Home
Login.
Artikelilmiahs
5020
Update
IRVAN RINALDI
NIM
Judul Artikel
GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN PENGARUH PERCEPATAN GEMPABUMI PADA SATUAN BREKSI DI DAERAH ADISANA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KEMRANJEN, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Daerah penelitian secara administratif terletak di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah dan secara geografis terletak pada koordinat 109˚16′10′′ - 109˚18′10′′ BT dan 07˚31′55′′ - 07˚32′50′′ LS. Berdasarkan Fisiografi Jawa Tengah, daerah penelitian berada di Pegunungan Serayu Selatan. Daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan geomorfologi, yaitu Satuan Punggungan Antiklin Adisana, Satuan punggungan Homoklin Karangrau, dan Satuan Dataran Aluvial Wates. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan berdasarkan satuan tidak resmi. Urutan dari satuan batuan yang berumur dari tua ke muda yaitu Satuan Breksi (Anggota Breksi Formasi Halang), Satuan Batupasir (Formasi Halang), Satuan Batupasir-Batulempung (Formasi Halang), Satuan Endapan Aluvial yang diendapkan secara tidak selaras di atas batuan yang berumur lebih tua dan proses pengendapan masih berlangsung hingga saat ini. Struktur yang terdapat pada daerah penelitian terdiri dari Struktur Lipatan Antiklin Adisana dan Struktur Sesar Mengiri Turun Kedunggede. Percepatan gempabumi yang dihasilkan dari getaran gempabumi sangat mempengaruhi kestabilan lereng. Simulasi dilakukan untuk percepatan tanah maksimum (PGA) 0,20g dan 0,30g, berdasarkan Peta Zonasi Kegempaan Indonesia (Kementrian Pekerjaan Umum, 2010) untuk daerah penelitian. Hasil simulasi juga memperlihatkan bahwa penurunan tinggi lereng dalam kondisi kritis terhadap percepatan gempabumi untuk PGA 0,20g dapat mencapai 40% dan untuk PGA 0,30g mencapai 70% bila dibandingkan dengan kondisi lereng kritis tanpa adanya percepatan gempabumi. Berdasarkan grafik kestabilan lereng yang dibuat, jika lereng terkena PGA 0,20g atau 0,30g maka banyak lereng di daerah penelitian yang berpotensi longsor.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research area is administratively located in District Kemranjen, Banyumas, Central Java Province and is geographically located at coordinates 16'10'' 109 ˚ - 109 ˚ 18'10'' E and 07 ˚ 31'55'' - 07 ˚ 32 '50'' LS. Based Physiographic Central Java, areas of research are in South Serayu Mountains. Study area was divided into 3 units of geomorphology, the Unit and the Unit Adisana Hills Anticline,Karangrau Hills Homokline, Wates Alluvial Plain. Stratigraphy of the study area is divided into four units based on the unit is not official. Sequence of lithologies age from the young to the old Breccia Unit (Formation Breccia Member Halang), Sandstone Unit (Halang Formation), Sandstone-Claystone Unit (Halang Formation), Unit Alluvial deposits precipitated out of tune at the top of the rocks and the older age deposition process has continued until today. Structure contained in the study area consists of folds Anticline Structure Adisana and Fault Structure Down Kedunggede envy. Earthquake acceleration resulting from earthquake vibrations greatly affect the stability of slopes. Simulations performed for maximum ground acceleration (PGA) 0.20 g and 0.30 g, based on Indonesian Earthquake Zoning Map (Ministry of Public Works, 2010) for the study area. The simulations also showed that the high slopes decrease in critical condition to the acceleration of 0.20 g PGA earthquake to be able to reach 40% and for the PGA of 0.30 g of 70% when compared to the critical slope in the absence of earthquake acceleration. Based on slope stability charts are made, if the exposed slopes PGA 0.20 g or 0.30 g so many slopes in areas prone to landslide research.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save