Artikel Ilmiah : P2EA11010 a.n. RANI HENDRIANA

Kembali Update Delete

NIMP2EA11010
NamamhsRANI HENDRIANA
Judul ArtikelPERAN INFORMAN DALAM TUGAS POLRI PADA TAHAP PENYELIDIKAN
(Studi di Kepolisian Daerah Jambi)
Abstrak (Bhs. Indonesia)RANI HENDRIANA, Program Studi Ilmu Hukum – Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman. “Peran Informan dalam Tugas Polri pada Tahap Penyelidikan (Studi di Kepolisian Daerah Jambi)”. Komisi Pembimbing, Ketua: Dr. Angkasa, S.H., M.Hum., Anggota: Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Informan adalah orang yang membantu memberikan suatu informasi baik atas kesadaran sendiri atau permintaan dari pihak Kepolisian, kedudukannya informal dan bersifat under (di bawah)/atau hidden (tersembunyi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran Informan dalam membantu tugas Polri pada tahap penyelidikan di Polda Jambi dan untuk mengetahui serta menganalisis faktor-faktor yang menghambat peran Informan dalam membantu tugas Polri pada tahap penyelidikan di Polda Jambi.
Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Yuridis Sosiologis, Rancangan penelitian dengan studi observasi dan dokumentasi, Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif, Lokasi penelitian di Polda Jambi, Sumber data primer pendapat langsung dari anggota Polri di Direktorat Kriminal Umum, Kriminal Khusus, Narkoba, Intelkam Polda Jambi, dan anggota Polri di Polres Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur Jambi; serta Informan yang membantu tugas Polri pada tahap penyelidikan, Sumber data sekunder bahan hukum primer terdiri dari beberapa peraturan perundang-undangan dan kebijakan Polri, bahan hukum sekunder terdiri dari pustaka di bidang ilmu hukum, hasil penelitian di bidang ilmu hukum, artikel ilmiah dari internet, dan bahan hukum tersier terdiri dari kamus Bahasa Indonesia dan kamus Bahasa Inggris. Metode penentuan nara sumber penelitian dengan Puposif Sampling dan Snowball Sampling, Metode pengumpulan data primer dengan wawancara dan observasi sedangkan data sekuder dengan studi pustaka, Metode pengolahan data dengan reduksi data dan display data, Metode uji data dengan triangulasi sumber, Metode penyajian data dalam bentuk teks naratif, Metode analisis data dengan Content Analysis Method dan Constan Comparatif Analysis Method.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan yang diajukan dalam tesis ini, maka disimpulkan bahwa peran Informan dalam membantu tugas Polri pada tahap penyelidikan di Polda Jambi antara lain memberikan informasi tentang terjadinya pencurian dengan kekerasan, pencurian motor, illegal logging, sabu-sabu dan ganja. Adapun mengenai tingkat peran Informan dalam penyelidikan antara lain “Sangat Berperan” dalam hal keakuratan infomasi karena informasi yang diberikan sangat akurat; “Berberan” dalam hal tehnik penyelidikan karena pada aplikasinya melakukan sebagian tehnik penyelidikan; “Berperan” dalam hal kontribusi keberhasilan peran Informan mengungkap seluruh tindak pidana yang melibatkan dirinya adalah “cukup berkontribusi”, karena dipengaruhi beberapa faktor yang bervariasi yakni peran Informan tidak berdiri sendiri dengan adanya penggunaan TI (Teknologi Informasi), kegiatan razia, pengembangan data tangkapan dan pada aplikasinya di lapangan barang bukti tidak ada, pelaku kabur terlebih dahulu (ke luar Jambi) dan wilayah yang luas sehingga tidak semua wilayah diungkapnya. Adapun faktor-faktor yang menghambat peran Informan dalam membatu tugas Polri pada tahap penyelidikan di Polda Jambi adalah secara internal kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) Informan, Informan mengetahui salah satu dari pelaku adalah keluarganya dan Informan double agent. Sedangkan secara eksternal adalah kurangnya anggaran penyelidikan dan sarana-prasarana, terganggunya pekerjaan jika Informan multi pekerjaan, wilayah yang jauh dan sulit terjangkau, intimidasi psikis dan fisik terhadap Informan oleh pihak tertentu, secara hukum tidak ada jaminan perlindungan bagi Informan, dan Jaksa atau hakim meminta Informan di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) serta dijadikan saksi dalam pengadilan.
Abtrak (Bhs. Inggris)RANI HENDRIANA, Law Science Study Program – Postgraduate Program Jenderal Soedirman University. “The Role of Informant in Police Duty in Investigation (Study in Police Department of Jambi)”. Supervisor Commission, Chairman: Dr. Angkasa, S.H., M.Hum., Member: Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Informant is someone who helps giving information consciously or request from Police Department, the position is informal with under or hidden characteristic. This research aims to know and analyze informant role in helping Police investigation in Polda Jambi and to know and analyze factors that hamper informant role in helping Police investigation.
The methodology of this research use qualitative methodology with Juridical Sociologic approaches. Research plans are observation and documentation. Research specification is descriptive. Research location in Polda Jambi. The source primary data from direct opinion from members of Polri (Indonesian National Police) in Directorate of General Crimnal, Directorate of Specific Crimnal, Directorate Drugs, Directorate Intelkam in Polda Jambi, and members of Polri in Polres West and East Tanjung Jabung Jambi, as well Informant who helps Polri Investigation, The secondary sources are regulations, Polri police, and literature of law, previous research about law, scientific article from internet, and tertiary sources such as Indonesia and English dictionary. The sampling method are purposive sampling and snowball sampling. The data collecting methods are interview, observation, and literature study. Data processing methods are reduction data and display data. Source triangulation is the data validation method. Data reporting method is narrative text. Data analysis methods are content analysis method and constant comparative analysis method.
Based on the results and discussions on main discussion of research, the conclusion is informant role in helping Polri investigation regarding there are stealing with violence, motorcycle stealing, illegal logging and drugs such as sabu-sabu and marijuana. And for informant role level in investigation is “Very Helpful” in accurate information; “Have Role” in investigation technique; “Have Role” in contributing to reveal the crime action involving himself with “Enough Contribution”, because it involves in many factors because the informant will work together with Information technology, sweeping, data development, and no evidence in field application, the suspect runs (leave Jambi) and makes difficulties in revealing the fields. While, factors that hampering informant role in helping Polri investigation is lacking human resources of informant, the informant know the suspect, and double agent informant. The other difficulties are lacking of budget and facilities, informant have multi jobs, far region, psychic and physic intimidation on informant, attorney and Judge are asking informant in BAP (Criminal Report Investigation) and as witness in court.
Kata kunciInforman
Pembimbing 1Dr. Angkasa, S.H., M.Hum
Pembimbing 2Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman22
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.