Home
Login.
Artikelilmiahs
12511
Update
MOCH RONY FIRMANSAH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PEMBALURAN ASAM JAWA (Tamarindus indica L) TERHADAP KADAR AIR DAN SUSUT MASAK PADA DAGING ITIK AFKIR BAGIAN PAHA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembaluran dan mengkaji level pembaluran Asam Jawa yang optimal terhadap kadar air dan susut masak daging itik afkir bagian paha. Pengambilan data pada tanggal 9 sampai dengan 13 Januari 2017 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan 10 ekor itik Afkir, 861 gram Asam Jawa, dan 187,64 ml aquades. Metode yang digunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat empat perlakuan yaitu A0 (tanpa pembaluran), A1 (pembaluran 5%), A2 (pembaluran 15%), dan A3 (pembaluran 25%) selama 60 menit dan lima kali ulangan. Peubah yang diukur kadar air dan susut masak. Hasil analisis menunjukkan pembaluran Asam Jawa berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air dan susut masak. Rataan kadar air dengan pembaluran Asam Jawa, yaitu 76,44% (tanpa pembaluran); 77,84% (pembaluran 5%); 74,68% (pembaluran 15%); 75,52% (pembaluran 25%) dan susut masak 38,46% (tanpa pembaluran); 41,46% (pembaluran 5%); 39,44 (pembaluran 15%); 38,20% (pembaluran 25%). Kesimpulan, daging itik afkir bagian paha dengan Asam Jawa tanpa pembaluran, 5%, 15%, dan 25% menghasilkan kadar air dan susut masak relatif sama dan pada level 5% menghasilkan kadar air dan susut masak pada kisaran normal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to know the wrapping effects and the optimum threshold of wrapping effects of tamarind against water content and cooking losses on thigh meat culled duck. The data retrieval on the 9th through January 13th, 2017 at the Livestock Product Technology Laboratory and Animal Feed Stuff Laboratory Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University Purwokerto. The materials were meat culled ducks, Tamarind, and distilled water (aquades). The method used in this research is the experimental method with Completely Randomized Block Design (CRBD). Involving four treatments, that is A0 (without wrap), A1 (wrap 5%), A2 (wrap 15%), and A3 (wrap 25%) while 60 minute and each treatment has 5 replicates. The result indicated that wrapping Tamarind level of 5%, 15% and 25% effect was not significant (P> 0.05) on the water content and cooking losses. The average water content of meat culled duck without wrapping, wrap 5%, wrap 15% and wrap 25%, is 76.44%, 77.84%, 74.68% and 75.52%. The average cooking losses of duck meat without wrapping, wrap 5%, wrap 15% and wrap 25%, is 38.46%, 41.46%, 39.44% and 38.20%. Conclusion, meat culled duck with fruit Tamarind without wrap, 5%, 15%, dan 25% produced water content and cooking losses relative equal and at level of 5% produced water content and cooking losses at normal range.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save