Artikelilmiahs
Menampilkan 10.701-10.720 dari 50.382 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10701 | 3619 | A1C008049 | KAJIAN FINANSIAL AGROINDUSTRI TEPUNG TAPIOKA PADA CV HARUM BUNGA DI DESA CIPAWON KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA | Purbalingga merupakan kabupaten yang memiliki beberapa agroindustri yang memproduksi tepung tapioka baik dalam skala kecil maupun besar. CV Harum Bunga merupakan salah satu perusahaan menengah yang memproduksi tepung tapioka. Perusahaan hingga saat ini mampu bertahan selama lebih dari 20 tahun dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang memproduksi tepung tapioka di Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti aspek finansial perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi finansial perusahaan pada tahun 2011 dan mengetahui efisiensi usaha pembuatan tepung tapioka pada tahun 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Sasaran penelitian ini adalah CV Harum Bunga selama periode produksi tahun 2011. Metode analisis data yang digunakan yaitu: analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan pendekatan akuntansi, kemudian analisis Cost, Volume, dan Profit yang meliputi analisis Break Even Point (BEP), Margin of Safety (MOS), dan Tingkat Operating Leverage (TOL) serta analisis Revenue Cost Ratio (R/C ratio). Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi finansial perusahaan pada tahun 2011 yaitu, biaya total sebesar Rp27.721.139.044,00 dengan penerimaan total sebesar Rp30.736.510.117,00 dan pendapatan bersih sebesar Rp3.015.371.073,00. TOL sebesar 1,11 kali menunjukan perubahan pada penerimaan total tiap satu persen maka laba akan naik atau turun sebesar 1,11 persen. Nilai BEP sebesar Rp3.262.339.799,00 berarti bahwa perusahaan minimal harus memperoleh penerimaan sebesar BEP agar terhindar dari kerugian dan nilai MOS sebesar Rp27.474.170.318,00 atau 89,38 persen, berarti batas maksimal penurunan jumlah penerimaan total perusahaan agar terhindar dari kerugian adalah sebesar nilai MOS tersebut. Nilai R/C ratio sebesar 1,1 menunjukan bahwa usaha sudah berjalan efisien dan menguntungkan. | Purbalingga a district that has some agro-industry tapioca starch in both small and large scale. CV Harum Bunga is one of the medium-sized companies that manufacture starch. The company is currently able to survive for more than 20 years and able to compete with companies that produce starch in Purbalingga, Based on this phenomenon, researchers interested in studying the financial aspects of the company. This study aimed to assess the financial condition of the company in 2011 and knowing tapioca flour business efficiency in 2011. The research method used was case study method. Objectives of this research is CV Harum Bunga during the production period in 2011. Data analysis methods used were: analysis of cost, revenue, and revenue accounting approach, then the analysis Cost, Volume and Profit analysis covering the Break Even Point (BEP), Margin of Safety (MOS), and the level of Operating Leverage (TOL) and analysis of Revenue Cost Ratio (R/C ratio). The results showed that the company's financial condition in 2011 are, total cost equal to Rp27.721.139.044,00 with total revenue equal to Rp30.736.510.117,00 and net income equal to Rp3.015.371.073,00. 1,11 times of TOL rate, show that changes of total revenues in one percent will makes up or down of profit by 1,11 percent. BEP value of Rp3.262.339.799,00 means that the company must obtain a minimum revenue of BEP in order to avoid losses and MOS values for Rp27.474.170.318,00 or 89,38 percent, means the maximum reduction in number of total company revenue in order to avoid losses amounting to the value of MOS. Rated R/C ratio of 1.1, show that the business is already running efficiently and profitability. | |
| 10702 | 3622 | B1J007103 | Pengaruh Suplementasi Bacillus sp. melalui Perifiton terhadap Gambaran Darah Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) | Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan gizi cukup tinggi dan kebutuhan ikan di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi ikan. Kendala pada budidaya ikan yaitu harga pakan yang tinggi mencapai 60-70% biaya produksi dan penyakit yang disebabkan oleh bakteri maupun virus. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu mencari alternatif pakan alami secara mandiri dan tidak merugikan lingkungan serta memperbaiki imunitas ikan dengan cara memanfaatkan biofilm perifiton yang disuplementasi probiotik. Suplementasi mikroorganisme probiotik diharapkan dapat memperkaya komponen penyusun perifiton, berfungsi sebagai dekomposer, membantu kecernaan pakan melalui aktivitas enzimatiknya dan menstimulasi respon imun antara lain melalui peningkatan jumlah dan aktivitas makrofag ginjal serta meningkatkan darah putih. Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bacillus sp.. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh suplementasi Bacillus sp. dan lama waktu pemberian biofilm perifiton terhadap gambaran darah ikan gurami adalah dengan metode Split Plot Design (SPD). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa total leukosit antara ikan yang suplementasi dan tanpa suplementasi Bacillus sp. tidak pengaruh, sedangkan lama waktu pemberian biofilm perifiton berbeda nyata. Pemberian pakan biofilm perifiton yang disuplementasi Bacillus sp. selama 21 hari mempunyai respon terbaik terhadap kekebalan tubuh ikan gurami. | Fish is a nutritious food which has high demand in Indonesia recently. Therefore, increasing fish production is needed. Fish farming faces constraints due to high feed prices and diseases. Feed requirements are known to reach 60-70% of the cost of production. However, infectious disease caused by bacteria or viruses has significant effect on profit gain for fish farmers. To overcome these, it is necessary to find an alternative of natural food which does not not harm to the environment and improve the immunity of fish by utilizing biofilms that supplemented with beneficial bacteria. Supplementation of beneficial bacteria is expected to enrich the composition of periphyton and function as decomposer and help the digestibility of feed through enzimatic activity and stimulate the immune response e.g. through increasing in the number and activity of kidney macrophages and increasing white blood. Probiotic bacteria used in this study was Bacillus sp.. Experimental design used in this study to determine the effect of supplementation of Bacillus sp. and length of time of administration of the total population of periphyton biofilm blood profile of carp. This research used Split Plot Design (SPD). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Based on the results showed that the total number of leukocytes between supplementation and non supplementation of Bacillus sp. had no significant effect, while the length of periphyton biofilm supplementation has significant effect. Feeding with periphyton biofilm supplemented with Bacillus sp. for 21 days to have the best response to immune carp. | |
| 10703 | 3648 | A1L008177 | PENGARUH PUPUK HAYATI MIKORIZA BERAGENSI Bacillus subtilis B-46 DAN PENGURANGAN DOSIS ANJURAN PUPUK N-P-K TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIK TANAH ULTISOL DAN PRODUKSI KEDELAI DI DESA KALIORI | Kebutuhan kedelai di Indonesia terus meningkat, namun peningkatan kebutuhan tersebut belum diikuti oleh ketersediaan pasokan yang mencukupi. Hal ini juga karena pengaruh banyaknya lahan pertanian subur dialih fungsikan menjadi bangunan. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha peningkatan produksi kedelai melalui berbagi alternatif dan salah satunya adalah upaya perluasan areal budidaya kedelai di lahan marjinal ordo Ultisol Kaliori Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza beragensia Bacillus subtilis B46 dalam mengurangi pemakaian dosis pupuk N-P-K terhadap perbaikan sifat fisik tanah Ultisol dan produksi kedelai. Penelitian dilakukan di lahan Ultisol Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, dan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Juni 2011 sampai dengan Maret 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah variasi dosis pupuk ZA, SP36, KCl dan faktor kedua adalah variasi dosis pupuk hayati Mikoriza beragensi Bacillus subtilis B46 yang terdiri atas 2 taraf yaitu H1= 1 g/tanaman dan H2= 1,5 g/tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F dan untuk membedakan antar perlakuan digunakan uji banding kontras orthogonal taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pemberian pupuk hayati mikoriza beragensia Bacillus subtilis B46 dengan pengurangan dosis pupuk sintetis 50% sampai dengan 80% mampu memperbaiki sifat fisik tanah, 2) pemberian pupuk hayati mikoriza beragensia Bacillus subtilis B46 dengan pengurangan dosis pupuk sintetis 50% memberikan pengaruh yang sama terhadap hasil kedelai dengan pemberian dosis 100 % pupuk sintetis. | Soybean need in Indonesia is keep on increasing, but it doesn’t followed yet by sufficient supply. This situation also due to the effects of a lot of fertile farm land function have been converted to buildings. Therefore the effort must be done to increase soybean yield with alternative attempt to grow soybean in Ultisols and using mycorhiza biofertilizer based on Bacillus subtilis B46 and reduced synthetic fertilizer usage. This research aimed to examine the effect of using mycorhiza biofertilizer based on Bacillus subtilis B46 in reduced N-P-K fertilizer usage towards soil improvement in Ultisol and soybean yield. The research was carried out on Ultisols land at Kaliori Village, Kalibagor district, Banyumas Regency and at Laboratory of Soil Science, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. The research was conducted from June 2011 until March 2012. The experiment design is Randomized Block Design (RBD) which consist of two factors, first factor is fertilizer dosage variation of ZA, SP36, KCl and the second factor is mycorhiza biofertilizer based Bacillus subtilis B46 which consist of two levels, there are H1= 1 g/crop and H2= 1,5 g/crop. The data were analyzed using the F test and to distinguish between treatments used orthogonal contrasts comparative test level 5%. The research results showed that 1) giving of mycorhiza biofertilizer based on Bacillus subtilis B46 with reduced synthetic fertilizer usage 50% to 80% can improve soil physical character. 2) giving of biofertilizer based on Bacillus subtilis B46 with 50% reduced synthetic fertilizer usage give similar influence towards soybean yield with 100% synthetic fertilizer usage. | |
| 10704 | 3620 | A1H008064 | RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI PORTABLE KUALITAS TELUR ASIN MENTAH MENGGUNAKAN SENSOR PHOTODIODA DENGAN PRINSIP KOMPARATOR | Proses produksi telur asin terutama dalam tahapan sortasi perlu ditopang dengan alat yang siap pakai, mudah pengoperasian dan hemat biaya. Alat pemeriksa kualitas telur asin mentah ini menggunakan sensor photodioda yang merupakan komponen elektronika yang nilai tegangannya menurun dengan naiknya intensitas cahaya yang diterima. Tujuan dari penelitian adalah merancang alat pendeteksi portable kualitas telur asin mentah, mengetahui respon sensor photodioda dalam pengukuran telur baik dan telur rusak serta mengetahui tingkat keberhasilan pendeteksi portable ini. Variabel yang digunakan pada penelitian ini meliputi (1) nilai tegangan sensor photodioda terhadap pengukuran telur baik dan telur jelek sehingga didapatkan (2) nilai set point yang menjadi batasan antara telur baik dan telur rusak (3) tingkat keberhasilan alat. Hasil menunjukkan bahwa: (1) Alat pendeteksi telur asin mentah ini menggunakan sensor photodioda dengan mikrokontroler sebagai komparator dan lampu LED dan buzzer sebagai indikator rusak atau tidaknya telur, (2) karakteristik luaran photodioda untuk telur jelek memiliki nilai tegangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai tegangan untuk telur yang baik, (3) alat pendeteksi portable ini memiliki tingkat keberhasilan sebesar 88%. | Salted egg production process especially in the stage of sorting should be matched with a ready made tool , easy operation and cost effective. This quality checker tool raw salted eggs using sensor photodiode. photodiode is an electronic components declined with the rise in the value of voltage according to the intensity of light received. The purpose of the research is to design a portable detector for quality raw salted egg, knowing the photodiode censorship response in both egg and egg measurements are damaged as well as knowing the success rate of this portable detector. Variables used in this research include (1) the value of the voltage sensor to the measurement of photodioda eggs good and bad eggs so obtained (2) the value of the set point the limits between the egg and the egg breaks (3) The success rate of an instrument. The results showed that: (1) Raw salted egg detection tool uses the photodioda sensor with a microcontroller as a comparator and LED lights and buzzer as an indicator broken whether or not certain eggs, (2) the characteristic of the superficial photodiode for ugly egg having value voltage is higher than the value voltage for good egg, the value set point or limitation used is value voltage digital multimeter being converted into value digital mikrokontroler, (3) this portable detector tool has a success rate of 88%. | |
| 10705 | 3623 | A1C008004 | EFISIENSI PEMASARAN BUAH APEL (Kasus Pemasaran Buah Apel di Kusuma Agrowisata Batu, Malang, Jawa Timur) | Kusuma Agrowisata merupakan salah satu supplier buah apel terbesar di Kota Batu. Kota Batu merupakan salah satu daerah sentra produski apel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Saluran pemasaran buah apel di Kusuma Agrowisata Kota Batu, Malang, Jawa Timur, (2) Marjin pemasaran buah apel pada setiap saluran pemasaran, (3) Produsen’s share pada masing-masing saluran pemasaran dan (4) Saluran pemasaran yang paling efisien berdasarkan indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada empat saluran pemasaran di Kusuma Agrowisata, yaitu: (I) Departemen Trading – Konsumen, (II) Departemen Trading – Pedagang Besar - Pedagang Retailer – Konsumen, (III) Departemen Trading - Pedagang Retailer – Konsumen, (IV) Departemen Trading - Pedagang Besar - Pedagang Kecil– Konsumen, (2) Besarnya marjin pemasaran buah apel pada masing-masing saluran yaitu : saluran I sebesar Rp7.500,00 per kg, pada saluran II sebesar Rp19.990,00 per kg saluran III sebesar Rp17.947,00 per kg dan saluran IV sebesar Rp8.833,00 per kg, (3) Produsen’s share pada masing-masing saluran yaitu : saluran I sebesar 40 persen, saluran II sebesar 20 persen, saluran III sebesar 21 persen dan saluran IV sebesar 36 persen dan (4) Saluran pemasaran I merupakan saluran yang paling efisien secara teknis maupun ekonomis, karena memiliki nilai indeks efisiensi teknis terkecil dan indeks efisiensi ekonomis terbesar. | Kusuma Agrowisata is one of the biggest apple suppliers in Batu. Batu city is one of central area of apple produciton. The aims of the research are knowing (1). the marketing channels of apple in Kusuma Agrowisata (2). Marketing marjin in every marketing channels , (3). Produsen’s share ini every marketing channels, and (4) the most efficient marketing channels base on technical efficiency index and economical efficiency index. The research method used was survey method. The result of this research showed that: (1) There are four marketing channels in Kusuma Agrowisata, they are : (I) Trading Department – Consumers, (II) Trading Department – Middleman – Modern Retailer – Consumers, (III) Trading Department – Modern Retailer – Consumers, and (IV) Trading department – Middleman – Small Traders– Consumers, (2) Value of marketing marjin in every channels are: channel I is equal to Rp7.500,00/kg, channel II is equal to Rp19.990,00/kg channel III is equal to Rp17.947,00/kg and channel IV is equal to Rp8.883,00/kg, (3) Value of produsen’s share in every channels are: channel I is equal to 40 persen, channel II is equal to 20 persen, channel III is equal to 21 persen and channel IV is equal to 36 persen and (4) First marketing channels is the most eficien of all because its have the smallest technical efficiency index and the biggest economical efficiency index. | |
| 10706 | 3628 | D1E008057 | PENGARUH PERSENTASE PENAMBAHAN MADU DENGAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA TERHADAP pH DAN UJI ALKOHOL SUSU KAMBING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan madu dan lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap pH dan kerusakan susu melalui uji alkohol susu kambing segar. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 5 Agustus 2012 - 4 Oktober 2012 di Laboratorium Produksi Ternak Perah dan Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Sampel susu yang digunakan diambil dari Peternakan Kambing Perah “Puspa Tiara”, Baturraden, Kabupaten Banyumas dan madu murni diperoleh dari “Istana Lebah Madu”, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Pola Tersarang yang terdiri atas grup dan sub grup. Sebagai grup yaitu R0: susu segar tanpa penambahan madu, R1: susu segar dengan penambahan madu 5%, dan R2: susu segar dengan penambahan madu 10%, dan sub grup yaitu lama penyimpanan susu awal (0), 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, dan 16 jam diulang sebanyak tiga kali. Peubah yang dikur adalah pH dan uji alkohol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji jarak ganda Duncant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pH dengan tanpa penambahan madu, penambahan madu 5%, dan 10% dari lama penyimpanan awal hingga 16 jam adalah 6,922 ± 0,169; 6,832 ± 0,264; dan 6,801 ± 0,221. Analisis variansi menunjukkan, penambahan madu pada susu kambing segar berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, tetapi lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Sedangkan analisa uji alkohol dengan uji square menunjukkan bahwa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) antara penambahan madu dengan lama penyimpanan terhadap tingkat kerusakan susu. Dapat disimpulkan bahwa pemberian madu kurang efektif untuk pengawetan susu ditinjau dari pH dan uji alkohol. | This research was aimed to know the effect of the honey addition and storage time at room temperature on pH and alcohol test of goat milk. It was done from 5th of August until 4th of October 2012 at The Dairy Laboratory, Animal Husbandry Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials were goat milk from “Puspa Tiara” Dairy Goat Ranch, Baturraden, Banyumas Regency and the pure honey from “The Palace of Honey Bees” Batang Regency. The method was an experimental method by using nested classification consisting of groups and sub-groups. As the groups were R0: fresh milk without the addition of honey, R1: fresh milk with the addition of honey 5%, and R2: fresh milk with the addition of honey 10%, and the sub-groups were the storage time, namely 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, and 16 hours were repeated three times. The variables measured were pH and alcohol test. The data obtained were analyzed using analysis of variance, followed by Duncant Multiple Range Test. The results showed that the average pH without the addition of honey, the addition of honey of 5%, and 10% from the beginning storage time to 16 hours were 6,922 ± 0,169; 6,832 ± 0,264; and 6,801 ± 0,221. The analysis of variance showed, there was significant effect (P<0.05) of the addition honey on pH, but there was not significant effect (P>0.05) of storage times. Meanwhile, alcohol test analysis with square test showed that there was not effect (P>0.05) between the addition honey with the long storage on the level of damage milk. It can be concluded that the honey less effective for preservation of milk in terms of pH and alcohol test. | |
| 10707 | 3686 | G1F008016 | EFEK PEMBERIAN LOSARTAN TERHADAP FIBROSIS HATI TIKUS YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCl4) | Fibrosis hati merupakan akumulasi berlebihan protein matriks ekstraselular yang ditandai oleh aktivasi HSC (Hepar Stellate Cell) akibat dari angiostensin II berikatan dengan reseptornya. Salah satu obat yang bisa digunakan sebagai antifibrotik dan memiliki mekanisme kerja blok reseptor angiostensin II yaitu losartan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efek pemberian losartan terhadap kadar eritrosit dan hemoglobin yang dibandingkan dengan kadar bilirubin pada fibrosis hati tikus yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4). Penelitian dilakukan secara eksperimental dalam waktu 6 minggu. Sebanyak 24 ekor tikus dikelompokkan dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K-1) diberi olive oil dengan dosis 0,2ml/100 grBB pada minggu ke-1 dan 0,1ml/100 grBB tikus pada minggu ke-2 sampai minggu ke-6, kelompok kontrol positif (K-2) diberi CCl4 : Olive Oil (1:1) dengan dosis 0,2ml/100 grBB tikus pada minggu ke-1, 0,1ml/100 grBB tikus pada minggu ke-2 sampai minggu ke-3, dan 0,05ml/100 grBB tikus pada minggu ke-4 sampai minggu ke-6, dan kelompok perlakuan (K-3) diberi CCl4 dan losartan dengan dosis 5mg/kgBB tikus tiap hari selama 6 minggu. Pengukuran kadar parameter eritrosit, hemoglobin, dan bilirubin dilakukan pada minggu ke-6 yang dianalisis secara statistik dengan uji one way ANOVA (P≤0,05) untuk melihat perbedaan antara kelompok pada setiap parameter, yang dilanjutkan dengan uji HSD (P≤0,05), dan uji Pearson (P≤0,05) untuk melihat adanya hubungan antara parameter yang diukur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan efek kadar antara kelompok K-1, K-2, dan K-3 pada setiap parameter yang diukur dan tidak ada hubungan antara eritrosit, hemoglobin, dan bilirubin pada fibrosis hati dengan pemberian losartan. | Liver fibrosis is an excessive accumulation of extracellular matrix protein which is marked by the activation of HSC (Hepar Stellate Cell) as a result of angiostensin II binding/chaining with its receptor. Losartan is one of the medicines which can be functioned as anti-fibrotic and has the block mechanism activity of angiostensin II receptor. The purpose of this research is to find out the effectiveness of losartan augmentation toward erythrocyte and hemoglobin value in comparison to bilirubin value in rat liver fibrosis which is induced using tetrachloride carbon (CCl4). The research was conducted using the experimental method for the duration of 6 weeks. 24 rats were split into 3 groups; negative control group (K-1) which is given olive oil with the dosage of 0,2ml/100 grams rat weight on week 1 and 0,1 ml/100 grBB rat on week 2 until week 6, positive control group (K-2) which is given CCl4 : Olive Oil (1:1) with the dosage of 0,2ml/100 grams rat weight on week 1, 0,1ml/100 grams rat weight on week 2 until week 3, and 0,05ml/100 grams rat weight on week 4 until week 6, and treated group (K-3) which is given CCl4 and losartan with the dosage of 5mg/kg rat weight every day for 6 weeks. The measurement on parameter erythrocyte, hemoglobin and bilirubin value was conducted on week 6 which was analyzed statistically using one way ANOVA (P≤0,05) test to see the difference between the groups on any parameter, followed up using HSD (P≤0,05) test and Pearson (P≤0,05) test to see the connection between the parameters measured. The result of the research showed that there were no alterations of value on each K-1, K-2 and K-3 group on each measured parameter and there were no correlations between erythrocyte, hemoglobin and bilirubin on liver fibrosis by giving of losartan. | |
| 10708 | 3598 | G1B008029 | DETERMINAN YANG BERPENGARUH TERHADAP TERJADINYA STRES KERJA DI BAGIAN PRODUKSI PABRIK PLASTIK PT. SETIA KAWAN KALIBOGOR PURWOKERTO | Stres kerja merupakan suatu perasaan tertekan yang dialami tenaga kerja dalam menghadapi pekerjaannya yang berpotensi menghambat pencapaian target. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui determinan yang berpengaruh terhadap terjadinya stres kerja di bagian produksi Pabrik Plastik PT. Setia Kawan Kalibogor Purwokerto. Penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 53 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (uji chi-square dan uji regresi linier sederhana), multivariat (uji regresi linier ganda) dan uji regresi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan yang berpengaruh terhadap terjadinya stres kerja dari analisis bivariat adalah masa kerja (Rhitung=0,287;Rsquare=0,082), beban kerja (Rhitung=0,408;Rsquare=0,166), intensitas suara (Rhitung=0,294;Rsquare= 0,086), hubungan kerja (Rhitung=0,575;Rsquare=0,331), tuntutan dari luar pekerjaan (Rhitung=0,378;Rsquare=0,143) dengan nilai Rhitung > Rtabel (0,270), sedangkan determinan yang tidak berpengaruh terhadap terjadinya stres kerja adalah jenis kelamin (p value=0,677), usia (Rhitung=0,042), gaji (Rhitung=0,144) dan suhu ruang kerja (Rhitung=0,263). Hasil analisis multivariat determinan yang berpengaruh terhadap terjadinya stres kerja adalah hubungan kerja (p value=0,000), beban kerja (p value=0,014) dan suhu ruang kerja (p value=0,032) sebesar 48,4%. Dari hasil uji regresi parsial menunjukkan bahwa hubungan kerja memiliki pengaruh paling kuat terhadap terjadinya stres kerja (r=0,638). Sebagai saran untuk selalu membina hubungan kerja yang baik antar rekan kerja atau dengan atasan. | Workplace stress is a feeling of distress experienced by workforces in facing their work that could potentially hinder the achievement of targets. The purpose of this study was to determine the determinants that affect to the occurrence of workplace stress in the production division of Plastic Factory PT. Setia Kawan Kalibogor Purwokerto. The study was using observational analytic by cross sectional design. The research samples amounted to 53 respondents. Analysis of the data used univariate, bivariate (chi-square test and simple linear regression), multivariate (multiple linear regression) and partial regression test. The result showed that the determinants that influence the working stress from the bivariate analyses were working period (Rcount=0,287;Rsquare= 0,082), workload (Rcount=0,408;Rsquare= 0,166), the intensity of the sound (Rcount=0,294;Rsquare=0,086), employment relationship (Rcount=0,575;Rsquare=0,331), the demands from the outside of work (Rcount=0,378;Rsquare = 0,143) with value Rcount>Rtable, whereas the determinant which had no effect on the occurrence of workplace stress was sex (p value=0,677), age (Rcount=0,042), salary (Rcount=0,144) and workspace temperature (Rcount=0,263). The results of multivariate analysis of the determinants that influence the occurrence of workplace stress were a working relationship (p value=0,000), workload (p value=0,014) and the workspace temperature (p value=0,032) by 48,4%. The result of partial regression showed that the employment relationship had a strong influence on the occurrence of workplace stress (r=0,638). It is suggested to always foster good working relationships between co-workers or seniors. | |
| 10709 | 3624 | G1A007027 | HUBUNGAN KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA MAHASISWA ANGKATAN 2010 JURUSAN KEDOKTERAN FKIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO | Kecerdasan emosional sangat penting dipahami, dimiliki, dan diperhatikan guna mencapai keberhasilan. Komunikasi keluarga diketahui dapat berperan dalam pengembangan kecerdasan emosional individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi keluarga dengan kecerdasan emosional pada mahasiswa Angkatan 2010 Jurusan Kedokteran FKIK Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden sebanyak 104 orang diambil menggunakan metode total sampling serta memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Instrumen untuk mengukur kecerdasan emosi menggunakan Bar-On Emotional Quotient Inventory (EQ-i) : Youth Version. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan antara komunikasi keluarga dengan kecerdasan emosional dengan nilai signifikansi (p=0,000) dan nilai korelasi (r=0,909). Nilai r=0,909 menunjukkan terdapat korelasi yang sangat kuat antara komunikasi keluarga dengan kecerdasan emosional pada mahasiswa Angkatan 2010 Jurusan Kedokteran FKIK Universitas Jenderal Soedirman. Kesimpulan penelitian adalah kecerdasan emosional salah satunya dipengaruhi oleh komunikasi keluarga. Kata kunci: kecerdasan emosional, komunikasi keluarga, mahasiswa kedokteran | Emotional quotient is very important to be understood, had, and cared to have more successful life. The communication in a family is known contribute in development of individual emotional quotient. The purpose of this study was to know the correlation between communication in family with emotional quotient in medical student 2010 grades Medical Department Medical and Health Sciences Faculty at University of Jenderal Soedirman. This study used observational analysis method with cross-sectional approach. There are 104 respondences who was selected by total sampling method and filtered by inclution and exclution criteria. The data was collected by using kuesioner. The instrument for assessing emotional quotient was Bar-On Emotional Quotient Inventory (EQ-i) : Youth Version. The statistical analysis used Spearman correlational test. Result showed there was a relation between communication in a family with emotional quotient with significancy (p=0,000) and correlation (r=0,909). The r value = 0,909 showed there was a very strong correlation between communication in a family with emotional quotient in medical student 2010 grades Medical Department Medical and Health Sciences Faculty at University of Jenderal Soedirman. The conclusion was emotional quotient affected by communication in family, respectively. Keywords: Emotional quotient, communication in a family, medical student | |
| 10710 | 3660 | F1B007067 | PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU (BPPT) KOTA SEMARANG | BadanPelayananPerijinanTerpaduialah suatu organisasi publik yang melaksanakan tugaspelayananperijinan dan juga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat luas. Sehingga diperlukan adanya pelayanan yang baik agar tercipta kepuasan masyarakat agar terlayanisemuakebutuhannya. Untuk dapat mewujudkan hal itu, sangat dibutuhkan budayaorganisasi yang mendukungkinerjapegawai agar dalam melaksanakan tugasnya dengan baik dan optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab fenomena tersebut dengan mengetahui seberapa besar pengaruh budayaorganisasiterhadapkinerjapegawai.Metodepenelitian yang digunakanialahmetodepenelitian survey denganjumlahsampelsebanyak 60 orang pegawaiBadanPelayananPerijinanTerpadu (BPPT) Kota Semarang.Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau untuk mencari hubungan dan menguji hipotesis antara dua variabel serta regresi sederhana untuk menguji atau mengetahui prediksi dan besarnya pengaruh.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai sebesar 0,640 dengan arah positifdansignifikansertamemilikihubungankuat yang artinya budaya organisasi memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja pegawai di BPPT Kota Semarang sehingga menciptakan suasana kerja yang kondusif. Hal ini menunjukan bahwa budaya organisasi memiliki arti penting dalam meningkatkan kinerja pegawai.Pada dasarnya kinerjapegawai sudah tinggi, hanya saja masih perlu perbaikan dan peningkatan. | Integrated Licensing Service Agency is apublic organization which providing license service sas one of the government's effortsin creating the best public service. Thus, citizen’s satisfaction can be created.In order toachieve that satisfaction, organizations culture (as a corporate culture) must support its employee’s performanc ein order to perform their duties properly and optimally .The purpose of this study is to figure out that phenomenon by knowing the influence of organization culture t oemployee’s performance. This research uses themethod of survey research with 60 samples as the employees of the Integrated Licensing Service Agency(BPPT) Semarang the researcher used Kendall Tau. In order to hypothesize the correlation between twovariables and to determine simple regression from the level of correlation or influence. Thus the researcher used that cerrelation method. The results showed that the influence of organizational culture on employee performance significant at 0.640 and positive direction and has astrong relationship which means that organizational culture has a great influence on employee performance in the BPPT city of Semarang creating a conducive working atmosphere. This suggests that organizational culture has a significant importance in improving employee performance. Basically the performance of employees is high, it's just still need improvement and enhancement | |
| 10711 | 3693 | H1A008044 | Optimasi Kondisi Adsorpsi Kolesterol Menggunakan Adsorben Karboksimetil Kitosan (CMCts) | Sintesis CMCts dan aplikasinya untuk adsorpsi kolesterol telah dilakukan. Sintesis CMCts pada penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan kitosan dengan larutan NaOH dan asam monoklororasetat. Tujuan dilakukanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan waktu kontak dan berat adsorben pada suhu 55°C terhadap kemampuan CMCts mengadsorpsi kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CMCts pada suhu sistem 55°C mampu mengadsorpsi kolesterol secara optimal sebesar 7,708 mg/g pada saat perbandingan adsorben dengan kolesterol (1:300) dan waktu kontak 30 menit. | CMCts synthesis and its application for the adsorption of cholesterol has been done. Synthesis CMCts on research conducted by reacting chitosan with NaOH solution and acid monoklororasetat. Purpose of execution of this study is to determine the ratio of contact time and the weight of adsorbent at a temperature of 55°C to adsorb cholesterol CMCts capabilities. The results showed that CMCts on system temperature of 55°C can adsorb cholesterol optimally at 7.708 mg/g at the time of the adsorbent with cholesterol ratio (1:300) and contact time of 30 minutes. | |
| 10712 | 3625 | F1F008053 | ANALYSIS OF THE ASSOCIATIVE MEANINGS IN WRITTEN TEXT OF MR. PRESIDENT SUSILO BAMBANG YUDHOYONO’S SPEECH | Penelitian ini bertujuan untuk membahas jenis makna asosiatif yang terdapat pada teks tertulis pidato presiden Susilo Bambang Yudhoyono, untuk mengetahui fungsi makna asosiatif yang terdapat pada teks tersebut, dan untuk mengetahui bagaimana makna asosiatif berhubungan dengan register teks tertulis. Penelitian ini menganalisis makna asosiatif yang terdapat pada teks tertulis pidato presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Peneliti menganalisis makna asosiatif berdasarkan teori Leech yang mana makna asosiatif dibagi menjadi makna konotatif, makna stilistik, makna afektif, makna refleksi, dan makna kolokatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan peneliti menganalisis data yang termasuk pada makna asosiatif berdasarkan teori Leech dan membuat kesimpulan mengenai hubungan antara makna asosiatif dengan register pada teks tertulis. Hasil penelitian menunjukkan 38 makna asosiatif terdapat pada teks pidato presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian, data tersebut di klasifikasikan pada jenis makna asosiatif (56 data) dan dikategorikan pada kata, prasa, dan kalimat (101 data). Penelitian menjelaskan tentang fungsi dari makna asosiatif dan menjelaskan hubungan antara makna asosiatif dengan register teks melalui variabel register. | The research was aimed to describe the associative meanings that are used in written text of Mr. Susilo Bambang Yudhoyono’s speech, to find out the functions of associative meanings that are used in the written text, and to find out how the associative meaning relates to the register of the written text. The research focused on analyzing associative meaning that existed in written text of Mr. Susilo Bambang Yudhoyono’s speech. The researcher analyzed associative meaning based on Leech’s theory which associative meaning is divided into connotative meaning, stylistic meaning, affective meaning, reflected meaning, and collocative meaning. The research used qualitative research design and the researcher analyzed the data that involved to associative meaning based on Leech’s theory and drew conclusion of the relationship between the associative meaning and the register of the written text. The result showed that 38 associative meanings existed in Mr. Susilo Bambang Yudhoyono’ speech. Then, the data were classified into the types of associative meaning (56 of data) and were categorized into words, phrases, and sentences (101 of data). The research discussed the functions of associative meaning based on Leech’s theory and described the relationship between associative meaning and the register of the written text through register variables. Key Words: Semantics, associative meanin | |
| 10713 | 3574 | H1D007033 | ANALISIS STABILITAS LERENGTERHADAP VARIASI CURAH HUJANDAN KEMIRINGAN LERENG DENGAN METODE SVM (SUPPORT VECTOR MACHINE) PADA TANAH GRANULER | Indonesia merupakan salah satu Negara yang paling rawan terkena bencana longsor. Salah satu upaya menyiapkan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi longsor adalah dengan pembuatan suatu sistem peringatan dini. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis stabilitas lereng dengan permodelan di laboratorium dan metode SVM terhadap pengaruh variasi kemiringan lereng dan variasi curah hujan. Penelitian dilakukan dengan cara membuat simulasi bencana longsor pada tanah granuler di laboratorium, untuk mengetahui kestabilan lereng pada berbagai variasi curah hujan dan variasi sudut kemiringan lereng. Selanjutnya data hasil permodelan di laboratorium dilakukan validasi data menggunakan metode binary classification SVM. Untuk pemetaan vektor masukan pada SVM digunakan kernel Linear, Polinomial dan Gaussian Radial Basis Function (RBF). Dari penelitian ini, unjuk kerja terbaik sebesar 100% dihasilkan oleh kernel Polinomial dengan parameter 2. Hasil analisis data dengan Support Vector Machine (SVM) menunjukkan hasil kejadian longsor atau tidak longsor yang identik dengan hasil pengujian di laboratorium. Dengan model matematis kelongsoran yang telah berhasil dibuat, selanjutnya dapat dilakukan prediksi kelongsoran terhadap variasi yang berbeda pada curah hujan, sudut kemiringan lereng, dan waktu hujan. Kata kunci: bencana longsor, sistem peringatan dini, curah hujan, kemiringan lereng, binary classification SVM. | Indonesia is one of the countries most vulnerable to landslides. One of the efforts prepare the community preparedness in the face of an landslide is the creation of early warning systems. In this research will be performed slope stability analysis with laboratory modeling and SVM methods to the effects of slope variations and variations in rainfall. The research was conducted in a way to simulate landslides on granular soils in the laboratory, to determine the stability of slopes in different rainfall variationsand slope anglevariations. Then the data modeling results in the laboratory, validated using binary classification of SVM. For the mapping of input vectors used in the SVM kernel Linear, Polynomial and Gaussian Radial Basis Function (RBF). From this research, the best performance is 100% generated by a polynomial kernel with parameter 2. The results of data analysis with Support Vector Machine (SVM) shows the results of landslide or unlandslide events are identical to the results of laboratory tests. With the landslides mathematical model that has been successfully created, next can be predicted landslide for different variations in rainfalland the slope angle. Keywords: landslides, early warning systems, rainfall, slope, binary classification of SVM. | |
| 10714 | 3631 | E1A007185 | SENGKETA TATA USAHA NEGARA MENGENAI PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL OLEH BUPATI GUNUNG KIDUL (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NOMOR : 04/G.TUN/2007/PTUN.YK.) | Penelitian ini menggunakan dasar bahan hukum dari Putusan PTUN yakni Putusan No.04/G.TUN/2007/PTUN.YK. Dalam putusan tersebut, Penggugatnya adalah Sudiyarso, Tergugatnya adalah Bupati Gunungkidul, serta objek gugatann berupa Surat Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor : 67/UP/Kep.D/D.4 Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil kepada Saudara Sudiyarso. Penggugat mengajukan gugatan dengan alasan karena merasa diperlakukan tidak adil, dimana dia dijatuhi sanksi oleh Tergugat berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, sedangkan Saudara Supriyatmo dijatuhi sanksi oleh Tergugat berupa Pemberhentian Dengan Hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, padahal keduanya terbukti melakukan kesalahan yang sama yaitu melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. Penelitian ini membahas pertimbangan hukum Hakim mengenai keabsahan surat keputusan objek sengketa. Majelis Hakim berpendapat bahwa surat keputusan objek sengketa tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan terutama dilihat dari aspek prosedur dan substansi, serta tidak bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik terutama asas retroaktif, kepastian hukum, proporsionalitas dan asas persamaan. Pertimbangan hukum Hakim tersebut mendasarkan pada ketentuan Pasal 53 ayat (2) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan atas Undang-Undangn Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. | This study uses the basic legal materials of the decision of the State Administrative Court No. 04/G.TUN/2007/PTUN.YK.. In such verdict, a plaintiff was Sudiyarso, a Defendant was Gunungkidul Regent, and the lawsuit object was Gunungkidul Regenta Decree No. 67/UP/Kep.D/D.4 of dismissal without respect as a Civil Servant on behalf of Sudiyarso. Plaintiffs filed a lawsuit with the reason because he felt unfairly treated, in wich he sanctioned by the Defendant in the form of dismissal without respect as a Civil Servant, while Supriyatmo sanctioned by the Defendant in the form of dismissal with a respect as Civil Servant, where as both are proved of doing the same mistake that is a crime malfeasance or criminal act that has to do with the position. This study discusses a legal reasoning of judge regarding the validity of the decree object of dispute. The judges found that the decree object of dispute doesn’t conflict with the laws and regulations particulary regarding aspect of procedure and substance, and not contrary to the general principles of Good governance, especially the principle of equality. Legal reasoning of judges based on the provision of article 53 subsection (2) Law No 9 of 2004 on amandements of law No 5 of 1986 concerning State Administrative Court. | |
| 10715 | 3630 | E1A007033 | PENERAPAN PENGATURAN MENGENAI PENATAAN DAN PEMBINAAN PASAR TRADISIONAL, PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN DI KABUPATEN PURBALINGGA | Kabupaten Purbalingga memberlakukan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar Desa sebagai dasar hokum dalam pengaturan pengenai pasar tradisional, dan pasar modern. Namun, Peraturan Daerah tersebut tidak menjadikan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, dan Peraturan Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Republik Indonesia Nomor 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern sebagai dasar dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pengaturan mengenai penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern di Kabupaten Purbalingga. Kegunaan Penelitian Diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu hukum, khususnya di bidang Hukum Administrasi Negara mengenai penerapan peraturan perundang-undangan mengenai pasar tradisional, dan pasar modern oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga, selain itu sebagai masukan agar Kabupaten tersebut menerapkan peraturan perundang-undangan sesuai dengan seharusnya. Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Preskriptif, Bahan hukum dalam penelitian ini yaitu metode dokumenter dan studi kepustakaan. Metode penyajian bahan hukum yang digunakan adalah metode display, Bahan hukum disajikan dalam bentuk Teks Naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis peraturan perundang-undangan, maka dapat diketahui bahwa : 1. Penerapan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar Desa tidak menjadikan Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern dan Peraturan Menteri Perdagangan dan Koperasi No. 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern sebagai dasar hukum pembentukan Perda. 2. Ditemukan hambatan normatif dalam penerapan pengaturan mengenai penataan dan pembinaan pasat tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern. | Purbalingga conducts the regulation of Purbalingga Regency No. 02 of 2012 about management traditional market as a basic of law on traditional and modern market. However that regulation doesn’t make into the regulation of Indonesian President No. 112 of 2007 about structuring and managing traditional market, shopping centre and modern market and the regulation of Indonesian Industrial, trade and cooperative ministry No. 33/M-DAG/PER/12/2008 about orientation of Indonesian structuring and managing of traditional market, shopping centre, and modern market as a basic in their application. This research aims to know the application regulation of structuring and managing traditional market, shopping centre and modern market in Purbalingga regency. The usefull of research is hope, it can give function for development of law knowledge, especially in state administration of law, about the application regulation of law in traditional market, modern shopping by Purbalingga’s government beside as an input so that this regency applies the regulation of law properly. The approaching method uses in this research is yuridis normative. The research specification in this research is documenter method and literature study, the substance law is presented in narrative text form based on research and law regulation analysis, can be known, that: 1. application of region regulation No. 2 of 2010 about management traditional market doesn’t make into President Regulation No. 112 of 2007 about structuring and managing traditional market, shopping centre, amd modern market and regulation of trade and cooperative ministry No. 53/M-DAG/PER/12/2008 about orientation of structuring and managing traditional market, shopping centre and modern shopping as the basic law of the Regulation of Purbalingga regency establishment. 2. Is this founded the normative obstruction in application of regulation about structuring and managing traditional market, shopping centre and modern market. | |
| 10716 | 3632 | G1A005205 | Depressi Sebagai Penyebab Frankenstein Melakukan Balas Dendan Dalam Novel “Frankenstein”Karya Mary Shelley | Penelitian yang berjudul “Depression as the cause Frankenstein’ Revenge in Mary Shelley Frankenstein” bertujuan untuk menganalisis kasus depresi yang dialami oleh Frankenstein, dengan penyebab dan efeknya pada novel berjudul Frankenstein karangan Mary Shelley. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data yaitu novel pertama Mary Shelley yang berjudul Frankenstein. Data utama dari penelitian ini yang berupa novel akan dianalisis melalui formulasi teori piramida kebutuhan dasar manusia dari Abraham Maslow. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam menganalisis dan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini. Pertama adalah menentukan obyek yang akan dianalisis yakni novel Frankenstein. Langkah kedua adalah mengkaji unsur-unsur intrinsik novel, seperti dialog, narasi dan juga karakter-karakternya sebagai unsur intrinsik yang paling dominan di dalam novel. Langkah ketiga menganalisis data dengan menghubungkannya dengan teori piramida kebutuhan dasar manusia dari Abraham Maslow melalui unsur-unsur intrinsik yang ada di dalam novel. Setelah mendapatkan hasil akhir dari analisis maka langkah terakhir yaitu menyusun kesimpulan. Dari hasil analisis, didapat kesimpulan beberapa penyebab balas dendam yang dilakukan Frankenstein, diantaranya; ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan depresi. Dikarenakan hal tersebut, Frankenstein kemudian hidup seperti orang yang tidak punya jiwa yang pada akhirnya menuntunya untuk melakukan aksi balas dendam seperti membunuh orang – orang terdekat Victor dan memfitnah orang lain atas perbuatannya . Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah media untuk menambah pemahaman tentang novel sebagai sebuah bentuk karya sastra. Penggunaan teori piramida kebutuhan dasar manusia dalam penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan tambahan untuk kemudian dapat diterapkan di obyek yang lebih luas. | The research entitled “Depression as the cause Frankenstein’ Revenge in Mary Shelley Frankenstein is aimed to analyze the depression case that happens to Frankenstein with the causes and impacts in the novel of Frankenstein by Mary Shelley. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data; the first novel by Mary Shelley with the title Frankenstein is analyzed through the framework of Abraham Maslow’s Hierarchy of Needs. There are steps done in extracting and analyzing the novel as the answer of the research question. The first is determining the novel which is going to be analyzed, second is obtaining the intrinsic elements of the novels, such the dialogue, narration and also the characters as the most dominant intrinsic elements in the novel. The third is analyzing the data by connecting them with the hierarchy of needs by Abraham Maslow through the intrinsic elements from the novel and the last step is writing conclusion. From the research, several causes such as Frankenstein’ Lack of basic human needs and depression are found as the causes of Frankenstein’ revenge. At the end, Frankenstein plans to overcome his depressed episodes; he commits to revenge such as killing Victor’ beloved people and slandering another person about his crimes. The results of the research are expected to enrich the comprehension of Novels as one of literary works. Hierarchy of needs theory applied in this research is also expected to be useful as an additional resource for other research and to be applied in other objects. | |
| 10717 | 3633 | H1A007013 | PENURUNAN NILAI BOD, COD DAN TSS LIMBAH CAIR TEKSTIL DENGAN PENYARINGAN BERTINGKAT | Penyaringan bertingkat merupakan metode sederhana yang digunakan untuk menghilangkan zat pengotor pada air dengan beberapa kali penyaringan. Pada penelitian ini alat penyaring bertingkat dibuat dari dua buah bak sebagai bak penyaring I dan II dengan komposisi bahan yang berbeda. Air hasil dari penyaringan diuji nilai BOD, COD dan TSS, dan dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Nilai BOD dari penyaringan I sampai IV berturut-turut sebesar 46,98 mg/L, 33,56 mg/L, 26,85 mg/L dan 20,13 mg/L. Nilai COD sebesar 58 mg/L, 42 mg/L, 30 mg/L dan 24 mg/L. Nilai TSS sebesar 18 mg/L, 14 mg/L, 10,5 mg/L dan 7,5 mg/L. Nilai BOD, COD dan TSS limbah cair tekstil hasil penyaringan I sebenarnya sudah diperbolehkan dibuang ke lingkungan, akan tetapi untuk menguji efektifitas penyaringan bertingkat dilakukan uji BNT. Berdasarkan hasil dari uji BNT, BOD dan COD lebih efektif dilakukan dua kali penyaringan, sedangkan TSS lebih efekif dilakukan satu kali penyaringan. | Multiple filtration is a simple method used to dissapear the pollutant in the water by making some filtrations. In this research, multiple filter tool are made by two pieces of place as a first and second filter place with different materials composition. Filtrate are tested of BOD, COD and TSS values, and also least significant difference value. BOD value from first until fourth filtration was 46.98 mg/L, 33.56 mg/L, 26.85 mg/L and 20.13 mg/L respectively. COD value was 58 mg/L, 42 mg/L, 30 mg/L and 24 mg/L. TSS value was 18 mg/L, 14 mg/L, 10.5 mg/L and 7.5 mg/L. From the result of the first filtration, we can actually waste BOD, COD and TSS textile wastewater value directly into our environtment, but we have to make significant difference test in order to examine the effectiveness of multiple filtration. Based on the result from significant difference test, it will be more effective for BOD and COD in twice filtration, whereas for TSS in once filtration. | |
| 10718 | 3634 | F1G008027 | GAMBARAN KEBUDAYAAN DALAM NOVEL JATISAB KARYA RAMAYDA AKMAL | Karya sastra merupakan sutu karya seni yang terlahir dari kreativitas sastrawan. Seni merupakan sekspresi nilai-nilai kemanusiaan normatif. Di dalam karya sastra terdapat cerita uang bersangkutan dengan pengetahuan, hiburan, adat istiadat, serta sosial budaya. Salah satu dari karya sastra tersebut adalah novel. Tujuan penelitian kebudayaan ini yaitu untuk mengetahui unsur-unsur budaya yang terdapat di dalam novel Jatisaba karya Ramayda Akmal. Hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori antropologi sastra, terdapat tujuh unsur kebudayaan yang muncul pada novel Jatisaba karya Ramayda Akmal yang meliputi peralatan kehidupan manusia, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa (dan sastra), kesenian dengan berbagai jenisnya, sistem pengetahuan dan sistem religi. Pada novel Jatisaba unsur kebudayaan didominasi oleh perwujudan kesenian dengan berbagai jenisnya, yaitu: 1) Kesenian Ebeg, 2) tradisi Obong Bata, 3) dan tradisi Cowongan. | Literary work is a performance art that was born from the creativity of writers. Art is humanity sekspresi normative values. In the literature there is a story of money concerned with knowledge, entertainment, customs, and social culture. Of one of the main literary work was novel. Cultural research goal is to determine cultural elements contained in the novel Jatisaba by Ramayda Akmal. Based on the researcher uses literature antrophology approach, the researcher found seven cultural elements in Jatisaba novel by Ramayda Akmal. There are human's life utility, occupation, social system, languange and literature system, arts with its genre, knowledge, and religion system. The form of arts dominate the cultural elements of Jatisaba novel. There are Ebeg, Obong Bata tradition, and Cowongan tradition. | |
| 10719 | 3635 | E1A007190 | EFEKTIVITAS PEMBINAAN TERHADAP WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN MASA PIDANA PENJARA PENDEK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB KABUPATEN CILACAP | Skripsi ini berjudul "Efektivitas Pembinaan Terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan Masa Pidana Penjara Pendek di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Cilacap". Skripsi ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan serta penggunaan pidana penjara jangka pendek dalam sistem pemidanaan dan kemudian mengetengahkan alternatif pemikiran sehubungan dengan eksistensi pidana penjara jangka pendek dalam pembaharuan hukum pidana. Hal ini didasarkan oleh pengalaman empiris yang tampaknya untuk menunjukkan pembinaan untuk tahanan hukuman jangka pendek atau narapidana tidak efektif. pidana penjara jangka pendek adalah hukuman yang diberikan kepada seseorang atas tindak pidana yang dia lakukan, dengan hukuman di bawah 1 (satu) tahun (kurang dan atau sama dengan satu tahun). Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dirumuskan bahwa ada 2 masalah dalam hal ini,masalah tersebut adalah: bagaimana pelaksanaan pembinaan untuk narapidana pidana penjara jangka pendek agar dapat mencapai tujuan pemidanaan serta menganalisa faktor apa saja yang menghambat pelaksanaan pembinaan untuk narapidana masa pidana penjara jangka pendek. Analisis ini dirumuskan dari penelitian dengan menggunakan pendekatan sosiologis-yuridis. Data yang diambil adalah data primer yang berasal dari sumber daya petugas penjara dan narapidana (napi) dengan pidana penjara jangka pendek. Selain data primer, terdapat data sekunder yang digunakan. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teori hukum pidana dan pemidanaan. Pembinaan untuk narapidana masa pidana penjara jangka pendek yang didasarkan pada peraturan pemerintah No 31 tahun 1999 tentang pembinaan dan membimbing narapidana penjara sebagai pola pelatihan umum ternyata tidak efektif sebagai tujuan pelatihan narapidana. Hal ini mengingat waktu hukuman singkat sehingga program pembinaan tidak bisa mendapatkan banyak keuntungan. Di sisi lain, hal itu menyebabkan implikasi negatif bagi narapidana dalam bentuk keterasingan dan stigma. Berdasarkan hal itu, dapat disarankan hal beberapa sebagai berikut. Pertama, untuk mendukung keberhasilan pembinaan bagi narapidana pidana penjara jangka pendek dalam penjara membutuhkan pengaturan khusus, metode pelatihan dan proses interaksi dengan masyarakat. Kedua, perlu menelaah kembali penggunaan hukuman penjara jangka pendek sebagai hukuman dengan mempertimbangkan implikasi negatif terutama bagi pelaku. Jika tidak ada kebutuhan untuk memberikan hukuman jangka pendek, penulis menyarankan penggunaan pidana denda. Ketiga, peran masyarakat dalam pembinaan pemasyarakatan narapidana dengan hukuman pidana penjara jangka pendek, lebih ditekankan untuk memaksimalkan proses pelatihan dalam mencapai tujuan hukuman. Keempat, membangun penjara khusus untuk narapidana hukuman penjara jangka pendek, sehingga dalam penempatan antara narapidana hukuman jangka pendek dan narapidana dengan hukuman lebih dari satu tahun dapat dipisahkan. Kelima, kebutuhan peraturan dan hukum yang mengatur pola pelatihan bagi narapidana hukuman jangka pendek sehingga petugas dapat lebih efektif dalam melakukan pelatihan. Kata kunci: efektivitas, pembinaan, narapidana, jangka pendek. | This thesis entitled "Development Effectiveness On Prisoner Short Periode Of Criminal Prison in Prison District Class IIB Cilacap ", this paper is intended to gain an overview of the implementation and the use of short-term imprisonment in the system and then presents the alternative punishment of thought with respect to the existence of long imprisonment short in criminal law reform. This is based by the empirical experience which seems to show the training for short term punishment prisoner or inmate not effective. Short term punishment is a punishment which is given to a person for a what he did, which receives judge or court sentence with punishment under 1 (one) year (less and or equal to a year). Based on the things mentioned above, so it is formulated that there are 2 problems in the these, they are : how do the training for short term punishment inmate achieve the aim of punishment and what factors obstruct the training application for short term punishment inmate. The analysis is formulated by first, making research by using the sosiological-yuridical approach. The data taken is primary data which comes from resources of penitentiary officers and inmate (prisoner) with short term punishment. Beside primary data, the secondary data is used. The data collected are analyzed by criminal law theory and criminology. The training for short term punishment inmate which based on government regulation No. 31 in 1999 about the training and guiding of penitentiary inmate as a general training pattern turns out to be ineffective the aim of inmate training. This is considering the short punishment time so that the training program can not get many advantages. On the other side, it causes negative implications for the inmate in the form of alienation and stigmatisasion. Based on it, it can be suggested few thing as follows. First, to support the success of the training for the short term punishment inmate in penitentiary needs a special arrangement, training method and interaction process with the society. Second, it needs to be reanalyze the use of short term jail punishment as a punishment by considering the negative implication especially for the does. If there is no need to give short term punishment, the writer suggests the use of conditional punishment and social work punishment. Third, the role of society in penitentiary inmate training with short term punishment, is more emphasized to maximize training process in achieving punishment aim. Fourth, build a penitentiary specialized for short term punishment penitentiary inmate, so that in the placement between the short term punishment inmate and the inmate with punishment more than a year can be separated. Fifth, the needs of regulation and law which organize the training pattern for the short term punishment inmate so that the officer can be more effective in conducting the training. Key words : effectiveness, development, inmate, short term. | |
| 10720 | 3636 | E1A008062 | PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH HAK MILIK DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUMAS | Di masa sekarang ini, tanah memiliki banyak fungsi. Bisa dilihat dari segi sosial dan ekonomi. Dalam segi ekonomi, tanah sebagai benda tak bergerak yang bisa diperjualbelikan dan juga bisa digunakan sebagai barang jaminan. Jaminan yang paling sering digunakan adalah jaminan kebendaan, untuk tanah atau tanah dan bangunan dapat diikat dengan Hak Tanggungan. Berdasarkan ketentuan Pasal 13 ayat (1) Undang Undang Hak Tanggungan, pemberian Hak Tanggungan wajib didaftarkan pada kantor pertanahan. Pendaftaran Hak Tanggungan juga merupakan syarat mutlak untuk lahirnya dan mengikatnya Hak Tanggungan kepada pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Pendaftaran Hak Tanggungan Atas Tanah Hak Milik Di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatife, dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan. Sedangkan spesifikasi penelitiannya menggunakan deskriptif, dengan sumber data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer. Metode penyajian data dalam penyusunan penelitian ini disajikan dalam bentuk teks naratif, dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pelaksanaan Pendaftaran Hak Tanggungan Atas Tanah Hak Milik Di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. | Nowadays, land having many functions.Can be seen in terms of social and economic. In economic terms, land as immovable property that can be traded and can also be used as collateral. In an activity assurance most frequently used is hylic security, to soil or land and building can be strapped with a dependents. Under the provisions of article 13 subsection ( 1 ), the act of dependents granting a right shall be registered on land office. Registration of rights is a requirement for dependents also absolute right of birth and yoke them to third parties. This study aims to see how the yoke registration of rights on land property in land office banyumas district. Research methods used in this research is normatife, juridical by using the method approach legislations. The specification research using descriptive, with data resources used data of primary and secondary data. A method of presentation of data in drafting this research, presented in the form of narrative text and analysis of data qualitative done. The result showed that the registration of rights on land dependents property in land office banyumas district is in line with regulations. |