Artikelilmiahs
Menampilkan 15.481-15.500 dari 49.876 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 15481 | 18786 | H1F010011 | GEOLOGI DAN ANALISIS GEOKIMIA KUALITAS BATUGAMPING SEBAGAI BAHAN DASAR SEMEN DI DAERAH KUARI VIII DAN X, DI PULAU NUSAKAMBANGAN, KABUPATEN CILACAP, PROVINSI JAWA TENGAH | Kajian geologi dan analisis geokimia kualitas batugamping sebagai bahan dasar semen dilakukan di kuari VIII dan X PT. Holcim Indonesia, di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Kajian geologi dilakukan untuk mengetahui tatanan geologi daerah penelitian yang bertindak sebagai kontrol yang bertanggung jawab terhadap karakteristik batugamping baik itu secara fisik maupun kimia, dalam kajian geologi data yang digunakan merupakan data sekunder berupa penelitian terdahulu. Tujuan utama dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk menentukan dan mengetahui satuan geomorfik, stratigrafi daerah penelitian, struktur geologi, sejarah geologi, penyebaran kualitas batugamping, dan kualitas batugamping sebagai bahan dasar semen. Pada daerah penelitian telah dijadikan sebagai tambang batugamping untuk bahan dasar semen. Batugamping pada daerah penelitian dapat dibedakan menjadi batugamping kualitas baik dan kualitas buruk berdasarkan kandungan CaO dan MgO. Batugamping dengan kadar MgO yang tinggi (>1,48%) dapat digunakan untuk optimalisasi pembuatan semen sehingga dapat menambah umur tambang. | Geology and geochemical analisys limestone quality as basic material for cement conductedin the Quarry VIII and X PT. Holcim Indonesia, Nusakambangan Island, District Cilacap, Province of Central Java. Geological studies conducted to determine the order of geological research area that acts as a control that is responsible for the limestone characteristic both physically and chemically. In geological study, the data that is used is secondary data from previous research. The main goal of this research is to determine and recognize the geomorphic units, regional stratigraphic, structural geology, historical geology, deployment of limestone quality, and limestone quality as basic materials for cement. Research area has been used as a limestone quarry for cement raw materials. Limestone in the research area can be divided into good quality and poor quality based on the content of CaO and MgO. Limestones with high MgO content (> 1, 48%) can be used to optimize the manufacture of cement. It is can to increase the life of mine. | |
| 15482 | 18780 | A1M013002 | APLIKASI EDIBLE COATING DENGAN PENGEMASAN DAN PENGGUNAAN NITROGEN TERHADAP KUALITAS SENSORIS KERIPIK DARI TEPUNG KENTANG VARIETAS GRANOLA SELAMA PENYIMPANAN | Kentang varietas Granola banyak dikembangkan oleh petani di Indonesia dengan penanamannya mencapai 80–90%. Peningkatan potensi produk pangan dari kentang varietas Granola perlu dilakukan antara lain dengan mengolahnya menjadi keripik kentang. Kentang varietas Granola, tidak sesuai untuk pembuatan keripik karena mempunyai kandungan air yang tinggi dan menghasilkan keripik kentang dengan kualitas yang rendah. Upaya peningkatan kualitas keripik dari tepung kentang varietas Granola antara lain dengan aplikasi edible coating, penggunaan nirogen dalam kemasan dan pemilihan jenis pengemas yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap sifat sensoris keripik selama penyimpanan, 2) mengetahui pengaruh penggunaan nitrogen dalam kemasan terhadap sifat kimia keripik selama penyimpanan, 3) mengetahui interaksi antara pengemasan dan penggunaan nitrogen dalam pengemas terhadap sifat sensoris keripik selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Faktor yang diteliti adalah penggunaan jenis pengemas (K) terdiri atas; aluminium foil (K1), nilon (K2), polipropilen (K3), dan polietilen (K4) serta penggunaan nitrogen (N) terdiri atas; tanpa penggunaan nitrogen (N1) dan penggunaan nitrogen (N2). Berdasarkan faktor, diperoleh 8 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Variabel sensoris yang diamati meliputi warna, kerenyahan, rasa kentang, dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan jenis kemasan aluminium foil merupakan kemasan yang lebih baik dibandingkan dengan jenis pengemas yang lain dalam menjaga kualitas sensoris pada keripik selama penyimpanan. Aplikasi nitrogen pada berbagai jenis pengemas lebih mampu dalam menjaga kualitas sensoris keripik penyimpanan. Perlakuan penggunaan nitrogen dan pengemas aluminium foil menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain. | Potato variety of Granola cultivated by farmers in Indonesia about of total area 80–90%. Increase the potential food product from potato varietiy of Granola needs to be done. Potato variety of Granola can be processed to potato chips. This potato is not suitable for the processing particuarly chips, because of its high moisture content and will produce chips with low quality. The quality of chips from potato flour of variety Granola can be improved by applying of edible coatings, using nitrogen in packaging and applying appropriate types of packaging. The aims of this research are: 1) knowing effect of the variation type of packaging to the sensory characteristics of chips during storage; 2) knowing effect of using nitrogen in the packaging type to the sensory characteristics of chips during storage; 3) knowing effect of interaction between type of packaging and nitrogen used in the packaging to the sensory characteristics of chips during storage. The method used in this research is a complete randomized design (CRD) that arranged in a factorial with the 8 combinations of treatment and repeated 3 times to obtain 24 units experiment. There are two factors: types of packaging (K), consists of aluminum foil (K1), nylon (K2), polypropylene (K3), and polyethylene (K4); nitrogen use in the packaging (N), consists of without using nitrogen (N1) and using nitrogen (N2). Sensory characteristics were tested are color, crispness, taste of potato, and preference of potato chips. The results showed that aluminum foil packaging is better packaging material than the others to preserve the sensory quality of chips from potato flour of variety Granola during storage. Application of used nitrogen in the packaging able to maintain the sensory quality of chips during storage. Interaction of using nitrogen in aluminium foil packaging shows a better quality compared with others treatments. | |
| 15483 | 18816 | E1A013013 | Peranan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Semarang Setelah Adanya Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah | ABSTRAK Peranan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Semarang Setelah Adanya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Oleh: Ernida Rusiana Dewi E1A013013 Penelitian ini mengkaji tentang peranan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Semarang setelah adanya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Semarang dalam menyelesaikan sengketa konsumen setelah adanya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder dan data primer yang disajikan dengan uraian secara sistematis dan logis, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa BPSK Kota Semarang terakhir menangani sengketa konsumen pada tahun 2016, setelah itu non-aktif karena kewenangan dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Semarang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik yaitu berperan sebagai konsiliator, mediator, arbitor sebelum kewenangannya dilimpahkan dari Kabupaten/Kota ke Provinsi, seperti salah satu contoh kasus dalam penelitian ini, yaitu berperan sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa dengan cara mediasi. Namun setelah adanya Undang-Undang Pemerintahan Daerah, Badan Penyelsaian Sengketa Konsumen Kota Semarang tidak menjalankan perannya dalam penyelesaian sengketa konsumen. Tidak adanya anggaran dan belum keluarnya peraturan Gubernur yang baru menyebabkan adanya kekosongan hukum. Pemerintah selaku eksekutif seharusnya dapat menggunakan haknya yaitu freies ermessen untuk melakukan tindakan agar konsumen sebagai pihak yang dilindungi mendapatkan haknya. Kata kunci: Sengketa Konsumen, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, UU Pemda | ABSTRACT The role of Consumer Dispute Settlement Board (BPSK) of Semarang City After the existence of Law Number 23 Year 2014 on Regional Government By: Ernida Rusiana Dewi E1A013013 This study examines the role of Consumer Dispute Settlement Board (BPSK) of Semarang City after the existence of Law Number 23 Year 2014 on Regional Government. This study aims to determine the role of Consumer Dispute Settlement Board of Semarang City in resolving consumer disputes after the existence of Law No. 23 of 2014 on Regional Government. Approach method used in this research is normative juridical approach method, research specification is descriptive by using secondary data and primary data which presented with description systematically and logically, then analyzed qualitatively. The results of this study indicate that BPSK Semarang City last handle consumer disputes in 2016, after that non-active because of authority delegated to the Provincial Government. The Consumer Dispute Settlement Board of Semarang City has performed its duties properly, acting as a conciliator, mediator, arbitor before its authority is transferred from the Regency / City to the Province, such as one of the cases in this research, which acts as mediator in dispute settlement by mediation. However, after the Law on Local Government, the Consumer Dispute Settlement Board of Semarang City does not perform its role in the settlement of consumer disputes. The absence of budget and the issuance of the new governor regulation caused a legal vacuum. The government as the executive should be able to exercise his right of freies ermessen to take action so that the consumer as a protected party gets his rights. Keywords: Consumer Dispute, Consumer Dispute Settlement Board, Local Government Law | |
| 15484 | 18787 | C1A013060 | STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN RETRIBUSI PASAR KABUPATEN BANJARNEGARA (Studi Kasus pada Pasar Kota dan Pasar Sayur Kabupaten Banjarnegara) | Tujuan dari penilitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana potensi serta tingkat efektivitas penerimaan pendapatan retribusi Pasar Kota dan Pasar Sayur Kabupaten Banjarnegara dan alternatif strategi yang tepat untuk diterapkan pada pemungutan retribusi Pasar Kota dan Pasar Sayur Banjarnegara. Teknis analisis data menggunakan analisis potensi, tingkat efektivitas dan analisis lingkungan internal eksternal. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi retribusi pasar yang diperoleh dari realisasi tahun 2015 pada Pasar Kota sebesar 90,99 persen dari potensi sedangkan Pasar Sayur mencapai 75,68 persen dari potensi. Dilihat dari keseluruhan penerimaan pendapatan retribusi pasar rata-rata sebesar 102,222 persen yang berarti bahwa penerimaan retribusi pasar dapat dikatakan efektif. Strategi yang cocok pada kinerja penerimaan pendapatan retribusi Pasar Kota dan Pasar Sayur Kabupaten Banjarnegara digunakan adalah strategi intensif berupa pengembangan pasar dan strategi integrasi. | The purpose of this research is to know how the potential and effectiveness of revenue revenue of Urban Market and Vegetable Market Retribution of Banjarnegara Regency and the right alternative strategy to be applied to the collection of Urban Market Levy and Vegetable Market of Banjarnegara. Technical analysis of data using potential analysis, effectiveness level and analysis of external internal environment. The analysis shows that the potential of market levy obtained from the realization of 2015 in the Market City is 90.99 percent of the potential while the Vegetable Market reaches 75.68 percent of the potential. Viewed from the overall revenue of the average market levy of 102.22 percent, which means that the acceptance of market levies can be said to be effective. A suitable strategy for the revenue revenue performance of Kota Market Levies and Sayur Market of Banjarnegara Regency is the intensive strategy of market development and integration strategy. | |
| 15485 | 18788 | C1C013021 | PENGARUH KOMPETENSI, TEKANAN WAKTU, DUE PROFESSIONAL CARE, INTEGRITAS DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, tekanan waktu, due professional care, integritas, dan independensi auditor terhadap kualitas audit. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor BPKP yang sedang menyelesaikan pendidikan S-1 (batch 3) di Universitas Jenderal Soedirman, yaitu 44 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Kuesioner diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum melakukan pengumpulan data penelitian. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif kausitif, uji asumsi klasik dan analisis regresi berganda dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics 21 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi, tekanan waktu, due professional care, integritas dan independensi auditor (secara simultan) berpengaruh (signifikan) terhadap kualitas audit. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa kompetensi, tekanan waktu, due professional care, integritas dan independensi auditor (secara simultan) berpengaruh terhadap kualitas audit sebesar 60,1 persen, sedangkan sisanya sebesar 39,9 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti variabel yang berhubungan dengan faktor internal auditor, yaitu akuntabilitas, obyektivitas, pengalaman kerja, etika auditor dan lain-lain, sedangkan variabel yang berhubungan dengan faktor eksternal auditor antara lain keadaan tempat kerja, keadaan sosial dan lain-lain. Kompetensi, due professional care, integritas, dan independensi auditor (secara parsial) berpengaruh (signifikan) terhadap kualitas audit, namun tekanan waktu berpengaruh (tidak signifikan) terhadap kualitas audit. Independensi auditor merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan nilai elastisitas variabel independensi paling besar. | This research aims to determine the influence of the competency, time pressure, due professional care, integrity, and auditor’s independence towards audit quality. The population in this study are BPKP’s auditor who are completing education S-1 (batch 3) at University of Jenderal Soedirman of 44 respondents. The sampling technique is saturation sampling. The research data collection using questionnaire. The questionnaire validity and reliability them are examined before collecting research data. Methods of data analysis in this research used causative descriptive statistics, classical assumption test and multiple regression analysis with IBM SPSS Statistics 21 for windows’s software. The results of this research showed that the competency, time pressure, due professional care, integrity, and auditor’s independence have a significant impact on audit quality. The coefficient of determination indicates the competency, time pressure, due professional care, integrity, and auditor’s independence that together affect to audit quality of 60,1 percent while the remaining 39,9 percent are influenced by other outside factor model such as variables related to internal auditor factors are accountability, objectivity, work experienced, auditor ethics, and etc, while variables related to external auditor factors are work place situation, social situation, and etc. The competency, due professional care, integrity, and auditor’s independence have a significant impact on audit quality, while the time pressure do not have a significant impact on audit quality. The auditor’s independence is the most influential variable on audit quality. This is evidenced by the highest elasticity of the auditor’s independence variable. | |
| 15486 | 18789 | A1L013061 | PENGARUH JENIS PLASTIK PENGEMAS DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP UMUR SIMPAN KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae var. botrytis L.) | Kubis bunga (Brassica oleracea var. botrytisL.) merupakan salah satu produk hortikultura yang mudah rusak. Kubis bunga sama dengan komoditas hortikultura lain walaupun sudah dipanen masih melakukan proses metabolisme yaitu respirasi, transpirasi, pematangan, penuaan dan layu sehingga dibutuhkan perlakuan pascapanen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis plastik pengemas dan suhu penyimpanan terhadap umur simpan kubis bunga, mengetahui kombinasi terbaik antara perlakuan plastik pengemas danperlakuan suhu penyimpanan terhadap umur simpan kubis bunga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 sampai Maret 2017 di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Kubis bunga yang digunakan berasal dari salah satu sentra kubis bunga di Jawa Tengah yaitu Dusun Gowok Ringin Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Perlakuan yang dikaji adalah jenis plastik pengemas yang terdiri dari tiga macam yaitu stretch film, PP (Poly Propylene) ketebalan 0,3mm, PP (Poly Propylene) ketebalan 0,5 mm dan suhu penyimpanan yang terdiri dari tiga suhu perlakuan yaitu suhu 5-9 0C, suhu 16-19 0C dan suhu ruang (26-27 0C).Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Variabel yang diamati adalah kerusakan produk, persentase susut bobot, warna produk dan umur simpan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pengemasan dan suhu penyimpanan dapat mengurangi kerusakan, persentase susut bobot, warna produk dan memperpanjang umur simpan. Jenis plastik pengemas dan suhu penyimpanan yang terbaik adalah jenis stretch film pada suhu penyimpanan 5-9 0C. Kombinasi tersebut dapat mempertahankan umur simpan hingga 28 hari. | Cauliflower (Brassica oleracea var. botrytis L.) is one of the perishable horticultural products. Cauliflower is the same as other horticultural commodities although harvested still doing metabolism process that is respiration, transpiration,maturation, aging and wilting so that postharvest treatment is needed. The purpose of this research is to know the influence of packing plastic type and storage temperature on shelf life of cauliflower, knowing best combination between and storage temperature to shelf life of cauliflower. This research was conducted in January 2017 until March 2017 at Agronomy and Horticulture Laboratory of Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. The cauliflower used came from one of the central cauliflower centers in Central Java namely Dusun Gowok Ringin Sengi Village District Dukun Magelang Regency. The experimental design used was the Completely Randomized Block Design. The treatments studied were consisting of three kinds: stretch film, PP (Poly Propylene) thickness 0,3 mm, PP (Poly Propylene) 0,5 mm thickness and storage temperature consisting of three temperature ie 5- 9 oC, temperature 16-19oC and room temperature (26-27 oC). Each treatment was repeated 3 times. The variables observed were product damage, weight loss percentage, product color and shelf life. The results show that packaging and storage temperatures could reduce damage, weight loss percentage, product color and prolong shelf life. The best type of plastic packaging and storage temperature was the stretch film type at 5-9 oC storage temperature. The combination could keep shelf life up to 28 days. | |
| 15487 | 18790 | F1B010045 | TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN PROGRAM LISTRIK PRABAYAR DI PT. PLN (PERSERO) RAYON KUDUS KOTA | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan program listrik prabayar di PT. PLN (Persero) Rayon Kudus Kota. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Variabel yang digunakan yaitu Kepuasan Pelanggan Program Listrik Prabayar yang terdiri dari lima dimensi, yaitu: keandalan (reliability), cepat tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty), dan bukti langsung (tangibles). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Pengujian validitas data menggunakan korelasi Product Moment, dan reliabilitas data menggunakan teknik Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan merasa “puas” terhadap adanya program listrik prabayar. Kelima dimensi dalam penelitian ini secara keseluruhan menunjukkan nilai yang positif terhadap kepuasan pelanggan program listrik prabayar. Seluruh item pertanyaan juga menunjukkan hasil yang positif. Para responden secara garis besar merasa puas terhadap program listrik prabayar. Meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan. PLN perlu melakukan sosialisasi lebih lanjut mengenai kelebihan dan kelemahan program listrik prabayar sehingga pelanggan lebih mengerti dan tidak merasa terbebani dengan inovasi PLN tersebut. Selain itu, layanan call center 123 perlu ditingkatkan lagi karena masih banyak pelanggan yang tidak tahu atau enggan menggunakan jenis layanan tersebut. | Purpose of this research is to study about customer satisfaction of prepaid electricity program in PT. PLN (Persero) Rayon Kudus Kota. This research was using quantitative descriptive method with survey approach. Variable used was Customer Satisfaction of Prepaid Electicity Program which consists of five dimentions, named: reliability, responsiveness, assurance, emphaty, and tangibles. Sampling technic was using multistage random sampling. Data was collected from questionnaire, observation, and documentation. Data validity was examined using Product Moment correlation, and data reliability was examined using Alpha Croanbach technic. Data then analyzed by frequency distribution and data interpretation. The result of this research showed that customers feel “SATISFIED” about prepaid electricity program. All five dimentions in this research overall showed high percentage of customer satisfactory about prepaid electricity program. So do all items in questionnaire. Respondents generally feel satisfied about prepaid electricity program. But, there are some trivial things that should be noted. PLN should have done further explanation about prepaid electricity’s pros and cons so that customers would be understand more and would not feel forced to use it. Besides, call center 123 service needs to be improved more because there still are lots of customers who do not aware or reluctantly make a use of the service. | |
| 15488 | 18792 | C1A013040 | ANALISIS EKONOMI USAHATANI PADI DAN KELAYAKAN RUMAH TANGGA TANI DI DESA SAMBENG KULON KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi ekonomi usahatani padi dan untuk mengukur kontribusi usahatani padi terhadap pendapatan total rumah tangga serta untuk menganalisis standar hidup rumah tangga tani di Desa Sambeng Kulon Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Analisis yang digunakan untuk menghitung efisiensi ekonomi usahatani padi yaitu R/C ratio. Kontribusi usahatani padi terhadap pendapatan rumah tangga tani diperoleh dengan membagi pendapatan yang diperoleh dari usahatani padi dengan pendapatan total rumah tangga dikali 100 persen. Standar hidup diukur dengan menghitung pendapatan rumah tangga tani dibagi dengan jumlah tanggungan keluarga untuk mendapatkan pendapatan perkapita. Angka ini kemudian dibandingkan dengan standar hidup kabupaten saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) usahatani padi di Desa Sambeng Kulon dengan kepemilikan lahan ≤ 0,5 Ha dan > 0,5 Ha efisien karena nilai R/C ratio yang diperoleh lebih dari satu (2,58 untuk rumah tangga petani dengan kepemilikan lahan ≤ 0,5 Ha dan 2,68 untuk yang memiliki luas lahan >0,5 Ha. 2) Rata-rata kontribusi pendapatan usahatani padi yang diperoleh rumah tangga tangga tani dengan kepemilikan tanah ≤ 0,5 Ha (54,96 persen) lebih kecil apabila dibandingkan dengan kontribusi pendapatan usahatani padi yang diperoleh rumah tangga tani dengan pemilikan lahan > 0,5 Ha (77,43 persen). 3) rata-rata pendapatan yang diperoleh responden dari usahatani padi (Rp1.624.961,00) cukup untuk memenuhi rata-rata konsumsi rumah tangga (Rp1.379.441,00). dan 4) dari 71 responden di Desa Sambeng Kulon 63 responden tinggal dibawah standar hidup, setelah ditambah dengan pendapatan dari non pertanian angka ini menurun menjadi 55 responden. Kata kunci: Usahatani padi, efisiensi ekonomi, konsumsi, standar kebutuhan hidup layak | This research is intended to analyze the economic efficiency of rice farming and to measure the contribution of paddy farming to total household and to standard of farm household in Sambeng Kulon Village, Kembaran Sub-district, Banyumas Regency. The analysis used to calculate economic efficiency is R / C ratio. The contribution of paddy farming to farm household income with rice farming with total household multiplied by 100%. Farm households are divided by the number of family dependents for per capita income. This figure is then compared to current district living standards. The results of this study indicate: 1) rice farming in Sambeng Kulon village with land area ≤ 0.5 Ha and> 0.5 Ha efficient because R / C ratio more than one (2.58 for farmer household with land ownership ≤ 0 , 5 Ha and 2.68 for those with land area> 0.5 Ha 2) Average contribution of paddy farm income obtained by farm households with land area ≤ 0.5 Ha (54.96 percent) Smaller with Contribution of paddy farm income generated by farm household with land ownership> 0,5 Ha (77,43 percent). 3) the average income generated by respondents from rice farming (Rp1.624.961,00) is sufficient to meet the average household consumption (Rp1,379,441.00). And 4) of 71 respondents in Sambeng Kulon Village 63 respondents live below the standard of living, after supplemented with non-farm income this figure decreased to 55 respondents. Keywords: rice farming, economic efficiency, consumption, decent living standard | |
| 15489 | 18847 | H1D013051 | PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN CALCIUM STEARATE TERHADAP KUAT TEKAN DAN INFILTRASI ION KLORIDA PADA SELF COMPACTING CONCRETE MUTU 20 MPa | Pada pembangunan infrastruktur khususnya pada pembangunan yang bersinggungan dengan air laut seperti bangunan lepas pantai dan gedung-gedung yang dibangun di daerah pantai akan sangat beresiko terhadap korosi tulangan pada beton bertulang yang salah satunya diakibatkan masuknya ion klorida yang terkadung dalam air laut. Tulangan yang terkorosi akan menurunkan kapasitas dari beton bertulang terutama kemampuan menahan momen yang cukup besar yang biasanya ditahan oleh tulangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan calcium stearate terhadap kuat tekan dan infiltrasi ion klorida pada beton memadat sendiri. Penelitian ini menggunakan beton yang ditambahkan calcium stearate dengan variasi 0 kg, 1 kg, 5 kg, dan 10 kg/m3 beton dan superplastisicizer dengan kadar 0.5% dari berat semen, sedangkan benda uji yang digunakan berbentuk silinder ukuran 15x30 cm untuk pengujian kuat tekan dan kubus ukuran 15x15x15 cm untuk pengujian infiltrasi ion klorida. Hasil pengujian kuat tekan menunjukan calcium stearate tidak begitu berpengaruh terhadap kuat tekan dengan hasil sebesar 24.98, 25.91, 24.98 dan 26.65 MPa, sedangkan untuk hasil uji kandungan klorida menunjukan bahwa penambahan calcium stearate membuat kandungan klorida pada beton semakin sedikit. Sehingga dapat disimpulkan penambahan calcium stearate tidak begitu berpengaruh pada kuat tekan, akan tetapi mampu menurunkan kandungan klorida pada beton. | In the development of infrastructure, especially in the development of tangles related to sea water such as offshore buildings and buildings built in coastal areas will be very risky on reinforcement corrosion on reinforced concrete, one of which is due to the inclusion of chloride ions enclosed in sea water. Corroded reinforcement reduces the capacity of reinforced concrete, especially the ability to withstand a considerable moment which is normally retained by the reinforcement. The purpose of this research was to determine the effect of adding calcium stearate to compressive strength and infiltration of chloride ions on self-condensed concrete. This research uses concrete added calcium stearate with variation of 0 kg, 1 kg, 5 kg, and 10 kg / m3 of concrete and superplastisicizer with 0.5% weight of cement, while the test object used is cylindrical size 15x30 cm for testing of compressive strength and cube size 15x15x15 cm for testing of chloride ion infiltration. The results of the compressive strength test showed that calcium stearate did not affect the compressive strength with the result of 24.98, 25.91, 24.98 and 26.65 MPa, while for chloride content test showed that the addition of calcium stearate made less chloride content in concrete. So it can be concluded the addition of calcium stearate is not so influential on the compressive strength, but can reduce the chloride content in the concrete. | |
| 15490 | 19022 | D1E010044 | STUDI KEPUASAN ANGGOTA TERHADAP PELAYANAN KOPERASI SUSU PESAT DI KABUPATEN BANYUMAS | Studi Kepuasan Anggota Terhadap Pelayanan Koperasi Susu PESAT di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Febuari 2017 samapi dengan tanggal 24 Febuari 2017, lokasi penelitian berada di Jalan Raya Karang Kemiri, KM-6 Karang Lewas, Kabupaten Banyumas Purwokerto. Sasaran penelitian yaitu Kelompok Tani Ternak Sapi Perah anggota koperasi, jumlah responden yaitu 50 orang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kualitas layanan koperasi susu PESAT, mengetahui tingkat kepuasan anggota koperasi PESAT, dan menganalisis hubungan antara kualitas layanan dengan kepuasan anggota koperasi PESAT di Kabupaten Banyumas. Manfaat yang diberikan yaitu memberikan informasi kepada Koperasi PESAT dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan anggota, dan memberikan informasi bagi Dinas Koperasi dan UMKM dalam memberdayakan koperasi PESAT untuk masyarakat. Metode penetapan lokasi penelitian menggunakan Stratified Random Sampling (strata/ tingkatan) karena di 6 kecamatan tersebut merupakan populasi ternak sapi terbanyak, sedang dan yang sedikit, metode penetapan sampel menggunakan random sampling yaitu secara acak. Menggunakan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kevalidan kuisioner, metode anilisis deskriptif, analisis tingkat kepuasan peternak untuk mengetahui seberapa besar harapan peternak anggota koperasi dan kinerja pelayanan koperasi serta analisis rank spearman untuk menguji hipotesa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kualitas layanan Koperasi Susu PESAT di Kabupaten Banyumas tergolong pada tingkat kualitas layanan tinggi, untuk tingkat kepuasan anggota Koperasi Susu PESAT di Kabupaten Banyumas tergolong pada tingkat kepuasan anggota sedang, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan anggota terhadap kualitas pelayanan Koperasi Susu PESAT di Kabupaten Banyumas. | Study of Members Satisfaction of PESAT Milk Cooperative Service in Banyumas Regency. This research was conducted from February 13, 2017 until February 24, 2017, the research location is on Jalan Raya Karang Kemiri, KM-6 Karang Lewas, Banyumas Regency Purwokerto. The research target is Dairy Cattle Farmer Group of cooperative members, the amount of respondents is 50 people. The purpose of this research is to find out the quality level of PESAT milk cooperative service, to find out the level of satisfaction of PESAT cooperative member, and to analyze the relationship between service quality and PESAT cooperative member's satisfaction in Banyumas Regency. The benefits provided is to give an information to PESAT Cooperative in formulating strategies to improve service quality and member satisfaction, and give an information to Dinas Koperasi and UMKM to empowering PESAT cooperative for the community. The method of researched location determining using Stratified Random Sampling (strata / level) because the small, medium and largest population of cattle is in theses 6 districts, the method of determining sample using random sampling. Using validity and reliability test to find out questionnaire validity, descriptive analysis method, analysis of farmer's satisfaction level to find out how big hope of cooperative member farmer and performance of cooperative service and rank spearman analysis to test hypothesis. The result of this research shows that the quality of service of PESAT Milk Cooperative in Banyumas Regency is classified as high service quality, for PESAT members' satisfaction level in Banyumas Regency belong to member satisfaction high level, and there is no significant correlation between member satisfaction to service quality of cooperative PESAT Milk in Banyumas Regency. | |
| 15491 | 18794 | G1D013078 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN PERAWAT SEBAGAI EDUCATOR PERAWATAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS WILAYAH BANYUMAS | Latar belakang: Kejadian hipertensi akan terus meningkat pada setiap tahunnya. Edukasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan seperti perawat menjadi salah satu cara untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam mencegah terjadinya hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran perawat sebagai educator perawatan hipertensi di Puskesmas wilayah Banyumas. Metode: Desain penelitian ini yaitu cross sectional. Teknik sampel menggunakan cluster random sampling dengan jumlah sampel 101 responden. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan Somers’d Hasil: Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar pengetahuan baik (92,1%), fasilitas memadai (86,1%), peran kepala puskesmas baik (93,1%) dan peran perawat sebagai educator perawatan hipertensi baik (95%). Selain itu, terdapat hubungan pengetahuan (p=0,016 dan r= 0,969) fasilitas (p=0,016 dan r=0,906) dan peran kepala puskesmas (p=0,035 dan r=0,769) terhadap peran perawat sebagai educator perawatan hipertensi. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan, fasilitas dan peran kepala puskesmas terhadap peran perawat sebagai educator perawatan hipertensi. | Background: Hypertention problem commonly increases every year. Education given by health workers such as nurses is one of the ways to spread awareness of preventing hypertension to society. Purpose: This research aimed to find out the factors that affect the role of nurses as educators in hypertension treatment at Puskesmas in Banyumas Region. Method: This is cross sectional research. A total of 101 respondents which is selected using cluster random sampling method participated in this study. Data was analyzed using Somers’d Result: Result showed that most of nurses have knowledge about their role as educator (92,1%), Puskesmas has adequate facilities for educating hypertension patient (86,1%), the head of puskesmas shows good role in supporting nurse role as educator (93,1%). Result also showed that most of nurse shows good performance in their role as educator well (95%). There are correlation between knowledge, facilities and the role of puskesmas head to role of nurse as educator in hypertention (p=0,016; p=0,016 and p=0,035 respectively). Conclusion: There are correlation of knowledge, facilities and the role of puskesmas head to the role of nurse educator hypertention treatment. | |
| 15492 | 19011 | D1B015006 | HUBUNGAN UMUR DAN LAMA TINGGAL DENGAN KEPATUHAN NORMA PETERNAK SAPI POTONG (STUDI KASUS) DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) SAMPAH JATIBARANG SEMARANG | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat umur dan lama tinggal peternak, norma yang telah disepakati, tingkat kepatuhan peternak terhadap norma yang berlaku, dan mengetahui hubungan umur dan lama tinggal dengan kepatuhan norma peternak sapi potong di TPA Jatibarang, Kota Semarang. Penelitian ini dilaksanakan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kelurahan kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada tanggal 10 Maret 2017 sampai 25 Maret 2017. Metode yang digunakan adalah survey dan sasaran penelitian yaitu peternak sapi potong yang menggembalakan sapi di TPA Sampah Jatibarang Kota Semarang. Variabel yang diamati (X1) umur, (X2) lama tinggal, dan (Y) kepatuhan norma. Penetapan sampel wilayah secara sengaja (purposive sampling). Penetapan jumlah responden menggunakan simple random sampling sebanyak 70 peternak dari 350 peternak. Hasil analisis menunjukan sebanyak 57,14 % peternak berkategori berumur dewasa (<49 tahun) dan sebanyak 42,86 % kategori lansia (>49 tahun). Lama tinggal peternak berkategori Lama (>45 tahun) sebanyak 45,73 %, kategori cukup lama (15 – 45 tahun) sebanyak 51,42 %, dan baru sebanyak (<15 tahun) 2,85 %. Kepatuhan norma peternak termasuk dalam kategori tidak patuh sebanyak 45, 71 %. Hasil analisis rank spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan antara umur dengan kepatuhan norma peternak dengan nilai korelasi 0,082 dan nilai signifikansi 0,501. Lama tinggal dengan kepatuhan norma peternak menunjukan hasil tidak terdapat hubungan dengan nilai korelasi 0,186 dan nilai signifikansi 0,122. | The purposes of this research are to determine the age and length of stay of farmers, the norms that have been agreed, the level of compliance of farmers to the prevailing norms, and to know the correlation between age and length of stay with the compliance of farmers norms at TPA Jatibarang, Semarang City. This research was conducted at Jatibarang Final Processing Place (TPA), Kedungpane Village, Mijen Sub-district, Semarang City on March 10 to 25, 2017. The method used is the survey and the target of beef farmers who pasture their cattle at the TPA Jatibarang, Semarang City. The observed variables are (X1) age, (X2) length of stay, and (Y) compliance to norm. Determination of the area sampled use purposive sampling. Determination of the number of respondents using simple random sampling as much as 70 farmers from 350 farmers. The results showed that 57.14% of farmers are adult farmers (<49 years) and 42.86% of elderly (> 49 years). A total of 45.73% of length of stay of could be categorized as long stay farmers (> 45 years), moderate category (15 - 45 years) 51.42%, and new (<15 years) 2.85%. The compliance of farmers norm is included in the non compliance category as much as 45.71%.The result of spearman rank analysis showed no correlation between age and length of stay with the compliance of farmers norm with correlation value 0.082 and significance value 0.501. The relationship between length of stay with the compliance of farmers norm showed no results with correlation value 0.186 and significance value of 0.122. | |
| 15493 | 25003 | L1C015044 | IDENTIFIKASI LOKASI BERTELURNYA PENYU HIJAU (Chelonia mydas) BERDASARKAN HABITAT DI PANTAI PANGUMBAHAN, SUKABUMI | Penyu biasa diburu untuk dimanfaatkan menjadi berbagai keperluan. Eksploitasi terhadap penyu dilakukan tanpa melihat segi kelestarian dapat mengancam keberadaan penyu di Indonesia. Mencermati hal tersebut, maka perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai lokasi bertelurnya penyu hijau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui vegetasi, tingkat elevasi dan ukuran sedimen serta kesesuaian karakteristik pantai sebagai habitat bertelurnya penyu hijau. Metode yang digunakaan adalah dengan mengidentifikasi vegetasi, tingkat elevasi, kemiringan dan ukuran sedimen apakah sesuai dengan karakteristik bertelurnya penyu hijau. Hasil yang didapat, vegetasi di lokasi penelitian berasal dari jenis vegetasi herba dari spesies Scaveola taccada, Ipoemoea pescaprae, Spinifex littoreus, Cyperus padunculatus, Canavalia maritima, Pandanus tectorius, Callotropis gigantean, dan Ischaemum muticum, tingkat elevasi penyu bertelur rata-rata pada ketinggian 1.62 meter, tingkat kemiringan pantai rata-rata sebesar 1.68° atau 2.95%, sedimen berukuran sedang dan halus dengan ukuran 0.35 mm hingga <0.15 mm. Kesimpulannya, hal ini menunjukan bahwa karakteristik vegetasi, tingkat elevasi dan jenis sedimen pada setiap stasiun pengamatan di Pantai Pangumbahan sesuai sebagai habitat bertelurnya penyu hijau. | Green sea turtles are usually hunted to be used for various purposes. Exploitation of green sea turtles is carried out without regard to sustainability, which can affect the existence of green sea turtles in Indonesia. Looking at this, it is necessary to conduct further studies on the nesting habitat of green sea turtles. The purpose of this study is to study the vegetation, elevation, slope, sediments size and the suitability of the characteristics of the beach as a habitat for nesting habitat of green sea turtles. The method used is to regulate vegetation, elevation, slope and sediment size according to the characteristics of nesting habitat of green sea turtles. The result is the vegetation in the study found from the types of herbaceous vegetation from Scaveola taccada, Ipoemoea pescaprae, Spinifex littoreus, Cyperus padunculatus, Canavalia maritima, Pandanus tectorius, Callotropis gigantean, and Ischaemum muticum, elevation rate is 1.62 m, slope rate are 1.68° or 2.95%, sediment size are medium and fine sand from 0.35 mm – <0.15 mm. The conclution is characteristics of vegetation, altitude, slope and sediment in each observation station on Pangumbahan Beach in accordance with the nesting habitat of green sea turtles. | |
| 15494 | 18793 | G1G013035 | PENGARUH PENAMBAHAN NANOSELULOSA SERAT DAUN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) TERHADAP KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN KEKUATAN FLEKSURAL NANOKOMPOSIT METAKAOLIN-ZIRKONIA-KARBONAT APATIT SEBAGAI MATERIAL PASAK GIGI | Pasak gigi merupakan bagian restorasi yang dimasukkan ke dalam saluran akar gigi non vital dan meluas ke arah oklusal sebagai penjangkar inti yang mendukung mahkota. Salah satu jenis pasak gigi adalah pasak keramik yang memiliki nilai estetik sangat baik. Perkembangan di bidang biomaterial mendorong penggunaan material-material berbasis alam seperti metakaolin yang berfungsi sebagai matriks, zirkonia dan karbonat apatit sebagai filler penguat. Selain itu, Indonesia yang beriklim tropis banyak ditumbuhi tanaman nanas sehingga mendorong pemanfaatan serat daun nanas sebagai filler penguat dalam bentuk nanoselulosa. Penggunaan coupling agent kitosan sebagai pengikat antara matriks dan filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanoselulosa serat daun nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) terhadap karakteristik morfologi dan kekuatan fleksural nanokomposit metakaolin-zirkonia-karbonat apatit sebagai material pasak gigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian terdiri dari 4 kelompok dengan jumlah 5 sampel pada setiap kelompok. Kelompok I merupakan nanokomposit dengan penambahan nanoselulosa 1%, kelompok II penambahan nanoselulosa 2,5%, kelompok III penambahan nanoselulosa 4% dan kelompok IV tanpa penambahan nanoselulosa. Hasil pengujian karakterisasi morfologi menunjukkan gambaran celah dengan ukuran yang bervariasi. Hasil pengujian kekuatan fleksural menunjukkan rerata hasil pada kelompok I sebesar 20,71 MPa, kelompok II sebesar 11,57 MPa, kelompok III sebesar 11,01 MPa dan kelompok IV sebesar 11,24 MPa. Nilai kekuatan fleksural pada semua kelompok belum mencapai kekuatan fleksural dentin yaitu 212 MPa. Hasil uji One Way Anova dengan nilai p 0,008 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keempat kelompok. | Dental post is a part of restoration which is inserted into non vital root canal of the tooth and extends to the occlusal as anchor core for supporting the crown. One type of dental post is ceramic post that has a very good esthetic value. The development in the biomaterials field encourges the use of materials based on nature such as metakaolin which serves as matrix, zirconia and carbonate apatite as reinforcing fillers. Besides that, tropical Indonesian has many pineapple planted so as to encourage the utilization of pineapple leaf fibers as a reinforced filler in the form of nanocellulose. Use of chitosan coupling agent as a binder between matrix and filler. This study aims to determine the effect of addition pineapple leaf fiber (Ananas comosus (L.) Merr.) nanocellulose to morphological characteristics and flexural strength of nanocomposite metakaolin-zirconia-carbonate apatite as dental post material. This study is experimental laboratory research with post test only control group design. The study sample consisted of 4 groups with 5 samples in each group. Group I was a nanocomposite with addition of 1% nanocellulose, group II addition of 2,5% nanocellulose, group III addition of 4% nanocellulose and group IV without addition of nanocellulose. The results of the morphological characterization test showed the image crack with varying sizes. The results of flexural strength test showed that the average yield in group I was 20,71 MPa, group II was 11,57 MPa, group III was 11,01 MPa and group IV was 11,24 MPa. The value of flexural strength in all groups has not reached the flexural strength of dentin that is 212 MPa. The results of One Way Anova test with p-value 0,008 (p<0,05) showed that was significant difference between the four groups. | |
| 15495 | 18795 | D1E013033 | PENGARUH PENGGUNAAN TARAF PUTIH TELUR YANG BERBEDA PADA PEMBUATAN BAKSO DAGING KELINCI TERHADAP KADAR AIR DAN PERSENTASE PRODUK | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan taraf putih telur yang berbeda terhadap kadar air dan persentase produk pada pembuatan bakso daging kelinci. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah daging kelinci dan putih telur. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan penambahan putih telur yaitu P1 (6% putih telur), P2 (9% putih telur), P3 (12% putih telur) dan P4 (15% putih telur) dengan 6 ulangan. Variabel yang diukur adalah kadar air dan Persentase Produk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan putih telur (6, 9, 12 dan 15%), memberikan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar air dan persentase produk.Rataan nilai kadar air 73,17 sampai 77,02%. Rataan nilai persentase produk 102,69 sampai 105,86 %. Uji lanjut penggunaan putih telur taraf 6% hingga 15% terhadap kadar air menghasilkan persamaan garis linear Y= 75,01 + 0,44X dengan nilai koefisien determinasi R2= 91,85%. Uji lanjut penggunaan putih telur taraf6% hingga taraf 15% terhadap persentase produk menghasilkan persamaan garis linear Y= 104,29 + 0,36X dengan nilai koefisien determinasi R2=91,41%. Kesimpulan, penggunaan taraf putih telur yang berbeda pada pembuatan bakso daging kelinci 6% hingga taraf 15% meningkatkan kadar air dan persentase produk. Kata kunci : putih telur, bakso daging kelinci, kadar air, persentase produk. | Purpose of the research was to study the effect of egg white addition at different levels on water content and yield of meatball made from rabbit meat. Materials used were meat from rabbit and egg white.The experimental design was a completely randomized design (CRD), which comrised of 4 treatments, namely P1 (egg white 6%), P2 (egg white 9%), P3 (egg white 12%) and P4 (egg white 15%) each treatment has 6 replications. Data was analyzed by variance analysis and continued by orthogonal polynomial test. The result showed that addition of egg white meatball (6%, 9%, 12%, 15%) have high significant effect (P<0.01) on water content and yield. The average of water content was ranged from 73.16 to 77.02%. The average of yield ranged from 102.69 to 105.86%. The relationship between level of egg white and water content of meatbals showed a linear equation Y= 75.01 + 0.44 R2= 91.85%. The relationship between level of egg white and water content of meatballs showed a linear equation The continue analysis added egg white 6% until 15% on yield produce equation linear line Y= 104.29 + 0.36 with determination coefficient( R2= 91.41%). In conclusion, addition egg white meatball from rabbit meat from 6% to 15% increases the water content and yield of meatballs. Keywords:egg white, rabbit meatball, water content, yield. | |
| 15496 | 18797 | C1A013045 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2011-2015 | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011-2015”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh hasil sektor industri, upah minimum regional, penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing serta variabel yang paling berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industri di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2011-2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dalam bentuk runtut waktu (2011-2015) dan cross section (35 Kabupaten/Kota) di Provinsi Jawa Tengah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan metode Fixed Effect. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) hasil sektor industri, penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industri di Provinsi Jawa Tengah, (2) upah minimum regional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industri di Provinsi Jawa Tengah (3) Variabel yang paling berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industri di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011-2015 adalah hasil sektor industri. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu dalam upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor industri, Pemerintah perlu mendorong pertumbuhan sektor industri agar produksi lebih banyak dengan cara kemudahan perijinan usaha, pemberian dana hibah untuk sekelompok usaha yang ingin mengembangkan usaha dan di informasikan mekanisme perolehan dana secara jelas serta penerapan standarisasi produk. Pemerintah melakukan monitoring terkait dalam pembuatan struktur dan skala upah terutama pada sektor industri mikro dan kecil. Pemerintah mempromosikan Kabupaten atau Kota makmur untuk ladang investasi yang aman, jaminan memperoleh keuntungan, serta membangun kondusifitas daerah. | .This research is tittled “The Factors Which Affect Labor Absorption Industrial Sectors In Central Java 2011-2015 Period”. The aim of this research was to analyze the influence of output industrial sector, minimum wage regency/city, Domestic Investment and Foreign Investment also to know variable which has biggest impact to the labor absorption in Central Java from 2011 to 2015. Data used in this research is secondary data, in time-series from (2011-2015) and cross section form (35 towns in Central Java). The analysis tools used is panel data regression with Fixed Effect Model (FEM). Based on the research result and the analysis data showing that : (1) Output industrial sectors, Domestic Investment and Foreign Investment has a positive impact and significant to the labour absorption in Central Java, (2) Minimum wage regency has negative impact and significant to the labour absorption in Central Java, (3) The independent variables that most influence labor absorption industrial sector in the province of Central Java from 2011 to 2015 is output industrial sectors. (4) Implications of this research is to increase the labor absorption industrial sector, Government should encourage the growth of the industrial sector in order to produce more by means of business licensing, grant funding for a group of businesses that want to develop business and informed the mechanism of obtaining funds clearly and implementation of product standardization. Government conducts related monitoring in the making of structures and wage scales, especially in the micro and small industry sectors. Government promoting prosperous districts or cities for secure investment fields, securing benefits, and building regional condusivity. | |
| 15497 | 18798 | C1C013069 | Pengaruh Return On Assets, Operating Cash Flow, Dan Economic Value Added Terhadap Return Saham (Pada Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh return on assets (ROA), operating cash flow (OCF), dan economic value added (EVA) terhadap return saham. Populasinya adalah perusahaan industri telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari 11 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang telah menerbitkan laporan keuangan triwulanan dari 2012-2016. Berdasarkan teknik purposive sampling, 6 perusahaan telah memenuhi kriteria dan digunakan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan keuangan triwulanan yang didapat dari situs resmi Bursa Efek Indonesia, www.idx.co.id. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ROA berpengaruh positif terhadap return saham, artinya setiap kenaikan / penurunan ROA akan diikuti oleh kenaikan / penurunan return saham. Variabel OCF dan EVA tidak berpengaruh terhadap return saham, artinya setiap kenaikan / penurunan OCF dan EVA tidak akan mempengaruhi kenaikan / penurunan return saham. Berdasarkan hasil tersebut, investor perlu menganalisis nilai ROA yang dihasilkan oleh perusahaan untuk melakukan keputusan investasi. | This research aimed to examine the influence of return on assets (ROA), operating cash flow (OCF), and economic value added (EVA) to Stock Returns. The population is telecommunication industry companies that listed in Indonesia Stock Exchange which consist of 11 companies. The technique of taking sample used purposive sampling technique with the criteria of companies that have published quarter financial reports from 2012-2016. Based on purposive sampling technique, 6 companies have fulfilled the criteria and were used to be the sample for the research. This research used secondary data which are quarter financial reports from the official Indonesia Stock Exchange website, www.idx.co.id. The method of analysis in this reseach used multiple linear regression analysis. The results of this reseach showed that variable ROA influences positively to stock returns, it means that every increase/decrease ROA will be followed by the increase/decrease stock returns. Variable OCF and EVA do not influence to stock returns, it means that every increase /decrease OCF and EVA will not influenced the increase/decrease of stock returns. Based on the result, investors need to analyze the value of ROA produced by a company to make investation decision. | |
| 15498 | 18826 | F1B112039 | IMPLEMENTASI STRATEGI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) TERMINAL BUS ‘BULUPITU’ PURWOKERTO DALAM MEWUJUDKAN PELAYANAN PRIMA | Salah satu pelayanan yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari adalah pelayanan transportasi. Pelayanan transportasi diperlukan sebagai sarana interaksi atau penghubung antara kota dengan desa maupun antar warga. Dalam menjalankan wewenang yang diberikan oleh pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Banyumas membuat Perda No. 1 Tahun 2015 Tentang penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam rencana strategis (renstra) Dishubkominfo Kabupaten Banyumas tahun 2013-2018 terdapat beberapa strategi yang harus dilakukan atau di implementasikan oleh UPT Terminal Bus Purwokerto untuk memberikan pelayanan yang prima. Penelitian ini memfokuskan pada implementasi strategi unit pelaksana teknis (UPT) Terminal Bus Bulupitu dalam mewujudkan pelayanan prima ditinjau dari aspek capaian sasaran tahunan, kebijakan organisasi, alokasi sumber daya, dan kesesuaian struktur. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive dan accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis data interaktif. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa Implementasi Strategi yang dilakukan UPT Terminal Bus Bulupitu ada yang sudah dilakukan dengan baik dan mendukung strategi, ada pula yang belum dilakukan dengan baik dan belum mendukung strategi yang tertuang dalam resntra Dishubkominfo Banyumas. Dari aspek capaian sasaran tahunan dan kebijakan organisasi sudah mendukung proses implementasi strategi, sedangkan dari aspek alokasi dan sumber daya serta kesesuaian struktur belum mendukung proses implementasi strateginya. | One of the most vital services in everyday life is the transportation service. Transportation services are needed as a means of interaction or liaison between city and village as well as between citizens. In carrying out the authority granted by the central government, the Government of Banyumas Regency issued Peraturan Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. In the strategic plan (renstra) Dishubkominfo Banyumas Regency in 2013-2018 there are several strategies that must be done or implemented by UPT Purwokerto Bus Terminal to provide excellent service. This research focuses on implementasi strategi unit pelaksana teknis (UPT) terminal bus ‘bulupitu’ dalam mewujudkan pelayanan prima in terms of achievement of annual target, organization policy, resource allocation, and suitability of structure. This research method uses qualitative descriptive. Informant selection technique using purposive and accidental sampling. Data analysis uses interactive data analysis. Data validity using source triangulation. Based on the results of research that has been done that Implementation Strategy by UPT Bulupitu Bus Terminal there is already done well and support strategy, and not also not well done and not yet support strategy whichstated in resntra Dishubkominfo Banyumas. The aspect of annual performance goals and organizational policies already support the strategy implementation process, while the allocation and resource aspects and the suitability of the structure have not supported the implementation process of the strategy. | |
| 15499 | 18833 | H1D013020 | ANALISIS METODE ELEMEN HINGGA PADA BALOK BETON BERTULANG YANG DIPERKUAT TALI KAWAT BAJA D8 SECARA EKSTERNAL DENGAN VARIASI GAYA PRATEGANG AWAL | Pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini banyak dijumpai penggunaan beton bertulang sebagai struktur utama. Beton bertulang memiliki kelemahan salah satunya sulit untuk kedap air secara sempurna. Air dapat merembes dan terjadi korosi. Korosi tulangan pada beton dapat menyebabkan pecahnya selimut beton, dan mutu beton menurun. Dampak yang lebih besar yaitu kegagalan struktur. Sehingga, perlu dilakukan perkuatan sebagai bentuk mitigasi. Penggunaan tali kawat baja sebagai perkuatan dipilih karena memiliki kuat tarik yang tinggi dibandingkan tulangan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga, dengan struktur yang rumit dan kompleks dapat disederhanakan menjadi elemen-elemen kecil yang lebih sederhana. Model benda uji terdiri dari balok kontol (BK), balok perkuatan 2D8 dengan gaya prategang 10% (BPB-1), balok perkuatan 2D8 dengan gaya prategang 20% (BPB-2), balok perkuatan 2D8 dengan gaya prategang 30% (BPB-3), balok perkuatan 4D8 dengan gaya prategang 10% (BPP-1), balok perkuatan 4D8 dengan gaya prategang 20% (BPP-2), dan balok perkuatan 4D8 dengan gaya prategang 30% (BPP-3). Penampang benda uji balok dengan dimensi 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Hasil penelitian menunjukan kapasitas beban lentur balok perkuatan meningkat terhadap balok kontol. Terdapat 2 jenis hasil yaitu FEM 1 ( Balok dengan properties material tanpa direduksi) dan FEM 2 (Balok dengan properties material yang direduksi). Kapasitas beban lentur FEM 2 lebih mendekati hasil eksperimental dibandingkan FEM 1. Hasil analisis rasio daktilitas balok perkuatan mengalami peningkatan terhadap balok kontol, dengan rasio terbesar mencapai 0,77 (FEM 1) dan 1,66 (FEM 2). Rasio kekakuan terbesar 4,3 (FEM 1) dan 1,5 (FEM 2). Pola retak pada seluruh model benda uji hasil pemodelan mengalami keruntuhan lentur. | Infrastructure development in Indonesia today is found many use of reinforced concrete as the main structure. One of the weaknesses a reinforced concrete beam is that it can’t be impermeable. Water can seep and make corrosion. Corrosion of reinforced concrete beam can cause spalling, and the decreases quality of concrete. The greater impact is the collapse of the structure. Therefore, it is necessary to strengthen the structural elements as a mitigation. The use of steel wire ropes as strengthening material is chosen because it has high tensile strength compared to conventional reinforcement. Base on advantage This study uses finite element method, with complex structure we can be simplified into smaller and simpler elements. The specimens models consist of a control beam (BK), concrete beam strengthened by steel wire rope 2D8 with 10% initial prestressed force (BPB-1), 20% initial prestressed force(BPB-2), 30% initial prestressed force(BPB- 3), concrete beam strengthened by steel wire rope 4D8 with 10% initial prestressed force (BPP-1), 20% initial prestressed force(BPP-2), and 30% initial prestressed force(BPP-3). Cross section of the beam with dimensions of 100 mm x 150 mm x 1000 mm. The result of the research shows that the flexure load capacity of the strengthen beam increases against the control beam. There are 2 types of results: FEM 1 (models with actual properties) and FEM 2 (models with modified properties). Flexure Load Capacity FEM 2 is closer to the experimental results than FEM 1. The results of the ductility ratio analysis of the strengthen beam increases against the control beam, with the largest ratio reaching 0.77 (FEM 1) and 1.66 (FEM 2). The largest stiffness ratio of 4.3 (FEM 1) and 1.5 (FEM 2). The crack pattern on all models was subject to flexural failures. | |
| 15500 | 18799 | G1A012149 | TUMBUH KEMBANG BALITA DENGAN INFEKSI CYTOMEGALOVIRUS KONGENITAL | LATAR BELAKANG. Cytomegalovirus (CMV) merupakan penyebab umum infeksi kongenital di seluruh dunia yang menyebabkan gangguan pendengaran, gangguan neurologis, dan gangguan perkembangan pada balita. Hingga saat ini belum ada penelitian apakah kadar antibodi CMV dapat digunakan untuk memprediksikan seberapa besar efek CMV terhadap tumbuh kembang balita yang menderita infeksi CMV. TUJUAN. Mengetahui hubungan kadar IgM dan IgG CMV terhadap tumbuh kembang balita dengan infeksi CMV kongenital METODE. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan total sampling yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Sampel diteliti dengan melihat kadar IgM dan IgG yang ada di rekam medis dan diukur pertumbuhan dan perkembangannya dengan kuisioner Denver II. Data dianalisis menggunakan uji statistik Spearman. HASIL. Arah dan kekuatan korelasi antara kadar IgM dan IgG terhadap aspek pertumbuhan menunjukkan arah korelasi negatif dengan kekuatan yang lemah, begitupula arah dan kekuatan yang sama juga ditunjukkan antara kadar IgG terhadap perkembangan. Kadar IgM dengan perkembangan menunjukkan arah yang positif dengan kekuatan korelasi yang lemah. Nilai kemaknaan pada penelitian ini tidak bermaknya (p=>0,05) KESIMPULAN. Kadar IgM dan IgG tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita dengan infeksi CMV kongenital. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan. | BACKGROUND. Cytomegalovirus is the most common cause of congenital infection in the world which caused a hearing deficit, neurologic deficit, and developmental delayed in infants. IgM and IgG as antibody to predict the growth and development of infants with congenital cytomegalovirus infection is remain unknown. OBJECTIVE. Investigate the influence of antibody to the effect of growth and development of infants with congenital CMV infection METHODS. This is an observasional analytic study with cross-sectional design. Sample chosen by total sampling method based on inclusion criteria. Level of IgM and IgG used from medical record and growth and development data taken directly from the sample using Denver II questionnaire. Data analyzed with Spearman test RESULTS. The spearman correlation between IgM and IgG levels to growth aspect show a negative and weak correlation, the same result shown by correlation between IgG to developmental aspects. IgM to developmental aspects show a positive correlation but weak correlation. The significant value in this study show a not-significant result (p=>0,05) CONCLUSION. IgM and IgG levels do not influence the growth and development of infants with CMV congenital. Further investigation needed |