SOSIS IKAN GURAMI SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sosis ikan gurami merupakan hasil olahan produk perikanan yang memiliki umur simpan yang rendah. Pengawet buatan (sintetis) pada sosis ikan khususnya natrium nitrat. Dampak negatif penggunaan pengawet sintetis dapat menyebabkan gangguan kesehatan apabila dikonsumsi secara terus menerus. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengawetkan sosis ikan secara alami adalah menggunakan edible coating antimikroba. Batang dan daun kecombrang (Nicolaia speciosa) mengandung komponen bioaktif yang berfungsi sebagai antimikroba dan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan edible coating antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jenis konsentrat batang dan daun kecombrang, 2) mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan konsentrat batang dan daun kecombrang, dan 3) mengetahui perlakuan terbaik jenis konsentrat dan konsentrasi penambahan konsentrat pada edible coating terhadap daya penghambatan pertumbuhan mikroba sosis ikan gurami selama penyimpanan suhu rendah (±4°C). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 8 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga menghasilkan 24 unit percobaan. Faktor yang diteliti, yaitu jenis konsentrat kecombrang terdiri atas konsentrat batang dan daun, serta konsentrasi penambahan konsentrat terdiri atas empat taraf, 1%, 2%, 3%, dan 4% (b/v). Variabel yang diamati pada edible coating, yaitu aktivitas antibakteri, sedangkan variabel yang diamati pada sosis ikan ber-edible coating selama 8 hari penyimpanan suhu rendah (±4°C), yaitu total kapang dan khamir, bakteri, dan total mikroba. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% kemudian jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating antimikroba yang diaplikasikan pada sosis ikan gurami memiliki daya penghambatan terhadap total kapang dan khamir, total bakteri, dan total mikroba (TPC). Jenis konsentrat daun kecombrang memiliki daya penghambatan yang lebih besar dibandingkan batang kecombrang. Konsentrasi penambahan konsentrat 4% pada edible coating, mampu menekan pertumbuhan kapang dan khamir, bakteri, dan mikroba lebih kuat. Perlakuan terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba sosis ikan gurami selama 8 hari penyimpanan suhu rendah adalah konsentrat daun kecombrang konsentrasi 4% dengan sifat mikrobiologi sebagai berikut: total kapang dan khamir 4,55 log CFU/g; total bakteri 4,94 log CFU/g; dan total mikroba 5,12 log CFU/g.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Gouramy sausage is the result of processed fishery products that had low shelf life. Artificial preservatives (synthetic) in fish sausages especially sodium nitrate. The negative effects of using synthetic preservatives can cause health problems if consumed continuously. One alternative that can be done to preserve fish sausage naturally is to use antimicrobial edible coatings. The stems and leaves of the kecombrang (Nicolaia speciosa) contain bioactive components that act as antimicrobials and additives in the manufacture of antimicrobial edible coatings. This research purpose are: 1) to know the influence of concentration type of stem concentrate and kecombrang leaves, 2) to know the effect of addition of concentrate concentration of kecombrang stems and leaves, and 3) to know the best treatment of concentrate type and concentration in edible coating on microbial growth inhibition of fish sausage gourami during low temperature storage (±4°C). The design used was Completely Randomized Design (RAL) which was arranged factorially with 8 treatment combinations and repeated 3 times, with the result that 24 experimental units. The factors studied was the type of kecombrang concentrate which consisted of stem and leaf concentrate, and concentration of addition concentrate consisted of four levels, 1%, 2%, 3%, and 4% (w/v). The variables observed in the edible coating, was antibacterial activity, while the variables observed in fish sausage edible coating during 8 day at low temperature storage (±4°C), was total mold and yeast, bacteria, and total microbes,. The data obtained were analyzed using variance analysis (F test) at 5% level then if had a real effect was followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at 5% level. The results showed that antimicrobial edible coating applied to gouramy sausage had an inhibitory effect on total mold and yeast, total bacteria, and total microbial (TPC). Types of kecombrang leaf concentrate had a greater inhibitory power than kecombrang stems. The addition of 4% concentrate concentration in edible coating, able to suppress the growth of mold and yeast, bacteria, and microbe is stronger. The best treatment which can inhibit the growth of gouramy sausage microbe during 8 day at low temperature storage is 4% concentrate of kecombrang leaves concentration with microbiological characteristic as follows: total mold and yeast 4,55 log CFU / g; total bacteria 4,94 log CFU / g; and total microbial 5,12 log CFU / g.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save