Home
Login.
Artikelilmiahs
3720
Update
USMAN ALKHOIBAWI
NIM
Judul Artikel
FRAKSINASI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG CEMPEDAK (Artocarpus integer Spreng) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Pseudomonas aeruginosa
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cempedak (Artocarpus integer Spreng) digunakan secara tradisional untuk mengobati penyakit malaria, disentri dan penyakit kulit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ekstrak dan fraksi metanol dari kulit batang cempedak yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan menggunakan metode difusi agar serta mengidentifikasi senyawa metabolit sekundernya. Kulit batang cempedak diekstraksi secara maserasi menggunakan metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh diekstraksi dengan n-heksana, dan etil asetat. Ekstrak metanol (EM), fraksi n-heksana ekstrak metanol (FH), fraksi etil asetat ekstrak metanol (FE), dan residu etil asetat ekstrak metanol (FR) diuji aktivitas antibakterinya. Ekstrak atau fraksi ekstrak dengan aktivitas antibakteri tertinggi diuji kandungan senyawa metabolit sekundernya menggunakan KLT. Selanjutnya dilakukan uji bioautografi, KLT Preparatif, dan dilanjutkan dengan identifikasi menggunakan spektroskopi UV- Visible dan FT-IR. Hasil uji menunjukkan bahwa EM bersifat paling aktif dengan nilai diameter zona hambat (DZH) sebesar 3,81 mm dan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) adalah 30 ppm. EM mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, fenolat, dan saponin. Uji bioautografi diduga bahwa Rf 0,525 positif dapat menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeuroginosa. Berdasarkan analisis spektroskopi FT-IR, terdapat gugus-gugus alkena aromatik, karbonil dan C-O eter yang merupakan gugus yang dimiliki oleh kerangka dasar senyawa flavonoid. Gugus alkena aromatik dan C-O eter yang ditunjukkan pada spektrum FT-IR sesuai dengan spektrum UV-Visible, yang menunjukkan adanya transisi elektronik π→ π* dan n→ π* dari keton terkonjugasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cempedak (Artocarpus integer Spreng) used traditionally to treat malaria, dysentery and skin diseases. This research was conducted to know extract and methanol fractions of bark Cempedak which has the highest antibacterial activity Pseudomonas aeruginosa by using agar diffusion method, and to identify the secondary metabolite compounds. Bark of Cempedak was extraced by maceration using methanol. Then the methanol extract was extracted by using n-hexane and ethyl acetate solvents. Antibacterial activity of methanol extract (EM), fraction of n-hexane methanol extract (FH), fraction of ethyl acetate methanol extract (FE), and residue of ethyl acetate methanol extract (FR) were examined. The extract or extract fractions with the highest antibacterial activity was examined their secondary metabolite compounds content using on thin layer chomatography (TLC) plate. Further tests bioautografi, preparative TLC spot, followed by identification using UV-Visible spectroscopy and FT-IR. The result of the test showed that ME, FH, FE, and FR were antibacterial activity for Pseudomonas aeruginosa, and EM was the most active with diameter inhibitory Zone (DIZ) of 3.81 mm and the minimum growth inhibitory concentration (MGIC) is 30 ppm. EM contain flavonoid, alkaloid, phenolic, and saponin compound groups. Bioautografi test suspected that compounds with Rf 0.525 positive can inhibit the growth of bacteria Pseudomonas aeuroginosa. Based on FT-IR spectra analysis, there were groups of alkene aromatic, carbonyl, and C-O ether groups which are spesific groups belonged to frame of flavonoid compound. Groups of alkene aromatic, and C-O ether which was displayed on FT-IR spectra were same as UV-Visible spectrum, it showed presence of π→ π*electronic transition and keton conjugated n→ π* transition.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save