Artikel Ilmiah : H1F013049 a.n. RAYZA RIDHONI
| NIM | H1F013049 |
|---|---|
| Namamhs | RAYZA RIDHONI |
| Judul Artikel | GEOLOGI DAN PEMODELAN ALIRAN AIR TANAH NON ISOTHERMAL DI DAERAH KARAHA BODAS, KABUPATEN TASIKMALAYA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian yang dilakukan pada daerah volkanik Karaha Bodas dan Telaga Bodas yaitu ingin mengetahui aliran non isothermal air tanah dan memahami air tanah yang terpengaruhi oleh pemanasan reservoir di daerah penelitian. Kondisi hidrogeologi pada daerah tersebut digambarkan berdasarkan data kimia air dan pemetaan geologi. Dari data peta geologi diketahui terdapat 2 satuan geologi (lava andesit dan breksi piroklastik). Untuk manifestasi yang terdapat di daerah penelitian ditemukan hot spring dan spring. Untuk analisis kuantitatif aliran model air tanah not isothermal dilakukan menggunakan metode beda hingga. Menurut hasil pemodelan pemodelan dengan struktur geologi dan mata air sebagai zona permeabilitas tinggi (10-100 kali lebih besar dari batuan sekitarnya), zona tersebut efektif sebagai saluran air (air meteorik masuk dan fluida termal naik), merupakan mixing air meteorik dengan fluida termal. Porsi air meteorik di dalam sampel air masih dominan. Hasil dari kajian isotop yang terkandung dalam sampel air menunjukkan bahwa interaksi batuan dan air akibat panas terlihat tidak dominan. Sampel air tersebut masih mendekati meteoric water line. Air meteorik yang meresap masuk di zona sesar daerah penelitian hanya dapat menginfiltrasi sedalam ±800 m. Hal ini karena adanya aliran konveksi ke atas di zona sesar akibat aktivitas termal yang dominan di zona tersebut. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to clarify non isothermal groundwater flow in geothermal area around the Wayang Mountain and Windu Mountain and understanding thermal effect to ground water. Sub-surface hydrogeological condition of the study area was reconstructed based on geological mapping, and water chemistry data. Based on geological map study area composed of two units (andesitc lava and pyroclastic breccia). Geothermal manifestation e.g hot spring and fumaroles are controlled by fault that were exist in study area. Quantitative analysis of non isothermal model ground water flow in study area was reconstructed using finite difference. Based on modeling with geological structure and hot spring as high permeability zone (10-100 times bigger than surrounding rocks), that zone effective as a water conduit (meteoric water get in and thermal fluid goes up) was the product of mixing from meteoric water and thermal fluid, with a dominant contribution of meteoric water, and from isotope study shows that interaction rocks and hot water is not the dominant factor. Meteoric water get into fault zone can only get in until about 800m from the surface, it’s because there is convection flow going up through the fault zone. |
| Kata kunci | pemodelan, zona permeabilitas tinggi, mata air panas, hidrotermal, Karaha Bodas-Telaga Bodas |
| Pembimbing 1 | Adi Candra, S.T., M.T. |
| Pembimbing 2 | Irwan Iskandar, S.T ., M.T ., P.hD |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 75 |
| Tgl. Entri | 2017-11-01 12:31:39.135953 |