Artikelilmiahs

Menampilkan 10.861-10.880 dari 50.398 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
108613777F1C007102HUBUNGAN PROMOSI PENJUALAN “BELANJA LUAR BIASA MURAH DI MIROTA BISA DAPAT RUMAH” DENGAN MINAT BELI KONSUMEN DI MIROTA NAYAN BABARSARI YOGYAKARTAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan isi pesan, struktur pesan, format pesan “Belanja Luar Biasa Murah di Mirota Bisa Dapat Rumah” dengan minat beli konsumen di Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta.
Berdasarkan data dan analisis yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang kuat antara variabel promosi penjualan “belanja luar biasa murah di mirota dapat rumah” (X) dengan variabel minat membeli konsumen di Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta (Y), karena r terletak diantara 0,600 – 0,799 yang diketahui sebelumnya bahwa nilai korelasi r = 0,621. sedangkan analisis korelasi hubungan promosi penjualan “belanja murah di mirota dapat rumah” dengan minat membeli konsumen di Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta, yaitu: r = 0,62, t tabel = 1,96, t hitung = 7,84, Jadi t hitung >t tabel, maka Ho ditolak, berarti hubungan antara promosi penjualan “belanja murah di Mirota dapat rumah” dengan minat membeli konsumen di Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta adalah signifikan. Berdasarkan data tersebut, terbukti bahwa teori S-O-R sangat mendukung terjadinya minat beli konsumen dalam menentukan keputusan membeli / tidak membeli di Mirota Nayan Babarsari.
This research was aimed to probe the correlation between content of the message, message structure, and message format of sales promotion “Remarkable Inexpensive Shopping at Mirota Can Get A House” and consumers purchase interest in Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta.
According to the data and analysis that were conducted, the result was shown strong correlation between variables sales promotion “Remarkable Inexpensive Shopping at Mirota Can Get A House” (X) and variables consumers purchase interest in Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta (Y), because r was positioned between 0,600 – 0,799 in which it was knowing before, if the correlation value of r = 0,621. Meanwhile, correlation analysis of the correlation between sales promotion “Remarkable Inexpensive Shopping at Mirota Can Get A House” and consumers purchase interest in Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta r = 0,62, t table = 1,96, t count = 7,84, therefore t count >t table, thus, Ho was rejected. In conclusion, correlation between sales promotion “Remarkable Inexpensive Shopping at Mirota Can Get A House” and consumers purchase interest in Mirota Nayan Babarsari Yogyakarta was significant. Based on the data, S-O-R theory was proved supporting consumers purchase interest to decide whether they were purchasing in Mirota Nayan Babarsari or not.
108623771E1A007259KEWENANGAN PENGUJIAN PERATURAN DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIAUndang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) sebagai konstitusi bangsa Indonesia telah menentukan adanya dua lembaga negara yang berwenang untuk menguji peraturan perundang-undangan. Untuk menguji Undang-Undang terhadap UUD 1945 dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi, sedangkan untuk menguji Peraturan Perundang-Undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang dilakukan oleh Mahkamah Agung. Namun di sisi lain, Pemerintah Pusat juga dianggap memiliki kewenangan untuk menguji dan membatalkan Peraturan Daerah (Perda) atas dasar Pasal 136 ayat (4) juncto Pasal 145 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sedangkan khusus mengenai Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mendasarkan pada ketentuan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Padahal dalam hierarki peraturan perundang-undangan, kedudukan Perda berada di bawah Undang-Undang. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian hukum yang kemudian dituangkan ke dalam skripsi ini dengan judul “Kewenangan Pengujian Peraturan Daerah Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia”. Tujuannya adalah untuk mengetahui kewenangan pengujian Peraturan Daerah dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Metode penelitian hukum ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan konsep. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa dalam sistem ketetanegaraan Republik Indonesia tidak ada suatu peraturan perundang-undangan yang secara tegas mengatur mengenai kewenangan pengujian peraturan daerah, sehingga selama ini terjadi permasalahan mengenai siapa yang sebenarnya berwenang mengujinya, terutama antara Pemerintah Pusat dengan Mahkamah Agung. Dari hasil analisis, diketahui bahwa kewenangan Pemerintah Pusat untuk menguji Peraturan Daerah sebenarnya tidak tepat, karena UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia menghendaki adanya pengujian Peraturan Daerah menjadi kewenangan Mahkamah Agung sebagai Lembaga Yudikatif. Hal tersebut didasarkan pada ketentuan Konstitusi UUD 1945 Pasal 24A ayat (1) sebagaimana diatur lebih lanjut dalam Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, dikaitkan dengan hierarki Peraturan Perundang-undangan dalam ketentuan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) or the 1945 Constitution as the basic constitution of Indonesian people have conducted two authorized national institutions for the examination of the constitution’s acts and rules; Mahkamah Konstitusi and Mahkamah Agung. Mahkamah Konstitusi is tasked to examining the acts toward 1945 Constitution, while there is Mahkamah Agung which objective examines the legislation under the acts toward the Constitution. In other side, the central government is also considered to have authority in examining and dismissing Regional Acts based on Act 136 line (4) juncto Act 145 Constitution Number 32 of 2004 about Regional Government. Meanwhile by the hierarchy of legislation, Regional Acts is positioned under Constitution. By such situations, hence triggered this research project titled “Kewenangan Pengujian Peraturan Daerah Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia” or “The Authority System of Regional Acts Examination on the Republic of Indonesia Civic System”, which purposed to recognize the authority system of examination of Regional Acts in the Republic of Indonesia Civic system. The method of this law research is using juridical normative research method, with constitution approach, analytical approach, and conceptual approach. Data sourcing is using secondary data collection method. Analytical method is using normative qualitative method, and the result of the research shows that on the Republic of Indonesia Civic system, there is no certain constitution that concretely ruling the authority system for examining Regional Acts, so this far it causes problem for who is actually holding the rights to examine, mainly between Central Government and Mahkamah Agung. This research’s analysis proves that it is incorrect for Central government to examine Regional Acts, as stated in 1945 Constitution that it should be the judicative institution, which is Mahkamah Agung, to examine the Regional Acts. It is based on 1945 Constitution terms Act 24 A line (1) as further regulated on Act 9 line (2) Constituion Number 12 of 2011, related to hierarchy of Legislation on terms Act 7 line (1) Constitution Number 12 of 2011 about The Forming of legislation.
108633778E1A008121EKSISTENSI DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIADewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) merupakan Lembaga Negara yang dibentuk untuk menggantikan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang telah dihapuskan dari daftar Lembaga Tinggi Negara. Melalui perumusan Pasal 16 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD RI 1945) hasil amandemen terakhir, akhirnya menjadi dasar dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan, pendekatan historis dan pendekatan konsep. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Bahan hukum tersebut dikumpulkan melalui metode kepustakaan kemudian disajikan dalam bentuk uraian secara sistematis. Dewan Pertimbangan Presiden merupakan lembaga negara yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Undang-Undang Dasar 1945. Beberapa permasalahan muncul baik pro maupun kontra yang menyertai pembentukan dan selama Wantimpres berkiprah di Pemerintahan Indonesia, diantaranya adalah adanya kekhawatiran apabila Wantimpres akan bernasib sama dengan DPA dan menumpuknya lembaga kepenasihatan di Indonesia. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah Wantimpres merupakan lembaga yang dibentuk sesuai amanat konstitusi dan merupakan lembaga ekstra struktural.Presidential Advisory Council (Wantimpres) is a State Institution established to replace the Supreme Advisory Council (DPA) which was eliminated from list of State Supreme Agencies. Trough the formulation of article 16 of the Constitution of Republic of Indonesia Year 1945 (UUD RI 1945) recent amendment, eventually became the basic of the issuance of Law No. 19 Year 2006 on the Presidential Advisory Council. This research used the jurisdical method through the statute approach, the historical approach, and the conceptual approach. The source of legal material that was used are primary, secondary and tertiary legal material. Legal materials are collected through literature method and afterward presented in the form of a systematic description. President advisory council is a state agency charged with providing advice to the president and the consideration reffered to in article 16 of the constitution of 1945. Several problems arise both pros and cons that accompany the formation and during Wantimpres take part in the government in Indonesia. Including the concern if Wantimpres will suffer the same fate with the DPA and stacked advisory institutions in Indonesia. The conclusion of this study is wantimpres is an institution established in accordance with the constitutional mandate and is an extra structural institution.
108643780H1B008006PERBANDINGAN ALGORITMA DIJKSTRA
DENGAN ALGORITMA FLOYD-WARSHALL
PADA PENCARIAN RUTE TERPENDEK TEMPAT-TEMPAT WISATA DI YOGYAKARTA
Berwisata dapat dilakukan dengan mengunjungi berbagai tempat tujuan wisata. Sebagai salah satu tujuan wisata, Yogyakarta menyediakan berbagai tempat tujuan wisata yang tersebar di seluruh penjuru Yogyakarta. Berwisata yang efektif dan efisien membutuhkan rute optimum sehingga dalam waktu yang relatif singkat tempat tujuan wisata yang ingin dikunjungi di Yogyakarta tidak ada yang terlewatkan.
Pencarian rute terpendek tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan algoritma Dijkstra dan algoritma Floyd-Warshall. Kedua algoritma tersebut memiliki keakuratan dan keefisienan yang berbeda untuk mencari rute terpendek. Keakuratan suatu algoritma ditentukan berdasarkan solusi yang diperoleh. Semakin minimum solusi yang diperoleh suatu algoritma, maka algoritma tersebut semakin akurat. Keefisienan algoritma ditentukan berdasarkan kompleksitas waktunya. Semakin minimum kompleksitas waktu suatu algoritma, maka algoritma tersebut semakin efisien.
The vacation can be done by visiting various tourist destinations. As one of the destination for vacation, Yogyakarta provide a lot of tour objects that spread in all over Yogyakarta. An effective and efficient vacation requires an optimum route, therefor in a short time the tourist destination in Yogyakarta can be visited without missing any.
Finding the shortest path can be done by using Dijkstra's algorithm and Floyd-Warshall’s algorithm. Both of these algorithms have a different accuracy and efficiency in find the shortest path. The accuracy of an algorithm is determined based on the obtained solution. The more minimum a solution is obtained by an algorithm, the more accurate the algorithm. The efficiency of the algorithm is determined by the complexity of the time. The more minimum the time complexity of an algorithm, the more efficient the algorithm.
108653782E1E008006PEMBUKTIAN DENGAN ALAT BUKTI UANG PALSU DALAM TINDAK
PIDANA PEMALSUAN UANG
ABSTRAKSI
Hukum Acara Pidana adalah untuk mencari kebenaran atau mendapatkan kebenaran materiil, yang dimana kebenaran ini adalah kebenaran selengkap-lengkapnya dari suatu perkara pidana, dengan menerapkan ketentuan hukum acara pidana secara jujur dan tepat, dengan tujuan untuk mencari siapakah pelakunya yang dapat didakwakan melakukan suatu pelanggaran hukum, dan selanjutnya memintakan pemeriksaan dan putusan dari pengadilan guna menentukan apakah terbukti bahwa suatu tindak pidana telah dilakukan dan apakah orang yang didakwakan itu dapat dipersalahkan. Tindak Pidana Pemalsuan Uang ibarat jamur di musim hujan, namun didalam putusan pengadilan sering kali berujung pada ringannya putusan hakim yang dijatuhkan. Terkadang seperti tidak melihat dampak buruk kedepan dari permasalahan tersebut.
Adapun untuk memahaminya, maka pembuktian pada kasus tindak pidana pemalsuan uang tidak boleh luput dari asas-asas hukum seperti : asas kepastian, asas kemanfaatan dan asas keadilan hukum. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif yaitu untuk mengkaji gambaran lengkap tentang keadaan hukum yang terjadi pada kasus peredaran uang palsu dengan terdakwa H Sayidina Samtural Ibrahim Bin Sastro pada Putusan Nomor 65/ Pid. B/ 2011/ PN. Pwt. Disamping itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dari kepustakaan yang kemudian dikelompokkan kepada data primer dan sekunder, cara mendapatkan data diperoleh dengan membaca literatur buku, makalah, artikel-artikel ilmiah, majalah, dan hasil laporan penelitian melalui interview dilapangan.
Data mengenai hukum acara pidana banyak tersebar dalam buku-buku yang mengupas khusus Hukum Acara Pidana dan mengenai kasus yang penulis teliti banyak bersumber pada kasus yang telah memiliki putusan hakim yang berkekuatan tetap maupun yang sedang dalam proses persidangan. Berdasarkan metode yang digunakan, hasil penelitian bahwa putusan Majelis Hakim Purwokerto yang diketuai oleh Hakim Wahyuni, SH. Pada Putusan Perkara Nomor 65/ Pid. B/ 2011/ PN. Pwt sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan memenuhi asas-asas yang berlaku dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana yakni asas kepastian, asas kemanfaatan dan asas keadilan hukum, dengan dijatuhinya terdakwa hukuman penjara selama 5 (lima) tahun. Dan putusan ini telah memenuhi unsur-unsur dalam KUHAP Pasal 183 dan 184 KUHAP mengenai syarat diajukannya suatu perkara ke persidangan.

Kata Kunci : Pembuktian, Uang palsu

ABSTRACT

Code of Criminal Procedure is to seek the truth or get the material truth, which is where the truth is the truth as complete of a criminal case, by applying the provisions of criminal law in a fair and appropriate, in order to find the culprit who can commit an offense charged , and then ask the examination and decision of the court to determine whether evidence that a crime has been done and whether the charged was to blame. Crime of Counterfeiting Money like mushrooms in the rainy season, but in the court decisions often leads to light verdict handed down.
Sometimes it does not look like a bad impact ahead of this crime, to understand the problem, then the proof in criminal cases, therefore, should not be spared from legal principles such as the principle of certainty, the principle of expediency and fairness of law. This study used a normative juridical approach to the descriptive analysis is to assess the full picture about the state of the law in the case of counterfeit money in circulation by defendant H Sayyidina Samtural Ibrahim bin Sastro in Decision No. 65 / Pid. B / 2011 / PN. PWT. In addition, in this study the authors use this type of qualitative research by collecting data from the literature were then grouped the primary and secondary data, how to get the data obtained by reading literature books, papers, scientific articles, magazines, and reports the results of field research through interviews.
Data on criminal law much scattered in books that explore specific Criminal Code and the cases I researched many sources in cases that have had a powerful judge's decision and are still in the trial process. Based on the method used, the results of research that decision the judges of Purwokerto, chaired by Judge Wahyuni​​, SH. In the Decision on Case No. 65 / Pid. B / 2011 / PN. PWT is in accordance with the applicable rules and meet the applicable principles in the Code of Penal Code namely certainty principle, the principle of expediency and fairness of law, the defendant dijatuhinya imprisonment for 5 (five) years. And the verdict is in compliance with the elements of the Code of Criminal Procedure Article 183 and 184 Criminal Procedure Code regarding the filing requirements for a case to trial.

Key Words : Proving, Counterfeit
108663783F1A005074Pola Asuh Anak Pada Ibu yang Bekerja
sebagai Pedagang di Pasar Wage Purwokerto
ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Pola Asuh Anak pada Ibu yang Bekerja sebagai Pedagang di Pasar Wage Purwokerto”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh ibu yang bekerja di sektor informal yang berdampak terhadap pola asuh anak dan untuk mengetahui dampak ibu bekerja sebagai pedagang terhadap pola asuh anak
Penelitian ini dilakukan di Pasar Wage Purwokerto Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian adalah ibu yang bekerja sebagai pedagang di Pasar Wage yang masih bersuami, dan mempunyai anak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif, metode pengambilan informan menggunakan purposive sampling, metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Pasar Wage yang bekerja sebagai pedagang yang dapat berdampak terhadap pola asuh anak adalah aktivitas kerja. Kesibukan ibu bekerja untuk ikut mencari nafkah bagi keluarga telah menyita waktu yang cukup banyak. Mayoritas ibu yang bekerja di Pasar Wage setiap harinya membutuhkan waktu antara 5-10 jam untuk mengurus kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas berdagang. Hal tersebut membuat sang ibu tidak dapat sepenuhnya mengasuh anak sepanjang hari. Dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas ibu bekerja sebagai pedagang di Pasar Wage terhadap pola asuh anak adalah menyangkut masalah pengasuhan anak yang tidak selalu dapat dilakukan oleh orang tuanya, terutama sang ibu. Ketika ibu bekerja maka anak diasuh oleh orang lain, seperti suami dan anggota keluarga lain yang terdekat. Ada pula seorang ibu yang membawa anaknya ke tempat kerja karena anaknya tidak ada yang mengasuh. Dengan demikian aktivitas kerja yang dilakukan oleh ibu menyebabkan sang ibu tidak sepenuhnya dapat mengasuh anaknya secara optimal, dan di sisi lain juga membuat si ibu tidak sepenuhnya dapat berkonsentrasi dalam bekerja.
Implikasi penelitian ini adalah : jika memungkinkan ibu dapat bekerja di rumah sendiri, di luar jam kerja, sang ibu berusaha seoptimal mungkin menyediakan waktu dan memberikan perhatian terhadap anak-anaknya.
ABSTRACT


This research entitle "Parenting in Mothers who Worked as a Trader at the Market Wage Purwokerto". The research objective was to determine the activities undertaken by mothers who work in the informal sector that impact on parenting and to determine the impact of working capital as a trader on parenting.
The research was conducted in the Market Wage Purwokerto district of Banyumas. The research objective is a housewife [in] Wage Markets are still married, work in the informal sector and have a child. The research method used was a qualitative method, the method used purposive sampling techniques, data collection methods used in-depth interviews, observation and documentation. The validity of data using triangulation techniques. Data analysis techniques using interactive model analysis.
The results showed that the activities undertaken by housewives in the Market Wage working in the informal sector able to influence the direction of taking care of children is a pattern of work activities. Busyness mother to follow to do to get the family's life has taken quite a lot, especially during the day. The majority of housewives in the Market Wage working in the informal sector every day to take between 5-10 hours to manage activities related to work activities. Mom mentioned the make can not fully take care of kids all day. Impacts arising from capital activities in the informal sector to take care of children in the Market Wage pattern is about parenting issues that can not always be done by parents, especially mothers. When mothers work, children cared for by others, such as her husband and other family members nearby. There is also a mother to bring the child into the workplace because no one took care of the child. Thus, the work activities carried out by the mother cause she does not fully take care of children optimally, and on the other hand makes the mother could not fully concentrate on work.
The implications of this research are: if possible she can work at home, outside working hours, his mother tried to optimally provide the time and attention to their children.
108673784E1A005295PUTUSNYA PERKAWINAN KARENA CERAI TALAK
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto
Nomor: 1577/ Pdt.G/2009/PA.Pwt)
ABSTRAK
PUTUSNYA PERKAWINAN KARENA CERAI TALAK
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto
Nomor: 1577/ Pdt.G/2009/PA.Pwt)

Oleh:
FETRIANI PIRAMITA
E1A005295

Perceraian dapat terjadi karena talak. Talak adalah ikrar suami dihadapan sidang Pengadilan Agama yang menjadi salah satu sebab putusnya perkawinan. Cerai talak diajukan oleh pihak suami yang petitumnya memohon untuk diizinkan menjatuhkan talak terhadap istrinya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji tentang pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara cerai talak di Pengadilan Agama Purwokerto No.1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt dan hak bekas istri atas uang nafkah iddah, nafkah anak, dan mut’ah.
Adapun metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan sumber data yang digunkan adalah data sekunder. Seluruh data yang telah terkumpul secara lengkap dari hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara cerai talak di Pengadilan Agama Purwokerto dalam Putusan No. 1577/Pdt.G/2009/PA/Pwt adalah rumah tangga Pemohon dengan Termohon sudah tidak harmonis, Pemohon dengan Termohon berpisah tempat tinggal dan telah berlangsung selama 5 tahun, selama berpisah tersebut sudah tidak ada hubungan lagi baik lahi maupun bati, dan keluarga Pemohon dan Termohon maupun hakim telah berusaha untuk melakukan ishlah (upaya perdamaian) tetapi tidak membuahkan hasil. Berdasarkan Putusan No. 1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt., diketahui pula bahwa bekas istri berhak atas uang nafkah iddah selama 3 bulan sebesar Rp 1.350.000,- (satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah), nafkah 3 orang anak tiap bulan minimal sebesar Rp 900.000,- (Sembilan ratus ribu rupiah), dan mut’ah berupa uang sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Kata kunci: Perkawinan, cerai talak.

The Break Down of Marriage due to “Talaq” Divorce
(Judicial Review on The Decision of Purwokerto Religion Court,
Number: 1577/ Pdt.G/2009/PA.Pwt)

By:
Fetriani Piramita
E1A005295

A divorce can happen due to “talaq” (sayings on words spoken by husbands). “Talaq” is spoken words or statements at the religions court, and one of causes og divorces. The “talaq” divorce it proposed by husbands whose “petitum” isrequestion of permission to drop a “talaq on his wife. On the basic on that matter, this study was aimed to review the degree of judges in considering the problem of “talaq” divorces at the Purwokerto Religions Court Number 1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt and the sights of former unives for the iddah money, child costs, an mut’ah.
The approach method used in this study was normative, juridical approach, the specification of which was descriptive, by using secondary data. The collected data then worse analysed by using a qualitative, normative analysis method.
Based on the results of this study and the discussion, it can be concluded that the considerationof the judges in putting the dictum of the problem of “Talaq” divorces at the Purwokerto Religion Court of justice in the decision Number 1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt, are that the relations between husband and wife are disharmonic, the husband and wife live at different locations for 5 years, during which time there is no biological an psychological relationship, and the families of husband and wife at the judges have conducted some effort to in agree the husband and wife peacefully (ishlah) without any successful result. On the basic of the decision number 1577/Pdt.G/2009/PA.Pwt it was also known that the former wifes had the rights for the iddah money as long as 3 months, for as much as Rp 1.350.000 (one million thirted hundred and fifty thousand rupiahs), the living cost of 3 children as much as Rp 900.000 (nine hundred thousand rupiah) each month, and mut’ah in the form of money as much as Rp 1.000.000 (one million rupiahs).


Keywords: marriage, “talaq” divorce.


108683785C1K008032THE INFLUENCE OF ECONOMIC VALUE ADDED, MARKET VALUE
ADDED, RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY AND EARNING
PER SHARE ON STOCK RETURNS
(Study on Miscellaneous Industry at the Indonesia Stock Exchange)
Penelitian ini berjudul "Pengaruh Economic Value Added, Market Value
Added, Return on Assets, Return on Equity dan Earning per Share Terhadap
Stock Returns (Studi pada Aneka Industri di Bursa Efek Indonesia)". Proses
menghasilkan return saham telah menjadi salah satu topik yang paling populer
penelitian di bidang keuangan sejak artikel Bacheher yang ploneering diterbitkan
pada tahun 1900. Kembali adalah motivator dalam proses investasi, pengukuran
kembali adalah cara yang sering digunakan oleh investor untuk membandingkan
alternatif investasi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis pengaruh Economic Value Added, Market Value Added, Return on
Asset, Return on Equity dan Earning per Share terhadap return saham. Dengan
menggunakan data global dari 2007-2010. Sampel dipilih dengan metode
Purposive sampling. Dari 38 perusahaan, hanya 28 perusahaan yang terpilih
sebagai sampel untuk penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Analisis
regresi berganda kesimpulannya adalah: (1) Economic Value Added berpengaruh
positif terhadap return saham (2) Market Value Added berpengaruh positif
terhadap return saham (3) Return on Assets berpengaruh positif terhadap return
saham (4) Return on Equity berpengaruh positif terhadap return saham (5)
Earning per Share berpengaruh positif terhadap return saham.
This research is entitled ” The Influence of Economic Value Added,
Market Value Added, Return on Assets, Return on Equity and Earning per
Share on Stock Returns (Study on Miscellaneous Industry at the Indonesia
Stock Exchange) ”. The process of generating stock returns has been one of the
most popular topics of research in finance since Bacheher’s ploneering article
published in 1900. Return is the motivator in an investment process, the
measurement of return is a way that is often used by investors to compare
different investment alternatives. The purpose of this study is to analyze the
influence of Economic Value Added, Market Value Added, Return on Assets,
Return on Equity and Earning per Share on stock returns. Using global data from
2007-2010. The samples are selected by Purposive sampling method. From 38
companies, only 28 companies are selected as samples for this study.
Based on the result of research and data analysis using multiple regression
analysis the conclusion is: (1) Economic Value Added has positive effect on Stock
Returns (2) Market Value Added has positive effect on Stock Returns (3) Return
on Assets has positive effect on Stock Returns (4) Return on Equity has positive
effect on Stock Returns (5) Earning per Share has positive effect on Stock
Returns.
108693786C1A006072PENDAPATAN DAN KONSUMSI TUKANG OJEK MOTOR DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul “ Pendapatan dan Konsumsi Tukang Ojek Motor di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas “. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan jam kerja terhadap pendapatan, sumbangan pendapatan tukang ojek motor terhadap pendapatan rumah tangga. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan pendapatan, jumlah tanggungan keluarga terhadap konsumsi rumah tangga dan untuk mengetahui apakah pendapatan tesebut sudah memenuhi KHL penarik ojek motor dan keluarganya. Responden dalam penelitian ini sebanyak 60 responden.This research entitled “Income and Consumption of Ojek Motorcyclist in Subdistrict Karanglewas of District Banyumas”. This research was done in juni 2012. The objective of this research is to know the correlation of age and year of service toward income,contribution of ojek motorcyclist toward household income. Beside that, this research also aimed to know the correlation of income, the amount of family member toward the house hold consumption, and to know whether the income fulfills KHL of the ojek motorcyclist and their families.
108703787F1B005131PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MAJENANG KABUPATEN CILACAP
Masalah kesehatan masyarakat bukan hanya masalah pemerintah saja, melainkan juga masalah masyarakat itu sendiri, oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang terletak di pesisir selatan pulau Jawa juga telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Di Kabupaten Cilacap sendiri terdapat dua rumah sakit pemerintah daerah, dimana salah satunya adalah rumah sakit umum daerah (RSUD) Majenang. RSUD Majenang sangat diharapkan oleh pemerintah Kabupaten Cilacap untuk dapat menangani pasien yang berada di wilayah Kabupaten Cilacap Bagian Barat yaitu ex-Kawedanan Majenang dan Sidareja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kualitas pelayanan publik terhadap kepuasan pasien di RSUD Majenang Kabupaten Cilacap. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas pelayanan di RSUD Majenang Kabupaten Cilacap mempunyai hubungan tergolong kuat dan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan arah positif terhadap kepuasan pasien, artinya semakin baik atau tinggi kualitas pelayanan yang ada, maka semakin tinggi pula kepuasan pasiennya. Kualitas pelayanan di RSUD Majenang Kabupaten Cilacap mempunyai pengaruh yang signifikan dengan arah positif terhadap kepuasan pasien, artinya semakin baik atau tinggi kualitas pelayanan yang ada, maka semakin tinggi pula kepuasan pasiennya. Hal itu diketahui dari hasil perhitungan analisis statistik yang menunjukkan adanya hubungan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, artinya hubungan tersebut tergolong kuat.

Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan pasien

Public health problem is not just the government's problem, but also a problem of society itself, therefore it is necessary to improve community empowerment. Cilacap regency is one of regencies in Central Java Province, located on the southern coast of the island of Java has also organized health services. In Cilacap itself there are two government hospitals, one of which is a local general hospital (Majenang). Hospital Majenang is expected by the government to be able to handle Cilacap patients who are in the Western part of the district Cilacap ex-Kawedanan Majenang and Sidareja. This study aims to determine the influence of the quality of public services to the satisfaction of patients in hospitals Majenang Cilacap. Based on the results of research, quality of care in hospitals Majenang Cilacap have relatively strong relationships and have a significant positive impact on satisfaction with the direction of the patient, which means that the good or service that is high quality, the higher the patient satisfaction. It is known from the calculation of the statistical analysis showed a correlation between service quality on patient satisfaction, which means that the relationship is strong.

Keywords: Service Quality, Patient Satisfaction.
108713788E1A008219PENGAWASAN TERHADAP PENYIDIKAN MENUJU POLISI YANG PROFESIONAL
(Study di Wilayah Kepolisian Daerah Jawa Tengah)
Penegakan hukum melalui sistem peradilan pidana saat ini mendapat sorotan tajam. Dunia internasional menilai lembaga pengadilan Indonesia sangat buruk terutama yang dilakukan oleh elemen-elemen penegak hukum mulai dari polisi, jaksa, hakim sampai para petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP). Kondisi ini dikuatkan oleh data Transparancy International Indonesia (TII) mengenai indeks persepsi yang mengatakan bahwa lembaga penegak hukum merupakan lembaga yang paling korup di Indonesia. Kepolisian berada di peringkat pertama dengan nilai 4,2%. Lembaga pengadilan menempati peringkat kedua dengan nilai 4,1%, sementara peringkat ketiga adalah partai politik dengan nilai 4,0%.
Setelah diteliti, keadaan di atas disebabkan oleh bebrapa faktor. Diantaranya adalah minimnya sarpras, aturan yang belum kompeherensif, budaya yang tidak mendukung dan pendidikan masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi pengawasan terhadap penyidik dalam melakukan penyidikan, sebagai upaya untuk mewujudkan penyidikan yang akuntabel dalam rangka menuju polisi yang profesional di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Tengah, masih tidak cukup. Hambatan-hambatan ditemukan pengawasan terhadap penyidik dalam melakukan penyidikan tersebut. Jadi, sudah seharusnya ada perbaikan-perbaikan baik mengenai implementasi pengawasan terhadap penyidik dalam melakukan penyidikan, sebagai upaya untuk mewujudkan penyidikan yang akuntabel dalam rangka menuju polisi yang profesional di wilayah Kepolisian Daerah Jawa Tengah maupun mengenai hambatan-hambatan yang ditemukan dalam pengawasan terhadap penyidik ketika melakukan penyidikan tersebut. Perbaikan-perbaikan itu adalah merealisasikan penyidik independent dan menambahkan hakim komisaris dalam mekanisme penyidikan.
Law enforcement through the criminal justice system is currently getting great attention. The international judging judiciary of Indonesia is very bad especially those committed by elements of law enforcement from the police, the prosecutor, judge to the prison officers. This condition is confirmed by the data of Transparency International Indonesia (TII) about perception index said that law enforcement agency is the most corrupt institution in Indonesia. Police is in the first place with a value of 4.2%. Judiciary is placed second with a value of 4.1%, while the third is a political party with a value of 4.0%.
After being observed, those conditions are caused by several factors. They are rules that have not been kompeherensif, a culture that doesn’t support and public education. This research found that the implementation monitoring of investigators, in investigating in an effort to bring an accountable investigations into professional police in the Central Java Regional Police, is still insufficient. The obstacles are found in the controlling system to the investigators in investigating. So, there should be improvements whether about the implementation monitoring of investigators and the obstacles of controlling system to the investigators in related investigating. They are the realization of independent investigators and adding judge of the Commissioner in the investigation mechanism.
108723790F1E006010PENGARUH PELAYANAN PEGAWAI TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN
KARTU TANDA PENDUDUK (KTP) DI KANTOR KECAMATAN PURWOKERTO BARAT
Pelayanan publik di Indonesia hingga saat ini dapat dikatakan masih belum mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat. Pegawai kantor Kecamatan Purwokerto Barat dituntut untuk meningkatkan kinerja pelayanannya kepada masyarakat. Pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat tidak terlepas dari faktor kualitas sumber daya manusia. Dengan kemampuan kerja pegawai yang tinggi atau optimal maka akan tercipta hasil kerja yang maksimal serta mempunyai semangat yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penelitian dilaksanakan di Kantor Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Populasi penelitian seluruh masyarakat yang pernah mengurus KTP di Kecamatan Purwokerto Barat sebanyak 2.728 orang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 97 orang diambil di setiap RT di wilayah Kantor Kecamatan Purwokerto Barat. Analisis data mengggunakan Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian yaitu pelayanan pegawai pada masyarakat di Kecamatan Purwokerto Barat sudah baik. Pelayanan pegawai yang masih kurang yaitu kecepatan proses penyelesaian pekerjaan yang diberikan oleh petugas, kemudahan prosedur pengurusan administrasi dan keterampilan yang mereka miliki. Kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pegawai dalam pembuatan KTP sudah cukup puas. Kepuasan masyarakat yang masih kurang yaitu pada biaya yang diberikan dan sikap dalam memberikan pelayanan. Pelayanan Pegawai di Kantor Kecamatan Purwokerto Barat berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Peningkatan pelayanan pegawai akan meningkatkan kepuasan masyarakat dalam pembuatan KTP.

Kata kunci : Pelayanan pegawai, Kepuasan masyarakat, Pembuatan KTP
Public services in Indonesia today could be said still’nt be able to give satisfaction to the public.p urwokerto Barat District Office employees are required to improve the performance of its services to the public. Good service to the community and the maximum quality factor is inseparable from human resources. With the ability of high employee or optimal work will create the maximum as well as having a high spirit in carrying out their duties. The method of research used the survey method. The research was conducted at the District Office of Purwokerto Barat Banyumas Regency. The population of study was all people who had been made ID card in the Purwokerto Barat district as the 2.728 people. The amount of sample taken by 97 people each RT in the Purwokerto Barat District Office. Data analysis used Simple of Linear Regression. The results were an employee service to the public in the District of Purwokerto Barat is good. Service personnel still lack the speed of the process of completion of the work provided by the officer, ease the administrative procedures and the skills they possess. People's satisfaction with the service employee ID card was quite satisfied. Satisfaction communities are still lacking given that the cost of providing services and attitude. Employee services at the District Office of Purwokerto Barat had significant positive effect on the level of people's satisfaction in the service of National Identity Card (KTP). Increased civil service will increase people's satisfaction in making ID cards.

Key Words: Employee service, Public satisfaction, Making ID cards
108733880C1I006018ANALISIS PENGARUH KUALITAS PERBANKAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH TABUNGAN PADA PT. BPR SURYA YUDHA KENCANA CABANG KALIBENING BANJARNEGARA
Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Kualitas Perbankan Terhadap Kepuasan Nasabah Tabungan Pada PT. BPR Surya Yudha Kencana Cabang Kalibening Banjarnegara”. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan berbagai faktor yang mempengaruhi Kepuasan Nasabah Tabungan. Variabel yang diteliti hanya dibatasi pada tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy secara bersama-sama maupun parsial terhadap kepuasan nasabah tabungan pada PT. BPR Surya Yudha Kencana Cabang Kalibening Banjarnegara. Mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan nasabah tabungan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah tabungan pada PT. BPR Surya Yudha Kencana Cabang Kalibening. Faktor yang memiliki pengaruh paling besar adalah responsiveness atau daya tanggap yang berarti kemampuan bank untuk memberikan pelayanan yang cepat kepada para nasabah.
Setelah melakukan penelitian maka penulis ingin memberikan saran sebagai sumbangan pemikiran diantaranya adalah PT. BPR Surya Yudha Kencana Cabang Kalibening Banjarnegara perlu lebih memperhatikan dan meningkatkan kelima faktor pembentuk kualitas pelayanan yaitu reliability, responsiveness, assurance dan empathy untuk meningkatkan kepuasan para nasabah tabungan. Kemampuan bank untuk memberikan pelayanan yang cepat (responsif) kepada nasabah perlu terus ditingkatkan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan antrian cepat untuk nasabah tertentu yang hanya melakukan transaksi transaksi kecil, menyelesaikan komplain nasabah, serta bank perlu mengadakan system online (internet banking) sehingga akan memudahkan para nasabah tabungan untuk melakukan transaksi keuangan mereka.
This study took the title "Effect Analysis Quality Of Customer Satisfaction Savings Banking at PT. BPR Surya Kencana Yudha Kalibening Banjarnegara ". The problems addressed in this study is related to a variety of factors that affect the Customer Satisfaction Savings. The variables studied were restricted only to Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance And Empathy.
The purpose of this study to determine the effect of Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance And Empathy together and partially to customer satisfaction savings on PT. BPR Surya Kencana Yudha Kalibening Banjarnegara. Knowing the variables that most affect customer satisfaction savings.
Based on the research that has been done, it can be concluded that the variable Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance And Empathy have a positive and significant impact on customer satisfaction savings on PT. BPR Bank Branch Surya Kencana Yudha Kalibening. The factor that has the most impact is the Responsiveness or responsiveness means the ability of banks to provide fast service to its customers.
After doing research, the writer wants to give advice as contributions to them is PT. BPR Surya Kencana Yudha Kalibening Banjarnegara need more attention and improve service quality forming five factors namely Reliability, Responsiveness, Assurance And Empathy to improve customer satisfaction savings. The ability of banks to provide fast service (responsive) to the customers needs to be improved. This can be done by providing a quick queue for certain customers conduct transactions only small transactions, resolve customer complaints, and the bank needs to hold system online (internet banking) so that will make it easier for customers to conduct financial transactions saving them.
108743886C1I006003VARIABEL-VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP
PENDAPATAN PETANI SALAK DI KECAMATAN MADUKARA, KABUPATEN BANJARNEGARA
Penelitian ini berjudul: Variabel Berpengaruh Terhadap Pendapatan Petani Salak di Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani di Kecamatan Madukara Banjarnegara sebesar 3751 petani. Sedangkan metode sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling sederhana di mana semua memiliki kesempatan untuk populasi sampel. Sampel terdiri dari petani yang telah mengambil kredit Bank dan mengambil keputusan kredit di Bank Surya Yudha Banjarnegara.
Tujuan Berdasarkan latar belakang masalah dan perumusan masalah di atas, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh produksi, tanah pengalaman, luas dan kredit untuk pendapatan petani salak bersama-sama dan individu di Kabupaten Madukara Banjarnegara
2. Untuk menentukan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan pendapatan petani di daerah Kabupaten Banjarnegara kecamatan Madukara. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi regresi linier.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa produksi, pengalaman, lahan yang luas dan memiliki kredit yang signifikan bersama-sama individu terhadap pendapatan petani dan salak. Hasil perhitungan elastisitas untuk kredit (E4) memiliki nilai terbesar atau E4> E1, E2, E3 atau 0,436> 0,327, 0,163, 0,431 sehingga kredit merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap pendapatan petani di kecamatan Madukara kabupaten Banjarnegara.
Jika petani salak akan meningkatkan pendapatannya harus memperhatikan produksi, tanah, pengalaman, luas dan kredit, dan lebih penting yaitu dengan mengambil atau meningkatkan nilai kredit untuk pembelian atau penyewaan lahan salak sehingga akan mempengaruhi pendapatan petani salak itu sendiri.
The study is titled: Influential Variables Against Farmers Income in District Madukara Salak, Banjarnegara district. The population in this study were all farmers in the district barking Madukara Banjarnegara totaling 3751 farmers. While the sampling method used is proportional simple random sampling where all have the opportunity to sample populations. Sample consisted of farmers who have taken credit bark and is taking credit where credit decision in Bank Surya Yudha Banjarnegara.
Objective Based on the background of the problem and the formulation of the above problems, this research has the following objectives:
1. To determine the effect of production, experience, vast land and credit to farmers' incomes barking together and individuals in the District Madukara Banjarnegara
2. To determine which variables have the most dominant effect the income of farmers in the area barking Madukara District Banjarnegara. Data analysis method used is linear regression regression.
The results of this study concluded that the production, experience, vast land and has a significant credit together individuals against the income of farmers and barking. The results of the calculation of elasticity for credit (E4) has the largest value or E4> E1, E2, E3 or 0.436> 0.327, 0.163, 0.431 so credit is a variable that has the most dominant effect on the income of farmers in the district barking Madukara Banjarnegara district.
If the bark will increase the income of farmers should pay attention to production, experience, vast land and credit, and the more important that is by taking or increasing the value of the credit for the purchase or lease of land bark so that it will affect the income of farmers bark itself.
108753791G1A005098CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY KWEI-LAN IN PEARL S. BUCK'S EAST WIND WEST WINDABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Culture Shock Experienced by Kwei-Lan in Pearl S. Buck’s East Wind West Wind” bertujuan untuk menganalisa gegar budaya yang dialami oleh Kwei-Lan (kebudayaan Cina) terhadap kebudayaan Amerika sebagai hasil dari pernikahannya dengan pria Cina yang mengenyam pendidikan dokter medis di Amerika dan suaminya berusaha menerapkan kebudayaan Amerika didalam kehidupannya bersama istrinya; Kwei-Lan di Cina.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif untuk menganalisa sumber data dalam novel dengan menggunakan kerangka teori gegar budaya. Ada dua langkah dalam menganalisa data sebagai jawaban dari rumusan masalah. Langkah pertama adalah membaca novel East Wind West Wind karya Pearl S. Buck untuk memahami keseluruhan cerita. Setelah itu, memahami tiap-tiap karakter, masing-masing dianalisa melalui kebiasaan mereka, gaya berpakaian, bagaimana mereka berbicara, bahasa tubuh dan sebagainya. Dan kemudian mengumpulkan data yang berhubungan dengan gegar budaya.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kwei-Lan mengalami gegar budaya. Hal tersebut dibuktikan dengan teori gegar budaya berdasarkan gejala-gejala yang muncul dalam diri Kwei-Lan, yaitu gejala psikologi dan fisik. Gejala psikologi antara lain seperti rasa tidak nyaman terhadap kondisi rumah barunya, kekecewaan terhadap saudara laki-lakinya yang berpakaian pakaian asing, kebingungan terhadap penataan furniture di rumah barunya, ketakutan terhadap tangga di rumah barunya, rasa ingin tahu terhadap peralatan yang digunakan dokter Amerika, dan rasa tidak suka terhadap teman wanita suaminya yang berbicara secara bebas kepada suami Kwei-Lan dihadapannya. Gejala fisik antara lain seperti ketidakmampuan untuk tidur seperti layaknya orang normal lakukan. Selanjutnya adalah mengenai bagaimana cara Kwei-Lan mengatasi permasalahan yang muncul. Pertama, dengan belajar budaya tujuan dan kedua dengan menjadi orang yang berpikiran terbuka. Dari situ peneliti bisa menentukan bahwa Kwei-Lan benar-benar mengalami gegar budaya.
Kata kunci: Amerika, Budaya, Cina, Gegar Budaya, dan Pernikahan
ABSTRACT
The research entitled “Culture Shock Experienced by Kwei-Lan in Pearl S. Buck’s East Wind West Wind” is aimed to analyze culture shocks experienced by Kwei-Lan (Chinese culture) towards American culture as a result of her marriage with Chinese guy who studies medical doctor in America and her husband tries to apply American culture in his life with his wife; Kwei-Lan in China.
In this research, descriptive-qualitative method was applied to analyze the data source in the novel which was analyzed through the framework of culture shock theory. There were two steps in analyzing the data as the answers of the research questions. The first step was reading East Wind West Wind by Pearl S. Buck to know the whole story. After that, understanding the characters, each of them will be analyzed through their habit, dressing style, how they speak, body language etc. and then collecting the data which had relation to the culture shock.
The result of this research shows that Kwei-Lan experiences culture shock. It is proved with culture shock theory based on symptoms which emerge in character Kwei-Lan, they are psychological and physical symptoms. Psychological symptoms i.e. feeling of uncomfortable towards her new house condition, disappointment towards her brother who dressed in foreign dress, confusion towards the arrangement of furniture in her new house, fear towards the stair in her new house, curiosity towards the instrument used by American doctor, and dislike towards her husband’s woman friend who speaks freely to her husband in her presence. Physical symptom such as the inability to sleep as normally people do. The next result is about how Kwei-Lan overcomes those problems. First, by learning the destination culture and the second one is by being open-minded person. From those the researcher can determine that Kwei-Lan truly experiences culture shock.
108763792G1A005183Characteristic of Super Human character as seen in Keith R. A. DeCandido’s Resident Evil: ApocalypseABSTRAK
Fajar Ari Wibowo. August,2012. Characteristic of Super Human character as seen in Keith R. A. DeCandido’s Resident Evil: Apocalypse. Program Sarjana Bahasa dan Sastra Inggris, Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tahun Akademik 2010/2011. Pembimbing 1: Rizki Februansyah, S.S. M.A. Pembimbing 2: Lynda Susanna WAFS.S.M.Hum, Penguji: Tri Murni

Kata Kunci: manusia super,mutasi,kelincahan, penyembuhan

Penelitian yang berjudul “karakteristik manusia super dalam novel in Keith R. A. DeCandido’s Resident Evil: Apocalypse” bertujuan untuk menganalisis karacteristik dari karakter Alice dalam novel yang memiliki kekuatan super.
Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan untuk menganalisis data, yaitu novel karya Keith R. A DeCandido yang berjudul Resident Evil: Apocalypse. Dalam menganalisis dan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini,teori struktural digunakan dalam dalam menganalisis. Analisis yang dilakukan adalah dengan menganalisis sudut pandang, karakter dan kaarakterisasi, alur, dan konflik. Dengan mendapatkan unsur-unsur penting dalam novel, seperti dialog, ujaran, tindakan, narasi dan juga penokohannya sebagai unsur yang paling dominan di dalam novel. Hal ini dilakukan untuk menganalisis data berkenaan dengan rumus permasalahan tentang karakter dari manusia super. Dengan mengetahui hasil akhir dari analisis, maka langkah terakhir yaitu menyusun kesimpulan.
Dari hasil analisis, didapat kesimpulan bahwa terdapat empat kekuatan super yang dimilki oleh Alice, yaitu: mutasi, pertahanan, kelincahan dan kekuatan menyembuhkan diri sendiri.
Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah media untuk menambah pemahaman tentang novel sebagai sebuah bentuk karya sastra.
ABSTRACT
Fajar Ari Wibowo. August,2012. Characteristic of Super Human character as seen in Keith R. A. DeCandido’s Resident Evil: Apocalypse.English Language and Literature Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic Year 2010/2011. First advisor: Rizki Februansyah, S.S. M.A. Second advisor: MS. Linda, S.S. Examiner: Tri Murniati S,S. M.hum
Keywords: Superhuman, mutation, agilility, healing factor
The research entitled Characteristic of Super Human character as seen in Keith R. A. DeCandido’s Resident Evil: Apocalypse is aimed to analyze the superhuman character in the novel, especially Alice Albernathy character.
In this research, qualitative method is used to analyze the data; the novel by Keith R. A Decandido entitled Resident Evil. In analyzing the novel to find the answer of the research question, the structaral theory is used. The analysis contain the analysis of intrinsic elements such as point of view, character and characterisation, plot and conflict. The researcher is obtaining the elements of the novels, such the narrations, utterances, attitudes and the characterization of Alice in the novel. It is done to get the answer of research question which is to find out the superhuman characters and ability of Alice.
From the research, there are four superhuman ability of Alice, that are; mutation, superhuman enurance, superhuman agility and healing factor. These superhuman character has give Alice power to save other people and fights the cruelty company, Umbrella taht made the virus which has been infected people becomes zombies.
The results of the research are expected to enrich the comprehension of novels more knowledge about psychoanalysis theory, so they can apply them in other objects.
108773793E1A008179Fungsi Partai Politik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik
(Studi tentang Rekrutmen Anggota Partai Politik oleh PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga)

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat maupun pikiran merupakan hak asasi manusia yang diakui dan dijamin pelaksanaannya, hak asasi manusia tersebut harus dilaksanakan untuk memperkuat semangat kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang demokratis. Hak untuk berserikat dan berkumpul ini kemudian diwujudkan dalam pembentukan partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi dalam sistem politik Indonesia. DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga telah melaksanakan fungsinya sebagai partai politik dalam melaksanakan rekutmen anggota. Rekrutmen anggota yang dilaksanakan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. PDI Perjuangan dalam menjalankan fungsinya dalam melaksanakan rekrutmen anggota partai politik merupakan wujud PDI Perjuangan sebagai organisasi sosial-politik yang berusaha meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan politik. Semakin banyak masyarakat yang menjadi anggota partai politik maka semakin besar interaksi politik di dalam masyarakat dan menunjukkan keberhasilan PDI Perjuangan dalam melaksanakan fungsinya. Rekrutmen anggota yang dilaksanakan PDI Perjuangan merupakan usaha partai dalam membangun dasar dan akar partai karena anggota merupakan salah satu sumber daya yang paling penting bagi keberlangsungan partai politik.

Kata Kunci : demokrasi, partai politik, rekrutmen anggota.
As mandated by the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945, freedom of associaton, gather, and expression opinion is a human right recognized and guaranteed execution, human rights should be implemented to strengthen the spirit of nationalism in the Unity State of Indonesia Replubic . The right to association and assembly is then manifested in the formation of political parties as one of the pilars of democracy in Indonesia’s political system. DPC PDI Perjuangan City of Purbalingga has performed its function as a political party in carrying out the recruitment of members. Recruitment of members who held DPC PDI Perjuangan implemented by Act Number 2 of 2011 on the Amendments Act Number 2 of 2008 on Political Parties. PDI Perjuangan to perform is functions is implementing recruitment of members of political parties is a form of PDI Perjuangan as socio-political organization working to improve public participation in political activities. The more people who become members of political parties, the greater the political interaction in the community and demonstrate the succes of PDI Perjuangan in performing its function. Recruitment conducted by PDI Perjuangan an attempt to build a foudation and roots of the party because member of one of the most important resources for the survival of political parties.

Key words : democracy, political party, recruitment of members.
108783794H1B008034Penyelesaian Masalah Nilai Eigen Pada Graf Cocktail Party Menggunakan Teknik CirculantMatriks circulant merupakan bentuk dari matriks ketetanggaan dengan elemen baris ke- untuk , diperoleh dari baris pertama dengan cara menggeser elemen-elemen baris pertama kolom ke- , sebanyak langkah ke arah kanan. Graf yang matriks ketetanggaannya berupa matriks circulant disebut graf circulant. Salah satu jenis graf circulant adalah graf cocktail party. Graf cocktail party adalah graf yang diperoleh dengan cara menghapus s buah sisi yang saling asing dari graf . Nilai eigen pada graf cocktail party dapat diperoleh menggunakan teknik circulant.Circulant matrix is form of adjecency matrix that element of - rows for ,is obtained from the first row by cyclic shift of steps. Graph that the adjacency matrix is circulant matrix is called circulant graph. One of circulant graph is cocktail party graph. Cocktail party graph is graph which is obtained by removing disjoint edges from .Eigenvalues of cocktail party graph can be obtained by circulant technique.
108793801B1J008007STUDI KARAKTERISTIK Sonneratia alba Smith. BERDASARKAN PERBEDAAN ANATOMI DAUN DAN POLA PITA ISOENZIM
DI TEPI SUNGAI DONAN DAN TRITIH, CILACAP
Sonneratia alba Smith. merupakan jenis tumbuhan mangrove yang tidak toleran terhadap perubahan fisik air. Sonneratia merupakan spesies yang memiliki sistem perakaran yang paling sensitif jika terkena tumpahan minyak. Hal ini dikarenakan spesies tersebut memiliki sistem perakaran yang dilengkapi dengan lentisel pada akar napasnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakter anatomi daun S. alba di Sungai Donan dan Sungai Tririh, serta mengetahui perbedaan pola pita isoenzim S. alba berdasarkan lokasi pengambilan sampel, yaitu Sungai Donan dan Sungai Tritih. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling. Analisis anatomi dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan mikroskop, data hasil pengamatan terhadap parameter yang diamati dianalisis dengan uji t, sedangkan untuk pengamatan isoenzim dianalisis berdasarkan kemunculan dan tebal tipisnya pita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun S. alba yang tumbuh di Sungai Donan mempunyai tebal daun dan tebal palisade yang lebih tebal dibandingkan dengan yang tumbuh di Tritih. Selain itu, S. alba di Sungai Donan juga mempunyai kerapatan stomata lebih tinggi dengan ukuran yang lebih besar. Sedangkan untuk isoenzim terdapat variasi pola pita isoenzim yang ditunjukkan dengan lebih tebalnya pola pita pada S. alba yang tumbuh di Sungai Donan jika dibandingkan dengan yang tumbuh di Sungai Tritih.Sonneratia alba Smith. is a kind of mangrove plants are intolerant of physical changes of water. Sonneratia is a species that has the most sensitive rooting system if exposed to oil spills. This is because the species has a rooting system equipped with lentisel at the root of her breathing. This research was conducted with the aim of knowing the anatomical characters of leaves of S. alba at the Donan and the river Tririh, as well as knowing the difference band isoenzyme pattern S. alba based on sampling locations, namely the Donan and the river Tritih. The method used was a survey sampling technique was purposive random sampling. Analysis of descriptive anatomy is carried out by using a microscope, the data the results of observation of the observed parameters were analyzed by t-test, while for isoenzyme observations analyzed based on the appearance of thin and thick ribbons. The results showed that the leaves of S. alba who grew up in the leaves and thick Donan had a thick palisade is thicker compared to growing in Tritih. In addition, S. alba at the Donan also have stomata density is higher with a larger size. As for the isoenzyme variation of isoenzyme pattern is shown with thicker banding-pattern on S. alba growing in river Donan when compared to growing on the river Tritih.
108803814B1J008009ANALISIS FENETIK KULTIVAR CABAI BESAR (Capsicum annuum L.)
DAN CABAI KECIL (Capsicum frutescens L.)
Penelitian dengan judul “Analisis Fenetik Kultivar Cabai Besar (Capsicum annuum L.) dan Cabai Kecil (Capsicum frutescens L.)” telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesamaan cabai besar dan cabai kecil berdasarkan morfologi di Kecamatan Sukamantri. Sampel diambil di 5 desa yang ada di Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengambilan sampel secara eksploratif. Data karakter dan sifat morfologi dari cabai besar dan cabai kecil dianalisis secara deskriptif menggunakan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Mean Arithmetic). Hasil penelitian diperoleh tujuh kultivar cabai besar yaitu C. annuum L. ‘Hot Chili’, Gada, Fantastik, Keriting TM 888, Tanjung 2, Keriting TM 999, Hot Beauty, dan tiga kultivar cabai kecil yaitu C. frutescens. ‘Ungu’, Cakra Hijau, Bendot, dan Cakra Putih. Berdasarkan fenogram diperoleh lima kelompok, dua kelompok cabai besar dan tiga kelompok cabai kecil. Kelompok I terdiri dari C. annuum ‘Hot Chili’, Keriting TM 888, Fantastik, dan Tanjung 2. Kelompok II C. annuum ‘Gada’, dan Hot Beauty dan Keriting TM 999. Kelompok III terdiri dari C.frutescens ‘Bendot’. Kelompok IV terdiri dari C. frutescens ‘Cakra Putih’, dan Cakra Hijau. Kelompok V terdiri dari C. frutescens ‘Ungu’. Kesamaan terdekat yaitu antara C. annuum ‘Keriting TM 999’ dengan Hot Beauty. Kesamaan yang paling jauh yaitu antara C. frutescens ‘Bendot’ dengan Ungu.

A study on the “Phenetic analysis of Capsicum annuum L. and Capsicum frutescens L.” has been conductedfromJune to August 2012. The aim of the research is to know the relationship amoungbig chillidansmall chilli based on morphology. The samples were taken from 5 villages in Sukamantri Sub-district, Ciamis. The method used in this research is survey with exploratif sampling. The character data of big chili and small chili morphology were analyzed descriptively to determine relationship using UPGMA(Unweighted Pair Group Mean Arithmetic) methods. The result of this study showed that there were seven cultivar of big chilli, namely C. annuum ‘Hot Chili’, Gada, Fantastik, Keriting TM 888,Tanjung 2, Keriting TM 999,Hot Beauty, and 4 cultivars of small chillinamely C. frutescens ‘CakraUngu’, Cakra Hijau, Bendot, and CakraPutih. There warefive groups two groups of C. annuumand three groups of C. frutescens. The first group consists of C. annuum ‘Hot Chili’, Keriting TM 888, Fantastik, and Tanjung 2. The second group consists of C. annuum ‘Gada’, Hot Beauty, and Keriting TM 999. The third group is C.frutescens ‘Bendot’. The fourth group consists of C. frutescens ‘CakraPutih’, and C. frutescens ‘CakraHijau’. The fiveth group is C. frutescens ‘Ungu’. The closest relationship was between C. annuum ‘Keriting TM 999’ and C. annuum ‘Hot Beauty’ andthe farest relationship was between C. frutescens ‘Bendot’ and C. frutescens ‘Ungu’.