Artikelilmiahs
Menampilkan 10.801-10.820 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10801 | 3720 | H1A008026 | FRAKSINASI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG CEMPEDAK (Artocarpus integer Spreng) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Pseudomonas aeruginosa | Cempedak (Artocarpus integer Spreng) digunakan secara tradisional untuk mengobati penyakit malaria, disentri dan penyakit kulit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ekstrak dan fraksi metanol dari kulit batang cempedak yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan menggunakan metode difusi agar serta mengidentifikasi senyawa metabolit sekundernya. Kulit batang cempedak diekstraksi secara maserasi menggunakan metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh diekstraksi dengan n-heksana, dan etil asetat. Ekstrak metanol (EM), fraksi n-heksana ekstrak metanol (FH), fraksi etil asetat ekstrak metanol (FE), dan residu etil asetat ekstrak metanol (FR) diuji aktivitas antibakterinya. Ekstrak atau fraksi ekstrak dengan aktivitas antibakteri tertinggi diuji kandungan senyawa metabolit sekundernya menggunakan KLT. Selanjutnya dilakukan uji bioautografi, KLT Preparatif, dan dilanjutkan dengan identifikasi menggunakan spektroskopi UV- Visible dan FT-IR. Hasil uji menunjukkan bahwa EM bersifat paling aktif dengan nilai diameter zona hambat (DZH) sebesar 3,81 mm dan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) adalah 30 ppm. EM mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, fenolat, dan saponin. Uji bioautografi diduga bahwa Rf 0,525 positif dapat menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeuroginosa. Berdasarkan analisis spektroskopi FT-IR, terdapat gugus-gugus alkena aromatik, karbonil dan C-O eter yang merupakan gugus yang dimiliki oleh kerangka dasar senyawa flavonoid. Gugus alkena aromatik dan C-O eter yang ditunjukkan pada spektrum FT-IR sesuai dengan spektrum UV-Visible, yang menunjukkan adanya transisi elektronik π→ π* dan n→ π* dari keton terkonjugasi. | Cempedak (Artocarpus integer Spreng) used traditionally to treat malaria, dysentery and skin diseases. This research was conducted to know extract and methanol fractions of bark Cempedak which has the highest antibacterial activity Pseudomonas aeruginosa by using agar diffusion method, and to identify the secondary metabolite compounds. Bark of Cempedak was extraced by maceration using methanol. Then the methanol extract was extracted by using n-hexane and ethyl acetate solvents. Antibacterial activity of methanol extract (EM), fraction of n-hexane methanol extract (FH), fraction of ethyl acetate methanol extract (FE), and residue of ethyl acetate methanol extract (FR) were examined. The extract or extract fractions with the highest antibacterial activity was examined their secondary metabolite compounds content using on thin layer chomatography (TLC) plate. Further tests bioautografi, preparative TLC spot, followed by identification using UV-Visible spectroscopy and FT-IR. The result of the test showed that ME, FH, FE, and FR were antibacterial activity for Pseudomonas aeruginosa, and EM was the most active with diameter inhibitory Zone (DIZ) of 3.81 mm and the minimum growth inhibitory concentration (MGIC) is 30 ppm. EM contain flavonoid, alkaloid, phenolic, and saponin compound groups. Bioautografi test suspected that compounds with Rf 0.525 positive can inhibit the growth of bacteria Pseudomonas aeuroginosa. Based on FT-IR spectra analysis, there were groups of alkene aromatic, carbonyl, and C-O ether groups which are spesific groups belonged to frame of flavonoid compound. Groups of alkene aromatic, and C-O ether which was displayed on FT-IR spectra were same as UV-Visible spectrum, it showed presence of π→ π*electronic transition and keton conjugated n→ π* transition. | |
| 10802 | 3722 | H1E008023 | ANALISIS KUAT GESER TANAH DALAM PROSES STABILISASI KAPUR DAN PENGARUHNYA TERHADAP FAKTOR KEAMANAN (Studi Kasus Tanah Longsor di Jalur Ciregol Kec. Tonjong Brebes) | Penelitian kuat geser tanah dalam proses stabilisasi kapur dan pengaruhnya terhadap faktor keamanan tanah longsor telah dilakukan. Daerah penelitian yaitu zona rawan longsor di jalur Ciregol kecamatan Tonjong, Brebes. Metode penelitian meliputi pengujian sampel di Laboratorium. Tiap sampel uji ditambahkan kapur dengan fraksi massa kapur terhadap massa tanah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dan diuji menggunakan alat Uji Geser Langsung (Direct Shear Test). Hasil pengujian berupa nilai kohesi dan Sudut gesek internal yang merupakan parameter kuat geser dari tanah. Nilai sudut gesek internal sampel dengan persentasi kapur 0%, 5%, 10%, 15%, 20% secara berturut turut yaitu 7,510, 17,110, 14,780,33,380, 25,780. Sedangkan nilai kohesinya adalah 2290 N/m2, 4590 N/m2, 570N/m2,570N/m2, 1150 N/m2. Dari nilai sudut gesek internal, kohesi, densitas, modulus Young dan poisson ratio dihitung nilai critical SRF yang merupakan nilai faktor keamanan kritis dari lereng. Nilai critical SRF pada sampel yang terkecil yaitu pada 0% kapur yaitu 0,14 sedangkan untuk nilai Critical SRF tertinggi terletak pada sampel dengan 15% kapur yaitu 0,46. Dari perbandingan nilai Critical SRF sampel murni dan yang ditambahkan kapur terlihat nilai crritical SRF nya lebih tinggi. Hal itu mengindikasikan bahwa lereng lebih stabil. | Research of shear strength of soil in the process of stabilization of lime and its effect on landslide safety factor has been done. Research area that is prone to landslide zone in the Ciregol district of Tonjong, Brebes. Research methods include testing of samples in the laboratory. Each test sample added lime with chalky mass fraction of soil mass of 0%, 5%, 10%, 15% and 20% and tested using Direct Shear test equipment. The test results in the form of the value of cohesion and internal friction angle which is the shear strength parameters of soil. The value of the internal friction angle of the sample with lime percentage of 0%, 5%, 10%, 15%, 20% are continually i.e. 7,510, 17,110, 14,780 .33 .380, 25,780. While the value of kohesinya is 270 N/m2, 5600 N/m2, 570N/m2, 570N/m2, 1150 N/m2. Of the value of the internal friction angle, cohesion, density, Young's modulus and poisson ratio calculated the value of the critical value of SRF is a critical safety factor of slopes. Critical SRF in the smallest sample that is at 0% lime namely 0.14 while for the highest critical SRF is on a sample with 15% lime which is 0.46. From the comparison of the value of critical SRF a sample of pure and added value of lime visible crritical SRF his higher. It indicates that slope more stable. | |
| 10803 | 3723 | E1A008185 | PERAN KEPALA DESA DALAM PENGAWASAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PERANGKAT DESA (Studi di Desa Adipala Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap) | Adanya pemerintahan desa merupakan wujud pelaksanaan asas otonomi sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UUD 1945 ayat (1) dan (2). Realitanya terkadang dalam penyelenggaraan pemerintahan desa terdapat penyalahgunaan tugas dan tanggung jawab oleh perangkat desa. Dalam upaya untuk mencegah penyalahgunaan tugas dan tanggung jawab tersebut, maka kepala desa sebagai pemimpin dalam pemerintahan desa harus melakukan upaya pengawasan terhadap tugas dan tanggung jawab perangkat desa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran dari Kepala Desa Adipala dalam pengawasan tugas dan tanggung jawab perangkat desa dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhinya. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis secara kualitatif. Lokasi penelitian di Kantor Kepala Desa Adipala dan Kantor Setda Kabupaten Cilacap dengan informan meliputi aparat pemerintahan Desa Adipala dan pejabat terkait yang diambil berdasarkan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode uji data menggunakan metode triangulasi sumber. Data yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan simpulan bahwa peran dari Kepala Desa Adipala dalam pengawasan tugas dan tanggung jawab perangkat desa meliputi pengawasan terhadap kegiatan normatif perangkat desa dan terhadap kegiatan empiris perangkat desa. Selain itu penelitian ini juga memperlihatkan faktor-faktor yang mempengaruhi peran kepala desa dalam pengawasan tugas dan tanggung jawab perangkat desa meliputi faktor yang mendukung pelaksanaan pengawasan dan faktor yang menghambat pelaksanaan pengawasan. | The existence of village govermental is a form of accomplishment of autonomy principle as mentioned in chapter 18 UUD 1945 verse (1) and (2). But in the execution of village govermental sometimes emerge misuse of duty and responsibility by village staffs-In efforts of preventing the misuse of those duty and responsibility, then village staffs as a leader in village govermental should do a supervision towards village staffs’ duty. This research is conducted to understand the role of village head of adipala in superviting staffs village’s duty and responsibility and to understand the factors which affect it. In order to accomplish the goal of the research using juridikal sosiology in qualitative way. Location of the research is at office of village head of Adipala and at office of secretary region Cilacap regency with informan including Adipala government officer and related staffs who are picked up with sampling purposive method. The process of collecting data is conducted by inforview, observation and documentation. To test the data the researcher uses source triangulation method. The collected data then processed, prepared and analyzed in qualitative way. The result of this research gives a conclusion that the role of village head of Adipala in supervising duty and responsibility village staffs including supervising toward village staffs normative activity and towards village staffs empirical activity. Besides this research also shows factors which affect village head’s role in supervising duty and responsibility of village staffs including factors which support the execution of supervision and factors which become obstacles of this supervision execution. | |
| 10804 | 3725 | H1A008053 | FORMULASI TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL LADA HITAM (Piper nigrum L.) DENGAN VARIASI KADAR POLIVINILPIROLIDON (PVP) | Lada hitam (Piper nigrum L.) memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan. Lada hitam secara tradisional biasa digunakan dalam bentuk serbuk sehingga sulit digunakan dengan takaran atau dosis yang sesuai. Penelitian ilmiah tentang kandungan senyawa apa saja yang terkandung dalam biji lada hitam belum ada atau belum dipublikasikan. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui telaah fitokimia terhadap biji lada hitam, mengetahui apakah ekstrak etanol lada hitam dapat diformulasikan menjadi tablet effervescent, dan mengetahui pengaruh polivinilpirolidon (PVP) sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet effervescent ekstrak etanol lada hitam. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kadar polivinilpirolidon (PVP). Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah sifat fisik tablet effervescent. Prosedur penelitian mencakup 1) pembuatan ekstrak etanol lada hitam; 2) uji toksisitas; 3) analisis fitokimia (uji flavonoid, uji alkaloid, uji terpenoid, uji fenolat, dan uji saponin); 4) penentuan formula granul effervescent; 5) pembuatan granul effervescent dengan variasi kadar PVP (1%, 3%, dan 5%); 6) pembuatan tablet effervescent; 7) pemeriksaan sifat fisik tablet effervescent. Hasil penelitian uji toksisitas menunjukkan nilai LC50¬ ekstrak etanol lada hitam sebesar 6,118 ppm. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada lada hitam adalah flavonoid, alkaloid, fenolat, dan saponin. Tablet yang dihasilkan merupakan tablet effervescent yang berwarna coklat dengan kekerasan untuk formula 1, 2, dan 3 sebesar 5,6 kg, 5,6 kg, dan 5,8 kg. Tebal tablet rata-rata untuk formula 1, 2, dan 3 sebesar 0,391 cm, 0,393 cm, dan 0,405 cm dengan diameter tablet sebesar 0,8 cm. Bobot tablet rata-rata untuk formula 1, 2, dan 3 sebesar 224,1 mg, 213,25 mg, dan 228,35 mg dengan waktu larut selama 7 menit 28 detik, 5 menit 25 detik, dan 7 menit 31 detik. | Black pepper (Piper nigrum L.) has many benefits to health. Black pepper traditionally used in powder form that is difficult to use with an appropriate doses. Scientific research on what compounds contained in black pepper seeds not exist or have not been published. Therefore, the purpose of this research are to determine the phytochemical study of black pepper, knowing whether the ethanol extract of black pepper can be formulated into effervescent tablets, and determine the effect of polyvinylpyrrolidone (PVP) as a binder for effervescent tablet to its physical properties. The research was carried out experimentally. The independent variable in this research is the level of polyvinylpyrrolidone (PVP). Dependent variable in this research is the physical properties of effervescent tablets. Research procedures include 1) the manufacture of black pepper ethanol extract, 2) toxicity test, 3) analysis of phytochemicals (flavonoids, alkaloids, terpenoids, phenolics and saponins test), 4) the determination of the effervescent granules formula, 5) the manufacture of effervescent granules with variations in levels of PVP (1%, 3%, and 5%), 6) the manufacture of effervescent tablets; 7) the examination of the physical properties of effervescent tablets. The results of toxicity tests showed LC50 values of ethanol extract of black pepper is 6.118 ppm. The content of secondary metabolites in the black pepper are flavonoids, alkaloids, phenolics and saponins. The resulting tablets are brown tablets with violence for formula 1, 2, and 3 are 5.6 kg, 5.6 kg, and 5.8 kg. The average tablet thick for formula 1, 2, and 3 are 0.391 cm, 0.393 cm, and 0.405 cm with diameter by 0.8 cm. The average tablet weight for formula 1, 2, and 3 are 224.1 mg, 213.25 mg and 228.35 mg dissolved with time for 7 minutes 28 seconds, 5 minutes 25 seconds, and 7 minutes 31 seconds. | |
| 10805 | 3726 | C1A008063 | PERMINTAAN DENOMINASI RUPIAH OLEH MASYARAKAT KOTA PURWOKERTO UNTUK KEGIATAN TRANSAKSI DAN PENARIKAN UANG TUNAI MELAUI ATM | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui denominasi Rupiah yang diminta oleh masyarakat Kota Purwokerto untuk kegiatan transaksi dan penarikan uang tunai melalui ATM, serta mengetahui perbedaan antara masyarakat Purwokerto yang pendapatannya skala 1, skala 2, dan skala 3 dalam melakukan permintaan terhadap denominasi Rupiah untuk kegiatan transaksi dan penarikan uang tunai melalui ATM. Teknik statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik nonparametris dengan menggunakan analisis Statistik Deskriptif Frekuensi dan analisis Chi Kuadrat k Sampel. Berdasarkan hasil analisis Statistik Deskriptif Frekuensi diperoleh informasi bahwa : (1) masyarakat Purwokerto cenderung melakukan permintaan terhadap semua denominasi Rupiah (denominasi 100.000, 50.000, 20.000, 10.000, 5.000, 2.000, 1.000, 500, 200, dan 100 Rupiah) untuk tujuan transaksi, (2) masyarakat Purwokerto cenderung melakukan permintaan terhadap semua denominasi Rupiah yang telah disediakan di terminal ATM (denominasi 20.000, 50.000, dan 100.000 Rupiah) saat melakukan penarikan uang tunai melalui ATM, sedangkan hasil analisis Chi Kuadrat k Sampel diperoleh informasi bahwa : (3) terdapat perbedaan antara masyarakat Purwokerto yang pendapatannya skala 1, skala 2, dan skala 3 dalam melakukan permintaan terhadap denominasi Rupiah (denominasi 100.000, 50.000, 20.000, 10.000, 5.000, 2.000, 1.000, 500, 200, dan 100 Rupiah) untuk kegiatan transaksi, (4) terdapat perbedaan antara masyarakat Purwokerto yang pendapatannya skala 1, skala 2, dan skala 3 dalam melakukan permintaan terhadap denominasi Rupiah (denominasi 20.000, 50.000, dan 100.000 Rupiah) saat melakukan penarikan uang tunai melalui ATM. | The purpose of this research is to finding out Rupiah denomination for Purwokerto citizen in daily transaction and cash withdrawal from ATM, and to find out the differences among income scale Purwokerto people from scale 1, scale 2 and scale 3 in demanding rupiah denomination for daily transaction and cash withdrawal through ATM. This research uses nonparametric statistic which use descriptive frequency statistic analysis and Chi Square K Sample. Based on analysis of descriptive frequency statistical is got the information that: (1) Purwokerto people tent to do demanding toward rupiah denomination in every way (denomination 100.000,50.000, 20.000, 10.000, 5.000, 2.000, 1.000, 500, 200, and 100 Rupiah) in order doing transaction,(2) Purwokerto people tent to do demanding all of rupiah denomination which has provided by ATM terminal (denomination 20.000, 50.000, and 100.000 Rupiah) in a way of taking fresh money from ATM, whereas analysis of chi quadrate k sample states the information that: (3)there is a different income scale among Purwokerto people around scale 1, scale 2, and scale 3 in demanded toward rupiah denomination (denomination 20.000, 50.000, and 100.000 Rupiah) in fresh money withdrawal from ATM. | |
| 10806 | 3728 | H1E008019 | PENGARUH PENAMBAHAN SERAT DAUN NANAS TERHADAP KARAKTERISTIK FISIS PANEL BETON | Penelitian mengenai beton dilakukan guna mengetahui manfaat serat daun nanas sebagai agregat ringan dengan menganalisis densitas, porositas dan penyerapan air beton. Panel beton dibuat dengan dua perlakuan yaitu variasi komposisi serat daun nanas dan lamanya waktu pengeringan. Variasi komposisi serat daun nanas dibuat dengan persentase 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% sedangkan variasi lama pengerasan yaitu 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi pada beton dapat mempengaruhi karakteristik fisis beton. Semakin banyak serat yang ditambahkan pada beton, semakin kecil densitas namun memperbesar porositas. Hal ini dikarenakan densitas suatu komposit bergantung pada densitas penyusunnya. Selain itu, variasi lama pengerasan beton juga dapat mempengaruhi karakteristik fisis. Semakin lama waktu pengerasan maka densitasnya semakin kecil sebagai akibat berkurangnya kadar air dalam beton. Berdasarkan analisis densitas, porositas dan penyerapan air dapat disimpulkan bahwa penambahan serat daun nanas pada panel beton terbaik berada pada komposisi serat 15 % dan lama waktu pengerasan 21 hari. Komposisi dan ikatan antara semen, pasir dan serat pada saat 15% terbentuk dengan baik. Densitas, porositas dan penyerapan air yang diperoleh secara berturut-turut adalah 1,51 g/cm3, 34,29% dan 22,30%. Panel beton dengan penambahan serat daun nanas memiliki sifat fisis yang lebih baik dari panel beton biasa karena berdasarkan referensi densitasnya kurang dari 1,8 g/cm3 . | Research of concrete is known the benefits of pineapple leaf fibers as lightweight aggregate by analyzing the density, porosity and water absorption. Concrete made with two treatments i.e. variations pineapple leaf fiber composition and duration of the drying time. Pineapple leaf fiber composition variation is made with a percentage of 5%, 10%, 15%, 20% and 25% whereas hardening old variation of 7 days, 14 days and 21 days. The result showed that variations composition on concrete can affect characteristic fisis concrete. The more fibers are added to the concrete, the smaller the density but increase the porosity. It’s . Old variations of concrete hardening also affect the physical characteristics. The longer the time of hardening the density is getting smaller. Based on the analysis of the density, porosity and water absorption it can be concluded that the optimum conditions of concrete with addition of pineapple leaf fiber is fiber compositions of 15% and hardening time 21 days. The density, porosity and water absorption is obtained respectively was 1.51 g/cm3, 34,29% and 22.30%. Concrete panel with the addition of pineapple leaf fiber have physical properties that is better than regular concrete panels because based on the reference density is less than 1.8 g/cm3. | |
| 10807 | 3730 | C1A008065 | ANALISIS STRUKTUR DAN KINERJA INDUSTRI MOBIL DI INDONESIA PERIODE 2002-2009 | Penelitian ini berjudul “Analisis Struktur dan Kinerja Industri Mobil di Indonesia Periode Tahun 2002-2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi pasar, hambatan masuk, kinerja, serta hubungan antara struktur dan kinerja pada industri mobil di Indonesia tahun 2002-2009. Penelitian merupakan anaslisis data sekunder. Data diperoleh dari Kementrian Perindustrian, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, serta situs-situs internet yang masih relevan. Analisis yang digunakan adalah CR4, Indeks Herfindahl untuk mengetahui tingkat konsentrasi pasar, Minimum Efficiency of Scale (MES) mengukur hambatan masuk, Produkstivitas Tenaga Kerja, Efisiensi Internal (X-Efficiency), dan Price Cost Margin (PCM) untuk mengukur kinerja, serta Korelasi Spearman Rho untuk mengetahui hubungan antara struktur dan Kinerja. Berdasarkan hasil perhitungan CR4 dan Indeks Herfidahl diketahui bahwa tingkat konsentrasi pasar pada industri mobil di Indonesia tergolong tinggi dan bersifat oligopoli. Hambatan masuk ke dalam industri ini juga tergolong tinggi dengan rata-rata nilai MES adalah 33 persen. Kinerja Industri mobil dapat dilihat dari tingkat keuntungan (PCM), nilai Efisiensi Internal (X-Efficiency), dan Nilai Produktivitas Tenaga Kerja. Nilai rata-rata PCM periode 2002-2009 adalah 68 persen. Efisiensi Internal (X-Eff) industri mobil di Indonesia periode 2002-2009 adalah 290 persen. Nilai rata-rata Produktivitas Tenaga Kerja industri mobil di Indonesia periode 2002-2009 adalah Rp. 1.028.190. Berdasarkan hasil analisis korelasi Spearman Rho dapat diketahui bahwa korelasi yang terjadi antara struktur dan kinerja pada industri mobil di Indonesia tidak erat. Hanya korelasi antara Indeks Herfindahl dan Produktivitas Tenaga Kerja yang memiliki hubungan yang erat. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah sebaiknya terus melakukan pengawasan serta dukungan terhadap perkembangan industri mobil di Indonesia, terutama dalam hal penciptaan industri komponen mobil guna lebih mendukung ketersediaan untuk produksi dalam negeri. Selain itu pemerintah juga disarankan untuk lebih potensi-potensi lokal dalam kemampuan menciptakan mobil dengan memberikan insentif terhadap perkembangan industri dalam negeri. | This research entitled "Structure and Performance Analysis of Automobile Manufacturing Industry in Indonesia Period 2002-2009”. This research aims to determine the level of market concentration, barriers to entry, performance, and the relationship between structure and performance of the car industry in Indonesia in 2002-2009. This research using secondary data analysis. Data obtained from the Ministry of Industry, the Central Statistics Agency (BPS) of Indonesia, the Indonesian Automobile Manufacturing Industry Association, as well as Internet sites that are still relevant. The analysis used is CR4 and Herfindahl index to determine the level of market concentration, Minimum Efficiency of Scale (MES) to measure barriers to entry, Labour productivity, Internal Efficiency (X-Eff), and Price Cost Margin (PCM) to measure the industrial performance, and Correlation Spearman Rho to determine the relationship between structure and performance of the autocar indutry. Based on calculations of CR4 and Index Herfidahl result that the level of market concentration in the autocar industry in Indonesia is high and oligopoly. Barriers to entry into the industry is also quite high with an average value of MES autocar is 33 percent. The performance can be seen from the car industry profitability (PCM), the value of Internal Efficiency (X-Eff), and Labour Productivity. The average value of PCM period 2002-2009 is 68 percent. Internal Efficiency (X-Eff) Indonesian car industry in the period 2002-2009 is 290 percent. The average value of the car industry Labour Productivity in Indonesia 2002-2009 period is Rp 1, 028,190. Based on the analysis of Spearman Rho correlations can be seen that correlation exists between the structure and performance of the car industry in Indonesia is not tightly. Only the correlation between the Herfindahl index and Labor Productivity has a close relationship. The implication of this research is that the government should continue to supervise and support the development of the automobile industry in Indonesia, particularly in the creation of the auto component industry in order to better support the availibility for domestic production. Besides, the government also recommended to further local potentials in the ability to create a car by providing incentives to the development of domestic industries. | |
| 10808 | 3735 | F1C007099 | KOMUNIKASI KONSELING ANTARA BIDAN DENGAN PASIEN DALAM PROSES PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TEGAL TIMUR | Skripsi ini berjudul “Komunikasi konseling antara bidan dengan pasien dalam proses pelayanan antenatal care di Pusat Kesehatan Masyarakat Tegal Timur”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi konseling yang dilakukan oleh bidan dengan pasien dalam proses pelayanan antenatal care di Pusat Kesehatan Masyarakat Tegal Timur. Lokasi penelitian di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jalan Flores no 35 Tegal Timur. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang menggambarkan keadaan di lapangan secara deskriptif. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan informan yang terdiri dari tiga bidan dan tiga ibu hamil. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif, yang terdiri dari tiga alur kegiatan secara bersamaan dan saling terkait satu sama lain, yaitu terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data dilakukan melalui tekhnik triangulasi sumber dengan cara membandingkan data dari hasil pengamatan secara langsung pada saat konseling pelayanan antenatal care dilakukan dengan data hasil wawancara dan membandingkan data hasil wawancara dengan data hasil wawancara, data hasil pengamatan dan data dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi interpersonal dalam konseling pelayanan antenatal care melibatkan proses komunikasi timbal balik antara bidan dengan pasien atau ibu hamil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konseling berjalan dengan efektif, karena bidan dapat membina hubungan dengan baik, memberikan informasi dengan jelas dan membuat keputusan atau pemecahan masalah yang dapat dipahami dan diterima oleh pasien, selain itu bidan juga mampu memberikan dukungan, asuhan dan memberikan informasi tentang kondisi pasien dengan baik. Hambatan yang menggangu konseling, yaitu keterbatasan waktu, sehingga bidan tidak sempat untuk melakukan flashback, evaluasi dan mengulang informasi tentang hasil pemeriksaan dan keterbatasan bidan dalam menangani pasien dengan resiko tinggi. Kata kunci : Antenatal Care, Konseling, Komunikasi Interpersonal | This thesis is titled "The communication between the midwife counseling with the patient in the process of antenatal care in the Community Health Center of East Tegal". The purpose of this study was to determine how the communication counseling by midwives with the patient in the process of antenatal care in the Community Health Center of East Tegal. What research in Community Health Centers (PHC) Flores Road No. 35 East Tegal. This study used a qualitative methodology that describes the situation on the ground is descriptive. Sampling technique using purposive sampling with informants consisting of three midwives and three pregnant women. Data analysis method used is interactive analysis, which consists of three flow activities simultaneously and intertwined with each other, which consists of data reduction, data presentation and conclusion. The validity of data is done through triangulation techniques by comparing the data sources from direct observations during antenatal care counseling is done by comparing the data from interviews and data from interviews with the interview data, data observations and data documents. The results showed that interpersonal communication in counseling, antenatal care involves the process of mutual communication between midwives to patients or pregnant women. The conclusion of this study is the counseling is effective, because the midwife can build a good relationship with, provide information clearly and make decisions or solving problems that can be understood and accepted by the patient, other than that midwives are also able to provide support, care and provide information about the condition patients well. Barriers that interfere with the counseling, that limitations of time, so the midwife did not have time to do a flashback, evaluation and repeat information about the results and limitations of midwives in dealing with high-risk patients. Keywords: Antenatal Care, Counseling, Interpersonal Communication | |
| 10809 | 3729 | G1A006147 | A COMPARATIVE STUDY OF ROOT, STEM, AND BASE AT COMPLEX NOUNS OF ENGLISH AND INDONESIAN ARTICLES IN VIVANEWS.COM (A Case Study on “Police List Suspect of Collapsed Bridge Cases” and “Polisi Siap Umumkan Tersangka Jembatan Kukar”) | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui deskripsi dari root, stem, dan base pada kata benda kompleks dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan struktur root, stem, dan base pada kata benda kompleks dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang sesuai dengan aturan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskripsi sebab penelitian ini hanya menggunakan teknik pengumpulan, pengklasifikasian, dan penganalisaan data yang diikuti dengan penarikan kesimpulan berdasarkan analisis data. Karena penelitian ini fokus pada kata benda kompleks, peneliti mengambil kata benda yang kompleks saja. Setelah menyeleksi data, peneliti menemukan 22 kata benda berbahasa Inggris yang kompleks dan 24 kata benda berbahasa Indonesia yang kompleks. Dalam menganalisis data, peneliti mendeskripsikan struktur root, stem, dan base pada kata benda berbahasa Inggris dan Indonesia yang kompleks, dan kemudian menemukan beberapa persamaan. Namun pada kasus ini tidak ditemukan adanya perbedaan. Hasil dari penelitian ini akan memberikan kontribusi pada bidang linguistik. Hasil penelitian ini dapat juga digunakan sebagai materi pendukung dalam mengembangkan kemampuan mahasiswa sastra Inggris ataupun peneliti-peneliti lain dalam istilah morfologi, terutama struktur root, stem, dan base. | This research is conducted to know the description of the root, stem, and base at complex nouns of English and Indonesian words, and to know the similarities and differences of root, stem, and base at complex nouns of English and Indonesian words as well as rules. This research belongs to descriptive qualitative research since it just uses the technique of collecting, classifying, and analyzing the data, followed by drawing conclusion based on the data analysis. Since this research focuses on the complex nouns, the researcher only took complex nouns. After selecting the data, the researcher found 22 English complex nouns and 24 Indonesian complex nouns. In analyzing the data, the researcher describes the root, stem, and base of the English and Indonesian complex nouns, and then found the similarities. However there are no differences in this case. The result of this research would give contribution to linguistic study. It can also be used as a supporting material in developing the ability of English Department students or other researchers in morphological terms, especially root, stem, and base. | |
| 10810 | 3731 | G1B008085 | Efektivitas Penggunaan Bakteri Fermentasi Effective Microorganism-4 (EM-4) terhadap Penurunan Kadar BOD Limbah Cair Industri Tahu | Industri tahu dalam proses produksinya menghasilkan limbah cair yang mempunyai karakteristik mengandung bahan organik tinggi dengan nilai BOD dan COD (Chemical Oxygen Demand ) serta padatan tersuspensi yang tinggi. Apabila dibuang langsung ke perairan, dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu cara adalah menggunakan bakteri fermentasi Effective Microorganisms-4 (EM-4) untuk mengolah limbah cair tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan bakteri fermentasi Effective Microorganisms-4 (EM-4) dalam menurunkan kadar BOD limbah cair industri tahu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah air limbah industri tahu milik Bapak Parsono yang ada di Desa Cikalong Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas mikroorganisme EM-4 dalam menurunkan kadar BOD tertinggi dicapai pada waktu kontak 6 hari dengan dosis EM-4 8 ml yaitu sebesar 56,2%. Kadar BOD terkecil terjadi pada hari ke-12 yaitu sebesar 468,3 mg/L. Namun, angka tersebut belum memenuhi standar baku mutu effluent air limbah sesuai dengan Kepmen LH/No.51/MENLH/10/1995 yaitu sebesar 150 mg/L. Oleh karena itu sebelum melakukan proses pengolahan menggunakan bakteri EM-4 sebaiknya pemilik industri tahu terlebih dahulu melakukan pengolahan pendahuluan seperti pengendapan untuk menurunkan kadar BOD agar tidak terjadi pencemaran perairan. | The industry of tofu in the process of its production produce waste water that has the characteristics of containing high material organic with the BOD and the COD (Chemical Oxygen Demand) and high of solids suspended. When dumped directly into waterways, could pose a negative impact on the health of the environment and public health. One of the ways that can be do is by using bacteria fermentation of Effective Microorganisms-4 (EM-4) to process waste water. The purpose of this research is to find out the effectiveness of the use of bacteria fermentation Effective Microorganisms-4 (EM-4) in lower the levels of BOD waste water the industry of tofu. This research is an experimental research carried out in a laboratory of Fishery and Maritime University of General Soedirman Purwokerto. The sample done with purposive sampling techniques. A sample in this research is waste-water the industry of tofu belonging to Mr.Parsono in village Cikalong, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap. The result showed that the effectiveness of microorganisms EM-4 in lower the highest of level BOD attainable in the time of contact six days with a dose of EM-4 is as much as 8 mls 56,2 %. The smallest BOD levels occurred on the 12th day as much as 468,3 mg/L. However, these figures do not meet the quality standards of raw waste water effluent in accordance with Kepmen LH/No.51/MENLH/10/1995 which amounted to 150 mg/L. Therefore, before processing using bacteria EM-4 tofu industrial owner should advance doing preliminary processing such as sedimentation for lower levels of BOD to prevent water polution. | |
| 10811 | 3733 | E1A008040 | "PERAN ORGANISASI INTERNASIONAL DALAM PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL" (Studi Terhadap Peran PBB dan ASEAN Dalam Penyelesaian Sengketa Perbatasan Thailand Dengan Kamboja Tahun 2008) | Sengketa internasional dapat mempengaruhi kedamaian dan ketertiban internasional, pentingnya pembentukan suatu kerja sama untuk mencegah terjadinya instabilitas dalam hubungan internasional maka dibentuklah organisasi internasional. Pasal 33 Piagam PBB menetapkan bahwa salah satu cara untuk menyelesaikan sengketa internasional adalah melalui Peraturan Regional. | International disputes can affect international peace and order, the importance of forming a partnership to prevent instability in international relations will be established international organizations. Article 33 of the UN Charter provides that one of the ways to resolve international disputes is through the Regional Regulation. | |
| 10812 | 3732 | E1A008046 | “OPTIMALISASI PAJAK REKLAME DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA CIREBON” (Studi Tentang Pelaksanaan Perda Kota Cirebon No. 3 Tahun 2012 Tentang Pajak Daerah) | Pemberian otonomi daerah pada dasarnya bertujuan untuk memberdayakan daerah termasuk juga meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan adanya otonomi daerah, pemerintah daerah diharapkan mampu untuk mengatur dan mengurus rumah tagganya sendiri. Agar daerah dapat mengatur dan mengurus rumah tangga daerahnya dengan baik, maka daerah memerlukan berbagai sumber pembiayaan yang memadai. Berdasarkan Pasal 157 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sumber pendapatan daerah yaitu: Pendapatan Asli Daerah yang selanjutnya disebut PAD yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah; dana perimbangan; dan lain-lain pendapatan yang sah. Pajak daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Pajak daerah merupakan sumber pokok bagi daerah disamping adanya retribusi daerah. Ruang lingkup Pajak Daerah adalah ruang lingkup yang belum diusahakan oleh pemerintah diatasnya. Pajak daerah berdasarkan pihak yang memungutnya ada dua jenis yaitu pajak Provinsi dan pajak Kabupaten/Kota. Sumber Pendapatan Asli Daerah di Kota Cirebon salah satunya berasal dari Pajak reklame. Pemungutan pajak reklame diatur dalam Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 3 Tahun 2012. Hasil pungutan pajak reklame dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 selalu melebihi dari target yang telah ditetapkan. Kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan asli Daerah di Kota Cirebon dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 sebesar 0,9 % sampai dengan 1,1 %. Hal ini menunjukkan bahwa pajak reklame mempunyai peranan yang tergolong kecil dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Cirebon. | Gift of area autonomy basically aim to be is powered of area of is including also improve prosperity of citizenry. With of is existence of area autonomy, local government expected can to arrange and manage its own household. So that area can arrange and manage its area household better, hance area need various source of adequate defrayel. Persuant to section 157 Code/Law Number 32 Year 2004 about governance of area of is source of represent of area consist of: Earnings of Gunuiness Area later on PAD steming from result of area lease, result of area retribution, result of management of properties of dissociated area, and others Earnings of rightful Genuiness Area; counter balance fund; and rightful earnings others. Area lease of earning one of source of earnings of area. Area lease represent the source of fundamental to area beside the existence of area retribution. Lease area scope is scope labored by government of him. Area lease pursuant to side collecting is there is two type that is lease of Provinsi, sub-Province lease and/ town. Source Of Earnings of Genuiness Area in Cirebon town one of them come from adverttsement lease. Advertisement imposition arranged in Cirebon town number 3 year 2012. Result of year advertisement imposition of year 2008 until year 2011 always exceed from goals which is specifying. Lease advertisement contribution to Earnings of Guiness Area in Cirebon town of year 2008 up to year 2011 equal to 0,09 % up to 1,1 %. This matter indicate that advertisement lease have small pertained role in improving Earnings of Genuiness Area in Cirebon town. | |
| 10813 | 3734 | F1E006006 | IMPLEMENTASI KUALITAS PELAYANAN DI PERPUSTAKAAN STAIN PURWOKERTO | Peningkatan kualitas pelayanan pada dekade terakhir semakin banyak mendapat perhatian, layanan perpustakaan merupakan salah satu kegiatan utama diperpustkaan karena kegiatan tersebut berhubungan langsung dengan masyarakat. maka dari itu perpustakaan STAIN Purwokerto semakin meningkatkan kualitas pelayanannya. Saat ini ada permasalahan yang dihadapi, diantaranya terbatasnya buku refrensi, pemanfaatan ruangan yang kurang maksimal serta penempatan buku koleksi yang kadang tidak pada tempatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan yang diterima baik oleh petugas maupun pengguna layanan di Perpustakaan STAIN Purwokerto. Metode penelitan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini memfokuskan pada, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan tampilan. Kualitas yang akan dijelaskan adalah kualitas yang didasarkan pada keinginan pelanggan (Asubonteng: Mc Cleary & Swan, 1996) dimana kualitas dilihat dari segi pengalaman aktual pelangan atas jasa pelayanan (servqual) merupakan suatu metode yang dapat digunakan oleh organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, konsep ini terdiri dari keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, tampilan. Keandalan yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan tepat, terpercaya dan memuaskan. Daya tanggap, yaitu kemampuan membantu pelanggan untuk memberikan jasa pelayanan. Jaminan, mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat ramah. Empati, meliputi kesediaan untuk peduli, memberikan perhatian pribadi kepada pelanggan. Tampilan fisik, meliputi penampilan dan sarana prasarana fisik yang dapat diandalkan untuk menunjang pelayanan. Pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktifitas orang lain secara langsung, ukurannya bukan hanya ditentukan oleh pihak yang melayani tetapi juga ditentukan oleh pihak yang dilayani Kata kunci: Peningkatan, Kualitas, Pelayanan, Perpustakaan | Improved quality of services in the last decade have more attention. Library services is one of the main activities in library because these activities are directly related to the user. Therefore the library of STAIN Purwokerto improved the service quality. Now, there are problems encountered, such as lack of books references, less than the maximum utilization of space and missplaced of the book collections. The purpose of this study was to determine the satisfaction received by both staff and users of the library STAIN Purwokerto. This research used a qualitative descriptive method that is focused, reliability, responsiveness, assurance, empathy, and physical appearance.The quality will be described is quality based on customer desires (Asubonteng; Mc Cleary & swan, 1996) where the quality in terms of experience of actual subscriber for service quality is a method that can be used by organizations to improve the quality of service, this concept consists of reliability, responsiveness, insuranceemphaty, tangibles. Reliability is the ability to deliver the promised services accurately, reliably. Responsiveness, the ability to provide services to help customers or user. Insurance, including knowledge, ability, courtesy, and excellent. Emphaty, including the willingness to care, attention to user. Tangible private to physical, includes an appearance and physical infrastructure to support service reliable. Service is the process of meeting the needs of others through activities directly, its size is not only determined by the parties to serve but also by those who served. Keywords: Improved, Quality, Service, Library, | |
| 10814 | 3736 | E1A007092 | EKSEPSI MENGENAI KOMPETENSI ABSOLUT PERADILAN TATA USAHA NEGARA MENURUT PASAL 77 AYAT 1 UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor: 16/G.TUN/2011/P.TUN.MKS) | ABSTRAK Eksepsi mengenai Kompetensi Absolut Peradilan Tata Usaha Negara menurut pasal 77 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 16/G.TUN/2011/P.TUN.Mks.). Oleh : Bondan Zakaria Bushido E1A007092 Penelitian ini menggunakan dasar bahan hukum dari Putusan PTUN Makasr yakni Putusan No.16/G.TUN/2011/PTUN.Mks. Dalam putusan tersebut, Penggugatnya adalah Syamsudin kilo dk, Tergugatnya adalah kepala kantor pertanahan kota makasar, Tergugat Intervensi : Drs. H. Saenong serta objek gugatan Keputusan Tata Usaha Negara berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor: 20131/Kelurahan Bungaya, Surat Ukur Nomor: 65/2001, tanggal 20 Desember 2011, luas 165 m2, terdaftar atas nama: Drs. Haji SAENONG. Penggugat mengajukan gugatan dengan Alasan gugatan penggugat yaitu prosedur penerbitan Sertifikat Objek Sengketa bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni Pasal 24 ayat (1) PP Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, serta bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik terutama asas kecermatan. Tergugat mengajukan eksepsi bahwa Peradilan Tata Usaha Negara tidak berwenang mengadili sengketa a-quo, yang dipersoalkan oleh Para Penggugat adalah hal-hal yang berkaitan dengan kepemilikan atas tanah, sehingga Tergugat mendalilkan bahwa yang berwenang mengadilinya adalah Peradilan Umum. Penelitian ini membahas pertimbangan hukum Majelis Hakim mengenai eksepsi kompetensi absolut Peradilan Tata Usaha Negara , dalam lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara ketentuan mengenai eksepsi kompetensi absolut Pengadilan dapat dijumpai dalam ketentuan Pasal 77 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Majelis Hakim berpendapat bahwa segketa a quo yang dipersoalkan harus diselesaikan terlebih dahulu di Peradilan umum, sehingga Majelis Hakim menerima eksepsi Tergugat dan gugatan Penggugat dinyatakan tidak diterima. Kata Kunci : Eksepsi , Kompetensi Absolut, Peradilan Tata Usaha Negara | ABSTRACT This research uses law material of PTUN Makasar Verdict No.16/G.TUN/2011/PTUN.Mks. In this verdict, Mr. Syamsudin Kilo dk is the plaintiff, while Makasar Land Office is the defendant, Intervention Defendant: Drs. H. Saenong also suit object is Document of Title (SHM) Number: 20131/Kelurahan Bungaya, Certificate of Tonnage Number: 65/2001, December 20th 2011, 165 m2 wide, registered as: Drs. Haji SAENONG. The plaintiff sues defendant based on improper establishment of Dispute Object Certificate that against the law of Land Registry Article 24 Subsection (1) Government Ordinance Number 24 Year 1997, and also against general principle of good government administration. . The defendant prpoposes exception that civil service arbitration tribunal has no authority in a-quo dispute trial. Defendant point of view is that complain of the property’s right should be tended to general court. This research is getting down to the Judge consideration related to exception on absolute competence Civil Service Arbitration Tribunal, in the clause 77 subsection (1) Law Number 5 year 1986 about Civil Service Arbitration Tribunal. Judges have a notion that a quo dispute must be finished in General Court, so that judges establish defendant exception and reject the sue from plaintiff. | |
| 10815 | 3737 | C1B008047 | ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSET, DEBT RATIO, CURRENT RATIO, SALES GROWTH, CORPORATE TAX, DAN FIRM SIZE TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-20011 | Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSET, DEBT RATIO, CURRENT RATIO, SALES GROWTH, CORPORATE TAX, DAN FIRM SIZE TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2011”. Populasi yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008-2011. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 12 perusahaan. Teknik analisis penelitian menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa return on asset, current ratio dan Debt ratio berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Corporate tax berpengaruh negatif terhadap dividend payout ratio. Sales growth dan firm size tidak berpengaruh terhadap dividend payout. Implikasi dari penelitian ini yaitu sebaiknya penelitian selanjutnya menambah variabel lain yang berpengaruh terhadap dividend payout ratio. | The purpose of this study is to test the effect of return on asset, debt ratio, current ratio, sales growth, corporate tax and firm size on dividend payout ratio of the manufacture firm listed in the Indonesian Stock Exchange. The population were manufacture firm listed at the Indonesian Stock Exchange in 2008-2011 years. Purposive sampling method was used to choose 12 companies. The tool of analysis was multiple regression using SPSS for windows . Findings of the research show that two were positive effect of return on asset and current ratio on dividend payout ratio. Corporate tax was negative effect of dividend payout ratio. Debt ratio, sales growth and firm size haven’t effect on dividend payout ratio. As implication, will be better to add variable has effect on dividend payout ratio in future research. | |
| 10816 | 3738 | E1A007091 | UNSUR INDIVIDUAL KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA, SEBAGAI DASAR AMAR PUTUSAN NIET ONVANKELIJKVERKLAARD (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 03/G.TUN/2007/PTUN.YK.) | Unsur Individual menurut Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tmerupakan salah satu unsur mutlak dari suatu Keputusan Tata Usaha Negara. Bersifat “individual”, artinya Keputusan Tata Usaha Negara itu tidak ditujukan untuk umum.Dalam gugatan ini berisi Amar Putusan yang berisi gugatan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijkverklaard) berarti bukan putusan terhadap pokok sengketa. Penelitian ini menggunakan dasar bahan hukum dari Putusan PTUN yakni Putusan No.03/G.TUN/2007/PTUN.YK. Dalam putusan tersebut, Penggugatnya adalah ahli waris dari orang2 yang dimakamkan di TPU Pedukuhan Ngentak Sapen, Tergugatnya adalah Bupati Sleman, serta objek gugatannya berupa Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor : 410/Kep.KDH/A/2006, tanggal 17 November 2006, tentang penutupan tempat pemakaman umum Padukuhan Ngentak Sapen, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Penggugat mengajukan gugatan dengan alasan karena Penggugat merasa dirugikan oleh keluarnya Surat Keputusan Objek Sengketa, yang berisi penutupan TPU Pedukuhan Ngentak Sapen, Desa Caturtunggal, mengakibatkan Penggugat tidak dapat menziarahi dan memakamkan keluarganya di TPU tersebut. Penelitian ini membahas pertimbangan hukum Hakim mengenai Pertimbangan dalam menentukan unsur individual dalam Surat Keputusan Bupati Sleman tersebut sebagai dasar Amar Putusan” Niet Onvankelijkverklaard “ Majelis Hakim berpendapat bahwa KTUN tidak memenuhi Unsur Individual sehingga dalam amar putusannya Hakim memutus Gugatan Tidak Dapat Diterima ( Niet Onvankelijkverklaard). | According to the law article 1 subsection 9 Statute Number 51 Year 2009, individual factor is an absolute component of Administrative Law Decision. It means that decision in Administrative Law is not generaly purposed. This sue contains of Amar Verdict which is unacceptable sue (Niet Onvankelijkverklaardi) that is not a decision of main dispute. This research uses PTUN Verdict No.03/G.TUN/2007/PTUN.YK as the material. In this verdict, Inheritee of people burried in Pedukuhan Ngentak Sapen Cemetery is the plaintiff, while the Regent of Sleman is the defendant, while the sue object is Decision Certificate of Sleman Regent number: 410/Kep.KDH/A/2006, November 17th 2006, about Padukuhan Ngentak Sapen Cemetery Shutting, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. The plaintiff sues because the ebstablishment of Dispute Object Decision Certificate which contain of Padukuhan Ngentak Sapen Cemetery Shutting will make them not be able to visit and bury their family in this cemetery. This research discuss Judge consideration on determining individual factor in Decision Certificate of Sleman Regent as Amar Verdict ”Niet Onvankelijkverklaard” Judges have a notion that KTUN doesn’t meet Individual Factor criteria so that judges reject the sue (Niet Onvankelijkverklaar) | |
| 10817 | 3740 | C1C008115 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA PEMERIKSA INTERNAL INSPEKTORAT (STUDI PADA PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA) | Penelitian ini merupakan penelitian survey pada pemeriksa internal Inspektorat Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mengambil judul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT PADA PEMERIKSA INTERNAL INSPEKTORAT (STUDI PADA PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh independensi, profesionalisme, obyektivitas, pengalaman dan kompetensi terhadap kualitas audit pada pemeriksa internal Inspektorat Kabupaten Purbalingga. Variabel independen dalam penelitian ini adalah independensi, profesionalisme, obyektivitas, pengalaman dan kompetensi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas audit. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pemeriksa internal Inspektorat Kabupaten Purbalingga. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 23 responden. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh, sehingga seluruh anggota populasi menjadi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi, profesionalisme, obyektivitas, pengalaman dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit pada pemeriksa internal Inspektorat Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa independensi merupakan variabel yang paling dominan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja pemeriksa internal Inspektorat perlu mempertimbangkan faktor independensi, profesionalisme, obyektivitas, pengalaman dan kompetensi. Jika fungsi pengawasan berjalan optimal maka diharapkan dapat mencegah atau bahkan meminimalisir tingkat korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Pada akhirnya akan menciptakan tata kelola keuangan pemerintahan yang baik (Good Government Governance). | This research is a survey research on internal examiners Purbalingga Inspectorate. This study takes the title “FACTORS THAT INFLUENCE AUDIT QUALITY TOWARD INTERNAL EXAMINERS IN INSPECTORATE (STUDY IN PURBALINGGA REGENCY) “. The purpose of this research is to analyze the effect of independence, professionalism, objectivism, experience and competence of audit quality in Inspectorate of Purbalingga Regency. Independent variables in this study were independence, professionalism, objectivism, experience and competence. Dependent variable of this study was audit quality. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The populations in this study were all internal examiners Purbalingga Inspectorate. The number of respondents is taken in this research was 23 respondents. The sample in this study used a sample of saturated, so that all members of the population are being sampled. The result of this research showed that the independence, professionalism, objectivism, experience and competence have a positive and significant impact on audit quality of internal auditor in Inspectorate of Purbalingga Regency. The results also indicate that the variable independence is a dominant variable. The implication of the above conclusion that in an effort to improve the performance of internal audit inspectorate needs to consider the factors of independence, professionalism, objectivism, experience and competence. If the optimal control function is expected to prevent or even minimaze the level of corruption in government. Eventually is expected to create financial government for good governance (Good Government Governance). | |
| 10818 | 3741 | F1C007002 | Analisis Resepsi Tentang Relasi Romantik Beda Agama dalam Film cin(T)a | Penelitian ini berjudul “Analisis Resepsi Tentang Relasi Romantik Beda Agama dalam Film cin(T)a”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resepsi (penerimaan) audiens terhadap relasi romantik beda agama yang terdapat dalam film cin(T)a. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan FGD (Focus Group Discussion), wawancara mendalam, serta analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa relasi romantik beda agama dalam film cin(T)a menggambarkan adanya bentuk toleransi. Resepsi informan terhadap relasi romantik beda agama dalam film cin(T)a cenderung beragam meski tetap ada beberapa persamaan. Hal ini dikarenakan latar belakang informan yang berbeda, seperti pengalaman pacaran beda agama, ajaran agama dari keluarga, serta pemikiran terbuka atau tidaknya mengenai agama. Ada 4 kategorisasi resepsi informan terhadap relasi romantik beda agama dalam film cin(T)a, yaitu relasi romantik beda agama adalah wajar, relasi romantik beda agama menggambarkan toleransi, relasi romantik beda agama tidak sesuai ajaran agama, serta relasi romantik beda agama sulit dijalankan. | This study entitled “Reception Analysis About Interfaith Relationships in cin(T)a The Movie”. The purpose of this study was to determine the audience acceptance of the interfaith romantic relationships contained in cin(T)a the movie. This study uses a qualitative method with reception analysis approach. In establishing the informant, the researcher used purposive sampling technique. As for the technique of data collection is done by using FGD (Focus Group Discussion), depth interviews and qualitative content analysis. The results showed that interfaith romantic relationships in cin(T)a the movie describes a form of tolerance. Informants reception against the interfaith romantic relationships in cin(T)a the movie tends to vary but still there are some similarities. This is due to the informants backgrounds differences, such as interfaith dating experience, religion of the family, as well as an open mind or not about religion. There are 4 categorization of informants receptions against interfaith romantic relationships in cin(T)a the movie, namely interfaith romantic relationships is well-earned, interfaith romantic relationships illustrate tolerance, interfaith romantic relationships do not fit the teachings of religion and interfaith romantic relationships difficult to implement. | |
| 10819 | 3744 | G1A006123 | INDIAN’S BELIEF IN PROPHECY AS REFLECTED IN COMANCHE MOON BY CATHERIN ANDERSON | Penelitian yang berjudul “Kepercayaan orang- rang Indian terhadap Rmalan yang direfleksikan dalam novel yang berjudul Comanche Moon oleh Catherine Anderson” bertujuan untuk meneliti kepercayaan orang Indian terhadap rmalan yang direfleksikan dalam novel yang berjudul Comanche Moon. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganlisis pengaruh ramalan dalam kelangsungan hidup suku Indian. Analisis dilakukan melalui pendekatan sosiologi sastra, teori ras dan teori etnik. Sementar itu, plot adalah merupkan unsur intrinsik dimana akan digunakan untuk mempermudah menganlisis novel. Hasil analisis antara lain, yang pertama adalah suku Indian percaya terhadap ramalan yang diramalakan oleh tetua suku Indian bahwa suatu hari nanti ada seorang wanita kulit putih yang akan menyelamatkan suku Indian dari kepunahan walaupun orang kulit putih adalah musuh mereka, tetapi mereka menghormati ramalan itu dan akan melaksanakan ramalan tersebut. Hasil yang ke dua adalah seorang ketua suku Indian dan seorang wanita kulit putih pergi kebarat mencari tempat yang aman, yang jauh dari konflik dan membangun generasi selanjutnya tanpa membedakan ras dan etnik yang ada dalam diri mereka. | The research this is entitled “Indian’s Belief in Prophecy as Reflected in Comanche Moon by Catherine Anderson” is intended to analyze Indian’s belief in prophecy that is reflected in a novel that is entitled Comanche Moon. The descriptive qualitative method is used to analyze the influence of prophecy in the existence of Indian tribes. The analysis is done by involving sociology of literature approach, and theory race and ethnic. Meanwhile, plot is the intrinsic element that will be applied to ease the process of analyzing the novel. The results of the analysis are there are two prophecies that are found in the novel. First, the Indian’s ancestor said that one day there will a white woman who wants to save the Indian tribe from the extinction. Although the white woman is their enemy they respect the prophecy. Second, the Indian leader and the white woman are going to mention the prophecy to the west to find a safe place that far from the conflict and build the next generation without any differences on race and ethnicity that exist within them. | |
| 10820 | 3745 | G1A005165 | KATE BLACKWELL’S AMBITION IN SIDNEY SHELDON MASTER OF THE GAME | Penelitian yang berjudul Kate Blackwell’s Ambition in Sidney Sheldon Master of the Game bertujuan untuk menganalisis apa saja ambisi yang dimiliki oleh Kate Blackwell dan kecemasan yang dihadapinya dalam meraih ambisi. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis Freud. Ada dua langkah yang di ambil dalam penelitiun. Pertama peneliti menentukan objek yang akan dianalisis dalam novel, kedua adalah mendapatkan unsur-unsur penting dalam novel, dan selanjutnya menganalisis data dengan menghubungkannya dengan teori psikoanalisis dan ambisi, kemudian membuat kesimpulan. Dari hasil penelitian, peneliti menemukan ada 3 ambisi utama Kate Blackwell yaitu menikah dengan david Blackwell, mendapat kekuasaan di Krueger &Brent Ltd, dan mempersiapkan keluarganya untuk menggantikannya di Krueger & Brent Ltd. Dalam mencapai ambisinya membuat kecemasannya muncul ketika dia menemukan hambatan. Meskipun begitu kecemasan tersebut tidak membuatnya jatuh tetapi kecemasannya itu membuatnya lebih hebat. kate memanipulasi, mencurangi orang-orang disekitarnya. Dia juga tidak perduli dengan akibat dari ambisinya ke orang sekitarnya. | The research entitled Kate Blackwell’s Ambition in Sidney Sheldon Master of the Game is aimed to analyze Kate Blackwell’s ambitions and her anxieties in reaching her ambitions. This research used Freud psychoanalysis theory. There were two steps taken in this research. First, the researcher determined the novel which was going to be analyzed, second is obtaining the elements of the novels, and next was analyzing the data by connecting them with the psychoanalysis and ambitions theory. The last step was concluding. From the result analysis, the research finds out that there are 3 main ambitions of Kate Blackwell; Kate marrying David, power from her company, and the last, finding successor. Reaching her ambitions makes her anxiety occurs when she finds difficulties. However those anxieties do not make her down. In addition, those anxieties make her greater. Kate has manipulated people surrounds her by tricking them. Especially she also does not care the effect of reaching her ambitions to other people. |