Artikelilmiahs

Menampilkan 15.421-15.440 dari 49.860 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1542118726C1L013015Determinant of Internet Financial Reporting in Indonesian Local GovernmentsPemerintah daerah diharapkan dapat memberikan informasi yang relevan terkait keuangan dan kinerjanya kepada masyarakat melalui media yang mudah diakses agar dapat memenuhi asas akuntabilitas dan transparansi. Informasi keuangan melalui internet disebut IFR (Internet Financial Reporting) yang merupakan gabungan antara kemampuan multimedia internet dan kemampuan untuk mengkomunikasikan informasi keuangan secara interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris faktor-faktor yang mempengaruhi pelaporan keuangan internet oleh pemerintah daerah di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan lima variabel yaitu kompetisi politik, ukuran, ketergantungan, kekayaan dan jenis pemerintahan daerah. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik sampel bertujuan. Total sampel dalam penelitian ini adalah 130 pemerintah daerah yang terdiri dari 97 kabupaten (74,6%) dan 33 kota (25,4%). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa persaingan politik, ukuran dan kekayaan pemerintah daerah memiliki pengaruh positif terhadap pelaporan keuangan internet di Indonesia. Dua variabel lainnya, ketergantungan dan jenis pemerintah daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap pelaporan keuangan di internet oleh pemerintah daerah Indonesia.
Local Governments are expected to provide relevant information related to their finance and performance to the public through the media that is easily accessible in order to meet the principles of accountability and transparency. The financial information through internet is called IFR (Internet Financial Reporting) which is a combination between the internet multimedia capability and capacity to communicate the financial information interactively. The objective of this study is to empirically examine determinants of internet financial reporting by local government in Indonesia.
This study uses five variables there are Political Competition, Size, Dependency, Wealth and Type of Local Government. The sample in this study selected with purposive sampling. Total sample in this study are 130 local governments which contain 97 regency (74,6%) and 33 municipal (25,4%). Analysis method used in this study is multiple liner regression. The result shows that political competition, size and wealth of local government have a positive influence to the internet financial reporting in Indonesia. Two other variables, dependency and type of local government do not significantly affect to the internet financial reporting in Indonesian local goverments.
1542218727D1E013218PENGARUH TINGGI ARANG AKTIF PADA BEJANA BERDIAMETER 2,5 CM TERHADAP WARNA DAN BAU PRENGUS SUSU KAMBING SEGARPengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 09 Februari - 01 Maret 2017 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh tinggi arang aktif dalam bejana berdiameter 2,5 cm yang dilewati susu kambing terhadap warna dan bau prengus susu kambing segar. Materi penelitian yang digunakan adalah susu kambing segar 6,5 liter, arang aktif produk PURE IT sebanyak 2 paket dan bejana berdiameter 2,5 cm. Penelitian ini menggunakan dua rancangan, (1) Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk warna susu dengan 4 perlakuan yaitu susu tidak dilewatkan pada arang aktif (P0), susu dilewatkan pada arang aktif dengan tinggi 4 cm (P1), 8 cm (P2) dan 12 cm (P3). Setiap perlakuan diulang 5 kali, sementara (2) Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji organoleptik. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis menunjukan bahwa perlakuan melewatkan susu kambing segar pada arang aktif dalam bejana berdiameter 2,5 cm berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap warna dan bau prengus susu kambing. Kesimpulan, penggunaan arang aktif dengan tinggi yang berbeda menghasilkan warna dan bau prengus susu kambing sama.Data collection was conducted from February, 09th till March, 01st 2017 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The purposes of this research were to investigate the effect of height activated charcoal in vessel with diameter 2.5 cm on color and goaty smell at fresh goat’s milk. The material of this research were used 6,5 liters of fresh goat's milk, activated charcoal from PURE IT 2 package and vessel with diameter 2,5 cm. This research using two design, (1) Completely Randomized Design (CRD) for color of milk with 4 treatments namely without pass the milk on activated charcoal (P0), pass the milk on activated charcoal with a height of 4 cm (P1), 8 cm (P2) and 12 cm (P3). Each treatment was repeated 5 times, while (2) Randomized Blok Design (RBD) for an organoleptic test. Data were analyzed using analysis of variance. The result of the analysis showed that treatment with fresh goat's milk skipped on activated charcoal in vessel with diameter 2.5 cm not significant effect (P>0.05) on the color and goaty smell at fresh goat’s milk. The conclusion, the use of activated charcoal with different height produces the same color and goaty smell at fresh goat’s milk.
1542318697F1D013004NETRALITAS MEDIA DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH
TAHUN 2013 DI KOTA BANJAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran media massa lokal dan sekaligus menganalisis netralitas media massa sebagai bagian dari agen perubahan pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2013 di Kota Banjar. Diantaranya ada surat Kabar Priangan, Harapan Rakyat, Radar Tasikmalaya dan Pikiran Rakyat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi untuk mendukung analisis dan interpretasi data. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling dengan memilih informan berdasarkan rekomendasi informan kunci. Penelitian ini menggunakan analisis data interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi sebagai tinjauan ulang pada catatan lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran dari media massa sebagai komunikasi politik terhadap pilkada tahun 2013 di Kota Banjar menganut sistem simbiosis mutualisme. Dimana nantinya media tersebut akan mempromosikan salah satu dari kandidat. Hal tersebut dikarenakan adanya kerjasama bisnis yang menghasilkan profit bagi media. (2) Netralitas media massa pada waktu pilkada tahun 2013 dianggap tidak netral. Media massa dinilai sulit menjaga independensi dalam peliputan pilkada ketika berhadapan dengan pemilik modal atau kepentingan kandidat yang membangun pencitraan lewat kerjasama atau iklan di media. Berdasarkan penelitian pemberitaan harian umum Kabar Priangan, Harapan Rakyat dan Radar Tasikmalaya pada saat pilkada 2013 dianggap tidak netral. Secara kelembagaan ketiga media tersebut berupaya menjadi media yang netral dan tidak berpihak kepada kelompok manapun. Harian Kabar Priangan sendiri cenderung memberikan informasi dan berita dengan intensifnya memunculkan salah satu kandidat. Sementara untuk Pikiran Rakyat sendiri pada waktu pilkada tahun 2013 di Kota Banjar dinilai netral.
This study aims to describe how the role of local mass media and simultaneously analyze the neutrality of the mass media as part of the change agent at the Regional Head Election in 2013 in Banjar City. Among them are Priangan newspapers, Harapan Rakyat, Radar Tasikmalaya and Pikiran Rakyat. The study used qualitative method with phenomenology approach. Data collection in this study used in-depth interview techniques and documentation to support data analysis and interpretation. Selection of informants using purposive sampling and snowball sampling techniques by selecting informants based on key informant recommendations. This study uses interactive data analysis, ie data reduction, data presentation, and conclusion or verification as a review of field notes.
The results show that (1) The role of the mass media as political communication towards the elections 2013 in Banjar City embraces a system of symbiotic mutualism. Where later the media will promote one of the candidates. This is due to a business cooperation that generates profit for the media. (2) The neutrality of mass media during the elections in 2013 is considered neutral. Mass media are considered difficult to maintain independence in the coverage of elections when dealing with the owners of capital or interests of candidates who build imaging through cooperation or advertising in the media. Based on the research of daily public news of Priangan newspapers, Harapan Rakyat, and Radar Tasikmalaya at the time of elections 2013 is considered not neutral. Institutionally, these three media attempts to be a neutral and impartial media to any group. Daily news of the Priangan itself tends to provide information and news with the intensive to bring one of the candidates. While for Pikiran Rakyat itself at the time of elections in 2013 in Banjar city considered neutral.
1542418728F1D012027GERAKAN POLITIK LINGKUNGAN
Kontestasi Kepentingan Nelayan dan Pemerintah dalam Kebijakan Pelarangan Alat Tangkap Ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets)Tahun 2015
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk untuk; 1) Mendeskripsikan struktur aktor dan framing politik gerakan Front Nelayan Bersatu dalam menolak kebijakan pelarangan alat tangkap ikan pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets). 2) Menganalisa serta menjelaskan benturan kepentingan antara pemerintah dengan nelayan dalam gerakan Front Nelayan Bersatu dalam kebijakan pelarangan alat tangkap ikan pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets) tahun 2015. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif pluralisme dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa struktur aktor gerakan Front Nelayan Bersatu tidak memiliki struktur yang begitu jelas, ketua gerakan merupakan aktor penting dalam gerakan tersebut. Proses Framing politik gerakan yang digunakan Front Nelayan Bersatu dalam menolak kebijakan pelarangan alat tangkap ikan pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets) adalah 1. punctuation, 2. attribution, 3. articulation. Ketiga proses tersebut membentuk framing gerakan dengan isu ketidakadilan, menyengsarakan, dan tidak pro nelayan. Sehingga target yang dapat disalahkan adalah Menteri Kelautan dan Perikanan selaku pembuat kebijakan. Kontestasi kepentingan antara nelayan dan pemerintah merupakan benturan kepentingan antara ekologi dan ekonomi. Kepentingan pemerintah adalah sustainability sumber daya laut supaya profesi nelayan tetap menguntungkan. Sementara kepentingan nelayan adalah ekonomi, karena selama ini alat tangkap cantrang cukup efektif untuk mendapatkan ikan. Sehingga nelayan merasa terancam dengan kebijakan tersebut.This research-based paper aims at (1) describe the structure of actors and political framing of the United Fisherman Front in rejecting the policies that prohibit rigger trawl fishing gear (trawl) and trawl drag (Seine Nets), (2) analyze and explain the conflict interest between the government and fisherman in the United Fisherman Front movement when responds to the policy of trawl fishing gear device and trawl drag prohibitions in year 2015 By using a qualitative method and case study approach in the framework of the pluralism perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that the structure of actors in the United Fisherman Front movement does not have a clear structure, however Bambang Wicaksana as a chairman is an important actor of the movement. The political framing that used by the United Fisherman Front in rejecting the policy of trawl fishing gear device and trawl drag is injustice, misery, and not pro-fisherman. Thus, the target that deserves to be blamed is the Minister of Maritime and Fisheries as policy makers. Conflict interest between the Fishermen and the Government (Ministry of Maritime Affairs and Fisheries) is the conflict caused by the difference of ecological and economical standing. The government wants the sustainability of marine resources in order to remain profitable fishing profession for the fisherman later on. While the fisherman felt aggrieved over the policy which made their incomes declined, or even the fishermen could not go fishing casually
1542518730C1A013096DETERMINAN INFLASI JAWA TENGAH: SUATU PERSPEKTIF NON MONETERDinamika inflasi nasional dipengaruhi oleh inflasi regional. Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan tingkat inflasi paling stabil di Pulau Jawa berperan sebagai leader inflation untuk provinsi-provinsi lain di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan inflasi Jawa dalam perspektif non moneter.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model (FEM). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama pengeluaran pemerintah, upah minimum kabupaten, produktivitas tenaga kerja, pendapatan per kapita, dan kondisi infrastruktur berpengaruh terhadap inflasi. Secara parsial, produktivitas tenaga kerja, pendapatan per kapita, dan kondisi infrastruktur memberikan hasil yang signifikan terhadap inflasi di Jawa Tengah. Sementara itu, pengeluaran pemerintah dan upah minimum kabupaten memberikan hasil yang tidak signifikan terhadap inflasi di Jawa Tengah.
Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, bank Indonesia, pihak swasta, dan tim pengendali inflasi daerah harus terus meningkatkan koordinasi dan kerjanya sehingga inflasi di daerah rendah dan stabil.
National inflation influenced by regional inflation. Central java as one of many provinces in Indonesia play a pivotal role as a leader inflation that influenced other provinces in Indonesia. this study aim to analyze the determinant inflation in Cental Jawa with non monetary factors perspective.
This study ddone by panel data regresion with Fixed Effect Model (FEM) Approach. The results of this study indicate that jointly government expenditure, region minimum wage, labor productivity, income per capita, and infrastructure conditions have an effect on inflation. Partially, labor productivity, income per capita, and infrastructure conditions provide significant results for inflation in Central Java. Meanwhile, government expenditure and region minimum wages provide insignificant results on inflation in Central Java.
The implication of this research is that all parties, both Central Government, Local Government, Indonesian Central Bank, private sector and regional inflation control team must continuously improve their coordination so that regional inflation keep low and stable.
1542618729A1L013067KAJIAN PENGGUNAAN LARUTAN PENGAWET DALAM MEMPERTAHANKAN KESEGARAN BUNGA POTONG SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa L.)Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji penggunaan larutan pengawet dalam meningkatkan kualitas bunga potong sedap malam,2) mengetahui komposisi larutan pengawet terbaik dalam mempertahankan kesegaran buga potong sedap malam (Polianthes tuberosa l.), 3) mengetahui lama masa kesegaran buga potong sedap malam (Polianthes tuberosa l.) apabila direndam pada larutan pengawet selama peragaan. Penelitian telah dilaksanakan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto pada bulan Februari 2017 sampai Maret 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis dengan Uji F dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) penggunaan larutan pengawet mampu mempertahankan kesegaran bunga potong sedap malam, 2) penggunaan komposisi larutan pengawet yang berbeda memberikan lama kesegaran yang berbeda pada bunga sedap malam. Perlakuan (P0) mampu mempertahankan kesegaran 10,16 hari, (P1) mampu mempertahankan kesegaran 10,66 hari, (P2) mampu mempertahankan kesegaran 10,33 hari, (P3) mampu mempertahankan kesegaran 10,66 hari , (P4) mampu mempertahankan kesegaran 10,66 hari, (P5) mampu mempertahankan kesegaran 11,5 hari, (P6) mampu mempertahankan kesegaran 12,16, (P7) mampu mempertahankan kesegaran 12,5 hari, dan (P8) mampu mempertahankan kesegaran 13 hari, 3) komposisi larutan pengawet 6% Gula + 50 ppm Asam Benzoat + 200 ppm Asam Sitrat merupakan komposisi terbaik yang mampu memperpanjang kesegaran bunga potong sedap malam lebih lama dibandingkan dengan perlakuan lain dengan masa kesegaran hingga 13 hari.This research aimed to : 1) assess the use of preservative solution to extend vase life of tuberose cut flower, 2) determine the composition of preservative solution to extend vase life of tuberose cut flower, 3) dertemine the long periode of vase life of tuberose cut flower. This research was conducted at the Laboratory of Agronomy and horticuture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University on February until March 2017. This research use radomized block design (RBD) non faktorial with 9 treatments combination repeated three times. Data were analyzed with F test and continued with DMRT 5%. The result showed 1) the use of preservative solution could maintain the freshness of tuberose cut flower, 2) the use of different composition give a different vase life of tuberose. Treatment (P0) could maintain vase live 10,66 day, (P1) could maintan vase live 10,66 day, (P2) could maintain vase live 10,33 day, (P3) could maintain vase live 10,66 day , (P4) 3 could maintain vase live 10,66 day, (P5) could maintain vase live 11,5 day, (P6) could maintain vase live 12,16 day, (P7) could maintain vase live 12,5 day, dan (P8) could maintain vase live 13 day, 3) composition of preservative supplement 6% sugar +50ppm benzoic acid + 200 ppm Citric acid could maintain freshness of vase live tuberose cut flower more than the other treatment with vase live until 13 day.
1542718630D1E013244KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK DAUN UBI JALAR, KACANG TANAH, KACANG PANJANG, KEMBANG SEPATU SECARA INVITROPenelitian dilaksanakan mulai tanggal 19 Februari - 04 Maret 2017 di Laboraturium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik yang paling baik dari daun ubi jalar, daun kacang tanah, daun kacang panjang, dan daun kembang sepatu secara in vitro. Materi penelitian yang digunakan berupa daun ubi jalar, daun kacang tanah, daun kacang panjang, dan daun kembang sepatu, konsentrat yang terdiri dari pollard, bungkil kelapa, onggok, mineral, dedak padi, dan urea. Imbangan kosentrat dengan hijauan yang digunakan adalah 60% : 40%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P1 (Konsentrat 60% + 40% daun ubi jalar), P2 (Konsentrat 60% + 40% daun kacang tanah), P3 (Konsentrat 60% + 40% daun kacang panjang), dan P4 (Konsentrat 60% + 40% daun kembang sepatu) dan setiap perlakuan diulang 5 kali. Data yang diperoleh dihitung menggunakan persamaan aljabar kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil analisis menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Berdasarkan uji beda nyata jujur (BNJ) dengan membandingkan nilai tengah perlakuan didapatkan bahwa kecernaan bahan kering antara P1 vs P3 (20,73 ± 1,93 vs 29,42 ± 1,56), P1 vs P4 (20,73 ± 1,93 vs 32,54 ± 1,73), P2 vs P3 (22,88 ± 2,49 vs 29,42 ± 1,56), P2 vs P4 (22,88 ± 2,49 vs 32,54 ± 1,73) berbeda sangat nyata (P<0,01), dan P1 vs P2 (20,73 ± 1,93 vs 22,88 ± 2,49) P3 vs P4 (29,42 ± 1,56 vs 32,54 ± 1,73) berbeda tidak nyata (P>0,05). Kecernaan bahan organik antara P1 vs P3 (23,11 ± 1,65 vs 32,11 ± 2,35), P1 vs P4 (23,11 ± 1,65 vs 35,02 ± 2,09), P2 vs P3 (25,39 ± 2,86 vs 32,11 ± 2,35), P2 vs P4 (25,39 ± 2,86 vs 35,02 ± 2,09) berbeda sangat nyata (P<0,01), dan P1 vs P2 (23,11 ± 1,65 vs 25,39 ± 2,86) P3 vs P4 (32,11 ± 2,35 vs 35,02 ± 2,09) berbeda tidak nyata (P>0,05). Kecernaan bahan kering dan bahan organik dari yang tertinggi ke terendah secara berturut-turut adalah daun kembang sepatu, daun kacang tanah, daun kacang panjang, dan daun ubi jalar.The Research was conducted from 19th of February to 04th of March 2017 at the Nutrition Science and Animal Feed Laboratory, Animal Husbandry Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The purpose of this research was to know the best dry matter and organic matter digestibility of sweet potatoes, peanut, long bean, and hibiscus leaf by in vitro. The materials of this research were sweet potato, peanut, long bean, and hibiscus leaves, concentrate consisted of pollard, coconut cake, onggok, mineral, rice bran, and urea. The ratio of concentrate to forage of the feed was 60% : 40%. Completely Randomized Design (CRD) was used in this research with 4 treatments: P1 (60% concentrate + 40% sweet potato leaves), P2 (60% concentrate + 40% peanut leaves), P3 (60% concentrate + 40% long bean leaves), and P4 (60% Concentrate + 40% hibiscus leaves) and each treatment was repeated 5 times. Data were calculated by using an algebraic method then the data were analyzed using analysis of variance and followed by Honesty Significant Difference (HSD) test. The results of the analysis showed, treatment had a highly significant effect (P<0.01) on dry matter digestibility and organic matter digestibility. Honesty Significant Difference (HSD) test by comparing the mean values of treatments showed that dry matter digestibility between P1 vs P3 (20.73 ± 1.93 vs 29.42 ± 1.56), P1 vs P4 (20.73 ± 1.93 vs 32.54 ± 1.73), P2 vs P3 (22.88 ± 2.49 vs 29.42 ± 1.56), P2 vs P4 (22.88 ± 2.49 vs 32.54 ± 1.73) were significantly different (P <0.01), and P1 vs P2 (20.73 ± 1.93 vs 22.88 ± 2.49) P3 vs P4 (29.42 ± 1.56 vs 32.54 ± 1.73) were not significantly different (P> 0.05). The digestibility of organic matter between P1 vs P3 (23.11 ± 1.65 vs 32.11 ± 2.35), P1 vs P4 (23.11 ± 1.65 vs 35.02 ± 2.09), P2 vs P3 (25.39 ± 2.86 vs 32.11 ± 2.35), P2 vs P4 (25.39 ± 2.86 vs 35.02 ± 2.09) were significantly different (P <0.01), and P1 vs P2 (23.11 ± 1.65 vs 25.39 ± 2.86) P3 vs P4 (32.11 ± 2.35 vs 35.02 ± 2.09) were not significantly different (P> 0.05). The dry matter and organic matter digestibility from the highest to the lowest were hibiscus, peanut, long bean, and sweet potato leaves.
1542819023H1H013016Ekspresi Gen EGR-1 dan Pertumbuhan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) yang diberi Pakan Mikrokapsul dengan Kandungan Lisin BerbedaPakan mikrokapsul merupakan alternatif yang dapat meningkatkan ketersediaan pakan untuk benih ikan Tawes. Pakan mikrokapsul berbentuk bulat dan berukuran mikroskopik yang diproduksi dengan proses mikroenkapsulasi serta dapat dirancang sehingga memiliki kandungan nutrien yang tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan. Pertumbuhan ikan juga dikontrol oleh gen yang biasa disebut respon pertumbuhan awal faktor-1 (Early Growth Response-1{EGR-1}). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ekspresi gen EGR-1 dan pertumbuhan pada benih ikan Tawes (Barbonymus gonionotus Bleeker) yang diberi pakan mikrokapsul dengan kandungan lisin yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan kontrol dengan kandungan lisin 0%, P1 1% lisin, P2 1,5% lisin; P3 2% lisin. Hasil analisis menunjukan ekspresi EGR-1 tidak teramati, yang ditunjukan tidak terbentuknya produk amplifikasi dengan panjang 636 bp dan diindikasikan terjadinya primer dimer pada saat proses PCR. Kandungan lisin pada mikrokapsul tidak secara nyata mempengaruhi pertumbuhan pada ikan, seperti pertumbuhan mutlak, harian dan spesifik. Kualitas air pemeliharaan terdiri beberapa parameter yaitu suhu, pH, oksigen terlarut, dan total ammonia nitrogen sesuai dengan standar baku budidaya untuk ikan Tawes. Microcapsule is an alternative feed that can increase the availability of feed for Tawes fish. Microcapsule is round shape and microscopic. Microcapsule feed produced by microencapsulation process and can be designed so as to have a high nutrient content for increase growth in fish. Fish growth is also controlled by a gene called the Factor Transcription-1 Early Growt Respone (EGR-1). The aim of the study was to find out the expression of EGR-1 gene and growth in Tawes fish seed (Barbonymus gonionotus Bleeker) fed microcapsule with different lysine content. The research method used was experimental method using completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. Treatments were control 0% lysine, P1 1% lysine, P2 1.5% lysine and P3 2% lysine. The results of the expression EGR-1 which showed no amplification product with length of 636 bp and indicated the occurrence of primer dimer at PCR process. The lysine content in microcapsules did not significantly affect growth in fish, such as absolute, daily and specific growth. The quality of maintenance water consists of several parameters: temperature, pH, dissolved oxygen and total ammonia nitrogen in accordance with the standard of cultivation for tawes fish.
1542918731I1F015012Efektifitas Modifikasi Child Friendly Invasive Room Terhadap Kecemasan Anak Usia 3 – 5 Tahun Saat Pemasangan InfusLatar Belakang : Prosedur pelayanan kesehatan di rumah sakit ( pemasangan infus) dapat dianggap ancaman stres pada anak. Anak akan mengalami kecemasan, ketakutan. Stres fisik dan psikis dapat diminimalkan dengan memberikan asuhan atraumatic. Salah satu cara yang digunakan untuk mengurangi kecemasan anak saat hospitalisasi dengan modifikasi child friendly invasive room
Tujuan : Untuk mengetahui efektifitas modifikasi child friendly di ruang tindakan (invasive room) terhadap tingkat kecemasan anak usia 3-5 tahun saat pemasangan infus.
Metode: Metode penelitian quasi eksperiment, desain post test only non equivalent control group. Pengambilan sampel non probability dengan metode consecutive sampling. Jumlah responden 40 pasien anak. Analisa data menggunakan chi square kategorik tidak berpasangan.
Hasil : Hasil uji analisis menunjukkan bahwa modifikasi child firiendly invasive room efektif terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia 3-5 tahun saat pemasangan infus dengan nilai p=0,029 (p<0,05).
Kesimpulan: Modifikasi child friendly terbukti efektif terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia 3-5 tahun saat pemasangan infus.
Background: Healthcare service procedure in hospital such as intravenous(IV) cannulation may be considered as a stress induced treat to hospitalized children. Children may experience anxiety & fear. Physical & psychological stress may be minimized by providing a non traumatic care. One of interventions used to reduce children anxiety during hospitalization is using modified child friendly invasive room.
Goal: To obtain information on the effectifness of modified child friendly invasive room to the level of anxiety of children aged 3-5 years old during IV cannulation.
Method: The study was a quasi experimental with post test only non equivalent control group design. A Non probability consecutive sampling technique was used to recruit 40 respondents. Analyzis was performed using non-pair catagorical chi square test.
Results: the analysistest showed that modified child friendly invasive room was effective to the reduction of level of anxiety of children aged 3-5 years old during IV cannulation p= 0.029 (p < 0.05).
Conclusion: The modified child friendly invasive room was effective to reduce anxiety level of children aged 3-5 years old during IV cannulation.
1543018733A1M013003OPTIMASI EKSTRAKSI SENYAWA ANTOSIANIN KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) BERBANTU GELOMBANG MIKRO (Microwave Assisted Extraction)
Kelopak bunga rosela mengandung senyawa bioaktif yaitu fenol, antosianin, dan vitamin C. Metode ekstraksi yang sering digunakan memiliki beberapa kelemahan, yaitu rendemen dan aktivitas senyawa bioaktifnya rendah. Metode ekstraksi berbantu gelombang mikro digunakan sebagai solusi alternatif mengatasi hal tersebut. Keberhasilan ekstraksi berbantu gelombang mikro sangat dipengaruh beberapa variabel yaitu jumlah bahan ekstraksi, daya ekstraksi dan waktu ekstraksi. Optimasi ekstraksi diperlukan untuk menjamin agar proses ekstraksi berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum ekstraksi senyawa antosianin dari kelopak bunga rosela menggunakan metode ekstraksi berbantu gelombang mikro dan mengetahui karakteristik kimia, aktivitas antioksidan, dan aktivitas antibakteri yang dihasilkan. Penelitian terdiri dari 2 tahap, tahap pertama menggunakan single factor experiment dengan rancangan acak lengkap (RAL). Faktor yang diteliti meliputi bahan ekstraksi (10, 15, 20, 25, 30, dan 35 (g)), daya ektraksi (100, 175, 250, 325, dan 400 (watt)), dan lama ekstraksi (1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 (menit)). Penelitian tahap kedua menggunakan desain rancangan percobaan menggunakan Central Composite Design (CCD) dengan Response Surface Methodology (RSM). Faktor yang perlu dioptimasi meliputi bahan ekstraksi dibagi menjadi 3 taraf yaitu 10 g, 15 g, dan 20 g. Daya ekstraksi dibagi menjadi 3 taraf yaitu 250 watt, 325 watt, dan 400 watt. Lama ekstraksi dibagi menjadi 3 taraf yaitu 5 menit, 6 menit, dan 7 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum dari ekstraksi kelopak bunga rosela berbantu gelombang mikro yaitu formula bahan ekstraksi 10 g, daya 250 watt, dan lama ekstraksi 5 menit. Karakteristik dari kondisi optimum meliputi total antosianin sebesar 1,1683 mg/100 g, total fenol sebesar 33,2895 mg/100 g, vitamin C sebesar 88 mg/100 g, aktivitas mikroba pada Staphilococcus aureus sebesar 6,6±0,22 mm dan Escherichia coli sebesar 6,4±0,18 mm, dan IC50 sebesar 19,2328 µg/ml. Rosela calyx contain bioactive which are fenol, anthocyanin, and vitamin c. The extraction method that currently used has some weaknesses, such as rendement and bioactive compound activity are low. The extraction method of microwave is used a the alternative solution to resolve that problem. The succesful of this method is influenced by any factor such as the amount of extraction material, capacity, and time. Extraction optimum is needed to ensure the process runs well. Therefore, this research did to know about the condition of anthocyanin optimation ectract from rosela calyx that using Microwave Assisted Extraction and knowing the chemical charateristic, antioxidant activity, and the result of antibacterial activity. The research consist of two stages, the first stage was using single experiment factor with Completely Randomized Design (CRD). Moreover, thorough factor including extraction material (10,15,20 25, 30, and 35 (g)), extraction capacity (100, 175, 250, 325, and 400 (watt)), and long of extraction (1, 2, 3, 4, 5, 6, and 7 minutes)). The second stage was using trial research design of Central Composite Design (CCD) with Response Surface Methodology (RSM). Besides, the factor which is need to optimate including extraction material divided into 3 parts (10 g, 15 g, and 20 g). Extraction capacity divided into 3 level (250 watt, 325 watt, and 400 watt). Time extraction divided into 3 level, there were five minutes, six minutes, and seven minutes. The result indicate that the optimun condition from rosela calyx extract by using Microwave Assisted Extraction is extraction formula of 10 g, 250 watt, and 5 minutes extraction. Optimum condition characteristic included anthocyanin 1,1683 mg/100 g, fenol 33,2895 mg/100 g, vitamin C 88 mg/100g, antibacteral activity in Staphilococcus aureus 6,6 ± 0,22 mm and Eschericia coli 6,4 ± 0,18 mm, and IC50 19,2838 ug/ml.

1543118734G1A013114Perbedaan Tingkat Stres Pada Remaja Dengan Tipe Kepribadian Introvert dan Extrovert di Kelas XII SMAN 2 PurwokertoLatar belakang: Stres merupakan suatu kondisi mental psikologis yang pasti pernah dialami oleh setiap individu. Stres terutama pada tingkat yang berlebih dapat menyebabkan gangguan kesehatan jiwa pada seseorang. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stres pada seseorang salah satunya adalah kepribadian. Usia remaja sedang terjadi banyak perubahan pada fisik, mental, emosional dan sosial yang akan berpengaruh juga terhadap emosi dan perilaku pada remaja tersebut sehingga mudah terkena gangguan stres. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan tingkat stres pada remaja dengan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert pada siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Purwokerto. Metode: Sampel penelitian terdiri dari 148 siswa yang sudah dinyatakan lulus uji kebohongan dengan menggunakan kuesioner L-MMPI. Responden terdiri dari 57 responden laki-laki dan 91 responden perempuan. Tipe kepribadian diukur menggunakan kuesioner EPI dan tingkat stres diukur menggunakan kuesioner DASS. Uji hipotesis Chi Square digunakan untuk mengukur tingkat stres dengan tipe kepribadian. Hasil: Responden dari kelompok Introvert sebanyak 53 orang (71,62%) dan Ekstrovert sebanyak 40 orang (54%). Didapatkan hasil bahwa kelompok Introvert lebih stres dibandingkan kelompok Extrovert dengan nilai kemaknaan (p=0,027). Kesimpulan: Ada perbedaan antara tingkat stres pada remaja dengan tipe kepribadian Introvert dan Ekstrovert di kelas XII SMA Negeri 2 Purwokerto.Background: Stress is a psychological mental state that must have been experienced by each individual. Stress especially at excessive levels can cause mental health problems in a person. Many factors can cause stress in a person one of which is personality. Especially in the teenage years that were a lot of changes in the physical, mental, emotional and social will also affect emotions and behavior in teens so susceptible to stress disorder. Purpose: The aim of this study was to determine whether or not differences in the level of stress in adolescents with Introvert and Extrovert personality types in grade XII SMAN 2 Purwokerto. Methods: The study sample consisted of 148 students who had passed the test using L-MMPI questionnaire. Respondents consisted of 57 male respondents and 91 female respondents. Personality type is measured using EPI questionnaire and stress levels were measured using DASS questionnaire. Chi Square test was used to measure stress levels by personality type. Result: There were 53 respondents (71,62%) from Introvert group and 40 respondents (54%) from extrovert group. The result showed that the introvert group had higher number of stress compared to extrovert group with the significant value (p=0,027). Conclusion: There is a difference between the level of stress in adolescents with Introvert and Extrovert personality types in grade XII SMAN 2 Purwokerto.
1543218735A1L011085STATUS KETERSEDIAAN HARA N SEBAGAI DASAR REKOMENDASI PEMUPUKAN DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX UNIT USAHA KEBUN KARET KRUMPUT (PERSERO) KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara N yaitu N-total dan N-tersedia pada tanah untuk menentukan rekomendasi pemupukan nitrogen pada lahan perkebunan di wilayah PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Krumput Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2016 sampai November 2016. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan dengan pendekatan fisiografis Peta Satuan Lahan (SL), yang dibuat dengan cara menumpangsusunkan peta (overlay) dari peta administrasi, peta rupa bumi, peta jenis tanah, peta kelerengan dan peta penggunaan lahan daerah penelitian. Berdasarkan metode tersebut diperoleh 12 SL. Variabel yang diamati meliputi variabel utama yaitu N-total, N-tersedia dan variabel pendukung meliputi kandungan Berat Jenis isi (BJI) Berat Jenis porositas (BJP), pH tanah, DHL, C-Organik, dan KTK tanah. Perhitungan kebutuhan pupuk dilakukan berdasarkan jumlah N yang tersedia yang dibutuhkan untuk meningkatkan kebutuhan N tanah menjadi nilai harkat cukup. Rekomendasi pemupukan diberikan dalam 2 bentuk yaitu anorganik (urea) dan pupuk organik (kompos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nitrogen pada lokasi penelitian tergolong rendah. Kandungan N-total berkisar antara 0,11% – 0,18%, N-tersedia berkisar antara 80 mg kg-1 – 109 mg kg-1. Dosis pupuk urea yang direkomendasikan adalah berkisar antara 213,1 kg urea/ha – 476,1 kg urea/ha, atau antara 447 g – 1000 g. Pupuk organik (kompos) yang dibutuhkan adalah 6.534 kg/ha – 14.601 kg/ha atau antara 13,73 kg/tanaman – 30,67 kg/tanaman. The research aims to know the magnitude of content of nutrient elements i.e. N-N and N-is available on the ground to determine the nitrogen fertilization recommendations on a plantation in the area of PT Nusantara Plantation IX (Persero) farm Krumput Banyumas. The research was carried out in September and November 2016 2016. Research done by the method of the survey. Determination of the point of the sample is done with distinct physiographic approach Map of land Units (SL), that are made menumpangsusunkan map (overlay) from the administrative map, topographical map, map of kelerengan map of soil types, and land use map of the area of research. Based on these methods retrieved 12 SL. Variable observed include the main variables i.e. N-N-total, available and supporting variables include Heavy deposits of this type of content (BJI) Weight type of porosity (BJP), soil pH, DHL, the C-organic and CEC soil. Fertilizer needs calculation is done based on the number of available N is needed to increase the value soil N needs dignity enough. Fertilization recommendations given in 2 forms, namely inorganic (urea) and organic fertilizer (compost). The results showed that the nitrogen content on the site belongs to the research. Content of N-total ranged between 0.11%-0.18%, N-available ranges between 80 mg kg-1 – 109 mg kg-1. The recommended dose of urea fertilizer was ranging between 213.1 kg urea/ha – 476.1 kg urea/ha, or between 447 g – 1000 g. organic fertilizer (compost) needed is 6,534 kg/ha – 14,601 kg/ha or between 13.73 kg/plant – 30.67 kg/plant.
1543318741D1E013117PENGARUH LAMA DAN SUHU PENYIMPANAN YANG BERBEDA TERHADAP VISKOSITAS, TOTAL SOLID DAN KADAR PROTEIN KEFIR SUSU SAPIPengaruh Lama dan Suhu Penyimpanan yang Berbeda Terhadap Viskositas, Total Solid dan Kadar Protein Kefir Susu Sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama dan suhu penyimpanan yang berbeda terhadap viskositas, total solid dan kadar protein kefir susu sapi. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 13 sampai 22 Februari di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan dan Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian. Peneitian ini menggunakan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Sebagai faktor pertama adalah lama penyimpanan (0,1,2 dan 3 hari) dan faktor kedua adalah suhu penyimpanan (ruang dan suhu kulkas), dengan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi lama dan suhu penyimpanan kefir memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap viskositas dengan rataan viskositas secara berurutan yaitu 8,57; 9,62; 11,39; 13,27; 8,47; 9,10; 10,33; 11,51 cP. Interaksi lama dan suhu penyimpanan kefir memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap total solid dengan rataan kadar total solid secara berurutan yaitu 9,70; 10,37; 11,00; 11,97; 10,87; 11,13; 11,37; 11,37 %. Sedangkan lama dan suhu penyimpanan tidak berpengaruh (P>0.05) terhadap kadar protein, dengan rataan kadar protein secara berurutan yaitu 2,92; 3,08; 3,06; 3,11; 2,95; 2,97; 3,04; 2,99 %. Kesimpulan penelitian adalah suhu dan lama penyimpanan sampai dengan 3 hari meningkatkan nilai viskositas dan kadar total solid akan tetapi kadar protein kefir susu sapi sama.Effect of Differrent Storage Duration and Temperature on Viscosity, Total Solid, and Protein Level of Milk Kefir. This research aim to evaluate the effect of differrent storage duration and temperature on viscosity, total solid, and protein level of milk kefir. The data were taken on february 13th until 22nd 2017 in Livestock Product Technology Laboratory, Animal Husbandry Faculty and Agriculture Technology Laboratory, Agriculture Faculty. This research use experimental method. The pattern used factorial completely randomized design (CRD). As the firsh factor was storage duration (0, 1, 2, and 3 days), and the second factor was storage temperature (room temperature and refrigerate temperature), with three replications. Data was analysed used analysis of variance and orthogonal polinomial test. The result showed that interaction of kefir duration and temperature storage had a very significant effect (P<0.01) to viscocity and average of viscocity were 8,57; 9,62; 11,39; 13,27; 8,47; 9,10; 10,33; 11,51 cP. Interaction of kefir duration and temperature storage showed very significant effect (P<0.01) to total solid and the average of total solid were 9.70, 10.37, 11.00, 11.97, 10.87, 11.13, 11.37, 11.37 %. Meanwhile the duration and storage temperature had no effect (P>0.05) to protein level which average of protein level were 2.92, 3.08, 3.06, 3.11, 2.95, 2.97, 3.04, 2.99 %. Conclusion of this research are the duration and temperature storage until 3 days increase viscocity and total solid level but protein level was same.
1543418742D1E013194KAJIAN BAHAN PEMBAWA EKSTRAK DAUN WARU TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN DOMBAPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh bahan pembawa ekstrak daun waru terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada pakan domba. Materi yang digunakan adalah domba lokal jantan yang berumur dua tahun. Ternak di pelihara dalam kandang metabolis dengan perlakuan: pemberian konsentrat tanpa penambahan ekstrak daun waru (R0), konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa oleh tepung jerami padi amoniasi (R1), konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa oleh tepung ampas tahu (R2) dan konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa oleh tepung onggok (R3). Penelitian menggunakan metode eksperimental yang di rancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL). Peubah yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik dengan metode koleksi total. Data diperoleh dari analisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan bahan pembawa ekstrak daun waru tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Kesimpulan penelitian ini adalah jerami padi amoniasi dapat digantikan dengan onggok dan ampas tahu sebagai bahan pembawa ekstrak daun waru.The research aimed to study the effect of carrier of Hibiscus tiliaceus leaf extract on dry matter and organic matter digestibilities in sheep diet. The materials used in this study were local male sheeps of two-year old. The sheeps were maintained in metabolic cage with the treatments: diets contained either no Hibiscus tiliaceus leaf extract (R0), Hibiscus tiliaceus leaf extract carried by ammoniated rice straw meal (R1), Hibiscus tiliaceus leaf extract carried by tofu waste meal (R2), and Hibiscus tiliaceus leaf extract carried by onggok meal (R3). The research used an experimental method designed according to Completely Randomized Design (CRD). Variabels measured were dry matter and organic matter digestibilities. The data obtained were stastistically analyzed by analysis of variance. The analysis of variance showed that there was no significant (P>0.05) effect of the treatments on dry matter and organic matter digestibilities. The conclusion of this study is, the ammoniated rice straw can be replaced by onggok and tofu waste as Hibiscus tiliaceus leaf extract carrier.
1543518739B1J013163UJI HORMON NAA DAN BAP TERHADAP INDUKSI KALUS DAUN HIBRID ANGGREK Vanda ‘Propathom gold’ x
Vanda ‘Robert delight blue’
Hibrid hasil persilangan Vanda ‘Propathom gold’ X Vanda ‘Robert delight blue’ merupakan hibrid dengan hasil bunga yang indah. Untuk mempertahankan keindahan bunganya pada keturunannya perlu dilakukan proses perbanyakan secara in vitro menggunakan sel-sel somatis. Keseragaman bunga yang indah hasil persilangan Vanda ‘Propathom gold’ X Vanda ‘Robert delight blue’ dapat dipertahankan dengan menggunakan kalus. Kalus diperlukan untuk memunculkan keseragaman sel-sel somatis agar sel tersebut dapat meregenerasi menjadi embrio somatik. Keberhasilan pembentukan kalus dipengaruhi banyak hal, salah satunya medium yang digunakan. Dalam penelitian ini akan digunakan medium Murashige and Skoog ½ (MS) dan kombinasi zat pengatur tumbuh NAA dan BAP yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara NAA dan BAP terhadap induksi kalus daun anggrek hibrid Vanda ‘Propathom gold’ x Vanda ‘Robert delight blue’ dan mengetahui kombinasi konsentrasi NAA dan BAP terbaik dalam menginduksi kalus daun anggrek hibrid tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan berupa rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Faktor pertama adalah NAA yang terdiri atas 4 taraf, dengan konsentrasi 0 ppm; 0,1 ppm; 0,5 ppm; 0,9 ppm, sedangkan faktor kedua adalah BAP yang terdiri atas 4 taraf, 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; 3 ppm. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Parameter yang diukur adalah waktu terbentuk kalus, persentase kalus, ketebalan kalus, dan jenis kalus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam atau uji F. Perlakuan berpengaruh nyata, dilakukan uji lanjutkan dengan uji BNT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan NAA 0,5 ppm dan BAP 2 ppm (N2B2) merupakan konsentrasi terbaik dalam menginduksi kalus dengan waktu 4,0 hst dan persentase kalus sebesar 53,3%. Dalam hal ini, sebagian besar tipe kalus yang tumbuh (70%) adalah proliferatif dengan kalus tipe embriogenik sebanyak 19%.
Hybrid of Vanda ‘Propathom gold’ X Vanda ‘Robert delight blue’ shows beautiful flowers. To maintain this, in vitro propagation using somatic cells from roots, stems, or leaves, should be carried out. Previous study reveals that fastest callus emergence occurs when explants are from leaves. The uniformity of the hybrid flowers could be kept by the use of callus, which is required to produce uniformity of somatic cells that will in turn regenerate into somatic embryos. The success of callus formation is influenced by many factors, one of which is the medium. This study uses Murashige and Skoog ½ (MS) medium as well as proper addition of NAA and BAP hormones. The purposes of this study are to know the interaction between NAA and BAP on the induction of Vanda 'Propathom gold' x Vanda 'Robert delight blue' hybrid leaf callus and to know the best combination of NAA and BAP concentrations in inducing leaf callus of the hybrid.
An experimental method was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) employing factorial pattern. The first factor was NAA of 4 levels, i.e. 0 ppm; 0.1 ppm; 0.5 ppm; 0.9 ppm, while the second factor was BAP of 4 levels, i.e. 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; 3 ppm. Each combination of treatment was replicated 3 times, so that there were 48 experimental units. The parameters were date of callus formation, percentage of callus, callus thickness and types of callus. Data obtained were analyzed using ANOVA or F-test. Further analysis using LSD test was performed when significant effect of treatment was observed.
The results showed that NAA of 0.5 ppm and BAP of 2 ppm (N2B2) was the best combination to induce callus formation (i.e. 4.0 day after planting) with percentage of callus of 53.3%. In this case, most types of growing callus (70%) were proliferative with embryonic types of callus of 19%.
1543618743F1B010015ANALISIS SISTEM KEARSIPAN DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis sistem kearsipan di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis data interaktif menurut Miles Huberman dan Saldana dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber.
Berdasarkan hasil penelitian, sistem kearsipan di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dilihat dari aspek input, proses kearsipan, output, umpan balik dan lingkungan menunjukkan bahwa kegiatan kearsipan sudah berjalan namun belum maksimal. Dikarenakan unsur-unsur penting dari input dan proses kearsipan ada yang belum memenuhi standar, sehingga output yang dihasilkan menjadi belum baik.
Implikasi yang dapat disampaikan yaitu kebutuhan sarana seperti box arsip, rak arsip, filling cabinet, roll o pack dan scanner bisa dipenuhi, dan prasarana penunjang kegiatan kearsipan segera dipenuhi terutama untuk fakultas yang belum memiliki gedung record center tingkat dua, penambahan arsiparis terutama fakultas yang belum memiliki arsiparis, pembinaan dan pelatihan untuk tenaga pengolah, dan adanya peraturan yang mengikat mengenai sistem keamanan arsip.
The purpose of this research is to describe and analyze the archiving system at University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. This research was using descriptive qualitative method, with purposive sampling as its sampling technique. Data were collected through interview, observation, and documentation. Data then analyzed with interactive data analysis model by Miles Huberman and Saldana and data validity were examined with source triangulation.
Result of this research showed that archiving system at University of Jenderal Soedirman observed from following aspects: input, process, output, feedback, and environment indicates that archiving activities has been running but has not been optimally done. Because important elements of input and process aspects in archiving has not meet the standards yet, so the resulting output is not too good.
The implications that can be conveyed are the need of facilities such as archive box, archive rack, filling cabinet, roll o pack and scanner should be fulfilled, and the supporting infrastructure of archival activities also should be fulfilled immediately, especially for faculties which do not have record center building level two, the need of subsidiary archrivals, especially for faculties that yet to have any archival, guidance and training for archival staff, and the existence of binding rules regarding archival security systems.
1543718744G1G013050PERBANDINGAN KONSENTRASI PELEPASAN ION NIKEL KAWAT NI-TI PADA PAPARAN RADIASI TELEPON SELULER FREKUENSI 700 MHz DAN 2600 MHz SEBAGAI PEMICU PELEPASAN IONKawat Ni-Ti digunakan sebagai kawat awal pada perawatan ortodonti karena memiliki kelenturan yang tinggi, shape memory, kekakuan rendah, serta spring back tinggi. Ion logam pada kawat Ni-Ti dapat lepas karena beberapa faktor, seperti suhu intraoral, pH, komposisi saliva, dan aktivitas mekanik saat proses pengunyahan. Pada tahun 2015, sebuah penelitian di Amerika membuktikan bahwa paparan radiasi elektromagnet telepon seluler dapat mempengaruhi pelepasan ion nikel pada kawat ortodonti. Indonesia menempati urutan tertinggi dalam lama rerata penggunaan telepon seluler perhari, yaitu 181 menit dengan jalur komunikasi mulai dari frekuensi 700 MHz hingga 2600 MHz. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pelepasan ion nikel kawat orotodonti Ni-Ti pada paparan radiasi telepon seluler dalam waktu 7, 14, dan 21 hari dalam jalur frekuensi dan pola kebiasaan penggunaan telepon seluler masyarakat Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan jumlah sampel 24 sampel untuk uji kadar pelepasan ion nikel dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok 1, 2, dan 3 berturut-turut adalah kelompok yang direndam pada saliva buatan tanpa paparan radiasi, paparan radiasi 700 MHz, dan paparan radiasi 2600 MHz. Masing-masing kelompok diuji tiga kali yaitu pada hari ke-7, 14, dan 21 untuk mengetahui kadar pelepasan ion. Radiasi dipancarkan melalui antena dengan sumber gelombang berfrekuensi dari sinyal generator. Besar radiasi diukur dengan spectrum analyzer dan pelepasan ion diukur dengan atomic absorbtion spectrophotometry (AAS). Hasil uji dianalisis menggunakan uji statistik One Way ANOVA atau Kruskal Wallis. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada paparan radiasi selama perendaman 7 hari. Kawat yang terpapar radiasi frekuensi 2600 MHz memiliki kadar pelepasan ion nikel tertinggi dibandingkan dengan kawat yang tidak terpapar radiasi dan terpapar radiasi pada frekuensi 700 MHz.Ni-Ti wire is used as an initial archwire in orthodontic treatment because it has a high elasticity, shape memory, low stiffness, and high spring back. Metal ions on Ni-Ti wire can be removed due to several factors, such as intraoral temperature, pH, salivary composition, and mechanical activity during the mastication process. In 2015, an American study proved that the exposure of mobile phone electromagnetic radiation can affect the release of nickel ions on orthodontic wire. Indonesia get the highest ranks in the average of daily cell phone usage, which is 181 minutes per day with communication lines ranging from 700 MHz to 2600 MHz. The purpose of this study was to find out the ratio of ion nickel release from Ni-Ti wire to cell phone radiation exposure in 7, 14, and 21 days in frequency and habit of Indonesian cell phone usage. This study was a laboratory experimental study with 24 samples to test the release rate of nickel ions and it is divided into three groups. Groups 1, 2 and 3 are artificial saliva without radiation exposure, 700 MHz radiation exposure, and 2600 MHz radiation exposure. Each group was tested three times on the 7th, 14th, and 21st days to determine the ion release rate. Radiation is transmitted through an antenna with a source of frequency wave source from the signal generator. The amount of radiation measured by the spectrum analyzer and ion release is measured by atomic absorbtion spectrophotometry (AAS). The test results were analyzed using One Way ANOVA or Kruskal Wallis statistic test. The results of statistical tests showed a significant difference in radiation exposure during 7 days immersion. Wires exposed to the 2600 MHz frequency radiation have the highest nickel ion release rate compared to wires that are not exposed to radiation and are exposed to radiation at a frequency of 700 MHz.
1543818745F1B010048PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DAN KEPEMIMPINAN
KEPALA DESA TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR JALAN DI DESA BUNISEURI KECAMATAN
CIPAKU KABUPATEN CIAMIS
Efektivitas pembangunan merupakan hal yang sangat penting dalam suatu
organisasi, dalam hal ini adalah organisasi pemerintah untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Dengan terciptanya efektivitas maka rencana pembangunan
akan tercapai sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sebaliknya tidak efektif
dalam bekerja akan berakibat buruk bagi keberhasilan organisasi karena akan sulit
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Instansi pemerintah dalam hal ini
adalah Pemerintah Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis
berupaya melakukan pembangunan infrastruktur jalan secara efektif. Pada tahun
2015 pembangunan infrastruktur jalan di Desa Buniseuri belum terlaksana secara
efektif serta adanya fenomena terkait kurangnya partisipasi masyarakat dan
pengawasan dari kepala desa terhadap pembangunan infrastruktur jalan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh
partisipasi masyarakat (X1) terhadap efektivitas pembangunan infrastruktur jalan
(Y), besarnya pengaruh kepemimpinan kepala desa (X2) terhadap efektivitas
pembangunan infrastruktur jalan (Y), dan besarnya pengaruh partisipasi
masyarakat (X1) dan kepemimpinan kepala desa (X2) terhadap efektivitas
pembangunan infrastruktur jalan (Y) di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku
Kabupaten Ciamis.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, untuk
mengetahui adakah pengaruh dari variabel partisipasi masyarakat dan
kepemimpinan kepala desa terhadap efektivitas pembangunan infrastruktur jalan.
Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling metode
pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Sasaran dalam
penelitian ini adalah kepala keluarga Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku
Kabupaten Ciamis.
bahwa dari dua variabel yang terdiri dari partisipasi masyarakat dan
kepemimpinan kepala desaberpengaruh signifikan positif terhadap efektivitas
pembangunan infrastruktur jalan. Hal ini membuktikan bahwa semua variabel
independen mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap variabel
dependen yaitu efektivitas pembangunan infrastruktur jalan.
The effectivity of developmen is a fundamental aspect in an organization,
in this case is a government, to achieve goals which have been set. If effectiveness
has been reached, then the development plans would also be achieved
concordance to intended goals. In reverse, ineffectivity would put a bad cause for
organization’s success as it would be difficult to achieve its goals. Government, in
this case was the local government of Buniseri Village of Cipaku District of
Ciamis Regency made efforts to do the roadway infrastructure construction as
effective as possible. In 2015, roadway infrastructure construction in Buniseri has
not been effectively done in addition to phenomenon about the lack of public
participation and supervision from Buniseri villagechief towards the roadway
infrastructure construction.
Aim of this research is to determine the influence of public participation (X1)
towards the effectivity of roadway infrastucture construction (Y), the influence of
village chief leadership (X2) towards the effectivity of roadway infrastucture
construction (Y), and the influence of public participation (X1) and villagechief
leadership (X2) towards the effectivity of roadway infrastucture construction (Y)
in Buniseri Village of Cipaku District of Ciamis Regency.
This research was using quantitative method to determine the influence of
public participation and village chiefleadership towards the effectivity of roadway
infrastructure construction. Technics sampling was using cluster random
sampling. Data were collected by questionnaire and documentation. Target of this
research is heads of households in Buniseri Village of Cipaku District of Ciamis
Regency.
Ordinal regression test showed that from two variables which are public
participation and village chief leadership have positive significancy influence
toward the effectivity of roadway infrastructure construction. This result showed
that all of independent variables have positive significancy toward dependent
variable which is the effectivity of roadway infrastructure construction.
1543918746D1E013113KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN SAPI PERAH PADA DUA PERIODE LAKTASI YANG MENDAPAT FEED SUPPLEMENT HEIT-CHROSEPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan feed supplement Heit-Chrose terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan pada dua periode laktasi yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Pola Tersarang (Nested Classification) dengan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 4 kali pada grup A dan 3 kali pada grup B. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah sapi perah Frisien Holstein sebanyak 21 ekor yang dibagi menjadi grup A yaitu laktasi 2 sebanyak 12 ekor dan grup B yaitu laktasi 4 sebanyak 9 ekor. Koleksi total dilakukan dalam satu minggu terakhir dengan koleksi feses selama 3 hari, kemudian di analisis proksimat. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode experimental secara in vivo. Hasil analisis variansi menunjukan perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Penambahan feed supplement Heit-Chrose tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO), akan tetapi penambahan feed supplement Heit-Chrose pada level 2% memberikan hasil tertinggi.The research aimed to determine the effect of addition of Heit-Chrose feed supplement on dry matter digestibility and organic matter digestibility at two lactation periods. The research design used was the pattern of nested (Nested Classification) with 3 treatments, each of which was repeated four times in Group A and three times in Group B. The materials used for the research were the Frisien Holstein dairy cows of lactation period as many as 21 heads, consisted of 12 heads and 9 heads respectively, which were then divided into Group A of dairy cows (2nd lactation), and Group B (4th lactation). The total collection was done in the last week with a collection of three-day feces, then the feces was analyzed proximately. The research was conducted by experimental method in vivo. The results of variance analysis showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). The addition of Heit-Chrose feed supplement did not show any effect on DMD and OMD, however, the addition of 2% of Heit-Chrose feed supplement tended to show the highest value of DMD and OMD.
1544018747F1D012031CYBERPOLITICS REMOTIVI PADA KAMPANYE
PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2014
(Kampanye Dan Strategi Remotivi Melawan Media Televisi)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peran cyberpolitics Remotivi pemberitaan media televisi kampanye Pemilihan Presiden 2014 dan (2) menganalisis strategi cyberpolitics Remotivi dalam pemberitaan media televisi kampanye Pemilihan Presiden 2014. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan cara induktif dari fakta-fakta lapangan kemudian menyimpulkan ke dalam tataran konsep atau teori. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Pemilihan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data interaktif dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran cyberpolitics Remotivi adalah sebagai media watch. Peran Remotivi sebagai media watch adalah agar media tetap pada fungsinya untuk memberi informasi yang bebas dan berimbang. Selain itu, peran Remotivi sebagai literasi media dan politik masyarakat adalah untuk meningkatkan kesadaran kritis pada masyarakat karena media yang tidak netral. (2) strategi cyberpolitics Remotivi adalah Strategi riset sebagai strategi fakta dan data, kampanye, dan advokasi. Strategi riset adalah strategi yang digunakan Remotivi untuk memberi informasi berdasarkan fakta dan data, strategi kampanye adalah strategi Remotivi untuk melakukan kampanye dengan Website, Twitter, dan Youtube, strategi advokasi adalah strategi Remotivi dengan menggunakan petisi dan surat terbuka yang beraliansi dengan lembaga sosial.
The main purpose of this research is (1) to describe the role of cyberpolitics Remotivi in television broadcasting regarding President Election in 2014 and (2) to analye its strategy in the broadcasting mentioned above. The research used qualitative method with case study approach by inducting several field facts and making conclusion based on concepts and theories. Data collection was done by doing in depth interview and documentation to get information that supports the analysis and data interpretation. Selecting informers to be interviewed using snow ball sampling. This research used SWOT analysis as well as interactive data analysis.
The results of this research is (1) Cyberpolitics Remotivi’s role is as a media watch that makes sure the consistency of media in broadcasting information in balance and independently. Furthermore, Remotivi’s role as media literacy and political society is to raise people’s critical awareness to unbalanced media. (2) Cyberpolitics Remotivi conducted following strategies: research strategy, campaign strategy, and advocacy strategy. Research strategy is the strategy in giving information based on facts and data. Campaign strategy is the strategy to chooseWebsite, Twitter, and Youtube as the channels to launch campaign. And the last strategy is advocacy strategy, namely the strategy done by Remotivi that joined with social institutions using petition and open letter to grab support from society on certain issues.