| NIM | F1F008008 |
| Namamhs | MERITA ISTANTI |
| Judul Artikel | Freedom In The Existence of Meursault Depicted in The Outsider a Novel Written by Albert Camus |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Karya sastra yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebuah novel berjudul The Outsider karya Albert Camus yang mengankat tema kebebasan manusia dalam eksistensinya. Novel ini bercerita tentang tokoh bernama Meursault yang hidup dalam kebebasan demi untuk mencapai keotentikan diri. Penelitian ini menerapkan teori Eksistensialisme dan Absurdisme untuk menganalisa bagaimana Meursault mendapatkan otentisitas dan bagaimana ia menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya sebagai akibat dari keotentikannya tersebut. Metode yang digunakan untuk menganalisa data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Meursault mampu menerapkan kebebasan dalam eksistensinya dengan tidak menghiraukan penilain orang-orang terhadapnya, (2) Ia juga menampilkan sedikit emosi dalam segala hal di kehidupannya, seperti respon datarnya terhadap kematian ibunya; perasaanya terhadap kekasihnya; cara dan alasan dia membunuh Si Arab; serta sikapnya terhadap hukum yang menentang perilakunya; (3) dari keacuhannya ini Meursault hanya mendapat penilaian buruk dari orang-orang lain, dia juga dipenjarakan karena kasus pembunuhannya, dan yang terbururk dia dihukum mati karena dianggap melanggar norma-norma dalam masyarakat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The literary work that is discussed in this research is a novel entitled The Outsider by Albert Camus that focuses on human's freedom in his existence. This novel talks about a character named Meursault who lives his life by actualizing his freedom in order to be authentic. The theories that are applied in this research are Existentialism and Absurdism to analyze how Meursault gains his authenticity and how he deals with problems in his existence as the results of his authenticity. The method that is used to analyze the data in this research is descriptive qualitative method. The results of this research show that (1) Meursault is able to apply freedom in his existence by ignoring people's judgment, (2) he also displays lack of emotional feeling towards everything, such as his dull response toward his mother's death; his feeling for his girlfriend, his indifference reason for killing the Arab; and his attitude in facing the laws that go against him; (3) from his indifference behaviour Meursault gets judged as a bad person, he also gets imprisoned because of his murdering case, and the worst is that he is sentenced to death because of his ignorance towards the values in his society. |
| Kata kunci | kebebasan, eksistensi, eksistensialisme, absurdisme, otentisitas, penilaian, dipenjarakan, hukuman mati. |
| Pembimbing 1 | Rosyid Dodiyanto, M.Hum |
| Pembimbing 2 | Ririn Kurnia Trisnawati, S.S.,M.A |
| Pembimbing 3 | M. Taufiqurrohman, M.Hum |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 103 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|