Artikel Ilmiah : F1A010090 a.n. OKY MUSTHOFA

Kembali Update Delete

NIMF1A010090
NamamhsOKY MUSTHOFA
Judul ArtikelANALISIS HERMENEUTIK TERHADAP NASKAH LYSISTRATA KARYA ARISTOPHANES
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAKSI
Manusia mempraktikkan perlawanan, pertentangan, kompetisi, perjuangan, serta strategi-strategi untuk mencapai tujuan tertentu. Manusia memiliki hubungan kekuasaan antara aktor-aktor sosial dalam masyarakat dalam bentuk hubungan individual maupun kolektif. Bentuk perlawanan ini pun kemudian termanifestasikan dalam karya sastra yang merepresentasikan pada unsur-unsur sosial. Salah satu bentuk karya sastra adalah naskah teater. Penelitian ini menganalisis naskah teater Yunani kuno berjudul Lysistrata, karya filsuf terkenal Aristophanes 446 SM-386 SM. Lysistrata merupakan salah satu naskah karya Aristophanes yang sangat menarik untuk diangkat dibandingkan naskah-naskah Aristophanes lainnya yang kebanyakan bercerita tentang isu-isu kekuasaan, ekonomi, politik, tirani, kebebasan dan lingkungan yang dikemas ke dalam mitologi. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yakni untuk mendeskripsikan perlawanan tokoh-tokoh perempuan yang direpresentasikan dalam naskah Lysistrata dan mendeskripsikan jenis atau ragam ideologi feminisme di dalam naskah Lysistrata. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika Hans Georg Gadamer. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tokoh Lysistrata memiliki karakter yang cantik, baik, pintar, bijak, pemberani, dan bertanggung jawab. Lysistrata juga dikenal sebagai sesorang yang selalu toleran kepada kondisi orang lain, khususnya ketika melihat kondisi para perempuan Athena yang menderita. Bentuk perlawanan yang dilakukan Lysistrata dilakukan dengan berbagai bentuk. Pertama, Lysistrata mengajak perempuan Yunani menggunakan peran penting mereka untuk menghentikan perang dengan hidup tanpa laki-laki secara sementara. Lysistrata mengajak perempuan di Yunani untuk keluar dari rumah mereka, berkumpul bersama tanpa pria, dan Lysistrata bertanggung jawab atas kehidupan para perempuan Yunani. Dari perjuangan perempuan ini, para laki-laki menyadari bahwa perempuan memiliki peranan penting dalam hidup, terutama di dalam keluarga. Perjuangan ini berhasil menarik para lelaki di Yunani dari perang. Akhirnya, perlawanan perempuan yang diusung oleh Lysistrata berhasil menghentikan perang. Tokoh Lysistrata merupakan penganut ideology feminism radikal, dilihat dari caranya memandang masalah ketimpangan gender.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
Human being performs resistance, contradiction, competition, struggle, and another strategy to reach their own goals. Human being has a relation between social actors in society with individual relation or collective relation. The form of this resistance manifested in literature work. The literature work is representing social element. One of the literature work is theater text. This reaserch analyze the ancient Greece theater text titled Lysistrata, made by famous philosopher, Aristophanes (446 SM – 386 SM). Lysistrata is one of the Aristophanes’s literature work that very interesting to analyze, compared with the other his literature work that usually promote political economi, tyrant, and ecological issues with mythology as the cover. This research has two purposes, to describe the resistance of the female characters and to describe the varian of feminism. This research uses Hans Georg Gadamer’s hermeneutic approach. This research uses descriptive-qualitative method. The result of this research shows that Lysistrata character is a beautiful, kind, smart, wise and brave woman. She is known as tolerance people that really care with the other, especially the condition of Greece’s womans which is very suffer. The form of Lysistrata’s resistance is various. First, Lysistrata organize Greece woman to stop the war by leaving their husband. Lysistrata organize Greece woman to leave their house, gathering together without their husband, and Lysistrata take care of them. From this struggle, the male realize that woman have an important things in their life, especially in family. This struggle made the male stop the war. This struggle represents that Lysistrata is a radical feminist.
Kata kunciSosiologi Sastra, Naskah Teater, Lysistrata, Gender, Feminisme
Pembimbing 1Hariyadi, MA., Ph.D
Pembimbing 2Dra. Tri Rini Widyastuti, M.Si
Pembimbing 3Drs. Dalhar Shodiq, M.Si
Tahun2017
Jumlah Halaman58
Tgl. Entri2017-08-15 18:28:28.289399
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.