Home
Login.
Artikelilmiahs
20928
Update
ANIS FARADHINA
NIM
Judul Artikel
Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Nilai Range of Motion (ROM) Lutut Pada Lansia Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Pada lansia terjadi perubahan multisitem, salah satunya yakni penurunan fleksibilitas sendi lutut. Penurunan sendi lutut dapat menurunkan Range of Motion (ROM) lutut. Penurunan ROM lutut pada lansia dapat menurunkan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Melalui aktivitas fisik yang teratur dan pergerakan maksimal, normalitas ROM sendi lutut pada lansia dapat dipertahankan, sehingga meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan ROM lutut pada lansia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 20 lansia yang dikumpulkan menggunakan metode consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran tingkat aktivitas fisik menggunakan kuisoner Physical Activity Scale For Elderly (PASE), sedangkan pengukuran ROM lutut menggunakan goniometer. Hasil uji korelasi Pearson yaitu terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara tingkat aktivitas fisik dan nilai ROM lutut. Pada ROM lutut kanan didapatkan nilai r = 0,497 dengan kekuatan korelasi sedang serta arah korelasi positif dan didapatkan rerata 116,75˚ ± 9,08˚. Pada ROM kiri nilai r = 0,504 dengan kekuatan korelasi sedang dan arah korelasi positif serta didapatkan rerata 113.20˚ ± 10,56˚. Kesimpulan pada penelitian ini yakni terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan nilai ROM lutut pada lansia di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga. Semakin tinggi aktivitas fisik lansia, maka semakin besar nilai ROM lututnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT There was a multisytem change in elderly, one of them is the decrease of knee joint flexibility. The decrease of knee joint flexibility can lower the Range of Motion (ROM) of the knee. The decrease of knee ROM in elderly can reduce their independence in performing daily activities. Through regular physical activity and maximum movement, normal knee ROM in elderly can be maintained, thus increasing their independence in performing daily activities. This study aims to understand the correlation between the level of physical activity with knee ROM in elderly. This study used cross sectional method. This study included 20 elders collected using consecutive sampling method based on inclusion and exclusion criterias. Physical activity level is measured using Physical Activity Scale For Elderly (PASE) questionnaire, while knee ROM is measured using goniometer. Bivariate analysis using Pearson correlation test showed a significant correlation between physical activity level and knee ROM (p <0,05) with medium correlation strength. The r value for right knee ROM is 0,497 with positive correlation and the mean value is 116,75˚ ± 9,08˚. The r value for left knee ROM is 0,504 with positive correlation and the mean value is 113.20˚ ± 10,56˚. It can be concluded that there is correlation between the level of physical activity with knee ROM in elderly in Karangklesem Village Kecamatan Kutasari Purbalingga. The higher level of physical activity, the higher value of the knee ROM.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save