Artikel Ilmiah : G1A009073 a.n. RAHMI LAKSITARUKMI

Kembali Update Delete

NIMG1A009073
NamamhsRAHMI LAKSITARUKMI
Judul ArtikelEFEK AKUT OLAHRAGA DENGAN KONTRAKSI ISOTONIK TERHADAP TEKANAN INTRAOKULER PADA MAHASISWI JURUSAN KEDOKTERAN UNSOED
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Olahraga diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan. Perubahan fisiologis yang terjadi selama berolahraga dengan kontraksi isotonik dapat mempengaruhi berbagai sistem dalam tubuh manusia. Lebih tepatnya lagi, olahraga dapat menyebabkan penurunan tekanan intraokuler. Selama penurunan tekanan intraokuler sangat berguna bagi penderita glaukoma dan di sisi lain prevalensi penderita glaukoma di dunia menurut WHO masih tinggi, maka penelitian ini perlu dilakukan.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tekanan intraokuler sebelum dan dengan menit ke-5 setelah melakukan olahraga dengan kontraksi isotonik pada mahasiswi jurusan kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan pretest-postest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 46 orang yang semuanya merupakan mahasiswi jurusan kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Subjek diminta melakukan olahraga dengan kontraksi isotonik menggunakan Harvard Step Test. Pengukuran tekanan intraokuler dilakukan dengan menggunakan tonometer Schiotz sebelum dan pada menit ke-5 setelah subjek menyelesaikan tes. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil : Terdapat perbedaan tekanan intraokuler yang signifikan sebelum dan pada menit ke-5 setelah berolahraga dengan kontraksi isotonik (p = 0,000). Rerata penurunan tekanan intraokuler adalah sebesar 1,88 mmHg
Kesimpulan : Terdapat penurunan tekanan intraokuler pada menit ke-5 setelah berolahraga dengan kontraksi isotonik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Exercise is properly known very beneficial for health. The physiological changes which happen during isotonic exercise may affect many systems in the human body. More precisely, It’s causing a fall on intraocular pressure. Since the pressure lowering was really useful to glaucomatous patient and because of its prevalence is still in a high number over the world according to WHO, therefore this study needs to be done.
Purpose: The aim of this study was to compare intraocular pressure before and at 5 minutes after doing isotonic exercise in female medical students of Jenderal Soedirman University.
Methods: This was a quasi experimental study with pretest and posttest design, used purposive sampling. The subjects were 46 female medical students of Jenderal Soedirman University. They were asked to do isotonic exercise using Harvard’s Step Test as model. Measurement of Intraocular pressure was taken by using Schiotz Tonometer before and at 5 minutes after they finished the exercise. The results were analyzed by Wilcoxon test.
Results: There was a significant difference in intraocular pressure before with 5 minutes after doing isotonic exercise (p = 0.000). The mean of intraocular pressure fall was about 1,88 mmHg after exercise.
Conclusion: There was decreased intraocular pressure at the 5 minutes after doing isotonic exercise.
Kata kunciTekanan Intraokuler; Olahraga dengan kontraksi isotonik; Harvard Step Test
Pembimbing 1dr. Wahid Heru Widodo, Sp. M
Pembimbing 2M. Nanang Himawan Kusuma, S. Pd, M. Sc, Spo. Med
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman94
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.