Home
Login.
Artikelilmiahs
5844
Update
TRI KUSTIWI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR ANAK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-36 BULAN DI PUSKESMAS KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kekurangan gizi kronis selama masa balita dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, dan gangguan perkembangan kognitif. Faktor anak memegang pengaruh penting terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai tumbuh kembang yang sesuai potensi genetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor anak yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-36 bulan di Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 balita yaitu balita usia 6-36 bulan di wilayah Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa faktor anak yang diteliti yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Kedungbanteng adalah penyakit infeksi dengan p value= 0,048, asupan energi dengan nilai p value = 0,002 dan asupan protein dengan nilai p value= 0,002. Adapun faktor anak yang lain yaitu umur (p value=0,567), jenis kelamin (p value=0,335), dan riwayat BBLR (p value=0,549) tidak berhubungan secara bersama-sama dengan kejadian stunting. Upaya penanganan masalah gizi stunting pada balita hendaknya melalui pemantauan deteksi dini asupan makan dan pemantauan status gizi balita secara lebih terperinci oleh Puskesmas, dan peran aktif ibu dalam peningkatan keragaman konsumsi pangan sehingga zat gizi dapat terpenuhi dengan baik untuk mengurangi risiko terjadi stunting pada balita.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Lack of nutrition during infancy can lead delayed in physical growth, motor development and impaired cognitive development. Children factor take hold of important impact to quality of life children to reach his development which appropriate genetic potential. This study aim to know factor of children which correlate with stunting case on 6 – 36 months in Public Health Center Kedungbanteng Banyumas Regency. This type of study was a cross sectional. Technique of taking sample is using proportionate Cluster Random Sampling. Number of sample in this research were 95 childrens whose the age of 6 – 36 months in district of Public Health Center Kedungbanteng, Banyumas regency. Based on this research, it was known that factor of children which correlate with stunting case in district of public health center kedungbanteng is infectious diseases with p value = 0,048, energy intake with p value 0,002 and protein intake with p value = 0,002. As for factors of the other children is age (p value – 0,567), gender (p value = 0,335) and history of BBLR (p value = 0,549) not connected with togetherness with stunting case. The effort to address nutrition problems in children should by monitoring early detection of food intake and monitoring of nutritional status of children more detail by public health center and the important role of mother to give various food consumption so that vitamin can fulfilled well to decrease of risk in stunting case in children.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save