Artikelilmiahs

Menampilkan 15.441-15.460 dari 49.876 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1544118748I1F015028FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU PENGAMBILAN KEPUTUSAN HEMODIALISIS INISIASI
DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

ABSTRAK
Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) memerlukan tindakan diantaranya hemodialisis (HD). HD inisiasi dilakukan setelah melalui pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan membutuhkan waktu sebelum persetujuan diambil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pengambilan keputusan HD inisiasi.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 36 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan Uji Fisher secara univariat dan bivariate.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pendidikan dasar 9 tahun 69,4%, bekerja 83,3%, penghasilan < UMR 88,9%, keputusan HD melalui musyawarah 61,1%, pengambil keputusan sendiri 55,6%, dan responden yang menyatakan persetujuannya adalah 91,7%. Responden dengan pengetahuan cukup 77,8%, sikap mendukung 52,8%, gejala yang berat 50%, dan waktu yang dibutuhkan < 24 jam 86,1%. Hubungan pengetahuan dengan waktu tunggu p value 1,000. Sikap dengan waktu tunggu p value 0,167, berat ringan gejala dengan waktu tunggu p value 0,046. Tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap dengan waktu tunggu. Ada hubungan yang bermakna antara berat ringan gejala dengan waktu tunggu.
Kesimpulan: Berat ringan gejala merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pengambilan keputusan HD inisiasi.
Kata Kunci: Hemodialisis inisiasi, waktu tunggu, pengambilan keputusan.

ABSTRACT

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) requires action including hemodialysis (HD). HD initiation is done after going through a decision-making. The decision making process takes time before consent is taken. This study aims to determine the factors that influence the decision-making waiting time HD initiation. Methodology: This research is a descriptive analytic research with cross sectional approach. The total sample of 36 respondents. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using Fisher test using univariate and bivariate.
Results: The results showed respondents with 9 years of basic education 69.4%, 83.3% worked, earnings <UMR 88.9%, HD decisions through consensus of 61.1%, 55.6% decision makers themselves, and respondents which is 91.7% expressed approval. Respondents with enough knowledge 77.8%, 52.8% being supportive, symptom severity of 50%, and the time it takes <24 hours 86.1%. Knowledge relationship with the wait time p value 1.000. The attitude of the wait time p value 0.167, the light weight of symptoms with p value 0.046 timeout. There is no correlation between knowledge, attitude of the wait time. There was a significant association between mild severe symptoms with the waiting time.
Conclusion: The mild weight of symptoms is one of the factors that influence the decision-making of waiting time of HD initiation.
Keywords: Initiation hemodialysis, waiting time, decision-making.

1544218740D1E013079PERBANDINGAN UKURAN LINIER TUBUH KAMBING PERANAKAN ETAWA JANTAN DEWASA KALIGESING DENGAN GUMELARPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji perbedaan ukuran linier tubuh kambing Peranakan Etawa jantan dewasa yang dipelihara didaerah Kaligesing dan Gumelar. Materi yang digunakan meliputi kambing Peranakan Etawa jantan dewasa umur 12-18 bulan. Variabel yang yang diukur dalam penelitian adalah panjang badan, tinggi pundak dan lingkar dada. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan penetapan sampel secara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ukuran linier tubuh kambing PE jantan dewasa Kaligesing dan Gumelar berbeda. Tinggi pundak kambing PE antara dua lokasi tersebut berbeda nyata (P<0,05) sedangkan ukuran panjang badan dan lingkar dada berbeda sangat nyata (P<0,01). Kambing PE jantan dewasa d daerah Kaligesing lebih besar dari Gumelar. Perbedaan tersebut dikarenakan faktor lingkungan, manajemen pemeliharaan dan genetik yang berbeda antara dua wilayah tersebut, Kaligesing lebih unggul dari Gumelar. Lingkungan di Kaligesing lebih tinggi sehingga mempengaruhi ketersediaan pakan hijauan. Manajemen pemberian pakan di Kaligesing lebih bagus karena pemberian konsentrat yang lebih banyak macamnya dari peternak di Gumelar. Manajemen perkandangan para peternak di kaligesing lebih bagus dari peternak di Gumelar, karena para peternak di Gumelar membuat kandang cenderung lebih kecil sehingga kepadatan kandang tinggi.This research aimed to find out and examine the difference of the linear size of goat body of measurement of Etawa offspring bucks that were treated in the area of Kaligesing and Gumelar. The material used the measurement of etawa offspring bucks with age 12-18 moths. The variables that were measured in this research were length of body, height of back and circle of chest. This research method used the survey method by using the snowball sampling. The result of research showed that the linear size of the goat body of measurement Etawa offspring bucks (PE) Kaligesing and Gumelar were differences. The height of shoulder both PE between two location were real difference (P<0.05) and the size of length body and circle of chest were very real difference (P<0.01). Goat of adult male PE in area of Kaligesing was bigger than PE Gumelar. These difference was caused by the factor of environment, treatment management, and genetic that were difference between both area. Kaligesing was more superior than Gumelar PE. The environment in Kaligesing was higher so it affected the supply of green food. Management in giving food at Kaligesing was better because giving the bigger type of concentrates than farmer in area of Gumelar. Cage management of farmer in Kaligesing was better than farmer in Gumelar, because the farmers in Gumelar tend to make smaller cage so the crowd inside the cage was high.
1544318721C1G014022ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN BUMN SEBELUM DAN SELAMA DITERIMANYA KEBIJAKAN PENYERTAAN MODAL NEGARA
PADA BUMN NON JASA KEUANGAN
Penelitian ini mengambil judul “Analisis Perbedaan Kinerja Keuangan BUMN Sebelum dan Selama Diterimanya Kebijakan Penyertaan Modal Negara pada BUMN Non Jasa Keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis pengaruh kebijakan PMN terhadap kinerja keuangan BUMN yang meliputi 8 analisa rasio berdasarkan SK Kementerian BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 yaitu:1)Return on Equity(ROE), 2)Return on Investment(ROI), 3)Cash Ratio, 4)Current Ratio, 5)Collections Period(CP), 6)Perputaran Persediaan(PP), 7)Total Asset Turn Over(TATO), dan 8)Total Modal Sendiri terhadap Total Aset(TMS terhadap TA).
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan BUMN Non Jasa Keuangan periode tahun 2013-2015 yang menerima PMN pada tahun 2014 dan/atau 2015 serta Audited. Penentuan sampel dengan metode purposive sampling sehingga menghasilkan jumlah sampel 3 BUMN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan dan analisis data kuantitatif sekunder, yaitu Data kuantitatif sekunder yang meliputi data alokasi PMN pada BUMN selama periode 2013-2015, laporan kinerja dan Laporan Keuangan BUMN terkait periode 2013-2015. Teknik pengumpulan data yaitu dengan studi dokumentasi dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan adalah analisa data keuangan menggunakan analisa rasio dan uji paired sample test.
Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) Return on Equity(ROE) memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN yang menerima PMN, 2)Return on Investment(ROI) memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN yang menerima PMN, 3)Cash Ratio tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN yang menerima PMN, 4)Current Ratio tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN yang menerima PMN, 5)Collection Periods (CP) tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN yang menerima PMN, 6)Perputaran Persediaan (PP) tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN yang menerima PMN, 7)Total Asset Turn Over (TATO) memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN yang menerima PMN, 8)Total Modal Sendiri terhadap Total Aset (TMS terhadap TA) tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan BUMN yang menerima PMN. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data pada periode selama PMN diberikan yaitu pada tahun 2015 dengan BUMN yang menjadi sampel merupakan BUMN Infrastruktur dengan periode waktu laporan keuangan 3 tahun.





This study takes the title "Analysis of Difference in Financial Performance of SOEs Before and During the Acceptance of State Equity Participation Policy in SOEs. This study aims to explain and analyze the influence of PMN policy on the financial performance of BUMN which includes 8 ratio analysis based on SK Ministry of State Owned Company Number: KEP-100 / MBU / 2002 that is: 1) Return on Equity (ROE), 2) Return on Investment ), 3) Cash Ratio, 4) Current Ratio, 5) Collections Period (CP), 6) Inventory Turnover (PP), 7) Total Asset Turn Over (TATO), and 8) Total Own Capital to Total Assets (TMS against TA).
This type of research is quantitative research. The population of this study is the financial statements of BUMN Non Financial Services period 2013-2015 that received PMN in 2014 and / or 2015 and Audited. Determination of samples by purposive sampling method so as to produce the number of samples 3 SOEs. Data used in this research is collecting and analysis of secondary quantitative data, that is secondary quantitative data covering data of PMN allocation to BUMN during period 2013-2015, performance report and BUMN Financial Report related period 2013-2015. Technique of collecting data that is by study of documentation and literature study. The method of analysis used is the analysis of financial data using ratio analysis and paired sample test test.
The results of research show that: 1)Return on Equity (ROE) has a significant differences to the financial performance of SOEs receiving PMN, 2)Return on Investment (ROI) has a significant differences to the financial performance of SOEs receiving PMN, 3 )Cash Ratio has no significant difference to the financial performance of SOEs receiving PMN, 4)Current Ratio has no significant difference to financial performance of SOEs receiving PMN, 5)Collection Periods (CP) has no significant difference to the financial performance of SOEs receiving PMN, 6) Inventory Turnover (PP) has no significant difference to the financial performance of SOEs receiving PMN, 7) Total Asset Turn Over (TATO) has a significant differences to the financial performance of SOEs receiving PMN, 8) Total Own Capital to Total Assets (TMS to TA) has no significant differences to the financial performance of SOEs receiving PMN. Limitations in this study is to use data on the period during which PMN is given in 2015 with SOEs being sampled is a state-owned Infrastructure with a period of 3-year financial statements.
1544418749D1E013080PERBANDINGAN ANTARA PANJANG TELINGA, TINGGI DAN LEBAR PINGGUL KAMBING PERANAKAN ETTAWA DI KECAMATAN KALIGESING DAN GUMELARPenelitian bertujuan untuk mengkaji perbandingan panjang telinga, tinggi dan lebar pinggul serta kambing peranakan ettawa betina muda di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo dan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Materi yang digunakan adalah kambing peranakan ettawa (PE) betina muda umur 7-12 bulan berjenis kelamin betina 54 ekor di Kecamatan Kaligesing dan 31 ekor di Kecamatan Gumelar. Variabel yang diukur dalam penelitian adalah panjang telinga tinggi dan lebar pinggul. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan penetapan sampel secara purposive sampling dan snowball. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji t. Kambing PE merupakan bangsa kambing asli Indonesia hasil persilangan antara kambing ettawa yang berasal dari India dengan kambing kacang yang merupakan bangsa kambing asli Indonesia. Hasil penelitian diperoleh data rata-rata dan simpang baku panjang telinga, tinggi dan lebar pinggul kambing PE betina muda di Kecamatan Kaligesing sebesar 29,7 ± 3,0 cm, 72,5 ± 5,2, dan 13,0 ± 1,7 cm. Sedangkan rata-rata pengukuran di Kecamatan Gumelar adalah 27,4 ± 3,3 cm, 70,5 ± 5,4, dan 13,0 ± 1,9 cm. Hasil analisis dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa perbandingan antara panjang telinga menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01), sedangkan tinggi pinggul berbeda pada tingkatan 10% dan lebar pinggul tidak ada perbedaan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa panjang telinga, tinggi dan lebar pinggul kambing PE betina muda di Kecamatan Kaligesing lebih tinggi dibandingkan kambing PE betina muda di Kecamatan Gumelar.This research aimed to compare the length of ear, height and width of hip and examine the difference of the length of length of ear, and height and width of hip of the young female of ettawa offspring goat in the Sub district of Kaligesing, Regency of Purworejo and Sub district of Gumelar, Regency of Banyumas. The material used the young female of Ettawa offspring PE with age 7 to 12 months, 54 heads of young female in the Sub district of Kaligesing and 31 heads of young female in the Sub district of Gumelar. The variables that were measured in this research were length of body, height of back and circle of chest. This research method used the survey method by using the purposive sampling and snowball. Data analysis using descriptive analysis and t test. The result of research was obtained the average data and standard deviation of the length of ear, height and width of hip of the female goat of ettawa offspring in the Sub district of Kaligesing 29.7 ± 3.0 cm, 72.5 ± 5.2, 13.0 ± 1.7 cm. The average measurement in the Sub district of Gumelar was 27.4 ± 3.3 cm, 70.5 ± 5.4, and 13.0 ± 1.9 cm. The result of analysis by using test t showed that comparison between the length of ear showed the very real difference (P<0.01). While hip height was different at level of 10% and hip width was not significantly different. The result of research can be concluded that the length of ear, height and width of hip of young female of ettawa offspring PE in Sub district of Kaligesing was higher than in young female of ettawa offspring PE in Sub distict of Gumelar.
1544518572F1C010024Analisis Isi Iklan Layanan Masyarakat Bahaya Rokok di Televisi
(Analisis Terhadap Empat Versi ILM Produksi Kementerian Kesehatan; Grafis Organ Tubuh Perokok, Suara Hati Anak, Robby Indra Wahyuda dan Ike Wijayanti)
Iklan Layanan Masyarakat merupakan iklan yang banyak dibuat oleh pemerintah dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Kementerian Kesehatan sudah meluncurkan berbagai macam versi Iklan Layanan Masyarakat mengenai bahaya rokok. Setiap iklan pasti memiliki karakteristik masing-masing, untuk melihat karakteristik tersebut perlu dilakukan eksplorasi terhadap isi iklan. Hal tersebut yang melatarbelakangi peneliti melakukan penelitian content analysis terhadap iklan layanan masyarakat bahaya rokok.
Penelitian ini berjudul Analisis Isi Iklan Layanan Masyarakat bahaya rokok di Televisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi isi iklan sehingga akan dapat terlihat kecenderungan karakterisitik isi pada iklan layanan masyarakat bahaya rokok produksi Kementerian Kesehatan. Pemilihan versi iklan yang diambil oleh peneliti yaitu periode Mei 2015 - September 2016, sebanyak empat iklan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah analisis isi untuk mengetahui kecenderungan karakteristik iklan layanan masyarakat bahaya rokok di televisi berdasarkan dari elemen-elemen iklan televisi. Dengan melakukan pengkodingan terhadap coding sheet yang dilakukan oleh dua orang ahli (koder). Teknik pengambilan sample pada penelitian ini menggunakan total sampling dari keseluruhan iklan layanan masyarakata bahaya rokok di televisi periode Mei 2015- September 2016 sebanyak 4 iklan. Hasil penelitian yang diperoleh, diketahui bahwa iklan layanan masyarakat bahaya rokok di televisi periode Mei 2015 – September 2016 memiliki kecenderungan karakteristik berisi pesan informasi dan persuasi, serta cenderung bersifat emotional appeal dan fear appeal.
Public Service Announcements is the announcement or advertisement which made of the governments and Non-Governmental Organization (LSM). There’s a few example of the public service announcements, one of them is public service announcement about health, which is about the dangers of smoking. Ministry of Health has produced a few versions of public service announcement about the dangers of smoking. Every ad certainly has the characteristics of each other. To understand those characteristics need some explorations of ad contents. The underlying thing that researchers do content analysis research about public service announcement of the dangers of smoking.
The title of this research is Content Analysis of Public Service Announcements about Dangerous of Smoking on Television. And the purpose of this research is to explore ad’s contents so that the contents can be seen a tendency characteristics of public service announcement about the dangers of smoking which made of Ministry of Health was produced a few versions public service announcements about the dangers of smoking. Choices ad’s version has took of the researcher in period May 2015-September 2016, as much four ad’s.
This research using quantitative approach with descriptive research type. Using method content analysis to determine the characteristic tendency public service announcements about the dangers of smoking on television according from the elements of television’s advertisements. By doing coding of coding sheet which is conducted by two experts (coder). The technique of taking sample in this research using total sampling from a whole of public service announcements about the dangers of smoking in period May 2015-September 2016, as much 4 ads. The result of this research known that public service announcements about the dangers of smoking on television in period May 2015-September 2016 have a characteristic tendency that there’s the information and persuasion messages, and tend to be emotional appeal and fear appeal.
1544618823D1E010258PRODUKSI BAHAN KERING DAN KADAR ABU DAUN TURI (Sesbania grandiflora) PADA TANAMAN YANG BERDIAMETER BATANG BERBEDA

Dry Matter Production and Ash Content of Sesbania grandiflora Leaf at Different Stem Diameter

Faktor umur tanaman dan intensitas matahari menentukan pertumbuhan dan perkembangan jaringan batang, selanjutnya menimbulkan perbedaan diameter batang, kemampuan fotosintesisnya dan bahan kering yang dihasilkan oleh daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi bahan kering dan kadar abu daun turi pada diameter batang yang berbeda serta mengetahui potensi hijauan tanaman turi. Penelitian dilaksanakan di Desa Klumprit, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Mulai 3 September – 24 Februari 2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dilakukan dengan mengamati dan mengukur diameter dan mengambil sampel pohon turi yaitu diameter 3 cm, 6 dan 9 cm masing-masing sebanyak 6 batang, 1 tanaman turi sebagai satu experimental unit. Data produksi bahan kering dan kadar abu dianalisis menggunakan analisis ragam, bila terdapat perbedaan nyata antar perlakuan, dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Rata-rata produksi BK pada masing-masing tanaman turi yang berdiameter 3, 6 dan 9 cm dari masing-masing sebesar 241,86 gram, 249,89 gram dan 200,39 gram tidak berbeda nyata antar diameter batang. Rata-rata kadar abu pada tanaman turi yang berdiameter 3, 6 dan 9 cm dari masing-masing sebesar 7.57%, 7.17% dan 8.49% hanya ada perbedaan yang nyata antara kadar abu dari tanaman turi berdiameter batang 6 cm dan berdiameter batang 9 cm. Plant age and sun intensity were factors that determine the growth and development of stem tissue, furthermore emerge the differences of stem diameter, photosynthesis ability and dry matter produced by leaves. This research aimed to know dry matter production and ash content of Sesbania grandiflora leaf at different stem diameter, and to know the forage potential of Sesbania grandiflora. The research was conducted in Klumprit Village, Sub district of Nusawungu of Cilacap District and feed science Laboratory Animal Husbandry, Jendral Soedirman University, Purwokerto from 3^rd Of September 2016 unti〖l 24〗^(th )of Februari 2017. The Method used in this research was survey method by observing and measuring plants diameter, then took Sesbania grandiflora samples, i.e. 3 cm, 6 cm, and 9 cm stem diameters, 6 stems each which 1 plant counted as an experimental unit. Dry matter production and ash content data were analyzed by variant analysis and if there was a significant difference, continued with Honesty Significance Difference (HSD) test. The results showed that the average dry matter production of each Sesbania grandiflora with 3 cm, 6 cm, and 9 cm stem diameters were 241,86 grams, 249,89 grams and 200,39 grams / tree / defolation respectively, and there were no significant differences. The average leaf ash content each Sesbania grandiflora with 3 cm, 6 cm, and 9 cm stem diameters were 7.57%, 7.17% and 8.49% respectively, and there was a significant difference between 6 cm and 9 cm stem diameters.
1544718906D1E013098WARNA, TEKSTUR, KEBERADAAN JAMUR DAN SUHU SILAGE COMPLETE FEED BERBAHAN LIMBAH RAMI PADA IMBANGAN HIJAUAN KONSENTRAT DAN LAMA ENSILAGE YANG BERBEDAPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh imbangan hijauan konsentrat dan lama ensilage yang berbeda terhadap kualitas fisik (warna, tekstur, keberadaan jamur) dan suhu silage complete feed. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah daun rami, rumput lapang, bungkil kelapa, onggok, molases, urea, garam dapur, dan mineral mix. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, yaitu : Faktor 1 (I): Imbangan hijauan:konsentrat (I1) = 60:40; (I2) = 50:50; (I3) = 40:60 dan Faktor 2 (W): Lama ensilage (W0) = 0 minggu; (W1) = 1 minggu; (W2) = 2 minggu; (W3) = 3 minggu; (W4) = 4 minggu. Setiap susunan unit penelitian diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 45 susunan unit penelitian. Variabel yang diamati adalah karakteristik fisik (warna, tekstur dan keberadaan jamur) menggunakan metode Soekanto et. al. (1980) dan suhu. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dan uji Orthogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara imbangan hijauan konsentrat dengan lama ensilage terhadap perubahan kualitas fisik dan suhu silage complete feed. Imbangan hijauan konsentrat yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas fisik warna dan tekstur, namun tidak nyata terhadap keberadaan jamur dan suhu. Lama ensilage yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan kualitas fisik warna dan penurunan suhu dan nyata (P<0,05) terhadap tekstur dan keberadaan jamur silage complete feed. Imbangan hijauan konsentrat 40:60 dan lama ensilage selama 3 minggu mampu mempertahankan kualitas fisik dan suhu silage complete feed paling baik.

The aim of this research was to study the effect of different forage-concentrate ratios and ensilage times on physical qualities (colour, texture, fungi) and temperature of complete feed silage. The materials of the research were ramie waste, field grass, cocoa meal, cassava cake, molasses, urea, salt and mineral mix. The research method was experimental using Completely Randomized Design (CRD), factorial pattern, i.e. : 1st factor (I): forages-consentrate ratios (I1) = 60:40; (I2) = 50:50; (I3) = 40:60 and 2nd factor (W): ensilage times (W0) = 0 week; (W1) = 1 week; (W2) = 2 week; (W3) = 3 week; (W4) = 4 week. Each research unit was repeated 3 times, so that it generated 45 research unit arrangements. The observed variables were physical characteristics (colour, texture and fungi) using Soekanto et. al. (1980) method and temperature. Data were analyzed using analysis of variance followed by honesty significance difference (HSD) and Orthogonal Polynomial Tests. The results of the research showed, interaction of forage-concentrated ratios with ensilage times didn’t affect complete feed silage’s physical characteristics and temperature. The use of different forage-concentrated ratios significantly (P<0.05) affected the improvement of physical qualities of colour and texture, however, it didn’t significantly affect the presence of the fungi and the temperature. Ensilage time showed highly significantly (P<0.01) affected to increase the qualities of colour and decreased temperature and significantly (P<0.05) increased the qualities of texture and fungi in complete feed silage. The best capable to maintain physical qualities of complete feed silage is 40:60 forage-consentrate ratio and 3-week ensilage.
1544818750D1B015008PENGARUH PEMBALURAN ASAM JAWA (Tamarindus indica Linn) TERHADAP pH, DAYA IKAT AIR DAN KEEMPUKAN PADA DAGING ITIK AFKIR BAGIAN PAHAABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembaluran dan mengetahui level pembaluran Asam Jawa yang terbaik terhadap pH, daya ikat air dan keempukan pada daging itik afkir bagian paha. Pengambilan data mulai tanggal 9 sampai dengan 14 Januari 2017 bertempat di laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan itik Afkir 10 ekor dan Asam Jawa 94,22 g. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat empat perlakuan yaitu P0 (tanpa Pembaluran Asam Jawa), P1 (5%), P2 (15%), dan P3 (25%) selama 60 menit dan lima kali ulangan. Peubah yang diukur yaitu pH, daya ikat air dan keempukan. Hasil analisis menunjukkan pembaluran Asam Jawa memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap pH, dan Daya Ikat Air, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan. Rataan nilai pH secara berurutan yaitu 6.52; 5.43; 4.84; 4.59, nilai daya ikat air secara berurutan yaitu 35,52%; 22,99%; 27,48%; 34,23%, nilai keempukan secara berurutan 0,0864 mm/g/detik, 0,0976 mm/g/detik, 0,0945 mm/g/detik, 0,0955 mm/g/detik. Kesimpulan, pembaluran Asam Jawa yang ideal pada daging itik afkir bagian paha dalam menurunkan pH dan meningkatkan daya ikat air dan keempukan adalah pada level 18%.

Kata Kunci : Asam Jawa, daging itik afkir, pH, daya ikat air dan keempukan
ABSTRACT
The study aims to assess the influence and determine the level wrapping effect of Tamarind best to pH, water holding capacity and tenderness of the meat of culled ducks thigh. Retrieval of data from July 9 until January 14, 2017 held at the Livestock Product Technology laboratory Faculty of Animal Soedirman University of Purwokerto. The material used ducks culled 10 culled ducks and 94.22 g Tamarind. The method used is an experimental method using a randomized completely block design (RCBD). There are four treatment that is P0 (without wrapping Tamarind), P1 (5%), P2 (15%), and P3 (25%) for 60 minutes and five repetitions. The parameters measured is pH, water holding capacity and tenderness. The analysis showed wrapping Tamarind highly significant effect (P<0.01) in pH, and water holding capacity, but no real effect (P>0.05) on tenderness. The mean value pH sequentially is 6:52; 5:43; 4.84; 4:59, The value of water holding capacity in a sequence that is 35.52%; 22.99%; 27.48%; 34.23%. The tenderness in a sequence is 0,0864 mm/g/sec, 0,0976 mm/g/sec, 0,0945 mm/g/sec, 0,0955 mm/g/sec. Conclusion, ideal wrapping Tamarind on duck meat rejects the thigh in lowering the pH and increasing the water holding capacity and tenderness is at the level of 18%.

Keywords: Tamarindus indica L, the duck meat of culled, pH, water holding capacity and
tenderness
1544918751F1A012045REPRESENTASI KEKUASAAN ANIME ONE PIECE
(Studi tentang Otoritarianisme dan Kekuasaan Bangsawan Tenryuubito)
One Piece merupakan Manga dan juga Anime paling populer di seluruh dunia. Kesusksesan One Piece berawal dari tahun 1997 di Jepang dan masih berlanjut sampai saat ini. One Piece merupakan karya fiksi Eiichiro Oda yang bercerita tentang seorang remaja (Luffy) yang ingin mewujudkan cita-citanya untuk mengarungi lautan dan menjadi seorang raja bajak laut. Banyak hal menarik dalam cerita One Piece, salah satunya adalah penokohan, dimana penokohan dalam cerita One Piece memiliki keunikan dan sangat beragam. Tokoh yang menarik bagi peneliti adalah Tenryuubito. Tenryuubito merupakan bangsawan tingkat tinggi dunia di dalam dunia One Piece yang memiliki kekuasaan tak terbatas dan sangat luas, akan tetapi kekuasaan yang didapat Tenryuubito sangat bertolak belakang dengan logika berkuasa di dalam dunia One Piece.
Kontradiksi antara kekuasaan yang dimiliki Tenryuubito dengan logika berkuasa di otoritarianisme dan bentuk-bentuk penindasan yang direpresentasikan di dalam Anime One Piece. Penelitian ini menggunakan teori kekuasaan milik Michel Foucault. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dan memakai analisis narasi struktural milik Vladimir Propp. Proses penelitian berawal dari pengumpulan data berupa scene yang menayangkan cerita Tenryuubito, kemudian dilanjutkan ke tahap analisis data dan interpretasi data. Hasil yang didapat kemudian disajikan secara deskripsi kualitatif kemudian ditarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa One Piece tidak hanya menjadi sarana hiburan semata akan tetapi di balik jalan ceritanya yang luas terdapat unsur-unsur dunia nyata yang direpresentasikan di dalamnya seperti kekuasaan dan otoritarianisme. Kedua hal tersebut melekat pada tokoh Tenryuubito yang digambarkan sebagai salah satu penguasa di dalam dunia One Piece. Di dalam Anime One Piece terdapat beberapa scene yang sangat menunjukan bahwa Tenryuubito seorang yang otoritarian dan kerap kali menggunakan kekuasaan yang dimiliki dengan semena-mena tanpa memikirkan orang lain. Dalam kepemimpinannya Tenryuubito ditampilkan selalu melakukan tindak kekerasan terhadap siapa saja yang ditemuinya. Beberepa bentuk kekerasaan yang sering dilakukan Tenryubito adalah merendahkan orang lain, melukai serta membunuh. Kesemena-menaan inilah yang mengakibatkan penindasaan bagi tokoh lain di dalam dunia One Piece. Adanya konten dewasa dalam Anime One Piece membuktikan bahwa Anime tidak serta-merta baik untuk disajikan kepada anak tanpa pengawasan orang tua. Maka dari itu seharusnya orang tua bisa lebih selektif dan lebih memperhatikan tontonan bagi anaknya.

Kata kunci : One Piece,Tenryuubito, Kekuasaan, Otoritarianisme, Michel Foucault,
One Piece is kind of Manga and Anime which is the most popular all around the world. The successful of One Piece started in 1997 in Japan and still exist until this time. One Piece is a fiction by Eiichiro Oda which tells about teenager’s life (Luffy) who wants to reach his dreams to cross the ocean and then he will be the pirate. In his way, Luffy meets his friends who are ready to accompany him to cross the ocean. Luffy also meets many kind of criminals who block his way in order to be the king of pirates. One Piece is not just telling us about fiction story that entertaining and enjoying us with, but it also has very wide plot. Either the character or the plot itself. One Piece often tells us about something that always happen in this life. Many interesting things in One Piece story. One of them is about the characterization, it has unique and various character. The most interesting character for the researcher is Tenryuubito. Tenryuubito is a noble in One Piece who has very wide and unlimited power, in the other hand Tenryuubito’s power is very be exactly the opposite of the authority logic in One Piece.
The contradiction between the Tenryuubito’s authority and the authority logic in One Piece is the focus of the researcher. The researcher tries to look for about the authority, authoritarianism and kind of suppressions that representated in One Piece Anime. This research used authority theory by Michel Foucault. The method that used by the researcher is desriptive qualitative method and using structural naration analysis by Vladimir Propp. This research started with collecting the data like scenes which showed us about Tenryuubito, the next steps were data analysis and interpreting the data. The result is presented in descriptive qualitative, then the researcher drawing the conclusion.
The result of this research shows us that One Piece was not only for entertaining but also it had the real world elements that represented inside of the story like the authority and authoritarianism. Both of them attached on Tenryuubito that depicted as the king in One Piece. In One Piece Anime there are schenes which showing us that Tenryuubito is an authoritarian and sometimes use his authority with arbitrarily without think about the other rights. In his leadership qualities Tenryuubito showed as a leader who always does violences toward people that he meets. The violences that he always does are humiliating, hurting and killing them. This arbitrarily makes suppression for the other character in One Piece. The existence of adult content in One Piece Anime shows that Anime is not immediately good to be presented toward children without any oversight from their parents. So that is why parents should be more selective and pay attention about what their children are watching.
Keywords: One Piece, Tenryuubito, Authority, Authorianism, Michel Foucault
1545018752F1B112027EVALUASI PENGELOLAAN BANK SAMPAH
DI DESA TAMBAKSARI KIDUL KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Sampah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomi. Di Desa Tambaksari Kidul Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas membentuk Bank Sampah Bina Mandiri. Dibentuknya Bank Sampah Bina Mandiri dimaksudkan untuk mengurangi limbah sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan, menambah pendapatan rumah tangga dari pemanfaatan limbah sampah rumah tangga, dan menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan demi kelestarian alam dan lingkungan penduduk. Volume sampah yang diangkut per bulan di Desa Tambaksari Kidul rata - rata 32 kubik sampah yang diambil dari para nasabah Bank Sampah Bina Mandiri dan sekitar 192 kubik sampah masih tertimbun secara terpisah, karena masih banyak masyarakat yang belum menjadi nasabah di Bank Sampah Desa Tambaksari Kidul. Penelitian ini memfokuskan pada pengelolaan Bank Sampah Bina Mandiri yang ditinjau dari aspek efektifitas, kecukupan, responsivitas, ketepatan, dan pemerataan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan bank sampah di Desa Tambaksari Kidul Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini menggunakan evaluasi kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah Pengurus KSM Bank Sampah Bina Mandiri, Pemerintah Desa Tambaksari Kidul, Pengurus LKM Praja Mandiri dan Masyarakat Desa Tambaksari Kidul. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pengelolaan Bank Sampah Bina Mandiri belum optimal. Permasalahan sampah belum secara maksimal tertangani oleh Bank Sampah Bina Mandiri, masih banyak ditemukannya tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Kemudian, pemanfaatan sampah yang diharapkan dapat membantu peningkatan pendapatan rumah tangga masih belum tercapai. Pengelolaan yang dilakukan oleh Bank Sampah Bina Mandiri masih sebatas pengambilan sampah dan belum adanya pemilahan. Waste is a material that is wasted or separated from the results of human activities and natural processes that do not have economic value. In Tambaksari Kidul Village, Kembaran Sub-district, Banyumas Regency establishes Bina Mandiri Trash Bank. Establishment of Bina Mandiri Trash Bank to reduce littered household waste, increase household income from household waste utilization, and maintain environmental hygiene and health for the sake of nature conservation and the environment of the population. The volume of garbage transported per month in Tambaksari Kidul Village is on average 32 cubic of garbage taken from the customers of Bina Mandiri Bank and about 192 cubic of garbage still separated, because there are still many people who have not become customer in Tambaksari Kidul Trash Bank. This research focuses on Bank Bina Mandiri waste which viewed from the aspect of effectiveness, adequacy, responsiveness, accuracy, and equity. This study aims to manage the garbage bank in Tambaksari Kidul Village, Kembaran Sub-district, Banyumas Regency. This research method using descriptive qualitative approach. The target of this research is KSM Management of Bank Sampah Bina Mandiri, Tambaksari Kidul Village Government, LKM Praja Mandiri Board and Tambaksari Kidul Village Community. Based on the results of research that has been done Bank Bina Mandiri not optimal yet. The problem of garbage has not been fully handled by Bank Sampah Bina Mandiri, there is still a lot of household garbage disposal discarded by the community. Then, the expected utilization of waste can help increase household income is still not achieved. The management carried out by Bina Mandiri Trash Bank is still limited to garbage collection and no sorting.
1545118753I1F015051Gambaran Pelaksanaan Surgical Safety Checklist di IBS RSUD X di Karesidenan Banyumas

Jurnal Keperawatan Soedirman, Wardhani, Sumarwati, Swasti (2017), Unsoed, Purwokerto


GAMBARAN PELAKSANAAN SURGICAL SAFETY PATIENT DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD X DI KARESIDENAN BANYUMAS




ARTIKEL ILMIAH


Oleh: FARIDA WARDHANI I1F015051






KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN PURWOKERTO 2017
Gambaran Pelaksanaan Surgical Safety Checklist di IBS RSUD X di Karesidenan Banyumas

Jurnal Keperawatan Soedirman, Wardhani, Sumarwati, Swasti (2017), Unsoed, Purwokerto


GAMBARAN PELAKSANAAN SURGICAL SAFETY PATIENT DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD X DI KARESIDENAN BANYUMAS
, ,
ABSTRAK
Latar belakang : Surgical safety checklist (SSC) adalah sebuah daftar periksa untuk memberikan pembedahan yang aman dan berkualitas pada pasien. SSC telah diadopsi dan dijalankan sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) akan tetapi masih ditemukan kejadian tidak diinginkan (KTD) Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Surgical Safety Patient serta mengidentifikasi pelaksanaan SSC fase sign in, time out dan sign out di Instalasi Bedah Sentral RSUD X di Karesidenan Banyumas Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua pasien dengan prosedur pembedahan elektif. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling sejumlah 72 responden. Instrumen penelitian menggunakan Surgical Safety Checklist. Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian : Pelaksanaan surgical safety checklist tidak secara keseluruhan dilakukan. Pada fase sign in ditemukan pengisian lengkap pada indikator: identitas dan gelang pasien, lokasi operasi. Pada fase time out, ditemukan pengisian lengkap pada indikator: kehadiran tim bedah ( ahli bedah, anestesi dan perawat sirkuler), nama pasien, prosedur operasi. Pada fase sign out tidak ditemukan satupun indikator yang lengkap. Kesimpulan : Pelaksanaan SSC pada seluruh fase belum sepenuhnya dilakukan secara lengkap. Disarankan bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan patient safety di kamar bedah. Komitmen tim bedah tehadap budaya patient safetyperlu ditingkatkan dan sosialisasi SPO secara berkala serta feedback dari evaluasi pelaksanaan SSC.
Kata kunci : IBS, KTD, patient safety, surgical safety checklist

DESCRIPTION OF THE IMPLEMENTATION OF SURGICAL SAFETY PATIENT IN CENTRAL SURGICAL INSTALLATION OF THE REGIONAL GENERAL HOSPITAL X IN BANYUMAS RESIDENCY
, ,
ABSTRACT
Background: Surgical safety checklist is checklist to provide safe and quality surgery inpatients. SSC has been adopted and implemented in accordance with standard operating procedures but still found some unexpected events. Objective: The purpose of this research is to know the overview of the implementation of the surgical safety patient and the SSC implementation phase sign in,time out, and sign out at Central Surgical Installation of regional public hospital X in Banyumas Residency Method: This research uses descriptive design. Population of this research were patient with elective surgery procedures. The sampling technique was done by consecutive sampling with a sample of 72 respondents. Intsrument of this research used surgical safety checklist (SSC). Data analysis was done by univariat analysis. Result:The implementation of SSC is not done entirely. In the sign in phase found complete documentation only on indicators :Identity and the bracelets of the patients,surgical site. In the time out phase, is found in the indicators : Presence of surgical teams (surgeon, anesthesist and circulating nurse), name of patient, surgical procedure. In the sign out phase was not found any complete indicators. Conclusion: The implementation of SSC in all phase has not been fully done. It is sugested for hospital to improve its supervision of the SSC implementation. Surgical team commitment needed for patient safety preserved . Regular sosialization of standart operasional procedures and feedback from evaluation of the SSC implementation.

Keywords: central surgical installation,adverse events, patient safety, surgical safety checklist


1545218705B1J013086KADAR GLUTATION DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIBERI EKSTRAK Chlorella vulgaris DAN DIINDUKSI DENGAN KARBON TETRAKLORIDA (CCl4)Carbon tetrachloride (CCl4) is one of the hepatotoxic chemical compounds that can produce tricloromethyl free radical radical (CCl3-). The free radical will cause oxidative stress that can induces organs damage. One of oxidative stress indicator is glutathione (endogenous antioxidant). The endogen ous antioxidants is not strong enough in counteracting the bad effects of free radicals, so it needs the intake of exogenous antioxidants. Chlorella vulgaris is one of the microalga that has antioxidant activity. This research conduct to find out effect of Chlorella vulgaris extract on Glutathione blood level of white rat (Rattus norvegicus) before and after induced with CCl4 and to get effective dose of Chlorella vulgaris extract that can able to neutralize CCl4. This research was conducted experimentally with Completely Randomized Design (RAL) consisting of 6 treatments and 4 replications. The dosage used i.e. 3 mg, 4 mg and 5 mg, given orally for 30 days. The parameter observe was glutathione levels. The data were analyzed using ANOVA with advanced BNJ Test (TukeyHSD). The result of the analysis showed that treatment of C. vulgaris extract on the white rat (R. norvegicus) that being exposed CCl4 significanly influence on glutathione blood level (p<0,05). Meanwhile, the giving of extract C. vulgaris on P3’s treatment with a dose of 4 mg/100 g BB is the effective dose. It can be seen on the result of Tukey’s HSD analysis that the P2 and P3 theatment significant toward negative control (p<0,05).Carbon tetrachloride (CCl4) is one of the hepatotoxic chemical compounds that can produce tricloromethyl free radical radical (CCl3-). The free radical will cause oxidative stress that can induces organs damage. One of oxidative stress indicator is glutathione (endogenous antioxidant). The endogen ous antioxidants is not strong enough in counteracting the bad effects of free radicals, so it needs the intake of exogenous antioxidants. Chlorella vulgaris is one of the microalga that has antioxidant activity. This research conduct to find out effect of Chlorella vulgaris extract on Glutathione blood level of white rat (Rattus norvegicus) before and after induced with CCl4 and to get effective dose of Chlorella vulgaris extract that can able to neutralize CCl4. This research was conducted experimentally with Completely Randomized Design (RAL) consisting of 6 treatments and 4 replications. The dosage used i.e. 3 mg, 4 mg and 5 mg, given orally for 30 days. The parameter observe was glutathione levels. The data were analyzed using ANOVA with advanced BNJ Test (TukeyHSD). The result of the analysis showed that treatment of C. vulgaris extract on the white rat (R. norvegicus) that being exposed CCl4 significanly influence on glutathione blood level (p<0,05). Meanwhile, the giving of extract C. vulgaris on P3’s treatment with a dose of 4 mg/100 g BB is the effective dose. It can be seen on the result of Tukey’s HSD analysis that the P2 and P3 theatment significant toward negative control (p<0,05).
1545318758A1L013171Kajian Pemupukan NS Zeolit Pada Bawang Merah Terhadap Serapan S Dan Kualitas Bawang Merah Pada Tanah InceptisolPenelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui komposisi pupuk NS Zeolit yang mempunyai efisiensi S tinggi sebagai penyedia di dalam tanah Inceptisol, dan 2) mengetahui pengaruh mandiri dan interaksi antara komposisi pupuk NS Zeolit dengan tanaman bawang merah terhadap serapan S dan perbaikan kualitas tanaman bawang merah pada tanah inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan analisis pupuk, tanah, dan jaringan tanaman dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2016 sampai dengan Maret 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan Split Plot, dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan, yaitu varietas bawang merah terdiri atas varietas Bima Curut dan Bangkok Warso dan komposisi pupuk NS Zeolit yang berbeda. Variabel yang diamati adalah sifat kimia tanah, kualitas umbi bawang merah serta serapan S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan S di dalam pupuk NS Zeolit mampu memberikan bobot umbi segar dan volume umbi yang berkaitan dengan produktivitas, namun tidak memberikan pengaruh pada kualitas umbi bawang merah.
This research aims to: 1) determine the compostion of NS Zeolite fertilizer which is has highefficiency of S as a provider in Inceptisol soil, and 2) determine the independent effect and interaction between NS Zeolite fertilizer composition with shallot plant to S absorpsion and quality improvement of onion plant On inceptisol soil. This research was conducted in farmer's field in Kebanggan Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency and analysis of fertilizer, soil, and plant tissue was done at Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was conducted from September 2016 until March 2017. This research used Split Plot design, with 2 factors and 3 replicates, which is shallot varieties consist of Bima Curut and Bangkok Warso and different composition of NS Zeolite fertilizer. The observed variables were soil chemical characteristic, shallot bulb quality and S absorption. The results showed that the higher addition of S in the NS Zeolite fertilizer was able to produce fresh bulb weight and bulb volume related to productivity, but did not give effect to bulb quality of shallot.
Keywords : Sulfur, The Quality, Bulb, Shallot and Inceptisol
1545418754B1J013191PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN FENOL DAUN DEWA (Gynura pseudochina) PADA MEDIA TANAM DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMATDaun dewa (Gynura pseudochina) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan masyarakat karena memiliki kandungan senyawa aktif yang termasuk dalam golongan fenol yang berperan sebagai antioksidan. Peningkatan kandungan senyawa fenol pada tanaman dapat dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penggunaan asam humat dapat meningkatkan kualitas media tanam sehingga pertumbuhan tanaman dapat meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan kandungan fenol daun dewa dan mengetahui konsentrasi asam humat yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan fenol daun dewa. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan asam humat pada media pasir dengan konsentrasi 0 g. kg-1; 4 g. kg-1; 8 g.kg-1; 12 g. kg-1 dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman meliputi jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman, serta kandungan fenol pada daun dewa. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA (Analisis of variance), dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat dengan konsentrasi sebesar 8g.kg-1 merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dengan jumlah daun rata-rata 28,7, berat basah 60,973 g, berat kering 4,970g dan kandungan fenol daun dewa sebesar 0,1027 ppm.God leaves (Gynura pseudochina) is one of the herbal plant that widely used by society, because its contain active compound that included in phenol group that roled as antioxidant. Enhancement the content of active compound in plant can be done by increasing the plant growth. The use of humic acid can increase the quality of growing media so that the plant growth may increase too. The aims of this study were to know the influence of humic acid toward the plant growth and phenol content of God leaves and to know the most effective humic acid concentration that has increased the growth and phenol content of God leaves. The research was conducted in a completely randomized design experiments (CRD), that consist of four treatments of humic acid in sand growing media with various concentration 0 g. kg-1; 4 g. kg-1; 8 g. kg-1; 12 g. kg-1 and repeated for three times. Parameters examined in this research were the plant growth, including the number of leaves, wet weight, dry weight, and also phenol content of God leaves. Data obtained will be analyzed with ANOVA (analysis of variance), then proceed by BNT test. The treatment of humic acid with concentration 8g.kg-1(AH2) was the most effective concentration in increasing the growth with number of leaves 28,7, wet weight 60,973g, dry weight 4,970g and phenol content of God leaves 0,1027ppm.
1545518682C1C013020PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN, PEMAHAMAN AKUNTANSI, TEKNOLOGI INFORMASI, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN WONOSOBOJudul Penelitian ini adalah pengaruh sistem pengendalian intern, pemahaman akuntansi, teknologi informasi dan komitmen organisasi terhadap kualitas laporan keuangan pada usaha kecil dan menengah di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem pengendalian intern, pemahaman akuntansi, teknologi informasi dan komitmen organisasi terhadap kualitas laporan keuangan pada usaha kecil dan menengah di Kabupaten Wonosobo.
Populasi dalam penelitian ini adalah usaha kecil dan menengah di Kabupaten Wonosobo. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 41 UKM. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern, teknologi informasi dan komitmen organisasi secara parsial berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pada usaha kecil dan menengah di Kabupaten Wonosobo, sedangkan pemahaman akuntansi tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada usaha kecil dan menengah di Kabupaten Wonosobo. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diterapkan usaha kecil dan menengah di Kabupaten Wonosobo untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan melalui peningkatan sistem pengendalian intern, teknologi informasi dan komitmen organisasi.
This study is entitled the effect of internal control system, accounting comprehension, information technology and organizational commitment on quality of financial report’s small and medium enterprises in Wonosobo Regency . This study aimed to examine the effect of internal control system, accounting comprehension, information technology and organizational commitment on quality of financial report’s small and medium enterpriseses in Wonosobo Regency.
The population in this study is small and medium enterpriseses in Wonosobo Regency. Purposive sampling technique used in this study as many as 41 SME. Data collection in this study using observation, interview, and questionnaire. The data were processed using multiple linear regression analysis.
The results of this study indicate that internal control system, information technology and organizational commitment partially have a positive effect on quality of financial report’s small and medium enterprises in Wonosobo Regency, while accounting comprehension had no effect on quality of financial report’s small and medium enterpriseses in Wonosobo Regency. Hope this study can be applied small and medium enterpriseses in Wonosobo Regency to improve the quality of financial report through improved internal control system, information technology and organizational commitment.
1545618756H1L013011RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR PENYAKIT MATA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEBMata merupakan salah satu bagian tubuh yang penting dalam berbagai macam kegiatan manusia. Mata mampu menangkap sinar cahaya sehingga mampu membedakan bentuk dan warna benda yang dilihatnya. Hal ini tentu sangat efisien dalam melakukan berbagai kegiatan. Namun ada beberapa kelainan mata yang bisa mengganggu kegiatan kita. Tetapi biaya pemerikasan atau pengobatan masih mahal.
Oleh karena itu diperlukan sistem pakar berbasis web yang bisa mengetahui penyakit mata berdasarkan gejala yang diderita oleh pasien yang dimasukkan dengan metode forward chaining sebagai perhitungan solusinya. Selain itu dengan adanya sistem ini pasien dapat melakukan pemeriksaan kapanpun dengan mudah tanpa harus menunggu pakar mata atau dokter yang mempunyai keterbatasan waktu.
The eye is one of the important parts of the body in various human activities. The eye is able to capture the rays of light so as to distinguish the shape and color of objects it sees. This is certainly very efficient in performing various activities. But there are some eye disorders that can interfere with our activities. But the cost of treatment or treatment is still expensive.
Therefore it is needed a web-based expert system that can know the eye disease based on the symptoms suffered by patients who entered by forward chaining method as a solution calculation. In addition, with this system the patient can perform examination anytime easily without having to wait for eye experts or doctors who have limited time.
1545718757D1E013006PERBANDINGAN ANTARA UKURAN LINIER TUBUH DAN BOBOT BADAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA DI KALIGESING DENGAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA DI GUMELARPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji ukuran linier tubuh (panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada) dan bobot badan kambing Peranakan Ettawa di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo dengan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Materi penelitian menggunakan Kambing Peranakan Ettawa betina muda umur 7-12 bulan berjenis kelamin betina 53 kepala di Kecamatan Kaligesing dan 31 kepala di Kecamatan Gumelar. Penelitian ini menggunakan metode penetapan sampel secara purposive sampling dan snowball dengan analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji t. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa perbandingan antara panjang badan menunjukkan tidak perbedaan nyata (P>0,05), tinggi pundak menunjukkan berbeda yang nyata (P<0,01), sedangkan lingkar dada dan bobot badan menunjukkan berbeda yang nyata (P<0,05). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak dan bobot badan kambing PE betina muda di Kecamatan Kaligesing lebih tinggi dibandingkan kambing PE betina muda di Kecamatan Gumelar.This research aimed to study the linear size of the body (body length, shoulder height, chest circumference) and body weight Ettawa offspring goat in Kaligesing District, Purworejo Regency and Gumelar District Banyumas Regency. The research material used goat offspring Ettawa, female kids aged 7-12 months. The number of 53 female kids in Kaligesing District and 31 female kids in Gumelar District. This research used purposive sampling and snowball sampling method with data analysis using descriptive analysis and t test. The result of t test analysis showed that body length in Kaligesing and Gumelar showed no significant difference (P>0,05), shoulder height showed a significantly different (P<0,01), while chest circumference and body weight showed a significantly different (P<0,05). The result of this research cuald be concluded that body length, chest circumference, shoulder height and body weight of female kids PE in Kaligesing Sub District is higher than female kids PE in Gumelar sub-district.
1545818759F1C013046Identifikasi Faktor-Faktor Gratificatio of Niche dalam Preferensi Media Komunikasi Melalui Face-to-Face, Instant Messagingdan Media Sosial sebagai Penunjang Proses Belajar di Kalangan Siswa Kelas XI SMA Negeri Ajibarang, Kabupaten Banyumas Persaingan media komunikasi di era digital merupakan fenomoena yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kecanggihan teknologi menggeser pola komunikasi manusia yang termediasi internet sehingga menimbulkan pertanyaan eksistensi dari pemanfaatan media komunikasi konvensional. Gratification of Niche merupakan pijakan teori yang mampu mendeterminasi persaingan antarmedia berdasarkan gratification statement yang disusun dalam kuesioner termasuk gratification opportunities.
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi preferensi media oleh siswa dalam kaitannya sebagai penunjang proses kegiatan belajar. Selain itu, penelitian ini menjawab research question yang spesifik terhadap dimensi Niche meliputi Niche Breadth, Niche Overlap, Niche Supperiority, dan adanya Displacement Effect persaingan media komunikasi instant messaging, media sosial dan face-to-face.Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di SMA Negeri Ajibarang dengan sampel sebanyak 76 responden.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara kuantitatif menggunakan analisis faktor dan t-test. Berdasarkan perhitungan data kuesioner, hasil yang diperoleh yakni; 1.) Terdapat faktor-faktor yang berbeda untuk tiap media, 2.) Niche Breadth terluas adalah komunikasi face-to-face, 3.) Niche Overlap menunjukan persaingan antarmedia lemah, 4.) Niche Superiority dimenangkan oleh instant messaging, 5.) Dalam penelitian ini tidak ditemukan adanya Displacement Effect, 6.) Uji t menunjukan preferensi siswa mengarah pada penggunaan instant messaging.

Nowdays, the competition between communication media in digital era issuch a phenomena. Sophisticated technology shifts communication pattern into computer mediated communication and, consequently, leaves a question about the existence of the conventional media. Gratification of Niche is the theory to stand and determine the competition based on gratification statement in questionnaire, including the gratification opportunities.
Main goal of this research is to identify factors that influence student’s preferences of mediain studying case. Other than that, this research answer specific research questions about Niche dimentions,including Niche Breadth, Niche Overlap, Niche Superiority, Displacement Effect and Media Preference between instant messaging, social media and face-to-face communication. The subject in this research is a group of gradeXI students of SMA N Ajibarang with 76 students for sample.
This research uses quantitative method utilizing factor analysis and t-test. Based on questionnaire data, results show; 1.) There is different factors on each media, 2.) Face-to-face has the widest Niche Breadth, 3.) Niche overlap shows weak inter-media competition, 4.) Instant messaging isthe winner of Niche Superiority, 5.) There is no displacement effect, 6.) T-test shows students prefer to use instant messaging.
1545918761H1D013005PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN CALCIUM STEARATE TERHADAP KUAT TEKAN DAN INFILTRASI ION KLORIDA PADA BETON MEMADAT MANDIRI MUTU 30 MPaBangunan prasarana yang dibangun di daerah laut seperti pelabuhan, jembatan, anjungan lepas pantai, dermaga, bangunan pemecah gelombang dan sebagainya memerlukan beton kedap air. Air laut yang mengandung unsur klorida (Cl) dapat meresap melalui pori –pori beton. Unsur tersebut dapat menyebabkan korosi pada tulangan baja beton bertulang. Tulangan yang terkorosi akan berekspansi dan menyebabkan beton retak, sehingga akan mengurangi durabilitas struktur secara drastis. Superplasticizer digunakan agar beton memiliki sifat memadat mandiri sehingga beton dapat memadat dengan baik dan meminimalisir rongga atau pori-pori pada beton. Sedangkan calcium stearate yang bersifat hidrophobic dapat melapisi pori-pori beton sehingga menghambat peresapan zat cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan calcium stearate terhadap kuat tekan dan infiltrasi ion klorida pada beton memadat mandiri. Penggunaan superplasticizer pada kadar 0,5% dari berat semen. Variasi penambahan calcium stearate adalah 0 kg, 1 kg, 5 kg, dan 10 kg per m3 beton. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kuat tekan pada kandungan calcium stearate 1 kg, 5 kg, dan 10 kg berturut – turut sebesar 6,99 %, 4,3 %, dan 10,75 % bila dibandingkan dengan benda uji tanpa kandungan calcium stearate. Infiltrasi ion klorida yang terjadi pada beton memiliki kecenderungan semakin menurun dengan penambahan calcium stearate yang semakin banyak. Perilaku ini terjadi karena pori – pori beton terlapisi oleh calcium sterate. Dengan begitu infiltrasi ion klorida kedalam beton dapat di minimalisir.Infrastructure building that built in sea areas such as ports, bridges, offshore platforms, docks, breakwaters and so on require impermeable concrete. Sea water that contains chloride (Cl) can seep through the pores of concrete. Chloride element can cause corrosion to the reinforcement steel. The corroded steel reinforcement will expand and cause cracking of the concrete, it will lead to drastic reduction in structural durability. Superplasticizer is used to make self-compacting concrete so concrete can be well compacted and minimize cavities or pores in concrete. While calcium stearate has hydrophobic properties that can coat the pores of concrete so that it can prevent the absorption of liquids. The purpose of this research is to know the influence of calcium stearate addition to the compressive strenght and infiltration of chloride ions on self compacting concrete. The use of superplasticizer is 0.5% by weight of cement. Variations addition of calcium stearate is 0 kg, 1 kg, 5 kg and 10 kg per m3 of concrete. The results showed a decrease in compressive strength in the content of calcium stearate 1 kg, 5 kg and 10 kg respectively - has amounted to 6.99%, 4.3%, and 10.75% when compared to the specimen without the content of calcium stearate. Infiltrating chloride ions that occurs in concrete has a decreased tendency with the increasing addition of calcium stearate. This behavior occurs because the concrete pores are coated by calcium sterate. Thus the infiltration of chloride ions into the concrete can be minimized.
1546018763F1J011039Bentuk dan Fungsi Penggunaan Shuujoshi oleh Karakter Anime Fairy Tail Episode 1-5Penelitian ini mengkaji tentang bentuk dan fungsi penggunaan shuujoshi dalam anime Fairy Tail episode 1-5. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik untuk menganalisis bentuk dan fungsi shuujoshi berdasarkan teori Chino dan Shinmura. Sumber data yang digunakan adalah anime Fairy Tail episode 1-5. Data analisis berupa kalimat yang mengandung shuujoshi sebanyak 465 buah. Data shuujoshi yang berhasil ditemukan berjumlah 549 buah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis menggunakan teknik taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 bentuk shuujoshi antara lain bentuk ka (71), kana (7), kashira (12), na (72), ne (72), no (77), sa (3), wa (17) wayo (18), yo (131) noyo (22), ze (10), zo (24), -kke (2), -tteba (2), -i (1), mono (7), dan mono ka (1). Fungsi yang ditemukan berupa ungkapan perasaan (heran, senang, kagum, kecewa, marah/jengkel); penegasan kalimat; keputusan; sebagai kalimat pertanyaan (kepada orang lain atau diri sendiri); harapan; alasan; ketidakpuasan; ketidakpastian; menarik perhatian lawan bicara; pemberitahuan; ancaman; memastikan; mengikuti kalimat ajakan, perintah, dan larangan; menunjukkan kelemahlembutan; respon terkejut; respon terhadap pertanyaan retorikal; dan memamerkan kemauan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bentuk yang paling banyak muncul dalam sumber data adalah bentuk yo dan variasinya berupa wayo dan noyo dengan fungsi ketegasan atau peringatan untuk menunjukkan sisi humor dan fungsi pernyataan untuk memberikan informasi kepada lawan bicara dan penonton. Hal ini menunjukkan bahwa shuujoshi yo digunakan sebagai bentuk kedekatan antar karakter dalam anime tersebut.This research is to explore and describe the classification and purpose of shuujoshi in Fairy Tail anime chapter 1 to 5. This research is using Chino’s and Shinmura’s classification and purpose of shuujoshi. The research method is a qualitative descriptive methods and Fairy Tail anime chapter 1 to 5 as resource data. The data is 465 sentences that contains of shuujoshi, which have 549 shuujoshis. The data collecting method used was collecting and record methods, and tacsonomy analysing methods. This research found 18 classification of shuujoshi which are ka (71), kana (7), kashira (12), na (72), ne (72), no (77), sa (3), wa (17), wayo (18), yo (131), noyo (22), ze (10), zo (24), -kke (2), -tteba (2), -i (1), mono (7), and mono ka (1). The purpose of using shuujoshi are the indication of feelings (amaze, joy, surprise, dissapointment, anger); affirmation or warning; decision; question (to someone or the speaker him/herself); hope; reason; dissatisfactory; uncertainty; to soften the speaker’s speech tone; information; intimidation/threat; to make sure; as invitation, order, or prohibition; respond of surprising; respond of rhetorical question; and to expose will. The result indicates that yo is the type that used the most, as the purpose of affitmation or warning to show some humor in Fairy Tail and as premonition to give audience about the information of the anime as they were just started. It shows how close the characters relationship.