Artikelilmiahs

Menampilkan 18.001-18.020 dari 50.046 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1800120988F1C013034SEMIOTIKA KOMUNIKASI VISUAL PADA IKLAN PILKADA DKI JAKARTA 2017 PUTARAN KEDUA DI AKUN INSTAGRAM @AHOKDJAROT DAN @JAKARTAMAJUBERSAMAPenelitian ini berjudul “Semiotika Komunikasi Visual Iklan Pilkada Dki Jakarta 2017 Putaran Kedua Pada Akun Instagram @Ahokdjarot dan @Jakartamajubersama”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos pada iklan kampanye kedua pasang kandidat Pilkada DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua, yaitu pada akun instagram @ahokdjarot dan @jakartamajubersama. Instagram menjadi salah satu platform media sosial populer yang digunakan dalam menyebarkan dan membentuk citra dari kedua pasang kandidat, yang kemudian makna tersebut dikonstruksi masyarakat sebagai informasi dalam menentukan pilihan. Metode penelitian menggunakan semiotika komunikasi visual, dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah deskripsi makna iklan kampanye dalam bentuk teks dan foto yang diunggah akun instagram @ahokdjarot dan @jakartamajubersama kedua calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua. Ahok dan Djarot menyajikan iklan yang menggambarkan pemimpin yang inovatif dan kreatif, saling bersinergi, melayani siapapun, mendukung prestasi, serta transparan. Sedangkan Anies dan Sandi menyajikan iklan yang menggambarkan pemimpin yang mengutamakan kearifan lokal, kepentingan bersama, sederhana, setia, dapat dipercaya, jujur dan adil, intelektualitas tinggi, lembut, dan pembawa damai.
This research entitled "Semiotics of visual communication in second round of Pilkada DKI Jakarta 2017 ads at instagram account @ahokdjarot dan @jakartamajubersama". This research aims to describe the meaning of denotations, connotations, and myths in campaign advertising of two pairs of DKI Jakarta Election 2017 Second Round candidates, on theirs Instagram account @ahokdjarot and @jakartamajubersama. Instagram became one of the popular social media platforms that is used by them to spread information and creating the image of the two pair candidates. The image was constructed by voters as information for making choices. The research method uses visual communication semiotics, and using Roland Barthes's semiotics theory. Data collection technique are by doing data reduction, data presentation, and conclusions.
The result of this research is meaning description of campaign advertisement in the form of text and photos uploaded on the instagram account @ahokdjarot dan @jakartamajubersama, both are candidate pairs of Governors and Vice Governors DKI Jakarta 2017 Second Round. Ahok and Djarot present ads that describe innovative and creative leaders, synergize, serve, support the achievements, and transparent. While Anies and Sandi presents ads that depict leaders who prioritize local wisdom, common interests, simple, faithful, trustworthy, honest and fair, high intellect, gentle, and peacemaker
1800220989D1E013220KAJIAN BAHAN PEMBAWA EKSTRAK DAUN WARU TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN NITROGEN PAKAN DOMBAPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh bahan pembawa ekstrak daun waru terhadap konsumsi dan kecernaan nitrogen. Materi yang digunakam sebanyak 16 ekor domba lokal berumur dua tahun yang dipelihara dalam kandang metabolis. Perlakuan yang diuji adalah pemberian konsentrat tanpa sumplementasi ekstrak daun waru (R0), kosentrat dengan ekstrak daun waru dalam tepung jerami padi amoniasi (R1), konsentrat dengan ekstrak daun waru dalam tepung ampas tahu (R2), dan konsentrat dengan ekstrak daun waru dalam tepung onggok (R3) yang diberikan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore sebanyak 4.5% dari bobot badan berupa jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan perbandingan 40:60 dengan air minum secara ad libitum. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dirancang menggunakan RAL. Peubah yang diamati adalah konsumsi dan kecernaan nitrogen dengan metode koleksi total selama lima hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan bahan pembawa ekstrak daun waru berpengaruh tidak nyata (P > 0.05) terhadap konsumsi dan kecernaan nitrogen. Penggunaan jerami padi amoniasi sebagai bahan pembawa ekstrak daun waru dapat digantikan ampas tahu dan onggok ditinjau dari konsumsi dan kecernaan nitrogen. Berdasar ketersediaan dan nilai ekonomis, efisiensi disarankan menggunakan onggok sebagai bahan pembawa ekstrak.
.
The aim of this research was to study the effect of Hibiscus tiliateus leaf extract on consumption and digestibility nitrogene. The experiment was carried out with 16 male sheeps of two years old, the sheeps were placed in metabolic crates. Treatments used were diets contained either no Hibiscus tiliateus extract (R0) or with Hibiscus tiliateus extract on ammoniated rice straw meal (R1), Hibiscus tiliateus extract on tofu waste compost meal (R2), Hibiscus tiliateus extract on onggok meal (R3) which treated twice a day. Dry matter intake of sheeps were 4.5% of body weight with ammoniated rice straw and concentrate with a ratio 40:60 and given ad libitum of water in a separate place. The method used was experimental method using Completely Randomized Design (CRD). Variables measured were consumption and digestibility nitrogene with total collecting method. Data were analyzed by analysis of variance. The analysis of variance showed that there was no significant (P > 0.05) effect of the tratments to consumption and digestibility nitrogene. Ammoniated rice straw can be replaced with tofu waste and onggok as Hibiscus tiliateus extract carrier.
1800320990F1A013014KREATIVITAS GENERASI MUDA DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI WATU BALE DI DESA PASIR KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMENPenelitian ini untuk mengetahui kreativitas generasi muda dalam pengembangan objek wisata pantai Watu Bale di Desa Pasir Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Penelitian ini dilakukan di Pantai Watu Bale di Desa Pasir Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Pemilihan sasaran penelitian dan teknik penentuannya menggunakan teknik purposive sampling dengan sasaran utama dan sasaran pendukung yaitu kelompok kerja wisata pantai Watu Bale, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen, Kepala Desa Pasir, pengunjung pantai Watu Bale dan Kepala Dinas Perhutani. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Sumber data akan di peroleh dari data primer dan data sekunder. Pada penelitian ini teknik analisa data menggunakan analisa data kualitatif secara interaktif menurut Milles dan Huberman. Validasi data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan berbagai pendapat dan pandangan seseorang yang ahli di bidangnya. Pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat yaitu dengan upaya melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya dengan berlandaskan pada prinsip memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup, memberdayakan masyarakat setempat. Kegiatan pengembangan pariwisata lokal tersebut di kelola oleh generasi muda yang berasal dari desa tersebut. Salah satu konsep utama yang di gunakan yaitu kreativitas generasi muda yang akan di terapkan dalam proses pengembangan pariwisata tersebut. Generasi muda membentuk kelompok kerja wisata pantai Watu Bale. Adanya struktur organisasi kelompok kerja supaya dalam proses pengembangan ada penanggung jawab setiap bidangnya dan proses kerjanya berjalan dengan lancar. Objek wisata pantai Watu Bale dikenal wisatawan karena pantai tersebut memiliki something to see, something to do dan something to buy. Alasan generasi muda untuk mengembangkan pantai Watu Bale karena ingin memajukan Desa Pasir dan menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Desa Pasir khususnya para generasi muda masyarakat.Kendala yang dihadapi kelompok kerja wisata pada saat mengembangkan objek wisata pantai Watu Bale yaitu disebabkan karena dana yang minim untuk proses pembangunan.The research of this creativity of young generation in the development of Watu Bale tourism object in Pasir Village of Ayah District of Kebumen. Development of community-based tourism by conserving nature, environment and resources based on the principle of preserving nature and the environment, empowering local people. This research was conducted at Watu Bale Beach in Pasir Village, Kebumen District. The method used in this research is descriptive qualitative research method. Selection of research objectives and techniques of determination using purposive sampling technique with the main target and supporting targets are work group of Watu Bale beach tourism, the head of Kebumen Tourism Office, the Head of Sand Village, Watu Bale beach visitors and the Head of Forestry Department. Data collection techniques used in this study are deep interview, observation and documentation. Data source will be obtained from primary and secondary data. Data analysis technique used in this research is interactive qualitative data analysis according to Milles and Huberman. Data validation used in this research is source triangulation technique by comparing observation data with various opinions and the thought and experience of expert. Local tourism development activities are managed by the young generation who come from the village. One of the main concepts in use is the creativity of the young generation that will be applied in the process of tourism development. The younger generation formed Watu Bale beach work group. The existence of organizational structure of the working group so that in the development process there are in charge of each field and work process runs smoothly. Tourist attractions Watu Bale beach is known for tourists because the beach has something to see, something to do and something to buy. The reason young generation to develop the beach Watu Bale for wanting to advance the Sand Village and provide jobs for the community of Sand Village, especially the the young generation. Obstacles facing the working group of tourism at the time of developing beach attractions Watu Bale is caused due to minimal funds for the development process.
1800421175G1F013075EFEK ANTIHELMINTIK DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynus Merr) PADA Ascaridia galli SECARA IN VITRO Latar belakang: Ascariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing Ascaris, salah satunya yaitu cacing Ascaridia galli. Infeksi yang disebabkan oleh cacing ascaris dapat diatasi dengan penggunaan antihelmintik alami. Antihelmintik alami yang digunakan adalah ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus Merr) mengandung flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Infusa daun katuk telah terbukti memiliki aktivitas antihelmintik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun katuk serta ekstrak etanol daun katuk dapat memberikan efek daya antihelmitik terhadap A. galli secara in vitro.
Metodologi: Uji fitokimia dengan metode skrining dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun katuk. Pengujian antihelmintik dilakukan pada kelompok kontrol negatif (aquades) dan positif (albendazole) serta kelompok perlakuan dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun katuk 5%, 10%, 20%, 40% dan 80%. Pengujian antihelmintik yang diamati yaitu persentase skor motilitas, waktu paralisis, lama paralisis dan waktu mortalitas selama 48 jam yang dianalisis menggunakan ANOVA dan dianalisis uji lanjut menggunakan Uji BNT.
Hasil penelitian: Hasil uji fitokimia menunjukan ekstrak etanol daun katuk mengandung metabolit sekunder meliputi flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Ekstrak etanol daun katuk dengan konsentrasi 40% dan 80% memiliki daya antihelmintik yang dapat menurunkan persentase skor motilitas, mempersingkat waktu paralisis, lama paralisis dan waktu mortalitas cacing A. galli secara in vitro dibandingkan dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan lainnya.
Kesimpulan: ekstrak etanol daun katuk diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. konsentrasi 40% dan 80% ekstrak etanol daun katuk memiliki daya antihelmintik pada cacing A. galli yang dapat menurunkan persentase skor motilitas, mempersingkat waktu paralisis, lama paralisis dan waktu mortalitas cacing A. galli secara in vitro.
Background: Ascariasis is a disease caused by ascaris, one of them is ascaridia galli. An infection caused by ascaris can be treated with natural anthelmintic. Natural anthelmintic used in ethanol extract of katuk leaves (Sauropus androgynus Merr) containing falvonoids, alkaloids, tannins and saponins. Infuse leaves katuk has been shown to be having the activity of anthelmintic. The aim of this research is to know antihelmintic activity of ethanol extract of katuk leaves to A. galli in vitro.
Methods: Phytochemical identification by screening method was to find out the content of secondary metabolite compound on ethanol extract of katuk leaf. Antihelmintic test was performed on control group were negative (aquades), positive (albendazole) and treatment group with variations concentration of ethanol extract of katuk leaves 5%, 10%, 20%, 40% and 80%. The observed antihelmintic tes was the was the percentage of motility score, paralysis time, duration of paralysis and 48-hour mortality time analyzed using ANOVA and analyzed further test using BNT Test.
Result: The results of phytochemical identification showed katuk leaf extract contain secondary metabolite compound including flavonoids, alkaloids, tannins and saponins. Ethanol extract of katuk leaves concentration 40% and 80% having antihelmintic activity which can decreased the percentage of motility score, shorten the paralysis time, duration of paralysis and mortality time of A. galli in vitro compared to the control group and other treatment groups.
Conclusion: The ethanol extract of katuk leaves (Sauropus androgynus Merr) known to contain secondary metabolite compounds including: flavonoids, alkaloids, tannins and saponins. Concentration 40% and 80% of katuk leaves extract having antihelmintic activity which can decreased the percentage of motility score, shorten the paralysis time, duration of paralysis and mortality time of A. galli in vitro
1800520991C1F015032PENGARUH PENGALAMA KERJA, PROFESIONALISME, TINDAKAN SUPERVISI DAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN TERHADAP KUALITAS AUDIT INVESTIGATIF/PKKN
PADA PERWAKILAN BPKP PROVINSI SULAWESI UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pengalaman Kerja, Profesionalisme, Tindakan Supervisi, dan Latar Belakang Pendidikan terhadap kualias Audt Investigatif/PKKN pada Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif, yakni dengan menguji pengaruh satu atau lebih veriabel bebas tehadap satu variabel terikat. Model yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis regresi berganda dan diuji dengan menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profesionalisme dan Latar Belakang Pendidikan berpengaruh secara positif terhadap kualitas audit investigatif/PKKN. Sedangkan pengalaman kerja berpengaruh secara tidak signifikan terhadap kualitas audit investigatif/PKKN, dan tindakan supervisi berpengaruh negatif terhadap kualitas audit AI/PKKN.This research aims to examine the influence of experience Audit Experience, Professionalism, Supervision, and Educational Background on the Investigative Audit Quality. This type of research is corelational research with quantitative approach by examine the effect of more than one independent varible to one dependent variable. This research uses multiple regression analysis model and tested by using test data quality, classical assumption test, and hypothesis test. The results showed that Professionalism and Educational Background give significant effect on Investigative Audit Quality, while audit experience doesn’t, and supervision variable give negative effect on the Investigative audit quality.
1800620992B1J013168Jenis Penyakit Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) yang Disebabkan oleh Jamur Di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten PurbalinggaCabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena mengandung zat-zat gizi yang sangat penting untuk kesehatan manusia seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin C, A dan E. Cabai rawit dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Salah satu pertanaman komoditas holtikultura yaitu Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga terletak pada ketinggian 750-1400 mdpl dan luas wilayah 2.733,06 ha dengan luas lahan tanaman cabai rawit seluas 6,4 ha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman cabai rawit, mengetahui jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman cabai rawit, mengetahui jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur yang paling banyak muncul pada tanaman cabai rawit, dan mengetahui persentase penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman cabai rawit di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Jumlah tanaman diambil pada tiga lokasi berbeda di Desa Serang berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus Supranto (2000). Sampel tanaman diidentifikasi penyakitnya berdasarkan tanda dan gejala. Jamur kemudian diisolasi dan diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, kemudian dilanjutkan dengan uji Postulat Koch. Persentase penyakit pada tanaman dihitung. Penyakit jamur yang paling banyak muncul pada tanaman cabai rawit dilihat melalui hasil frekuensi kemunculan masing-masing jenis penyakit pada ketiga lokasi pengambilan sampel.
Hasil penelitian diperoleh dua jenis penyakit pada tanaman cabai rawit yaitu, bercak daun yang disebabkan oleh jamur Cercospora sp. dan antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Frekuensi kemunculan paling banyak yaitu bercak daun sebanyak 203 kali dengan persentase sebesar 59,70%.
Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) are one of horticultural commodities which have high economic value by they provide nutrients that are very important for human health such as protein, fat, carbohydrate, calcium, phosphor, iron, and also vitamin C, A and E. Cayenne pepper can grow well in highland and lowland. One of these horticultural commodities are located in Serang village of Karangreja district of Purbalingga regency which have elevation between 750-1400 masl dan wide area about 2733.06 ha and for pepper area it self approximately 6.4 ha.
The aims of this research was to determine the types of diseases caused by fungi in cayenne pepper, fungi that causing disease in cayenne pepper, the type of disease that most appear on cayenne pepper, and the percentage of diseases caused by fungi in cayenne pepper in Serang village of Karangreja district of Purbalingga regency. This research used survey method with purposive random sampling. The number of plants was taken at three different locations in Serang based on the calculation according to Supranto (2000). Plant samples was identified by the signs and symptoms of the disease. The fungus was isolated and identified macroscopically and microscopically, and then tested by Koch Postulates. Percentage of diseases in plants was calculated. The most common diseases of fungi in cayenne were seen based on the frequency of occurrence of each type disease in three sampling sites.
The result of this research shows two kinds of disease in cayenne pepper which are leaf spots that caused by Cercospora sp. fungi and anthracnose that caused by Colletotrichum sp. fungi. Most frequence disease of these plants caused by leaf spots precisely 203 times with its percentage about 59.70%.
1800721615A1L113078PENGARUH DOSIS URIN SAPI DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L)RINGKASAN
Seledri merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis sehingga berpeluang untuk dibudidayakan secara organik. Budidaya secara organik didukung melalui pemupukan secara alami yaitu dengan urin sapi dan pupuk organik cair (POC). Penelitian bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri serta dosis paling tepat, 2) mengetahui konsentrasi POC paling tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri, dan 3) mengetahui kombinasi terbaik dari urin sapi dan POC yang diberikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri.
Penelitian dilaksanakan di screenhouse, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Oktober 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan yaitu dosis urin sapi (tanpa urin sapi/kontrol, 30 ml/polibag, dan 60 ml/polibag) dan konsentrasi POC (tanpa POC/kontrol, 2,5 ml/L air, dan 5 ml/L air). Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, berat akar segar, dan berat tajuk segar. Analisis data menggunakan uji F, apabila berpengaruh nyata dilanjutkan menggunakan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD).
Hasil penelitian adalah 1.) pemberian pupuk urin sapi terfermentasi dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri yaitu tinggi tanaman, berat akar segar, dan berat tajuk segar. Dosis yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman seledri pada kisaran 24 sampai 31 ml/polibag dengan hasil berat tajuk segar 36,74 g. 2.) Pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 0 ml/L air, 2,5 ml/L air, dan 5 ml/L air memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. 3.) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara dosis urin sapi dan POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri, sehingga belum dapat diperoleh kombinasi yang optimal.




SUMMARY
Celery is one of the horticultural commodities that have economic value so that the opportunity to be cultivated organically in accordance. Organic cultivation is supported throught natural fertilization that is with cow urine and liquid organic fertilizer (LOF). The research aims to 1) to know the influence of cow urine on growth and yield of celery plants and the most appropriate dose, 2) to know the most appropriate LOF concentration on growth and yield of celery plants, and 3) to know the best combination of cow urine and LOF given to growth and yield of celery.
The research was conducted in screenhouse, Agronomy and Horticulture Laboratory, and Soil Science Laboratory of Agricultural Faculty, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, Purwokerto. The research was conducted from Jully until October 2017. The research used a Randomized Block Completly Design (RBCD) with two treatment factors ie dose of cow urine (control, 30 ml/polybag, and 60 ml/polybag) and LOF concentration (control, 2,5 ml/L water, and 5 ml/L water). The observed variables included leaf number, plant height, root length, root fresh weight, and shoot fresh weight. Data analysis using F, if the significant effect continued using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).
The results of the research is giving dose of fertilizer cow urine fermentation can increase the growth and yield of celery is was the highest celery plant, root fresh weight, and shoot fresh weight. The optimum of dose was for growth and yield of celery plant on the range of 24 until 31 ml/polybag with the shoot fresh weight 36,74 g. The giving liquid organic fertilizer with a concentration 0 ml/L water, 2,5 ml/L water, and 5 ml/L water give effect did not differ real on growth and yield of celery plant. There is no the effect of the interaction between dose of the cow urine and the best liquid organic fertilizer on growth and yield of celery plant so not yet obtained the optimum combination.

1800820994D1B016009PENINGKATAN KADAR LEMAK SUSU PADA PEMBUATAN ES KRIM TERHADAP OVERRUN DAN TOTAL PADATANMutu dan kualitas es krim dapat ditingkatkan dengan menambahkan lemak sehingga menghasilkan es krim yang dapat diterima oleh konsumen. Peningkatan lemak susu dengan persentase yang berbeda menghasilkan volume yang berbeda sehingga berpengaruh langsung dengan kualitas es krim yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 27 September 2017 sampai dengan 11 Januari 2018 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tujuan penelitian mengkaji pengaruh peningkatan lemak susu dengan persentase berbeda pada pembuatan es krim terhadap overrun dan total padatan es krim. Materi yang digunakan pada penelitian adalah susu sapi 18 liter, lemak susu (cream) 323,88 gram, susu skim 2970 gram, gula 4050 gram, carboxy methyl cellulose (CMC) 135 gram, air 1521,12 gram dan larutan diethyl ether 36 ml. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu peningkatan lemak susu (15, 17 dan 19%) dengan enam pengulangan. Peubah yang diamati adalah overrun (%) dan total padatan (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan lemak susu dengan persentase yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan overrun es krim dengan nilai rataan sebesar 65,009 % yang dapat dikategorikan es krim premium, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap peningkatan total padatan es krim dengan nilai rataan sebesar 39,107 % dan telah memenuhi syarat SNI es krim. Peningkatan kadar lemak susu terhadap overrun juga bersifat linier mengikuti garis dengan persamaan Y= 185.22778 - 7.0716667 X (R2 = 76,87 %). Kesimpulan, peningkatan persentase lemak susu sampai dengan 19 % menghasilkan es krim dengan overrun yang menurun tetapi menghasilkan total padatan relatif sama.

Quality and quality of ice cream can be improved by adding fat to produce ice cream that is acceptable to consumers. The increase in milk fat with different percentages yields different volumes so that it directly affects the quality of the ice cream produced. The research was conducted from September 27th 2017 to Januari 11th 2018 at Laboratory of livestock Tecnology, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The objectives of this study was to examine the effect of milk fat increase with different percentage on ice cream production to overrun and total ice cream solids. The material used in this study is cow milk 18 liters, milk fat (cream) 323,88 gram, skim milk 2970 gram, sugar 4050 gram, carboxy methyl cellulose (CMC) 135 gram, water 1521,12 gram and diethyl ether solution 36 ml. The experiment was conducted by using Randomized Complete Design (RAL) with three treatments, namely the increase of milk fat (15, 17 and 19%) with six repetitions. The variables observed were overrun (%) and total solids (%). The results showed that the increase of milk fat with different percentage had a very significant effect (P <0,01) to the decrease of ice cream overrun with 65,009% value which can be categorized as premium ice cream but not significant (P> 0,05) to the total increase of ice cream solid with value equal to 39,107% and has fulfilled the SNI ice cream requirement. The increase of milk fat content to overrun is also linear in line with the equation Y = 185.22778 - 7.0716667 X (R2 = 76,87 %). In conclusion, an increase in milk fat percentage up to 19% produces ice cream with decreased overrun but produces a relatively equal total solids.
1800921013H1B013047PENYELESAIAN MASALAH MULTIKOLINIERITAS DENGAN METODE RIDGE REGRESSION DAN PRINCIPAL COMPONENT REGRESSION Riset ini membahas masalah multikolinieritas pada model regresi linier. Variance inflation factors (VIF) digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Di sini, metode yang digunakan ridge regression (RR) dan principal component regression (PCR), dimana RR digunakan untuk memperkecil variansi estimator koefisien regresi, sedangkan PCR digunakan untuk mereduksi variabel-variabel multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai model regresi melalui RR dan PCR sama-sama mendekati 1, yaitu 93,42% dan 92,7%. Hal ini berarti kedua metode tersebut signifikan. This research discussed about multicolinerity problem on linear regression model. The variance inflation factors (VIF) is used for this problems . Here, we used ridge regression (RR) and principal component regression (PCR), where RR is used to minimize the coefficient regression of estimator variance and PCR is used to reduce the multivariate variables. The result showed that the value of for both model, RR and PCR are close 1, they are 93,42% and 92,7% . It means that of both methods are significant.
1801020993H1C014034PENGEMBANGAN SISTEM PERANGKAT KOMUNIKASI AUGMENTATIF DAN ALTERNATIF BERBASIS TRACKING MATA SECARA REALTIMEKomunikasi menitikberatkan pada pemahaman ataupun pengertian suatu pihak terhadap pihak yang lain, secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Namun ada beberapa orang yang kehilangan kemampuan komunikasi atau gangguan bahasa dan bicara yang merupakan efek samping dari beberapa penyakit.
Salah satu upaya untuk dapat memfasilitasi hal tersebut adalah dengan membangun sistem komunikasi augmentatif dan alternatif. AAC meliputi metode komunikasi yang digunakan untuk membantu maupun menggantikan kemampuan bicara maupun tulis bagi penderita gangguan komunikasi lisan maupun tulis. Namun dalam penggunaan beberapa metode AAC dibutuhkan inputan berupa gestur, pergerakan tangan, maupun bahasa isyarat yang terkadang menyulitkan penderita. Ada sebuah metode dalam AAC yang menggunakan arah penglihatan yaitu eye-gaze board berupa papan eja yang berisi huruf-huruf, namun lawan bicara harus memegang papan tersebut dan menerjemahkan pergerakan mata. Maka dari itu dalam penelitian ini mengadopsi eye-gaze board yang dipadukan dengan sistem tracking mata yang akan menerjemahkan pergerakan mata kedalam huruf-huruf.
Communication focuses on understanding of a person to another person, a simple communication can occur if there are similarities between the delivery of messages and people who receive messages. However there are some people who lose communication skills or language and speech disorder which is a side effect of some diseases.
One attempt to facilitate this is to build augmentative and alternative communication systems. AAC includes communication methods used to help or replace the ability to speak and write for patients with oral and written communication disorders. However, in the use of several methods of AAC required input in the form of gestures, hand movements, and sign language that sometimes complicates the patient. There is a method in the AAC that uses the direction of vision, eye-gaze board. eye-gaze board form a spelling board containing the letters, but the speaker must hold the board and translate the movement of the eye. Therefore in this study adopted eye-gaze board combined with the eye tracking system that will translate the movement of the eye into the letters.
1801120995H1H013053JUMLAH ERITROSIT DAN PERSENTASE JENIS LEUKOSIT GURAMI (Osphronemus gouramy) YANG DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophilaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah eritrosit dan persentase jenis leukosit gurami yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dua kelompok perlakuan yaitu kelompok ikan yang diinfeksi dan yang tidak diinfeksi Aeromonas hydrophila. Infeksi dilakukan dengan media intubasi sebanyak 0,1 mL dengan jumlah bakteri (2,63 × 109) CFU/mL dan untuk ikan yang tidak diinfeksi juga diintubasi dengan menggunakan larutan fisiologis sebanyak 0,1 mL sebagai kontrol. Pengambilan sampel darah dilakukan dari lima ekor ikan per perlakuan yang diambil pada jantung dengan menggunakan spuit tanpa pembedahan yang dilakukan pada jam ke-6, hari ke-1, hari ke-3, dan hari ke-5 setelah intubasi. Sampel darah yang telah diambil kemudian diamati dan dihitung jumlah eritrosit dan jenis leukosit. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan anova dua arah. Hasil pengamatan gejala menunjukkan hanya sebagian kecil ikan yang sakit. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa jumlah eritrosit dan persentase jenis leukosit pada setiap waktu pengambilan sampel antara ikan yang diinfeksi dan yang tidak diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila tidak berbeda nyata (P>0,05). Namun, ada indikasi bahwa infeksi Aeromonas hydrophila dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan jenis-jenis leukosit pada ikan gurami.


This research aimed to know the number of erythrocytes and the type percentage of leucocyte in gouramy which was infected with Aeromonas hydrophila. This research used experimental method with two treatment groups, i.e. infected and not infected with Aeromonas hydrophila. Infected group was intubated 0,1 mL of bacteria suspension (2,63 × 109 CFU/mL) and uninfected group was intubated with 0,1 mL physiological solution as control. The blood samples were obtained from five fish for each treatment by mean of heart puncture with syringe without disection at 6th hour, 1st day, 3rd day, and 5thday after intubation. The blood samples were observed and counted for the number of erythrocytes and the type percentage of leucocyte. Data was analyzed using two way anova. The result of symptom observation showed that only a small percentage of fish were sick. The result showed that the number of erytrocytes and the type percentage of leucocyte between infected fish and uninfected fish were not significantly different (P>0,05). However, there was an indication that Aeromonas hydrophilacould influence the number of erytrocytes and the type percentage of leucocyte in gouramy.
1801220996F1I013038Kepentingan Rusia di Suriah Era Vladimir Putin Tahun 2012-2016Jurnal ini menjelaskan kepentingan Rusia di Suriah. Suriah adalah salah satu negara di Timur Tengah yang sedang mengalami gejolak politik dengan orang-orang menuntut Presiden Bashar al-Assad mundur dari posisinya. Konflik ini telah mengklaim begitu banyak nyawa orang-orang yang dipimpin oleh negara-negara barat untuk melakukan senjata dan sanksi ekonomi lainnya terhadap Suriah namun usaha tersebut ditentang oleh Rusia melalui veto Teori Politik Asing di negara tersebut mencoba untuk menjelaskan keputusan Rusia sebagai sebuah bentuk kekuatan pemeliharaan di Timur Tengah, terutama di Suriah. Selain itu, Rusia Rusia memiliki kepentingan di Suriah.
Ruang lingkup penelitian ini adalah dari tahun 2012-2016
This Journal explains Russian interests in Syria. Syria is one of the countries in the Middle East that is experiencing political turmoil with people demanding President Bashar al-Assad retreat from his position. This conflict has claimed so much of the lives of people that western countries are leading to carry out arms and other economic sanctions against Syria but the attempt was opposed by Russia through the veto Foreign Political Theory of the country tried to explain Russia's decision as a form of maintenance power in the Middle East, especially in Syria. In addition, Russian Russia has an interest in Syria.
The scope of this study is from 2012-2016
1801321617H1L014051RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMA KARTU INDONESIA SEHAT (KIS) BERBASIS WEB DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHT (SAW) STUDI KASUS DESA BANGUNREJO KIDUL KECAMATAN KEDUNGGALAR KABUPATEN NGAWIKartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan jaminan masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan. Sistem pendukung keputusan(SPK) merupakan sistem yang berkemampuan mendukung analisis dan pemodelan keputusan pengembangan dilakukan menggunakan metode simple additive weighting (SAW). Metode SAW sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Hasil dari sistem pendukung keputusan seleksi penerima kartu Indonesia sehat (KIS) ini adalah terbangunnya sistem pendukung keputusan berbasis web yang dapat menentukan warga berhak mendapatkan kartu Indonesia sehat maupun tidak berhak mendapatkan kartu Indonesia Sehat.
KIS is a guarantee of underprivileged people to get the benefits of health services as implemented through the JKN implemented by BPJS health. Decision support system (DSS) is a system capable of supporting decision analysis and modeling development is done using simple additive weighting (SAW) method. The SAW method is often also known as the weighted summing method. The basic concept of the SAW method is to find the weighted sum of performance ratings on each alternative on all attributes. The result of the decision support selection system of KIS recipients is the establishment of web-based decision support system that can determine the citizens entitled to get KIS or not entitled to get KIS.
1801420998C1C014095Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pelatihan Akuntansi, Umur Usaha, dan Skala Usaha Pelaku UMKM terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi di Kecamatan Purwokerto UtaraPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara statistik pengaruh variabel tingkat pendidikan pelaku UMKM, pelatihan akuntansi yang diikuti pelaku UMKM, umur usaha, dan skala usaha UMKM terhadap penggunaan informasi akuntansi di Kecamatan Purwokerto Utara.
Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling berjumlah 100 orang pemilik atau manajer UMKM di Kecamatan Purwokerto Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data dengan teknik survei dengan cara menyebarkan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) yang diolah dengan menggunakan bantuan software SPSS 23.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pelatihan akuntansi secara parsial berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi di Kecamatan Purwokerto Utara. Semua variabel independen kecuali umur usaha dan skala usaha berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi.
This study aims to determine statistically the effect of variables of educational level of UMKM’s owner/manager, accounting training followed by UMKM’s owner/manager, business age, and business scale on the use of accounting information in Kecamatan Purwokerto Utara.
Methods to collected research sampling using Proportionate Stratified Random Sampling amounting to 100 owner or manager of UMKM in Kecamatan Purwokerto Utara. The data used in this study are primary data. Data collection techniques used survey techniques by distributing questionnaires. The analytical method used is path analysis which is processed by using SPSS 23 software.
The results showed that the level of education and accounting training partially have a positive effect on the use of accounting information in Kecamatan Purwokerto Utara. All independent variables except business age and business scale have a positive effect on the use of accounting information.
1801521004D1E013133PENGARUH LAMA PEMERAMAN TELUR ASIN MENGGUNAKAN KULIT MANGGIS TERHADAP KADAR GARAM (NaCl) DAN WARNA PADA TELUR ASIN Pengaruh Lama Pemeraman Telur Menggunakan Kulit Manggis Terhadap Kadar Garam (NaCl) dan Warna pada Telur Asin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji kadar garam dan warna yang dihasilkan dengan lama pemeraman yang berbeda. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan perlakuannya adalah lama pemeraman, yaitu P1 = lama pemeraman 7 hari, P2 = lama pemeraman 14 hari, P3 = lama pemeraman 21 hari. Setiap perlakuan diberi 6 kali ulangan. Data dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjut dengan uji Orthogonal Polinomial jika perlakuan berbeda nyata atau berbeda sangat nyata. Hasil menunjukkan bahwa lama pemeraman berpengaruh sangat nyata (P<0.01) pada kadar garam putih telur dengan persamaan garis Y = 1.54 + 0.34X (r=0.98), berpengaruh sangat nyata (P<0.01) pada kadar garam kuning telur dengan persamaan garis Y = -0.87+0.17X (r=0.97), berpengaruh sangat nyata (P<0.01) pada warna putih telur denan persamaa garis Y = 57.45-0.02X (r=0.96), dan juga sangat berpengaruh sangat nyata (P<0.01) pada warna kuning telur dengan persamaan garis Y = 45.08-0.02X (r=-0.98). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lama waktu pemeraman meningkatkan kadar garam pada putih dan kuning telur tetapi warna pada putih dan kuning telur semakin gelap. Effects Curing Time of Egg Using Mangosteen Peel on Salt Contents (NaCl) and Colors of Salted Egg. The purpose of this study to determine the salt content and the color. The method of the research were Completely Randomized Design and as the treatment were curing time, namely T1 = curing time 7 days, T2 = curing time 14 days, and T3 = curing time 21 days. Each treatment were six replicated. Data were analysed with analysis of variance and to be continued with Orthogonal Polynomial test if the treatment significant or highly significant. The results showed that curing time highly significant effect (P <0.01) on salt content of albumen with the equation Y = 1.54 + 0.34X (r=0.98), highly significant effect (P <0.01) on salt content
of yolk with the equation Y = -0.87+0.17X (r=0.97), highly significant effect (P <0.01) on albumen color with the equation Y = 57.45-0.02X (r=-0.96), and also highly significant effect (P<0.01) on yolk color with the equation Y = 45.08-0.02X (r=-0.98). The conclusion of this study is the longer of curing time will increase the salt content of albumen and yolk but the color of albumen and yolk more dark.
1801621026H1C014039PERENCANAAN DAN ANALISIS KINERJA DC HOUSE SYSTEM DENGAN ARRAY PHOTOVOLTAIC (PV) 200 WATT PEAK Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting. Namun tidak semua wilayah mendapatkan aliran listrik, padahal sebagian besar wilayah yang belum teraliri listrik memiliki potensi sumber energi alternatif yang melimpah. Salah satu teknik pemanfaatan sumber daya terbarukan (renewable energy) menjadi tenaga listrik alternatif adalah DC House. DC House merupakan suatu teknik pengaliran listrik dari rumah ke rumah dengan menggunakan sistem DC (direct current), bukan sistem AC (alternating current). Dalam penelitian ini dilakukan suatu perencanaan sistem DC House menggunakan software HOMER agar mendapatkan beban optimal, dengan sumber energi yang akan digunakan merupakan energi terbarukan berupa surya, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem Stand Alone dengan kapasitas 200 Watt Peak (WP). Selain itu dilakukan pula pembuatan kode sumber untuk pemantauan energi pada sistem photovoltaic. Analisa pada sistem DC house dilakukan untuk mengetahui besarnya Performance Ratio (PR) pada beban optimal. Dari hasil simulasi diperoleh nilai electrical production sebesar 274 kWh/yr dengan beban optimal sebesar 50 Watt dimana nilai electrical consumption sebesar 236 kWh/yr, nilai excess electricity sebesar 20,3 kWh/yr, dan nilai unmet load sebesar 1,64 kWh/yr. Pengujian terhadap sistem yang dilakukan menghasilkan nilai Performance Ratio sebesar 65,84%.Electrical energy is one of the most important needs of society. But in fact some of the areas can not get the electric flow even though, most of the areas that have not been powered by electricity have so many potential of energy sources. One of the renewable energy utilization technique becoming the alternative electric resource is DC house. DC house is a electric stream from one house to another house using the DC (direct current) system, not the AC (alternating current) system. In this research, will be done the planning and analysis of DC house system using HOMER software to get the optimal load, with the energy source that will be used is renewable energy in the form of solar, that is Solar Power Plant Stand Alone system with the capacity of 200 Watt Peak (WP). In addition, will be made a source code of monitoring energy on the photovoltaic system. Analysison Hybrid Power Plant conducted to determine Performance Ratio (PR) at optimal load. This simulation shows the value of electrical production is 274 kWh/yr with the optimal load of 50 Watt, which has the electrical consumption of 236 kWh/yr, excess electricity of 20,3 kWh/yr, and unmet load of 1,64 kWh/yr. In this research resulted Performance Ratio of 65,84%.
1801721033D1E013180EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA POSTER DALAM PENYULUHAN PEMBUATAN KOMPOS UNGGUL PADA PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN BANJARNEGARAPenelitian yang berjudul “Efektivitas Penggunaan Media Poster dalam Penyuluhan Pembuatan Kompos Unggul Pada Peternak Sapi Perah di Kabupaten Banjarnegara”, dilaksanakan tanggal 2 Agustus 2017 sampai tanggal 3 September 2017 di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara. Tujuan Penelitian ini adalah : 1) mengetahui karakteristik peternak sapi perah ( pendidikan, lama beternak dan umur) di Kabupaten Banjarnegara, 2) mengetahui efektivitas media poster dalam menyampaikan informasi tentang kompos unggul pada peternak sapi perah di Kabupaten Banjarnegara, dan 3) mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan tentang pembuatan kompos unggul dengan media poster pada peternak sapi perah di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian menggunakan metode Quasi eksperimental, dengan model penelitian pre test post test control group design. Metode penentuan wilayah yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Kecamatan Wanayasa dipilih sebagai sampel wilayah karena merupakan sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Banjarnegara. Pemilihan sampel kelompok dilakukan dengan cara memilih 2 kelompok secara acak dan seluruh anggota kelompok dijadikan responden penelitian. Jumlah sampel responden sebanyak 35 orang . Hasil penelitian menunjukkan bahwa media poster cukup efektif sebagai media penyuluhan pembuatan kompos unggul. Karakteristik peternak berupa pendidikan peternak (X1) tidak berpengaruh terhadap pengingkatan pengetahuan. Lama beternak (X2) dan umur peternak (X3) berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan tentang pembuatan kompos unggul. Secara keseluruhan karakteristik peternak mempengaruhi peningkatan pengetahuan tentang pembuatan kompos unggul sebesar 28%. This research about"Effectiveness of Poster Media Usage in Counseling Making Superior Compost on Dairy Farmers in Banjarnegara District", conducted on 02 August 2017 until September 3, 2017 in Wanayasa Sub-district, Banjarnegara District. The purpose of this research are: 1) to know the characteristics of dairy farmers (education, farming duration and age) in Banjarnegara District, 2) to know the effectiveness of poster media in conveying information about superior compost on dairy farmers in Banjarnegara Regency and 3) to know the influence of farmer characteristic to increase knowledge about composting superior with poster media on dairy farmers in Banjarnegara Regency. The research used Quasi experimental method, with research model of pre test post test control group design. The method of determining the area used in this research is purposive sampling. Wanayasa District was chosen as a sample area because it is a center of dairy farming in Banjarnegara District. The group sample selection was done by selecting 2 groups at random and all group members were selected as respondents. The sample number of respondents is 35 people. The results showed that the media poster is quite effective as a media for the development of superior compost. Characteristics of farmers in the form of education breeders (X1) has no effect on the increase of knowledge. Farming duration (X2) and age of farmer (X3) influenced to increase knowledge about the making of superior compost. Overall characteristics of farmer was influence to increase the knowledge of compost making by 28%.
1801821250G1H013028HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, DAN STATUS GIZI DENGAN SINDROM PRAMENSTRUASI PADA MAHASISWI ANGGOTA UKM OLAHRAGALATAR BELAKANG: Sebanyak 80-90% wanita usia produktif di Indonesia mengalami gejala sindrom pramenstruasi (PMS) mulai dari ringan sampai berat dan terkadang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Sindrom pramenstruasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah tingkat asupan zat gizi, status gizi, dan aktivitas fisik/olahraga.
TUJUAN: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, asupan zat gizi makro, dan status gizi dengan sindrom pramenstruasi pada mahasiswi anggota UKM Olahraga Fakultas di Universitas Jenderal Soedirman.
METODOLOGI PENELITIAN: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 40 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan form keluhan sindrom pramenstruasi, pengukuran antropometri, form recall aktivitas fisik 2 x 24 jam, dan form food recall 2 x 24 jam dengan alat bantu food picture.
HASIL: Berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara asupan lemak (p=0,011), asupan karbohidrat (p=0,020), dan status gizi (p=0,033) dengan sindrom pramenstruasi, sedangkan aktivitas fisik (p=0,645), asupan energi (p=0,055), dan asupan protein (p=0,226) tidak memiliki hubungan dengan sindrom pramenstruasi.
KESIMPULAN: Asupan lemak, asupan karbohidrat, dan status gizi berhubungan dengan sindrom pramenstruasi.
BACKGROUND: As many as 80-90% productive˗aged women in Indonesia are experiencing light to severe premenstrual syndrome (PMS) and sometimes it could interfere their daily activities. Premenstrual syndrome is caused by some factors, among them are nutrient level intake, nutritional status, and physical/sport activity.
AIM: To determine the correlation between physical activity, macronutrient intake, and nutritional status with premenstrual syndrome on female college members of students sport activity unit in Jenderal Soedirman University.
METHODS: This is an analytic observational research with cross sectional approach. As many as 40 female sport players were obtained as respondents using purposive sampling technique. The instruments used to collect data are premenstrual syndrome form, antropometric tools for measuring body weight and height, 24-hour activity recall form, 24-hour food recall form, and food picture.
RESULTS: Statistical test using Chi-Square showed that there are correlations between fat intake (p=0,011), carbohydrate intake (p=0,020), and nutritional status (p=0,033) with premenstrual syndrome, whereas physical activity (p=0,645), energy intake (p=0,055), and protein intake (p=0,226) do not have correlation with premenstrual syndrome.
CONCLUSION: Fat intake, carbohydrate intake, and nurtitional status have correlation with premenstrual syndrome.
1801921000F1I012038Implementasi Kerjasama Indonesia-Australia Dalam Menangani Terorisme Melalui Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di IndonesiaPencegahan aksi terorisme di negara Indonesia dan Australia dilakukan dengan operasi gabungan yang melibatkan operasi penegakan hukum bersama melalui lembaga-lembaga hukum yang telah disepakati oleh Polri dan AFP yaitu JCLEC, untuk menggagalkan dan membongkar sindikat kejahatan terorisme yang didasarkan atas informasi-informasi yang diperoleh melalui Unit Koordinasi Intelijen Kontra Terorisme yang menggunakan mekanisme pertukaran informasi secara virtual antar kelembagaan yang terintegrasi. Australia menganggap penting untuk bekerjasama dalam penanganan terorisme di Indonesia karena kepentingan nasional Australia yaitu mewujudkan stabilitas di kawasan regional. Terorisme harus ditanggapi dengan menghilangkan ancaman di dalam negeri, langsung dari sumber terorisme itu sendiri. Oleh karena itu, Australia perlu membujuk dan mendukung Indonesia untuk memberantas terorisme, bukan berarti dengan intervensi langsung, namun lebih seperti mendorong Indonesia untuk lebih sadar akan masalah ini.The prevention of terrorism in Indonesian and Australian countries is carried out by joint operations involving law enforcement operations through legal institutions agreed by Indonesian Police and AFP, JCLEC, to thwart and dismantle terrorism crime syndicates based on information obtained through the Unit Coordination of Counter Terrorism Intelligence which uses a virtual information exchange mechanism between integrated institutions. Australia considers it important to cooperate in the handling of terrorism in Indonesia because of Australia's national interest in realizing regional stability. Terrorism must be responded by eliminating the threat in the country, directly from the source of terrorism itself. Therefore, Australia needs to persuade and support Indonesia to combat terrorism, not by direct intervention, but more like encouraging Indonesia to be more aware of this problem.
1802021001H1A012054EKSTRAKSI ZAT WARNA BAYAM UNGU (Alternanthera brasiliana) DAN APLIKASINYA SEBAGAI INDIKATOR BIOSENSOR UREABiosensor merupakan metode analisis yang menggunakan komponen biologi aktif yang diintegrasikan dengan peralatan elektronik untuk menentukan kadar suatu senyawa. Salah satu metode biosensor yang digunakan adalah kolorimetri dengan menggunakan zat warna dan melihat perbandingan perubahan intensitas warna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi penggunaan zat warna dari ekstrak daun bayam ungu sebagai indikator biosensor, karakterisasi, dan pelarut yang optimum antara etanol:HCl 85:15 (v/v) dengan pelarut akuades dan metode yang digunakan kolorimetri menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 400-700 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat warna ekstrak daun bayam ungu dapat digunakan sebagai indikator biosensor urea dan pelarut yang optimum adalah etanol:HCl dengan perbandingan 85:15 (v/v) dengan absorbansi 0,802 pada panjang gelombang maksimum 531 nm dan lingkungan yang stabilnya pada pH asam, suhu rendah (<4oC), dan penambahan reduktor. Pengujian bayam ungu untuk indikator biosensor urea didapatkan kurva standar dengan persamaan regresi y = -0,0007x + 0,6397 dengan nilai R2 = 0,96059.Biosensor is an analytical method that uses an active biological component that is integrated with an electronic equipment to determine the analyte concentration. One of the biocensor methods used is colorimetry using pigments and see the comparison of color intensity changes. The purpose of this research is to know the potential use of pigment from purple spinach leaf extract as an biosensor indicator, characterization, and the optimum solvent between ethanol:HCl 85:15 (v/v) with aquadest solvent and using colorimetry method with spectrophotometer at 400-700 nm wavelength. The results indicated that the pigment of purple spinach leaf extract can be used as an indicator of urea biocensor and the optimum solvent is Ethanol:HCl 85:15 (v/v) with an absorbance 0.802 at a maximum wavelength of 531 nm and a stable state at acidic state, low temperature (<4oC), and addition of reductor. Research of purple spinach leaf as indicator of urea biosensor obtained standard curve with regression equation of y = -0.0007x + 0.6397 with value of R2 = 0.96059.