Home
Login.
Artikelilmiahs
21553
Update
HIDAYATUL ILAHIYYAH
NIM
Judul Artikel
UJI PEMFORMULAAN CAIR Trichoderma harzianum ISOLAT JAHE BERBASIS TEPUNG TAPIOKA TERHADAP PENYAKIT REBAH SEMAI (Pythium spp.) PADA MENTIMUN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tepung tapioka yang tepat dalam pembuatan pemformulaan cair untuk pertumbuhan T. harzianum, pengaruh T. harzianum dalam pemformulaan cair tepung tapioka terhadap penyakit rebah semai dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan pada mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan mulai September 2017 sampai Januari 2018. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu in vitro dan in planta. Percobaan in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan, terdiri atas T. harzianum dalam medium Potato Dextrose Broth (PDB), T. harzianum dalam tepung tapioka 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0%. Variabel yang diamati adalah kepadatan konidium. Percobaan in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan, terdiri atas kontrol, T. harzianum dalam medium PDB, T. harzianum dalam tepung tapioka 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0%. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, kejadian penyakit, area di bawah kurva perkembangan penyakit (AUDPC), potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, tinggi tanaman, bobot segar tajuk, panjang akar, dan bobot segar akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tepung tapioka yang tepat untuk pertumbuhan T. harzianum adalah 2,0% yang memiliki kepadatan konidium tertinggi sebesar 12,31 x 106 konidium mL-1 dengan peningkatan sebesar 63,28% dibanding medium PDB. Pemformulaan T. harzianum yang efektif untuk menekan kejadian penyakit rebah semai terdapat pada tepung tapioka 1,0%; 2,0%; dan PDB dengan tingkat penekanan yang sama sebesar 81,82%. Nilai AUDPC terendah terdapat pada konsentrasi tepung 2,0%. Pemformulaan T. harzianum yang diberikan belum mampu menunda masa inkubasi dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to obtain the proper concentration of tapioca starch in development of liquid formulation for growth of T. harzianum, the effect of T. harzianum in the formulation toward damping-off, and its effect on the growth of cucumber. This research was carried out at the Plant Protection Laboratory and screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from September 2017 up to January 2018. The research was design in two stages, in vitro and in planta. The in vitro test used Completely Randomized Design with 5 treatments and 5 replicaties consisted of T. harzianum in Potato Dextrose Broth (PDB), T. harzianum in 0.5; 1.0; 1.5; and 2.0% of tapioca starch. The observed variable was density of conidia. The in planta test, Randomized Block Design was used with 6 treatments and 5 replicaties consisted of control, T. harzianum in PDB, T. harzianum in 0.5; 1.0; 1.5, and 2.0% of tapioca starch. Observed variables were incubation period, disease incidence, area under disease progress curve (AUDPC), maximum growth potential, germination persentase, plant height, shoot fresh weight, root length, and root fresh weight. Result of the research showed that the highest conidia density of T. harzianum was found in 2.0% tapioca starch concentration as 12.31 x 106 conidia mL-1 with an increase of 63.28% compared to PDB. The effective formulation of T. harzianum suppressing the disease incidence was found at the 1.0 and 2.0% of tapioca starch and PDB with similar suppression level as 81.82%. The lowest AUDPC was at 2.0% tapioca starch concentration. The formulation of T. harzianum did not effect the incubation period and plant growth yet.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save