Home
Login.
Artikelilmiahs
19819
Update
ANDITA EKA PUTRI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN BEBERAPA AKSESI DUKU (Lansium domesticum) LOKAL BANYUMAS, BANJARNEGARA, DAN PURBALINGGA MENGGUNAKAN MARKA RAPD
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keragaman genetik serta hubungan kekerabatan antara aksesi duku dari beberapa sentra duku di Banjarnegara, Banyumas, dan Purbalingga dengan menggunakan marka Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai November 2016 sampai Juni 2017. Pemilihan pohon sampel dilakukan dengan pertimbangan tertentu pada sentra duku di tiga kecamatan di Kabupaten Banjarnegara yaitu Kecamatan Sigaluh, Wanadadi, dan Pagedongan, Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas, dan Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Salah satunya adalah duku Kalikajar dari Kecamatan Kaligondang yang terkenal karena rasanya yang lebih manis, ukuran biji lebih kecil, dan masa penyimpanan yang lebih lama. Variabel yang diamati adalah pita hasil amplifikasi deoxyribosa nucleic acid (DNA) dengan polymerase chain reaction (PCR) menggunakan marka RAPD. Hasil skoring digunakan untuk merekonstruksi hubungan kekerabatan dan menentukan polymorphic information content (PIC) setiap primer. Pohon kekerabatan didapatkan dari analisis hasil skoring menggunakan software molecular evolutionary genetic analysis (MEGA) ver. 6.06 dengan metode unweighted pair group method arithmetic (UPGMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelas aksesi duku dari Purbalingga, Banyumas, dan Banjarnegara memiliki tingkat keragaman genetik yang tinggi, berdasarkan rata-rata nilai PIC dari lima primer yang tergolong sangat informatif, yaitu 0,66. Kesebelas aksesi duku dapat dikelompokan menjadi tiga klaster berdasarkan pola pita hasil amplifikasi DNA dengan lima primer RAPD. Klaster pertama menunjukkan hampir semua aksesi duku dari Purbalingga, termasuk Kalikajar, berkerabat dekat dengan beberapa aksesi dari Banjarnegara dan Banyumas. Klaster kedua menunjukan bahwa aksesi duku Sigaluh dari Banjarnegara berkerabat dekat dengan aksesi Wirasana dari Purbalingga. Sedangkan klaster tiga merupakan klaster tunggal yang memisahkan duku Wanadadi asal Banjarnegara karena jarak kekerabatan yang lebih jauh dengan aksesi lainnya sejauh 0,52 pada indeks jarak UPGMA.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to study genetic diversity as well its relatedness among duku accessions from several region of Banjarnegara, Banyumas, and Purbalingga with RAPD marker. This research was conducted at Plant Breeding and Biotechnology Laboratory of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, from November 2016 to June 2017. Sampling was undertaken with several considerations around market centre area of duku in three districts of Banjarnegara which are Sigaluh, Wanadadi, and Pagedongan, Kembaran district of Banyumas, and Kaligondang district of Purbalingga. One of the samples was duku Kalikajar from Kaligondang districts which is known for its favorable taste, smaller seed size, and longer shelf life. Observed variable was the occurrence of DNA band from PCR amplification using five RAPD markers. Every band was scored and thus can be used to calculate PIC from each primer and reconstruct genetic relatedness among accessions. Phylogenetic tree was obtained from analysis in MEGA ver 6.06 with UPGMA method. The result had shown that eleven duku accessions from Purbalingga, Banyumas, and Banjarnegara were considered have high genetic diversity, based on average PIC values from five primers that defined as highly informative, which was 0,66. Eleven duku accessions can be grouped into three clusters based on band pattern from DNA amplification with five RAPD markers. First cluster exposed that most of Purbalingga accessions, including Kalikajar, were closely related to several accessions from Banjarnegara and Banyumas. The second cluster showed close relation between Sigaluh accessions from Banjarnegara and Wirasana accessions from Purbalingga. In the other hand, third cluster which was basal cluster has separated Wanadadi accessions from Banjarnegara because there was quite distant relation with other accessions, as far as 0,52 on UPGMA distance index.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save