Artikelilmiahs
Menampilkan 10.801-10.820 dari 50.392 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10801 | 3728 | H1E008019 | PENGARUH PENAMBAHAN SERAT DAUN NANAS TERHADAP KARAKTERISTIK FISIS PANEL BETON | Penelitian mengenai beton dilakukan guna mengetahui manfaat serat daun nanas sebagai agregat ringan dengan menganalisis densitas, porositas dan penyerapan air beton. Panel beton dibuat dengan dua perlakuan yaitu variasi komposisi serat daun nanas dan lamanya waktu pengeringan. Variasi komposisi serat daun nanas dibuat dengan persentase 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% sedangkan variasi lama pengerasan yaitu 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi pada beton dapat mempengaruhi karakteristik fisis beton. Semakin banyak serat yang ditambahkan pada beton, semakin kecil densitas namun memperbesar porositas. Hal ini dikarenakan densitas suatu komposit bergantung pada densitas penyusunnya. Selain itu, variasi lama pengerasan beton juga dapat mempengaruhi karakteristik fisis. Semakin lama waktu pengerasan maka densitasnya semakin kecil sebagai akibat berkurangnya kadar air dalam beton. Berdasarkan analisis densitas, porositas dan penyerapan air dapat disimpulkan bahwa penambahan serat daun nanas pada panel beton terbaik berada pada komposisi serat 15 % dan lama waktu pengerasan 21 hari. Komposisi dan ikatan antara semen, pasir dan serat pada saat 15% terbentuk dengan baik. Densitas, porositas dan penyerapan air yang diperoleh secara berturut-turut adalah 1,51 g/cm3, 34,29% dan 22,30%. Panel beton dengan penambahan serat daun nanas memiliki sifat fisis yang lebih baik dari panel beton biasa karena berdasarkan referensi densitasnya kurang dari 1,8 g/cm3 . | Research of concrete is known the benefits of pineapple leaf fibers as lightweight aggregate by analyzing the density, porosity and water absorption. Concrete made with two treatments i.e. variations pineapple leaf fiber composition and duration of the drying time. Pineapple leaf fiber composition variation is made with a percentage of 5%, 10%, 15%, 20% and 25% whereas hardening old variation of 7 days, 14 days and 21 days. The result showed that variations composition on concrete can affect characteristic fisis concrete. The more fibers are added to the concrete, the smaller the density but increase the porosity. It’s . Old variations of concrete hardening also affect the physical characteristics. The longer the time of hardening the density is getting smaller. Based on the analysis of the density, porosity and water absorption it can be concluded that the optimum conditions of concrete with addition of pineapple leaf fiber is fiber compositions of 15% and hardening time 21 days. The density, porosity and water absorption is obtained respectively was 1.51 g/cm3, 34,29% and 22.30%. Concrete panel with the addition of pineapple leaf fiber have physical properties that is better than regular concrete panels because based on the reference density is less than 1.8 g/cm3. | |
| 10802 | 3730 | C1A008065 | ANALISIS STRUKTUR DAN KINERJA INDUSTRI MOBIL DI INDONESIA PERIODE 2002-2009 | Penelitian ini berjudul “Analisis Struktur dan Kinerja Industri Mobil di Indonesia Periode Tahun 2002-2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi pasar, hambatan masuk, kinerja, serta hubungan antara struktur dan kinerja pada industri mobil di Indonesia tahun 2002-2009. Penelitian merupakan anaslisis data sekunder. Data diperoleh dari Kementrian Perindustrian, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, serta situs-situs internet yang masih relevan. Analisis yang digunakan adalah CR4, Indeks Herfindahl untuk mengetahui tingkat konsentrasi pasar, Minimum Efficiency of Scale (MES) mengukur hambatan masuk, Produkstivitas Tenaga Kerja, Efisiensi Internal (X-Efficiency), dan Price Cost Margin (PCM) untuk mengukur kinerja, serta Korelasi Spearman Rho untuk mengetahui hubungan antara struktur dan Kinerja. Berdasarkan hasil perhitungan CR4 dan Indeks Herfidahl diketahui bahwa tingkat konsentrasi pasar pada industri mobil di Indonesia tergolong tinggi dan bersifat oligopoli. Hambatan masuk ke dalam industri ini juga tergolong tinggi dengan rata-rata nilai MES adalah 33 persen. Kinerja Industri mobil dapat dilihat dari tingkat keuntungan (PCM), nilai Efisiensi Internal (X-Efficiency), dan Nilai Produktivitas Tenaga Kerja. Nilai rata-rata PCM periode 2002-2009 adalah 68 persen. Efisiensi Internal (X-Eff) industri mobil di Indonesia periode 2002-2009 adalah 290 persen. Nilai rata-rata Produktivitas Tenaga Kerja industri mobil di Indonesia periode 2002-2009 adalah Rp. 1.028.190. Berdasarkan hasil analisis korelasi Spearman Rho dapat diketahui bahwa korelasi yang terjadi antara struktur dan kinerja pada industri mobil di Indonesia tidak erat. Hanya korelasi antara Indeks Herfindahl dan Produktivitas Tenaga Kerja yang memiliki hubungan yang erat. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah sebaiknya terus melakukan pengawasan serta dukungan terhadap perkembangan industri mobil di Indonesia, terutama dalam hal penciptaan industri komponen mobil guna lebih mendukung ketersediaan untuk produksi dalam negeri. Selain itu pemerintah juga disarankan untuk lebih potensi-potensi lokal dalam kemampuan menciptakan mobil dengan memberikan insentif terhadap perkembangan industri dalam negeri. | This research entitled "Structure and Performance Analysis of Automobile Manufacturing Industry in Indonesia Period 2002-2009”. This research aims to determine the level of market concentration, barriers to entry, performance, and the relationship between structure and performance of the car industry in Indonesia in 2002-2009. This research using secondary data analysis. Data obtained from the Ministry of Industry, the Central Statistics Agency (BPS) of Indonesia, the Indonesian Automobile Manufacturing Industry Association, as well as Internet sites that are still relevant. The analysis used is CR4 and Herfindahl index to determine the level of market concentration, Minimum Efficiency of Scale (MES) to measure barriers to entry, Labour productivity, Internal Efficiency (X-Eff), and Price Cost Margin (PCM) to measure the industrial performance, and Correlation Spearman Rho to determine the relationship between structure and performance of the autocar indutry. Based on calculations of CR4 and Index Herfidahl result that the level of market concentration in the autocar industry in Indonesia is high and oligopoly. Barriers to entry into the industry is also quite high with an average value of MES autocar is 33 percent. The performance can be seen from the car industry profitability (PCM), the value of Internal Efficiency (X-Eff), and Labour Productivity. The average value of PCM period 2002-2009 is 68 percent. Internal Efficiency (X-Eff) Indonesian car industry in the period 2002-2009 is 290 percent. The average value of the car industry Labour Productivity in Indonesia 2002-2009 period is Rp 1, 028,190. Based on the analysis of Spearman Rho correlations can be seen that correlation exists between the structure and performance of the car industry in Indonesia is not tightly. Only the correlation between the Herfindahl index and Labor Productivity has a close relationship. The implication of this research is that the government should continue to supervise and support the development of the automobile industry in Indonesia, particularly in the creation of the auto component industry in order to better support the availibility for domestic production. Besides, the government also recommended to further local potentials in the ability to create a car by providing incentives to the development of domestic industries. | |
| 10803 | 3735 | F1C007099 | KOMUNIKASI KONSELING ANTARA BIDAN DENGAN PASIEN DALAM PROSES PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TEGAL TIMUR | Skripsi ini berjudul “Komunikasi konseling antara bidan dengan pasien dalam proses pelayanan antenatal care di Pusat Kesehatan Masyarakat Tegal Timur”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi konseling yang dilakukan oleh bidan dengan pasien dalam proses pelayanan antenatal care di Pusat Kesehatan Masyarakat Tegal Timur. Lokasi penelitian di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jalan Flores no 35 Tegal Timur. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang menggambarkan keadaan di lapangan secara deskriptif. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan informan yang terdiri dari tiga bidan dan tiga ibu hamil. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif, yang terdiri dari tiga alur kegiatan secara bersamaan dan saling terkait satu sama lain, yaitu terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data dilakukan melalui tekhnik triangulasi sumber dengan cara membandingkan data dari hasil pengamatan secara langsung pada saat konseling pelayanan antenatal care dilakukan dengan data hasil wawancara dan membandingkan data hasil wawancara dengan data hasil wawancara, data hasil pengamatan dan data dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi interpersonal dalam konseling pelayanan antenatal care melibatkan proses komunikasi timbal balik antara bidan dengan pasien atau ibu hamil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konseling berjalan dengan efektif, karena bidan dapat membina hubungan dengan baik, memberikan informasi dengan jelas dan membuat keputusan atau pemecahan masalah yang dapat dipahami dan diterima oleh pasien, selain itu bidan juga mampu memberikan dukungan, asuhan dan memberikan informasi tentang kondisi pasien dengan baik. Hambatan yang menggangu konseling, yaitu keterbatasan waktu, sehingga bidan tidak sempat untuk melakukan flashback, evaluasi dan mengulang informasi tentang hasil pemeriksaan dan keterbatasan bidan dalam menangani pasien dengan resiko tinggi. Kata kunci : Antenatal Care, Konseling, Komunikasi Interpersonal | This thesis is titled "The communication between the midwife counseling with the patient in the process of antenatal care in the Community Health Center of East Tegal". The purpose of this study was to determine how the communication counseling by midwives with the patient in the process of antenatal care in the Community Health Center of East Tegal. What research in Community Health Centers (PHC) Flores Road No. 35 East Tegal. This study used a qualitative methodology that describes the situation on the ground is descriptive. Sampling technique using purposive sampling with informants consisting of three midwives and three pregnant women. Data analysis method used is interactive analysis, which consists of three flow activities simultaneously and intertwined with each other, which consists of data reduction, data presentation and conclusion. The validity of data is done through triangulation techniques by comparing the data sources from direct observations during antenatal care counseling is done by comparing the data from interviews and data from interviews with the interview data, data observations and data documents. The results showed that interpersonal communication in counseling, antenatal care involves the process of mutual communication between midwives to patients or pregnant women. The conclusion of this study is the counseling is effective, because the midwife can build a good relationship with, provide information clearly and make decisions or solving problems that can be understood and accepted by the patient, other than that midwives are also able to provide support, care and provide information about the condition patients well. Barriers that interfere with the counseling, that limitations of time, so the midwife did not have time to do a flashback, evaluation and repeat information about the results and limitations of midwives in dealing with high-risk patients. Keywords: Antenatal Care, Counseling, Interpersonal Communication | |
| 10804 | 3729 | G1A006147 | A COMPARATIVE STUDY OF ROOT, STEM, AND BASE AT COMPLEX NOUNS OF ENGLISH AND INDONESIAN ARTICLES IN VIVANEWS.COM (A Case Study on “Police List Suspect of Collapsed Bridge Cases” and “Polisi Siap Umumkan Tersangka Jembatan Kukar”) | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui deskripsi dari root, stem, dan base pada kata benda kompleks dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan struktur root, stem, dan base pada kata benda kompleks dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang sesuai dengan aturan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskripsi sebab penelitian ini hanya menggunakan teknik pengumpulan, pengklasifikasian, dan penganalisaan data yang diikuti dengan penarikan kesimpulan berdasarkan analisis data. Karena penelitian ini fokus pada kata benda kompleks, peneliti mengambil kata benda yang kompleks saja. Setelah menyeleksi data, peneliti menemukan 22 kata benda berbahasa Inggris yang kompleks dan 24 kata benda berbahasa Indonesia yang kompleks. Dalam menganalisis data, peneliti mendeskripsikan struktur root, stem, dan base pada kata benda berbahasa Inggris dan Indonesia yang kompleks, dan kemudian menemukan beberapa persamaan. Namun pada kasus ini tidak ditemukan adanya perbedaan. Hasil dari penelitian ini akan memberikan kontribusi pada bidang linguistik. Hasil penelitian ini dapat juga digunakan sebagai materi pendukung dalam mengembangkan kemampuan mahasiswa sastra Inggris ataupun peneliti-peneliti lain dalam istilah morfologi, terutama struktur root, stem, dan base. | This research is conducted to know the description of the root, stem, and base at complex nouns of English and Indonesian words, and to know the similarities and differences of root, stem, and base at complex nouns of English and Indonesian words as well as rules. This research belongs to descriptive qualitative research since it just uses the technique of collecting, classifying, and analyzing the data, followed by drawing conclusion based on the data analysis. Since this research focuses on the complex nouns, the researcher only took complex nouns. After selecting the data, the researcher found 22 English complex nouns and 24 Indonesian complex nouns. In analyzing the data, the researcher describes the root, stem, and base of the English and Indonesian complex nouns, and then found the similarities. However there are no differences in this case. The result of this research would give contribution to linguistic study. It can also be used as a supporting material in developing the ability of English Department students or other researchers in morphological terms, especially root, stem, and base. | |
| 10805 | 3731 | G1B008085 | Efektivitas Penggunaan Bakteri Fermentasi Effective Microorganism-4 (EM-4) terhadap Penurunan Kadar BOD Limbah Cair Industri Tahu | Industri tahu dalam proses produksinya menghasilkan limbah cair yang mempunyai karakteristik mengandung bahan organik tinggi dengan nilai BOD dan COD (Chemical Oxygen Demand ) serta padatan tersuspensi yang tinggi. Apabila dibuang langsung ke perairan, dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu cara adalah menggunakan bakteri fermentasi Effective Microorganisms-4 (EM-4) untuk mengolah limbah cair tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan bakteri fermentasi Effective Microorganisms-4 (EM-4) dalam menurunkan kadar BOD limbah cair industri tahu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah air limbah industri tahu milik Bapak Parsono yang ada di Desa Cikalong Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas mikroorganisme EM-4 dalam menurunkan kadar BOD tertinggi dicapai pada waktu kontak 6 hari dengan dosis EM-4 8 ml yaitu sebesar 56,2%. Kadar BOD terkecil terjadi pada hari ke-12 yaitu sebesar 468,3 mg/L. Namun, angka tersebut belum memenuhi standar baku mutu effluent air limbah sesuai dengan Kepmen LH/No.51/MENLH/10/1995 yaitu sebesar 150 mg/L. Oleh karena itu sebelum melakukan proses pengolahan menggunakan bakteri EM-4 sebaiknya pemilik industri tahu terlebih dahulu melakukan pengolahan pendahuluan seperti pengendapan untuk menurunkan kadar BOD agar tidak terjadi pencemaran perairan. | The industry of tofu in the process of its production produce waste water that has the characteristics of containing high material organic with the BOD and the COD (Chemical Oxygen Demand) and high of solids suspended. When dumped directly into waterways, could pose a negative impact on the health of the environment and public health. One of the ways that can be do is by using bacteria fermentation of Effective Microorganisms-4 (EM-4) to process waste water. The purpose of this research is to find out the effectiveness of the use of bacteria fermentation Effective Microorganisms-4 (EM-4) in lower the levels of BOD waste water the industry of tofu. This research is an experimental research carried out in a laboratory of Fishery and Maritime University of General Soedirman Purwokerto. The sample done with purposive sampling techniques. A sample in this research is waste-water the industry of tofu belonging to Mr.Parsono in village Cikalong, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap. The result showed that the effectiveness of microorganisms EM-4 in lower the highest of level BOD attainable in the time of contact six days with a dose of EM-4 is as much as 8 mls 56,2 %. The smallest BOD levels occurred on the 12th day as much as 468,3 mg/L. However, these figures do not meet the quality standards of raw waste water effluent in accordance with Kepmen LH/No.51/MENLH/10/1995 which amounted to 150 mg/L. Therefore, before processing using bacteria EM-4 tofu industrial owner should advance doing preliminary processing such as sedimentation for lower levels of BOD to prevent water polution. | |
| 10806 | 3733 | E1A008040 | "PERAN ORGANISASI INTERNASIONAL DALAM PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL" (Studi Terhadap Peran PBB dan ASEAN Dalam Penyelesaian Sengketa Perbatasan Thailand Dengan Kamboja Tahun 2008) | Sengketa internasional dapat mempengaruhi kedamaian dan ketertiban internasional, pentingnya pembentukan suatu kerja sama untuk mencegah terjadinya instabilitas dalam hubungan internasional maka dibentuklah organisasi internasional. Pasal 33 Piagam PBB menetapkan bahwa salah satu cara untuk menyelesaikan sengketa internasional adalah melalui Peraturan Regional. | International disputes can affect international peace and order, the importance of forming a partnership to prevent instability in international relations will be established international organizations. Article 33 of the UN Charter provides that one of the ways to resolve international disputes is through the Regional Regulation. | |
| 10807 | 3732 | E1A008046 | “OPTIMALISASI PAJAK REKLAME DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA CIREBON” (Studi Tentang Pelaksanaan Perda Kota Cirebon No. 3 Tahun 2012 Tentang Pajak Daerah) | Pemberian otonomi daerah pada dasarnya bertujuan untuk memberdayakan daerah termasuk juga meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan adanya otonomi daerah, pemerintah daerah diharapkan mampu untuk mengatur dan mengurus rumah tagganya sendiri. Agar daerah dapat mengatur dan mengurus rumah tangga daerahnya dengan baik, maka daerah memerlukan berbagai sumber pembiayaan yang memadai. Berdasarkan Pasal 157 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sumber pendapatan daerah yaitu: Pendapatan Asli Daerah yang selanjutnya disebut PAD yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah; dana perimbangan; dan lain-lain pendapatan yang sah. Pajak daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Pajak daerah merupakan sumber pokok bagi daerah disamping adanya retribusi daerah. Ruang lingkup Pajak Daerah adalah ruang lingkup yang belum diusahakan oleh pemerintah diatasnya. Pajak daerah berdasarkan pihak yang memungutnya ada dua jenis yaitu pajak Provinsi dan pajak Kabupaten/Kota. Sumber Pendapatan Asli Daerah di Kota Cirebon salah satunya berasal dari Pajak reklame. Pemungutan pajak reklame diatur dalam Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 3 Tahun 2012. Hasil pungutan pajak reklame dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 selalu melebihi dari target yang telah ditetapkan. Kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan asli Daerah di Kota Cirebon dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 sebesar 0,9 % sampai dengan 1,1 %. Hal ini menunjukkan bahwa pajak reklame mempunyai peranan yang tergolong kecil dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Cirebon. | Gift of area autonomy basically aim to be is powered of area of is including also improve prosperity of citizenry. With of is existence of area autonomy, local government expected can to arrange and manage its own household. So that area can arrange and manage its area household better, hance area need various source of adequate defrayel. Persuant to section 157 Code/Law Number 32 Year 2004 about governance of area of is source of represent of area consist of: Earnings of Gunuiness Area later on PAD steming from result of area lease, result of area retribution, result of management of properties of dissociated area, and others Earnings of rightful Genuiness Area; counter balance fund; and rightful earnings others. Area lease of earning one of source of earnings of area. Area lease represent the source of fundamental to area beside the existence of area retribution. Lease area scope is scope labored by government of him. Area lease pursuant to side collecting is there is two type that is lease of Provinsi, sub-Province lease and/ town. Source Of Earnings of Genuiness Area in Cirebon town one of them come from adverttsement lease. Advertisement imposition arranged in Cirebon town number 3 year 2012. Result of year advertisement imposition of year 2008 until year 2011 always exceed from goals which is specifying. Lease advertisement contribution to Earnings of Guiness Area in Cirebon town of year 2008 up to year 2011 equal to 0,09 % up to 1,1 %. This matter indicate that advertisement lease have small pertained role in improving Earnings of Genuiness Area in Cirebon town. | |
| 10808 | 3734 | F1E006006 | IMPLEMENTASI KUALITAS PELAYANAN DI PERPUSTAKAAN STAIN PURWOKERTO | Peningkatan kualitas pelayanan pada dekade terakhir semakin banyak mendapat perhatian, layanan perpustakaan merupakan salah satu kegiatan utama diperpustkaan karena kegiatan tersebut berhubungan langsung dengan masyarakat. maka dari itu perpustakaan STAIN Purwokerto semakin meningkatkan kualitas pelayanannya. Saat ini ada permasalahan yang dihadapi, diantaranya terbatasnya buku refrensi, pemanfaatan ruangan yang kurang maksimal serta penempatan buku koleksi yang kadang tidak pada tempatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan yang diterima baik oleh petugas maupun pengguna layanan di Perpustakaan STAIN Purwokerto. Metode penelitan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini memfokuskan pada, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan tampilan. Kualitas yang akan dijelaskan adalah kualitas yang didasarkan pada keinginan pelanggan (Asubonteng: Mc Cleary & Swan, 1996) dimana kualitas dilihat dari segi pengalaman aktual pelangan atas jasa pelayanan (servqual) merupakan suatu metode yang dapat digunakan oleh organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, konsep ini terdiri dari keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, tampilan. Keandalan yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat, terpercaya dan memuaskan. Daya tanggap, yaitu kemampuan membantu pelanggan untuk memberikan jasa pelayanan. Jaminan, mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat ramah. Empati, meliputi kesediaan untuk peduli, memberikan perhatian pribadi kepada pelanggan. Tampilan fisik, meliputi penampilan dan sarana prasarana fisik yang dapat diandalkan untuk menunjang pelayanan. Pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktifitas orang lain secara langsung, ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang melayani tetapi juga ditentukan oleh pihak yang dilayani Kata kunci: Peningkatan, Kualitas, Pelayanan, Perpustakaan | Improved quality of services in the last decade have more attention. Library services is one of the main activities in library because these activities are directly related to the user. Therefore the library of STAIN Purwokerto improved the service quality. Now, there are problems encountered, such as lack of books references, less than the maximum utilization of space and missplaced of the book collections. The purpose of this study was to determine the satisfaction received by both staff and users of the library STAIN Purwokerto. This research used a qualitative descriptive method that is focused, reliability, responsiveness, assurance, empathy, and physical appearance.The quality will be described is quality based on customer desires (Asubonteng; Mc Cleary & swan, 1996) where the quality in terms of experience of actual subscriber for service quality is a method that can be used by organizations to improve the quality of service, this concept consists of reliability, responsiveness, insuranceemphaty, tangibles. Reliability is the ability to deliver the promised services accurately, reliably. Responsiveness, the ability to provide services to help customers or user. Insurance, including knowledge, ability, courtesy, and excellent. Emphaty, including the willingness to care, attention to user. Tangible private to physical, includes an appearance and physical infrastructure to support service reliable. Service is the process of meeting the needs of others through activities directly, its size is not only determined by the parties to serve but also by those who served. Keywords: Improved, Quality, Service, Library, | |
| 10809 | 3736 | E1A007092 | EKSEPSI MENGENAI KOMPETENSI ABSOLUT PERADILAN TATA USAHA NEGARA MENURUT PASAL 77 AYAT 1 UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor: 16/G.TUN/2011/P.TUN.MKS) | ABSTRAK Eksepsi mengenai Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara menurut pasal 77 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 16/G.TUN/2011/P.TUN.Mks.). Oleh : Bondan Zakaria Bushido E1A007092 Penelitian ini menggunakan dasar bahan hukum dari Putusan PTUN Makasr yakni Putusan No.16/G.TUN/2011/PTUN.Mks. Dalam putusan tersebut, Penggugatnya adalah Syamsudin kilo dk, Tergugatnya adalah kepala kantor pertanahan kota makasar, Tergugat Intervensi : Drs. H. Saenong serta objek gugatan Keputusan Tata Usaha Negara berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor: 20131/Kelurahan Bungaya, Surat Ukur Nomor: 65/2001, tanggal 20 Desember 2011, luas 165 m2, terdaftar atas nama: Drs. Haji SAENONG. Penggugat mengajukan gugatan dengan Alasan gugatan penggugat yaitu prosedur penerbitan Sertifikat Objek Sengketa bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni Pasal 24 ayat (1) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, serta bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik terutama asas kecermatan. Tergugat mengajukan eksepsi bahwa Peradilan Tata Usaha Negara tidak berwenang mengadili sengketa a-quo, yang dipersoalkan oleh Para Penggugat adalah hal-hal yang berkaitan dengan kepemilikan atas tanah, sehingga Tergugat mendalilkan bahwa yang berwenang mengadilinya adalah Peradilan Umum. Penelitian ini membahas pertimbangan hukum Majelis Hakim mengenai eksepsi kompetensi absolut Peradilan Tata Usaha Negara , dalam lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara ketentuan mengenai eksepsi kompetensi absolut Pengadilan dapat dijumpai dalam ketentuan Pasal 77 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Majelis Hakim berpendapat bahwa segketa a quo yang dipersoalkan harus diselesaikan terlebih dahulu di Peradilan umum, sehingga Majelis Hakim menerima eksepsi Tergugat dan gugatan Penggugat dinyatakan tidak diterima. Kata Kunci : Eksepsi , Kompetensi Absolut, Peradilan Tata Usaha Negara | ABSTRACT This research uses law material of PTUN Makasar Verdict No.16/G.TUN/2011/PTUN.Mks. In this verdict, Mr. Syamsudin Kilo dk is the plaintiff, while Makasar Land Office is the defendant, Intervention Defendant: Drs. H. Saenong also suit object is Document of Title (SHM) Number: 20131/Kelurahan Bungaya, Certificate of Tonnage Number: 65/2001, December 20th 2011, 165 m2 wide, registered as: Drs. Haji SAENONG. The plaintiff sues defendant based on improper establishment of Dispute Object Certificate that against the law of Land Registry Article 24 Subsection (1) Government Ordinance Number 24 Year 1997, and also against general principle of good government administration. . The defendant prpoposes exception that civil service arbitration tribunal has no authority in a-quo dispute trial. Defendant point of view is that complain of the property’s right should be tended to general court. This research is getting down to the Judge consideration related to exception on absolute competence Civil Service Arbitration Tribunal, in the clause 77 subsection (1) Law Number 5 year 1986 about Civil Service Arbitration Tribunal. Judges have a notion that a quo dispute must be finished in General Court, so that judges establish defendant exception and reject the sue from plaintiff. | |
| 10810 | 3737 | C1B008047 | ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSET, DEBT RATIO, CURRENT RATIO, SALES GROWTH, CORPORATE TAX, DAN FIRM SIZE TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-20011 | Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSET, DEBT RATIO, CURRENT RATIO, SALES GROWTH, CORPORATE TAX, DAN FIRM SIZE TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2011”. Populasi yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008-2011. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 12 perusahaan. Teknik analisis penelitian menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa return on asset, current ratio dan Debt ratio berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Corporate tax berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio. Sales growth dan firm size tidak berpengaruh terhadap dividend payout. Implikasi dari penelitian ini yaitu sebaiknya penelitian selanjutnya menambah variabel lain yang berpengaruh terhadap dividend payout ratio. | The purpose of this study is to test the effect of return on asset, debt ratio, current ratio, sales growth, corporate tax and firm size on dividend payout ratio of the manufacture firm listed in the Indonesian Stock Exchange. The population were manufacture firm listed at the Indonesian Stock Exchange in 2008-2011 years. Purposive sampling method was used to choose 12 companies. The tool of analysis was multiple regression using SPSS for windows . Findings of the research show that two were positive effect of return on asset and current ratio on dividend payout ratio. Corporate tax was negative effect of dividend payout ratio. Debt ratio, sales growth and firm size haven’t effect on dividend payout ratio. As implication, will be better to add variable has effect on dividend payout ratio in future research. | |
| 10811 | 3738 | E1A007091 | UNSUR INDIVIDUAL KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA, SEBAGAI DASAR AMAR PUTUSAN NIET ONVANKELIJKVERKLAARD (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 03/G.TUN/2007/PTUN.YK.) | Unsur Individual menurut Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tmerupakan salah satu unsur mutlak dari suatu Keputusan Tata Usaha Negara. Bersifat “individual”, artinya Keputusan Tata Usaha Negara itu tidak ditujukan untuk umum.Dalam gugatan ini berisi Amar Putusan yang berisi gugatan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijkverklaard) berarti bukan putusan terhadap pokok sengketa. Penelitian ini menggunakan dasar bahan hukum dari Putusan PTUN yakni Putusan No.03/G.TUN/2007/PTUN.YK. Dalam putusan tersebut, Penggugatnya adalah ahli waris dari orang2 yang dimakamkan di TPU Pedukuhan Ngentak Sapen, Tergugatnya adalah Bupati Sleman, serta objek gugatannya berupa Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor : 410/Kep.KDH/A/2006, tanggal 17 November 2006, tentang penutupan tempat pemakaman umum Padukuhan Ngentak Sapen, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Penggugat mengajukan gugatan dengan alasan karena Penggugat merasa dirugikan oleh keluarnya Surat Keputusan Objek Sengketa, yang berisi penutupan TPU Pedukuhan Ngentak Sapen, Desa Caturtunggal, mengakibatkan Penggugat tidak dapat menziarahi dan memakamkan keluarganya di TPU tersebut. Penelitian ini membahas pertimbangan hukum Hakim mengenai Pertimbangan dalam menentukan unsur individual dalam Surat Keputusan Bupati Sleman tersebut sebagai dasar Amar Putusan” Niet Onvankelijkverklaard “ Majelis Hakim berpendapat bahwa KTUN tidak memenuhi Unsur Individual sehingga dalam amar putusannya Hakim memutus Gugatan Tidak Dapat Diterima ( Niet Onvankelijkverklaard). | According to the law article 1 subsection 9 Statute Number 51 Year 2009, individual factor is an absolute component of Administrative Law Decision. It means that decision in Administrative Law is not generaly purposed. This sue contains of Amar Verdict which is unacceptable sue (Niet Onvankelijkverklaardi) that is not a decision of main dispute. This research uses PTUN Verdict No.03/G.TUN/2007/PTUN.YK as the material. In this verdict, Inheritee of people burried in Pedukuhan Ngentak Sapen Cemetery is the plaintiff, while the Regent of Sleman is the defendant, while the sue object is Decision Certificate of Sleman Regent number: 410/Kep.KDH/A/2006, November 17th 2006, about Padukuhan Ngentak Sapen Cemetery Shutting, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. The plaintiff sues because the ebstablishment of Dispute Object Decision Certificate which contain of Padukuhan Ngentak Sapen Cemetery Shutting will make them not be able to visit and bury their family in this cemetery. This research discuss Judge consideration on determining individual factor in Decision Certificate of Sleman Regent as Amar Verdict ”Niet Onvankelijkverklaard” Judges have a notion that KTUN doesn’t meet Individual Factor criteria so that judges reject the sue (Niet Onvankelijkverklaar) | |
| 10812 | 3740 | C1C008115 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA PEMERIKSA INTERNAL INSPEKTORAT (STUDI PADA PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA) | Penelitian ini merupakan penelitian survey pada pemeriksa internal Inspektorat Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mengambil judul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA PEMERIKSA INTERNAL INSPEKTORAT (STUDI PADA PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh independensi, profesionalisme, obyektivitas, pengalaman dan kompetensi terhadap kualitas audit pada pemeriksa internal Inspektorat Kabupaten Purbalingga. Variabel independen dalam penelitian ini adalah independensi, profesionalisme, obyektivitas, pengalaman dan kompetensi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas audit. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pemeriksa internal Inspektorat Kabupaten Purbalingga. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 23 responden. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh, sehingga seluruh anggota populasi menjadi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi, profesionalisme, obyektivitas, pengalaman dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit pada pemeriksa internal Inspektorat Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa independensi merupakan variabel yang paling dominan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja pemeriksa internal Inspektorat perlu mempertimbangkan faktor independensi, profesionalisme, obyektivitas, pengalaman dan kompetensi. Jika fungsi pengawasan berjalan optimal maka diharapkan dapat mencegah atau bahkan meminimalisir tingkat korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Pada akhirnya akan menciptakan tata kelola keuangan pemerintahan yang baik (Good Government Governance). | This research is a survey research on internal examiners Purbalingga Inspectorate. This study takes the title “FACTORS THAT INFLUENCE AUDIT QUALITY TOWARD INTERNAL EXAMINERS IN INSPECTORATE (STUDY IN PURBALINGGA REGENCY) “. The purpose of this research is to analyze the effect of independence, professionalism, objectivism, experience and competence of audit quality in Inspectorate of Purbalingga Regency. Independent variables in this study were independence, professionalism, objectivism, experience and competence. Dependent variable of this study was audit quality. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The populations in this study were all internal examiners Purbalingga Inspectorate. The number of respondents is taken in this research was 23 respondents. The sample in this study used a sample of saturated, so that all members of the population are being sampled. The result of this research showed that the independence, professionalism, objectivism, experience and competence have a positive and significant impact on audit quality of internal auditor in Inspectorate of Purbalingga Regency. The results also indicate that the variable independence is a dominant variable. The implication of the above conclusion that in an effort to improve the performance of internal audit inspectorate needs to consider the factors of independence, professionalism, objectivism, experience and competence. If the optimal control function is expected to prevent or even minimaze the level of corruption in government. Eventually is expected to create financial government for good governance (Good Government Governance). | |
| 10813 | 3741 | F1C007002 | Analisis Resepsi Tentang Relasi Romantik Beda Agama dalam Film cin(T)a | Penelitian ini berjudul “Analisis Resepsi Tentang Relasi Romantik Beda Agama dalam Film cin(T)a”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resepsi (penerimaan) audiens terhadap relasi romantik beda agama yang terdapat dalam film cin(T)a. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan FGD (Focus Group Discussion), wawancara mendalam, serta analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa relasi romantik beda agama dalam film cin(T)a menggambarkan adanya bentuk toleransi. Resepsi informan terhadap relasi romantik beda agama dalam film cin(T)a cenderung beragam meski tetap ada beberapa persamaan. Hal ini dikarenakan latar belakang informan yang berbeda, seperti pengalaman pacaran beda agama, ajaran agama dari keluarga, serta pemikiran terbuka atau tidaknya mengenai agama. Ada 4 kategorisasi resepsi informan terhadap relasi romantik beda agama dalam film cin(T)a, yaitu relasi romantik beda agama adalah wajar, relasi romantik beda agama menggambarkan toleransi, relasi romantik beda agama tidak sesuai ajaran agama, serta relasi romantik beda agama sulit dijalankan. | This study entitled “Reception Analysis About Interfaith Relationships in cin(T)a The Movie”. The purpose of this study was to determine the audience acceptance of the interfaith romantic relationships contained in cin(T)a the movie. This study uses a qualitative method with reception analysis approach. In establishing the informant, the researcher used purposive sampling technique. As for the technique of data collection is done by using FGD (Focus Group Discussion), depth interviews and qualitative content analysis. The results showed that interfaith romantic relationships in cin(T)a the movie describes a form of tolerance. Informants reception against the interfaith romantic relationships in cin(T)a the movie tends to vary but still there are some similarities. This is due to the informants backgrounds differences, such as interfaith dating experience, religion of the family, as well as an open mind or not about religion. There are 4 categorization of informants receptions against interfaith romantic relationships in cin(T)a the movie, namely interfaith romantic relationships is well-earned, interfaith romantic relationships illustrate tolerance, interfaith romantic relationships do not fit the teachings of religion and interfaith romantic relationships difficult to implement. | |
| 10814 | 3744 | G1A006123 | INDIAN’S BELIEF IN PROPHECY AS REFLECTED IN COMANCHE MOON BY CATHERIN ANDERSON | Penelitian yang berjudul “Kepercayaan orang- rang Indian terhadap Rmalan yang direfleksikan dalam novel yang berjudul Comanche Moon oleh Catherine Anderson” bertujuan untuk meneliti kepercayaan orang Indian terhadap rmalan yang direfleksikan dalam novel yang berjudul Comanche Moon. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganlisis pengaruh ramalan dalam kelangsungan hidup suku Indian. Analisis dilakukan melalui pendekatan sosiologi sastra, teori ras dan teori etnik. Sementar itu, plot adalah merupkan unsur intrinsik dimana akan digunakan untuk mempermudah menganlisis novel. Hasil analisis antara lain, yang pertama adalah suku Indian percaya terhadap ramalan yang diramalakan oleh tetua suku Indian bahwa suatu hari nanti ada seorang wanita kulit putih yang akan menyelamatkan suku Indian dari kepunahan walaupun orang kulit putih adalah musuh mereka, tetapi mereka menghormati ramalan itu dan akan melaksanakan ramalan tersebut. Hasil yang ke dua adalah seorang ketua suku Indian dan seorang wanita kulit putih pergi kebarat mencari tempat yang aman, yang jauh dari konflik dan membangun generasi selanjutnya tanpa membedakan ras dan etnik yang ada dalam diri mereka. | The research this is entitled “Indian’s Belief in Prophecy as Reflected in Comanche Moon by Catherine Anderson” is intended to analyze Indian’s belief in prophecy that is reflected in a novel that is entitled Comanche Moon. The descriptive qualitative method is used to analyze the influence of prophecy in the existence of Indian tribes. The analysis is done by involving sociology of literature approach, and theory race and ethnic. Meanwhile, plot is the intrinsic element that will be applied to ease the process of analyzing the novel. The results of the analysis are there are two prophecies that are found in the novel. First, the Indian’s ancestor said that one day there will a white woman who wants to save the Indian tribe from the extinction. Although the white woman is their enemy they respect the prophecy. Second, the Indian leader and the white woman are going to mention the prophecy to the west to find a safe place that far from the conflict and build the next generation without any differences on race and ethnicity that exist within them. | |
| 10815 | 3745 | G1A005165 | KATE BLACKWELL’S AMBITION IN SIDNEY SHELDON MASTER OF THE GAME | Penelitian yang berjudul Kate Blackwell’s Ambition in Sidney Sheldon Master of the Game bertujuan untuk menganalisis apa saja ambisi yang dimiliki oleh Kate Blackwell dan kecemasan yang dihadapinya dalam meraih ambisi. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Freud. Ada dua langkah yang di ambil dalam penelitiun. Pertama peneliti menentukan objek yang akan dianalisis dalam novel, kedua adalah mendapatkan unsur-unsur penting dalam novel, dan selanjutnya menganalisis data dengan menghubungkannya dengan teori psikoanalisis dan ambisi, kemudian membuat kesimpulan. Dari hasil penelitian, peneliti menemukan ada 3 ambisi utama Kate Blackwell yaitu menikah dengan david Blackwell, mendapat kekuasaan di Krueger &Brent Ltd, dan mempersiapkan keluarganya untuk menggantikannya di Krueger & Brent Ltd. Dalam mencapai ambisinya membuat kecemasannya muncul ketika dia menemukan hambatan. Meskipun begitu kecemasan tersebut tidak membuatnya jatuh tetapi kecemasannya itu membuatnya lebih hebat. kate memanipulasi, mencurangi orang-orang disekitarnya. Dia juga tidak perduli dengan akibat dari ambisinya ke orang sekitarnya. | The research entitled Kate Blackwell’s Ambition in Sidney Sheldon Master of the Game is aimed to analyze Kate Blackwell’s ambitions and her anxieties in reaching her ambitions. This research used Freud psychoanalysis theory. There were two steps taken in this research. First, the researcher determined the novel which was going to be analyzed, second is obtaining the elements of the novels, and next was analyzing the data by connecting them with the psychoanalysis and ambitions theory. The last step was concluding. From the result analysis, the research finds out that there are 3 main ambitions of Kate Blackwell; Kate marrying David, power from her company, and the last, finding successor. Reaching her ambitions makes her anxiety occurs when she finds difficulties. However those anxieties do not make her down. In addition, those anxieties make her greater. Kate has manipulated people surrounds her by tricking them. Especially she also does not care the effect of reaching her ambitions to other people. | |
| 10816 | 3748 | F1C007100 | INTERAKSI KELUARGA DALAM SOSIALISASI NILAI-NILAI BUDAYA PADA ANAK (Studi Komunikasi Keluarga Tentang Sosialisasi Nilai-Nilai Budaya Antara Orang Tua Dengan Anak Dalam Perkawinan Campuran Jawa-Tionghoa Muslim Di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini berjudul Interaksi Keluarga Dalam Sosialisasi Nilai-nilai Budaya Pada Anak (Studi Komunikasi Keluarga Tentang Sosialisasi Nilai-nilai Budaya Antara Orang Tua Dengan Anak Dalam Perkawinan Campuran Jawa Tionghoa Muslim Di Kabupaten Banyumas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi keluarga dalam sosialisasi nilai-nilai budaya pada anak dalam perkawinan campuran Jawa-Tionghoa Muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan berdasarkan karakteristik informan yang telah ditetapkan, terdapat lima pasang keluarga dan enam orang anak yang dijadikan informan dalam penelitian. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber yang digunakan sebagai alat ukur validitas data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa komunikasi keluarga adalah interaksi yang terjadi dalam perkawinan campuran Jawa Tionghoa lebih banyak terjadi di dalam keluarga isteri karena selain tinggal di lingkungan Jawa, keluarga besar dari isteri juga sebagian tinggal di Jawa sehingga lebih akrab dan lebih intens ketemu, selain itu adanya keterikatan emosi antara ibu dan anak. | Tittle of Research is Family Interaction on Socialization Values of culture Child (family communication study about socialization Values of Culture between parent and their children at mix marriage Moslem Javanese Chinese in Banyumas. The purpose of this research is to know family interaction on socialization values of culture on children on mix marriage Moslem Javanese Chinese. This research use descriptive qualitative method. To choose informant this research use purposive sampling technique and based on informant characteristic that decide, there are five couple family and six children as informant on this research. Triangulation that used on this research is source triangulation as measure tool data validity. Based on research result that family communication is interaction that happen on mix marriage Javanese Chinese more happened on wife family because the big family of wife live in Java so they more intense to meet, beside that emotional relations between mother and children. | |
| 10817 | 3743 | F1F007095 | Church Ideological State Apparatus and Its Effects to Proletariat Society Depicted in Frank McCourt's Angela's Ashes | Abstrak Penelitianinibertujuanuntukmenganalisistentang proses bagaimanagerejamenjadisuatuIdeological State Apparatus danefek-efeknyaterhadapkaumproletarseperti yang tergambardalam novel Angela’s Asheskarya Frank McCourt. Penelitianinimenggunakanmetodedeskiptifkualitatifuntukmenganalisistentang proses bagaimanagerejamenjadiIdeological State Apparatusdanefek-efeknyaterhadapmasyarakatproletar. Penelitisninimenggunakanpendekatansosiologi.Sumber data utamaadalah novel Angela’s Ashes yang dianalisismenggunakanteoriIdeological State Apparatusdari Louis Althuser. Theory iniakandidukungdenganteori Marx tentangpembagianmasyarakatdanteori Gramsci tentanghegemoni. GerejasebagaiIdeological State Apparatus danefek-efeknyaterhadapmasyarakatproletarmerupakanfokusdaripenelitianini.kajianinimembicarakantentang proses bagaimanagerejamenjadisuatuIdeological State Apparatusmulaidaridominasinya (di hampirsemuainstitusi-institusi di dalammasyarakatseperti di sekolah-sekolah, di kantorpos, di rumahsakit di Eason Ltd. dan di dalampemerintah), hegemoni yang dilakukanpihakgereja, danlangkah-langkahgerejadalammempertahankandominasinyaterhadapmasyarakatproletardengantujuanuntukmencariumat (pengikut). GerejasebagaiIdeological State Apparatusmemberikanbeberapaefekterhadapkehidupankaumproletar.Hal itumembuatkaumproletarmerasaterdeskriminasi, kehilangankepercayaandiri, bahkanmenciptakankemiskinanabadi di dalamkehidupanmasyarakatproletar. Kata kunci: Angelas Ashes, borjuis, Ideological State Apparatus, proletar. | Abstract The research is aimed to analyze the process of how the Church becomes the Ideological State Apparatus and its effects to proletariat society as depicted in Frank McCourt’s Angela’s Ashes novel.In this research, qualitative descriptive method is applied to analyze the Church Ideological State Apparatus and its effects to proletariat society. The approach of this research is sociological approach. The main data source is Angela’s Ashes novel which is analyzed through Louis Althusser theory namely Ideological State Apparatus. This theory will be supported by Marxist theory about the Separation of Society and also Gramsci theory about Hegemony. The Ideological State Apparatus that was done by the church and its effect to proletariat society are the focus of the research. This research discusses about the process of how the church becomes the Ideological State Apparatus. Begin from its domination (in almost all the institution in the Limerick society such as the School, the post office, the Hospital, the Eason Ltd and also the government), its hegemony, and its steps in sustaining its domination over the proletariat as a means of gaining its follower. The Church Ideological State Apparatus and its hegemony affected the proletariat society life. It discriminates them, loses their confidence feeling and even creates an everlasting poverty for the proletariat. Key words: Angela’s Ashes, bourgeois, Ideological State Apparatus, proletariat. | |
| 10818 | 3764 | F1F007127 | Asperger's Syndrome of Jacob Hunt in Jodi Picoult's House Rules | Penelitian dengan judul Asperger’s Syndrome of Jacob Hunt in Jodi Picoult’s House Rules ini bertujuan untuk mencari dan menjelaskan gejala apa saja yang ada pada Asperger’s Syndrome yang diderita oleh Jacob Hunt dan pengaruh Asperger’s Syndrome tersebut pada kehidupan Jacob dan keluarganya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif yang terfokus pada teks, bukan data statistik. Pendekatan secara psikologi, teori karakter dan karakterisasi, serta Asperger’s Syndrome teori digunakan untuk menganalisis sumber data utama yaitu novel berjudul House Rules. Hasil yang di dapat dari penelitian ini berupa dua kesimpulan yaitu: dalam House Rules, Asperger’s Syndrome yang diderita oleh Jacob Hunt hampir memenuhi semua kriteria dari Szatmari. Jacob tidak mempunyai teman dekat dan cenderung menghindar dari orang lain. Dia juga mempunyai kesulitan dalam memahami perasaan serta menatap mata orang lain dan tidak komunikatif, serta sering mengulang-ulang kata yang sama ketika berbicara. Selain mempengaruhi kehidupan Jacob, Asperger’s Syndrome yang dideritanya juga mempengaruhi kehidupan keluarganya, terutama ibu dan adiknya. Ibunya Jacob, Emma, ditinggal oleh Henry, mantan suaminya yang kini telah menikah lagi dan tinggal dengan keluarga barunya di luar negeri. Emma hidup sebagai orangtua tunggal dengan dua anak, Jacob dan Theo. Selain itu, dia juga dipecat ketika Jacob terkena kasus pembunuhan. Adik Jacob, Theo, juga terkena dampak dari Asperger’s Syndrome yang diderita Jacob. Dia kekurangan kasih sayang seorang ayah, dan hidup seperti apa yang dilakukan Jacob sehari-hari. Theo lebih muda tiga tahun dari Jacob tetapi dia lebih sering berperan sebagai seorang kakak. | The research entitled “Asperger’s Syndrome of Jacob Hunt in Jodi Picoult’s House Rules” is aimed to find out and explain the symptoms of Jacob Hunt’s Asperger’s Syndrome and its influence toward him and his family’s life. The method of this research is qualitative method which primarily concerns on text, not statistical data. Psychological approach, character and characterization, and the theory of Asperger’s Syndrome are used to analyze the novel, House Rules, as the primary data. The result of this research consists of two conclusions: in House Rules, Jacob Hunt’s Asperger Syndrome almost has whole of Szatmari’s diagnostic criteria such as no close friend, avoids other, difficulty sensing feeling of others, avoids looking at others, non-communicative, and repetitive patterns of speech. In addition, the Asperger’s Syndrome of Jacob Hunt also affects his life and people who live around him, especially his mother and his young brother. Jacob’s mother, Emma Hunt is left by Henry. He is her ex-husband who left her and lives with his new family in the other country. Emma must live as a single parent with her children, Jacob and Theo. Besides, she also gets fired when Jacob’s case goes. Jacob’s young brother named Theo also get the influences of his brother’s Asperger’s Syndrome such as lacking his father’s love and doing some things as Jacob in daily routines. He is three years younger than Jacob but he acts like a big brother | |
| 10819 | 3739 | C1A008051 | FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEDIAAN WARGA UNTUK MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY ANALSIS) PENCEMARAN LINGKUNGAN (Studi Kasus pada Daerah Aliran Sungai Ciraja Kecamatan Bantar Kawung Anak Sungai Pamali Hulu Brebes Selatan) | Penelitian ini Berjudul “FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPE NGARUHI KESEDIAAN WARGA UNTUK MEMBAYAR( WILLINGNESS TO PAY ANALYZE)PENCEMARAN LINGKUNGAN (Studi Kasus Pada Daerah Aliran Sungai Ciraja Kecamatan Bantar Kawung Anak Sungai Pamali Hulu Brebes Selatan)”. Permasalahan yang akan dibahas adalah apakah jumlah warga yang bersedia untuk membayar biaya pencemaran di Sungai Ciraja lebih banyak dari pada yang tidak bersedia membayar, berapakah harga yang warga kehendaki untuk membayar biaya pencemaran dan faktor manakah yang signifikan mempengaruhi kesediaan warga untuk membayar biaya pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah jumlah responden yang bersedia membayar biaya pencemaran lebih banyak dari pada yang tidak bersedia membayar, mencari tahu berapakah nilai rata-rata yang warga berikan untuk fungsi lingkungan yang hilang akibat ulah membuang sampah disungai, mencari tahu pengaruh faktor tingkat usia, jumlah tanggungan anak, tingkat pendidikan dan tabungan secara bersama-sama dan individu.Penelitian ini menggunakan metode Contingent Valuation Method (CVM) untuk menganalisis nilai yang warga berikan atas menurunnya fungsi lingkungan yang hilang akibat membuang sampah disungai. Hipotesis penelitian ini yaitu jumlah warga yang bersedia membayar biaya pencemaran lebih sedikit dari pada warga yang tidak bersedia membayar, nilai yang diberikan oleh warga adalah kurang dari Rp.5000,00 dan faktor tingkat tabungan, tingkat usia, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan anak mempengaruhi secara individu dan bersama - sama terhadap kesediaan warga dalam membayar biaya pencemaran. Berdasarkan hasil analisis penelitian diperoleh bahwa jumlah warga yang bersedia membayar biaya pencemaran sebesar 44.32 % sedangkan sisanya tidak bersedia, harga rata – rata yang dikehendaki warga adalah Rp.1.419,8 dan faktor yang mempengaruhi secara individu adalah tingkat usia dan jumlah tanggungan anak sedangkan secara bersama – sama berpengaruh semuanya. Budaya buang sampah disungai Ciraja menyebabkan BOD (Biochemical Oxygen Demand) 26,8 milligram per liter diatas ambang normal 2 milligram perliter dan COD ( Chemical Oxygen Demand) 32,6 hingga 52,1 milligram perliter diatas ambang normal 10 milligram perliter di Sungai Pamali Hulu. Berdasarkan kesimpulan dapat diimplikasikan sebaiknya diadakan sebuah sosialisasi mengenai cara pengelolaan sampah dan juga diharapkan bantuan dari pihak pemerintah daerah dan swasta dalam bekerja sama untuk menjaga kelestarian Sumberdaya Air dan Lingkungan sungai | The entitled of this study is "The Factors Influencing Willingness To Pay (Willingness To Pay Analysis) of Environmental Pollution (Case Study on Watershed at Ciraja District Bantar Kawung, Upper Creeks pamali South Brebes)". The research questions are wheter the number of poeple willingness to pay of pollution in Ciraja River higher than they who are not, how much the price they want to pay and what factors are significantly affecting the willingness to pay for the cost of pollution. The aims of this study are to find out whether the number of respondents who are willing to pay of pollution more than they are not, to find out the average value that citizen give for environmental functions lost due to the act of taking out the trash into the river, to find out the influence of age levels, number of dependent children, education and savings level jointly and partially. The research method is Contingent Valuation Method (CVM) to analyze the value that poeple give for the reduction of environmental functions lost due to the act of taking out the trash into the river. The hypothesis of this study are the number of citizen willingness to pay of pollution less than they who are not, the value provided by citizens is less than Rp.5000, 00 and factors of savings, age, education and number of dependent children level affect partially and jointly on the willingness of poeple to pay for the cost of pollution. Based on the analysis of the research, the number of poeple who are willing to pay the cost of pollution is 44.32% , the average price that citizen desired is Rp.1.419, 8 and the factors that influence partially are age and number of dependent children, while jointly all factors influence. The act of taking out the trash into the Ciraja river cause BOD (Biochemical Oxygen Demand) 26.8 milligrams per liter above the normal threshold of 2 milligrams per liter and COD (Chemical Oxygen Demand) 32.6 to 52.1 milligrams per liter above the normal threshold of 10 milligrams per liter in the Pamali river upstream. The conclusions are there should be a socialization to manage the trash. The government and private sector should work together to preserve water resources and environment. | |
| 10820 | 3749 | H1F007008 | SISTEM PANAS BUMI DAN ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH BUKIT MONTHANIA, PROVINSI SUMATERA SELATAN | Daerah penelitian berada pada Lapangan Panas Bumi Bukit Monthania yang dimiliki oleh PT. Pertamina Geothermal Energy. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik geologi, alterasi permukaan, serta membuat model sistem panas bumi. Litologi daerah penelitian tersusun dari batuan vulkanik berumur Tersier dan Kuarter yang terdiri dari intrusi granit, breksi andesit lava andesit, dan breksi tuf. Pola struktur di daerah penelitian dikontrol oleh rekahan-rekahan yang terbentuk akibat sesar Sumatera. Manifestasi permukaan yang terdapat di daerah penelitian terdiri dari mata air bikarbonat, mata air sulfat, fumarola, tanah beruap, dan kolam lumpur. Berdasarkan karakterisik manifestasi di daerah penelitian, manifestasi dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok Ringke, kelompok Keniningan, dan kelompok Danau Rakihan. Berdasarkan hasil pengamatan petrografi dan X-Ray Diffraction daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga zona ubahan yaitu zona kristobalit±kaolinit±haloisit± smektit dengan temperatur 100-160°C yang berperan sebagai zona penudung. Zona klorit+kuasa+smektit dengan temperatur 140-160°C sebagai zona transisi. Serta zona kuarsa±smektit dengan temperatur 120-160°C sebagai zona penudung. Sistem panas bumi Bukit Monthania merupakan sistem panas bumi temperatur sedang sampai tinggi. Zona batuan penudung berada pada kedalaman ± 285-1200 m. Zona reservoar pada daerah kelompok manifestasi Ringke dan Keniningan berada pada kedalaman ≤1200 m. Temperatur reservoar pada daerah kelompok manifestasi Keniningan dan Ringke berdasarkan data statistik menurut Hochstein dan Sudarman (2008) diinterpretasikan sekitar 210°C. Kata kunci: Bukit Monthania, alterasi hidrotermal, reservoar, panas bumi, manifestasi. | Research area is located in Bukit Monthania Geothermal Field which is belong to PT. Pertamina Geothermal Energy. Research is done for identified characteristic of geology, surface alteration, and to make a geothermal model for research area. Litology of research area consists of Tertiary and Quaternary volcanic rocks which is consists of granit, andesitic breccia, andesitic lava, and tuff breccia. Structure of research area is controled by Sumateran Fault System. Manifestation of research area consists of bicarbonate hot springs, sulfate hot springs, fumarol, steaming ground, and mudpool. There are divided into 3 groups of manifestation, Ringke, Keniningan, and Danau Rakihan. Based on petrographic and X-Ray Diffraction data, lithology in the research area has been altered and consists of three zones, i.e. cristobalite±kaolinite±haloysite± smectite zone which has temperature 100-160°C as the ancient cap rock zone. Chlorite+quartz+clay mineral (smectite) zone shows temperature between 140-160°C as the transition zone. Quartz±clay mineral (smectite) zone which has temperature between 120-160°C as the cap rock. The temperature of geothermal system of Bukit Monthania area is moderate to high. Cap rock zone is at a depth of ±.285-1200 m This zone is located on the lithology andesite and andesite breccia. The Keniningan and Ringke manifestation groups area has reservoir at depths 1200 m. There are located on Andesite Breccia Unit G. Kubupangpangkul. Based on Hochstein and Sudarman (2008), reservoir have a temperature of 210° C. |