Artikel Ilmiah : F1G014049 a.n. SEHLA RIZQA RAMADHONA
| NIM | F1G014049 |
|---|---|
| Namamhs | SEHLA RIZQA RAMADHONA |
| Judul Artikel | Analisis Tematik Lima Puisi pada Kumpulan Puisi Baromban Karya Iyut Fitra: "Rabina", "Sampan-Sampan di Baromban", "Terkenang Pedati", "Baromban", dan "Alu dan Lesung" |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Skripsi ini berjudul “Analisis Tematik Lima Puisi pada Kumpulan Puisi Baromban Karya Iyut Fitra: “Rabina”, “Sampan-Sampan di Baromban”, “Terkenang Pedati”, “Baromban”, dan “Alu dan Lesung””. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui dasar penciptaan (tema) yang dikemukakan oleh penyair dari daerah sehingga pengamatan terhadap dinamika sastra Indonesia tidak lagi bersifat terpusat. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji hubungan antarstruktur dan tematik kelima puisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan strata norma Roman Ingarden. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap puisi mengandung struktur-struktur di dalamnya yang terhubung secara hierarkis dalam bentuk strata-strata. Strata-strata itu adalah strata bunyi, strata arti, strata objek, latar, pelaku, dan dunia pengarang, strata dunia implisit, dan strata metafisis. Untuk mengetahui tematik kelima puisi, strata-strata tersebut harus dianalisis secara berurutan dari atas ke bawah. Lapis demi lapis struktur dibuka sehingga dapat ditemukan tema atau dasar penciptaan puisi yang terkandung pada strata terbawah, yaitu strata metafisis. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan tiga tema yang menjadi dasar penciptaan kelima puisi bersangkutan, yaitu kefanaan, kesabaran dan kesyukuran, serta kritikan terhadap mental pemalas. Puisi “Rabina”, “Terkenang Pedati”, dan “Alu dan Lesung” bertema kefanaan; puisi “Sampan-Sampan di Baromban” bertema kesabaran dan kesyukuran; dan puisi “Baromban” bertema kritik terhadap mental pemalas yang membuat kemajuan hidup semakin sulit diraih. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The title of this research is “Analisis Tematik Lima Puisi pada Kumpulan Puisi Baromban Karya Iyut Fitra: “Rabina”, “Sampan-Sampan di Baromban”, “Terkenang Pedati”, “Baromban”, dan “Alu dan Lesung””. This research is done in order that the reader can understand the theme which the local poet present. Therefore, study of Indonesian literature is no longer focused on literature growth in Jakarta, the capital city of Indonesia. This research will study the relation between structures constructing the poems and theme of the poems by using descriptive qualitative method and Roman Ingarden’s norm strata theory. The result of this research shows that every poems has some structures which are related hierarchical. The structures are sound strata, meaning strata, third strata (object, setting, character, and poet’s world), implicit world strata, and metaphysical strata. To find the theme, every structure must be analiyzed chronologically from the highest one to the lowest one, from sound strata until metaphysical strata. A researcher has to clear strata by strata to find the theme which is located in metaphysical strata, the lowest strata. The result of this research shows that there are three themes which construct the five poems. They are mortality, patience, and criticism of sluggard mentality. The theme of “Rabina”, “Terkenang Pedati”, and “Alu dan Lesung” is mortality; the theme of “Sampan-Sampan di Baromban” is patience; and the theme of “Baromban” is criticism of sluggard mentality. |
| Kata kunci | strata norma Roman Ingarden, tematik, puisi |
| Pembimbing 1 | Drs. Bambang Lelono, M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Imam Suhardi, S.S., M.Hum |
| Pembimbing 3 | Dra. Roch Widjatini, M.Si. |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 73 |
| Tgl. Entri | 2018-04-02 15:34:18.966566 |