Home
Login.
Artikelilmiahs
20231
Update
ASRI MARDHIYATI
NIM
Judul Artikel
Penawaran Kedelai di Indonesia Tahun 2004-2015
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan utama setelah padi dan jagung. Produksi kedelai dalam negeri selalu lebih rendah dari permintaan. Produksi kedelai dalam negeri selama tahun 2011-2015 hanya mampu memenuhi 32,87 persen permintaan yang mencapai 2,4 juta ton per tahun. Upaya peningkatan produksi kedelai penting dilakukan untuk memenuhi tingkat permintaan, mengurangi ketergantungan impor, dan mendukung agroindustri. Keberhasilan peningkatan penawaran kedelai dipengaruhi oleh respon produsen terhadap perubahan faktor ekonomi dan non ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran kedelai dan 2) mengetahui tingkat elastisitas penawaran kedelai di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder runtut waktu (time series) selama 11 tahun dari 2004 kuartal I hingga 2015 kuartal IV. Sumber data diperoleh dari Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan serta bahan pustaka berupa buku dan publikasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Variabel yang digunakan yakni harga kedelai, harga jagung, harga pupuk, luas panen dan penawaran kedelai kuartal sebelumnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Peningkatan harga kedelai sebesar satu persen akan meningkatkan penawaran kedelai sebesar 0,54 persen, peningkatan harga jagung sebesar satu persen akan menurunkan penawaran kedelai sebesar 0,28 persen, peningkatan luas panen sebesar satu persen akan menurunkan penawaran kedelai sebesar 0,41 persen dan peningkatan penawaran kedelai sebelumnya sebesar satu persen akan meningkatkan penawaran kedelai sebesar 1,05 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa harga kedelai dan penawaran sebelumnya merupakan faktor yang paling direspon oleh petani untuk meningkatkan penawaran kedelai. Luas panen menunjukkan pengaruh negatif terhadap penawaran, hal ini karena peningkatan luas panen tidak diikuti dengan peningkatan harga, sehingga menyebabkan penawaran kedelai menurun. Elastisitas harga penawaran kedelai bersifat inelastis dan elastisitas silang terhadap jagung menunjukkan bahwa jagung merupakan produk kompetitor kedelai.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Soybean is one of the main food crops after rice and corn. Domestic soybean production is always lower than demand. Domestic soybean production during 2011-2015 could only fulfill 32.87 percent of demand from 2.4 million tons per year. Any effort to increase soybean production is essential to meet demand levels, reduce import dependency, and support agro-industry. Producer response towards economical and non economical factors changes do affect the succsess of soybean supply uplift. This study aims to 1) analyze the factors that affect soybean supply and 2) to know the elasticity level of soybean supply in Indonesia. The method used in this research is descriptive quantitative. The data used is time series data for 11 years from 2004 quarter I to 2015 IV quarter. Data was obtained from the Ministry of Agriculture, Statistics Indonesia, Ministry of Commerce and litteratures in the form of books and publications related to research topics. Variables used in this study were soybean price, corn price, fertilizer price, harvested area and previous quarter soybean supply. Data analysis using multiple linear regression with Ordinary Least Square (OLS) method. A liftup in soybean price by one percent will increase the soybean supply by 0.54 percent, a liftup in corn prices by one percent will decrease the soybean supply by 0.28 percent, a liftup of one percent on harvest will lower soybean supply by 0.41 percent and a liftup in previous supply soybeans by one percent will increase the soybean supply by 1.05 percent. These suggest that the price of soybean and previous offering is the most responded factors by farmers to increase soybean supply. Harvested area shows a negative effect because the increase of harvested area was not followed by price liftup, and that cause the supply of soybean to decline. The price elasticity of soybean price is inelastic and cross elasticity towards corn which indicates that corn is a soybean competitor product.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save