Artikelilmiahs

Menampilkan 16.841-16.860 dari 49.997 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1684120038A1M013019PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP JENIS DAN UKURAN KEMASAN PENGAWET NIRA ALAMI TANGKISTangkis merupakan suatu produk pengawet nira alami yang diproduksi oleh CV. Mahira Purwokerto. Pengawet nira alami Tangkis masih dikemas menggunakan kemasan plastik sablon dengan berat bersih 250g/bungkus dan kurang memberikan informasi kepada konsumen. Pemasaran pengawet nira alami Tangkis hanya dilakukan pada kelompok tani binaan, tidak dipasarkan secara masal. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap : 1) Jenis kemasan dan 2) Ukuran kemasan. Responden dalam penelitian terdiri dari dua kelompok pengrajin gula cetak dan gula kristal yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Jumlah responden diambil sebanyak 35 orang di setiap kelompok responden. Variabel yang diamati meliputi preferensi konsumen terhadap jenis kemasan yang terdiri dari kemasan polipropilen (0,3 mm), polipropilen (0,5 mm), polipropilen double (0,3 mm dan 0,5 mm), stand pouch zipper dan toples; dan ukuran kemasan terdiri dari 150g, 250g, dan 350g. Data yang diperoleh dari responden dianalisis menggunakan analisis varian (uji F), apabila hasil menunjukan terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kemasan yang disukai kedua kelompok responden adalah toples dan ukuran kemasan yang disukai kedua kelompok responden adalah 250g dan 350g.Tangkis is a natural preservative product produced by CV. Mahira Purwokerto. It still packaged using plastic screen printing with a net weight of 250g/pack and have less information to consumers. Tangkis has limited scoop of market because it’s targeted on small farmers group only. The purposes of this study is to evacuate preference of consumers on: 1) Type of packaging and 2) Size of packaging. The respondents in this research consisting of two groups which are palm sugar farmer and palm suiker farmer determined by purposive sampling method. The amount of respondent is 35 respondents from each group. Variables observed in this study are consumers preference on the type of packaging it’s use that consisting from the polypropylene pack (0.3 mm), polypropylene (0.5 mm), polypropylene double (0.3 mm and 0.5 mm), stand pouch zipper and plastic jar; and size packaging consisting of 150g, 250g, and 350g. Data obtained from respondents analyzed using analysis variant (f test), when the results showed there is a difference so continued by test Duncan Multiple Range Test significant at 5% level. The results of the study showed that the preferred type of the packaging from both groups of respondent are plastic jar and the preferred size from both groups of respondent are 250g and 350g.
1684220039H1C013014PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM KONTROL HIBRID PHOTOVOLTAIC DAN JALA-JALA PLN BERBASIS LOGIKA FUZZY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINOKebutuhan listrik yang semakin meningkat menuntut peningkatan kapasitas pembangkit listrik. Pada kenyataannya kapasitas pembangkit listrik sulit untuk ditingkatkan sehingga jumlah produksi energi listrik pun terbatas. Sebesar 47,96% energi listrik di Indonesia dihasilkan oleh batubara. Salah satu teknologi energi baru terbarukan adalah photovoltaic. Kelemahan photovoltaic adalah biaya instalasi yang mahal, lokasi instalasi yang luas, membutuhkan banyak air untuk tujuan pendinginan. Selain itu, belum terdapat penelitian yang menggunakan metode logika fuzzy sebagai pengambil keputusan pada sistem hibrid PLTS dan jala-jala PLN. Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancang sebuah prototype sistem kontrol hibrid photovoltaic dan jala-jala PLN berbasis logika fuzzy menggunakan mikrokontroler Arduino. Prototipe ini terdiri dari sensor arus ACS712, sensor tegangan, dua buah relay dan LCD sebagai interface. Terdapat tiga masukan yaitu SOC baterai, arus yang dihasilkan photovoltaic dan arus beban yang dibutuhkan. Dari data real yang didapatkan dari setiap masukan kemudian diubah ke dalam nilai presentase. Pada penelitian ini terdapat 75 rule yang semesta dan jangkauannya berdasarkan DOD 80%, hubungan irradiasi matahari dengan arus ketika diparalel dan rata-rata energi yang diperlukan dalam waktu satu hari. Prototipe ini akan secara otomatis memberikan keputusan pada relay berdasarkan fuzzy rule yang telah dibuat. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil pengujian sistem dengan fuzzy rule yang telah dibuat. Sistem ini memiliki akurasi tinggi dengan rerata kesalahan akurasi sebesar 4.5%. Dari hasil penelitian ini maka dapat dikatakan bahwa prototipe yang telah dirancang dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan.The increasing demand for electricity requires an increase in power generation capacity. In fact, the capacity of power plants is difficult to be increased so that the amount of electricity production is limited. 47.96% of electricity in Indonesia is produced by coal. One of the new renewable energy technologies is photovoltaic. Photovoltaic drawbacks are expensive installation costs, large installation locations, require plenty of water for cooling purposes. In addition, there is no research using fuzzy logic method as a decision maker on solar power plant hybrid system and grid electricity. Therefore, this research designed a prototype of photovoltaic hybrid control system and electricity grid based fuzzy logic network using Arduino microcontroller. This prototype consists of ACS712 current sensor, voltage sensor, two relays and LCD as the interface. There are three inputs namely SOC battery, current generated photovoltaic and load current required. From the real data obtained from each input then converted into the percentage value. In this study there are 75 universal rules and range based on DOD 80%, the relationship of solar irradiation with current when parallel and the average energy needed in one day. This prototype will automatically make a decision on the relay based on the fuzzy rule that has been created. Testing is done by comparing the results of testing the system with fuzzy rule that has been made. This system has high accuracy with 4.5% accuracy error rate. From the results of this study it can be said that the prototype that has been designed to work well and in accordance with the expected.
1684320079A1M013009PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ASAM AMINO TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA NIRA KELAPA SELAMA PEMASAKAN GULA KELAPA KRISTALNira kelapa mengandung gula reduksi dan asam amino. Gula reduksi dan asam amino akan bereaksi selama pemasakan gula kelapa kristal menghasilkan produk-produk reaksi Maillard. Reaksi Maillard dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah suhu, pH serta jenis dan konsentrasi inisial reaktan. Saat ini informasi mengenai perkembangan reaksi Maillard karena pengaruh jenis dan konsentrasi inisial reaktan selama pemasakan nira kelapa masih terbatas. Oleh karena itu, jenis dan konsentrasi asam amino menjadi faktor dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakteristik kimia nira kelapa yang ditambahkan asam amino selama pemasakan serta gula kelapa kristal yang dihasilkan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. Faktor yang diteliti adalah jenis asam amino (A), terdiri atas A1 = Arginin dan A2 = Histidin serta konsentrasi asam amino (K) yang terdiri atas, K1 = 0,4 mM, K2 = 0,8 mM, K3 = 1,2 mM. Perlakuan disusun secara faktorial dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan disampling pada suhu 26°C, 80°C, 100°C dan 118°C. Konsentrasi asam amino sebanyak 1,2 mM menyebabkan penurunan kadar gula reduksi paling cepat selama pemasakan. Gula kelapa kristal dengan penambahan 1,2 mM asam amino memiliki kadar gula reduksi yang paling rendah serta kadar gula total dan sukrosa yang paling tinggi. Jenis asam amino tidak memberikan pengaruh terhadap kadar gula reduksi, kadar gula total, sukrosa dan kadar air selama pemasakan maupun terhadap gula kelapa kristal yang dihasilkan. Coconut neera contains reducing sugars and amino acids. Reducing sugars and amino acids will be react to produce Maillard Reaction Products (MRP). Maillard reaction is influenced by several factors including temperature, pH, type and initial reactants concentration. Currently information about the development of Maillard reaction due to the influence of type and initial reactant concentration during cooking of coconut neera is still limited. Therefore, type of amino acid and initial concentration of amino acid become factors that examined in this study. This study aims to know the change of chemical characteristics of coconut sugar added amino acids during cooking and coconut sugar produced. The research used experimental design with Randomized Block Design. The factors studied were the type of amino acid (A), consisting of A1 = Arginin and A2 = Histidine and amino acid concentration (K) consisting of, K1 = 0.4 mM, K2 = 0.8 mM, K3 = 1.2 mM. The treatments were arranged by factorial with 6 treatment combinations and 4 replications so that 24 units of experiments were obtained. Each experimental unit was sampled at 26°C, 80°C, 100°C and 118°C. Amino acid concentrations of 1.2 mM cause the fastest reduction of sugar content during cooking. Coconut sugar with 1.2 mM addition of amino acids have the lowest reducing sugar content and the highest total sugar and sucrose. The type of amino acid has no effect on reducing sugar content, total sugar, sucrose content and moisture content during cooking or even coconut sugar produced.
1684420040E1A011146Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Dalam Wilayah Kejaksaan Negeri SlemanUpaya pencegahan tindak pidana korupsi tidak hanya dilakukan oleh KPK saja, namun juga dapat dilakukan oleh lembaga lain, seperti Kejaksaan. Kejaksaan Negeri yang berkedudukan di ibukota/kabupaten/kota lebih memungkinkan bagi negara dalam melaksanakan upaya pencegahan tindak pidana korupsi dibanding KPK yang hanya berkedudukan di ibukota negara dan perwakilan nya baru akan dibentuk di 6 (enam) provinsi. Kejaksaan Negeri Sleman yang berkedudukan di Kabupaten Sleman merupakan Kejaksaan Negeri yang gencar dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang upaya pencegahan tindak pidana korupsi dalam wilayah Kejaksaan Negeri Sleman dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan upaya tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pendekatan sosiologis. Dari hasil penelitian, dalam melakukan upaya pencegahan tindak pidana korupsi, Kejaksaan Negeri Sleman mendasarkan pada dua tindakan, yaitu dengan melakukan penegakan hukum represif dan preventif.Efforts to prevent corruption are not only conducted by the KPK, but can also by other institutions, such as Kejaksaan. Kejaksaan Negeri domiciled in the capital city / regency / city is more possible for the state in implementing corruption prevention efforts than KPK which is only domiciled in the state capital and its new representative will be formed in 6 (six) provinces. Kejaksaan Negeri Sleman domiciled in Sleman District is the District Prosecutor which is vigorous in doing the prevention of corruption. The purpose of this study is to know about the prevention of corruption in the area of Kejaksaan Negeri Sleman and factors that affect the implementation of corruption efforts by the Kejaksaan Negeri Sleman. This research uses qualitative method with sociological approach method. From the results of research, in making efforts to prevent corruption, Kejaksaan Negeri Sleman based on two actions: by enforcing repressive and preventive law.
1684520041G1B013081ANALISIS PROSES PERUMUSAN KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang : Masyarakat memiliki yang berbeda tentang konsep KTR. Namun pada akhirnya kebijakan KTR di Kabupaten Banyumas berhasil dirumuskan dan disahkan. Oleh sebab tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dalam proses perumusan dan model kebijakan KTR di Kabupaten Banyumas.

Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti menetapkan 6 partisipan awal menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan in depth interview dan studi kepustakaan dengan Perda Nomor 26 Tahun 2016 tentang KTR Kabupaten Banyumas. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan content analysis.

Hasil : Terdapat 4 tema dalam penelitian ini. (1) Identifikasi sikap masyarakat dan pemerintah terhadap Raperda KTR dalam agenda setting. (2) Analisis strategi DPRD mengembangkan alternatif kebijakan KTR dalam fomulasi kebijakan. (3) Penetapan adopsi kebijakan KTR sebagai Perda No. 26/2016 tentang KTR yang disepakati oleh DPRD dan Bupati. (4) Perumusan Perda KTR menerapkan model kebijakan publik.

Kesimpulan : Proses perumusan kebijakan KTR atas Perda Kabupaten Banyumas Nomor 26 Tahun 2016 menggunakan model kebijakan publik. Perumusan melibatkan tokoh elit dari lembaga legislatif dan eksekutif serta berbagai unsur masyarakat dalam menganalisis strategi pengembangan alternatif kebijakan akibat adanya pro dan kontra tentang kebijakan KTR.

Kata kunci :Kebijakan, KTR, Kabupaten Banyumas
Background : The society has several differences perception related to the smoking-free area. However, the Banyumas District governments have made a smoking-free area policy. Therefore, this study aimed to explore the experience during the formulation process and model of smoking free area policy in Banyumas District.

Methodology : This research used a qualitative design with phenomenology approach. This research decided 6 participants using both purposive sampling method. The data were collected using in-depth interview and literature review. The data were analyzed using content analysis.

Results : This research revealed 4 global theme. 1) Identification of public and government attitudes towards Proposed Regional Regulation of smoking-free area in agenda setting. (2) Analysis of DPRD strategy’s to develops smoking-free area in policy formulation. (3) Determination of smoking-free area policy adopts as the Banyumas District government law No 26/2016 by Regional House of Representatives and Regent. (4) The smoking-free area policy was developed using public policy model.
Conclusion : The process of formulating smoking free area policy using public policy models. The smoking-free area policy was formulated by the legislature and executive branch with community elements to analysis the policy because of the pros and cons.

Keywords : Policy, Smoking-free area, Banyumas District
1684620042C1B013019ANALISIS PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO (DER), PRICE EARNING RATIO (PER), RETURN ON EQUITY (ROE) DAN CURRENT RATIO (CR) TERHADAP HARGA SAHAM (PADA INDUSTRI PERTAMBANGAN YANG TERCATAT DI BEI TAHUN 2010-2015)Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Debt To Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), Return On Equity (ROE) dan Current Ratio (CR) Terhadap Harga Saham (Pada Industri Pertambangan Yang Tercatat Di BEI Tahun 2010-2015)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi pengaruh DER, PER, ROE dan CR terhadap Harga Saham. Dan untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap Harga Saham pada Industri Pertambangan yang tercatat di BEI tahun 2010-2015.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan di industry pertambangan yang tercatat di BEI tahun 2010-2015. Jumlah populasi 41 dan dengan menggunakan purposive sampling di dapat 13 sampel.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat asosiatif dengan teknik analisis regresi data panel. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa Debt To equity Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Price Earning Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Return On Equity berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham dan Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Dengan demikian seluruh hipotesis dapat diterima.
Implikasi penelitian ini yaitu diharapkan perusahaan dapat lebih memperhatikan masing-masing pengaruh variabel sebagai salah satu cara untuk memberikan sinyal kepada investor mengenai performa perusahaan. Dapat menggunakan hasil penelitian ini guna untuk mempertimbangkan sinyal yang diberikan oleh perusahaan mengenai kinerja perusahaan tersebut. Dengan memperhatikan faktor-faktor fundamental yang termasuk di dalamnya rasio-rasio keuangan. Dan melihat variabel-variabel yang signifikan terhadap harga saham dalam penelitian ini sehingga para investor dapat mempertimbangkannya sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.

Kata Kunci : Debt To Equity Ratio, Price Earning Ratio, Return On Equity, Current Ratio
This research entitled "analysis of the influence of the Debt To Equity Ratio (DER), the Price Earning Ratio (PER), Return On Equity (ROE) and the Current Ratio (CR) against share prices (On the mining industry recorded in BEI 2010-2015 Year)". The purpose of this research is to analyze the influence of DER, PER, ROE and CR against stock prices. And to know the variables that have an influence on the share price against the dominant mining industry recorded in BEI 2010-2015 year.
The population in this research is the company in the mining industry recorded in BEI 2010-2015.
The population in this research is the company in the mining industry recorded in BEI 2010-2015 year. 41 and population by using purposive sampling get 13 samples.
Type of this research is quantitative research are associative with the regression analysis techniques to the data pane. Based on the analysis of the results obtained that the Debt To equity Ratio of a negative and significant effect against the stock price. Price Earning Ratio of positive and significant effect against the stock price. Return On Equity is positive and significant effect against the stock price and the Current Ratio of positive and significant effect against the stock price. Thus the whole hypothesis is acceptable.
The implications of this research that is expected the company could pay more attention to the influence of each variable as one way to give a signal to investors about the company's performance. Can use the results of this research in order to consider the signal given by the company regarding the company's performance. Having regard to the fundamental factors which includes the ratio-financial ratio. And look at the variables that significantly to stock prices in this study so that investors can consider it before making a decision to invest in the company.


Key Words : Debt To Equity Ratio, Price Earning Ratio, Return On Equity, Current Ratio
1684721416A1C112020PROFIL PEMASARAN GULA KELAPA KRISTAL PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SAJENG MULYO ASAL DESA HARGOROJO KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJOKelompok Wanita Tani (KWT) Sajeng Mulyo merupakan salah satu penghasil gula kelapa kristal di Kabupaten Purworejo.KWT memasarkan setiap bulannya sekitar lebih dari 3.000 kilogram.Gula kelapa kristal dijual melalui pedagang perantara di Desa Hargorojo kepada konsumen yang berada di Kulon Progo,Yogyakarta untuk di ekspor ke luar negeri.Tujuan penelitian ini:(1)Mengidentifikasi saluran pemasaran gula kelapa kristal asal Desa Hargorojo Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo,(2)Mengetahui besar marjin pemasaran gula kelapa kristal pada setiap saluran pemasaran (3) Mengetahui saluran yang paling efisien berdasarkan efisiensi teknis dan ekonomis(4) Mengidentifikasi struktur pasar pemasaran gula kelapa kristal pada KWT Sajeng Mulyo. Penelitian dilakukan di Desa Hargorojo dengan sasaran anggota KWT Sajeng Mulyo dan pedagang desa.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey.Pengambilan responden menggunakan metode purposive. Jumlah anggota KWT Sajeng Mulyo yang menjadi responden sebanyak 45 orang dan pedagang desa 6 orang.Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis marjin pemasaran,analisis efisiensi teknis dan ekonomis dan analisis CR4.Hasil penelitian menunjukan: 1)Terdapat 3 saluran pemasaran gula kelapa kristal asal Desa Hargorojo: Saluran ke-I yaitu Anggota KWT–KWT–Pedagang Besar-Eksportir (67%), saluran ke-II yaitu Anggota KWT–Pedagang Kecil–Pedagang Besar–Eksportir (31%), saluran ke-III yaitu Anggota KWT–Pedagang Besar–Eksportir(2%),2)Marjin pemasaran saluran pemasaran I,II dan III sama yaitu sebesar Rp2.000,00/kg,3)Saluran pemasaran gula kelapa kristal yang paling efisien terdapat pada saluran I,karena memiliki nilai indeks efisiensi teknis terkecil 6,17 dan indeks efisiensi ekonomis sebesar 9,00.4) Struktur pasar pada tingkat anggota KWT dari sisi pembeli yang terbentuk adalah pasar monopsoni,tingkat pedagang kecil dan pedagang besar dari sisi pembeli adalah pasar oligopsoni ketat.Woman Farmer Group (KWT) is one of crystal palm sugar producer in Purworejo Regency. The number of members at KWT Sajeng Mulyo is 45 members. KWT Sajeng Mulyo sells crystal palm sugar every month for more than 3000 kilograms. Crystal palm sugar by KWT Sajeng Mulyo is sold through sellers in Hargorojo Village to consumers located in Kulon Progo, Yogyakarta for export to overseas. The objectives of this research are: (1) Identifying producing crystal palm sugar from Hargorojo Village, Bagelen Subdistrict, Purworejo District, (2) Knowing the margin of crystal palm sugar in each component, (3) Knowing the most efficient based on technical and economical, (4) Identifying structure trading of crystal palm sugar on KWT Sajeng Mulyo.
The research was conducted in Hargorojo Village, Bagelen Subdistrict, Purworejo District, targeting KWT members Sajeng Mulyo and village traders. The research method used is survey method. Sampling using purposive purposive method. The number of members of KWT Sajeng Mulyo who become respondents are 45 people and village traders as many as 6 people. Data analysis using descriptive analysis, margin analysis, technical and economic analysis and CR4 analysis.
The results showed that: 1) There are 3 marketing channels of crystal palm sugar from Hargorojo Village: The first channel is KWT member - KWT - Large Trader - Exporter (67%), second channel is Member of KWT - Small Trader - Large Trader -Exporter (31%), third channel is Members of KWT - Large Traders- Exporter (2%), 2) The marketing margin of marketing channel I, II and III is same that is Rp2.000,00/kg, 3) The most efficient marketing channel of sugar palm crystal is in channel I, since it has the smallest technical efficiency index value of 6.17 and the economic efficiency index is 9.00. 4) The market structure at the level member of KWT Sajeng Mulyo from the buyer side formed is the monopsony market, on the small trader level of the buyer side is a tight oligopsony market and at the wholesaler level of the buyer side is a tight oligopsony market.
1684821974F1A013057Strategi Buruh Tani Karet Rakyat Dalam Mempertahankan Hidup
(Kasus di Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi buruh tani karet rakyat dalam upaya mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangga karena harga jual karet yang tidak stabil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan purposive sampling dalam penentuan sampel yang diambil. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sasaran utama dari penelitian ini adalah buruh tani karet yang ada di desa Kartaraharja, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa stategi bertahan hidup buruh tani karet menggunakan beberapa cara yang dipakai guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dengan melakukan strategi penjualan hasil perkebunan, pelibatan anggota rumah tangga, mencari penghasilan tambahan, penghematan, dan skala prioritas hingga berhutang merupakan cara yang umumnya dilakukan buruh tani dalam bertahan hidup.The aimed of this study was to determine the strategy of smallholder rubber farm workers in an effort to suffice the needs of the household economy due to unstable rubber prices. This study used qualitative study method by using purposive sampling in selected sample. Data collection techniques used were interviews, and documentation. The main target of this study was smallholder rubber farm workers in Kartaraharja village, Tulang Bawang Udik sub-district, West Tulang Bawang district, Lampung. The results of this study indicated that the survival strategy of smallholder rubber farm workers used several ways that are used to suffice the needs. Begin by undertaking a sales strategy of plantation yields, involvement of household members, looking for additional revenue, savings, and priority scales to the usual ways farm laborers can survive.
1684920044D1B015004KONSUMSI DAN KONVERSI PAKAN AYAM BROILER YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN AKAR PURWO (Eryngium foetidum L.) Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsumsi dan konversi pakan ayam broiler yang mendapat suplementasi tepung daun akar purwo (Eryngium foetidum L.). Materi yang digunakan ayam broiler strain Lohmann MB 202 selama 42 hari sebanyak 80 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diuji adalah R0= Pakan basal tanpa kandungan tepung daun akar purwo (Kontrol), R1= Pakan basal yang mengandung tepung daun akar purwo 1,5%, R2= Pakan basal yang mengandung tepung daun akar purwo 3% , R3= Pakan basal yang mengandung tepung daun akar purwo 4,5%. Peubah meliputi konsumsi dan konversi pakan. Data di analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsumsi dan konversi pakan ayam broiler yang mendapat suplementasi tepung daun akar purwo (Eryngium foetidum L.) berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Rataan konsumsi pakan selama penelitian/ekor R0 sebanyak 2520 gram, R1 sebanyak 2440,1 gram, R2 sebanyak 2476,3 gram dan, R3 sebanyak 2793,2 gram relatif sama. Rataan konversi pakan R0 sebanyak 3,32, R1 sebanyak 3,00, R2 sebanyak 2,77, dan, R3 sebanyak 3,08 relatif sama. Kesimpulan dari penelitian adalah konsumsi dan konversi pakan ayam broiler yang mendapat suplementasi tepung daun akar purwo (Eryngium foetidum L.) sampai 4,5% relatif sama.

The objective of this study was to study the effect of consumption and feed conversion of broiler ration which was supplemented with purwo root flour (Eryngium foetidum L.). Materials used were broiler strain Lohmann MB 202 for 42 days as many as 80 heads. The experiment was conducted using experimental method and using Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and five replications. The tested treatments were R0 = Basal feed without purwo root flour content (Control), R1 = Basal feed containing purwo root flour 1.5%, R2 = Basal diet containing purwo root flour 3%, R3 = Basal diet which contains purwo root powders of 4.5%. The variables included feed consumption and conversion. Data were analyzed by using variance analysis. The results of variance analysis showed that the consumption and conversion of broiler feed which got purwo root supplementation (Eryngium foetidum L.) had no significant effect (P> 0.05). The average feed intake during the research / heads R0 of was as much as 2520 grams, R1 as much as 2440.1 grams, R2 as much as 2476.3 grams and R3 of 2793.2 grams were relatively the same. The average of feed conversion of R0 was as much as 3.32, R1 as much 3.00 R2 as much as 2.77 and R3, 3.08 is relatively the same. The conclusion of this research is, the consumption and conversion of broiler feed which get purwo root flour supplementation (Eryngium foetidum L.) up to 4.5% is relatively similar.
1685020045D1E013050KADAR AIR, RASA DAN TEKSTUR NUGGET AYAM PETELUR AFKIR DENGAN PENGGUNAAN JENIS FILLER (BAHAN PENGISI) PADA LEVEL BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi, jenis filler (bahan pengisi) dengan level filler (bahan pengisi), penggunaan jenis filler (bahan pengisi) dan penggunaan level filler (bahan pengisi) terhadap kadar air, rasa dan tekstur nugget ayam petelur afkir. Pengambilan data dilaksanakan pada 29 Mei sampai 3 Juni 2017 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah daging ayam petelur afkir, tepung terigu, tepung mocaf, tepung tapioka, susu skim, tepung panir serta bumbu. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor untuk kadar air dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji rasa dan tekstur nugget dengan 20 orang panelis semi terlatih dan perlakuan dengan jenis filler (tepung terigu, tepung mocaf, tepung tapioka) dan level filler (bahan pengisi) (30%, 35% dan 40%) dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Variabel yang diamati adalah kadar air, pengujian sensori yaitu, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis dan level filler (bahan pengisi) berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air dan uji sensori rasa dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap uji sensori tekstur. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat pengaruh bersama jenis dan level filler (bahan pengisi) terhadap kadar air dan pengujian sensori rasa, dan terdapat pengaruh bersama jenis dan level filler (bahan pengisi) terhadap pengujian sensori tekstur. Tepung terigu dengan level 35% menghasilkan tekstur nugget terbaik dengan skor 4,20.The research was conducted from May 29th until June 3th 2017 at the Post Harvest Technology Laboratory, Animal Husbandry Faculty, Jenderal Soedirman University , Purwokerto. The research aimed to find the interaction, betwen filler type and filler level, to know water content, taste and texture of layer chicken nugget. The material used is meat layer chicken, wheat flour, MOCAF flour, tapioca flour, skim milk, bread flour and flavours. The research method used Experimental method using Completely Randomized Design (CRD) scheme factorial with two factors for water content and Randomized Completely Block Design (RCBD) for nugget’s taste and texture test with 20 semi-trained panellists. The treatment are type filler (wheat flour, MOCAF flour, tapioca flour) and filler level (30%, 35% and 40%) and each treatment was repeated 3 times. The variable observed were water content, sensory teasting are taste and texture. The result of variance analysis showed that the use of type and level filler had no significant (P>0,05) on water content and sensory testing is taste and significant (P<0,05) sensory testing is texture. The conclusion of the research, there is no effect in the use of type and level of water content and sensory testing is taste, and the mutual influence from use of the type and level of filler to the sensory testing is texture. Wheat flour with level 35% produce the best texture nugget with a value of 4,20.
1685120046C1B013004ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KERAGAMAN PRODUK, DAN PENGALAMAN PELANGGAN TERHADAP MINAT PEMBELIAN ULANG DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Rumah Makan Pananjung 3 Rajapolah Tasikmalaya)Penelitian ini berjudul Pengaruh Kualitas Pelayanan, Keragaman Produk, Dan Pengalaman Pelanggan Terhadap Minat Pembelian Ulang dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Mediasi (Pada Rumah Makan Pananjung 3 Kecamatan Rajapolah Tasikmalaya). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang diukur menggunakan lima dimensi yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty, serta untuk menganalisis pengaruh keragaman produk dan pengalaman pelanggan terhadap minat pembelian ulang dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi pada Rumah Makan Pananjung 3 Kecamatan Rajapolah Tasikmalaya. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan rumah makan Pananjung 3. Implikasi penelitian ini yaitu Berdasarkan hasil penelitian tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty, keragaman produk, dan pengalaman pelanggan mempunyai pengaruh yang positif terhadap minat pembelian ulang. Hal ini harus menjadi perhatian pemilik Rumah Makan Pananjung 3 Rajapolah Tasikmalaya untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi para pelanggan yang berkunjung. Beberapa saran dari responden kebanyakan tentang perningkatan fasilitas fisik seperti lebih diperhatikan lagi kebersihan dari toilet yang ada di tempat tersebut, sehingga para pengunjung dapat nyaman memakai fasilitas toilet yang disediakan. Banyak juga responden yang memberikan saran untuk menambah menu-menu makanan baru sehingga lebih inovatif dan pelanggan akan lebih banyak pilihan untuk memesan makanan di rumah makan Pananjung 3.This research entitled The Influence of Service Quality, Product Diversity, And Customer Experience On Repurchase Intentention With Customer Satisfaction As Mediation Variable (At Pananjung 3 Restaurant Rajapolah Tasikmalaya). The purpose of this study is to analyze the influence of service quality measured using five dimensions of tangible, reliability, responsiveness, assurance, and emphaty, and to analyze the effect of product diversity and customer experience on repurchase intention with customer satisfaction as mediation variable at Pananjung 3 Restaurant Rajapolah Tasikmalaya. The implication of this research is Based on tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, product diversity, and customer experience have a positive influence on repurchase interest. This should be the attention of the owner of Restaurant Pananjung 3 Rajapolah Tasikmalaya to continue to improve the best service for customers who visit. Some suggestions from respondents are mostly about enhancement physical facilities such as more attention to cleanliness of the existing toilet in the place, so that visitors can comfortably use toilet facilities provided. Many respondents also advise to add new food menus so that more innovative and customers will be more options to order food at Pananjung 3 restaurant.
1685220047H1C013003ANALISIS PROTEKSI PETIR SAMBARAN TIDAK LANGSUNG PADA SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 kV PENYULANG PBG 05 PT. PLN (Persero) PURWOKERTOGangguan yang terbesar dalam sistem tenaga listrik terjadi di daerah penyaluran (transmisi dan distribusi) salah satu penyebabnya yaitu petir. Salah satu aset jaringan PT. PLN (Persero) APJ Purwokerto yang sering mengalami gangguan petir adalah penyulang PBG 05. Kita perlu mengkaji permasalahan tersebut sehingga dapat menentukan sistem proteksi terhadap gangguan petir pada penyulang PBG 05 secara efektif.
Penelitian ini akan melakukan analisa jumlah gangguan, penanggulangan dan sistem pengaman terhadap gangguan petir pada penyulang PBG 05. Gangguan ini tidak boleh terabaikan karena akan mengakibatkan tegangan induksi petir yang akan merusak peralatan listrik. Dalam studi kasus penyulang PBG 05, akan dianalisa kinerja arrester dalam menanggulangi sambaran induksi petir yang terjadi pada saluran distribusi 20 kV. Berdasarkan perhitungan spesifikai arrester yang terpasang memiliki rating tegangan 18 kV dan rating arus 5 kA sehingga dengan spesifikasi arrester tersebut dapat mengatasi gangguan sambaran induksi petir. Simulasi menggunakan program ATP dengan memodelkan penyulang PBG 05 dan menganalisa sambaran pada titik yang sering mengalami gangguan.
Hasil simulasi menunjukan bahwa dengan adanya kawat netral jumlah gangguan akibat sambaran petir dapat meminimalisir menjadi 6 kali gangguan per 100 km pada penyulang PBG 05. Penggantian arrester yang sudah tidak layak ataupun penambahan arrester pada section yang tidak terpasang arrester pada penyulang PBG 05 dapat menurunkan tegangan sehingga tidak melebihi nilai tegangan maksimum sebesar 22 kV.
The biggest disruption in power systems occurs in distribution area (transmission and distribution) with one of the causes is lightning. One of APJ Purwokerto PLN, Ltd network assets which often experienced lightning strike is PBG 05 repeater. We need to examine the problem so that we can determine the protection system which is disturbed by lightning at PBG 05 repeater effectively.
This study analyzes the amount of disturbance, prevention and safety system of PBG 05 which is strike by lightning. This disruption should not be neglected because it will cause lightning induction voltage which will damage electrical equipment. In case study, PBG 05 analyzes the performance of the arrester in overcoming the lightning induced strike in 20 kV distribution channel. Based on the calculation, arrester specification used is the voltage rating of 18 kV and current rating of 5 kA. With this specification, arrester can overcome the disturbance of lightning induction.
The simulation result shows that with the presence of neutral wire, the amount of disturbance caused by the lightning strike can be minimized to 6 disturbances per 100 km at PBG 05 feeder. Replacement of arrester which is not feasible or arrester addition at arrester unstached section of of PBG 05 feeder can lower the voltage with maximum level at 22 kV, no exceed.
1685320049D1E013066PENGARUH PENGGUNAAN TARAF PUTIH TELUR YANG BERBEDA TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KADAR LEMAK BAKSO DAGING AYAM PETELUR AFKIRTujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh penggunaan taraf putih telur yang berbeda pada pembuatan bakso daging ayam petelur afkir terhadap kadar protein dan kadar lemak bakso daging ayam petelur afkir. Pengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 18 April sampai dengan 31 Mei 2017. Materi yang digunakan meliputi bahan daging ayam petelur afkir, tepung tapioka, bumbu-bumbu, putih telur dan alat timbangan analitik, mixer, sendok, baskom, oven, seperangkat alat analisa protein dan analisa lemak. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan penggunaan putih telur yaitu P1 (putih telur 6 %), P2 (putih telur 9 %), P3 (putih telur 12 %) dan P4 (putih telur 15 %) dan 6 kali ulangan. Variabel yang diukur adalah kadar protein dan kadar lemak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian penggunaan taraf putih telur yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar protein dan kadar lemak bakso daging ayam petelur afkir. Rataan nilai kadar protein yaitu 22,15 %; 23,48 %; 25,47 % dan 26,54 %. Rataan nilai kadar lemak yaitu 3,47 %; 3,12 %; 2,57 % dan 2,39 %. Uji lanjut pengunaan putih telur sampai taraf 15 % terhadap kadar protein menghasilkan persamaan garis linear dengan persamaan Y= 19,10 + 0,51X dengan (r = 0,97), untuk kadar lemak menghasilkan persamaan garis linear dengan persamaan Y= 4,21 - 0.13X dengan (r = - 0,89). Kesimpulan, penggunaan taraf putih telur yang berbeda pada pembuatan bakso daging ayam petelur afkir sampai taraf 15 % meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadar lemak.Purpose of the research was to study the effect of different levels addition egg white on protein content and fat content of spent laying hen meatball. Research was do on 18 April until 18 Mei 2017. The materials are spent laying hen meat, tapioca powder, seasonings, egg white, analytic pair, spoon, mixer, washabasin, oven, a set tool protein and fat content analysis. Apattern using completely randomized design (CRD) was used. Treatments were composed of P1 (egg white 6 %), P2 (egg white 9 %), P3 (egg white 12 %) and P4 (egg white 15 %) with 6 replications. Data was analyzed by variance analysis and continued by orthogonal polynomial. The result showed that addition egg very significant effect (P<0.01) on protein content and fat content of spent laying hen meatball. The average of protein content 22,15 %; 23,48 %; 25,47 % and 26,54 %. The average of fat content is 3,47 %; 3,12 %; 2,57 % dan 2,39 %. The continue analysis added egg white until 15 % on protein content produce equation linear line Y= 19,10 + 0,51X with (r = 0,97), on fat content produce equation linear line Y= 4,21 - 0.13X with (r = - 0,89). In conclusion, addition egg white of spent laying hen meatball until to 15 % causes the increasing protein content, but descending the fat content.
1685420051H1G013026Pengaruh Beberapa Konsentrasi Pb terhadap Kerusakan Struktur Mikroanatomi Insang Ikan Nilem (Osteochilus hasselti)Logam berat Pb merupakan bahan pencemar berbahaya yang tidak dapat dihancurkan (non degradable) oleh organisme hidup. Toksisitas Pb terhadap organisme air dapat menyebabkan kerusakan jaringan organisme terutama pada organ yang peka seperti insang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi dan lama waktu pemaparan Pb terhadap kerusakan struktur mikroanatomi insang ikan nilem (Osteochilus hasselti). Metode eksperimental diterapkan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dengan 4 seri konsentrasi yaitu : 0 mg/L (PK), 8,93 mg/L (P1), 17,86 mg/L (P2) dan 26,80 mg/L (P3). Pengambilan sampel diulang 2 kali yaitu pada minggu ke-1 dan ke-2. Data kerusakan struktur mikroanatomi insang dibuat skoring dengan metode pantung, selanjutnya di analisis dengan ANOVA one way. Hasil penelitian memperlihatkan insang yang terpapar Pb mengalami kerusakan berupa edema, hyperplasia, fusi lamella dan nekrosis, dengan tingkat kerusakan ringan sampai berat. Tingkat konsentrasi dan lama waktu pemaparan berpengaruh terhadap kerusakan mikroanatomi insang ikan nilem. Kerusakan meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi logam Pb dan lama waktu pemaparan memberi efek kerusakan yang bervariasi.Lead (Pb) is a heavy metal that harmful and cannot be destroyed (non degradable) by living organisms. Pb toxicity to aquatic organisms can damage the tissue, especially on sensitive organs such as gills. This study aims to determine the effect of Pb concentration and contact time on the damage at bonylip barb gill (Osteochilus hasselti) microanatomy structure. The experimental method is applied with Completely Randomized Design (RAL). Treatment was conducted in 4 concentration: 0 mg/L (PK), 8.93 mg/L (P1), 17.86 mg/L (P2) and 26.80 mg/L (P3). The sampling was done twice in week 1 and 2. The data of gill microanatomy structure damage was measured with pantung method, then analyzed with one way ANOVA. The results showed that gills exposed to Pb were damaged in the form of edema, hyperplasia, fusion of lamella and necrosis, with mild to severe damage. The level of concentration and length of contact time that affects the bonylip barb gills microanatomy structure damage. The damage increase with increasing concentrations and length of contact time gives varying damage effects.
1685520052G1B013078faktor-faktor hygiene santasi yang berhubungan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada es buah di PurwokertoLatar Belakang : Es buah terdiri dari buah-buahan dengan kandungan zat gizi dan air tinggi yang baik bagi pertumbuhan mikroba. Es buah termasuk kedalam kategori makanan segar yang pengolahannya tidak melalui proses pemasakan terlebih dahulu. Sehingga, jika pengolahannya tidak sesuai dengan standar hygiene dan sanitasi akan berpotensi tercemar oleh bakteri E.coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor hygiene sanitasi pedagang pada es buah yang mengandung bakteri E.coli di Purwokerto.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik, sampel penelitian sebanyak 53 pedagang es buah, pengumpulan data dilakukan dengan uji laboratorium dan observasi.
Hasil Penelitian : Es buah mengandung bakteri E.coli yang tidak memenuhi syarat sehingga jika dikonsumsi dapat mengganggu kesehatan. Pedagang es buah kurang baik dalam pelaksanaan hygiene sanitasi terutama dalam kualitas bahan baku, personal hygiene penjamah, hygiene peralatan, dan sarana penjaja.
Kesimpulan : Hasil uji laboratorium menunjukkan 100% es buah mengandung bakteri E.coli yang tidak memenuhi syarat. Hasil observasi hygiene sanitasi pedagang menunjukkan bahwa 53% kualitas bahan makanan yang digunakan oleh pedagang kurang baik, 51% personal hygiene penjamah kurang baik, 60% hygiene peralatan yang digunakan oleh pedagang kurang baik, dan 64% sarana penjaja kurang baik.
Background : Ice fruit consists of fruits with high nutrients and water content that is good for microbial growth. Ice fruit is included into the category of fresh food processing that is not through the cooking process first. So, if the processing is not in accordance with standards of hygiene and sanitation will potentially contaminated by E.coli bacteria. This study aims to determine the hygiene factor of merchant sanitation on fruit ice containing E.coli bacteria in Purwokerto.
Methodology : This research is an analytic survey research, 53 researcher of ice fruit samples, data collection with laboratory test and observation.
Results : Fruit ice contains E.coli bacteria that didn’t coresponding with the requirements so that if consumed can interfere with health. Fruit ice traders are not good in the implementation of sanitation hygiene especially in the quality of raw materials, personal hygiene handlers, equipment hygiene, and means peddlers.
Conclusion : Laboratory test results showed 100% fruit ice contained E.coli bacteria that didn’t coresponding with requirements. The result of hygiene sanitation observation of merchants showed 53% of the quality of food used by poor traders, 51% of poor personal hygiene handlers, 60% hygiene equipment used by poor traders, and 64% poor peddling facilities.
Keywords : Ice fruit, bacteria Escherichia coli, sanitation hygiene
1685620053D1E013137PENGARUH PENAMBAHAN FEED SUPPLEMENT AGROMIX TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA SAPI PERAHPenelitian yang berjudul “Pengaruh Penambahan Feed Supplement Agromix terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik pada Sapi Perah” dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 8 Juli 2017 di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan feed supplement agromix terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu dengan uji t untuk mengetahui perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah sapi perah Frisien Holstein sebanyak 30 ekor yang dibagi menjadi dua kelompok dengan rincian kelompok perlakuan sebanyak 15 ekor dan kelompok kontrol 15 ekor, masing-masing 10 ekor laktasi 2 dan 5 ekor laktasi 3. Koleksi total dilakukan dalam satu minggu terakhir dengan koleksi feses selama 3 hari, kemudian di analisis proksimat. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode experimental secara in vivo. Hasil statistik uji t menunjukan perlakuan berpengaruh tidak nyata (t<0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Hasil rata-rata nilai kecernaan bahan kering (KcBK) kelompok perlakuan adalah 59,20 + 6,2% dan kelompok kontrol adalah 58,56 + 6,6%. Hasil rata-rata nilai kecernaan bahan organik (KcBO) kelompok perlakuan adalah 61,66 + 6,2% dan kelompok control adalah 62,74 + 6,1%. Penambahan feed supplement agromix ke dalam pakan sapi perah belum mampu meningkatkan kecernaan bahan kering (KcBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KcBO).The study entitled "Effect of Addition with Agromix Feed Supplement on digestibility of Dry Matter and Organic Matter in Dairy Cows" was held from May 31st - July 8th, 2017 at the Center for Excellent Livestock Breeding and Forage (BBPTU-HPT) Baturraden and Laboratory Feed Ingredients Faculty of Animal Husbandry, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. This study aimed to determine the effect of agromix feed supplement on dry matter and organic matter digestibilities. The study design used was the t-test to determine the differences between the control group and the treatment group. The materials used for this study were Frisien Holstein dairy cows as many as 30 individuals, were divided into two groups with the details of the treatment group as many as 15 cows treatment group and 15 cows control group, each consisted 10 heads of 2nd lactation cows and 5 heads of 3rd lactation cows. Total collections were made in the last week with a collection of feces for 3 days, then at the proximate analysis. This research was conducted with experimental methods by in vivo. The results of statistical t-test show the treatment had no significant effect (t<0.05) on dry matter and organic matter digestibilities. The average yield of dry matter digestibility values (DMD) treatment group was 59.20 + 6.2% and control group was 58.56 + 6.6%. The average yield of organic matter digestibility values (OMD) for treatment group was 61.66 + 6.2% and control group was 62.74 + 6.1%. The addition of the agromix feed supplement to dairy cow feed was not able to increase dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD).
1685720054E1A012199PENGGUNAAN CCTV JALAN PADA TAHAP PENYIDIKAN TINDAK PIDANA LALU LINTAS
(Studi Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Banyumas)
Dalam Hukum Acara Pidana pembuktian merupakan hal yang paling penting dalam dalam penyelesaian perkara Pidana, oleh karena itu saya menulis sebuah karya ilmiah berupa skripsi yang berhubungan dengan kegunaan media elektronik dalam penyelesaian sebuah kasus Pidana Lalulintas. Penelitian ini berjudul “Penggunaan CCTV jalan Pada Tahap Penyidikan Tindak Pidana Lalulintas” (Studi di Satuan Lalulintas Kepolisian Resor Banyumas). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang memaparkan gambaran keadaan yang terjadi di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Satuan Lalulintas Kepolisian Resor Banyumas. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, dimana yang menjadi narasumber adalah Bripka.Wiji Utomo, S.H. Adapun Rumusan masalahnya sebagai berikut ; “Bagaimana Peranan CCTV (Close Circuit Television) jalan pada tahap penyidikan tindak Pidana Lalulintas dan Bagaimana kedudukan CCTV ( Close Circuit Television) dalam Pembuktian tindak pidana Lalulintas” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang kegunaan alat CCTV jalan pada tahap penyidikan tindak pidana lalulintas di Satuan Lalulintas Kepolisian Resor Banyumas dan mengetahui tentang kedudukan alat CCTV jalan dalam pembuktiantindak pidana lalulintas. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa alat CCTV merupakan suatu sarana atau alat bantu dalam penyidikan tindak pidana lalulintas yang memiliki kegunaan untuk mengetahui fakta yang terjadi dalam tempat kejadian perkara yang terpasang alat CCTV. Kemudian berkaitan dengan CCTV dalam Pembuktian dapat diketahui bahwa CCTV merupakan bagian dari alat bukti.

Kata Kunci: Penggunaan, Alat CCTV jalan, Penyidikan, Tindak Pidana Lalulintas


In the law of criminal procedure of proof is the most important thing in solving criminal cases, therefore I write a scientific paper in the form of theses that deal with the usefulness of the electronic media in the settlement of a case Criminal Traffic. The study entitled "the use of CCTV on Crime Investigation Stage Traffic" (Police Traffic Unit of study on Resort Banyumas). The type of research used in this study is the type of research that is qualitative, descriptive, i.e. research which exposes the description of circumstances that occur in the field. This research was carried out at the Police Traffic Unit Resort Banyumas. The source of the data in these studies obtained using the method of interview, where the presenter is Bripka Wiji Utomo, S.H.. With regard to the formulation of the problem is as follows; "What is the role of CCTV (Close Circuit Television) road at the stage of investigation criminal acts of Traffic and how the position of CCTV (Close Circuit Television) in the Traffic crime Proof" the purpose of this research is to know about CCTV tools uses the road on the stage of the Crime Investigation Unit in the traffic Police Traffic resort of Banyumas and knowing about the position of the tool path in criminal pembuktiantindak CCTV traffic. The research results obtained from portrayal that CCTV is a means or tool in the investigation of criminal acts that have traffic uses to know facts that happened in the scene thing installed CCTV tools. Then associated with CCTV in the Proof can be found that CCTV is part of the evidence.

Keywords: CCTV Tool use, roads, Crime Investigation, Traffic
1685820087E1A013260PENYERAHAN SEBAGIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPADA PERUSAHAAN LAIN
( Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaksanaan Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain dalam Industri Non Minyak Dan Gas Bumi Dengan Industri Pertambangan Minyak dan Gas Bumi )
Penerapan pola hubungan kerja antara pihak perusahaan dengan pekerja/buruh mengalami perubahan-perubahan yang signifikan yang berdampak pada kondisi hubungan industrial. Saat ini para pelaku produksi terdapat kecenderungan tidak asing lagi untuk melakukan penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain (outsourcing), pola ini merupakan issue krusial di kalangan pekerja/buruh.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupaa peraturan perundang-undangan, buku literatur, dan situs internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pekerjaan pokok (core business) dan jenis pekerjaan penunjang (non-core business) serta untuk menganalisis penerapan pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain dalam industri non minyak dan gas bumi dengan industri pertambangan minyak dan gas bumi dengan peraturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain dalam industri pertambangan minyak dan gas bumi sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku terutama sesuai dengan pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang ketenagakerjaan mengenai Pekerjaan Waktu Tertentu. Penerapan pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain dalam industri non minyak dan gas bumi ditentukan oleh asosiasi sektor usaha sehingga rawan terjadi pelanggaran dalam penentuan pekerjaan pokok (core business) dan pekerjaan penunjang (non core business). Hal ini menunjukkan bahwa dalam regulasi di sektor non minyak dan gas bumi kurang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
The pattern of application work relationship between the company and workers / laborers experienced significant changes that affect condition of industrial relations. Nowadays, production actors have a tendency to be familiar with outsourcing, this pattern is a crucial issue among workers / laborers.
This research is uses normative juridical method with descriptive approach. The data source of this research is uses secondary data in the form of laws, literature, and internet sites. This purpose research is to find out difference implementation of core business and non-core business and analyze the implementation of outsourcing in non oil and gas industry between oil and gas industry with the laws and regulations.
The results of this research show the implementation of outsourcing in oil and gas industry is applicable with laws and regulations, especially in accordance with Article 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. The implementation of outsourcing in non oil and gas industry is determined by the business sector association so that it is prone to violations in the determination of core business and non core business. This thing indicates the regulation in non oil and gas sector is not applicable with the laws and regulations.

1685920055A1L013087ANALISIS KERAGAMAN GENETIK DAN FILOGENETIK KENTANG (Solanum tuberosum) BERDASARKAN PENANDA MOLEKULER RAPD (RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA) DAN SSR (SIMPLE SEQUENCE REPEAT)Penelitian ini bertujuan untuk menentukan primer RAPD dan SSR yang sesuai dan mengetahui keragaman genetik dan filogenetik kentang. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Waktu pelaksanaan penelitian dari November 2016 – Juli 2017. Penelitian menggunakan sampel yang diambil dari pertanaman kentang di Banjarnegara dan Wonosobo. Sampel diekstraksi menggunakan metode CTAB dengan modifikasi. DNA hasil ekstraksi selanjutnya dikuantifikasi dan dikualifikasi menggunakan elektroforesis pada gel agarosa 1 % dan 3 % yang direndam dalam EtBr (Etidium Bromida). PCR dilakukan menggunakan komponen dan siklus sesuai hasil optimasi yang telah dilakukan. Hasil PCR diskoring setiap primer dengan memberikan notasi 1 pada pita yang muncul dan 0 untuk yang tidak muncul. Data tersebut digunakan untuk menghitung tingkat polimorfisme setiap primer. Pohon filogenetik dibentuk menggunakan metode UPGMA (unweighted pair-group method with arithmetic) dengan aplikasi Mega 6.06. Berdasarkan hasil pola pita tiga primer RAPD dan dua primer SSR diperoleh 34 pola pita dengan rata-rata persentase polimorfik sebesar 63 %. Lima primer yang digunakan menghasilkan satu primer informatif yaitu OPX 04 dengan PIC sebesar 0,54, sedangkan empat primer lainya kurang informatif yaitu OPJ 13, OPG 13, STM 3012, dan RGH 48 dengan PIC berturut-turut 0,46; 0,31; 0,26; 0,09. Berdasarkan konstruksi pohon filogenetik aksesi kentang terbagi menjadi dua klaster utama pada koefisien jarak 0,27. Klaster pertama terdiri atas Ungu, MZ, Granola L., Merah, Lokal Dieng, Gareta Vega NH2, NH1, Klon 17, dan Bliss, sedangkan klaster kedua terdiri atas X dan Margahayu. This study aimed to determine the appropriate of RAPD and SSR primer and to find out the genetic diversity and phylogenetic of potatoes.This research was carried out at the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology the Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman from November 2016 - July 2017.This study used leaf samples from potatoes crops at Banjarnegara and Wonosobo. Total genomic DNA from each sample was isolated by modified CTAB method. Quantification and qualification DNA was done by electrophoresis using 1% agarose gel and stained by ethidium bromide. PCR was performed using components and cycles according to the optimization results that have been done. The amplified bands were scored 1 for present and 0 for absent. These were used to estimate polymorphic loci. Phylogenetic tree were established based on an UPGMA (unweighted pair-group method with arithmetic) using the software Mega version 6.06. The genomic DNA of 13 potato accession was amplified with three RAPD primers and two SSR primers that generated 63 % polymorphic from 34 allels. Five primers which used produced one informative primer, that was OPX 04 with PIC of 0.54, while four other primers were less informativ, that were OPJ 13, OPG 13, STM 3012, and RGH 48 with PIC 0.46; 0.31; 0.26; 0.09. Meanwhile, based on the construction of phylogenetic tree accession potato is divided into two main clusters on the coefficient of distance 0.27. The first cluster consists of Ungu, MZ, Granola L., Merah, Local Dieng, Gareta, Vega, NH2, NH1, Klon 17, and Bliss, while the second cluster consists of X and Margahayu.
1686020056D1E013084PERBEDAAN TINGGI PINGGUL, LEBAR PINGGUL, PANJANG TELINGA DAN BOBOT BADAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA JANTAN MUDA YANG DIPELIHARA DI KECAMATAN KALIGESING DENGAN
KECAMATAN GUMELAR
Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari perbedaan ukuran tinggi pinggul, lebar pinggul, panjang telinga dan bobot badan antara kambing Peranakan Ettawa (PE) jantan muda yang dipelihara di Kecamatan Kaligesing dan Kecamatan Gumelar. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah kambing Peranakan Ettawa muda berumur 8–12 bulan dengan jenis kelamin jantan sebanyak 85 ekor (50 ekor di Kecamatan Kaligesing dan 35 ekor di Kecamatan Gumelar). Metode penelitian yang digunakan penelitian survey, penetapan sampel lokasi secara purposive sampling dan pengambilan sampel ternak secara snowball. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan ukuran lebar pinggul, panjang telinga dan bobot badan (P<0,01) kambing Peranakan Ettawa jantan muda yang dipelihara di Kecamatan Kaligesing dengan Gumelar, sedangkan ukuran tinggi pinggul tidak berbeda nyata. Kesimpulan dari hasil penelitian yang mempengaruhi perbedaan ukuran tinggi pinggul, lebar pinggul, panajang telinga dan bobot badan disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan, manajemen pemeliharaan dan genetik. Lingkungan di Kecamatan Kaligesing lebih baik dibandingkan di Kecamatan Gumelar karena Kecamatan Kaligesing berada di dataran tinggi sehingga pertumbuhan kambing Peranakan Ettawa lebih optimal.The study aimed to find out and study the differentciation of hip high, hip width, ear length and body weight between Ettawa grade young males kept in the district of Kaligesing and district of Gumelar. The material used in this study was the Ettawa grade young males aged 8-12 months with male sex of 85 heads (50 in district of Kaligesing and 35 in district of Gumelar). The research method used was survey with determination of sampling used the purposive sampling and snowball sampling. The results showed that there were highly significant different in size of hip width, ear length and body weight (P <0,01) of Ettawa grade young males goats kept in Kaligesing district with Gumelar, while hip height was not significantly different. The conclusions from the results of the study that affect the differentciation of hip high, hip width, ear length and body weight are caused by several environmental factors, maintenance and genetic management. The environment in Kaligesing district is better than in Gumelar district because Kaligesing district is in the highlands so that the growth of Ettawa grade is more optimal.