Artikelilmiahs
Menampilkan 10.861-10.880 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10861 | 3770 | F1C005070 | KREATIVITAS IKLAN ROKOK A MILD DI TELEVISI DALAM PERSEPSI SISWA SMK WIWOROTOMO PURWOKERTO | Berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia perihal iklan produk rokok, disyaratkan bahwa iklan rokok tidak boleh menunjukkan produk berupa rokok dalam iklan tersebut, juga iklan rokok harus disertai peringatan pemerintah tentang bahaya merokok. Sehingga perusahaan rokok berusaha menayangkan iklan rokok terutama di televisi dengan kreatifitas yang tinggi agar dapat ditayangkan kepada pemirsa mengenai maksud dan tujuan iklan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kreativitas iklan rokok A mild di televisi dalam persepsi siswa SMK Wiworotomo Purwokerto. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK Wiworotomo Purwokerto. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi lapangan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang telah dipilih secara acak, sedangkan Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif. Hasil penelitian yang dijabarkan dari hasil perhitungan terhadap 4 dimensi yang menjadi parameter Kreativitas Iklan Rokok Televisi yaitu Visual, Audio, Jingle dan Durasi, menunjukan bahwa dari dimensi visual mayoritas setuju responden menyukai tampilan (visual) iklan (televisi) A Mild, menikmati tampilan iklan televisi A Mild, Adegan (visual) iklan (televisi) A Mild mudah diingat, dan Adegan (visual) iklan (televisi) A Mild ekslusif dan berkelas. Dari dimensi Audio mayoritas responden menyatakan audio iklan A Mild di televisi mampu menarik minat responden untuk mendengarkan iklan tentang rokok A Mild lebih lanjut dan kreativitas iklan A Mild menarik perhatian responden. Dari dimensi Jingle bahwa mayoritas responden menyatakan jingle iklan A Mild sudah mampu menarik minat responden untuk menonton iklan atau dengan kata lain kreativitas iklan A mild dari sisi jingle tersebut mampu menunjukkan perbedaan dengan iklan merek rokok lain dan mampu melibatkan konsumen untuk menyimak dan mendengarkan informasi yang ditunjukkan sebuah iklan pada merek yang diiklankan. Dari dimensi Durasi bahwa mayoritas responden menyatakan setuju bahwa responden durasi Iklan televisi A Mild tidak berlebihan, tidak bermasalah dengan durasi iklan televisi A Mild, dan durasi Iklan televisi A Mild informatif. Saran yang diajukan dari hasil penelitian adalah: Bagi para staf kreatif Produk A Mild PT.HM. Sampoerna Tbk dalam meningkatkan aktivitas komunikasi pemasaran selalu berusaha untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan yang ditawarkan dengan melakukan peningkatan dalam hal pengetahuan produk, serta kreativitas dalam mengatur etika beriklan di televisi. | According to the regulations in force in Indonesia regarding advertising tobacco products, require that tobacco advertising should not be showing the product in the form of cigarette ads, cigarette ads also must be accompanied by government warnings about the dangers of smoking. So the tobacco companies try to show cigarette advertising on television, especially with high creativity that can be displayed to the audience about the intent and purpose of the ad. The purpose of this study to find out how creativity A mild tobacco advertising on television in student perception of SMK Wiworotomo Purwokerto. Objectives of this study were students of class XI at SMK Wiworotomo Purwokerto. The method of research using quantitative descriptive method. Selection of informants using simple random sampling technique. Method of data collection by field studies by distributing questionnaires to the respondents who had been randomly selected, while the data analysis techniques used in this study is a quantitative analysis techniques. The results were derived from the results of the calculation of the 4-dimensional parameter Cigarette Advertising Creativity Television namely Visual, Audio, Jingle and duration, showed that the majority of the visual dimension of respondents agreed liked the look of (visual) advertising (television) A Mild, enjoying the view of television advertising A Mild Scenes (visual) advertising (television) A Mild memorable, and Scenes (visual) advertising (television) A Mild exclusive and classy. From the dimensions of the majority of respondents expressed Audio A Mild audio ads on TV could attract respondents to listen the advertisements about the A Mild cigarette more and advertising creativity A Mild attract respondents. Of dimensions that the majority of respondents stated Jingle, jingle A Mild was able to attract respondents to watch ads or in other words A mild creativity of the advertising jingle was able to show the difference with other cigarette brand advertising and able to engage consumers to listen and listen to the information shown an ad on the brand being advertised. From the dimensions of duration that the majority of respondents agreed that the respondent time TV ads A Mild is not excessive, it is not a problem with the A Mild television commercial time, and duration of TV ads A Mild informative. The suggestions from the research are: For the creative staff of Product A Mild PT.HM. Sampoerna Tbk to improve marketing communications activities are always trying to maintain and improve the quality of services offered by an improvement in terms of product knowledge, and creativity in managing ethics advertise on television. | |
| 10862 | 3772 | G1A005085 | THE STUDY OF ERIK’S ANGER IN GASTON LEROUX’S “ PHANTOM OF THE OPERA ” | ABSTRAK Bobby SetioWibowo. November 2012. Skripsi“The Study of Erik’s Anger in Gaston Leroux’s Phantom of The Opera”. Dibimbing oleh Tribuana Sari, S.S, M.A. dan Ririn Kurnia, S.S, M.A. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tahun Akademik 2011/2012. Kata kunci: Kemarahan, Karakter, Phantom of The Opera. Penelitian ini berjudul “The Study of Erik’s Anger in Gaston Leroux’s Phantom of The Opera” yang bertujuan untuk meneliti karakterisasi Erik dalam bentuk kemarahannya dalam novel. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data dalam novel; Phantom of The Opera karya Gaston Leroux. Sumber data yang ada di teliti menggunakan teori kemarahan. Dari penelitian yang dilakukan dihasilkan jawaban dari rumusan permasalahan. Temuan pertama adalah mengenai tipe kemarahan dari Erik yang diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu kemarahan pasif dan agresif. Temuan yang kedua adalah mengenai pemicu dari kemarahan Erik yaitu perasaan akan kehilangan seseorang yang berharga dan tidak terpenuhinya hasrat serta harapan Erik. Temuan ketiga dan terakhir adalah efek dari kemarahan Erik yang mempunyai banyak pengaruh dalam kehidupannya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah media untuk menambah pemahaman tentang novel sebagai sebuah bentuk karya sastra. Penggunaan teori kemarahan dalam penelitian inid iharapkan bisa menjadi bahan tambahan untuk kemudian dapat diterapkan di obyek yang lebih luas. | ABSTRACT Bobby Setio Wibowo. November, 2012. “ The Study of Erik’s Anger in Gaston Leroux’s Phantom of The Opera”. Thesis supervised by Tribuana Sari, S.S, M.Si. and Ririn Kurnia, S.S, M.A. English Language and Literature Study Program, Departement of Humanities, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Academic Year 2011/2012. Keywords: Anger, Character, Phantom of The Opera. The research entitled“ The Study of Erik's Anger in Gaston Leroux's Phantom of the Opera”is aimed to analyze the characterization of Erik’s the form of anger in the novel. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data; Phantom of the Opera by Gaston Leroux which is analyzed by using theory of anger. The result of the research shows the answer of the research question. The first finding is the types of Erik’s anger are classified into two types: passive and aggressive anger. The second is the triggers of anger shown in Erik’s life are losing something important and non-fulfilment of desires and expectations. The third is the effect of anger, that has a lot of influence in Erik life. The results of the research are expected to enrich the comprehension of novels and also give more knowledge about theory of anger. The use of the theory of anger in this study is expected to be additional material to the object that can be applied on a larger scale. | |
| 10863 | 3773 | G1B008108 | STUDI PERBANDINGAN KONSENTRASI LOGAM SENG (Zn) ANTARA AIR BAKU (INLET) DAN AIR HASIL OLAHAN (OUTLET) PADA UNIT PRODUKSI AIR BERSIH KESUGIHAN PDAM CILACAP | Kriteria mutu air hasil olahan pada PDAM sangat diperlukan untuk mengetahui kelayakan air bersih layak konsumsi atau kurang layak konsumsi. Kriteria ini berkaitan erat dengan parameter kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan kandungan logam seng (Zn) antara air baku (inlet) dan air hasil olahan (outlet) pada Unit Produksi Air Bersih Kesugihan PDAM Cilacap kemudian air hasil olahan (outlet) dibandingkan dengan PERMENKES RI Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990. Penelitian ini adalah penelitian observasional yang merupakan cara pengumpulan data dengan melihat langsung kondisi lapangan dan pengukuran yang dilakukan di laboratorium terhadap objek yang diteliti. Hasil pengukuran Kandungan logam seng (Zn) pada air baku rata-rata sebesar 0,031 mg/L dan air hasil olahan (outlet) rata-rata sebesar 0,039 mg/L. Kandungan logam seng (Zn) pada air hasil olahan telah memenuhi standar baku mutu kualitas air bersih. Hanya saja perbandingan antara kandungan logam seng (Zn) pada air baku (inlet) dan air hasil olahan (outlet) mengalami kenaikan walaupun tidak begitu signifikan. Bagi Unit Produksi Air Bersih Kesugihan diharapkan untuk terus melakukan pemeriksaan secara berkala guna mempertahankan kualitas air yang memenuhi syarat kesehatan. | Water quality criteria processed on PDAM is needed to determine the feasibility of water or less worthy of consumption is decreasing. This criterion related to chemical parameters. The purpose of this study was to determine the metal content ratio of zinc (Zn) between raw water (inlet) and water processed (outlet) on Water Treatment Plant Kesugihan PDAM Cilacap then processed water (outlet) compared with Permenkes No. 416/MENKES/PER/IX/1990. This study is an observational study which is a collection of data with a direct field conditions and measurements made in the laboratory of the object under study. The results of metal content of zinc (Zn) in the raw water average 0.031 mg / L and water processed an average 0.039 mg / L. Metal content of zinc (Zn) in the processed water has qualified water quality standard. It's just a comparison between the metal content of zinc (Zn) in the raw water (inlet) and water processed (outlet) increased, although not significantly so. For Kesugihan Water Treatment Plant is expected to continue to perform periodic inspections to maintain water quality that meets the health requirements. | |
| 10864 | 3775 | G1F008059 | POTENSI MIELOPROTEKTIF KOMBINASI CURCUMA XANTHORRIZA, CURCUMA DOMESTICA, DAN ZINGIBER OFFICINALE TERHADAP PERUBAHAN BIOKIMIA PADA TIKUS YANG DIINDUKSI DOKSORUBISIN DAN FORMULASI SEDIAANNYA | Doksorubisin merupakan obat kanker yang memiliki efek samping mielosupresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek mieloprotektif dari kombinasi temulawak, kunyit, dan jahe pada tikus yang diinduksi doksorubisin, serta dilakukan optimasi formulasi nanopartikel untuk menentukan formula yang paling optimal dalam pembuatan nanopartikel. Penelitian ini dilakukan pada hewan uji yang diinduksi doksorubisin dengan pemberian ekstrak etanol 96% kombinasi temulawak, kunyit, dan jahe. Tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok I diberi NaCl, kelompok II diberi kelompok doksorubisin 5 mg/kg BB i.p pada hari 1, 5, 9, 13, kelompok III diberi ekstrak temulawak, kunyit, jahe 250 mg/kg BB/hari secara peroral + doksorubisin, kelompok IV diberi ekstrak temulawak, kunyit, jahe 500 mg/kg BB/hari secara peroral + doksorubisin. Sampel darah seluruh hewan uji diambil pada hari ke 15 dan dikorbankan untuk pengambilan organ limpa. Jumlah sel darah putih dan bobot limpa dievaluasi sebagai parameter mielosupresif. Nanopartikel dibuat dengan metode gelasi ionik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sel darah putih dan bobot limpa menurun dalam kelompok yang diberi doksorubisin. Pada kelompok ekstrak (250 mg dan 500 mg) + doksorubisin, jumlah sel darah putih dan bobot limpa lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak temulawak, kunyit, dan jahe memiliki aktivitas mieloprotektif. Formulasi nanopartikel terbaik untuk ekstrak tersebut adalah formula dengan konsentrasi kitosan 0,08% dan ekstrak 0,01%. Pengamatan dengan Scanning Electron Microscope (SEM) diperoleh ukuran partikel berkisar 500 nm dengan bentuk partikel bola-kubus yang kurang seragam. | Doxorubicin as an anticancer drug has myelosuppresive side effects. This study aimed to investigate the possible myeloprotective role of the natural antioxidant Curcuma xanthorrhiza, Zingiber officinale, and Curcuma domestica in rats induced by doxorubicin and then optimized the nanoparticle formulation to determine the optimal formula for nanoparticles. Wistar male rats were divided into four groups and treated with (1) 0.9% NaCl as control group, (2) doxorubicin 5 mg/kg intraperitoneally, 4 times in 14 days (days 1, 5, 9, 13); (3) doxorubicin + extract 250 mg/kg/day orally for 14 days; (4) doxorubicin + extract of 500 mg/kg/day orally for 14 days. Blood samples of rats were taken at day 15th and sacrificed for harvesting spleen organ. White blood cell counts and spleen weights were evaluated as the markers of myelosuppresive effect. Nanoparticle is prepared by ionic gelation method. White blood cell counts and spleen weights were reduced in the doxorubicin treated groups. Whereas in group treated by the extract (250 mg and 500 mg) + doxorubicin, white blood cell counts and spleen weights were increased. These results indicated that the extract of Curcuma xanthorrhiza, Zingiber Officinale, and Curcuma domestica combination has myeloprotective activity by keeping the white blood cell counts level and spleen weights. The observations with Scanning Electron Microscope (SEM) obtained particle sizes ranged around 500 nm with a less uniform particle shape. | |
| 10865 | 3776 | G1A006019 | AN ANALYSIS OF CODE-SWITCHING FOUND IN 'THE LAST SAMURAI' MOVIE | Neretva, Leonita Asmah. 2012. An Analysis of Code-Switching Found in ‘The Last Samurai’ Movie. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tahun Akademik 2011/2012. Tesis. Pembimbing Drs. Ashari, M.Pd dan Indriyati Hadiningrum, S.S.,M.Pd. Penguji Tuti Purwati, S.S.,M.Pd. Kata kunci: sosiolinguistik, alih kode, the Last Samurai. Alih kode adalah salah satu variasi bahasa yang terjadi ketika seseorang dengan bebas merubah bahasa yang digunakan dari satu bahasa ke dalam bahasa lainnya. Fenomena ini biasanya terjadi pada masyarakat bilingual dan multilingual. Penelitian ini terfokus pada alih kode yang terdapat di dalam film ‘The Last Samurai’. Film ini terdiri dari dua kebudayaan yang berbeda yaitu Amerika dan Jepang; dan terdapat dua bahasa yang berbeda, yakni Inggris dan Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis-jenis alih kode yang muncul dalam film ‘The Last Samurai’, serta menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan alih kode muncul dalam setiap tokoh didalam film ini. Peneliti menggunakan naskah film ‘The Last Samurai’ sebagai objek penelitian. Data yang diambil dari naskah film ini untuk mempermudah didalam proses pengumpulan ucapan-ucapan yang mengandung alih kode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode ini digunakan untuk menganalisa alih kode berupa percakapan-percakapan yang diambil dari naskah film ‘The Last Samurai’. Peneliti menggunakan teori Gumperz dan Holmes dalam menganalisa data. Dari hasil penelitian, diperoleh tiga puluh data alih bahasa yang kemudian dikelompokan berdasarkan jenisnya. Ketiga jenis alih kode tersebut adalah conversational (enam belas data), situational (sebelas data), dan metaphorical (tiga data). Alih kode tersebut mencerminkan faktor yang muncul dalam film ‘The Last Samurai’, adapun faktor-faktor tersebut adalah emphasize the meaning (13 data), effective the functions (6 data), ethnic identity maker (4 data), expression of solidarity (3 data), changing of the topic (3 data), dan someone’s quotation (1 data). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa jurusan Bahasa Inggris, yaitu sebagai media pustaka bagi yang berminat melakukan penelitian dibidang sosiolinguistik. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang ragam bahasa itu sendiri, khususnya mengenai alih kode. | Neretva, Leonita Asmah. 2012. An Analysis of Code-Switching Found in ‘The Last Samurai’ Movie. Thesis. English Language and Literature Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic Year 2011/2012. Supervised by Drs. Ashari, M.Pd and Indriyati Hadiningrum, S.S.,M.Pd. Examined by Tuti Purwati, S.S.,M.Pd. Keywords: sociolinguistics, code-switching, the Last Samurai. Code-switching is one of language varieties and it occurs when speakers change the use of language deliberately by switching from one language to another. This phenomenon is usually found in bilingual and multilingual society. This research only focuses on code-switching in ‘The Last Samurai’ movie. This movie performs two different cultures: American and Japanese; and contains two different languages: English and Japanese. The research was aimed to describe the kinds of code-switching appeared in ‘The Last Samurai’ movie and to explain the factors that make the characters produce code-switching in this movie. The researcher used ‘The Last Samurai’ script movie as an object analysis of this research. The data takes from the script of this movie to make easier in collecting the utterances which contains code-switching. The method used in this research is qualitative. It was used to analyze code-switching which was in form of dialogues taken from script ‘The Last Samurai’ movie. The researcher used Gumperz and Holmes’s theories to analyze the data. The results show that there are thirteen data in the form of dialogues. After being identified, code-switching are classified into their kinds. Those three kinds are conversational (sixteen data), situational (eleven data), and metaphorical (three data). They reflect the factors that make code-switching appeared in ‘The Last Samurai’ movie; there are emphasize the meaning (13 data), effective the functions (6 data), ethnic identity maker (4 data), expression of solidarity (3 data), changing of the topic (3 data), and someone’s quotation (1 data). This research is expected to give benefit to student of English Department as the media library of them who are interested in conducting the research in the field of sociolinguistics. Moreover, it can also improve their knowledge about language varieties especially code-switching. | |
| 10866 | 3777 | F1C007102 | HUBUNGAN PROMOSI PENJUALAN “BELANJA LUAR BIASA MURAH DI MIROTA BISA DAPAT RUMAH” DENGAN MINAT BELI KONSUMEN DI MIROTA NAYAN BABARSARI YOGYAKARTA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan isi pesan, struktur pesan, format pesan “Belanja Luar Biasa Murah di Mirota Bisa Dapat Rumah” dengan minat beli konsumen di Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta. Berdasarkan data dan analisis yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang kuat antara variabel promosi penjualan “belanja luar biasa murah di mirota dapat rumah” (X) dengan variabel minat membeli konsumen di Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta (Y), karena r terletak diantara 0,600 – 0,799 yang diketahui sebelumnya bahwa nilai korelasi r = 0,621. sedangkan analisis korelasi hubungan promosi penjualan “belanja murah di mirota dapat rumah” dengan minat membeli konsumen di Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta, yaitu: r = 0,62, t tabel = 1,96, t hitung = 7,84, Jadi t hitung >t tabel, maka Ho ditolak, berarti hubungan antara promosi penjualan “belanja murah di Mirota dapat rumah” dengan minat membeli konsumen di Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta adalah signifikan. Berdasarkan data tersebut, terbukti bahwa teori S-O-R sangat mendukung terjadinya minat beli konsumen dalam menentukan keputusan membeli / tidak membeli di Mirota Nayan Babarsari. | This research was aimed to probe the correlation between content of the message, message structure, and message format of sales promotion “Remarkable Inexpensive Shopping at Mirota Can Get A House” and consumers purchase interest in Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta. According to the data and analysis that were conducted, the result was shown strong correlation between variables sales promotion “Remarkable Inexpensive Shopping at Mirota Can Get A House” (X) and variables consumers purchase interest in Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta (Y), because r was positioned between 0,600 – 0,799 in which it was knowing before, if the correlation value of r = 0,621. Meanwhile, correlation analysis of the correlation between sales promotion “Remarkable Inexpensive Shopping at Mirota Can Get A House” and consumers purchase interest in Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta r = 0,62, t table = 1,96, t count = 7,84, therefore t count >t table, thus, Ho was rejected. In conclusion, correlation between sales promotion “Remarkable Inexpensive Shopping at Mirota Can Get A House” and consumers purchase interest in Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta was significant. Based on the data, S-O-R theory was proved supporting consumers purchase interest to decide whether they were purchasing in Mirota Nayan Babarsari or not. | |
| 10867 | 3771 | E1A007259 | KEWENANGAN PENGUJIAN PERATURAN DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA | Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) sebagai konstitusi bangsa Indonesia telah menentukan adanya dua lembaga negara yang berwenang untuk menguji peraturan perundang-undangan. Untuk menguji Undang-Undang terhadap UUD 1945 dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi, sedangkan untuk menguji Peraturan Perundang-Undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang dilakukan oleh Mahkamah Agung. Namun di sisi lain, Pemerintah Pusat juga dianggap memiliki kewenangan untuk menguji dan membatalkan Peraturan Daerah (Perda) atas dasar Pasal 136 ayat (4) juncto Pasal 145 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sedangkan khusus mengenai Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mendasarkan pada ketentuan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Padahal dalam hierarki peraturan perundang-undangan, kedudukan Perda berada di bawah Undang-Undang. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian hukum yang kemudian dituangkan ke dalam skripsi ini dengan judul “Kewenangan Pengujian Peraturan Daerah Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia”. Tujuannya adalah untuk mengetahui kewenangan pengujian Peraturan Daerah dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Metode penelitian hukum ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan konsep. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa dalam sistem ketetanegaraan Republik Indonesia tidak ada suatu peraturan perundang-undangan yang secara tegas mengatur mengenai kewenangan pengujian peraturan daerah, sehingga selama ini terjadi permasalahan mengenai siapa yang sebenarnya berwenang mengujinya, terutama antara Pemerintah Pusat dengan Mahkamah Agung. Dari hasil analisis, diketahui bahwa kewenangan Pemerintah Pusat untuk menguji Peraturan Daerah sebenarnya tidak tepat, karena UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia menghendaki adanya pengujian Peraturan Daerah menjadi kewenangan Mahkamah Agung sebagai Lembaga Yudikatif. Hal tersebut didasarkan pada ketentuan Konstitusi UUD 1945 Pasal 24A ayat (1) sebagaimana diatur lebih lanjut dalam Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, dikaitkan dengan hierarki Peraturan Perundang-undangan dalam ketentuan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. | Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) or the 1945 Constitution as the basic constitution of Indonesian people have conducted two authorized national institutions for the examination of the constitution’s acts and rules; Mahkamah Konstitusi and Mahkamah Agung. Mahkamah Konstitusi is tasked to examining the acts toward 1945 Constitution, while there is Mahkamah Agung which objective examines the legislation under the acts toward the Constitution. In other side, the central government is also considered to have authority in examining and dismissing Regional Acts based on Act 136 line (4) juncto Act 145 Constitution Number 32 of 2004 about Regional Government. Meanwhile by the hierarchy of legislation, Regional Acts is positioned under Constitution. By such situations, hence triggered this research project titled “Kewenangan Pengujian Peraturan Daerah Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia” or “The Authority System of Regional Acts Examination on the Republic of Indonesia Civic System”, which purposed to recognize the authority system of examination of Regional Acts in the Republic of Indonesia Civic system. The method of this law research is using juridical normative research method, with constitution approach, analytical approach, and conceptual approach. Data sourcing is using secondary data collection method. Analytical method is using normative qualitative method, and the result of the research shows that on the Republic of Indonesia Civic system, there is no certain constitution that concretely ruling the authority system for examining Regional Acts, so this far it causes problem for who is actually holding the rights to examine, mainly between Central Government and Mahkamah Agung. This research’s analysis proves that it is incorrect for Central government to examine Regional Acts, as stated in 1945 Constitution that it should be the judicative institution, which is Mahkamah Agung, to examine the Regional Acts. It is based on 1945 Constitution terms Act 24 A line (1) as further regulated on Act 9 line (2) Constituion Number 12 of 2011, related to hierarchy of Legislation on terms Act 7 line (1) Constitution Number 12 of 2011 about The Forming of legislation. | |
| 10868 | 3778 | E1A008121 | EKSISTENSI DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA | Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) merupakan Lembaga Negara yang dibentuk untuk menggantikan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang telah dihapuskan dari daftar Lembaga Tinggi Negara. Melalui perumusan Pasal 16 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD RI 1945) hasil amandemen terakhir, akhirnya menjadi dasar dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan, pendekatan historis dan pendekatan konsep. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Bahan hukum tersebut dikumpulkan melalui metode kepustakaan kemudian disajikan dalam bentuk uraian secara sistematis. Dewan Pertimbangan Presiden merupakan lembaga negara yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Undang-Undang Dasar 1945. Beberapa permasalahan muncul baik pro maupun kontra yang menyertai pembentukan dan selama Wantimpres berkiprah di Pemerintahan Indonesia, diantaranya adalah adanya kekhawatiran apabila Wantimpres akan bernasib sama dengan DPA dan menumpuknya lembaga kepenasihatan di Indonesia. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah Wantimpres merupakan lembaga yang dibentuk sesuai amanat konstitusi dan merupakan lembaga ekstra struktural. | Presidential Advisory Council (Wantimpres) is a State Institution established to replace the Supreme Advisory Council (DPA) which was eliminated from list of State Supreme Agencies. Trough the formulation of article 16 of the Constitution of Republic of Indonesia Year 1945 (UUD RI 1945) recent amendment, eventually became the basic of the issuance of Law No. 19 Year 2006 on the Presidential Advisory Council. This research used the jurisdical method through the statute approach, the historical approach, and the conceptual approach. The source of legal material that was used are primary, secondary and tertiary legal material. Legal materials are collected through literature method and afterward presented in the form of a systematic description. President advisory council is a state agency charged with providing advice to the president and the consideration reffered to in article 16 of the constitution of 1945. Several problems arise both pros and cons that accompany the formation and during Wantimpres take part in the government in Indonesia. Including the concern if Wantimpres will suffer the same fate with the DPA and stacked advisory institutions in Indonesia. The conclusion of this study is wantimpres is an institution established in accordance with the constitutional mandate and is an extra structural institution. | |
| 10869 | 3780 | H1B008006 | PERBANDINGAN ALGORITMA DIJKSTRA DENGAN ALGORITMA FLOYD-WARSHALL PADA PENCARIAN RUTE TERPENDEK TEMPAT-TEMPAT WISATA DI YOGYAKARTA | Berwisata dapat dilakukan dengan mengunjungi berbagai tempat tujuan wisata. Sebagai salah satu tujuan wisata, Yogyakarta menyediakan berbagai tempat tujuan wisata yang tersebar di seluruh penjuru Yogyakarta. Berwisata yang efektif dan efisien membutuhkan rute optimum sehingga dalam waktu yang relatif singkat tempat tujuan wisata yang ingin dikunjungi di Yogyakarta tidak ada yang terlewatkan. Pencarian rute terpendek tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan algoritma Dijkstra dan algoritma Floyd-Warshall. Kedua algoritma tersebut memiliki keakuratan dan keefisienan yang berbeda untuk mencari rute terpendek. Keakuratan suatu algoritma ditentukan berdasarkan solusi yang diperoleh. Semakin minimum solusi yang diperoleh suatu algoritma, maka algoritma tersebut semakin akurat. Keefisienan algoritma ditentukan berdasarkan kompleksitas waktunya. Semakin minimum kompleksitas waktu suatu algoritma, maka algoritma tersebut semakin efisien. | The vacation can be done by visiting various tourist destinations. As one of the destination for vacation, Yogyakarta provide a lot of tour objects that spread in all over Yogyakarta. An effective and efficient vacation requires an optimum route, therefor in a short time the tourist destination in Yogyakarta can be visited without missing any. Finding the shortest path can be done by using Dijkstra's algorithm and Floyd-Warshall’s algorithm. Both of these algorithms have a different accuracy and efficiency in find the shortest path. The accuracy of an algorithm is determined based on the obtained solution. The more minimum a solution is obtained by an algorithm, the more accurate the algorithm. The efficiency of the algorithm is determined by the complexity of the time. The more minimum the time complexity of an algorithm, the more efficient the algorithm. | |
| 10870 | 3782 | E1E008006 | PEMBUKTIAN DENGAN ALAT BUKTI UANG PALSU DALAM TINDAK PIDANA PEMALSUAN UANG | ABSTRAKSI Hukum Acara Pidana adalah untuk mencari kebenaran atau mendapatkan kebenaran materiil, yang dimana kebenaran ini adalah kebenaran selengkap-lengkapnya dari suatu perkara pidana, dengan menerapkan ketentuan hukum acara pidana secara jujur dan tepat, dengan tujuan untuk mencari siapakah pelakunya yang dapat didakwakan melakukan suatu pelanggaran hukum, dan selanjutnya memintakan pemeriksaan dan putusan dari pengadilan guna menentukan apakah terbukti bahwa suatu tindak pidana telah dilakukan dan apakah orang yang didakwakan itu dapat dipersalahkan. Tindak Pidana Pemalsuan Uang ibarat jamur di musim hujan, namun didalam putusan pengadilan sering kali berujung pada ringannya putusan hakim yang dijatuhkan. Terkadang seperti tidak melihat dampak buruk kedepan dari permasalahan tersebut. Adapun untuk memahaminya, maka pembuktian pada kasus tindak pidana pemalsuan uang tidak boleh luput dari asas-asas hukum seperti : asas kepastian, asas kemanfaatan dan asas keadilan hukum. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif yaitu untuk mengkaji gambaran lengkap tentang keadaan hukum yang terjadi pada kasus peredaran uang palsu dengan terdakwa H Sayidina Samtural Ibrahim Bin Sastro pada Putusan Nomor 65/ Pid. B/ 2011/ PN. Pwt. Disamping itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dari kepustakaan yang kemudian dikelompokkan kepada data primer dan sekunder, cara mendapatkan data diperoleh dengan membaca literatur buku, makalah, artikel-artikel ilmiah, majalah, dan hasil laporan penelitian melalui interview dilapangan. Data mengenai hukum acara pidana banyak tersebar dalam buku-buku yang mengupas khusus Hukum Acara Pidana dan mengenai kasus yang penulis teliti banyak bersumber pada kasus yang telah memiliki putusan hakim yang berkekuatan tetap maupun yang sedang dalam proses persidangan. Berdasarkan metode yang digunakan, hasil penelitian bahwa putusan Majelis Hakim Purwokerto yang diketuai oleh Hakim Wahyuni, SH. Pada Putusan Perkara Nomor 65/ Pid. B/ 2011/ PN. Pwt sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan memenuhi asas-asas yang berlaku dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana yakni asas kepastian, asas kemanfaatan dan asas keadilan hukum, dengan dijatuhinya terdakwa hukuman penjara selama 5 (lima) tahun. Dan putusan ini telah memenuhi unsur-unsur dalam KUHAP Pasal 183 dan 184 KUHAP mengenai syarat diajukannya suatu perkara ke persidangan. Kata Kunci : Pembuktian, Uang palsu | ABSTRACT Code of Criminal Procedure is to seek the truth or get the material truth, which is where the truth is the truth as complete of a criminal case, by applying the provisions of criminal law in a fair and appropriate, in order to find the culprit who can commit an offense charged , and then ask the examination and decision of the court to determine whether evidence that a crime has been done and whether the charged was to blame. Crime of Counterfeiting Money like mushrooms in the rainy season, but in the court decisions often leads to light verdict handed down. Sometimes it does not look like a bad impact ahead of this crime, to understand the problem, then the proof in criminal cases, therefore, should not be spared from legal principles such as the principle of certainty, the principle of expediency and fairness of law. This study used a normative juridical approach to the descriptive analysis is to assess the full picture about the state of the law in the case of counterfeit money in circulation by defendant H Sayyidina Samtural Ibrahim bin Sastro in Decision No. 65 / Pid. B / 2011 / PN. PWT. In addition, in this study the authors use this type of qualitative research by collecting data from the literature were then grouped the primary and secondary data, how to get the data obtained by reading literature books, papers, scientific articles, magazines, and reports the results of field research through interviews. Data on criminal law much scattered in books that explore specific Criminal Code and the cases I researched many sources in cases that have had a powerful judge's decision and are still in the trial process. Based on the method used, the results of research that decision the judges of Purwokerto, chaired by Judge Wahyuni, SH. In the Decision on Case No. 65 / Pid. B / 2011 / PN. PWT is in accordance with the applicable rules and meet the applicable principles in the Code of Penal Code namely certainty principle, the principle of expediency and fairness of law, the defendant dijatuhinya imprisonment for 5 (five) years. And the verdict is in compliance with the elements of the Code of Criminal Procedure Article 183 and 184 Criminal Procedure Code regarding the filing requirements for a case to trial. Key Words : Proving, Counterfeit | |
| 10871 | 3783 | F1A005074 | Pola Asuh Anak Pada Ibu yang Bekerja sebagai Pedagang di Pasar Wage Purwokerto | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pola Asuh Anak pada Ibu yang Bekerja sebagai Pedagang di Pasar Wage Purwokerto”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh ibu yang bekerja di sektor informal yang berdampak terhadap pola asuh anak dan untuk mengetahui dampak ibu bekerja sebagai pedagang terhadap pola asuh anak Penelitian ini dilakukan di Pasar Wage Purwokerto Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian adalah ibu yang bekerja sebagai pedagang di Pasar Wage yang masih bersuami, dan mempunyai anak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif, metode pengambilan informan menggunakan purposive sampling, metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Pasar Wage yang bekerja sebagai pedagang yang dapat berdampak terhadap pola asuh anak adalah aktivitas kerja. Kesibukan ibu bekerja untuk ikut mencari nafkah bagi keluarga telah menyita waktu yang cukup banyak. Mayoritas ibu yang bekerja di Pasar Wage setiap harinya membutuhkan waktu antara 5-10 jam untuk mengurus kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas berdagang. Hal tersebut membuat sang ibu tidak dapat sepenuhnya mengasuh anak sepanjang hari. Dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas ibu bekerja sebagai pedagang di Pasar Wage terhadap pola asuh anak adalah menyangkut masalah pengasuhan anak yang tidak selalu dapat dilakukan oleh orang tuanya, terutama sang ibu. Ketika ibu bekerja maka anak diasuh oleh orang lain, seperti suami dan anggota keluarga lain yang terdekat. Ada pula seorang ibu yang membawa anaknya ke tempat kerja karena anaknya tidak ada yang mengasuh. Dengan demikian aktivitas kerja yang dilakukan oleh ibu menyebabkan sang ibu tidak sepenuhnya dapat mengasuh anaknya secara optimal, dan di sisi lain juga membuat si ibu tidak sepenuhnya dapat berkonsentrasi dalam bekerja. Implikasi penelitian ini adalah : jika memungkinkan ibu dapat bekerja di rumah sendiri, di luar jam kerja, sang ibu berusaha seoptimal mungkin menyediakan waktu dan memberikan perhatian terhadap anak-anaknya. | ABSTRACT This research entitle "Parenting in Mothers who Worked as a Trader at the Market Wage Purwokerto". The research objective was to determine the activities undertaken by mothers who work in the informal sector that impact on parenting and to determine the impact of working capital as a trader on parenting. The research was conducted in the Market Wage Purwokerto district of Banyumas. The research objective is a housewife [in] Wage Markets are still married, work in the informal sector and have a child. The research method used was a qualitative method, the method used purposive sampling techniques, data collection methods used in-depth interviews, observation and documentation. The validity of data using triangulation techniques. Data analysis techniques using interactive model analysis. The results showed that the activities undertaken by housewives in the Market Wage working in the informal sector able to influence the direction of taking care of children is a pattern of work activities. Busyness mother to follow to do to get the family's life has taken quite a lot, especially during the day. The majority of housewives in the Market Wage working in the informal sector every day to take between 5-10 hours to manage activities related to work activities. Mom mentioned the make can not fully take care of kids all day. Impacts arising from capital activities in the informal sector to take care of children in the Market Wage pattern is about parenting issues that can not always be done by parents, especially mothers. When mothers work, children cared for by others, such as her husband and other family members nearby. There is also a mother to bring the child into the workplace because no one took care of the child. Thus, the work activities carried out by the mother cause she does not fully take care of children optimally, and on the other hand makes the mother could not fully concentrate on work. The implications of this research are: if possible she can work at home, outside working hours, his mother tried to optimally provide the time and attention to their children. | |
| 10872 | 3784 | E1A005295 | PUTUSNYA PERKAWINAN KARENA CERAI TALAK (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor: 1577/ Pdt.G/2009/PA.Pwt) | ABSTRAK PUTUSNYA PERKAWINAN KARENA CERAI TALAK (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor: 1577/ Pdt.G/2009/PA.Pwt) Oleh: FETRIANI PIRAMITA E1A005295 Perceraian dapat terjadi karena talak. Talak adalah ikrar suami dihadapan sidang Pengadilan Agama yang menjadi salah satu sebab putusnya perkawinan. Cerai talak diajukan oleh pihak suami yang petitumnya memohon untuk diizinkan menjatuhkan talak terhadap istrinya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji tentang pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara cerai talak di Pengadilan Agama Purwokerto No.1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt dan hak bekas istri atas uang nafkah iddah, nafkah anak, dan mut’ah. Adapun metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan sumber data yang digunkan adalah data sekunder. Seluruh data yang telah terkumpul secara lengkap dari hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara cerai talak di Pengadilan Agama Purwokerto dalam Putusan No. 1577/Pdt.G/2009/PA/Pwt adalah rumah tangga Pemohon dengan Termohon sudah tidak harmonis, Pemohon dengan Termohon berpisah tempat tinggal dan telah berlangsung selama 5 tahun, selama berpisah tersebut sudah tidak ada hubungan lagi baik lahi maupun bati, dan keluarga Pemohon dan Termohon maupun hakim telah berusaha untuk melakukan ishlah (upaya perdamaian) tetapi tidak membuahkan hasil. Berdasarkan Putusan No. 1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt., diketahui pula bahwa bekas istri berhak atas uang nafkah iddah selama 3 bulan sebesar Rp 1.350.000,- (satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah), nafkah 3 orang anak tiap bulan minimal sebesar Rp 900.000,- (Sembilan ratus ribu rupiah), dan mut’ah berupa uang sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah). Kata kunci: Perkawinan, cerai talak. | The Break Down of Marriage due to “Talaq” Divorce (Judicial Review on The Decision of Purwokerto Religion Court, Number: 1577/ Pdt.G/2009/PA.Pwt) By: Fetriani Piramita E1A005295 A divorce can happen due to “talaq” (sayings on words spoken by husbands). “Talaq” is spoken words or statements at the religions court, and one of causes og divorces. The “talaq” divorce it proposed by husbands whose “petitum” isrequestion of permission to drop a “talaq on his wife. On the basic on that matter, this study was aimed to review the degree of judges in considering the problem of “talaq” divorces at the Purwokerto Religions Court Number 1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt and the sights of former unives for the iddah money, child costs, an mut’ah. The approach method used in this study was normative, juridical approach, the specification of which was descriptive, by using secondary data. The collected data then worse analysed by using a qualitative, normative analysis method. Based on the results of this study and the discussion, it can be concluded that the considerationof the judges in putting the dictum of the problem of “Talaq” divorces at the Purwokerto Religion Court of justice in the decision Number 1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt, are that the relations between husband and wife are disharmonic, the husband and wife live at different locations for 5 years, during which time there is no biological an psychological relationship, and the families of husband and wife at the judges have conducted some effort to in agree the husband and wife peacefully (ishlah) without any successful result. On the basic of the decision number 1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt it was also known that the former wifes had the rights for the iddah money as long as 3 months, for as much as Rp 1.350.000 (one million thirted hundred and fifty thousand rupiahs), the living cost of 3 children as much as Rp 900.000 (nine hundred thousand rupiah) each month, and mut’ah in the form of money as much as Rp 1.000.000 (one million rupiahs). Keywords: marriage, “talaq” divorce. | |
| 10873 | 3785 | C1K008032 | THE INFLUENCE OF ECONOMIC VALUE ADDED, MARKET VALUE ADDED, RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY AND EARNING PER SHARE ON STOCK RETURNS (Study on Miscellaneous Industry at the Indonesia Stock Exchange) | Penelitian ini berjudul "Pengaruh Economic Value Added, Market Value Added, Return on Assets, Return on Equity dan Earning per Share Terhadap Stock Returns (Studi pada Aneka Industri di Bursa Efek Indonesia)". Proses menghasilkan return saham telah menjadi salah satu topik yang paling populer penelitian di bidang keuangan sejak artikel Bacheher yang ploneering diterbitkan pada tahun 1900. Kembali adalah motivator dalam proses investasi, pengukuran kembali adalah cara yang sering digunakan oleh investor untuk membandingkan alternatif investasi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Economic Value Added, Market Value Added, Return on Asset, Return on Equity dan Earning per Share terhadap return saham. Dengan menggunakan data global dari 2007-2010. Sampel dipilih dengan metode Purposive sampling. Dari 38 perusahaan, hanya 28 perusahaan yang terpilih sebagai sampel untuk penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Analisis regresi berganda kesimpulannya adalah: (1) Economic Value Added berpengaruh positif terhadap return saham (2) Market Value Added berpengaruh positif terhadap return saham (3) Return on Assets berpengaruh positif terhadap return saham (4) Return on Equity berpengaruh positif terhadap return saham (5) Earning per Share berpengaruh positif terhadap return saham. | This research is entitled ” The Influence of Economic Value Added, Market Value Added, Return on Assets, Return on Equity and Earning per Share on Stock Returns (Study on Miscellaneous Industry at the Indonesia Stock Exchange) ”. The process of generating stock returns has been one of the most popular topics of research in finance since Bacheher’s ploneering article published in 1900. Return is the motivator in an investment process, the measurement of return is a way that is often used by investors to compare different investment alternatives. The purpose of this study is to analyze the influence of Economic Value Added, Market Value Added, Return on Assets, Return on Equity and Earning per Share on stock returns. Using global data from 2007-2010. The samples are selected by Purposive sampling method. From 38 companies, only 28 companies are selected as samples for this study. Based on the result of research and data analysis using multiple regression analysis the conclusion is: (1) Economic Value Added has positive effect on Stock Returns (2) Market Value Added has positive effect on Stock Returns (3) Return on Assets has positive effect on Stock Returns (4) Return on Equity has positive effect on Stock Returns (5) Earning per Share has positive effect on Stock Returns. | |
| 10874 | 3786 | C1A006072 | PENDAPATAN DAN KONSUMSI TUKANG OJEK MOTOR DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “ Pendapatan dan Konsumsi Tukang Ojek Motor di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas “. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan jam kerja terhadap pendapatan, sumbangan pendapatan tukang ojek motor terhadap pendapatan rumah tangga. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan pendapatan, jumlah tanggungan keluarga terhadap konsumsi rumah tangga dan untuk mengetahui apakah pendapatan tesebut sudah memenuhi KHL penarik ojek motor dan keluarganya. Responden dalam penelitian ini sebanyak 60 responden. | This research entitled “Income and Consumption of Ojek Motorcyclist in Subdistrict Karanglewas of District Banyumas”. This research was done in juni 2012. The objective of this research is to know the correlation of age and year of service toward income,contribution of ojek motorcyclist toward household income. Beside that, this research also aimed to know the correlation of income, the amount of family member toward the house hold consumption, and to know whether the income fulfills KHL of the ojek motorcyclist and their families. | |
| 10875 | 3787 | F1B005131 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MAJENANG KABUPATEN CILACAP | Masalah kesehatan masyarakat bukan hanya masalah pemerintah saja, melainkan juga masalah masyarakat itu sendiri, oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang terletak di pesisir selatan pulau Jawa juga telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Di Kabupaten Cilacap sendiri terdapat dua rumah sakit pemerintah daerah, dimana salah satunya adalah rumah sakit umum daerah (RSUD) Majenang. RSUD Majenang sangat diharapkan oleh pemerintah Kabupaten Cilacap untuk dapat menangani pasien yang berada di wilayah Kabupaten Cilacap Bagian Barat yaitu ex-Kawedanan Majenang dan Sidareja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kualitas pelayanan publik terhadap kepuasan pasien di RSUD Majenang Kabupaten Cilacap. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas pelayanan di RSUD Majenang Kabupaten Cilacap mempunyai hubungan tergolong kuat dan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan arah positif terhadap kepuasan pasien, artinya semakin baik atau tinggi kualitas pelayanan yang ada, maka semakin tinggi pula kepuasan pasiennya. Kualitas pelayanan di RSUD Majenang Kabupaten Cilacap mempunyai pengaruh yang signifikan dengan arah positif terhadap kepuasan pasien, artinya semakin baik atau tinggi kualitas pelayanan yang ada, maka semakin tinggi pula kepuasan pasiennya. Hal itu diketahui dari hasil perhitungan analisis statistik yang menunjukkan adanya hubungan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, artinya hubungan tersebut tergolong kuat. Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan pasien | Public health problem is not just the government's problem, but also a problem of society itself, therefore it is necessary to improve community empowerment. Cilacap regency is one of regencies in Central Java Province, located on the southern coast of the island of Java has also organized health services. In Cilacap itself there are two government hospitals, one of which is a local general hospital (Majenang). Hospital Majenang is expected by the government to be able to handle Cilacap patients who are in the Western part of the district Cilacap ex-Kawedanan Majenang and Sidareja. This study aims to determine the influence of the quality of public services to the satisfaction of patients in hospitals Majenang Cilacap. Based on the results of research, quality of care in hospitals Majenang Cilacap have relatively strong relationships and have a significant positive impact on satisfaction with the direction of the patient, which means that the good or service that is high quality, the higher the patient satisfaction. It is known from the calculation of the statistical analysis showed a correlation between service quality on patient satisfaction, which means that the relationship is strong. Keywords: Service Quality, Patient Satisfaction. | |
| 10876 | 3788 | E1A008219 | PENGAWASAN TERHADAP PENYIDIKAN MENUJU POLISI YANG PROFESIONAL (Study di Wilayah Kepolisian Daerah Jawa Tengah) | Penegakan hukum melalui sistem peradilan pidana saat ini mendapat sorotan tajam. Dunia internasional menilai lembaga pengadilan Indonesia sangat buruk terutama yang dilakukan oleh elemen-elemen penegak hukum mulai dari polisi, jaksa, hakim sampai para petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP). Kondisi ini dikuatkan oleh data Transparancy International Indonesia (TII) mengenai indeks persepsi yang mengatakan bahwa lembaga penegak hukum merupakan lembaga yang paling korup di Indonesia. Kepolisian berada di peringkat pertama dengan nilai 4,2%. Lembaga pengadilan menempati peringkat kedua dengan nilai 4,1%, sementara peringkat ketiga adalah partai politik dengan nilai 4,0%. Setelah diteliti, keadaan di atas disebabkan oleh bebrapa faktor. Diantaranya adalah minimnya sarpras, aturan yang belum kompeherensif, budaya yang tidak mendukung dan pendidikan masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi pengawasan terhadap penyidik dalam melakukan penyidikan, sebagai upaya untuk mewujudkan penyidikan yang akuntabel dalam rangka menuju polisi yang profesional di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Tengah, masih tidak cukup. Hambatan-hambatan ditemukan pengawasan terhadap penyidik dalam melakukan penyidikan tersebut. Jadi, sudah seharusnya ada perbaikan-perbaikan baik mengenai implementasi pengawasan terhadap penyidik dalam melakukan penyidikan, sebagai upaya untuk mewujudkan penyidikan yang akuntabel dalam rangka menuju polisi yang profesional di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Tengah maupun mengenai hambatan-hambatan yang ditemukan dalam pengawasan terhadap penyidik ketika melakukan penyidikan tersebut. Perbaikan-perbaikan itu adalah merealisasikan penyidik independent dan menambahkan hakim komisaris dalam mekanisme penyidikan. | Law enforcement through the criminal justice system is currently getting great attention. The international judging judiciary of Indonesia is very bad especially those committed by elements of law enforcement from the police, the prosecutor, judge to the prison officers. This condition is confirmed by the data of Transparency International Indonesia (TII) about perception index said that law enforcement agency is the most corrupt institution in Indonesia. Police is in the first place with a value of 4.2%. Judiciary is placed second with a value of 4.1%, while the third is a political party with a value of 4.0%. After being observed, those conditions are caused by several factors. They are rules that have not been kompeherensif, a culture that doesn’t support and public education. This research found that the implementation monitoring of investigators, in investigating in an effort to bring an accountable investigations into professional police in the Central Java Regional Police, is still insufficient. The obstacles are found in the controlling system to the investigators in investigating. So, there should be improvements whether about the implementation monitoring of investigators and the obstacles of controlling system to the investigators in related investigating. They are the realization of independent investigators and adding judge of the Commissioner in the investigation mechanism. | |
| 10877 | 3790 | F1E006010 | PENGARUH PELAYANAN PEGAWAI TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK (KTP) DI KANTOR KECAMATAN PURWOKERTO BARAT | Pelayanan publik di Indonesia hingga saat ini dapat dikatakan masih belum mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat. Pegawai kantor Kecamatan Purwokerto Barat dituntut untuk meningkatkan kinerja pelayanannya kepada masyarakat. Pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat tidak terlepas dari faktor kualitas sumber daya manusia. Dengan kemampuan kerja pegawai yang tinggi atau optimal maka akan tercipta hasil kerja yang maksimal serta mempunyai semangat yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penelitian dilaksanakan di Kantor Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Populasi penelitian seluruh masyarakat yang pernah mengurus KTP di Kecamatan Purwokerto Barat sebanyak 2.728 orang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 97 orang diambil di setiap RT di wilayah Kantor Kecamatan Purwokerto Barat. Analisis data mengggunakan Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian yaitu pelayanan pegawai pada masyarakat di Kecamatan Purwokerto Barat sudah baik. Pelayanan pegawai yang masih kurang yaitu kecepatan proses penyelesaian pekerjaan yang diberikan oleh petugas, kemudahan prosedur pengurusan administrasi dan keterampilan yang mereka miliki. Kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pegawai dalam pembuatan KTP sudah cukup puas. Kepuasan masyarakat yang masih kurang yaitu pada biaya yang diberikan dan sikap dalam memberikan pelayanan. Pelayanan Pegawai di Kantor Kecamatan Purwokerto Barat berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Peningkatan pelayanan pegawai akan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam pembuatan KTP. Kata kunci : Pelayanan pegawai, Kepuasan masyarakat, Pembuatan KTP | Public services in Indonesia today could be said still’nt be able to give satisfaction to the public.p urwokerto Barat District Office employees are required to improve the performance of its services to the public. Good service to the community and the maximum quality factor is inseparable from human resources. With the ability of high employee or optimal work will create the maximum as well as having a high spirit in carrying out their duties. The method of research used the survey method. The research was conducted at the District Office of Purwokerto Barat Banyumas Regency. The population of study was all people who had been made ID card in the Purwokerto Barat district as the 2.728 people. The amount of sample taken by 97 people each RT in the Purwokerto Barat District Office. Data analysis used Simple of Linear Regression. The results were an employee service to the public in the District of Purwokerto Barat is good. Service personnel still lack the speed of the process of completion of the work provided by the officer, ease the administrative procedures and the skills they possess. People's satisfaction with the service employee ID card was quite satisfied. Satisfaction communities are still lacking given that the cost of providing services and attitude. Employee services at the District Office of Purwokerto Barat had significant positive effect on the level of people's satisfaction in the service of National Identity Card (KTP). Increased civil service will increase people's satisfaction in making ID cards. Key Words: Employee service, Public satisfaction, Making ID cards | |
| 10878 | 3880 | C1I006018 | ANALISIS PENGARUH KUALITAS PERBANKAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH TABUNGAN PADA PT. BPR SURYA YUDHA KENCANA CABANG KALIBENING BANJARNEGARA | Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Kualitas Perbankan Terhadap Kepuasan Nasabah Tabungan Pada PT. BPR Surya Yudha Kencana Cabang Kalibening Banjarnegara”. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan berbagai faktor yang mempengaruhi Kepuasan Nasabah Tabungan. Variabel yang diteliti hanya dibatasi pada tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy secara bersama-sama maupun parsial terhadap kepuasan nasabah tabungan pada PT. BPR Surya Yudha Kencana Cabang Kalibening Banjarnegara. Mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan nasabah tabungan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah tabungan pada PT. BPR Surya Yudha Kencana Cabang Kalibening. Faktor yang memiliki pengaruh paling besar adalah responsiveness atau daya tanggap yang berarti kemampuan bank untuk memberikan pelayanan yang cepat kepada para nasabah. Setelah melakukan penelitian maka penulis ingin memberikan saran sebagai sumbangan pemikiran diantaranya adalah PT. BPR Surya Yudha Kencana Cabang Kalibening Banjarnegara perlu lebih memperhatikan dan meningkatkan kelima faktor pembentuk kualitas pelayanan yaitu reliability, responsiveness, assurance dan empathy untuk meningkatkan kepuasan para nasabah tabungan. Kemampuan bank untuk memberikan pelayanan yang cepat (responsif) kepada nasabah perlu terus ditingkatkan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan antrian cepat untuk nasabah tertentu yang hanya melakukan transaksi transaksi kecil, menyelesaikan komplain nasabah, serta bank perlu mengadakan system online (internet banking) sehingga akan memudahkan para nasabah tabungan untuk melakukan transaksi keuangan mereka. | This study took the title "Effect Analysis Quality Of Customer Satisfaction Savings Banking at PT. BPR Surya Kencana Yudha Kalibening Banjarnegara ". The problems addressed in this study is related to a variety of factors that affect the Customer Satisfaction Savings. The variables studied were restricted only to Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance And Empathy. The purpose of this study to determine the effect of Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance And Empathy together and partially to customer satisfaction savings on PT. BPR Surya Kencana Yudha Kalibening Banjarnegara. Knowing the variables that most affect customer satisfaction savings. Based on the research that has been done, it can be concluded that the variable Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance And Empathy have a positive and significant impact on customer satisfaction savings on PT. BPR Bank Branch Surya Kencana Yudha Kalibening. The factor that has the most impact is the Responsiveness or responsiveness means the ability of banks to provide fast service to its customers. After doing research, the writer wants to give advice as contributions to them is PT. BPR Surya Kencana Yudha Kalibening Banjarnegara need more attention and improve service quality forming five factors namely Reliability, Responsiveness, Assurance And Empathy to improve customer satisfaction savings. The ability of banks to provide fast service (responsive) to the customers needs to be improved. This can be done by providing a quick queue for certain customers conduct transactions only small transactions, resolve customer complaints, and the bank needs to hold system online (internet banking) so that will make it easier for customers to conduct financial transactions saving them. | |
| 10879 | 3886 | C1I006003 | VARIABEL-VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP PENDAPATAN PETANI SALAK DI KECAMATAN MADUKARA, KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini berjudul: Variabel Berpengaruh Terhadap Pendapatan Petani Salak di Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani di Kecamatan Madukara Banjarnegara sebesar 3751 petani. Sedangkan metode sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling sederhana di mana semua memiliki kesempatan untuk populasi sampel. Sampel terdiri dari petani yang telah mengambil kredit Bank dan mengambil keputusan kredit di Bank Surya Yudha Banjarnegara. Tujuan Berdasarkan latar belakang masalah dan perumusan masalah di atas, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pengaruh produksi, tanah pengalaman, luas dan kredit untuk pendapatan petani salak bersama-sama dan individu di Kabupaten Madukara Banjarnegara 2. Untuk menentukan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan pendapatan petani di daerah Kabupaten Banjarnegara kecamatan Madukara. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi regresi linier. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa produksi, pengalaman, lahan yang luas dan memiliki kredit yang signifikan bersama-sama individu terhadap pendapatan petani dan salak. Hasil perhitungan elastisitas untuk kredit (E4) memiliki nilai terbesar atau E4> E1, E2, E3 atau 0,436> 0,327, 0,163, 0,431 sehingga kredit merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap pendapatan petani di kecamatan Madukara kabupaten Banjarnegara. Jika petani salak akan meningkatkan pendapatannya harus memperhatikan produksi, tanah, pengalaman, luas dan kredit, dan lebih penting yaitu dengan mengambil atau meningkatkan nilai kredit untuk pembelian atau penyewaan lahan salak sehingga akan mempengaruhi pendapatan petani salak itu sendiri. | The study is titled: Influential Variables Against Farmers Income in District Madukara Salak, Banjarnegara district. The population in this study were all farmers in the district barking Madukara Banjarnegara totaling 3751 farmers. While the sampling method used is proportional simple random sampling where all have the opportunity to sample populations. Sample consisted of farmers who have taken credit bark and is taking credit where credit decision in Bank Surya Yudha Banjarnegara. Objective Based on the background of the problem and the formulation of the above problems, this research has the following objectives: 1. To determine the effect of production, experience, vast land and credit to farmers' incomes barking together and individuals in the District Madukara Banjarnegara 2. To determine which variables have the most dominant effect the income of farmers in the area barking Madukara District Banjarnegara. Data analysis method used is linear regression regression. The results of this study concluded that the production, experience, vast land and has a significant credit together individuals against the income of farmers and barking. The results of the calculation of elasticity for credit (E4) has the largest value or E4> E1, E2, E3 or 0.436> 0.327, 0.163, 0.431 so credit is a variable that has the most dominant effect on the income of farmers in the district barking Madukara Banjarnegara district. If the bark will increase the income of farmers should pay attention to production, experience, vast land and credit, and the more important that is by taking or increasing the value of the credit for the purchase or lease of land bark so that it will affect the income of farmers bark itself. | |
| 10880 | 3791 | G1A005098 | CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY KWEI-LAN IN PEARL S. BUCK'S EAST WIND WEST WIND | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Culture Shock Experienced by Kwei-Lan in Pearl S. Buck’s East Wind West Wind” bertujuan untuk menganalisa gegar budaya yang dialami oleh Kwei-Lan (kebudayaan Cina) terhadap kebudayaan Amerika sebagai hasil dari pernikahannya dengan pria Cina yang mengenyam pendidikan dokter medis di Amerika dan suaminya berusaha menerapkan kebudayaan Amerika didalam kehidupannya bersama istrinya; Kwei-Lan di Cina. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif untuk menganalisa sumber data dalam novel dengan menggunakan kerangka teori gegar budaya. Ada dua langkah dalam menganalisa data sebagai jawaban dari rumusan masalah. Langkah pertama adalah membaca novel East Wind West Wind karya Pearl S. Buck untuk memahami keseluruhan cerita. Setelah itu, memahami tiap-tiap karakter, masing-masing dianalisa melalui kebiasaan mereka, gaya berpakaian, bagaimana mereka berbicara, bahasa tubuh dan sebagainya. Dan kemudian mengumpulkan data yang berhubungan dengan gegar budaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kwei-Lan mengalami gegar budaya. Hal tersebut dibuktikan dengan teori gegar budaya berdasarkan gejala-gejala yang muncul dalam diri Kwei-Lan, yaitu gejala psikologi dan fisik. Gejala psikologi antara lain seperti rasa tidak nyaman terhadap kondisi rumah barunya, kekecewaan terhadap saudara laki-lakinya yang berpakaian pakaian asing, kebingungan terhadap penataan furniture di rumah barunya, ketakutan terhadap tangga di rumah barunya, rasa ingin tahu terhadap peralatan yang digunakan dokter Amerika, dan rasa tidak suka terhadap teman wanita suaminya yang berbicara secara bebas kepada suami Kwei-Lan dihadapannya. Gejala fisik antara lain seperti ketidakmampuan untuk tidur seperti layaknya orang normal lakukan. Selanjutnya adalah mengenai bagaimana cara Kwei-Lan mengatasi permasalahan yang muncul. Pertama, dengan belajar budaya tujuan dan kedua dengan menjadi orang yang berpikiran terbuka. Dari situ peneliti bisa menentukan bahwa Kwei-Lan benar-benar mengalami gegar budaya. Kata kunci: Amerika, Budaya, Cina, Gegar Budaya, dan Pernikahan | ABSTRACT The research entitled “Culture Shock Experienced by Kwei-Lan in Pearl S. Buck’s East Wind West Wind” is aimed to analyze culture shocks experienced by Kwei-Lan (Chinese culture) towards American culture as a result of her marriage with Chinese guy who studies medical doctor in America and her husband tries to apply American culture in his life with his wife; Kwei-Lan in China. In this research, descriptive-qualitative method was applied to analyze the data source in the novel which was analyzed through the framework of culture shock theory. There were two steps in analyzing the data as the answers of the research questions. The first step was reading East Wind West Wind by Pearl S. Buck to know the whole story. After that, understanding the characters, each of them will be analyzed through their habit, dressing style, how they speak, body language etc. and then collecting the data which had relation to the culture shock. The result of this research shows that Kwei-Lan experiences culture shock. It is proved with culture shock theory based on symptoms which emerge in character Kwei-Lan, they are psychological and physical symptoms. Psychological symptoms i.e. feeling of uncomfortable towards her new house condition, disappointment towards her brother who dressed in foreign dress, confusion towards the arrangement of furniture in her new house, fear towards the stair in her new house, curiosity towards the instrument used by American doctor, and dislike towards her husband’s woman friend who speaks freely to her husband in her presence. Physical symptom such as the inability to sleep as normally people do. The next result is about how Kwei-Lan overcomes those problems. First, by learning the destination culture and the second one is by being open-minded person. From those the researcher can determine that Kwei-Lan truly experiences culture shock. |