Artikelilmiahs

Menampilkan 14.961-14.980 dari 49.719 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1496118275H1L013015Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan Tiket Travel Berbasis Web (Studi Kasus Qyta Trans Purwokerto)ABSTRAK
Persaingan bisnis terkini diberbagai sektor usaha didukung dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Bisnis jasa yang mengutamakan pelayanan seperti usaha travel merupakan salah satu bisnis yang memerlukan bantuan teknologi informasi yang tepat. QYTA TRANS merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan transportasi yang sedang berkembang dan belum memanfaatkan pemesanan tiket secara online sebagai sarana pengembangan pelayanan kepada customer. Pada sistem lama proses promosi dan pemesanan tiket pada perusahaan ini sudah berjalan dengan sebuah sistem akan tetapi untuk pemesanan tiketnya customer harus datang ke agen travel untuk memesan tiket atau memesannya lewat telepon, tidak jarang pula customer dibuat kecewa karena tiket yang dipesan telah habis. Sistem ini dibangun menggunakan dengan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai database nya. Diharapkan sistem ini dapat memberikan kemudahan dengan baik seperti mengelola data pemesanan tiket, penyediaan daftar tiket serta pembelian sehingga semua fitur yang disediakan telah dapat memudahkan dari pihak customer maupun pengelola sistem.
ABSTRAK
Persaingan bisnis terkini diberbagai sektor usaha didukung dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Bisnis jasa yang mengutamakan pelayanan seperti usaha travel merupakan salah satu bisnis yang memerlukan bantuan teknologi informasi yang tepat. QYTA TRANS merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan transportasi yang sedang berkembang dan belum memanfaatkan pemesanan tiket secara online sebagai sarana pengembangan pelayanan kepada customer. Pada sistem lama proses promosi dan pemesanan tiket pada perusahaan ini sudah berjalan dengan sebuah sistem akan tetapi untuk pemesanan tiketnya customer harus datang ke agen travel untuk memesan tiket atau memesannya lewat telepon, tidak jarang pula customer dibuat kecewa karena tiket yang dipesan telah habis. Sistem ini dibangun menggunakan dengan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai database nya. Diharapkan sistem ini dapat memberikan kemudahan dengan baik seperti mengelola data pemesanan tiket, penyediaan daftar tiket serta pembelian sehingga semua fitur yang disediakan telah dapat memudahkan dari pihak customer maupun pengelola sistem.
Current business competition in various business sectors supported by the development of information technology is a very rapidly. Business services give priority to services such as business travel is one of the business that requires the help of information technology. QYTA TRANS is one of the largest transportation service providers in emerging andnot yet avail tickets online as a means of development of the service to the customer. On the old system the process of promotion and ticket booking on the company has been running with a system but for booking tickets customer must come to a travel agent to book a ticket or order it by phone, not rarely did the customer made disappointed because tickets are booked have been exhausted. The system is built using the PHP programming language and MySQL as its database. It is hoped the system can provide the ease as well as managing data, provision of tickets as well as tickets purchases list so that all features provided have been able to make it easy for the customer or the provider.
1496218276F1F010085CINDERELLA’S CHARACTER DECONSTRUCTED BY GREGORY MAGUIRE IN CONFESSION OF AN UGLY STEPSISTER NOVELABSTRAK

Apreswari, Datty Y. 2017. Cinderella’s Character Deconsrtucted by Gregory Maguire in The Confession of an Ugly Stepsister. Skripsi. Program studi Bahasa Inggris. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Pembimbing: Rizki Februansyah, S.S., MA, Aidatul Chusna, S.S., MA, dan Muhammad Taufiqurrohman, S.S, M.Hum.


Penelitian yang berjudul Cinderella’s Character Deconstructed by Gregory Maguire in the confession of an Ugly Stepsister bertujuan untuk menjelaskan perubahan karakter – karakter yang ada dalam cerita pendek Cinderella yang di dekonstruksi kedalam sebuah cerita novel berjudul Confession of an Ugly Stepsister. Penelitian ini menggunakan teori dekonstruksi milik Derrida, yang dalam penelitian ini difokuskan pada tokoh dan karakter tokoh- tokoh dalam novel, skripsi ini menggunakan sebuah novel karangan Gregory Maguire sebagai objek utama dan cerita pendek Cinderella dari Disney sebagai objek pendukungnya. Metode kualitatif juga digunakan sebagai metode untuk mengolah data- data yang digunakan dalam penelitian. Data primer diambil dari kutipan cerita dalam novel, percakapan, penggambaran tokoh, maupun dari kutipan narrator. Setelah melalui proses analisis, ditemukan bahwa memang karakter yang ada dalam novel karya Maguire ini telah mengalami perubahan dalam karakter tokohnya sesuai dengan teori dekonstruksi. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa cerita disini mempunyai anggapan tentang sifat dan kepriadian sosok perempuan cantik dan buruk rupa. Pesan moral yang didapat dari novel ini adalah, novel ini mengajarkan bahwa sifat yang baik tidak bisa dilihat hanya dari fisiknya saja, meskipun mereka mempunyai paras yang jelek tidak berarti mereka juga mempunyai sifat yang buruk.



Kata kunci: karakter, Perubahan, Dekonstruksi, Cinderella, Stepsister
ABSTRACT
Apreswari, Datty Y. 2017. Cinderella’s Character Deconsrtucted by Gregory Maguire in The Confession of an Ugly Stepsister. Thesis. English Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Jendral Soedirman University. Supervisors: Rizki Februansyah, S.S., MA, Aidatul Chusna, S.S., MA, and Muhammad Taufiqurrohman, S.S, M. Hum.


This research entitled Cinderella’s Character Deconstructed by Gregory Maguire in the confession of an Ugly Stepsister is purposed to explain the changing characters of Cinderella short story deconstructed into a novel entitled Confession of an Ugly Stepsister. This research used deconstruction theory by Derrida to analyze the character and characterization from the novel. The main object of this research is a novel written by Gregory Maguire and a short story from Disney as the supporting object. Qualitative method is also used as data processing which is used in the research. Primary data is taken from some parts of the novel such as conversation, character description, and the narration of the story. After the analysis process, the researcher found that characters in the novel have some characters changes accordance with the deconstruction theory. From this analysis, it can be inferred that; this story has an opinion about good and bad behavior and the presentation of a beautiful and a ugly woman. The moral value from this novel is .the novel believes that a kind-hearted woman cannot just be seen by their physical appearance; even if they are ugly it does not mean that they have bad behavior.


Keywords: Character, changing, deconstruction, Cinderella, Stepsister
1496318277D1E013075PENGARUH PENGGUNAAN SUSU SKIM DAN SUSU KEDELAI SEBAGAI BINDER SOSIS AYAM TERHADAP KEEMPUKAN DAN SIFAT ORGANOLEPTIKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan susu skim dan susu kedelai sebagai binder sosis ayam terhadap keempukan dan sifat organoleptik. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2016 sampai dengan 26 Desember 2016 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan yaitu daging ayam broiler sebanyak 4 kg, susu skim, susu kedelai, tepung tapioka, garam dapur, bawang putih, minyak sayur, lada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap untuk keempukan sosis dan Rancangan Acak Kelompok untuk sifat organoleptik dengan 22 panelis. Data dianalisa dengan Analisi Variansi dan Uji Lanjut Kontras ortogonal .Perlakuan yang diberikan yaitu P0: (Kontrol), P1 (Susu Skim 4%), P2, ¬¬(Susu Skim 6%), P3 (Susu Skim 8%), dan P4 (Susu Kedelai 4%), P5 (Susu Kedelai 6%), P6 (Susu Kedelai 8%) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susu skim dan susu kedelai berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap keempukan dan rasa sosis, terhadap warna dan tekstur berpengaruh sangat nyata (P<0.01). Kesimpulan, sosis ayam tanpa penambahan binder maupun dengan penambahan binder (skim dan kedelai) sampai dengan taraf 8% menghasilkan keempukan dan rasa sosis yang relatif sama. Warna dan tekstur sosis terbaik diperoleh dengan penambahan binder kedelai dengan taraf 8%, yaitu 3.27 (putih); 2.98 (agak lembut). The research aimed to find out effect of skim milk and soy milk usage as chicken binder sausage with tenderness and organoleptic characteristic. The data was conducted on December 19, 2016 to December 26, 2016 at Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materials of research used broiler chicken meat 4 kg, skim milk, soy milk, tapioca flour, turmeric, salt, oil, and pepper. Method of research used an experimental method by using a Completely Randomized Design for the tenderness of sausage and Randomize Block Design for the organoleptic characteristic using 22 panelist. Data as analyzed by using the Variance Analisist and subsequent test of Ortoghonal Contrast The treatment that was P0: (Without addition skim milk and soy milk), P1 (Skim Milk 4%), P2 (Skim Milk 6%), (Skim Milk 8%) and P4 (Soy Milk 4%), P5 (Soy Milk 4%), P6 (Soy Milk 4%) with 3 replications. Result showed that the addition of skim milk and soy milk is non significant with tenderness and flavor (P>0.05), to the color and texture is very significant (P<0.01). The conclusion are chicken sausage without binder addition or by giving binder (skim milk and soy milk) up to 8% have tenderness and flavor of sausage relative similar. Color and texture of the best sausage were obtained by adding the soy binder up to 8%, that was 3.27 (white); 2.98 (rather tender).
1496418278E1A013035IMPLEMENTASI HAK TERSANGKA UNTUK MENDAPATKAN BANTUAN HUKUM DALAM PROSES PENYIDIKAN DI POLRES BEKASISetiap tahap pemeriksaan khususnya pada pemeriksaan di tahap penyidikan, hak tersangka untuk mendapatkan bantuan hukum sudah harus diberikan kepada tersangka khususnya bagi mereka yang tidak mampu atau bagi mereka yang belum paham mengenai hukum, sebagaimana yang di atur dalam pasal 54 KUHAP. Bantuan hukum merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menciptakan kehidupan yang adil, dimana bantuan hukum mempunyai tujuan melindungi hak-hak masyarakat khususnya orang tidak mampu yang tersangkut masalah hukum untuk menghindari adanya tindakan-tindakan yang dapat membahayakan atau kesewenang-wenangan aparat penegak hukum. Implementasi hak tersangka untuk mendapatkan bantuan hukum pada proses penyidikan dapat dilihat dari sistem hukum itu sendiri. Tata cara pemberian bantuan hukum terhadap tersangka dapat dilihat dalam Pasal 54, Pasal 55, Pasal 56 KUHAP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis sosiologis dan menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Polres Kota Bekasi. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data adalah data primer melalui wawancara dan data sekunder berdasarkan undang-undang. Metode penyajian data dengan menggunakan teks naratif yang disusun secara sistematis sebagai kesatuan yang utuh dan metode analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi hak tersangka untuk mendapatkan bantuan hukum dalam proses penyidikan yang diancam pidana 5 (lima) tahun atau lebih dimulai ketika pihak kepolisian khususnya penyidik melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam KUHAP, khususnya Pasal 54 dan 56. Penyidik selalu menawarkan hak tersangka untuk didampingi oleh penasihat hukum, namun tersangka banyak yang menolak sehingga penyidik terpaksa tetap memberikan bantuan hukum untuk memenuhi kewajibannya dalam KUHAP. Bantuan hukum di Polres Kota Bekasi langsung diberikan kepada tersangka walaupun tersangka menolak adanya pendampingan penasihat hukum. Hambatan dalam pelaksanaan hak tersangka untuk mendapatkan bantuan hukum di Polres Kota Bekasi tidak ada karena semuanya sudah berjalan dengan baik. Namun, hambatan menurut advokat yaitu sulitnya menghubungi keluarga tersangka, dan lamanya pengurusan surat keterangan tidak mampu untuk Organisasi Bantuan Hukum.

Kata Kunci : Hak Tersangka, Bantuan Hukum, Penyidikan
In every phase of inspection, spesifically on the investigation phase, suspect rights for legal aid should be given to them, especially to those incapable to afford one or those who do not understand the consept of law. Legal aid is an important thing in creating a just life and to protect human rights. The purpose of providing Legal aid is to protect the citizens rights, especially those who are involved with criminal matters and incapable to afford a lawyer from a misused authority by the law enforcer. The implementation of supspect rights for legal aid in the process of investigation could be seen within the law system itself. Approach metode used in this essay is juridicial sociological approach and a descriptive research specification. The location of this research is at Bekasi police station. Data source used in this research is primary data and secondary data. Data gathering metode used is primary data by interviewing and secondary data based on law statue. Data presentation metode by using narative text which is arranged systematically as one and qualitative data analizing metode. The result of this research shows that the implementation of suspect rights for legal aid according to article 56, 114 and 115 KUHAP is well implemented. Investigators always informs suspect about their rights before the investigation begins and provide the suspect with legal aid. Although the procedure of providing legal aid at zero cost is proved uneffective because it is not done as it should be according to its rules. Obstacles in implementing legal aid at Bekasi police station occured because of suspect rejection and matters limited funds. Different from obstacles occured by lawyers for a reason of difficulties in commucating with the suspect families and matters of taking a long period in managing a statement of incapable as terms of providing legal aid.

Keyword : Suspect Rights, Legal Aid, Investigation.
1496518279B1J013105PROFIL RAPD BEBERAPA ISOLAT Ganoderma spp.
DI KABUPATEN BANYUMAS
Ganoderma spp. merupakan jamur terbawa tanah yang dapat merugikan dan juga menguntungkan bagi manusia. Penyebaran jamur ini sangat luas, termasuk di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa terdapat 43 isolat yang ditemukan di wilayah ini dengan sebaran dari dataran rendah hingga sedang.
Karakterisasi secara morfologi perlu didukung dengan kajian molekuler untuk mendapatkan data identifikasi, klasifikasi, dan kekerabatan yang lebih akurat. Salah satu marka yang dapat digunakan dalam kajian molekuler adalah Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui profil RAPD beberapa isolat Ganoderma spp. di Kabupaten Banyumas dan (2) mengetahui hubungan kekerabatan genetik antarisolat Ganoderma spp. di Kabupaten Banyumas berdasarkan marka RAPD.
Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling). Sampel Ganoderma spp. yang diperoleh diidentifikasi karakter makromorfologi dan mikromorfologinya, serta dipelajari keanekaragaman genetiknya dengan prosedur kerja yang terdiri atas (1) isolasi DNA genomik, (2) penghitungan konsentrasi dan kemurnian DNA genomik, serta (3) amplifikasi marka RAPD menggunakan teknik PCR dengan empat primer acak, yaitu OPC-1, OPC-2, OPC-4, dan OPC-5. Analisis polimorfisme dilakukan secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat primer yang digunakan menghasilkan pita polimorfik dengan polimorfisme 100%. Tingkat kemiripan genetik berkisar antara 0,48 dan 0,82. Dendogram yang disusun menunjukkan bahwa pada koefisien 63% isolat Ganoderma spp. mengelompok menjadi tiga klaster, yaitu klaster I dengan tujuh isolat (Gano-1, Gano-2, Gano-3, Gano-4, Gano-7, Gano-8, dan Gano-10), klaster II dengan dua isolat (Gano-5 dan Gano-9), serta klaster III dengan satu isolat (Gano-6), yang dapat dilihat sebagai outgroup. Hubungan kekerabatan paling dekat ditemukan antara Gano-7 dan Gano-10 dengan koefisien similaritas sebesar 82%, sedangkan hubungan kekerabatan paling jauh ditemukan antara Gano-4 dan Gano-9, antara Gano-5 dan Gano-6, serta antara Gano-6 dan Gano-8 dengan koefisien similaritas 42%. Berdasarkan analisis bootstrap, diketahui bahwa kelompok-kelompok sampel Ganoderma spp. memiliki tingkat kepercayaan rendah (<50%). Klaster yang terbentuk menunjukkan bahwa isolat-isolat yang teridentifikasi tidak mengelompok berdasarkan wilayah geografis dan substrat tumbuh.
Ganoderma spp. are soil-borne fungi that can be both harmful and beneficial to humans. They are very widely distributed, including in Banyumas Regency, Central Java. Previous study showed that 43 isolates were found in the area, ranging from lowlands to moderate altitudes.
Morphological characterization should be completed with molecular studies for more accurate identification, classification and relationship. One of the molecular markers could be applied is Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). This study aims (1) to know the RAPD profile of some Ganoderma spp. isolates from Banyumas Regency and (2) to analyze the genetic relationship among some Ganoderma spp. isolates from Banyumas Regency based on RAPD markers.
Survey method was employed with random sampling technique. Samples of Ganoderma spp. collected were identified both macromorphologically and micromorphologically after which the genetic diversity was studied following these steps of procedures: (1) genomic DNA isolation, (2) DNA concentration and purity measurement and (3) amplification of RAPD markers using PCR technique with four random primers, i.e. OPC-1, OPC-2, OPC-4 and OPC-5. Analysis of polymorphism was carried out descriptively.
The results showed that the four primers used produce polymorphic bands with polymorphism level of 100%. The level of genetic similarity ranges between 0.48 and 0.82. Dendogram constructed indicates that at the coefficient of 63% Ganoderma spp. isolates are grouped into three clusters, i.e. cluster I with seven isolates (Gano-1, Gano-2, Gano-3, Gano-4, Gano-7, Gano-8 and Gano-10), cluster II with two isolates (Gano-5 and Gano-9) and cluster III with one isolate (Gano-6), which can be considered as outgroup. The closest genetic relationship is observed between Gano-7 and Gano-10 with similarity coefficient of 82%, whereas the most distant ones are observed between Gano-4 and Gano-9, between Gano-5 and Gano-6 as well as between Gano-6 and Gano-8 with similarity coefficient of 42%. Bootstrap analysis shows that the groups of Ganoderma spp. samples have a low degree of confidence (<50 %). The clusters formed reveals that the identified isolates are not grouped by geographical and growth substrate base.
1496618280H1E012020ANALISIS KANDUNGAN MINERAL BATUAN TERHADAP STABILITAS LERENG
( STUDI KASUS ZONA LONGSORAN DESA PRENDENGAN KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA)
Analisis kandugan mineral batuan terhadap stabilitas lereng menggunakan SEM-EDX dan XRD di Desa Prendengan Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Sampel yang diuji adalah 5 sampel batuan dari derajat pelapukan yang berbeda. Berdasarkan hasil SEM-EDX dan difraktogram XRD dapat diketahui jenis mineral terkandung didalam sampel. Sampel DP II dan DP III didominasi mineral quartz, sedangkan sampel DP IV, V, dan VI didominasi mineral lempung jenis montmorillonite. Montmorillonite merupakan mineral yang mempunyai sifat mengembang (swelling) yang tinggi. Dilakukan analisa stabilitas lereng didapatkan nilai faktor keamanan yang rendah pada daerah penelitian yaitu Fs=1.2, hal tersebut menandakan bahwa lereng tidak aman dan akan sering terjadi pergerakan batuan penyusun lereng tersebut. Perhitungan rekayasa penanggulangan tanah longsor dilakukan, pemotongan dengan sudut 0.733o ketinggian maksimum 1.08 meter dari bidang longsoran tanah.The samples tested were 5 samples of rocks of different degrees of weathering. Based on the results of SEM-EDX and difraktogram XRD can be known types of minerals contained in the sample. Sample DP II and III are predominantly mineral quartz, whereas samples DP IV, V, and VI are predominantly clay mineral montmorillonite type. Montmorillonite is a mineral that has swelling. Slope stability analysis conducted obtained rating a low safety factor on the area of research Fs = 1.2, it indicates that the slope was not secure and will frequent movements of the slope of the constituent rocks. Landslide mitigation engineering calculations are done, the cutting is done with an angle of maximum altitude 0.733O, 1.08 meters from the field of avalanche soils.
1496718281D1E013153KOMPOSISI BOTANI DAN KADAR NUTRIEN TUMBUHAN PASTURA ALAM DI BAGIAN KESATUAN
PEMANGKUAN HUTAN (BKPH) KEBASEN, KABUPATEN BANYUMAS
Wilayah perhutani di Kabupaten Banyumas memiliki lahan yang cukup luas dan berpotensi sebagai salah satu penyedia hijauan pakan. Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebasen merupakan bagian dari KPH Banyumas Timur dan memiliki empat Resor Pemangkuan Hutan (RPH). BKPH Penelitian bertujuan untuk mengkaji komposisi botani dan kandungan nutrisi tumbuhan pastura alam ditinjau dari kadar abu, protein kasar, dan lemak kasar di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebasen. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2016 hingga Januari 2017, menggunakan metode survei. Variabel berupa komposisi botani, kadar abu, protein dan lemak kasar dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa rumput mendominasi lahan BKPH Kebasen sebesar 67,43%, dengan persentase tertinggi berada di RPH Kebasen sebesar 84,76%. Rataan kandungan protein kasar, lemak kasar dan abu tumbuhan pastura alam di BKPH Kebasen masing-masing sebesar 9,67%, 1,75%, dan 14,54%. Kandungan protein kasar tumbuhan pastura alam antar RPH di BKPH Kebasen memiliki perbedaan yang sangat nyata (P<0,01), sedangkan kandungan lemak kasar dan abu tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa tumbuhan jenis rumput mendominasi lahan BKPH Kebasen, kandungan protein kasar, lemak kasar dan abu tumbuhan pastura alam di BKPH Kebasen masing-masing sebesar 9,67%, 1,75%, dan 14,54%.Forestry region in Banyumas has a large land area and has potential as a provider of forage. This study aims to assess the botanical composition and nutrient content contained in natural pasture vegetation in terms of ash content, crude protein and crude fat in Forest Management Units, Kebasen. The research was conducted from October 2016 until January 2017, by using a survey method. Variables such as botanical composition, ash content, crude protein and crude fat were analyzed descriptively. The results showed that the grass spesies dominated BKPH Kebasen by 79.47%, with the highest percentage in RPH Kebasen amounted to 84.76%. The average values of crude protein, crude fat and ash of natural pasture vegetations in BKPH Kebasen respectively were 9.67%, 1.75% and 14.54%. Crude protein content of natural pasture vegetation among RPHs in BKPH Kebasen had a highly significant differences (P<0.01), while crude fat and ash contents showed no significant differences (P>0.05). It is concluded that the grass species dominated BKPH Kebasen, crude protein, crude fat and ash content of natural pasture vegetations in BKPH Kebasen respectively were 9.67%, 1.75% and 14.54%.
1496818282H1F012076GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI – MINERALISASI ENDAPAN TIMAH PRIMER DAERAH AIR ASAM DAN SEKITARNYA KECAMATAN BELINYU, KABUPATEN BANGKA UTARA KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Logam timah merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan dalam dunia industri khususnya banyak digunakan dalam industri elektronik. Untuk memenuhi ketersediaan bahan logam tersebut maka perlu dilakukan kegiatan eksplorasi geologi untuk menemukan endapan-endapan baru.Lokasi daerah penelitian tugas akhir berada di Daerah Air Asam dan sekitarnya, Kecamatan Belinyu yang termasuk dalam Kabupaten Bangka Utara, Kepulauan Bangka Belitung, dengan luas lokasi penelitian 25,08 km2 (5,002 x 5,004 km) yang berada pada koordinat UTM WGS 84 X: 588750-592500 dan Y: 9816250-9822500.Tujuan dari penelitian tugas akhir ini untukmengetahui kondisi geologi pada daerah penelitian berdasarkan pemetaan geologi permukaan, mengetahui arah pesebaran urat mineralisasi pada daerah penelitian, mengetahui jenis dan komposisi penyusun batuan pada daerah penelitian, dan untuk mengetahui jenis mineralisasi yang terjadi pada daerah penelitian. Metodologi pada penelitian yang dilakukan mencakup tahap-tahap dari persiapan awal hingga pengolahan dan analisis data. Analisa yang digunakan ialah analisa petrografi, analisa mineralgrafi, analisa XRD, analisa ASD, dan analisa XRF. Dari analisa tersebut didapatkan 3 zona alterasi pada daerah penelitian yaitu zona ± kuarsa ± epidot ± serisit disetarakan dengan zona silisifikasi, zona ± kaolin ± kuarsa ± illite-smektit ± dickite ± serisit disetarakan dengan zona microclinisation II, dan zona ± kaolin ± kuarsa ± illite-smektit disetarakan dengan zona microclinisation II.Tin is one ofmaterial that is widely used to support some of activities in the industrial world, especially widely used in the electronics industry. To fulfill the availabilityof these metals, it should be conducted geological exploration to find new deposits. Research area of this final project was atAir Asam area and the surrounding, BelinyuDistrict that was included inNorth Bangka Regency, Bangka Belitung islands, with an area of 25,08 km2 (5,002 x 5,004 km)located at coordinates UTM WGS 84 X: 588750-592500 and Y: 9816250-9822500. The purpose of this final project to determine the geological conditions in the research area by surface geological mapping, determine the direction of vein mineralization distribution in the research area, knowing the type and composition of the compiler rocks in the research area, and to determine the type of mineralization that occurs in the area of research. Methodology of the research includes several stages start from beginning preparation until processing and data analysis. The analysis use petrographic analysis, mineralgraphy analysis, XRD analysis, ASD analysis, and XRF analysis. From this analysis, obtained three alteration zones in the research area, there are the zone ± quartz ± epidote ± sericite synchronized with silicificationzones, zones ± kaolinite ± quartz ± illite-smectite ± dickite ± sericite synchronized withmicroclinisation IIzone, and zone ± kaolinite ± quartz ± illite -smektit synchronized with microclinisation IIzone.
1496918284D1E013171HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN
TINGKAT EFISIENSI USAHA TERNAK ITIK PETELUR DI GAPOKTAN PURWADIWANGSA KECAMATAN MARGADANA KOTA TEGAL
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi faktor sosial ekonomi, besar pendapatan, tingkat efisiensi usaha, dan hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan tingkat efisiensi usaha ternak itik petelur anggota Gapoktan Purwadiwangsa Kecamatan Margadana Kota Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 42 peternak. Variabel yang diteliti adalah faktor sosial yang meliputi tingkat pendidikan, lama beternak, jumlah anggota keluarga dan faktor ekonomi yang meliputi jumlah kepemilikan ternak dan curahan waktu kerja. Model analisis menggunakan perhitungan pendapatan, efisiensi, analisis timbal balik, dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata peternak sebesar Rp. 6.662.729,00 per bulan dan tingkat efisiensi sebesar 1,4955. Faktor sosial ekonomi meliputi pendidikan, lama beternak, jumlah anggota keluarga, jumlah kepemilikan ternak, dan curahan waktu kerja memiliki korelasi dengan tingkat efisiensi usaha masing-masing dengan kategori sedang, sangat rendah, rendah, sedang dan sangat rendah.The purpose of this study was to know the condition of socio economic factors, the amount of income, the level of business efficiency, and the relationship between socio economic factors with the level of business efficiency of duck farmer members of Gapoktan Purwadiwangsa on Margadana sub district Tegal. The research method used was survey, with sampling technique by simple random sampling. The number of samples taken as many as 42 farmers. The variables studied were social factors that include education level, farming experience, number of family members and economic factors that include the number of livestock ownership and work time. Model of analysis used countence of income, bussinnes of efficience, back and forth, and pearson correlation. The results showed that the average income of farmers of Rp. 6,662,729.00 per month and an efficiency level of 1.4955. Socio-economic factors include education, farmis experience, number of family members, number of livestock ownership, and work time outpours have correlation with business efficiency level within each medium category, very low, low, medium and very low.
1497018285E1A013099PENERAPAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA LALU LINTAS (STUDI KASUS DI POLRES CIREBON)Pengaturan hukum anak harus mengandung prinsip-prinsip umum perlindungan anak, yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang, dan menghargai partisipasi anak, namun dalam kenyataanya tidak jarang anak di Indonesia diajukan ke Pengadilan atas tindak kejahatan salah satunya Tindak Pidana Lalu Lintas. Pada tahun 2016 terdapat 2.214 Napi Pidana Anak di seluruh Indonesia. Jumlah yang demikian besar seharusnya memerlukan perhatian khusus dari pemerintah karena banyak anak yang harus berhadapan dengan sistem peradilan dan mereka di tempatkan di tempat penahanan dan pemenjaraan bersama orang dewasa sehingga mereka rawan mengalami tindak kekerasan. Anak seharusnya mendapat perlindungan khusus demi terpenuhinya hak-hak anak agar anak tersebut dapat berkembang dan menjadi anak Indonesia yang baik dan sehat, ketika berhadapan dengan hukum akan berdampak pada gangguan psikis terhadap anak, munculnya stigma negatif dari masyarakat terhadap anak, hilangnya perlindungan hukum terhadap anak, pendidikan anak terbengkalai, rawan terjadinya kekerasan dalam penjara, dan tidak terpenuhinya hak-hak anak. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penulisan hukum dengan judul “Penerapan Perlindungan Hukum Terhadap Anak yang Melakukan Tindak Pidana Lalu Lintas (Studi Kasus Di Polres Cirebon)”. Berdasarkan Hasil Penelitian dapat diketahui bahwa Penerapan perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana lalu lintas di Polres Cirebon sudah menggambarkan adanya perlindungan hukum berupa dalam menangani perkara anak sebagai pelaku laka lantas terlebih dahulu wajib diupayakan Diversi, hal ini bertujuan untuk mencapai perdamaian antara korban dan Anak; menyelesaikan perkara Anak di luar proses peradilan; menghindarkan Anak dari perampasan kemerdekaan; mendorong masyarakat untuk berpartisipasi; dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada Anak. Hambatan Penerapan perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana lalu lintas di Polres Cirebon dalam penanganan perkara anak pelaku laka lantas di lapangan masih terhambat oleh beberapa faktor diantaranya Faktor hukumnya sendiri, Faktor penegak hukum, Faktor sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum, Faktor masyarakat, dan Faktor kebudayaan.
Children regulation must contain general principles of children protection such as non-discrimination, supporting growth and development of children and respecting of children's participation. But in fact Indonesian children have been reported to the police because they did many crimes, one of them is traffic crime. In 2016 there were 2,214 child prisoners in Indonesia, that large number should be stopped by requiring special attention from the government because many children have to deal with the justice system and they are placed in places of detention and imprisonment with adults. Therefore, they were prone to violence. The children should have special protection for the fulfillment of the rights of them, thus they can develop and become a good and healthy Indonesian children. When dealing with the law, children will be affected for their psychological disturbance, the emergence of negative stigma from the community, the loss of legal protection, abandoned children's education, prone to violence in prison, and non-fulfillment of children's rights. Based on the description, the author was interested to conduct legal writing entitled “Penerapan Perlindungan Hukum Terhadap Anak yang Melakukan Tindak Pidana Lalu Lintas (Studi Kasus Di Polres Cirebon)”. The results showed that the application of legal protection against children who committed criminal traffic in the Cirebon Resort Police had already illustrated the existence of legal protection in the case of children as perpetrators of traffic crime must be diversion first, it aims to achieve peace between victims and children ; resolve cases of children outside the judicial process; prevent children from deprivation of liberty; encourage people to participate; and instill a sense of responsibility to the children. Obstacles Implementation of legal protection against children who committed criminal traffic in Cirebon Resort Police in the handling of cases of perpetrators traffic crime then in the field is still hampered by several factors including the factor of law itself, law enforcement factors, facilities or facilities that support law enforcement, community factors, and cultural factors.
1497118286F1B112029PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PESERTA BPJS KESEHATAN DI POLI JANTUNG RUMAH SAKIT WIJAYAKUSUMA PURWOKERTOKepuasan masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa aspek yang ada pada Kualitas Pelayanan, di mana terdapat lima aspek yaitu Reliabilitas (Reliability), Daya Tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Empathy), Dan Bukti Fisik Atau Bukti Langsung (Tangible). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh kualitas pelayanan yang meliputi aspek Reliabilitas (Reliability), Daya Tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Empathy), dan Bukti Fisik Atau Bukti Langsung (Tangible) terhadap Kepuasan Pasien. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode survai. Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau, Korelasi Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal.
Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Reliabilitas terhadap Kepuasan Pasien sebesar 0,493 atau 49,3 persen. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Daya Tanggap terhadap Kepuasan Pasien sebesar 0,408 atau 40,8 persen. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Jaminan terhadap Kepuasan Pasien sebesar 0,323 atau 32,3 persen. (4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Empati terhadap Kepuasan Pasien sebesar 0,339 atau 33,9 persen. (5) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Bukti Fisik terhadap Kepuasan Pasien sebesar 0,485 atau 48,5 persen. (6) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Reliabilitas, Daya Tanggap, Jaminan, Empati, dan Bukti Fisik terhadap Kepuasan Pasien sebesar 0,970 atau 97,0 persen.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa variabel-variabel Reliabilitas (Reliability), Daya Tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Empathy), Dan Bukti Fisik Atau Bukti Langsung (Tangible) semuanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pasien peserta BPJS Kesehatan di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto.
Satisfaction of the people can be influenced by several aspects of your service quality, where there are five aspects: Reliability (Reliability), responsiveness (Responsiveness), Security (Assurance), Empathy (Empathy), and Physical Evidence or Proof Live (Tangible). The purpose of this study was to determine and analyze the influence of the quality of services that includes aspects of Reliability (Reliability), responsiveness (Responsiveness), Security (Assurance), Empathy (Empathy), and Physical Evidence or Proof Live (Tangible) of the Patient Satisfaction. This research was conducted at the Clinic Heart Hospital Purwokerto Wijayakusuma. This study used survey method. The data analysis technique used is Correlation Kendall Tau, W Kendall Concordance Correlation and Regression Ordinal.
The results of the analysis in this study indicate that: (1) There is a positive and significant influence among the Reliability of the Patient Satisfaction at 0.493 or 49.3 percent. (2) There is a positive and significant influence between Responsiveness to Patient Satisfaction at 0.408 or 40.8 percent. (3) There is a positive and significant influence between the guarantee of Patient Satisfaction at 0.323 or 32.3 percent. (4) There is a positive and significant influence between Empathy towards Patient Satisfaction by 0,339 or 33.9 percent. (5) There is a positive and significant influence between Physical Evidence of the Patient Satisfaction at 0.485 or 48.5 percent. (6) There is a positive and significant influence between reliability, responsiveness, assurance, empathy, and Physical Evidence of the Patient Satisfaction at 0.970 or 97.0 percent.
The conclusion of this study is that the variables Reliability (Reliability), responsiveness (Responsiveness), Security (Assurance), Empathy (Empathy), and Physical Evidence or Proof Live (Tangible) are all positive and significant impact on Patient Satisfaction participants BPJS Clinic Heart Hospital in Purwokerto Wijayakusuma.
1497218283G1A013127PERBEDAAN PROTEINURIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN HIPERTENSI DAN TANPA HIPERTENSI DI RSUD AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017
Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa darah akibat dari sejumlah faktor antara lain berupa defisiensi insulin absolut atau relatif dan gangguan fungsi insulin. Keberadaan Diabetes Melitus tipe 2 dan hipertensi juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskular (CVD), stroke, penyakit ginjal dan diabetes retinopati. Proteinuria atau mikroalbuminuria berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler pada pasien diabetes dan pasien risiko tinggi lainnya. Proteinuria dapat menyebabkan chronic kidney disease (CKD) pada penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar proteinuria pada pasien penyakit Diabetes Melitus tipe II disertai hipertensi dan tanpa disertai hipertensi di RSUD Ajibarang.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian studi kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang menderita penyakit Diabetes Melitus tipe II disertai hipertensi dan tanpa disertai hipertensi di RSUD Ajibarang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus besar sampel untuk penelitian analitik numerik tidak berpasangan dengan jumlah sampel sebesar 60 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive Sampling. Pengambilan data menggunakan alat ukur berupa pengambilan sampel urin laboratorium dan rekam medik pasien.
Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar Proteinuria pada kelompok Hipertensi sebesar 32,08 dan Kelompok Non Hipertensi sebesar 28,92. Analisis bivariat menggunakan uji beda Mann Whitney didapatkan p value = 0,415 (p>0,05).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan kadar proteinuria pasien penyakit Diabetes Melitus tipe II dengan hipertensi dan tanpa disertai Hipertensi di RSUD Ajibarang Tahun 2017.


Kata Kunci: Kadar Proteinuria-Hipertensi dan Non Hipertensi-Diabetes Melitus Tipe II
Background: Diabetes Mellitus (DM) is a disease of metabolic abnormalities with characteristics of hyperglycemia or elevated blood glucose levels resulting from a number of factors including absolute or relative insulin deficiency and impaired insulin function. The presence of type 2 diabetes mellitus and hypertension can also lead to cardiovascular disease (CVD), stroke, kidney disease and diabetic retinopathy. Proteinuria or microalbuminuria is associated with an increased risk of CVD in diabetes and other high risk patients. Proteinuria can cause chronic kidney disease (CKD) in diabetics. This study aims to determine differences in proteinuria levels in patients with type II Diabetes Mellitus disease with hypertension and non hypertension in Ajibarang Hospital.
Methods: This research was observational analytic with design study called case control study. The population in this study were all patients who suffer from Type II Diabetes Mellitus with hypertension and without hypertension in Ajibarang Hospital. The sample size is calculated using a sample size for unpaired numerical analytic study with a sample size of 60 people and sampling techniques using Consecutive Sampling. Retrieving data using measuring tools such as laboratory urine sampling and medical records of patients.
Results: The results showed diffrences in levels of proteinuria in the group amounted to 32.08 Hypertension Group and Non Hypertension Group amounted to 28.92. The bivariate analysis using different test Mann Whitney was obtained p value = 0.415 (p> 0.05).
Conclusion: There are no differences between the levels of proteinuria in patients with Type II Diabetes Mellitus in Hypertension Group and non Hypertension in Ajibarang Hospital District Banyumas Year 2017.


Keywords: Levels of Proteinuria-Hypertension and Non Hypertension-Type II Diabetic
1497318287E1A110027PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNA JASA PARKIR
DALAM HAL TERJADI KEHILANGAN KENDARAAN BERMOTOR BESERTA PERLENGKAPANNYA BERDASARKAN UNDANG - UNDANG NO 8
TAHUN 1999 TENTANG PERRLINDUNGAN KONSUMEN
DI KABUPATEN BANYUMAS
(DI SEPANJANG JALAN JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di kota Purwokerto kususnya di sepanjang jalan jendral soedirman purwokerto. Dengan demikian maka akan sangat berdampak buruk apabila pelayanan parkir yang ada tidak dapat memberikan jaminan kepada konsumen pengguna jasa parkir apa bila terjadi kehilangan atau kerusakan pada kendaraan bermotor yang mereka titipkan kepada penyelenggara parkir.
Penulisan Hukum ini adalah penelitian yang berfokus kepada perlindungan hukum konsumen yaitu orang – orang yang menitipkan kendaraan bermotor mereka kepada pengelola atau penyelenggara parkir, karena diera modern seperti saat ini dengan semakin meningkatnya mobilitas masyarakat berdampak pada meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang ada, Oleh sebab itu maka akan sangat diperlukan banyak sekali lahan parkir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan perlindungan hukum terhadap Konsumen dalam Pelaksanaan Kegiatan Penitipan kendaraan bermotor di sepanjang jalan Jenderal Soedirman Purwokerto berdasarkan UUPK. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian secara deskriptif yang diharapkan dapat menghasilkan informasi mendalam dari objek yang diteliti. Penelitian ini dilakukan di Sepanjang Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto serta dengan studi kepustakaan pada PII Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman. Metode penyajian data yang digunakan yaitu dengan menggunakan teks yang tersusun secara sistematis dengan analisis data yang bersifat normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum yang diberikan oleh Pengelola parkir disepanjang jalan Jenderal Soedirman kepada orang yang menitipkan kendaraannya selaku konsumen dalam pelaksanaan pelayanan perparkiran belum dilakukan dengan baik sesuai dengan Pasal 4 UUPK.
This research is motivated by the increasingly rampant cases of motor vehicle theft that occurred in the city of Purwokerto kususnya along the way General Soedirman Purwokerto. Thus it will be very bad if the existing parking service can not provide assurance to the consumer parking service users what if there is loss or damage to motor vehicles they leave to the parking provider.
The writing of this law is a study that focuses on the protection of consumer law that people who entrust their motor vehicle to the manager or the organizer of the parking, because the modern era as it is today with the increasing mobility of society impact on the increasing number of existing motor vehicles, It will take a lot of parking space to meet the needs of the community.
This study aims to determine and analyze the implementation of legal protection of Consumers in the Implementation of Motor Custody Activities along the road of General Soedirman Purwokerto based on UUPK. The research method used is normative juridical, with descriptive research specification which is expected to produce deep information from the object under study. This research was conducted in Along Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto as well as by library research at PII of Faculty of Law University of General Soedirman. The method of data presentation used is by using text that arranged systematically with data analysis that is normative qualitative.
The results showed that the implementation of legal protection provided by the Manager of the parking along the road of General Soedirman to the person who entrusted his vehicle as the consumer in the implementation of parking service has not done well in accordance with Article 4 UUPK.
1497418288D1E012166IOFC (INCOME OVER FEED COST) SUSU SAPI PERAH RAKYAT
PADA KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA DAN HUBUNGAN
ANTARA BULAN LAKTASI DAN MASA LAKTASI
DI KABUPATEN BANYUMAS



Penelitian bertujuan mengetahui produksi susu sapi perah (liter/hari) di Kabupaten Banyumas, mengetahui rata-rata produksi susu sapi perah (liter/hari) pada ketinggian tempat yang berbeda, mengetahui IOFC peternakan rakyat sapi perah di Kabupaten Banyumas, menganalisis perbedaan IOFC sapi perah rakyat pada ketinggian tempat yang berbeda dan menganalisis hubungan antara IOFC dengan bulan laktasi dan masa laktasi di Kabupaten Banyumas. Penelitian dengan metode survey, pengambilan sampel wilayah dilakukan secara cluster sampling di kecamatan-kecamatan yang memiliki peternakan sapi perah di Kabupaten Banyumas sebanyak 34 peternak sapi perah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, melakukan observasi atau pengamatan langsung ke lapangan dan wawancara berdasarkan kuisioner.
Variabel yang diukur yaitu dependen (Y)= IOFC dan independen (X)= bulan laktasi dan masa laktasi. Data diolah dengan analisis regresi linier berganda dilanjutkan dengan uji t. Rata-rata masa laktasi di 4 kecamatan banyumas adalah 3,71. Rata-rata bulan laktasi di 4 kecamatan banyumas adalah 5,36. Rata-rata produksi susu di Kabupaten Banyumas adalah 13,05 liter/ekor/hari. Rata-rata IOFC (Income Over Feed Cost) di peternak rakyat Kabupaten Banyumas adalah sebesar Rp. 3.554.835/periode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada daerah sedang variabel independent berpengaruh sangat nyata terhadap variabel dependent dengan tingkat kepercayaan 95% (P < 0,05). Hasil analisis koefisien determinasi R2 sebesar 0,462 yang menunjukan bahwa variabel independent secara kolektif berpengaruh terhadap pendapatan sebesar 46,2%. Variabel bulan laktasi (X1) tidak berpengaruh terhadap IOFC (income over feed cots) dan masa laktasi (X2) berpengaruh terhadap IOFC (income over feed cots). Pada daerah rendah variabel independent berpengaruh sangat nyata terhadap variabel dependent dengan tingkat kepercayaan 95% (P < 0,05). Hasil analisis koefisien determinasi R2 sebesar 0,733 yang menunjukan bahwa variabel independent secara kolektif berpengaruh terhadap pendapatan sebesar 73,3%. Variabel bulan laktasi (X1) berpengaruh terhadap IOFC (income over feed cots) dan masa laktasi (X2) tidak berpengaruh terhadap IOFC (income over feed cots). IOFC (income over feed cots) pada daerah sedang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah rendah.
The purpose of this research is to understand the production of the diary cow milk (liter/day) in the District of Banyumas, the average production of the diary cow milk (liter/day) on the different level, analyze the difference of dairy cow milk’s IOFC on the different altitude, and analye the relation between the month of lactation and lactation periods in the District of Banyumas. Survey method is used in this research, sample-taking in the location done by cluster sampling in the sub-districts which own dairy cow milk farm and in the District of Banyumas there’re 34 dairy cow milk farmers. Data collection done by survey method, observation or direct observation to the location, and interview which is based on questionnaire.
Measured variables were dependent (Y)= IOFC (Income Over Feed Cost) and independent (X)= month of lactation and lactation periods. Data processed by multiple regression analysis, continuing by t test. The average of lactation periods on 4 sub-districts was 3.71. The average month of lactation in 4 Banyumas sub-districts was 5.36. The average dairy cow milk production in the District of Banyumas was 13.05 liter/head/day. The average IOFC (Income Over Feed Cost) of the District of Banyumas’s dairy cow milk farmer was IDR 3,554,835.00/periode. The result of the research showed that on the medium area, independent variable have a significant impact to the dependent variable with 95% significant level (P<0.05). The result of determination coefficient analysis R2 was 0.462, which was showed that independent variable collectively effected to the income as much as 46.2%. Month of lactation variable (X1) was not effected to the IOFC (Income Over Feed Cost) but lactation periods (X2) effected to IOFC (Income Over Feed Cost). On low land, independent variable have a significant impact to the dependent variable with 95% significant level (P<0.05). The result of determination coefficient analysis R2 was 0.733 which was showed that independent variable collectively effected to the income as much as 73.3%. The month of lactation (X1) effected to the IOFC (Income Over Feed Cost) but lactation period (X2) was not effected to the IOFC (Income Over Feed Cost). IOFC (Income Over Feed Cost) on the medium area was higher than the low area.

1497518290B1J011065KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DALAM
UPACARA ADAT DI KERATON KASEPUHAN CIREBON
Indonesia merupakan Negara tropis yang memiliki banyak keanekaragaman tumbuhan yang tersebar di wilayah Indonesia. Kekayaan alam berupa tumbuhan telah digunakan masyarakat sejak beberapa abad yang lalu. Salah satu contohnya yaitu penggunaan tumbuhan untuk upacara adat. Kelompok masyarakat yang masih memelihara adat dan melestarikan budaya yang diwariskan secara turun temurun adalah masyarakat di Keraton Kasepuhan Cirebon.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies tumbuhan yang digunakan pada upacara adat dan mengetahui bagian serta cara penggunaan spesies tumbuhan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey Participatory Rural Appraisal. Narasumbernya yaitu tokoh adat, Abdi dalem, dan masyarakat. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan nama okal dan ilmiah tumbuhan, bagian yang digunakan serta penggunaannya. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui nilai manfaat tumbuhan dengan menghitung Fidelity Level.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 25 spesies yang termasuk ke dalam 23 familia yang digunakan. Spesies tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah soka dengan nilai Fidelity Level 96,66%. Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu bunga (8 spesies), buah (8 spesies), batang (4 spesies), daun (3 spesies), akar (1 spesies), dan rimpang (1 spesies). Masyarakat menggunakan dengan berbagai macam cara yaitu dimakan langsung, dibakar, digosok, direndam bersama air, atau dibuat makanan.
Indonesia is a tropical country that has a lot of diversity of plants which are spread throughout Indonesia. Natural wealth of herbs have been used by the people since many centuries ago. One example is the use of plants for traditional ceremonies. Groups that still maintain and preserve indigenous culture inherited is a community in the Palace Kasepuhan Cirebon.
The purpose of this study was to determine the diversity of plant species used in traditional ceremonies and understand what parts and how the use of plant species. The method used in this research is survey method Participatory Rural Appraisal. His sources, including traditional leaders, Abdi Dalem, and society. Data was analyzed by qualitative and quantitative. Qualitative analysis is done by describing ocal and scientific names of plants, parts used and utilized. Quantitative analysis is performed to determine the value of the benefits the plants by calculating Fidelity Level.
The results showed there were 25 species belonging to the 23 familia used. Species most widely used is shelled with a value of 96.66% Fidelity Level. Part used: flower (8 species), fruit (8 species), rods (4 species), leaves (three species), roots (1 species), and rhizomes (1 species). Community use with a variety of ways, eaten directly, burned, scrubbed, soaked along the water, or prepared foods.
1497618291E1A011282BANTUAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA/TERDAKWA YANG TIDAK MAMPU OLEH ADVOKAT DI PENGADILAN NEGERI CIAMISASBTRAK

Menurut Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum disebutkan bahwa bantuan hukum adalah jasa hukum yang diberikan oleh pemberi bantuan hukum secara cuma-cuma kepada penerima bantuan hukum. Kemudian dalam Pasal 1 ayat (2) disebutkan bahwa penerima bantuan hukum adalah orang atau kelompok orang miskin. Serta dalam Pasal 1 ayat (3) disebutkan bahwa pemberi bantuan hukum adalah lembaga bantuan hukum atau organisasi kemasyarakatan yang memberi layanan Bantuan Hukum berdasarkan undang-undang ini. Adapun syarat dan tata cara pemberian Bantuan Hukum (Pasal 15 ayat (5) serta tata cara penyaluran dana Bantuan Hukum (Pasal 18).
Berdasarkan Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 ditegaskan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara”. Berdasarkan ketentuan Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 tersebut negara mengakui hak ekonomi, sosial, budaya, sipil dan politik dari fakir miskin. Atas dasar pertimbangan tersebut, fakir miskin memiliki hak untuk diwakili dan dibela oleh advokat baik di dalam maupun di luar pengadilan (legal aid) sama seperti orang mampu yang mendapatkan jasa hukum dari advokat (legal service).
Profesi advokat merupakan jabatan yang mulia, keberadaannya su¬dah cukup lama di Indonesia. Pemberian nama jabatan yang mulia (officium nobile) diberikan karena aspek kepercayaan dari pemberi kuasa atau klien yang dijalankannya untuk mempertahankan dan memperjuangkan hak-haknya di forum yang telah ditentukan. dalam undang-undang advokat dinyatakan bahwa advokat ialah penegak hukum yang memiliki kedudukan setara dengan penegak hukum lainnya (polisi ,jaksa,hakim). Namun meskipun sama-sama sebagai penegak hukum namun peran dan fungsi penegak hukum ini berbeda satu sama lain.
ABSTRACT

According to Article 1 paragraph (1) of Law Number 16 Year 2011 regarding Legal Aid, it is mentioned that legal aid is a legal service provided by legal aid providers free of charge to the legal aid beneficiaries. Then in Article 1 paragraph (2) mentioned that the recipient of legal aid is a person or group of the poor. And in Article 1 paragraph (3) mentioned that the legal aid providers are legal aid agencies or community organizations that provide legal aid services under this law. The terms and procedures for providing Legal Aid (Article 15 paragraph (5) as well as procedures for the distribution of Legal Aid funds (Article 18).
Pursuant to Article 34 Paragraph (1) of the 1945 Constitution it is affirmed that "the poor and the abandoned children are kept by the state". Under the provisions of Article 34 paragraph (1) of the 1945 Constitution, the state recognizes the economic, social, cultural, civil and political rights of the poor. On the basis of these considerations, the poor have the right to be represented and advocated by lawyers both as legal persons as those who have legal services from legal advocates.
Advocate profession is a noble position, its existence is long enough in Indonesia. The giving of a noble office title (officium nobile) is given because of the trust aspect of the authorizer or the client he is exercising to defend and fight for his rights in the forums that have been determined. In advocate law it is stated that lawyers are law enforcers who have equal standing with other law enforcers (police, prosecutors, judges). However, although both as law enforcers, the roles and functions of law enforcers are different from each other.
1497718292B1J012003PENGARUH PEMBERIAN BUBUR Kappaphycus alvarezii, Doty DAN AGAR TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK
Vanda limbata ‘Jawa’
Vanda limbata ‘Jawa’ merupakan salah satu anggrek Vanda alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber silangan untuk mendapatkan hibrid Vanda baru. V. limbata ‘Jawa’ perlu dilestarikan untuk mengatasi kepunahan, yang dapat dilakukan dengan teknik kultur in vitro. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bubur rumput laut Kappaphycus alvarezii dan agar yang ditambahkan pada media V&W dengan berat yang berbeda terhadap pertumbuhan plantlet V. limbata ‘Jawa’ dan mengetahui bobot bubur rumput laut K. alvarezii dan agar terbaik untuk pertumbuhan plantlet V. limbata ‘Jawa’. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama berupa bubur K. alvarezii yang terdiri atas 5 taraf (0 g/l, 10 g/l, 15 g/l, 20 g/l, dan 25 g/l). Faktor ke dua berupa agar yang terdiri atas 4 taraf (5g/l, 6g/l, 7g/l, 8g/l), masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter utama yang diamati adalah waktu muncul daun, jumlah daun, panjang daun terpanjang, jumlah akar dan rerata panjang akar. Hasil penelitian pemberian bubur K. alvarezii dan agar berpengaruh terhadap pertumbuhan plantlet anggrek V. limbata ‘Jawa’. Kombinasi K. alvarezii 10 g/l dan agar 7 g/l merupakan bobot terbaik untuk pertumbuhan anggrek V. limbata ‘Jawa’.Vanda limbata ‘Java’ is one of natural Vanda that can be used as a source of cruciferous to get new hybrid Vanda. V. limbata ‘Java‘ needs to be preserved to avoid the extinction which may be done by in vitro culture techniques. The purpose of this research is to know the influence of seaweed Kappaphycus alvarezii pulp and agar added in a media V&W with the different weight to growth of plantlet V. Limbata ‘Java’ and to knows best weight of seaweed K. alvarezii pulp and agar for growth plantlet V. limbata ‘Java‘. This reaserchs used experimental method Completely Randomized Design (CRD) with a factorial system consisting of two factors treatment. The first factor is the K . Alvarezii pulp consisting on five levels (0 g/l , 10 g/l , 15 g/l , 20 g/l , and 25 g/l) . The second factor is agar consisting of 4 levels (5 g/l , 6 g/l , 7 g/l , 8 g/l). Be found 5x4 factorial design with three replication thus obtained 60 experimental untis. The main parameters of this observed is time grow of leaves , number of leaves, the longest leaves, the number of roots and average long of roots. The result of added pulp K. alvarezii and agar is affect on growth of plantlet V. limbata ‘Java’. Combination of 10 g/l K. alvarezii and 7 g/l agar is best weight for growth the V. limbata ‘Java’ orchid.
1497818295H1L013070RANCANG BANGUN APLIKASI LOCATION BASED SERVICE (LBS) MONITORING JAMAAH UMRAH BERBASIS ANDROIDJamaah umrah adalah orang yang melaksanakan ibadah umrah dalam waktu kapanpun. Pada umumnya, para jamaah umrah merasa kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap lokasi disekitarnya sehingga masih sering terjadi kasus jamaah umrah yang tersesat atau terpisah dengan pemimpin regu. Buku panduan doa-doa untuk jamaah umrah juga tidak selalu membantu. Khususnya bagi jamaah yang tidak bisa membaca huruf hijaiyah maupun aksara latin. Aplikasi Android dapat menjadi alternatif untuk memberikan informasi ke jamaah umrah. Selain itu, dengan menggunakan teknologi Google Map Api dan Global Positioning System (GPS) pada Android, pengguna dapat mengetahui lokasi jamaah lain dan mendapatkan notifikasi doa apabila memasuki lokasi ibadah. Aplikasi ini juga menyediakan informasi mengenai jadwal, kegiatan dan daftar kontak yang dapat dihubungi oleh jamaah umrah. Dengan demikian, jamaah umrah akan lebih mudah dalam menjalani ibadah umrah.Umrah pilgrims are moslem who perform umrah pilgrimage which can be done any time of the year. Generally, umrah pilgrims have trouble to adjusting to the umrah locations, so it often happens so many case of missing umrah pilgrims. Generally, umrah pilgrims were troubled adjusting temselves to the new environment which often led to many cases where they got separated from their groups. Guidebook for umrah pilgrims doesn't always help either. Especially for those who can't read hijaiyah nor latin. Android apps can be used as an alternative to give information to the umrah pilgrims. Beside, by using Android built-in Google Map API and Global Positioning System technology, users could know others pilgrims location and get pray notification when they are within the ibadah location. Thus, umrah pilgrims will be easier while they're doing their umrah pilgrimage.
1497918293D1E013023KADAR NDF DAN ADF KULIT KACANG TANAH YANG DIFERMENTASI SECARA BERTINGKAT MENGGUNAKAN Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiaePenelitian bertujuan mengkaji pengaruh Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae dalam fermentasi kulit kacang tanah secara bertingkat terhadap kadar NDF dan ADF. Materi yang digunakan adalah kulit kacang tanah, inokulum Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian dilakukan dengan metode experimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah R0 : Kulit kacang tanah tanpa fermentasi, R1 : kulit kacang tanah difermentasi dengan inokulum Trichoderma viridae 4% (tahap I) dan Saccharomyces cerevisiae 4% (tahap II), R2 : kulit kacang tanah difermentasi dengan inokulum Trichoderma viridae 8% (tahap I) dan Saccharomyces cerevisiae 8% (tahap II), R3 : kulit kacang tanah difermentasi dengan inokulum Trichoderma viridae 12% (tahap I) dan Saccharomyces cerevisiae 12% (tahap II). Peubah yang diukur yaitu kadar NDF (Neutral Detergent Fiber) dan kadar ADF (Acid Detergent Fiber). Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan fermentasi bertingkat menggunakan Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan kadar NDF dan ADF kulit kacang tanah. Penambahan 9,04% inokulum Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae optimal untuk penurunan kadar NDF, dan Penambahan 8,96% inokulum Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae optimal untuk penurunan kadar ADF. Dapat disimpulkan bahwa inokulum Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae dapat digunakan untuk fermentasi kulit kacang tanah.The aim of this research was to assess the effect of Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae peanut shell fermention process on NDF and ADF concentrations. The materials used were peanuts shell, inoculum of Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae. The research was conducted by using experimental method based on Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 repetitions. The treatments given were R0 : peanuts shell without fermentation, R1 : peanuts shell fermented with inoculum of Trichoderma viridae 4% (stages I) and Saccharomyces cerevisiae 4% (stages II), R2 : peanuts shell fermented with inoculum of Trichoderma viridae 8% (stages I) and Saccharomyces cerevisiae 8% (stages II), R3 : peanuts shell fermented with inoculum of Trichoderma viridae 12% (stages I) and Saccharomyces cerevisiae 12% (stages II). The parameters measured were the concentrations of NDF (Neutral Detergent Fiber) and ADF (Acid Detergent Fiber). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANAVA) and advanced by using orthogonal polynomial test. The results of this study showed that the process of fermentation using Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae highly significantly affected (P < 0.01) the decrease of NDF and ADF concentrations of peanuts shell. The addition by 9.04% of Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae inoculum was the optimum level to decrease NDF concentrations, and the addition by 8.96% of Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae inoculum was the optimum level to decrease ADF concentrations. The conclusion of this study is, inoculum of Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae can be used for fermentation of peanuts shell.
1498018294G1H012035PROFIL PERBEDAAN KEBIASAAN JAJAN DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI PERDESAAN DAN PERKOTAANLatar Belakang : Kecukupan gizi pada anak SD sangat dibutuhkan untuk mencetak Sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, cerdas, dan memiliki fisik yang produktif. Kecukupan gizi dapat dilihat dari status gizi seorang anak, salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi adalah kebiasaan jajan.
Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan kebiasaan jajan dan status gizi anak SD di perdesaan dan perkotaan
Metodologi Penelitian : Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 98 anak SD dipilih secara random sampling. Analisis menggunakan uji Independent sample t-test.
Hasil : Sebanyak 63,4% anak SD di wilayah perkotaan sering mengonsumsi jajan dan 65,9% memiliki status gizi normal. Sebanyak 40,4% anak SD di wilayah perdesaan sering mengonsumsi jajan dan 73,7% memiliki status gizi normal. Terdapat perbedaan kebiasaan jajan dengan nilai (p= 0,028) dan perbedaan status gizi dengan nilai (p= 0,000).
Kesimpulan : Terdapat perbedaan kebiasaan jajan dan status gizi anak SD di perdesaan dan perkotaan .
Kata Kunci : Anak SD, perdesaan, perkotaan, status gizi, kebiasaan jajan.
Background: nutrient sufficiency for elementary students is really necessary to create productive, brilliant, healthy, and high-quality human resource. Nutrient sufficiency can be seen from nutrient level of children, and one factor influencing the nutrient level is snacking habit.
Research objectives: to discover difference snacking habit and nutrient level of elementary students in both rural and urban area.
Methodology: this study is descriptive analysis with cross sectional approch. The respondent were 98 elementary student were selected by random sampling technigue. The analysis was Independent sample t- test.
Result: 63.4% of total elementary students in urban area are regularly consume snacks and 65.9% of them have normal nutrient level. Meanwhile, there are a total of 40.4% elementary students in rural area are regularly consume snacks and 73.7% of them have normal nutrient level. The p-value of difference snacking habit is 0.028 and p- value of difference nutrient level is 0.000.
Conclusion: there is difference between snacking habit and nutrient level of elementary students in both rural and urban area.
Keywords: elementary students, rural area, urban area, nutrient level, snacking habit.