Artikelilmiahs
Menampilkan 15.401-15.420 dari 50.844 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 15401 | 18704 | C2C015011 | PENGARUH SIFAT GELAP PEMIMPIN TERHADAP NIAT KELUAR KERJA KARYAWAN DI PT. KUSUMA MEGAHPERDANA | Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh leader’s dark triad traits (narcissism, Machiavellianism, dan psychopathy), abusive supervision, dan kepuasan kerja terhadap niat keluar kerja karyawan atau yang biasa disebut dengan turnover intention. Penelitian ini dilakukan di PT. Kusuma Megahperdana Jakarta yang merupakan perusahaan penyedia barang jadi. Sebanyak 68 karyawan staff diminta untuk menilai tiga sifat kepribadian dan abusive supervision atasan langsungnya, serta evaluasi diri mengenai turnover intention dan kepuasan kerja melalui kuesioner online. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa leader’s dark triad traits kecuali leader’s narcissism berpengaruh positif signifikan terhadap abusive supervision; hanya leader’s psychopathy yang berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja dan positif signifikan terhadap turnover intention; abusive supervision tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, namun berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja; kepuasan kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention. Dapat disimpulkan bahwa psychopathy merupakan sifat kepribadian pemimpin yang paling merugikan organisasi karena memicu karyawan untuk meninggalkan perusahaan. | The purpose of this study is to analyse the effect of leader’s dark triad traits (narcissism, Machiavellianism, and psychopathy), abusive supervision, and job satisfaction on employees’ turnover intention. The research was conducted in PT. Kusuma Megahperdana Jakarta as a company providing finish goods, especially promotion gifts. Sixty-eight staff in the company assessed three personality traits and abusive supervision of their immediate leaders, and conducted self-evaluation regarding turnover intention and job satisfaction through online questionnaire. Analysis method was Partial Least Square (PLS). Result showed that leader’s dark triad traits except leader’s narcissism had a positive significant effect on abusive supervision; Only leader’s psychopathy had a negative significant effect on job satisfaction and positive significant effect on turnover intention; abusive supervision did not significantly affect turnover intention, but had a negative significant effect on job satisfaction; job satisfaction had a negative significant effect on turnover intention. Conclusively, psychopathy is the most detrimental personality trait of an organization leader because it can trigger employees to leave the organization. | |
| 15402 | 18706 | C1C013055 | PENGARUH TINGKAT PEMAHAMAN PAJAK, KESADARAN MEMBAYAR PAJAK, KUALITAS PELAYANAN PAJAK, DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PELAKU UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat pemahaman pajak, kesadaran membayar pajak, kualitas pelayanan pajak dan sanksi perpajakan terhadap kepatuahan wajib pajak UMKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM di Kabupaten Banyumas. Pemilihan sampel dengan metode Pusposive Sampling, dengan jumlah responden 60 UMKM. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner kepada para pemilik UMKM. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat pemahaman pajak, kesadaran membayar pajak, kualitas pelayanan pajak dan sanksi perpajakan berpengaruh positif signifikan terhadap kepatuahan wajib pajak UMKM. Hasil pengujian Adjusted R square menunjukkan bahwa pengaruh tingkat pemahaman pajak, kesadaran membayar pajak, kualitas pelayanan pajak dan sanksi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas sebesar 64,5% sedangkan 35,5% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. | The main aim of this research is to examine the effect of taxation understanding level, awareness to pay taxes, tax services quality and tax penalties on SMEs tax compliance. The type of this research is quantitative research using survey method. The population in this research is SMEs in Banyumas. The selection of sample using purposive sampling method, with the amount 60 SMEs. In this research using primary data. Data collection techniques are distributing questionnaires to SMEs owner. The analytical method used in this research is multiple linear regression analysis. The research show that implementation of examine taxation understanding level, awareness to pay taxes, tax services quality and tax penalties have positive and significant effect on SMEs tax compliance. The result of adjusted R square examination show that the effect of tax understanding level, tax awareness,tax services quality and tax penalties on SMEs tax compliance in Banyumas by 64,5% while the remaining 36,5% is explained by factors is not examined. | |
| 15403 | 18707 | B1J012019 | Pengaruh Konsentrasi BAP terhadap Pertumbuhan Kentang Kultivar Granola dalam Sistem Aeroponik dengan Nutrien Berbeda | Kentang kultivar granola merupakan salah satu kultivar yang banyak dibudidayakan. Budidaya kentang granola dengan sistem aeroponik memiliki prospek yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara konsentrasi BAP dan jenis nutrien terhadap pertumbuhan kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik, serta menentukan konsentrasi BAP dan jenis nutrien terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan kentang kultivar granola dalam sistem aeroponik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah jenis nutrien (N) yang terdiri atas nutrient growmore (N1) dan AB mix (N2). Faktor kedua adalah konsentrasi BAP (B) yang terdiri atas 0 µM (B0), 5 µM (B1), 10 µM (B2), dan 15 µM (B3). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman kentang kultivar granola. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%. Pertumbuhan tanaman kentang granola dalam sistem aeroponik dipengaruhi oleh interaksi antara BAP dan nutrien khususnya pada parameter tinggi tanaman. Media growmore dengan penambahan 15 µM BAP (N1B3) menghasilkan laju pertumbuhan relatif tinggi tananam kentang kultivar granola paling tinggi, yaitu 0,0852. | Granola cultivar of potato is one of the commonly cultivated potato cultivar. Plant production using aeroponics system offers a very good prospect. This research has been conducted to study the effect of interaction between BAP concentration and nutrient on the growth of granola cultivar ofpotato in aeroponics system, and to determine the concentration of BAP and the best nutrient to promote the growth of granola cultivar ofpotato in aeroponics system. This research has been carried out experimentally using a completely randomised design (CRD) on factorial treatment pattern. The first factor was the kind of nutrients (N) consisting of nutrient growmore (N1) and AB mix (N2). The second factor was the concentration of BAP (B) consisting of 0 μM (B0), 5 μM (B1), 10 μM (B2), and 15 μM (B3). The variable observed was the growth of granola cultivar ofpotato. The parameters measured were plant height, leaf number, and leaf area. The data obtained were analysed using an analysis of variance at 95% level of confidence. The research results showed that the growth of granola cultivar of potato was controlled by the interaction between nutrient and BAP used, especially on plant height parameter. Growmore nutrient supplemented with 15 µM BAP (N1B3) resulted in the highest relative growth rate, namely 0,0852. | |
| 15404 | 18708 | H1L010020 | RANCANG BANGUN APLIKASI PENDATAAN TRANSAKSI PENJUALAN DAN PEMBELIAN BARANG MENGGUNAKAN BARCODE (STUDI KASUS CV. HD TECH) | Bidang kewirausahaan dalam penyedia jasa pelayanan jual beli adalah salah satu bidang yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. CV. HD TECH merupakan penyedia jasa pelayanan yang menyediakan sarana yang dalam pengelolaan proses kegiatan masih menggunakan pencatatan di buku berupa pendataan barang, pendataan transaksi penjualan dan pembelian dan laporan. Disisi lain dengan semakin berkembangnya teknologi, perangkat elektronik penyimpanan data menggunakan perangkat komputer dirasa lebih aman dan mudah dalam penyimpanan datanya. Maka dari itu, dibutuhkan APLIKASI PENDATAAN TRANSAKSI PENJUALAN DAN PEMBELIAN BARANG MENGGUNAKAN BARCODE yang memanfaatkan komputer berbasis desktop untuk melakukan pendatan transaksi penjualan dan pembelian dengan menggunakan barcode untuk mempermudah transaksi penjualan dan pembelian. Sistem ini dirancang menggunakan DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity Relationship Diagram) serta dibangun menggunakan bahasa pemrograman java dengan menggunakan Netbeans dan database MySQL. Sistem ini dapat memudahkan untuk melakukan penyimpanan data dan mengelola proses transaksi dengan lebih efisien. | DESIGN AND DEVELOPMENT OF APPLICATION DATA COLLECTION OF SALE AND PURCHASE TRANSACTION OF GOODS USING BARCODE (CASE OF STUDY CV. HD TECH Entrepreneurship in service of sale and purchase providers is one of the areas that utilize the development of information technology. CV. HD TECH is a service provider that provides facilities in the management of the activity process still using the record by the book in the form of data collection, data collection of sales and purchase transactions and reports. On the other hand with the development of technology, electronic data storage devices using computer perceived more secure and easy in data storage. Therefore, it is required APPLICATIONS OF SALES AND PURCHASE TRANSACTION OF GOODS USING BARCODE which utilizes desktop-based computer to make sales and purchase transaction pending by using barcode to make transaction of sales and purchase more easier. This system is designed using DFD (Data Flow Diagram) and ERD (Entity Relationship Diagram) and built using java programming language by using Netbeans and MySQL database. The system has improved the ease of storing data and managing the transaction process more efficiently. | |
| 15405 | 18709 | A1L013052 | KAJIAN APLIKASI METABOLIT SEKUNDER TIGA ISOLAT Pseudomonas fluorescens TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA DAUN KAKAO | Penelitian bertujuan mengkaji keefektifan metabolit sekunderisolat tiga isolat Pseudomonas fluorescens yaitu isolat P60,P20, dan P8 terhadap penyakit antraknosa daun kakao,serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kakao. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao rakyat, Dusun Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, mulai November 2016 sampai Januari 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan dan 7 perlakuan terdiri atas kontrol, aplikasi metabolit sekunder P. fluorescens P60,P. fluorescens P20, P. fluorescens P8, kombinasiP. fluorescens P60+P20, P. fluorescens P60+P8 dan P. fluorescens P20+P8. Variabel yang diamati meliputi intensitas penyakit, laju infeksi, jumlah tunas sehat, dan kandungan senyawa fenol.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuanmetabolit sekunder P. fluorescens P60, P20dan P8 secara tunggal dan gabungan mampu menekan intensitas penyakit berkisar 42,01-54,50%. Laju infeksi perlakuan metabolit sekunder P. fluorescens P60,P. fluorescens P20, P. fluorescens P8, kombinasiP. fluorescens P60+P20, P. fluorescens P60+P8 dan P. fluorescens P20+P8 berturut-turut 0,23; 0,25; 0,26; 0,26; 0,31; dan 0,24 unit/hari. Metabolit sekunderP. fluorescens P60 mampu meningkatkan jumlah tunas sehat sebesar 67,44%. Perlakuan P. fluorescens P60 mampu meningkatkan senyawa fenol (saponin, tanin dan glikosida) pada daun kakao. | This research aimed to study the effectiveness of secondary metabolites derived from three Pseudomonas fluorescens isolates towardcocoaleaves anthracnose, and their influence on the growth of cocoa plants. The research was conducted at the cocoa plantations at Plumbungan hamlet, Putat Village, Patuk Sub-District, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta from November 2016 up to January 2017. Randomized block design was used with four replicates andseven treatments consisted of control, application of secondary metabolite from P. fluorescens P60, P. fluorescens P20, P. fluorescens P8, combination between P. fluorescens P60 + P20, P. fluorescens P60 + P8 and P. fluorescens P20 + P8. Variable observed were the disease intensity, the infection rate, the number of healthy shoots andphenoliccompound. Result of the research showed that the secondary metabolite fromP. fluorescens P60, P20 and P8 aloneor in combination could suppress the diseaseintensity, in between 42.01-54.50%. The infection rate cause by metabolite secondary of P. fluorescens P60, P. fluorescensP20,P8, P. fluorescens, combination between P. fluorescens P60+P20, P. fluorescensP60+P8 and P. fluorescens P20+P8 as 0.23; 0.25; 0.26; 0.26; 0.31; and 0.24 units/day respectively.The secondary metabolite ofP. fluorescens P60 could increas the number of healthy shoots as 67.44 %.The secondary metabolite ofP. fluorescens P60 could increas phenolic compound (tannin,saponin and glycosides) in cocoa leaves. | |
| 15406 | 18710 | D1E013061 | PENGARUH PENGGUNAAN JUMLAH PUTIH TELUR YANG BERBEDA PADA PEMBUATAN BAKSO DAGING KELINCI TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KADAR LEMAK | Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan jumlah putih telur yang berbeda pada pembuatan bakso daging kelinci terhadap kadar protein dan kadar lemak bakso. Pengambian data dilaksanakan tanggal 8 April sampai 27 April 2017. Materi yang digunakan meliputi bahan seperti daging kelinci, tepung tapioka, bumbu-bumbu, putih telur. Peralatan meliputi timbangan analitik, mixer, baskom, oven, seperangkat alat analisa protein dan lemak. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan penggunaan putih telur terdiri dari P1 (6%), P2 (9%), P3 (12%) dan P4 (15%). Variabel yang diukur adalah kadar protein dan kadar lemak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan putih telur (6%, 9%, 12% dan 15%), memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar protein dan kadar lemak bakso daging kelinci.Uji lanjut pengunaan putih telur sampai taraf 15% terhadap kadar protein menghasilkan persamaan garis linear dengan persamaan Y= 17,1102 + 0,7430X (r= 0,97), untuk kadar lemak menghasilkan persamaan garis linear dengan persamaan Y= 5.6377- 0.1503X (r= 0,98). Kesimpulan penelitian adalah penggunaan jumlah putih telur yang berbeda pada pembuatan bakso daging kelinci sampai taraf 15% meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadar lemak. | Purpose of the research was to study the effect of different levels addition egg white onprotein content and fat content of rabbit meatball. Research was conducted from April 8th until April 23th 2017. The materials used were rabbit meat, tapioca powder, seasonings, egg white. The tools used were tare, mixer, bowl, oven, a set protein and fat content analysis. The research was used completely randomized design (CRD) was used with 4 treatments and 6 replication. Treatments used egg white were composed of P1 (6%), P2 (9%), P3 (12%) and P4 (15%).Variablesmeasured were protein content and fat content. Data was analyzed by variance analysis and continued by orthogonal polynomial. The result showed that addition egg white of rabbit meatball (6%, 9%, 12%, 15%) have very significant effect (P<0.01) on protein content andfat content of rabbit meatball. The continue analysis added egg white until 15% on protein content produce equation linear line Y= 17,1102 + 0,7430X (r= 0,9751), on fat content produce equation linear lineY= 5.6377- 0.1503X (r= 0,9842). The conclusion is addition egg white of rabbit meatballuntil to 15% causes the increasing protein content, but descending the fat content. | |
| 15407 | 18711 | D1B015017 | PENGARUH LAMA POST THAWING TERHADAP ABNORMALTAS, DAN VIABILITAS SPERMATOZOA PADA SEMEN BEKU KAMBING BOER | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu post thawing semen beku Kambing Boer terhadap abnormalitas dan viabilitas spermatozoa. Perlakuan yang diuji adalah waktu post thawing semen beku di thawing pada (suhu 37°C selama 30 detik) semen beku yang terdiri atas P0: waktu post thawing 0 menit, P1: waktu post thawing 30 menit, P2: waktu post thawing 60 menit, P3: waktu post thawing 90 menit. Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Hasil rataan abnormalitas spermatozoa yaitu P0: 6,50 ± 2,66%; P1: 8,92 ± 2,69%; P2: 10,83 ± 1,75%; P3: 12,33 ± 1,25%. Berdasarkan uji statistik diketahui terdapat perbedaan nyata antar perlakuan (P0 vs P1; P1 vs P2; P2 vs P3) dan terdapat pengaruh linier. Hasil rataan viabilitas spermatozoa adalah P0: 76,92 ± 4,28; P1: 71,75 ± 4,24; P2: 66,50 ± 4,29; P3: 55,00 ± 3,42. Berdasarkan uji statistik diketahui terdapat perbedaan nyata antar semua perlakuan dan terdapat pengaruh linier. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lama waktu post thawing dapat meningkatkan abnormalitas dan menurunkan viabilitas spermatozoa. Waktu post thawing semen beku Kambing Boer pada waktu 90 menit masih layak di gunakan untuk inseminasi buatan (IB). | The study aimed to determine the effect of several post-thaw duration intervals of Boer goat semen to the abnormality and viability. The treatments tested were P0 : Post-thawing duration for 0 minute, P1 : Post-thawing duration intervals for 30 minutes, P2 : Post-thaw duration intervals for 60 minutes and P3 : Post-thawing duration for 90 minutes. Each treatment were repeated for six times. The average abnormality of spermatozoa were P0 (6.50 ± 2.66%); P1 (8.92 ± 2.69%); P2 (10.83 ± 1.75%); P3 (12.33 ± 1.25%). According to statistical analysis there is a significant different between some treatments (P0 vs P1; P1 vs P2; P2 vs P3) and showed linier effect. The average viability of spermatozoa were P0 (76.92 ± 4.28); P1 (71.75 ± 4.24); P2 (66.50 ± 4.29); P3 (55.00 ± 3.42). According to statistical analysis viability of spermatozoa there is a significant different among all treatments and showed linier effect. It can be concluded that the longer post-thawing duration will decrease spermatozoa viability and increase spermatozoa abnormality. Post thawing time of Boer goat frozen semen less than 90 minutes is still feasible for artificial insemination. | |
| 15408 | 18712 | C1G014023 | ANALISIS PENERAPAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA PADA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DI JAKARTA | Penelitian ini merupakan studi kasus kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi pengelolaanggaran tentang pengaruh dari kelengkapan aturan, sumber daya manusia, dan pelaksanaan evaluasi terhadap tingkat keberhasilan penerapan anggaran berbasis kinerja. Penelitian ini dilakukan terhadap pengelola anggaran yang bekerja pada Instansi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Jakarta. Data dari penelitian ini adalah data primer dari persepsi responden yang telah dikumpulkan melalui survei yang menggunakan kuesioner. Jumlah kuesioner yang didistribusikan adalah 42 eksemplar dan 32 eksemplar yang kembali, sehingga tingkat respon yang terjadi adalah sebesar 76%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan aturan, sumber daya manusia, dan pelaksanaan evaluasi berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan penerapan anggaran berbasis kinerja. | This research is a quantitative case study. The aims of this research is to analyze the managing budget perception about the effects of completeness rules, human resources and evaluation tothe success rate of implementation of the budget performance. This research was done to managing budget working in Representation of Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) in Jakarta. Data of this research are primary data of perception of respondents which were collected by a survey using questionnaire. Numbers of questionaire distributed were 42 copies and 32 copies were returned, so the response rate is 76%. The results indicate that completeness rules, human resources and evaluation affected to the success rate of implementation of the budget performance. | |
| 15409 | 19265 | E1A011270 | PELAKSANAAN IDENTIFIKASI SIDIK JARI TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN Studi di Wilayah Polres Banyumas | Dalam mengungkap kasus-kasus kejahatan banyak cara dilakukan tersangka untuk menghilangkan jejak atas kejahatannya, maka digunakan berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat mengungkap kejahatan-kejahatan tersebut, salah satu upayanya yaitu dengan identifikasi sidik jari. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Wawancara dilakukan kepada KAUR Identifikasi Bapak Wakhedi di Polres Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan indentifikasi sidik jari dan mengetahui hambatan yang didapat dalam pelaksanaan identifikasi sidik jari dalam tindak pidana pembunuhan.Peran identifikasi sidik jari dalam pengugkapan pelaku tindak pidana pembunuhan dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahap penyelidikan sebagai bukti awal untuk mempersempit praduga dan memperkuat keyakinan anggota Kepolisian terhadap orang yang dicurigai. Pada tahap penyidikan sebagai bukti petunjuk yang mengarah secara langsung kepada tersangka. Pada tahap pembuktian di persidangan sebagai alat bukti keterangan ahli untuk meyakinkan dan menjadi pertimbangan hakim untuk memberikan putusan pengadilan. Faktor penghambat dalam pelaksanaan identifikasi sidik jari dalam tindak pidana pembunuhan meliputi: faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor masyarakat dan faktor cuaca. | In uncovering cases of crime suspects carried out many ways to eliminate the trail of the crime, then used a variety of science can reveal crimes, one of his efforts is by fingerprint identification. This research uses sociological methods of juridical approach in methods of data collection through interviews, the study of librarianship, and to study the document. The interview was conducted to Identify the father of Wakhedi KAUR in Polres Banyumas. The purpose of this research is to know the role of identifying fingerprints and find out the resistance obtained in the implementation of fingerprint identification in criminal acts of murder. The role of fingerprint identification in disclosure perpetrators of the crime of murder is divided into three phases, namely the stage of the investigation as evidence of early to narrow the presumption and strengthens the confidence of members of the police against a suspected person. At this stage of the investigation as evidence hints that lead directly to the suspects. At the stage of proof in court as evidence to convince and expert information into consideration judges to give a verdict. Restricting factors in the implementation of fingerprint identification in criminal acts of murder include a legal factor, law enforcement, community factors and weather factors. | |
| 15410 | 18714 | I1F015039 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN KELUARGA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang : Salah satu dampak serangan stroke bagi keluarga adalah muncul rasa cemas. Kecemasan dapat menimbulkan kehilangan pemikiran yang rasional dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat. Kecemasan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan keluarga pasien stroke. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan crosssectional. Pengambilan sampel menggunakan consecutive samplingdengan jumlah 45 keluarga pasien stroke. Pengambilan data dilakukan dalam kurun waktu 31 Januari – 20 Pebruari 2017 di ruang rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, Instrumen penelitian menggunakan kuesioner HAR-S. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil : Berdasarkan analisis data diperoleh nilai pada variabel umur nilai p= 0,006 jenis kelamin nilai p= 0,002, pekerjaan nilai p=0,002, status ekonomi nilai p= 0,002, dan tipe serangan stroke nilai p= 0,001. Kesimpulan : Kecemasan keluarga pasien stroke dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, status ekonomi, dan tipe serangan stroke. Kata kunci : kecemasan, keluarga, stroke | Background : One of the effects of stroke for the family is anxiety. Anxiety can cause loss of rational thinking and to take rightdecision. Anxiety is affected by internal and axternal factors. Objective : This research aimed to determine the factors affecting anxiety in the families of stroke patients. Method : This research used cross sectional design. Consecutive sampling method is used to determine 45 families of stroke patients to be research samples. The data was taken from in the inpatient rooms of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto from 31stJanuary to 20th February 2017. The research instrument used a questionnaire of HAR-S. Data were analyzed using chi square test. Result : Based on data analysis, it was obtained p value = 0,06 in the age variable, p value = 0,002 in gender, p value = 0,002 in occupation, p value = 0,002 in economic status, p value = 0,001 in type of stroke. Conclusion : Anxiety of families of stroke patiens was affected by age, gender, occupation, economic status and type of stroke factor. Keywords : anxiety, family, stroke | |
| 15411 | 18713 | D1E013055 | KADAR AIR, SUSUT BOBOT, DAN KEEMPUKAN SOSIS FERMENTASI DAGING AYAM PETELUR AFKIR YANG DITAMBAH KEFIR PASTA DENGAN LEVEL BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan kefir pasta dengan level yang berbeda terhadap kadar air, keempukan, dan susut bobot sosis fermentasi daging ayam. Materi penelitian meliputi: daging ayam petelur afkir bagian dada dan paha, kefir pasta, dan selongsong kolagen. Bumbu-bumbu yang ditambahkan meliputi : bawang putih bubuk 0,5%, lada putih bubuk 0,5%, cabe merah bubuk 0,5%, paprika bubuk 0,3%, kunyit bubuk 0,2%, garam 2%, dan gula 1,5% Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu Po :tanpa penambahan kefir pasta, P1 : penambahan kefir pasta sebanyak 0,5%, P2: penambahan kefir pasta sebanyak 1%, P3 : penambahan kefir pasta sebanyak 1,5%, dan P4 : penambahan kefir pasta sebanyak 2%. Sosis difermentasi (disimpan) selama 5 hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil menunjukan penambahan kefir pasta dengan level yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak nyata ( P > 0,05 ) terhadap kadar air, susut bobot dan keempukan sosis fermentasi daging ayam. Rataan kadar air total adalah 50,44%, susut bobot 29,68%, dan untuk keempukan sebesar 0,2042 mm/g/det. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan kefir pasta dengan level yang berbeda pada sosis fermentasi daging ayam menghasilkan kadar air, susut bobot, dan keempukan yang relatif sama. | The purpose of this study was to examine the effect of addition of different levels of kefir paste in term of moisture content, tenderness, and weight loss of fermented sausages from spent hen meat. The research material used, were: spent hen meat (chest and thighs), kefir paste, and collagen casing. Added spices included: 0.5% garlic powder, 0.5% white pepper powder, 0.5% red chili powder, 0.3% paprika powder, 0.2% powdered turmeric, 2% salt, and sugar 1.5%. The research method used in this study was experimental, with 5 treatments and 4 replications. The treatments were Po: without the addition of kefir paste, P1: the addition of kefir paste 0.5%, P2: the addition of kefir paste 1%, P3: the addition of kefir paste 1.5%, and P4: the addition of kefir paste 2%. Sausage was fermented (stored) for 5 days. The obtained data were analyzed using variance analysis. The results showed that the addition of kefir paste with different levels have no significant effects ( P > 0,05 ) on moisture content, weight loss and tenderness of fermented sausages from spent hen meat. The total average of moisture content was 50,44%, weight loss 29,68%, and 0,2042 mm / g / s for tenderness . The conclusion of this research is that the addition of different levels of kefir paste in manufacture of fermented sausages from spent hen meat resulting in similar moisture content, weight loss, and tenderness. | |
| 15412 | 18716 | G1A013089 | HUBUNGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA MAHASISWA PRE KLINIK JURUSAN KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang. Dua komponen kebugaran fisik yaitu komposisi tubuh dan kebugaran otot dikembangkan menjadi salah satu parameter kesehatan saat ini. Nilai persentase lemak tubuh dapat menjadi cara untuk menilai kondisi komposisi tubuh sedangkan kebugaran otot dapat dinilai melalui kemampuan daya ledak otot yang dihasilkan. Seseorang dengan daya ledak otot yang tinggi cenderung akan memiliki nilai persentase lemak tubuh yang rendah, begitu juga sebaliknya. Bila keadaan persentase lemak yang tinggi tidak hanya penurunan daya ledak otot yang dapat terjadi namun juga dapat meningkatkan resiko penyakit metabolisme. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui hubungan antara persentase lemak tubuh dengan daya ledak otot tungkai atas. Metode Penelitian. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan Cross-Sectional dengan metode pengambilan subjek penelitian adalah Total Sampling. Jumlah subjek penelitian adalah 86 yang merupakan Mahasiswa Pre-klinik Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan data persentase lemak tubuh menggunakan metode Bio Impendance Analysis (BIA) dan daya ledak otot menggunakan metode Vertical Jump yang kemudian dimasukkan dalam persamaan Sayers. Analisa stastistik yang digunakan adalah Uji Korelasi Pearson melalui aplikasi computer. Hasil Penelitian. Rerata untuk Persentase Lemak Tubuh adalah 19,5919, dan rerata untuk Daya Ledak Otot sebesar 3877,3131. Hasil Uji Korelasi Pearson antara persentase lemak tubuh dengan daya ledak otot adalah p=0,179 dan r= 0,146. Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dengan daya ledak otot pada subjek penelitian | Background. Two Physical fitness component which are body composition and body fat percentage become one of the current health parameters. Value of the body fat percentage could be used as body composition assessment tool, whereas muscle fitness could be assessed by using explosive muscle power value. Someone with high value of explosive muscle power tends to have low body fat percentage, so the otherwise. If the body composition value is high not only decreasing explosive muscle power value but also increasing the risk to have metabolism disease. Objective. To determine the correlation between body fat percentage and upper limbs explosive muscle power. Methods. This research was an observational analitic with cross sectional approach. The subjects for this research were 86 Pre-Clinical Medical Student at Jenderal Soedirman University that obtained by using total sampling method. Statistical analysis that used in this study was Pearson Corelation Test. Body fat percentage data acquired by using Bio Impendace Analysis methods and explosive muscle power data acquired by using vertical jump method which then delivered to Sayers equation. . Result. Average body fat percentage are 19,5919% and average of upper limbs explosive muscle power are 3877,3131. Pearson correlation test analysis between body fat percentage and lower limbs explosive muscle power were p=0,179 and r=0,146 Conclusions. There was no correlation between body fat percentage and lower limbs explosive muscle. | |
| 15413 | 18715 | D1E013032 | KADAR ASAM LAKTAT DAN NILAI pH SOSIS FERMENTASI DAGING AYAM PETELUR AFKIR YANG DITAMBAHKAN KEFIR PASTA DENGAN LEVEL BERBEDA | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan kefir pasta dengan level yang berbeda terhadap pH dan kadar asam laktat sosis fermentasi daging ayam petelur afkir. Materi yang digunakan adalah daging ayam petelur afkir (bagian dada dan paha), lemak (abdomen dan subkutan) dengan rasio antara daging dan lemak 80% : 20%, selongsong sosis kolagen, garam 2%, gula 1,5%, bumbu-bumbu (bawang putih 0,5%, lada putih 0,5%, cabai merah 0,5%, paprika merah 0,3%, dan kunyit 0,2%) dan kefir pasta. Metode penelitian adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi P0: Sosis tanpa penambahan starter kefir pasta (kontrol), P1: Sosis dengan penambahan starter kefir pasta 0,5%, P2: Sosis dengan penambahan starter kefir pasta 1,0%, P3: Sosis dengan penambahan starter kefir pasta 1,5%, P4: Sosis dengan penambahan starter kefir pasta 2,0%. Hasil menunjukan bahwa penambahan kefir pasta sebagai starter sosis fermentasi daging ayam petelur afkir memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kadar asam laktat dan pH Sosis, dengan rataan kadar asam laktat 1,70%, 1,69%, 1,40%, 1,37% dan 1,25%, serta rataan pH sosis 4.59, 4.85, 5.03, 5.13, dan 5.22. Kesimpulan penelitian adalah sosis fermentasi dengan penambahan kefir pasta sebagai starter mencapai 2% memiliki persentase kadar asam laktat yang semakin menurun dan pH sosis yang semakin meningkat. | The aim of this research was to study the effect of adding kefir paste with different level on pH value and lactic acid content of fermented sausage from spent hen meat The materials were spent hen meat (breast and thighs), fat (abdominal and subcutan fats) with ratio of meat and fat 80% : 20%, collagen casings, salt 2%, sugar 1,5%, spices (0,5% garlic powder, 0,5% white pepper powder, 0,5% red chili powder, 0,3% paprika powder, 0,2% turmeric powder) and kefir paste. The research method used was experimental method using a Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments and 4 replications. The treatments were P0: Sausage without addition of kefir paste starter (control), P1: Sausage with addition of kefir paste starter 0,5%, P2: Sausage with addition of kefir paste starter 1.0%, P3: Sausage with addition of kefir paste Starter 1.5%, P4: Sausage with the addition of kefir paste starter 2.0%. The result showed that the addition of kefir paste as starter for fermented sausage from spent hens meat resulted in highly significant effects on lactic acid and pH, with lactic acid level were 1.70%, 1.69%, 1.40%, 1 , 37% and 1.25%, and average pH were 4.59, 4.85, 5.03, 5.13, and 5.22. In conclusion, fermented sausage with the addition of kefir paste as a starter up to 2% has a reduced lactic acid content, and an increase pH values. | |
| 15414 | 19028 | C1A013069 | ANALISIS POLA KONSUMSI DAN JUMLAH PENGELUARAN RUMAH TANGGA MISKIN DI KELURAHAN ARCAWINANGUN KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga miskin dan pengaruh dari pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan tingkat pendidikan terhadap jumlah pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Arcawinangun Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga miskin penerima manfaat program subsidi Rastra sebanyak 626 KK yang bertempat tinggal di Kelurahan Arcawinangun Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Jumlah responden yang diambil adalah sebanyak 86 rumah tangga. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskripsi persentase, regresi linear berganda, dan uji elastisitas. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa pola konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Arcawinangun Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas lebih didominasi oleh konsumsi makanan daripada konsumsi non-makanan. Secara simultan jumlah pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap jumlah pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin. Secara parsial jumlah pendapatan dan jumlah anggota keluarga berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap jumlah pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin. Variabel pendapatan memiliki pengaruh paling besar terhadap jumlah pengeluaran konsumsi rumah tangga miskin di Kelurahan Arcawinangun Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini yaitu dalam upaya menjauhkan masyarakat dari kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan, pemerintah setempat harus mengoptimalkan pendapatan masyarakat dan mengatasi masalah banyaknya jumlah anggota keluarga. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga miskin yaitu dengan menyediakan lapangan pekerjaan dengan upah yang layak bagi masyarakat dan memberikan kemudahan akses modal untuk lapangan usaha sektor riil kepada seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan untuk mengatasi masalah banyaknya jumlah anggota keluarga, pemerintah dapat melakukan pengendalian kelahiran melalui optimalisasi program Keluarga Berencana. | This study aims to determine the pattern of poor household consumption and the influence of income, the number of family members, and the level of education to the total consumption expenditure of poor households in Arcawinangun Sub-district, Purwokerto Timur District, Banyumas Regency. Population in this research is all poor household beneficiaries of Rastra subsidy program as much as 626 KK residing in Arcawinangun Sub-district Purwokerto Timur Banyumas. The number of respondents taken is 86 households. The sampling technique using simple random sampling. Data were collected through questionnaires and interviews. Data analysis techniques used are percentage descriptions, multiple linear regression, and elasticity test. Based on the results of research and data analysis shows that the pattern of poor household consumption in Arcawinangun Sub-district Purwokerto Timur Banyumas more dominated by food consumption than non-food consumption. Simultaneously the amount of income, the number of family members, and the level of education affect the total consumption expenditure of poor households. Partially the number of income and the number of family members have a positive and significant influence, while the level of education does not affect the total consumption expenditure of poor households. The income variable has the greatest influence on the total consumption expenditure of poor households in Arcawinangun Sub-district, Purwokerto Timur District, Banyumas Regency. | |
| 15415 | 18718 | H1F012018 | GEOLOGI DAN STRUDI INKLUSI FLUIDA DAERAH HARGOREJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BAGELEN, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH | Penemuan sistem endapan mineral sulfidasi tinggi di Desa Hargerejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah berada di sisi barat pegunungan Kulonprogo dengan litologi satuan breksi andesit, satuan intrusi andesit, satuan intrusi dasit, satuan endapan alluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alterasi dan mineralisasi berdasarkan data XRD, XRF, AAS, petrografi, mineragrafi, inklusi fluida untuk mengetahui tipe endapan mineralnya. Terdapat 4 (empat) zona di lokasi penelitian yaitu (1) Zona Kuarsa + Albit + Klorit + Kalsit, (2) Zona Kuarsa + Muskovit + Monmorilonit, (3) Zona Kuarsa + Kaolin + Muskovit + Monmorilonit dan (4) zona silisifikasi. Mineralisasi yang terjadi merupakan mineralisasi logam dasar (Pb, Zn, Cu) dan Ag, Au. Dari hasil AAS keterdapatan unsur Pb ppm, Cu ppm, Zn ppm, Ag ppm, Au ppm. Mineral bijih yang dapat ditemukan antara lain pirit, kalkopirit, sfalerit, molibdenit, magnetit, malakit, kovelit, krisokola dan emas. Terdapat 2 sampel urat pada daerah penelitian. ST V 2.1 terbentuk pada temperatur yaitu 293,4 oC. dengan nilai salinitas yaitu 10,58 wt,% NaCl ekuivalen. Urat kuarsa tersebut memiliki karakterisistik yang khas secara fisik yaitu vuggy. Urat ST V 2.2 terbentuk pada temperatur yaitu 322,4 oC. dengan nilai salinitas yaitu 12,89 wt,%NaCl ekuivalen. Fluida hidrotermal pembawa mineralisasi diperkirakan berasal dari kedalaman 800-1200 mdpl. Dari semua hasil analisis dapat disimpulkan bahwa endapan mineral yang terjadi adalah endapan epitermal sulfidasi tinggi. | The high epithermal sulphidation system discovering in Hargerejo village, Bagelen Subdistrict, Regency of Purworejo, Central Java are located on the West side of the mountains of Kulonprogo lithology with breccia andesite unit, andesite intrusion unit, dacitic intrusion units, the unit of alluvial deposits. This research aims to study the alteration and mineralized based on data XRD, XRF, AAS, Petrography, mineragraphy to find out the type of mineral deposits. There are 4 zones, , i.e. the zone of Quartz + Chlorite + Calcite + Albit, Zone of Quartz + Muscovite + Quartz + Montmorillonit, Zone of Kaoline + Muscovite + Monmorilonit and Zone of sillisification. Mineralized happens is mineralized base metals (Pb, Zn, Cu) and Ag, Au. Results from the presence of elements of the AAS Pb ppm, Ag ppm, Zn ppm, Cu ppm, Au ppm. Ore minerals that can be found include pyrite, sphalerite, chalcopyrity, molybdenite, magnetite, malachite, covelite, chrysocolla and native gold. There are two vein sample in the study area. ST V 2.1 vein it was formed at the temperature of 293,4 oC with the salinity value of 10,58 wt,% NaCl equivalent. ST V 2.2 vein it was formed at the temperature of 322,4 oC with the salinity value of 12,89 wt,% NaCl equivalent. Hydrothermal fluid carried mirelization estimated come from a depth of 800-1200 meter before sea level. Of all analysis results can be concluded that the mineral deposits that occurs is the deposition of high sulfidation epitermal. | |
| 15416 | 18719 | C2C015014 | Efektifitas E-Learning Sebagai Sarana Pengembangan Karyawan Di Lingkungan BCA Cabang Cilacap. | Penelitian ini berjudul Efektifitas E-Learning Sebagai Sarana Pengembangan Karyawan Di Lingkungan BCA Cabang Cilacap. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui Efektifitas sistem E-Learning sebagai sarana pengembangan diri berdasarkan persepsi dan reaksi karyawan, menganalisis faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan E-Learning sebagai sarana pengembangan diri karyawan di BCA Cilacap, dan Mengeksplorasi model atau strategi intervensi yang pas agar pelaksanaan E-Learning sebagai sarana pengembangan diri karyawan ini berjalan efektif. E-Learning di BCA berjalan efektif karena sudah sesuai dengan sasaran dan tujuan yang dikehendaki oleh BCA, yaitu sebagai sarana pengembangan diri karyawan dan mempermudah akses karyawan untuk melakukan pelatihan dan pembelajaran dimanapun dan kapanpun. Masalah waktu adalah yang jadi masalah besar, mereka menganggap load pekerjaan yang tinggi tidak dapat menjadikan mereka mengakses E-Learning. Yang paling penting dalam model intervensi manajemen sumber daya manusia adalah, E-Learning BCA sudah digunakan sebagai indikator kinerja manajemen, dan indikator pengembangan bakat organisasi di BCA Cilacap. Kata kunci: Persepsi, E-Learning, Efektifitas, Pengembangan Organisasi | This research entitled E-Learning Effectiveness As an Employee Development Facility In BCA Cilacap Branch. The purpose of this research is to know the effectiveness of E-Learning system as a self-development tool based on employee's perception and reaction, analyze the factors that become obstacles in the implementation of E-Learning as self-employee development tool in BCA Cilacap Branch, and Exploring model or intervention strategy that fit for the implementation of E-Learning as a means of self-development of these employees run effectively. E-Learning at BCA is effective because it is in accordance with the goals and objectives desired by BCA, namely as a means of self-development of employees and facilitate employees access to conduct training and learning wherever and whenever. The problem of time is a big problem, they assume high job load can not make them access E-Learning. Most important in the human resource management intervention model is, E-Learning BCA has been used as an indicator of management performance, and an organizational talent development indicator at BCA Cilacap Branch. Keywords: Perception, E-Learning, Effectiveness, Organizational Development | |
| 15417 | 18720 | C1J013004 | THE EFFECT OF CIVIL SERVANT PROFESSIONAL TEACHER SUPPORT (TUNJANGAN PROFESI GURU PNS) OF SMP NEGERI 1 NUSAWUNGU ON THE LEVEL OF FAMILY CONSUMPTION | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Tunjangan Profesi Guru PNS di SMP Negeri 1 Nusawungu terhadap Tingkat Konsumsi Keluarga”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari tunjangan profesi guru PNS di SMP Negeri 1 Nusawungu terhadap tingkat konsumsi keluarga dan pengaruh dari variabel-variabel selain tunjangan profesi guru PNS di SMP Negeri 1 Nusawungu terhadap tingkat konsumsi keluarga. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu sumber informasi dan masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan di bidang pendidikan, khususnya yang berkenaan dengan gaji maupun tunjangan guru. Beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain tunjangan profesi guru PNS di SMP Negeri 1 Nusawungu per bulan, total pendapatan keluarga per bulan selain tunjangan profesi guru PNS di SMP Negeri 1 Nusawungu, jumlah anggota keluarga, dan rata-rata tabungan per bulan. Ada sejumlah 31 orang guru PNS di SMP Negeri 1 Nusawungu yang menjadi responden dalam penelitian ini. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui metode sensus ke semua guru PNS yang telah mendapatkan tunjangan profesi di SMP Negeri 1 Nusawungu dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari SMP Negeri 1 Nusawungu, SMP Negeri 2 Nusawungu, dan SMP Negeri 3 Nusawungu. Teknik analisis data yang digunakan pada skripsi ini adalah menggunakan model persamaan konsumsi dan Ordinary Least Square Model (OLS) dengan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Stata 12, menunjukkan bahwa tidak ada masalah multikolinearitas dan heterokedastisitas pada penelitian ini. Tunjangan profesi guru PNS di SMP Negeri 1 Nusawungu per bulan, total pendapatan keluarga per bulan selain tunjangan profesi guru PNS di SMP Negeri 1 Nusawungu, dan jumlah anggota keluarga mempunyai efek positif terhadap tingkat konsumsi keluarga per bulan. Sedangkan rata-rata tabungan per bulan memiliki efek negatif terhadap tingkat konsumsi keluarga per bulan. Implikasi dari kesimpulan di atas anatara lain, pemerintah seharusnya mengubah sistem distribusi tunjangan profesi guru PNS lebih baik dari sebelumnya untuk mengurangi masalah ketidaklancaran penerimaan tunjangan profesi guru PNS. Sehingga guru PNS dapat menerima tunjangan tersebut tepat waktu setiap tiga bulan sekali. Para guru PNS sebaiknya menerapkan pengendalian diri yang baik agar tidak cenderung pada pola hidup konsumtif. | The title of this research is “The Effect of Civil Servant Professional Teacher Support of SMP Negeri 1 Nusawungu on the level of Family Consumption”. This study aimed to analyze the effect of the civil servant professional teacher support of SMP Negeri 1 Nusawungu on the level of family consumption and the effect of the other variables beside civil servant professional teacher support of SMP Negeri 1 Nusawungu on the level of family consumption. The result of this study can be used as one source of information and input for the government in determining educational policy, especially related to the salaries and support of teachers. Some variables are used in this research among others the civil servant professional teacher support of SMP Negeri 1 Nusawungu per month, the total family income per month besides civil servant professional teacher support of SMP Negeri 1 Nusawungu, the number of family members, and the average saving per month. There are 31 civil servant teachers that are the respondents in this research. The data are used is the primary data and also the secondary data. The primary data were obtained through census method to all civil servant teachers who have earned a civil servant professional teacher support in SMP Negeri 1 Nusawungu with data collectiotn method using questionnaires through observation and interviews. And the secondary data were obtained from SMP Negeri 1 Nusawungu, SMP Negeri 2 Nusawungu, and SMP Negeri 3 Nusawungu. Data analysis technique that used in this research are the consumption equation and the Ordinary Least Square (OLS) model using simple regression analysis. Based on the result of this research and the data analysis using Stata 12, itcan be shown that there are no multicolinearity and heteroskedasticity problems in this research. The civil servant professional teacher support of SMP Negeri 1 Nusawungu per month, the total family income per month beside civil servant professional teacher support of SMP Negeri 1 Nusawungu, and the number of family members have a positive effect on the level of family consumption per month. But, the average saving per month has a negative effect on the level of family consumption per month. Government should improve the distribution system of civil servant professional teacher support better than before in order to reduce the disbursement delays problem. So the civil servant professional teacher can receive that support on time every three months. And the teachers should apply a good self-control in order not to tend to the consumptive lifestyle. | |
| 15418 | 18723 | C1F015053 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU PEMBERIAN OPINI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH | Tiap pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur/Bupati/Walikota diwajibkan untuk membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa keuangan (BPK). Sehubungan dengan itu, skripsi ini membahas hasil pemeriksaan keuangan negara yang dilakukan BPK dengan menggunakan Kelemahan Sistem Pengendalian Intern, Ketidakpatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan, dan Nilai Temuan Penyetoran ke Kas Daerah atau Penyerahan Aset sebagai varibael bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kelemahan Sistem Pengendalian Intern, Ketidakpatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan, dan Nilai Temuan Penyetoran ke Kas Daerah atau Penyerahan Aset terhadap terhadap pemberian opini Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2014 dan 2015. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelemahan Sistem Pengendalian Intern berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini LKPD, Ketidakpatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan berpengaruh negatif terhadap pemberian opini LKPD, dan Nilai Temuan Penyetoran ke Kas Daerah atau Penyerahan Aset tidak berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini LKPD. Aplikasi penelitian ini di masa yang akan datang disarankan agar pemerintah daerah di Indonesia bisa mengenali faktor-faktor penentu pemberian opini sehingga opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dapat tercapai. | Each local government in this case Governor / Regent / Mayor is obliged to make accountability report of APBD implementation to DPRD in the form of financial statement which has been examined by BPK. Accordingly, this research discusses the results of state financial audits conducted by BPK by using the weakness of Internal Control System, Non-Compliance with Legislation, and Value of Deposit Finding to Regional Cash or Asset Submission as free variables. This study aims to determine the effect of the weakness of the Internal Control System, the Non-compliance with the Laws and the Value of Findings of Deposits to the Regional Cash or Asset Submission to the opinion of the Supreme Audit Board of the Financial Report of the Regional Government (LKPD) for fiscal year 2014 and 2015. The result of the research shows that the weakness of Internal Control System has significant effect on giving opinion of LKPD, Non-compliance to Legislation has negative effect to giving opinion of LKPD, and Value of Deposit Finding to Regional Cash or Asset Submission have no significant effect to giving opinion of LKPD. The application of this research in the future suggested that local governments in Indonesia can recognize the determinants of opinion so that opinion Unqualified opinion (WTP) can be achieved. | |
| 15419 | 18724 | F1G011018 | Gambaran Mobilitas Sosial Tokoh Setadewa Dalam Novel Burung-Burung Manyar Karya Y.B. Mangunwijaya | Skripsi ini berjudul “Gambaran Mobilitas Sosial Tokoh Setadewa Dalam Novel Burung-Burung Manyar Karya Y.B. Mangunwijaya”. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini juga menggunakan tinjauan struktural novel yang berhubungan dengan mobilitas sosial dalam novel Burung-Burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya meliputi alur, penokohan dan latar. Manfaat penelitian ini, sebagai penerapan teori sosiologi sastra terutama dalam menggambarkan mobilitas sosial dan diharapkan dapat memberi pengatahuan kepada pembaca tentang mobilitas sosial tokoh Setadewa dalam novel Burung-Burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya. Fokus penelitian tertuju pada mobilitas sosial tokoh Setadewa dalam novel Burung-Burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya melalui kajian sosiologi sastra. Sumber data yang digunakan adalah novel Burung-Burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang penerapannya bersifat penuturan, pemaparan, menganalisis dan penafsiran. Hasil analisis terhadap novel diperoleh proses mobilitas sosial tokoh Setadewa sebagai tokoh utama. Proses mobilitas sosial tokoh Setadewa dibagi menjadi tiga yaitu perubahan status, peningkatan status dan penurunan status. Perubahan status terjadi ketika Setadewa yang semula anak SMT kemudian kuliah dan masuk ke dalam militer menjadi tentara KNIL. Peningkatan status terjadi ketika Setadewa yang masuk dalam KNIL yang semula seorang prajurit biasa mendapat kenaikan pangkat yang cukup cepat menjadi Letnan Dua berkat kerja kerasnya serta bantuan dari Verbruggen. Peningkatan status juga terjadi ketika Setadewa bekerja pada perusahaan minyak milik Amerika bernama Pasific Oil Wells Company. Stadewa mendapat jabatan sebagai seorang manajer produksi tidak lama setelah dia menikahi Barbara, anak dari kepala devisi eksploitasi perusahaan tersebut. Penurunan status terjadi ketika Setadewa masih masuk dalam KNIL. Belanda yang pada waktu itu gagal dalam menguasai kembali Indonesia harus terusir dari Indonesia. Hal tersebut membuat KNIL yang merupakan Tentara Kerajaan Belanda bubar dan membuat Setadewa kehilangan pekerjaan dan jabatan dalam KNIL. Penurunan status Setadewa juga terjadi ketika Setadewa berusaha membongkar praktik korupsi perusahaannya yang merugikan Indonesia. Setadewa dipecat secara tidak hormat oleh pemilik Pasific Oil Wells Company. | This research is entitled “The Profile of Setadewa Character’s Social Mobility in the Novel of Burung-Burung Manyar written by Y.B. Mangunwijaya”. This research uses a descriptive-qualitative method based on the novel structures related to social mobility in the novel of Burung-Burung Manyar written by Y.B. Mangunwijaya which consist of plots, characters, and settings. The significant of this research as one sociological literary theory implementation is especially to explain the social mobility and expected to enable the readers to obtain the knowledge particularly on Setadewa character’s social mobility in the novel Burung-Burung Manyar written by Y.B. Mangunwijaya. This research focuses on Setadewa character’s social mobility in the novel of Burung-Burung Manyar written by Y.B. Mangunwijaya through a literary sociological study. The data source is the novel of Burung-Burung Manyar written by Y.B. Mangunwijaya. The data are collected using reading and recording techniques. The data are then analyzed using a descriptive-qualitative analysis which implementation is in the forms of expressions, descriptions, analyses, and interpretations. The analytical results show the social mobility processes of Setadewa as the main character. The social mobility processes of Setadewa character are divided into three: status changes, improvements, and declines. The status changes started when Setadewa was previously just a student of SMT then he became a college student and eventually as a military officer at KNIL. The status improvement took place when Setadewa got a promotion from his previous military status at KNIL as a soldier then becoming a lieutenant two regarding to his own hard work and the help from Verbruggen. The next one was when Setadewa worked at an American oil Company named Pacific Oil Wells Company. Setadewa was given a position as a production manager no longer after he was married to Barbara, the daughter of a head division of that exploitation company. The status declines took place when Setadewa was still at KNIL. Once, the Dutch failed to rule Indonesia for the second time that they had to leave Indonesia. As a result, KNIL, the Dutch Military Force, was dismissed that Setadewa lost his job and position at KNIL. The other one was when he tried to uncover the corruption cases at the company which made great losses for Indonesia. Setadewa was fired in disgrace by the owner of Pacific Oil Wells Company. | |
| 15420 | 18725 | A1M013054 | REKAYASA DESAIN KEMASAN DAN LABEL EMPING MELINJO UKM MUSTIKA LANGGENG JAYA | Emping melinjo adalah sejenis keripik yang dibuat dari biji melinjo tua dan merupakan salah satu komoditi pertanian yang memiliki harga tinggi. Makanan ringan ini cukup banyak diproduksi oleh industri skala kecil. Usaha Kecil Menengah (UKM) Mustika Langgeng Jaya adalah salah satu UKM yang memproduksi emping melinjo di Desa Binangun, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas namun kemasan emping yang digunakan masih sederhana dan kurang menarik serta kurang memberikan informasi mengenai produk kepada konsumen. Pemilihan model kemasan yang baru dan penentuan atribut label diharapkan mampu meningkatkan minat konsumen membeli emping melinjo UKM Mustika Langgeng Jaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap: 1) Jenis bahan dan bentuk kemasan emping melinjo; 2) Desain label kemasan; 3) Atribut label. Penelitian ini merupakan penelitian survai untuk memilih kemasan baru dan menentukan atribut label pada kemasan. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Unsoed yang cara pengambilannya ditentukan dengan metode snowball sampling. Total responden penelitian ini sebanyak 100 orang yang ditentukan dengan metode slovin. Variabel yang diamati meliputi preferensi konsumen terhadap jenis bahan dan bentuk kemasan, desain label kemasan dan atribut label kemasan emping melinjo. Data yang diperoleh dari responden dianalisis menggunakan analisis varian (uji F), apabila hasil menunjukan ada perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan yang paling disukai oleh konsumen adalah stand up pouch kombinasi zipper, desain kemasan label yang paling disukai adalah desain 2 yang berwarna kuning gelap bercorak merah dan mempunyai ilustrasi wajah senyum, dan sedangkan atribut label informasi yang penting untuk dicantumkan berturut-turut yaitu tanggal kedaluwarsa, halal bagi yang dipersyaratkan, nama produk, nomor ijin Dinas Kesehatan (P.IRT), nama merek, komposisi bahan, nomor dan kode produksi, informasi nilai gizi, berat bersih, nama dan alamat produsen. | Emping melinjo is a kind of chips made from old melinjo seeds and is one of the agricultural commodities that have a high price. These snacks are quite a lot by small scale industries. Small and Medium Enterprises (SME) Mustika Langgeng Jaya is a SME that produces emping melinjo in Binangun Village, Banyumas Subdistrict, Banyumas Regency but chips packaging used is still simple and less interesting and less provide information about the product to consumers. The selection of new packaging models and label attribute arrangements are expected to increase consumer interest in purchasing emping melinjo SME Mustika Langgeng Jaya. The purpose’s of this research are to know consumer preference to: 1) Material type and form of melinjo emping packaging; 2) Packaging label design; 3) Label attribute. This study is a survey research to select new packaging and establish the label attribute on the packaging. Respondents in this research are Unsoed students whose way of taking is determined by snowball sampling method. Total respondents of this study as many as 100 people determined by slovin method. The variables observed include consumer preferences for the type of materials and packaging forms, packaging label designs and attributes of melinjo emping packaging labels. Data obtained from the respondents were analyzed using variance analysis (F test), if the results showed no difference then continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) test at 5% test level. The results show that the most favored packaging by consumers is the stand-up pouch combination zipper, The most favored label packaging design is a red yellow 2nd patterned design and has a smiley face illustration and while the label attribute information is important to be included respectively that is the expiration date, kosher for the required, the product name, license number of Health Office (P.IRT), brand name, material composition, number and production code, nutritional value information, net weight, name and address of producer. |