Artikelilmiahs

Menampilkan 15.521-15.540 dari 49.876 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1552118819F1I013003Strategi Tiongkok Terhadap Vietnam Terkait Laut Tiongkok Selatan
Pada masa Pemerintahan Xi Jinping (2013-2015)
Penelitian ini berjudul Strategi Tiongkok Terhadap Vietnam Terkait Laut Tiongkok Selatan Pada Masa Pemerintahan Xi Jinping (2013-2015) merupakan penelitian yang menganalisa bagaimana kebijakan luar negeri Tiongkok di bawah pemerintahan Xi Jinping terhadap Vietnam berdasarkan geopolitik Tiongkok.
Fokus penelitian ini adalah trategi Tiongkok untuk mewujudkan pengaruhnya dikawasan Laut Tiongkok Selatan khususnya Vietnam di bawah payung kebijakan Jalur Sutra sebagai jalan mewujudkan Chinese Dream. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perubahan konsep kebijakan luar negeri Tiongkok adalah agar Tiongkok dapat menjadi pengaruh di dunia, kawasan Asia Tenggara khususnya Vietnam. Kebijakan-kebijakan Tiongkok dibawah Xi Jinping berhasil membuat Vietnam untuk mengimplementasikan Strategi Hedging.
This research titled “Tiongkok’s Strategy Toward Vietnam Regarding the South Tiongkok Sea In the Reign of Xi Jinping” analyses Tiongkok’s foreign policy under Xi Jinping’s rule toward Vietnam using Tiongkok geopolitics’ perspective.
The focus of this research is Tiongkok’s strategy to establish its influence in the South Tiongkok Sea, especially Vietnam under Silk Road Policy as a way of achieving the Chinese Dream. This research concludes that Tiongkok changes their foreign policy concept in order to making them as an influential state globally, and in South East Asia, especially Vietnam. However, Tiongkok’s policy under Xi Jinping successfully makes Vietnam implementing the Hedging Strategy.
1552218828G1G013058PENGARUH APLIKASI TOPIKAL OZONE OLIVE OIL TERHADAP KADAR VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR (VEGF) GINGIVA PADA PROSES PENYEMBUHAN PERIODONTITIS
(Kajian in vivo pada Tikus Sprague dawley)
Periodontitis merupakan inflamasi kronis yang terjadi pada jaringan periodontal atau pendukung gigi. Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), salah satu faktor angiogenik berperan dalam proses penyembuhan periodontitis. Ozone olive oil merupakan olive oil murni yang mengalami ozonisasi dan diketahui dapat meningkatkan kadar VEGF dalam proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi topikal ozone olive oil terhadap kadar VEGF gingiva dalam proses penyembuhan pada tikus model Sprague dawley periodontitis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan 45 tikus Sprague dawley jantan yang dibagi menjadi 9 kelompok, yaitu kelompok kontrol sehat hari ke-3 (KS3), kelompok kontrol sehat hari ke-7 (KS7), kelompok kontrol sehat hari ke-14 (KS14), kelompok kontrol negatif hari ke-3 (KN3), kelompok kontrol negatif hari ke-7 (KN7), kelompok kontrol negatif hari ke-14 (KN14), kelompok perlakuan hari ke-3 (KP3), kelompok perlakuan hari ke-7 (KP7), kelompok perlakuan hari ke-14 (KP14). Hasil uji statistik One-way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar VEGF antar kelompok (p<0,05). Hasil uji lanjut post hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar seluruh kelompok, kecuali antar kelompok kontrol sehat. Simpulan penelitian ini adalah aplikasi topikal ozone olive oil memiliki pengaruh terhadap kadar VEGF gingiva dalam proses penyembuhan pada tikus model Sprague dawley periodontitis.Periodontitis is chronic inflammation on periodontal tissues or supporting tissue of the teeth. During this inflammatory process, vasodilation causes in high vascular demand of periodontal tissues, synthesis inflammatory mediator synthesis, and decrease of growth factors that play role in angiogenesis and vasculogenesis. Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) as one of the most potent angiogenic factors has play role on periodontitis healing process. Ozone olive oil is pure olive oil that ozonated into gel form and known to increase VEGF level during scar healing. The aim of this study is to determine the effect of ozone olive oil topical application on gingival VEGF level in healing process of periodontitis in Sprague dawley rat. Forthy five male Sprague dawley rats were divided into nine groups: healthy control day-3 (KS3), healthy control day-7 (KS7), healthy control day-14 (KS14), negative control day-3 (KN3), negative control day-7 (KN7), negative control day-14 (KN14), topical application day-3 (KP3), topical application day-7 (KP7), and topical application day-14 (KP14). In treated groups, the higher of gingival VEGF levels were found in day-3 and 7, whereas the gingival VEGF level was getting lower in day 14. In negative control groups showed the higher mean of gingival VEGF levels as the day passed. Data were statistically analysed using one way ANOVA and showed significant differences between groups. Post hoc LSD test showed significant differences on all of the groups, except between on the healthy control groups. The study indicated that topical application of ozone olive oil have significant effect on the gingival VEGF level on periodontitis wound healing in Sprague dawley rat.
1552319740C1L010040THE USE OF BALANCE SCORECARD TO CONTROL PERFORMANCE OF WATER SUPPLY COMPANY IN CENTRAL JAVAPenelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Balance Scorecard diterapkan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Jawa Tengah.Perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan milik negara yang memiliki tanggung jawab baik berorientasi pada keuntungan maupun pada tanggung jawab sosial. Kinerja menjadi permasalahan yang penting pada jenis perusahaan ini, baik dari segi finansial maupun non-finansial.Maka dari itu Balance Scorecard dipilih sebagai alat pengukuran kinerja. Balance Scorecard yang biasanya dimplementasikan pada perusahaan yang berorientasi pada keuangan saja, dimodifikasi dan digunakan pada PDAM yang memiliki baik orientasi keuangan maupun tanggung jawab sosial. Yang kemudian tiap PDAM di Jawa Tengah dikategorikan dalam suatu Tingkat Kesehatan dengan cara menjumlahkan hasil total skor dari 4 pengkuran kinerja perusahaan baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Penelitian ini menerapkan pendekatan Deskriptif Kualitatif, metode pengumpulan data dengan pengamatan mendalam pada data sekunder yang berasal dari Laporan Kinerja 35 PDAM di Jawa Tengah tahun 2015 oleh BPPSPAM.hasil penelitian menunjukan bahwa empat perspektif dari Balance Scorecard dimodifikasi menyesuaikan dengan empat jenis kinerja yaitu kinerja keuangan, kinerja pelayanan, kinerja operasional, dan kinerja sumber daya manusia. Pengukuran kinerja ini selanjutnya akan digunakan untuk mengkategorisasi tiap kinerja PDAMdalam Tingkat Kesehatan.Selebihnya, pengukuran kinerja ini dapat menajdi alat pengamatan yang baik terhadap trend perkembangan kinerja PDAM di Jawa Tengah dengan melihat perubahan Tingkat Kesehatan tiap tahunnya.This research aims to understand how Balance Scorecard is applied in Water Supply Company in Central Java. The company used in this research is a local government owned company that has profit and social contribution responsibility. Performance becomes important issue in this type of company, both in financial performance and non-financial performance term. And then, Balance Scorecard is selected as the performance measurement tool. Balance Scorecard that usually used mostly in profit oriented companies is then modified and utilized in Water Supply Company that has both profit and social orientations. And then categorized each company in term of healthiness by classified and accumulated the result score of the four performance measurement of the company financial performance and non-financial performance term. This research applies qualitative approach and descriptive approach, data collected done by using deep observation from secondary data of BPPSPAM 2015 Performance Report in which the 35 Water Supply Company of Central Java. The result shows that four perspectives of Balance Scorecard are modified into four types of performance which are financial performance, service performance, operation performance, and human resources performance. This performance measurement is used to classify each Water Supply Company performance in term of healthiness. Moreover, this performance measurement becomes an important observation tool to see the trend of performance improvement by looking at the healthiness category each year.
1552418820D1E013179KAJIAN BAHAN PEMBAWA EKSTRAK DAUN WARU TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR PAKAN DOMBAPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh bahan pembawa ekstrak daun waru terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar pada pakan domba. Materi yang digunakan adalah domba lokal jantan yang berumur dua tahun. Ternak dipelihara dalam kandang metabolis dengan perlakuan: pemberian konsentrat tanpa penambahan ekstrak daun waru (R0), konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa oleh tepung jerami padi amoniasi (R1), konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa oleh tepung ampas tahu (R2) dan konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa oleh tepung onggok (R3). Penelitian menggunakan metode eksperimental yang di rancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL). Peubah yang diamati adalah kecernaan serat kasar dan protein kasar dengan metode koleksi total. Data diperoleh dari analisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan pembawa ekstrak daun waru berpengaruh nyata (P < 0.05) terhadap kecernaan serat kasar, namun berpengaruh tidak nyata (P > 0.05) terhadap kecernaan protein kasar. Berdasarkan uji Beda Nyata Jujur diketahui bahwa perlakuan R3 memiliki kecernaan serat kasar yang lebih rendah (P < 0.05) dibandingkan dengan R1 dan R2, akan tetapi tidak berbeda (P > 0.05) dengan R0. Kesimpulan penelitian ini adalah jerami padi amoniasi dapat digantikan dengan ampas tahu sebagai bahan pembawa ekstrak daun waru.The research aimed to study the effect of Hibiscus tiliaceus leaf extract carrier on crude fiber and crude protein digestibilities in sheep diet. The materials used in this study were local male sheeps of two-year old. The sheeps were maintained in metabolic cage with the treatments: diets contained either no Hibiscus tiliaceus leaf extract (R0), H. tiliaceus leaf extract carried by ammoniated rice straw meal (R1), H. tiliaceus leaf extract carried by tofu waste meal (R2), and H. tiliaceus leaf extract carried by onggok meal (R3). The research used an experimental method designed according to Completely Randomized Design (CRD). Variabels measured were crude fiber and crude protein digestibilities. The data obtained were stastistically analyzed by analysis of variance. The results showed that treatments affected significantly (P > 0.05) on the crude fiber digestibility, but didn’t affect significantly (P < 0.05) on the crude protein digestibility. Based on further test of Honesty Significant Difference Test, it was known that R3 had lower digestibility (P < 0.05) than R1 and R2, but it was not different (P > 0.05) from R0. The conclusion of this study is, the ammoniated rice straw can be replaced by tofu waste meal as Hibiscus tiliaceus leaf extract carrier.
1552518821D1B015018PENGARUH WAKTU POST THAWING SEMEN BEKU KAMBING BOER TERHADAP MOTILITAS DAN INTEGRITAS MEMBRAN SPERMATOZOAPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh waktu post thawing semen beku kambing boer terhadap motilitas, dan integritas membran spermatozoa. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak Terapan, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada tanggal 13-17 Februari 2017. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah waktu post thawing (thawing pada suhu 37°C selama 30 detik) semen beku yang terdiri atas P0 (0 menit), P1 (30 menit), P2 (60 menit), dan P3 (90 menit). Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Peubah yang diukur adalah Motilitas dan Integritas Membran Spermatozoa. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial dan uji beda nyata jujur. Hasil analisis menunjukan waktu post thawing memberikan pengaruh linear yang sangat nyata (P<0,01) dan perbandingan yang nyata (P<0,05) terhadap motilitas dan integritas membran spermatozoa. Rataan motilitas dan integritas membran sama-sama mengalami penurunan seiring dengan semakin lama waktu post thawing yaitu P0 (47,17 ± 0,76 %); P1 (43,00 ± 0,91 %); P2 (38,16 ± 1,48 %); P3 (31,41 ± 0,55 %) dan P0 (54,98 ± 1,00 %); P1 (46,70 ± 1,07 %); P2 (40,07 ± 0,96 %); P3 (34,12 ± 1,05 %). Kesimpulan, semakin lama waktu post thawing dapat menurunkan motilitas dan integritas membran spermatozoa. Waktu post thawing semen beku Kambing Boer lebih dari 30 menit kurang layak untuk dilakukan inseminasi buatan.This research aimed to know the effect of post thawing time of boer frozen semen on motility, and integrity membrane of spermatozoa. This research was conducted at The Laboratory of Animal Physiology and Applied Reproduction, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from 13 th - 17 th February, 2017. The research was conducted experimentaly using the Completely Randomized Design. The treatments tested were post thawing time (thawing at temperature of 37°C for 30 seconds) frozen semen consisting of P0 (0 minute); P1 (30 minutes); P2 (60 minutes); P3 (90 minutes). Each treatment was repeated six times. The parameters measured were motility and intact plasma membrane. Data were analyzed using analysis of variance followed by polynomial orthogonal test and honestly significant difference test. The analysis result showed that post thawing time gave very significant linear effect (P <0.01) and significant comparison (P <0.05) on motility and productivity of spermatozoa membrane. The mean of motility and integrity membrane decreased in line with the length of post thawing time were P0 (47.17 ± 0.76 %); P1 (43.00 ± 0.91 %); P2 (38.16 ± 1.48 %); P3 (31.41 ± 0.55 %) and P0 (54.98 ± 1.00 %); P1 (46.70 ± 1.07 %); P2 (40.07 ± 0.96 %); P3 (34.12 ± 1.05 %), respectively. The conclusion, the longer of post thawing time can decrease motility and integrity membrane of spermatozoa. Post thawing time of Boer frozen semen over 30 minutes is less feasible for artificial insemination.
1552618824F1F011078AN ANALYSIS OF METAPHOR IN AEROSMITH’S FIFTEENTH ALBUM; MUSIC FROM ANOTHER DIMENSION (2012)Wibowo Widyatmoko Achmad. 2017. An Analysis of Metaphor in Aerosmith Fifteenth Album entitled Music from Another Dimension. Skripsi. Pembimbing I: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Pembimbing II: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Penguji: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Hum. Kementrian Riset. Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Ilmu Budaya. Jurusan Bahasa dan Sastra. Program Study Bahasa dan Sastra Inggris, Purwokerto.
Penelitian yang berjudul An Analysis of Metaphor in Aerosmith Fifteenth Album entitled Music from Another Dimensio ini bertujuan untuk menemukan tipe majas metafora dan menjelaskan maknanya dari data yang telah ditemukan. Identifikasi dari majas metafora didasari oleh teori dari Lakoff dan Johnsen (2003) yang membagi metafora menjadi tiga tipe yaitu struktural, orientasional dan ontologikal. Kemudian penjelasan makna yang terkandung dalam masing-masing lirik diinterpretasikan menggunakan teori Leech (1974) yang hanya fokus pada dua makna yaitu makna denotatif dan konotatif. Namun penjelasan majas metafora hanya menggunakan makna konotatif. Makna denotatif disini digunakan sebagai perbandingan dengan makna konotatif.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Sumber data adalah album kelimabelas Aerosmith yang bejudul Music from Another Dimension dan data utama adalah ungkapan yang terdapat pada lirik lagu yang menandakan majas metafora. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan teori semantik untuk menjawab rumusan masalah. Penulis menggunakan beberapa langkah dalam menganalisis data, yaitu mengklasifikasikan data metafora ke dalam tiap tipenya berdasarkan teori Lakoff dan Johnsen, mendeskripsikan makna dari metafora yang ditemukan di objek, serta membuat kesimpulan dari semua data yang telah diteliti.
Populasi dalam penelitian ini diambil dari lirik lagu yang mengindikasikan majas metafora dalam album kelimabelas Aerosmith. Purposive sampling digunakan dalam menentukan sampelnya. Sampel dalam penelitian ini adalah macam-macam tipe metafora dan maknanya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa data yang mengandung majas metafora berjumlah 45 yang terbagi dalam: tipe struktural sebanyak 17 data, orientational sebanyak 12 data, dan ontological sebanyak 16 data. Dari ketiga tipe tersebut, metafora struktural adalah tipe yang paling dominan. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa Aerosmith selalu mendeskripsikan lagunya sesuai dengan makna metafora struktural tersebut.
Wibowo Widyatmoko Achmad. 2017. An Analysis of Metaphor in Aerosmith Fifteenth Album, Music from Another Dimension. Thesis. Supervisor I: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Supervisor II: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. External Examiner: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education. Jenderal Soedirman University. Faculty of Humanities. Language and Literature Department. English Study Program, Purwokerto.
The research entitled “An Analysis of Metaphor in Aerosmith’s Fifteenth album entitled Music from Another Dimension” aims to find the types of metaphor and to explain the meaning of the data found. The identification of metaphor is based on Lakkof and Johnsen theory (2003) which is divided into three types, those are structural, orientational, and ontological. Then the description of meaning contained in each lyric is interpreted using Leech’s theory (1974) which only focuses on two meanings, those are connotative and denotative. However, the description of metaphor only use connotative meaning. Denotative here is used in comparison with connotative meaning.
The researcher used qualitative method in analyzing the data. The data source was Aerosmith’s fifteenth album entitled Music from Another Dimension and the main data was the utterances of the song lyrics indicating metaphor. This research applied semantic approach and theory to answer the research questions. In analyzing the data, the researcher took some steps. There were classifying the data of metaphor into its types based on Lakoff and Johnsen theory, describing the meaning of metaphors found in the object, and drawing the conclusion from all the data that have been analyzed.
The population of this research was taken from the song lyrics indicating metaphor in Aerosmith’s fifteenth album. The purposive sampling was taken in determining the sample. The samples of this research were the various types of metaphor and their meaning. The result of this research shows that the data contained metaphor are 45 data which are divided into: structural metaphor are 17 data, orientational are 12 data, and ontological are 16 data. The most dominant type is structural form those three types. Therefore, the researcher concluded that Aerosmith always describe their song based on the meaning of structural metaphor itself.
1552718822C1C013057FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR INTERNAL DALAM PENDETEKSIAN DINI CORPORATE FRAUD (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN KLIEN KAP DI DKI JAKARTA)Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh karakter moral, orientasi etika, komitmen profesional, independensi internal auditor dan kultur organisasi terhadap pendeteksian dini corporate fraud. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang pernah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Pemilihan sampel dengan metode stratified random sampling dengan jumlah responden 47 internal auditor. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner kepada auditor internal di perusahaan-perusahaan yang telah ditentukan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komitmen profesional dan kultur organisasi berpengaruh secara parsial terhadap pendeteksian dini corporate fraud, tetapi karakter moral, orientasi etika dan independensi tidak memiliki pengaruh secara parsial.The purpose of this research is to examine the influence of the moral character, ethical orientation, professional commitment, internal auditor independence and organizational culture on the early detection of corporate fraud. This research is a quantitive with survey method. The population in this research are companies that have been audited by the public accounting firm. The sample selection used stratified random sampling method with 47 auditors as respondents in total. This research used primary data. The data collected by handing out questionnaires to internal auditors at companies that have been chosen. The analytical method used is multiple linear regression analysis. The result of this research proved that the professional commitment and organizational culture partially have effect on the early detection of corporate fraud, but moral character, ethical orientation and independence have no partial effect.
1552824607A1L014052Formula Mikroenkapsulan Berbasis Bacillus subtilis B298 Untuk Memacu Pertumbuhan dan Hasil Tanaman CabaiThis study aimed to 1) determine the effect of Bacillus subtillis B298 based-microencapsular formula to stimulate the growth of chili 2) Know the effect of Bacillus subtillis B298 based-microencapsulant formula on yield of chilli. This research was conducted in Tambaksari Kidul Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The study was conducted from January to June 2018. The experimental design used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatments, each treatment was repeated 6 times to produce 24 experimental plot units. The data of the study were analyzed by variance with a real level of 95% using the DSAASTAT application. If the test results are significant, then the analysis is continued with the Least Significant Difference Test (LSD) at the 5% error level. Variables observed were: plant height, leaf number, fresh plant weight, dry plant weight, leaf area, plant growth rate, yield in the form of fruit number, and fruit weight per plant.

Keywords: chili plants, Bacillus subtilis B298
Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh formula mikroenkapsulan berbasis Bacillus subtillis B298 untuk memacu pertumbuhan tanaman cabai 2) Mengetahui pengaruh formula mikroenkapsulan berbasis Bacillus subtillis B298 untuk hasil tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 perlakuan dan masing masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga menghasilkan 24 satuan petak percobaan. Data hasil penelitian dianalisis sidik ragam dengan taraf nyata 95% menggunakan aplikasi DSAASTAT. Apabila hasil pengujian berpengaruh nyata, maka analisis dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kesalahan 5%. Variabel yang diamati antara lain: tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, luas daun, laju pertumbuhan tanaman, hasil berupa jumlah buah, dan bobot buah per tanaman.

Kata kunci: tanaman cabai, Bacillus subtilis B298
1552918829F1D012055KOMUNIKASI POLITIKUS PARTAI KEADILAN SEJAHTERA KABUPATEN CILACAP PADA PEMILIHAN LEGISLATIF TAHUN 2014
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi komunikasi politikus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Cilacap pada pemilihan legislatif 2014 dan mengapa politikus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Cilacap tidak terpilih kembali pada Pileg tahun 2014. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi untuk mendukung analisis dan interpretasi data. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih dan menetapkan sasaran penelitian berdasarkan kebutuhan peneliti dan teknik snowball sampling dengan cara mengambil sample informan secara berantai. Penelitian ini menggunakan analisis data interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi sebagai tinjauan ulang pada catatan lapangan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa politikus PKS melakukan berbagai komunikasi politik di daerah pilihannya masing-masing dengan menerapkan 5 unsur yaitu komunikator, pesan, media, khalayak sasaran, dan efek. (1) Komunikator umumnya dilakukan oleh aktor politiknya langsung yaitu politikus PKS. (2) Khalayak sasaran umumnya yaitu forum masjid, RT/RW, pedagang pasar, petani dan forum kepemudaan. (3) Pesan yang disampaikan pun berbeda-beda, sebagian mempunyai visi dan misi yang memuat isu permasalahan di Dapil masing-masing namun sebagian tidak memiliki visi dan misi yang konkrit. (4) Media yang digunakan rata-rata menggunakan media baliho, pamflet maupun banner namun ada politikus yang merambah dunia maya seperti youtube dan website pribadi sebagai media berkomunikasi dengan masyarakat. (5) Efek yang diperoleh masing-masing politikus berbeda, sebagian efek yang ditimbulkan sangat positif yaitu dengan terpilihnya Caleg baru maupun incumbent namun beberapa Caleg yang berstatus incumbent memperoleh efek yang kurang baik dengan tidak terpilihnya kembali. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa politikus PKS yang menjalankan strategi dengan melibatkan unsur komunikator, pesan, media, khalayak sasaran, dan efek dengan baik maka akan berdampak hasil yang positif namun sebaliknya jika strategi tersebut tidak dijalankan dengan baik makan hasil yang didapat negatif.
Abstract
This research is purposed to description politics communication strategy of Partai Keadilan Sejahtera Cilacap Regency’s politicans at legislative election in 2014, and the reason of the other PKS’s politicans were not gained again in 2014. This research uses qualitative method and case study approach, also field study as kind of research. Data collection in this research uses deep interview technique and documentation for increase analysis and data interpretation. Informan election usespurposive sampling technique to choosed and decided target of the research, and snowball sampling technique to choosed random sample. This research uses intersctive data analys, which is data reduction, data presentation, and made conclusion or verification as repeating observation on field notes.
The result of this research is Partai Keadilan Sejahtera (PKS) did many politics communication in their region, which is consist of communicator, message, media, society target, and effect. (1) The communicator did by the politican actors which is PKS’s politicans. (2) The society target is mosque forum, Neighbourhood/Hamlet, market seller, farmers, and young people forum. (3) Arrived messages is different, some kind is had concrete vision and mission. (4) They used some media like billboard, pamphlet or banner. But there is politicans that used social media like youtube and private website as communication media to communicate with the society. (5) They had their own effects, some effects are so positive by the gained of new legislative candidates also incumbent. But many incumbent legislative candidates got bad effect which is not gained again. The conclusion of this research is politicans who are good maintained their network by social base will getting good effects too. It caused by their good politics communication, messages, media and structured society target. While, the incumbents who are not gained again is because they are not famous enough as the others who had high politics character
1553018836D1F014013TINGKAT INFEKSI FASCIOLASIS PADA PETERNAKAN SAPI POTONG KELOMPOK DAN MANDIRI DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat infeksi Fasciolasis dan jumlah telur cacing Fasciola sp. yang terdapat pada peternakan sapi potong kelompok dan mandiri di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode penelitian survei. Teknik Judgement sampling digunakan untuk menetapkan wilayah penelitian, dari 27 kecamatan yang ada di kabupaten Banyumas diambil tiga kecamatan yang mewakili karakter sampel penelitian. Kecamatan tersebut adalah Kedungbanteng, Sumbang dan Kembaran. Sampel feses ternak dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Feses ternak yang digunakan adalah feses ternak sapi potong yang dipelihara dalam berbagai umur dari peternakan sapi potong kelompok dan mandiri. Jumlah sampel yang diambil sebesar 10 – 20% dari jumlah populasi ternak pada peternakan tersebut. Uji yang digunakan untuk pemeriksaan feses adalah uji sedimentasi/sentrifus. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa rata – rata jumlah telur tiap gram (TTG) pada ternak sapi potong kelompok 5.05 (1 – 17) lebih tinggi daripada peternakan sapi potong mandiri 2.45 (2 – 12). Tingkat infeksi Fasciolasis pada ternak sapi potong kelompok lebih tinggi daripada ternak sapi potong mandiri. Dari 20 sampel peternak kelompok, 13 sapi terinfeksi (85%) dan 7 sapi tidak terinfeksi (15 %). Dari 20 sampel peternak mandiri, 9 sapi terinfeksi (45%) dan 11 sapi tidak terinfeksi (55%). Hasil uji T menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel (2.069 > 2.024). Hasil analisis Chi square (X2) menunjukkan bahwa nilai X2 hitung > X2 tabel (7.033 > 3.841). Kesimpulannya, ditemukan kejadian infeksi fasciolasis pada peternakan sapi potong kelompok lebih tinggi daripada peternakan sapi potong mandiri.This study was aimed to determine the level infection of Fasciolasis and the number of worm eggs Fasciola sp. contained in beef cattle group farm and individual farm in Banyumas. The study used survey research methods. The judgment sampling was used to determination of the research areas, out of 27 districts in Banyumas, three districts were choosen that represent the character of the study. They were Kedungbanteng, Sumbang and Kembaran. Samples of cattle faeces were selected using technique simple random sampling. Cattle faeces samples were obtained from various age of beef cattle farm groups and individual. The number of samples taken were for 10-20% of the number of livestock in the farm. Sedimentation/centrifuge test was used to axamination faeces. Results of laboratory examination showed that the averages of eggs per gram (EPG) in beef cattle groups farm was 5.05 (1-17) that was higher than in beef cattle individual farm was 2.45 (2-12). The infection rate of Fasciolasis in beef cattle goups was higher than the beef cattle individual farm. Out of 20 samples cattle group farm, 13 cattle were infected (85%) and 7 cattle were not infected (15%). Out of 20 samples cattle individual farm, 9 cattle were infected (45%) and 11 cattle were not infected (55%). t test results showed that the value of t > t table (2.069> 2.024). The results of Chi square analysis (X2)showed that the value of X2 > X2 table (7.033> 3.841). In conclusion, cattle in farm group found higher incidence of infection fasciolasis then cattle in individual farm.
1553119726G1A013082Korelasi Antara Lingkar Leher dengan Persentase Lemak Tubuh dan Tekanan Darah (Studi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman)Obesitas menjadi masalah serius di seluruh dunia. Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya sindrom metabolik. Lingkar leher merupakan metode yang mudah dan sederhana dalam mengukur kadar lemak dan obesitas, namun jarang digunakkan. Lingkar leher diketahui berhubungan dengan indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan faktor metabolik, seperti tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara lingkar leher dengan persentase lemak tubuh dan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian merupakan 48 orang mahasiswa laki-laki Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman berusia 18-23 tahun yang didapatkan melalui consecutive sampling. Lingkar leher diukur dengan menggunakan pita pengukur dengan ketelitian 1 mm. Persentase lemak tubuh diukur dengan metode bioelectrical impedance analysis dan tekanan darah diukur dengan menggunakan sfigmomanometer aneroid. Hasil analisis uji korelasi menunjukkan korelasi yang kuat antara lingkar leher dengan persentase lemak tubuh (p <0,05; r: 0,734), korelasi sedang antara lingkar leher dan tekanan darah sistol (p<0,05; r: 0,518) dan tekanan darah diastol (p<0,05; r: 0,505) dengan arah korelasi positif. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran lingkar leher, maka semakin tinggi persentase lemak tubuh, tekanan darah sistol, dan tekanan darah diastol pada mahasiswa laki-laki Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.Obesity is a serious worldwide health problem and a risk factor of metabolic syndrome. Neck circumference is a simple and easy method that can be used to measure body fat composition and obesity, but it is rarely used. Neck circumference has been known for its relation to body mass index, waist circumference, and metabolic factors, such as blood pressure. The aim of this study is to know the correlation of neck circumference with body fat percentage and blood pressure. This study used observational analytic method with cross-sectional approach. Forty eight male medical students at Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University aged 18-23 participated in this study and were chosen by consecutive sampling method. Neck circumference measured using measuring tape with 1 mm accuracy. Body fat percentage measured using bioelectrical impedance analysis method and blood pressure measured using aneroid sphygmomanometer. Correlation tests revealed that neck circumference had strong positive correlation with body fat percentage (p<0,05; r: 0,734) and moderate positive correlation with systolic blood pressure (p<0,05; r: 0,518) and diastolic blood pressure (p<0,05; r: 0,505). This concluded that the greater neck circumference the higher body fat percentage and blood pressure in male medical students at Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University.
1553218830A1M013057Stabilitas Senyawa Bioaktif Ekstrak dan Nanokapsul Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Variasi Suhu dan Waktu PemanasanRosela merupakan tanaman yang mengandung vitamin C dan senyawa fenolik khususnya antosianin yang tinggi. Senyawa antosianin dan vitamin C merupakan senyawa yang tidak stabil, diantaranya dipengaruhi oleh pH, ion logam, paparan cahaya, suhu, oksigen, dan aktivitas enzimatik. Stabilitas dari senyawa antosianin dan vitamin C dapat ditingkatkan dengan teknologi nanoenkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui karakteristik fisik dan kimia nanokapsul hasil ekstraksi kelopak bunga rosela; 2) mengetahui pengaruh variasi suhu terhadap stabilitas karakteristik kimia ekstrak dan nanokapsul kelopak bunga rosela; 3) mengetahui pengaruh variasi waktu pemanasan terhadap stabilitas karakteristik kimia ekstrak dan nanokapsul kelopak bunga rosela; 4) mengetahui pengaruh interaksi variasi suhu dan waktu pemanasan terhadap stabilitas karakteristik kimia ekstrak dan nanokapsul kelopak bunga rosela. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah suhu pemanasan (S): S1= 70oC, S2= 90oC, S3= 110oC; dan waktu pemanasan (W): W1= 15 menit, W2= 30 menit, W3= 45 menit, W4= 60 menit. Nanokapsul rosela memiliki ukuran partikel granula antara 0,9-2 µm, total antosianin sebesar 0,48 mg/100g, vitamin C sebesar 13,2 mg/g, IC50 sebesar 93,75 µg/ml, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sebesar 6,50 ± 0,37 mm dan terhadap Escherichia coli sebesar 7,23 ± 0,36 mm. Bentuk nanokapsul lebih stabil terhadap perubahan lingkungan dibandingkan bentuk ekstrak, dibuktikan dengan nilai slope persamaan regresi antosianin dan vitamin C nanokapsul yang lebih kecil dibandingkan ekstrak. Setiap kenaikan satu satuan suhu pemanasan, penurunan total antosianin pada nanokapsul dan ekstrak masing-masing sebesar 0,024 dan 0,234 mg/100g, sedangkan setiap kenaikan satu satuan waktu pemanasan penurunannya masing-masing 0,0327 dan 0,1266 mg/100g. Vitamin C mengalami penurunan setiap kenaikan satu satuan suhu pemanasan pada nanokapsul dan ekstrak masing-masing sebesar 1,356 dan 1,408 mg/g, sedangkan setiap kenaikan satu satuan waktu penurunannya masing-masing 0,391 dan 0,977 mg/g. Roselle is a plant that contains phenolic compounds, especially its high anthocyanins contents, and also vitamin C. Anthocyanin and vitamin C are unstable compounds, which are influenced by pH, metal ions, light exposure, temperature, oxygen, and enzymatic activity. The stability of the anthocyanin and vitamin C compounds can be enhanced by nanoencapsulation technology using spray dryer. The purposes of this research were: 1) knowing the physical and chemical characteristics of nanocapsules from roselle extract; 2) knowing the effect of heating temperature variation to the chemical characteristic stability of roselle extract and nanocapsules; 3) knowing the effect of heating time variation to the chemical characteristic stability of roselle extract and nanocapsules; 4) knowing the effect of interaction of heating temperature and time variation to the chemical characteristic stability of roselle extract and nanocapsules.
The experimental research was used randomized block design (RBD) method with three replications. The factors studied in this research were heating temperature (S): S1= 70oC, S2= 90oC, S3= 110oC; and heating time (W): W1= 15 minutes, W2= 30 minutes, W3= 45 minutes, W4= 60 minutes. The observed variables were physical characteristic that is the size of nanocapsules granule, antimicrobial properties, antioxidant activity, and chemical variables in the form of total anthocyanin and vitamin C content of roselle extract and nanocapsules.
The roselle nanocapsules has a granular particle size of 0.9-2 μm, total anthocyanin of 0.48 mg / 100g, vitamin C of 13.2 mg / g, IC50 of 93.75 μg / ml, antibacterial activity to Staphylococcus aureus of 6.50 ± 0.37 mm and to Escherichia coli of 7.23 ± 0.36 mm. The nanocapsule form is more stable against environmental changes than the extract form, as evidenced by the slope regression equation values of the anthocyanin and vitamin C of nanocapsules are smaller than the extract. Every increase of one unit of heating temperature, the total anthocyanin in nanocapsules and extract decrease by 0,024 and 0,234 mg/100g, respectively, whereas each increase of one unit of heating time decrease by 0,0327 and 0,1266 mg/100g, respectively. Every increase of one unit of heating temperature, vitamin C in nanocapsules and extract decrease by 1.356 and 1.408 mg/g, respectively, while each increase of one unit of heating time decrease by 0.391 and 0.977 mg/g, respectively. The interaction of temperature and heating time variation had a significant effect on the stability of extract and roselle nanocapsules. The lowest total of anthocyanin and vitamin C was found at heating temperature of 1100C with time 60 minutes.

Keywords: roselle, nanoencapsulation, stability, anthocyanin, vitamin C
1553318769F1B113025EFEKTIVITAS PROGRAM SAMSAT kELILING
DI KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini berjudul “Efektivitas Program Samsat Keliling di Kabupaten Cilacap”. Program yang dibuat oleh pemerintah pada umumnya dimaksudkan untuk dapat mewujudkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat. Suatu program dapat dikatakan efektif apabila sasaran atau tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai. Saran transportasi menjadi salah satu aspek yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jumlah kendaraan bermotor semakin hari semakin meningkat. Adanya program Samsat Keliling diharapkan mampu untuk mengurangi permasalahan yang timbul, seperti adanya tunggakan pajak kendaraan bermotor serta keluhan dari masyarakat terkait pelayanan Samsat. Efektivitas program adalah penilaian sejauh mana sebuah program dapat mewujudkan tujuan-tujuannya yang telah ditetapkan sebelumnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Untuk mengetahui seberapa efektif suatu program dapat diukur dari indikator menurut Duncan dalam Streers, yaitu pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif program Samsat Keliling di Kabupaten Cilacap. Sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Kantor Bersama Samsat Kabupaten Cilacap sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi, rata-rata hitung (Mean).
Hasil dari penelitian ini adalah program Samsat Keliling di Kabupaten Cilacap sudah efektif, dengan 63,3% responden yang menjawab efektivitas program masuk dalam kategori efektif, serta hasil rata-rata sebesar 146,17. Dari tiga indikator yang digunakan untuk mengamati efektivitas program Samsat Keliling di Kabupaten Cilacap, didapatkan hasil berupa : (1) pencapaian tujuanberada pada kategori efektif, (2) integrasi pada kategori efektif, (3) adaptasiberada pada kategori efektif.

Kata Kunci: Efektivitas, Samsat Keliling, Program
This research entitled "The Effectiveness of Samsat Keliling Program in Cilacap Regency". Programs made by the government in general are intended to be able to realize what is wanted and needed by the citizen. A program can be said to be effective if a determined goal or goal can be achieved. Transportation becomes one of the aspects needed by the citizen. The number of motor vehicles is increasing every day. The existence of Samsat Keliling program is expected to be able to reduce the problems that arise, such as the existence of motor vehicle tax arrears and complaints from citizen about services of Samsat. The effectiveness of the program is an assessment of the extent to which a program can realize its predetermined objectives by utilizing existing resources. To find out how effectively a program can be measured from indicators according to Duncan in Streers, goal achievement, integration and adaptation.
This study aims to find out how effective the Samsat Keliling program in Cilacap regency. The target in this research is all employees in Joint Office Samsat Cilacap Regency as many as 30 people. This research uses descriptive research method with quantitative approach. Data collection techniques through questionnaires, and documentation. The method of analysis used is the frequency distribution, average count (Mean).
The result of this research is Samsat Keliling program in Cilacap Regency has been effective, with 63,3% of respondents who answered the effectiveness of program entered in effective category, and result of average 146,17. Of the three indicators used to observe the effectiveness of the Samsat Keliling program in Kabupaten Cilacap, the results are: (1) achievement of objectives are in effective category, (2) integration in effective category, (3) adaptation is in effective category.

Keywords: Effectiveness, Samsat Keliling, Program
1553418831C1C013013ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN DI INTERNET OLEH PEMERINTAH DAERAH DI PULAU JAWA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji analisis faktor yang berpengaruh terhadap publikasi laporan keuangan pemerintah daerah di internet. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan pemerintah daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah 113 pemerintah daerah Kab/Kota di Pulau Jawa kecuali Kab/Kota di Provinsi DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Penelitian ini terdiri dari empat hipotesis yaitu opini audit, belanja daerah, pendapatan per kapita, dan keberadaan situs LPSE.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belanja daerah dan pendapatan per kapita berpengaruh terhadap publikasi laporan keuangan pemerintah daerah di internet. Semakin tinggi realisasi belanja daerah dan pendapatan per kapita, maka probabilitas untuk melakukan publikasi laporan keuangan di internet akan meningkat. Hasil lainnya menunjukkan bahwa opini audit dan keberadaan situs LPSE tidak berpengaruh terhadap publikasi laporan keuangan pemerintah daerah di internet. Opini audit dan keberadaan situs LPSE tidak mendorong pemerintah daerah untuk publikasi laporan keuangan di internet.
This study aims to examine the analysis of factors that affect the publication of local government financial statements on the internet. This research is a quantitative research using secondary data derived from local government financial statements. Population in this research is 113 local government regency, consist of Regency/City in Java Island except Regency/City in Province of DKI Jakarta. Sampling technique with purposive sampling. Logistic regression analysisto is used to test 4 hypothesis. The hypothesis of this research are audit opinion, regional expenditure, per capita income, and existence of the LPSE.
The results of this study indicate that regional expenditure and per capita income affect the publication of local government financial statements on the internet. The higher realization of regional expenditure and per capita income, the higher probability of publication of financial statements in internet. Another result are the audit opinion and the existence of the LPSE website has no effect on the publication of local government financial reports on the internet. Audit opinion and the existence of the LPSE website do not encourage local governments to publish financial statements on the internet.
1553518834F1I013046STUDI KOMPARATIF KEBIJAKAN EUTANASIA DI BELANDA DAN BELGIA MELALUI PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIAPerkembangan hak asasi manusia di dunia kini telah berkembang pesat. Beberapa pendapat mengatakan bahwa "hak untuk mati" juga merupakan bagian dari "hak untuk hidup" dan perlu ditegakkan, melalui legalisasi euthanasia. Dari sedikit negara yang telah melegalisasi eutanasia, Belanda dan Belgia merupakan pelopor yang telah melegalkan eutanasia. Studi ini akan membandingkan kebijakan di kedua negara, kemudian menghubungkannya dengan penegakan hak asasi manusia di negara masing-masing sesuai dengan Deklarasi Universal untuk Hak Asasi Manusia.The development of human rights in the world has now grown tremendously. Some opinions say that the “right to die is” also a part of the “right to life” and needs to be upheld, through the legalization of euthanasia. Of the few countries that have legalized euthanasia, the Netherlands and Belgium are the pioneer nations that have legalized euthanasia. This study will compare the policies in both countries, then connect it with the enforcement of human rights in their respective countries in accordance with Universal Declaration fo Human Rights.
1553618832D1E012210HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETERNAK DENGAN TINGKAT KEPUASAN PETERNAK SAPI PERAH TERHADAP PELAYANAN KOPERASI SUSU PESAT DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak sapi perah (tingkat pendidikan, jarak rumah, dan lama peternak menjadi anggota koperasi), mengetahui kepuasan peternak sapi perah terhadap kualitas pelayanan Koperasi “Pesat” (simpan pinjam, inseminasi buatan (IB), dan kesehatan hewan) dan menganalisis hubungan antara karakteristik peternak dengan tingkat kepuasan peternak sapi perah terhadap pelayanan Koperasi Susu “Pesat”. Pengambilan sampel wilayah dilakukan menggunakan stratified random sampling yaitu dengan mengelompokkan berdasarkan jumlah populasi peternak yaitu strata rendah, sedang, dan tinggi. Peternak dalam penelitian ini sebanyak 48 orang dari 204 peternak anggota Koperasi “Pesat” di Kabupaten Banyumas yang terdiri atas 33 peternak yang termasuk dalam strata tinggi, 13 peternak yang termasuk dalam strata sedang, dan 2 peternak yang termasuk dalam strata rendah. Variabel yang diukur yaitu (X1) tingkat pendidikan, (X2) jarak rumah, (X3) lama menjadi anggota koperasi dan (Y) yaitu tingkat kepuasan peternak terhadap pelayanan koperasi. Data diolah dengan analisis deskriptif dan analisis Rank Spearman. Hasil analisis antara tingkat pendidikan dengan tingkat kepuasan peternak terhadap pelayanan koperasi -0,007 menunjukkan korelasi negatif dan berada dalam korelasi lemah. Jarak rumah dengan tingkat kepuasan peternak terhadap pelayanan koperasi 0,130 menunjukan korelasi positif dan berada dalam korelasi lemah. Lama menjadi anggota dengan tingkat kepuasan peternak terhadap pelayanan koperasi -0,282 menunjukan korelasi negatif dan berada dalam korelasi rendah.The research is aimed at knowing the characteristic of dairy farmers (education level, distance from home, and duration of becoming cooperative members), knowing dairy farmers’ satisfaction towards the service quality of “Pesat” Dairy Cooperative (saving and loan, artificial insemination (IB), and animal’s health) and analyzing the relationship between dairy farmers’ characteristic and satisfaction level toward the service of “Pesat” Dairy Cooperative. The sampling technique area used stratified random samping by grouping based on the farmers’ population strata from the low, medium and high. Dairy farmers of this research were as much as 48 persons of 204 “Pesat” Cooperative farmers members in Banyumas Regency consisting of 33 farmers who were included in the high strata, 13 farmers who were included in the medium strata, and 2 farmers who were included in the low strata. Measured variables were (X1) education level, (X2) distance from home, (X3) the duration of becoming a member of cooperative and (Y) farmers satisfaction level towards cooperative service. Data processed by descriptive analysis and Rank Spearman analysis. The result of the analysis between education level and dairy farmers’ satisfaction level towards the service of the cooperative was -0,007 which showed negative correlation and was in weak correlation. The distance of farmers’ home to the cooperative and dairy farmers’ satisfaction level towards the service of the cooperative was 0,130 which showed positive correlation and was in weak correlation. The duration of becoming members and dairy farmers’ satisfaction level towards the service of cooperative was -0,082 which showed negative correlation and was in weak correlation.
1553718837D1E011230KADAR SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR DAUN TURI (Sesbania grandiflora) PADA DIAMETER BATANG YANG BERBEDA

Penelitian telah dilaksanakan semenjak 3 september 2016 sampai 24 februari 2017, bertempat di Desa Klumprit Kec. Nusawungu Kab. Cilacap dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar serat kasar dan protein kasar daun turi dari diameter batang tanaman turi 3, 6 dan 9 cm. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Sampel penelitian ditentukan dengan purposive sampling, sedangkan perlakuan dibagi menjadi tiga taraf, yaitu diameter batang 3, 6 dan 9 cm, setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar serat kasar dan protein kasar daun turi. Data yang diperoleh dalam penelitian ditabulasikan dalam tabel tabulasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskripsi statistik, analisis variansi dan uji beda nyata jujur pada beda diameter batang 3, 6 dan 9 cm. Berdasarkan hasil analisis semakin besar diameter batang dari tanaman turi meningkatkan kadar serat kasar, namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein kasar pada daun turi karena kadar protein kasar semakin tinggi seiring dengan semakin besarnya diameter batang. Setelah melaksanakan penelitian dapat diperoleh informasi tentang kadar serat kasar dan protein kasar daun turi pada diameter batang 3, 6 dan 9 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kadar serat kasar pada masing-masing tanaman turi yang berdiameter 3, 6 dan 9 cm masing-masing sebesar 13,83%, 16,83% dan 17,5%. Rata-rata kadar protein kasar tanaman turi yang berdiameter 3, 6 dan 9 cm masing-masing sebesar 27,74%, 28,64% dan 30,31%. Kadar serat kasar dan protein kasar daun turi semakin meningkat pada diameter batang yang semakin besar ( 3 cm sampai 9 cm). Budidaya tanaman turi untuk tujuan diambil daunnya, sebaiknya setelah tanaman tersebut mencapai diameter batang 6 cm sampai 9 cm.The research were conducted from September 3rd, 2016 until February 24th, 2017 in Klumprit Village, Sub district of Nusawungu of Cilacap District and Feed Science laboratory, Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research aimed to determine the level of crude fiber and crude protein of Sesbania grandiflora leaves from 3, 6 and 9 cm stem diameters. The method used in this research was survey method. The research samples were determined by purposive sampling and the treatments were divided into three levels, i.e. 3, 6 and 9 cm stem diameters which had 3 replication each. The variables observed were crude fibre and crude protein. Data were collected, tabulated and analysed using descriptive analysis, variant analysis, and continued by Honesty Significance Difference (HSD) test at different stem diameters. Based on the analysis results, longer stem diameter increased the levels of crude fibre, but had no significant effect on leaf crude protein content, because the content of crude protein was increased due to the increase of stem diameter. From the results, it was known the leaf crude fibre content of 3, 6 and 9 cm stem diameters. The results showed that the average leaf crude fibre comtent of each Sesbania grandiflora with 3 cm, 6 cm, and 9 cm stem diameters were 13,83%, 16,83% and 17,5%. The average leaf crude protein content of each Sesbania grandifloa with 3 cm, 6 cm, and 9 cm stem diameters were 27,74%, 28,64% and 30,31%. Leaf crude fibre and crude protein contents were increased when the stem were getting bigger (3 cm to 9 cm). Sesbania cultivation for leaf collection were better to be done when the plants attained 6 to 9 cm stem diameters.
1553818838D1E012035HUBUNGAN KONSUMSI BAHAN KERING DENGAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH DI KABUPATEN BANYUMASTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi bahan kering dengan produksi susu sapi perah di Kabupaten Banyumas,Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak rakyat sapi perah di Kabupaten Banyumas. Sampel diambil dengan menggunakan metode purpoisive sampling yaitu 3 Kecamatan ( Kecamatan Pekuncen, Cilongok dan Sumbang) dari ketiga Kecamatan dipilih 2 Kelompok Tani Ternak setiap Kecamatan, dalam setiap kelompok tani ternak dipilih 3 peternakan, dalam 1 peternakan dipilih 4 ekor sapi betina laktasi, jadi sapi yang akan diteliti adalah 72 ekor. Variabel yang diamati antara lain variabel dependen (Produksi susu) dan variabel independen (konsumsi BK).
Hasil yang dianalisis menggunakan regresi linear diperoleh persamaan Y = 8,897 + 0,253 X, nilaikonstantasebesar8,897menunjukkanbahwapada saat nilai BK pakan (X) tidak ada perubahan, maka produksi susu (Y) akan bernilai 8,897 kg/ekor/hari. Nilaikoefisienkorelasi (r) yang didapatkan 0,12, artinyakorelasiantaraBK pakan (X) terhadapproduksi susu (Y) sebesar 0,12. Hal iniberartiterjadihubungan yang cukuplemahkarenamendekati0.Nilai koefisien regresi (r) lemah dikarenakan karena beberapa faktor, yaitu genetik sapi perah di Kabupaten Banyumas murni sapi PFH sehingga produksi dan bobot badannya tinggi, sapi laktasi yang diteliti juga rata-rata memiliki periode laktasi 3 dan 4, kondisi lingkungan di Kabupaten Banyumas sangat mendukung untuk perkembangbiakkan sapi perah, dengan suhu berkisar antara 190 C – 210 C.
The objective of this research was to know whether there was any correlation between dry matter consumption and dairy cows milk production in Banyumas. The method used was a survey method. The population of this study was dairy cow farmers in Banyumas. The sampling technique used was purpoisive sampling. The sample were three sub-districts (District of Pekuncen, Cilongok and Sumbang) each of which had 2 farmer groups that were chosen randomly. In each farmer group, three farms were choisen, from each farmers four lactation cows were choisen, so the dairy cows to be studied were 72 cows. The observed variables included the dependent variable (milk production) and the independent variables (dry matter consumption).
The results were analyzed using simple linear regression equation, Y = 8.897 + 0.253 X, the constant value of 8.897 indicated that when the value of the feed dry matter consumption (X) had no change, then the milk production (Y) whould be worth 8.897 kg / head / day. The value of the correlation coefficient (r) obtained was 0.12, it meant that the correlation between feed dry matter consumption (X) and milk production (Y)was 0.12. The studied cows were in 3rd and 4 lactation periods. The area condition in Banyumas was very support to support the dairy cows, with temperatures around 190 C – 210 C. It can be concluded that the correlation was weak because the value of (r) was close to 0. The Low coefficient reggression (r) value because of some factors, namely the genetics value of dairy cows in Banyumas is that PFH pure cows, therefore, the production and the weight of the cows is high.
1553918841G1G013032PENGARUH PEMBERIAN MINYAK BIJI RAMI (Linum usitatissimum) TERHADAP KADAR OSTEOPROTEGERIN (OPG) PADA TIKUS Sprague dawley MODEL PERIODONTITISPeridontitis merupakan suatu peradangan kronis pada jaringan periodontal yang disebabkan oleh bakteri Aggregatibacter actinomyecetemcomitans yang ditandai dengan kehilangan perlekatan dan tulang alveolar. Osteoprotegerin (OPG) merupakan suatu protein yang berperan sebagai reseptor untuk receptor activator of nuclear factor kappa B ligand (RANKL) dalam proses osteoklastogenesis. Minyak biji rami (Linum usitatissimum) mempunyai kandungan omega-3 berupa alpha linolenic acid (ALA) yang tinggi yang diketahui mempunyai efek antiinflamasi dalam mengatasi inflamasi yang diinduksi oleh sitokin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak biji rami terhadap kadar OPG pada tikus Sprague dawley model periodontitis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan posttest only control group design. Penelitian ini menggunakan 35 tikus Sprague dawley jantan, yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu K1 (kontrol negatif), K2 (kontrol sehat), P1 (minyak biji rami dosis 3,75 ml/kgBB), P2 (minyak biji rami dosis 7,5 ml/kgBB), dan P3 (minyak biji rami dosis 15 ml/kgBB). Induksi periodontitis dilakukan dengan menginjeksikan bakteri A. a setiap hari selama 7 hari dilanjutkan pemberian minyak biji rami selama 21 hari. Kadar OPG pada GCF tikus periodontitis diperiksa dengan menggunakan uji ELISA. Hasil penelitian dianalisis dengan uji One way ANOVA dilanjutkan uji LSD. Rerata kadar OPG pada masing-masing kelompok yaitu K1: 139,02 pg/mL, K2: 198.3 pg/mL, P1: 301.6 pg/mL, P2: 371.6 pg/mL, dan P3: 453.6 pg/mL. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna kadar OPG antar kelompok (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian minyak biji rami terhadap kadar OPG pada tikus Sprague dawley model periodontitis dibandingkan dengan dosis kelompok lainnya.Periodontitis is chronic inflammatory on periodontal tissues that generally caused by the bacterium Aggregatibacter actinomyecetemcomitans. Sign of periodontitis is the attachment loss and bone loss. Osteoprotegerin (OPG) is a protein as a receptor for the receptor activator of nuclear factor kappa B ligand (RANKL) in osteoclastogenesis process as occurs in periodontitis conditions. Flaxseed oil (Linum usitatissimum) has high omega-3 such as alpha linolenic acid (ALA) content and it has inflammatory reaction induced by cytokine. The purpose of this research is to determine the influence of flaxseed oil (Linum usitatissimum) to OPG level in Sprague dawley rat model of periodontitis. This research is experimental laboratory research with posttest-only control group design. This research used 30 Sprague dawley rats were divided into 5 groups: K1 (negative control), K2 (health control), P1 (flaxseed oil dose of 3,75 ml/body weight), P2 (flaxseed oil dose of 7,5 ml/kg body weight), and P3 (flaxseed oil dose of 15ml/kg body weight). Induction of periodontitis was conducted by the rat induced with A. actinomyecetemcomitans bacteria everyday for 7 days, then followed with flaxseed oil for 21 days. The levels of OPG of gingival crevicular fluid (GCF) periodontitis rat was examined by ELISA test. Results were analyzed using One Way ANOVA and LSD test. The mean levels of OPG in each group were K1: 139,02 pg/mL, K2: 198.3 pg/mL, P1: 301.6 pg/mL, P2: 371.6 pg/mL, and P3: 453.6 pg/mL. The result showed a significant difference in the levels of OPG between groups (p<0,05). The result showed that flaxseed oil can influence the OPG level of Sprague dawley rat model of periodontitis. Conclusion of this research there isinfluence of flaxseed oil to OPG level in Sprague dawley rat model of periodontitis.
1554018842D1E013193KADAR NDF DAN ADF KULIT BUAH KAKAO YANG DIFERMENTASI SECARA BERTINGKAT MENGGUNAKAN Trichoderma viride DAN Saccharomyces cerevisiaePenelitian berjudul “Kadar NDF dan ADF Kulit Buah Kakao yang Difermentasi Secara Bertingkat Menggunakan Trichoderma viride dan Saccharomyces cerevisiae” dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2017 sampai dengan 10 Maret 2017 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Loka Penelitian Sapi Potong Grati, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh fermentasi bertingkat Trichoderma viride dan Saccharomyces cerevisiae beserta level penggunaannya yang paling optimal dalam menurunkan kadar NDF dan ADF kulit buah kakao. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu R0 : kulit buah kakao tanpa fermentasi, R1 : kulit buah kakao fermentasi (T. viride 4% dan S. cerevisiae 4%), R2 : kulit buah kakao fermentasi (T. viride 8% dan S. cerevisiae 8%), R3 : kulit buah kakao fermentasi (T. viride 12% dan S. cerevisiae 12%). Variabel yang diukur yaitu kadar NDF dan ADF kulit buah kakao. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi bertingkat menggunakan T. viride dan S. cerevisiae berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar NDF dan ADF kulit buah kakao. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial menunjukkan bahwa fermentasi bertingkat menggunakan T. viride dan S. cerevisiae berpengatuh sangat nyata (P>0,01) secara kubiker menurunkan kadar NDF dan ADF kulit buah kakao dengan persamaan masing-masing Y = 78.926 – 0.087 X – 0.092 X2 + 0.007 X3, (R2) = 93,4% dan Y = 75.274 – 5.698 X + 1.277 X2 – 0.073 X3, (R2) = 99,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah level optimal penggunaan T. viride dan S. cerevisiae untuk menurunkan kadar NDF kulit buah kakao yaitu 9,21% mampu menurunkan kadar NDF sebesar 3,98% dan level optimal penggunaan T. viride dan S. cerevisiae untuk menurunkan kadar ADF kulit buah kakao yaitu 3,01% mampu menurunkan kadar ADF sebesar 10,01%.The research entitled "NDF and ADF Levels of Cocoa Pod Husk Gradually Fermented Using Trichoderma viride and Saccharomyces cerevisiae" was held from February 17, 2017 until March 10, 2017 in Animal Nutrition and Feed Science Laboratory of Jenderal Soedirman University and Research Laboratory of Beef Cattle Grati, East Java. The research aimed to examine the effect of gradual fermentation of cocoa pod using Trichoderma viride and Saccharomyces cerevisiae and its most optimal in level of use in lowering NDF and ADF levels of cocoa pod husks. The experiment was conducted using experimental method, with completely randomized design (CRD), which consisted of 4 treatments and 5 replications. The treatments of R0: cocoa pod husks without fermentation, R1 : cocoa pod husk fermentation (T. viride 4% and S. cerevisiae 4%), R2 : cocoa pod husk fermentation (T. viride 8% and S. cerevisiae 8%), R3 : cocoa pod husk fermentation (T. viride 12% and S. cerevisiae 12%). Measured variables, namely the levels of NDF and ADF of cocoa pod husks. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by orthogonal polynomial test. The results of the research showed that gradual fermentation using T. viride and S. cerevisiae was highly significantly (P <0.01), affected the levels of NDF and ADF of cocoa pod husks. Further orthogonal polynomial test results showed that the gradual fermentation using T. viride and S. cerevisiae was highly significantly (P> 0.01), in to reduce levels of NDF and ADF of cocoa pod husks with an equation Y = 78.926 – 0.087 X – 0.092 X2 + 0.007 X3, (R2) = 93.4% and Y = 75.274 – 5.698 X + 1.277 X2 – 0.073 X3, (R2) = 99.5%. In conclusion, the most optimal level of the use of T. viride and S. cerevisiae in lowering the levels of NDF of cocoa pod husk, was 9.21% that is able to decrease the NDF level as much as 3.98% and the most optimal level of the use of T. viride and S. cerevisiae in lowering the levels of NDF of cocoa pod husks, was 3.01% that is able to decrease the ADF level as much as 10.01%.