Home
Login.
Artikelilmiahs
4362
Update
IRMA PERTIWI
NIM
Judul Artikel
Kajian Teknoekonomi Pendirian Industri Alat Pencetak Briket Semi Mekanis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemanfaatan limbah menjadi briket merupakan salah satu alternatif pengganti bahan bakar. Sehingga banyak industri alat pencetak briket di Indonesia, namun jumlahnya di Jawa Tengah masih sedikit. Ketersediaan bahan baku yang memadai merupakan langkah awal untuk mendirikan industri alat pencetak briket semi mekanis. Upaya untuk meminimalkan resiko kegagalan dalam pengambilan keputusan pendirian alat pencetak briket semi mekanis yaitu dengan melakukan analisis teknoekonomi. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kelayakan pendirian industri alat pencetak briket semi mekanis di Kabupaten Banyumas ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, teknis dan teknologis, manajemen operasional, hukum dan dampak lingkungan serta aspek finansial. Metode yang digunakan adalah metode kebijakan. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah pada bulan Mei 2012 sampai Juli 2012. Data dan informasi yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder.Hasil penelitian meliputi 1) Analisis aspek pasar pemasaran menunjukkan adanya peluang pasar bagi produk alat pencetak briket semi mekanis, segmen pasar yang jelas, dan harga bahan baku untuk membuat alat pencetak briket semi mekanis yang masih terjangkau di sekitar daerah Kabupaten Banyumas dan Provinsi Jawa Tengah; 2) Analisis aspek teknis dan teknologis menunjukkan bahwa industri alat pencetak briket ini layak untuk diusahakan karena bahan baku yang memadai, kapasitas produksi yang logis sebesar 20 buah unit per bulan, teknologi yang bisa diterapkan, dan pengawasan mutu yang terencana, lokasi pabrik direncanakan di Kecamatan Ajibarang; 3) Analisis aspek manajemen operasional menunjukkan struktur organisasi berbentuk organisasi garis dengan spesifikasi jabatan yang jelas, manajemen penggajian yang sesuai UMK Kabupaten Banyumas yang masih dapat dipenuhi perusahaan, dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 19 orang; 4) Analisis aspek yuridis dan AMDAL menunjukkan bahwa pendirian usaha industri alat pencetak briket semi mekanis layak direalisasikan, bentuk badan usaha yang direncanakan adalah CV atau Persekutuan Komanditer, semua perijinan yang dibutuhkan dapat dibuat di Badan Penanaman Modal (BPM Kabupaten Banyumas); 5) Analisis aspek keuangan menunjukkan bahwa pendirian industri alat pencetak briket semi mekanis layak untuk direalisasikan karena memiliki NPV keadaan normal sebesar Rp 697.841.750, IRR sebesar 43 persen, PI sebesar 2,92 persen, dan nilai PBP 1,90 tahun. Selain itu, industri pembuatan alat pencetak briket semi mekanis ini juga layak didirikan pada kondisi pendapatan turun sampai 15 persen, biaya operasional naik sampai 15 persen dan biaya investasi naik 25 persen.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The use of waste to briquettes is one of alternative way to subtitute the refined fuel. So there are many briquettes former instrument in Indonesia, but their existence are still a little in Central Java. The available of quite raw material is the first step to build up the semi-mechanic briquettes former instrument. The means to minimize the failure risks on taking decision the build of semi-mechanic briquettes former instrument is by doing technoeconomy analysis. The aim of the research is to understand the proper of establishment of semi-mechanic briquettes former industry in Banyumas Residence to be observed from market and marketing aspect, technic and technologies aspect, operational management aspect, juridical and environmental aspect and financial aspect. The method used in this research is learned method. The research was done in Banyumas Residence on May 2012 until July 2012. Data and informations that collected were primary and secondary data. The research result are 1) the analysis of market and marketing apect show that there is a market opportunity for the semi-mechanic briquettes printer instrument, there is a clear market segment, and affordable price of raw materials around Banyumas Residence area and Central Java; 2) the analysis of technic and technologies show that this instrument is proper to produce because quite of the raw materials stock, logic capacity production are 20 instruments per mounth, the technologies that can be applied, and planned quality control, the location of factory is planned in Ajibarang District; 3) The operational management aspect shows that organization structure is line organization with clear position in it, salary management which appropriate with Banyumas Regency’s Residence Minimum Wages (RMW) that still can be fulfilled by the company, and the employers that needed are 19 employers; 4) The analysis of juridical and environment impact show that this instrument is proper to be realization, the planned corporation is CV or Commanditer Partnership, all the permission that needed can be made in Capital Investment Committee (CIC) in Banyumas Regency; 5) The analysis of financial aspect shows that the build of semi-mechanic briquettes former industry is proper to be realization because it has NPV with normal condition on Rp 697,841,750, IRR on 43%, and PI on 2.92%, and PBP score on 1.90 year. On other side, this industry is proper to build in income decreases until 15% condition, operational cost increases until 15% and investment cost increases until 25%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save