| NIM | H1B009037 |
| Namamhs | DANAR AGUS NUGROHO |
| Judul Artikel | MODEL PREDATOR-PREY DENGAN DUA PREDATOR |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Berdasarkan model predator-prey dengan dua predator, diperoleh titik kesetimbangan pada kasus umum dan kasus patologis. Perilaku dinamik model dapat diketahui dengan menentukan kestabilan titik kesetimbangan. Kestabilan titik kesetimbangan model predator-prey dengan dua predator pada kasus umum tidak menunjukkan terjadinya keadaan koeksistensi (tumbuh secara beriringan) pada kedua predator dan untuk jangka waktu yang lama salah satu predator akan mengarah pada kepunahan lokal meskipun tidak ada kompetisi di antara kedua predator. Berdasarkan model predator-prey dengan dua predator pada wereng batang coklat dengan predator kepik mirid dan kumbang tomcat, dapat diketahui bahwa jumlah wereng batang coklat dan kedua predator tersebut akan berosilasi menuju nilai tertentu dengan rentang waktu yang semakin singkat. Dalam jangka waktu yang lama, jumlah wereng batang coklat dan kedua predator akan menuju ke titik kesetimbangan, yaitu jumlah wereng batang coklat 8 ekor per rumpun, kepik mirid 1 ekor per rumpun dan kumbang tomcat akan mengarah pada kepunahan lokal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Based on predator-prey model, obtained an equilibrium point on general case and pathological case. The model’s dynamic behavior can be known by determining the stability of equilibrium points. The stability of equilibrium points of predator-prey model with two predators in general case does not indicate a state of coexistence (grown in tendem) on both predators. In this case, for long period of time one of those predators will be locally extinct although there is no competition between them. Based on predator-prey model with two predators on rice brown plant hopper with two predators, Cyrtorhinus lividipennis and Paederus fuscifes, it can be known that the sum of the rice brown plant hopper and both predators will oscillate toward a particular value with a shorter span of time. By the long period, the number of rice brown plant hopper and both predators will move toward an equilibrium point, 8 rice brown plant hopper per cluster, 1 Cyrtorhinus lividipennis per cluster, and Paederus fuscifes will be locally extincted. |
| Kata kunci | predasi, model predator-prey dengan dua predator, kestabilan titik kesetimbangan |
| Pembimbing 1 | NIKEN LARASATI, M.Si. |
| Pembimbing 2 | RINA REORITA, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|