Home
Login.
Artikelilmiahs
21372
Update
KARINA ZATA AMANI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PEMBERIAN KAOLIN-PEKTIN DENGAN LAMA RAWAT INAP PASIEN DIARE AKUT PADA BALITA DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang : Diare menjadi salah satu penyakit endemis dan merupakan penyakit KLB yang sering diikuti dengan kematian di Indonesia (Riskesdas, 2007). Pada tahun 2013 didapatkan jumlah kasus diare sebanyak 646 orang dan diantaranya terdapat 7 orang yang mengalami kematian (Riskesdas, 2013). Angka kejadian diare meningkat pada tahun 2014 yaitu didapatkan kasus diare sebanyak 2.549 orang dan diantaranya terdapat 29 orang mengalami kematian (Kemenkes, 2015). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian kaolin-pektin dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Prof. Margono Soekarjo. Metode Penelitian : penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan adalah anak berusia 6-59 bulan di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo dengan diare akut. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat data rekam medis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2018 dan kemudian dianalisis menggunakan Mann Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa diare paling banyak dialami oleh balita laki – laki (62,2%), dengan usia paling banyak adalah 6 – 23 bulan (48,7%), dan pasien diare akut pada balita paling banyak yang tidak diberikan kaolin-pektin (67,6%). Hasil analisis bivariat dengan metode uji statistik Mann Whitney adalah ρ value = 0,351, > α = 0,005. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pemberian kaolin-pektin dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Introduction : Diarrhea is one of endemic diseases and an outbreak of disease often followed by death in Indonesia (Riskesdas, 2007). In 2013, there were 646 cases of diarrhea and 7 of them had deaths (Riskesdas, 2013). The incidence of diarrhea increased in the year 2014 that is obtained diarrhea cases as many as 2549 people and among them there are 29 people experiencing death (Kemenkes, 2015). Objective : To determine the relationship between kaolin-pectin administration with the length of hospitalization of patients with acute diarrhea in toddlers at RSUD Prof. Margono Soekarjo. Method : The study was observational analytic with cross sectional method. The population used is children aged 6-59 months in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo with acute diarrhea. The sampling method uses total sampling. Data collection is done by looking at medical record data in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. The study was conducted from February to March 2018 and then analyzed using Mann Whitney. Result : The results showed that diarrhea was mostly experienced by males (62.2%), with the most ages being 6 - 23 months (48.7%), and patients with acute diarrhea in infants at most not given kaolin -pectin (67.6%). The result of bivariate analysis with Mann Whitney statistic test method is ρ value = 0,351,> α = 0,005. Conclusion : There is no statistically significant relationship between kaolin-pectin administration and the length of hospitalization of acute diarrhea patients in under-five children at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save