Artikelilmiahs
Menampilkan 50.841-50.844 dari 50.844 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 50841 | 54255 | J1E022014 | Improving Students' Vocabulary Mastery Using Children's Digital Books (A Pre-Experimental Research on the Fifth Grade Students of MI Ma'arif NU Bantar in the Academic Year 2025/2026) | Studi ini membahas media alternatif yang dapat digunakan oleh guru dalam mengajarkan kosakata kepada anak-anak, yaitu buku digital anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan penguasaan kosakata siswa kelas lima setelah belajar menggunakan buku digital anak-anak, (2) mengeksplorasi respons siswa, dan (3) mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental yang melibatkan 28 siswa kelas lima di MI Ma’arif NU Bantar tahun ajaran 2025/2026 sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner, dan wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t sampel berpasangan menggunakan SPSS 27, sedangkan data kualitatif dari wawancara dianalisis secara tematik menggunakan Atlas.ti. Hasil tes menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 56,86 pada pre-test menjadi 78,11 pada post-test. Uji t sampel berpasangan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Lebih lanjut, hasil kuesioner menunjukkan bahwa siswa merespons secara positif terhadap penggunaan buku digital anak-anak, khususnya dalam hal motivasi dan kegunaan dalam pembelajaran kosakata. Temuan wawancara lebih lanjut mengungkapkan bahwa siswa mengalami beberapa tantangan, seperti kosakata yang tidak familiar, masalah kejelasan audio, dan kebisingan di kelas. Kesimpulannya, penggunaan buku digital anak-anak terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas lima di MI Ma’arif NU Bantar. | This study deals with an alternative media that can be used by teachers in teaching vocabulary to young learners, namely children’s digital books. This research aimed to (1) find out the improvement in fifth-grade students’ vocabulary mastery after learning using children’s digital books, (2) explore students’ responses, and (3) identify the challenges they encountered during the learning process. This research employed a pre-experimental design involving 28 fifth-grade students at MI Ma’arif NU Bantar in the academic year 2025/2026 as participants. Data were collected through tests, questionnaires, and semi-structured interviews. The quantitative data were analyzed using descriptive statistics and a paired-sample t-test using SPSS 27, while the qualitative data from the interviews were analyzed thematically using Atlas.ti. The test results revealed that students’ mean score increased from 56.86 in the pre-test to 78.11 in the post-test. The paired-sample t-test showed the significance value is 0.000 < 0.05. Furthermore, the questionnaire results indicated that students responded positively to the use of children’s digital books, particularly in terms of motivation and usefulness in learning vocabulary. The interview findings further revealed that students experienced several challenges, such as unfamiliar vocabulary, audio clarity issue, and noisy classroom. In conclusion, the use of children’s digital books was proven to be effective in improving fifth-grade students’ vocabulary mastery at MI Ma’arif NU Bantar. | |
| 50842 | 54256 | E1A022189 | AKIBAT HUKUM PERALIHAN HAK ASUH ANAK DARI AYAH KEPADA BIBI (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Kutacane Nomor 7/Pdt.G/2025/PN Ktn) | Perolehan hak asuh anak melalui putusan pengadilan merupakan langkah hukum krusial untuk memberikan kepastian dan jaminan perlindungan terhadap tumbuh kembang anak. Penelitian ini mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Kutacane Nomor 7/Pdt.G/2025/PN Ktn mengenai sengketa peralihan hak asuh anak dari ayah kandung kepada bibi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim serta akibat hukum dari perpindahan hak asuh dari orang tua kandung kepada kerabat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim secara mutlak didasarkan pada asas kepentingan terbaik bagi anak (The best interest of the child). Fakta di persidangan membuktikan bahwa ayah kandung melakukan kelalaian berat dengan menelantarkan dan abai terhadap keselamatan anak yang membutuhkan penanganan medis darurat akibat kelainan jantung bocor, sedangkan sang bibi secara nyata telah merawat dan membiayai pengobatan anak tersebut. Akibat hukum dari putusan ini mencakup dua hal fundamental: pertama, hilangnya hak pengasuhan ayah kandung tanpa menggugurkan kewajiban mutlaknya dalam memberikan nafkah, biaya pendidikan, dan pengobatan medis anak; kedua, terciptanya kepastian status yuridis bagi bibi sebagai wali sah secara de jure, yang melindungi perlindungan masa depan anak dari ancaman ketidakpastian administratif dan intervensi sepihak di kemudian hari. | Obtaining child custody through a court decision is a crusial legal step to provide certainly and guarantee protection for the child’s growth and development. This research examines the Kutacane District Court Decision Number 7/Pdt.G/2025/PN Ktn regarding the dispute over the transfer of child custody from a biological father to an aunt. The objective of this study is to analyze the judge's legal reasoning and the legal consequences of transferring child custody from a biological parent to a relative. This research is a normative juridical study utilizing a statutory approach, a case approach, and a conceptual approach. The results indicate that the judge's reasoning was fundamentally based on the "best interest of the child" principle. Facts revealed during the trial proved that the biological father committed severe negligence by abandoning and ignoring the safety of the child, who required emergency medical treatment for a congenital heart defect, while the aunt practically cared for and financed the child's medical treatment. The legal consequences of this decision encompass two fundamental aspects: first, the loss of the biological father's custody authority without nullifying his absolute obligation to provide for the child's financial maintenance, education, and medical costs; second, the establishment of legal certainty regarding the aunt's status as a de jure legal guardian, which secures the child's future protection from administrative uncertainty and unilateral intervention. | |
| 50843 | 54251 | C2A024014 | Mandiri Atau Bergantung? Analisis Desentralisasi Fiskal dan Belanja Daerah di Kabupaten Kuningan | Pelaksanaan otonomi daerah menuntut Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kemandirian keuangan guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari Pemerintah Pusat. Penelitian ini menganalisis tingkat kemandirian keuangan daerah serta keterkaitan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, belanja modal, dan belanja operasi di Kabupaten Kuningan dalam kurun waktu 2004–2020. Penelitian menggunakan data sekunder yang dianalisis dengan pendekatan Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF) dan metode Regresi Linier Berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata DDF Kabupaten Kuningan sebesar 8,31 persen yang termasuk dalam kategori Sangat Kurang, sehingga mengindikasikan rendahnya tingkat kemandirian keuangan daerah. Temuan empiris menunjukkan bahwa PAD tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja modal, namun berpengaruh positif terhadap belanja operasi. Sementara itu, dana perimbangan berpengaruh signifikan dan positif terhadap belanja modal maupun belanja operasi. Hasil penelitian ini menegaskan tingginya ketergantungan fiskal Kabupaten Kuningan terhadap dana transfer dari Pemerintah Pusat serta menunjukkan bahwa pengelolaan belanja daerah masih didominasi oleh belanja operasi dibandingkan belanja modal. | The implementation of regional autonomy requires Local Governments to strengthen their financial independence in order to reduce their reliance on transfer funds from the Central Government. This study analyzes the level of regional financial independence and examines the relationship between Local Own-Source Revenue, intergovernmental transfer funds, capital expenditure, and operating expenditure in Kuningan Regency during the 2004–2020 period. The study employs secondary data, which are analyzed using the Fiscal Decentralization Degree approach and Multiple Linear Regression analysis. The findings reveal that the average Fiscal Decentralization Degree of Kuningan Regency is 8.31%, which falls into the Very Low category, indicating a low level of regional financial independence. The empirical results show that Local Own-Source Revenue has no significant effect on capital expenditure but has a positive effect on operating expenditure. Meanwhile, intergovernmental transfer funds have a significant and positive effect on both capital expenditure and operating expenditure. These findings confirm Kuningan Regency’s high fiscal dependence on transfer funds from the Central Government and indicate that regional expenditure management remains predominantly focused on operating expenditure rather than capital expenditure. | |
| 50844 | 54257 | J1E022001 | The Correlation of Students' Motivation and Self-Efficacy With Their Achievement In Situational Speaking (Correlational Study of the 2024 Cohort of Students in the English Language Education Study Program, Jenderal Soedirman University | Penelitian ini berfokus pada hubungan antara motivasi belajar, efikasi diri, dan capaian berbicara bahasa Inggris pada mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman cohort 2024. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi tingkat motivasi dan efikasi diri mahasiswa, (2) menguji hubungan antara motivasi mahasiswa dan pencapaian berbicara, serta (3) menguji hubungan antara efikasi diri mahasiswa dan pencapaian berbicara pada mahasiswa Angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 30 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Situational Speaking. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur motivasi dan efikasi diri, sedangkan data pencapaian berbicara diperoleh dari dokumen nilai mata kuliah. Kuesioner telah melalui Expert Judgment, uji coba (piloting), uji validitas, dan uji reliabilitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi (M = 31,90) dan efikasi diri berbicara (M = 35,77) berada pada kategori sedang. Motivasi memiliki hubungan positif rendah dan tidak signifikan dengan pencapaian berbicara (r = 0,314; p = 0,091), sedangkan efikasi diri memiliki hubungan positif sedang dan signifikan (r = 0,505; p = 0,004). Temuan ini menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki hubungan yang lebih kuat dengan pencapaian berbicara dibandingkan dengan motivasi. Dengan demikian, motivasi dan efikasi diri mahasiswa dapat membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam pencapaian berbicara mereka. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan efikasi diri mahasiswa dalam kegiatan berbicara serta dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya yang mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan pencapaian berbicara. | This study focuses on the relationship between students’ motivation, speaking self-efficacy, and speaking achievement in English language learning. It aimed to (1) identify the levels of students’ motivation and self-efficacy, (2) examine the correlation between students’ motivation and speaking achievement, and (3) investigate the correlation between students' self-efficacy and speaking achievement among the 2024 cohort of English Language Education at Jenderal Soedirman University. This study employed a quantitative correlational design involving 30 students enrolled in the Situational Speaking course. Data were collected using questionnaires measuring motivation and self-efficacy, while speaking achievement was obtained from course documents. The questionnaire was validated through expert judgment, piloting, validity, and reliability testing. Data were analysed using descriptive statistics and Pearson Product-Moment Correlation. The findings revealed that students’ motivation (M = 31.90) and speaking self-efficacy (M = 35.77) were both at the medium level. The Pearson correlation analysis showed a low positive and statistically insignificant relationship between motivation and speaking achievement (r = 0.314, p = 0.091). In contrast, self-efficacy demonstrated a moderate positive and statistically significant relationship with speaking achievement (r = 0.505, p = 0.004). These findings indicated that self-efficacy has a stronger relationship with speaking achievement than motivation. In conclusion, both motivation and self-efficacy are important in English language learning; however, self-efficacy is more strongly associated with students’ speaking achievement than motivation. Strengthening students’ self-efficacy may help improve their speaking performance. The findings of this study highlighted the importance of strengthening students’ self-efficacy in speaking activities and provided a reference for future studies on factors related to speaking achievement. |