Artikelilmiahs

Menampilkan 10.821-10.840 dari 48.977 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
108213748F1C007100INTERAKSI KELUARGA DALAM SOSIALISASI
NILAI-NILAI BUDAYA PADA ANAK
(Studi Komunikasi Keluarga Tentang Sosialisasi Nilai-Nilai Budaya Antara Orang Tua Dengan Anak Dalam Perkawinan Campuran Jawa-Tionghoa Muslim
Di Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini berjudul Interaksi Keluarga Dalam Sosialisasi Nilai-nilai Budaya Pada Anak (Studi Komunikasi Keluarga Tentang Sosialisasi Nilai-nilai Budaya Antara Orang Tua Dengan Anak Dalam Perkawinan Campuran Jawa Tionghoa Muslim Di Kabupaten Banyumas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi keluarga dalam sosialisasi nilai-nilai budaya pada anak dalam perkawinan campuran Jawa-Tionghoa Muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan berdasarkan karakteristik informan yang telah ditetapkan, terdapat lima pasang keluarga dan enam orang anak yang dijadikan informan dalam penelitian. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber yang digunakan sebagai alat ukur validitas data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa komunikasi keluarga adalah interaksi yang terjadi dalam perkawinan campuran Jawa Tionghoa lebih banyak terjadi di dalam keluarga isteri karena selain tinggal di lingkungan Jawa, keluarga besar dari isteri juga sebagian tinggal di Jawa sehingga lebih akrab dan lebih intens ketemu, selain itu adanya keterikatan emosi antara ibu dan anak. Tittle of Research is Family Interaction on Socialization Values of culture Child (family communication study about socialization Values of Culture between parent and their children at mix marriage Moslem Javanese Chinese in Banyumas. The purpose of this research is to know family interaction on socialization values of culture on children on mix marriage Moslem Javanese Chinese. This research use descriptive qualitative method. To choose informant this research use purposive sampling technique and based on informant characteristic that decide, there are five couple family and six children as informant on this research. Triangulation that used on this research is source triangulation as measure tool data validity. Based on research result that family communication is interaction that happen on mix marriage Javanese Chinese more happened on wife family because the big family of wife live in Java so they more intense to meet, beside that emotional relations between mother and children.
108223743F1F007095Church Ideological State Apparatus and Its Effects to Proletariat Society Depicted in Frank McCourt's Angela's AshesAbstrak
Penelitianinibertujuanuntukmenganalisistentang proses bagaimanagerejamenjadisuatuIdeological State Apparatus danefek-efeknyaterhadapkaumproletarseperti yang tergambardalam novel Angela’s Asheskarya Frank McCourt. Penelitianinimenggunakanmetodedeskiptifkualitatifuntukmenganalisistentang proses bagaimanagerejamenjadiIdeological State Apparatusdanefek-efeknyaterhadapmasyarakatproletar. Penelitisninimenggunakanpendekatansosiologi.Sumber data utamaadalah novel Angela’s Ashes yang dianalisismenggunakanteoriIdeological State Apparatusdari Louis Althuser. Theory iniakandidukungdenganteori Marx tentangpembagianmasyarakatdanteori Gramsci tentanghegemoni. GerejasebagaiIdeological State Apparatus danefek-efeknyaterhadapmasyarakatproletarmerupakanfokusdaripenelitianini.kajianinimembicarakantentang proses bagaimanagerejamenjadisuatuIdeological State Apparatusmulaidaridominasinya (di hampirsemuainstitusi-institusi di dalammasyarakatseperti di sekolah-sekolah, di kantorpos, di rumahsakit di Eason Ltd. dan di dalampemerintah), hegemoni yang dilakukanpihakgereja, danlangkah-langkahgerejadalammempertahankandominasinyaterhadapmasyarakatproletardengantujuanuntukmencariumat (pengikut). GerejasebagaiIdeological State Apparatusmemberikanbeberapaefekterhadapkehidupankaumproletar.Hal itumembuatkaumproletarmerasaterdeskriminasi, kehilangankepercayaandiri, bahkanmenciptakankemiskinanabadi di dalamkehidupanmasyarakatproletar.

Kata kunci: Angelas Ashes, borjuis, Ideological State Apparatus, proletar.
Abstract
The research is aimed to analyze the process of how the Church becomes the Ideological State Apparatus and its effects to proletariat society as depicted in Frank McCourt’s Angela’s Ashes novel.In this research, qualitative descriptive method is applied to analyze the Church Ideological State Apparatus and its effects to proletariat society. The approach of this research is sociological approach. The main data source is Angela’s Ashes novel which is analyzed through Louis Althusser theory namely Ideological State Apparatus. This theory will be supported by Marxist theory about the Separation of Society and also Gramsci theory about Hegemony. The Ideological State Apparatus that was done by the church and its effect to proletariat society are the focus of the research. This research discusses about the process of how the church becomes the Ideological State Apparatus. Begin from its domination (in almost all the institution in the Limerick society such as the School, the post office, the Hospital, the Eason Ltd and also the government), its hegemony, and its steps in sustaining its domination over the proletariat as a means of gaining its follower. The Church Ideological State Apparatus and its hegemony affected the proletariat society life. It discriminates them, loses their confidence feeling and even creates an everlasting poverty for the proletariat.

Key words: Angela’s Ashes, bourgeois, Ideological State Apparatus, proletariat.
108233764F1F007127Asperger's Syndrome of Jacob Hunt in Jodi Picoult's House RulesPenelitian dengan judul Asperger’s Syndrome of Jacob Hunt in Jodi Picoult’s
House Rules ini bertujuan untuk mencari dan menjelaskan gejala apa saja yang ada
pada Asperger’s Syndrome yang diderita oleh Jacob Hunt dan pengaruh Asperger’s
Syndrome tersebut pada kehidupan Jacob dan keluarganya.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif yang
terfokus pada teks, bukan data statistik. Pendekatan secara psikologi, teori karakter
dan karakterisasi, serta Asperger’s Syndrome teori digunakan untuk menganalisis
sumber data utama yaitu novel berjudul House Rules.
Hasil yang di dapat dari penelitian ini berupa dua kesimpulan yaitu: dalam
House Rules, Asperger’s Syndrome yang diderita oleh Jacob Hunt hampir memenuhi
semua kriteria dari Szatmari. Jacob tidak mempunyai teman dekat dan cenderung
menghindar dari orang lain. Dia juga mempunyai kesulitan dalam memahami
perasaan serta menatap mata orang lain dan tidak komunikatif, serta sering
mengulang-ulang kata yang sama ketika berbicara. Selain mempengaruhi kehidupan
Jacob, Asperger’s Syndrome yang dideritanya juga mempengaruhi kehidupan
keluarganya, terutama ibu dan adiknya. Ibunya Jacob, Emma, ditinggal oleh Henry,
mantan suaminya yang kini telah menikah lagi dan tinggal dengan keluarga barunya
di luar negeri. Emma hidup sebagai orangtua tunggal dengan dua anak, Jacob dan
Theo. Selain itu, dia juga dipecat ketika Jacob terkena kasus pembunuhan. Adik
Jacob, Theo, juga terkena dampak dari Asperger’s Syndrome yang diderita Jacob. Dia
kekurangan kasih sayang seorang ayah, dan hidup seperti apa yang dilakukan Jacob
sehari-hari. Theo lebih muda tiga tahun dari Jacob tetapi dia lebih sering berperan
sebagai seorang kakak.
The research entitled “Asperger’s Syndrome of Jacob Hunt in Jodi Picoult’s
House Rules” is aimed to find out and explain the symptoms of Jacob Hunt’s
Asperger’s Syndrome and its influence toward him and his family’s life.
The method of this research is qualitative method which primarily concerns
on text, not statistical data. Psychological approach, character and characterization,
and the theory of Asperger’s Syndrome are used to analyze the novel, House Rules,
as the primary data.
The result of this research consists of two conclusions: in House Rules, Jacob
Hunt’s Asperger Syndrome almost has whole of Szatmari’s diagnostic criteria such as
no close friend, avoids other, difficulty sensing feeling of others, avoids looking at
others, non-communicative, and repetitive patterns of speech. In addition, the
Asperger’s Syndrome of Jacob Hunt also affects his life and people who live around
him, especially his mother and his young brother. Jacob’s mother, Emma Hunt is left
by Henry. He is her ex-husband who left her and lives with his new family in the
other country. Emma must live as a single parent with her children, Jacob and Theo.
Besides, she also gets fired when Jacob’s case goes. Jacob’s young brother named
Theo also get the influences of his brother’s Asperger’s Syndrome such as lacking his
father’s love and doing some things as Jacob in daily routines. He is three years
younger than Jacob but he acts like a big brother
108243739C1A008051FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEDIAAN WARGA UNTUK MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY ANALSIS) PENCEMARAN LINGKUNGAN
(Studi Kasus pada Daerah Aliran Sungai Ciraja Kecamatan Bantar Kawung Anak Sungai Pamali Hulu Brebes Selatan)
Penelitian ini Berjudul “FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPE NGARUHI KESEDIAAN WARGA UNTUK MEMBAYAR( WILLINGNESS TO PAY ANALYZE)PENCEMARAN LINGKUNGAN (Studi Kasus Pada Daerah Aliran Sungai Ciraja Kecamatan Bantar Kawung Anak Sungai Pamali Hulu Brebes Selatan)”. Permasalahan yang akan dibahas adalah apakah jumlah warga yang bersedia untuk membayar biaya pencemaran di Sungai Ciraja lebih banyak dari pada yang tidak bersedia membayar, berapakah harga yang warga kehendaki untuk membayar biaya pencemaran dan faktor manakah yang signifikan mempengaruhi kesediaan warga untuk membayar biaya pencemaran.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah jumlah responden yang bersedia membayar biaya pencemaran lebih banyak dari pada yang tidak bersedia membayar, mencari tahu berapakah nilai rata-rata yang warga berikan untuk fungsi lingkungan yang hilang akibat ulah membuang sampah disungai, mencari tahu pengaruh faktor tingkat usia, jumlah tanggungan anak, tingkat pendidikan dan tabungan secara bersama-sama dan individu.Penelitian ini menggunakan metode Contingent Valuation Method (CVM) untuk menganalisis nilai yang warga berikan atas menurunnya fungsi lingkungan yang hilang akibat membuang sampah disungai.
Hipotesis penelitian ini yaitu jumlah warga yang bersedia membayar biaya pencemaran lebih sedikit dari pada warga yang tidak bersedia membayar, nilai yang diberikan oleh warga adalah kurang dari Rp.5000,00 dan faktor tingkat tabungan, tingkat usia, tingkat pendidikan dan jumlah tanggungan anak mempengaruhi secara individu dan bersama - sama terhadap kesediaan warga dalam membayar biaya pencemaran.
Berdasarkan hasil analisis penelitian diperoleh bahwa jumlah warga yang bersedia membayar biaya pencemaran sebesar 44.32 % sedangkan sisanya tidak bersedia, harga rata – rata yang dikehendaki warga adalah Rp.1.419,8 dan faktor yang mempengaruhi secara individu adalah tingkat usia dan jumlah tanggungan anak sedangkan secara bersama – sama berpengaruh semuanya. Budaya buang sampah disungai Ciraja menyebabkan BOD (Biochemical Oxygen Demand) 26,8 milligram per liter diatas ambang normal 2 milligram perliter dan COD ( Chemical Oxygen Demand) 32,6 hingga 52,1 milligram perliter diatas ambang normal 10 milligram perliter di Sungai Pamali Hulu.
Berdasarkan kesimpulan dapat diimplikasikan sebaiknya diadakan sebuah sosialisasi mengenai cara pengelolaan sampah dan juga diharapkan bantuan dari pihak pemerintah daerah dan swasta dalam bekerja sama untuk menjaga kelestarian Sumberdaya Air dan Lingkungan sungai
The entitled of this study is "The Factors Influencing Willingness To Pay (Willingness To Pay Analysis) of Environmental Pollution (Case Study on Watershed at Ciraja District Bantar Kawung, Upper Creeks pamali South Brebes)". The research questions are wheter the number of poeple willingness to pay of pollution in Ciraja River higher than they who are not, how much the price they want to pay and what factors are significantly affecting the willingness to pay for the cost of pollution.
The aims of this study are to find out whether the number of respondents who are willing to pay of pollution more than they are not, to find out the average value that citizen give for environmental functions lost due to the act of taking out the trash into the river, to find out the influence of age levels, number of dependent children, education and savings level jointly and partially. The research method is Contingent Valuation Method (CVM) to analyze the value that poeple give for the reduction of environmental functions lost due to the act of taking out the trash into the river.
The hypothesis of this study are the number of citizen willingness to pay of pollution less than they who are not, the value provided by citizens is less than Rp.5000, 00 and factors of savings, age, education and number of dependent children level affect partially and jointly on the willingness of poeple to pay for the cost of pollution.
Based on the analysis of the research, the number of poeple who are willing to pay the cost of pollution is 44.32% , the average price that citizen desired is Rp.1.419, 8 and the factors that influence partially are age and number of dependent children, while jointly all factors influence. The act of taking out the trash into the Ciraja river cause BOD (Biochemical Oxygen Demand) 26.8 milligrams per liter above the normal threshold of 2 milligrams per liter and COD (Chemical Oxygen Demand) 32.6 to 52.1 milligrams per liter above the normal threshold of 10 milligrams per liter in the Pamali river upstream.
The conclusions are there should be a socialization to manage the trash. The government and private sector should work together to preserve water resources and environment.
108253749H1F007008SISTEM PANAS BUMI DAN ALTERASI HIDROTERMAL
DAERAH BUKIT MONTHANIA, PROVINSI SUMATERA SELATAN
Daerah penelitian berada pada Lapangan Panas Bumi Bukit Monthania yang dimiliki oleh PT. Pertamina Geothermal Energy. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik geologi, alterasi permukaan, serta membuat model sistem panas bumi.
Litologi daerah penelitian tersusun dari batuan vulkanik berumur Tersier dan Kuarter yang terdiri dari intrusi granit, breksi andesit lava andesit, dan breksi tuf. Pola struktur di daerah penelitian dikontrol oleh rekahan-rekahan yang terbentuk akibat sesar Sumatera. Manifestasi permukaan yang terdapat di daerah penelitian terdiri dari mata air bikarbonat, mata air sulfat, fumarola, tanah beruap, dan kolam lumpur. Berdasarkan karakterisik manifestasi di daerah penelitian, manifestasi dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok Ringke, kelompok Keniningan, dan kelompok Danau Rakihan.
Berdasarkan hasil pengamatan petrografi dan X-Ray Diffraction daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga zona ubahan yaitu zona kristobalit±kaolinit±haloisit± smektit dengan temperatur 100-160°C yang berperan sebagai zona penudung. Zona klorit+kuasa+smektit dengan temperatur 140-160°C sebagai zona transisi. Serta zona kuarsa±smektit dengan temperatur 120-160°C sebagai zona penudung.
Sistem panas bumi Bukit Monthania merupakan sistem panas bumi temperatur sedang sampai tinggi. Zona batuan penudung berada pada kedalaman ± 285-1200 m. Zona reservoar pada daerah kelompok manifestasi Ringke dan Keniningan berada pada kedalaman ≤1200 m. Temperatur reservoar pada daerah kelompok manifestasi Keniningan dan Ringke berdasarkan data statistik menurut Hochstein dan Sudarman (2008) diinterpretasikan sekitar 210°C.
Kata kunci: Bukit Monthania, alterasi hidrotermal, reservoar, panas bumi, manifestasi.
Research area is located in Bukit Monthania Geothermal Field which is belong to PT. Pertamina Geothermal Energy. Research is done for identified characteristic of geology, surface alteration, and to make a geothermal model for research area.
Litology of research area consists of Tertiary and Quaternary volcanic rocks which is consists of granit, andesitic breccia, andesitic lava, and tuff breccia. Structure of research area is controled by Sumateran Fault System. Manifestation of research area consists of bicarbonate hot springs, sulfate hot springs, fumarol, steaming ground, and mudpool. There are divided into 3 groups of manifestation, Ringke, Keniningan, and Danau Rakihan.
Based on petrographic and X-Ray Diffraction data, lithology in the research area has been altered and consists of three zones, i.e. cristobalite±kaolinite±haloysite± smectite zone which has temperature 100-160°C as the ancient cap rock zone. Chlorite+quartz+clay mineral (smectite) zone shows temperature between 140-160°C as the transition zone. Quartz±clay mineral (smectite) zone which has temperature between 120-160°C as the cap rock.
The temperature of geothermal system of Bukit Monthania area is moderate to high. Cap rock zone is at a depth of ±.285-1200 m This zone is located on the lithology andesite and andesite breccia. The Keniningan and Ringke manifestation groups area has reservoir at depths 1200 m. There are located on Andesite Breccia Unit G. Kubupangpangkul. Based on Hochstein and Sudarman (2008), reservoir have a temperature of 210° C.
108263767E1A007064PENETAPAN BATAS LANDAS KONTINEN ANTARA INDONESIA DAN AUSTRALIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DI LANDAS KONTINEN MENURUT UNITED NATIONS CONVENTION ON THE LAW OF THE SEA 1982 (UNCLOS 1982)^zABSTRAK
Indonesia memiliki wilayah darat, laut, dan udara yang berbatasan dengan sepuluh negara, karena wilayahnya berbatasan terkadang menimbulkan sengketa. Salah satunya terjadi di laut Timor antara Indonesia dengan Australia, laut Timor merupakan salah satu aset negara bagi kemajuan perekonomian negara Indonesia. Pada tahun 1999 lahir sebuah negara baru setengah pulau Timor, Republik Demokrat Timor Leste (RDTL), sehingga laut Timor bukan lagi dimiliki oleh Republik Indonesia dan Australia tetapi juga dimiliki Timor Leste. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaturan penetapan batas landas kontinen antara Indonesia dan Australia menurut UNCLOS 1982 dan implikasinya terhadap pengelolaan sumber daya alam di landas kontinen Indonesia dan Australia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan konsepsual dan pendekatan perundang-undangan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diambil kesimpulan bahwa penetapan batas landas kontinen antara Indonesia dan Australia di laut Timor tidak menggunakan Pasal 76 UNCLOS 1982 tetapi menggunakan Pasal 83 UNCLOS 1982 karena jarak antara Indonesia dan Australia kurang dari 400 mil dan hasil penetapan batas landas kontinen antara Indonesia dan Australia terhadap pengelolaan sumber daya alam di landas kontinen tersebut adalah memberikan kepastian hukum bagi kedua negara untuk mendapatkan hak-haknya di landas kontinen yang diatur dalam Pasal 77 UNCLOS 1982 tanpa menghilangkan hak-hak negara lain di landas kontinen kedua negara tersebut yang diatur dalam Pasal 78 ayat 2 dan Pasal 79 UNCLOS 1982.
Kata kunci: Landas Kontinen, Indonesia dan Australia, Laut Timor
ABSTRACT
Indonesia has a land, sea, and air borders with ten countries, because the area bordering sometimes lead to disputes. One of them occurred in the Timor Sea between Indonesia and Australia. Timor Sea region is one of the assets of the state for the economic progress of the country of Indonesia. In 1999 the birth of a new sovereign state half of the island of Timor, the Democratic Republic of Timor-Leste (East Timor), so the Timor Sea is no longer owned by the Republic of Indonesia and Australia but also owned East Timor. The research aim is to find out the arrangement settings of the continental shelf delimitation between Indonesia an Australia according to UNCLOS 1982 and the implications for the management of natural resources in the continental shelf of Indonesia and Australia. The research method is using a normative juridical with conceptual approach and regulatory approach.
Based on the results of research it can be concluded that the determination of the continental shelf boundary between Indonesia and Australia in the Timor Sea not use article 76 of the UNCLOS 1982 but using article 83 of UNCLOS in 1982 because of the distance between Indonesia and Australia is less than 400 miles and the results of the continental shelf delimitation between Indonesia and Australia for the management of natural resources in the continental shelf is to provide legal certainty for both countries to get their rights on the continental shelf are set out in article 77 of UNCLOS in 1982 without removing the rights of other states in the continental shelf between the two countries are set forth in article 78 paragraph 2 and article 79 UNCLOS 1982.
Keyword : Continental shelf, Indonesia and Australia, Timor Sea.�
108273687F1F007079WHITE WOMAN’S LOVE TO INDONESIA AS SEEN IN K’TUT TANTRI'S REVOLT IN PARADISE
Abstrak
Penelitian yang berjudul “ White woman’s love to Indonesia as seen in
K’tut Tantri's Revolt in Paradise” bertujuan untuk menganalisis kecintaan
seseorang terhadap suatu benda yang tergambar dalam novel. sumber data utama
dalam penenlitian ini adalah novel Revolt in Paradise yang dianalisis
menggunakan teori cinta Erich Fromm.
Ada 2 langkah yang dilakukan dalam analisis untuk menjawab pertanyaan
yang ada dalam penelitian ini. Langkah pertama, peneliti menentukan tema,
karakter, plot, setting dan point of view dari novel Revolt in Paradise. Semua
elemen tersebut harus ada kaitannya dengan topik yaitu tentang kecintaan wanita
kulit putih terhadap Indonesia. langkah kedua, penenliti akan menjawab
pertanyaan yang berhubungan dengan pertanyaan pada penelitian ini dengan
menggunakan teori dari Erich Fromm yaitu mencari alasan kenapa K’tut Tantri
mencintai Indonesia dan pembuktian yang ia lakukan atas cintanya tersebut.
Ada dua alasan kenapa K’tut Tantri mencintai Indonesia. pertama, ada
persamaan antara salah satu pulau Indonesia dengan pulau kelahirannya, pulau
Manx. Kedua, keterpesonaan K’tut tantri terhadap Bali baik dari segi
2
lingkungannya maupun dari segi penduduknya. Adapun pembuktian cinta K’tut
Tantri bisa dilihat dari beberapa aktivitasnya selama tinggal di Indonesia.
Kata kunci: Cinta, Peduli, Pengetahuan, RasaTanggung Jawab and Rasa Hormat
1
Abstract
The research entitled “ White woman’s love to Indonesia as seen in K’tut
Tantri’s Revolt in Paradise” is aimed to analyze white woman’s love reflected in
the novel. The main data source of this research is the novel Revolt in Paradise
which is analyzed by using Erich Fromm’s Theory of love.
There were two steps donein the proses of analysis to answer the question
in this research. First, the researcher determined the theme, character, plot, setting
and point of view of the novel entitled Revolt in Paradise. All of those intrinsic
elements are related to the topic, which is white woman’s love to
Indonesia.Second, the researcher provides reasons and the evidences of K’tut
Tantri’s love to Indonesia that was analyzed by using Erich Fromm’s love theory.
There are two reasons why K’tut Tantri loves Indonesia. First, is similarity
between Bali with her own island, Manx island. Second, K’tut Tantri is amazed
with Bali’s beauty including its society and its culture. The evidences of K’tut
Tantri’s love can be seen from the activities she does during her stay in Indonesia
which show her love to Indonesia.
Keywords:, Care, Love Knowledge, Respect and Responsibility,
108283832C1K008021FACTORS INFLUENCING THE IPO’S UNDERPRICING IN INDONESIA STOCK EXCHANGE
(PERIOD 2007-2010)
This paper investigates the effect of underwriter reputation, age of company, firm size, profitability, and type of company to the initial return which reflect underpricing phenomenom. The sample was 41 companies which do initial public offering (IPO) in Indonesian Stock Exchange period 2007 until 2010. To prove the hypothesis of this research is applied Multivariate Linear Regression Model. The result show that underwiter reputation have significant and positive effect on underpricing.This paper investigates the effect of underwriter reputation, age of company, firm size, profitability, and type of company to the initial return which reflect underpricing phenomenom. The sample was 41 companies which do initial public offering (IPO) in Indonesian Stock Exchange period 2007 until 2010. To prove the hypothesis of this research is applied Multivariate Linear Regression Model. The result show that underwiter reputation have significant and positive effect on underpricing.
108293879C1I006015FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PRODUKI SALAK PONDOK DI DESA KALIURIP KECAMATAN MADUKARA KABUPATEN BANJARNEGARAUntuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama dan secara parsial antara faktor modal, tenaga kerja dan luas lahan terhadap usaha tani salak pondoh di Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara.
Untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh di antara faktor-faktor modal, tenaga kerja dan lahan pertanian terhadap usaha tani salak pondoh di Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara.
Untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomis usaha tani salak pondoh di Desa Kaliurip Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara.
To determine the effect of simultaneously and partially between capital, labor and land to farm salak Kaliurip Village, District Madukara, Banjarnegara district.
To find out the most influential factor among the factors of capital, labor and land to farm salak Kaliurip Village, District Madukara, Banjarnegara district.
To determine the level of economic efficiency salak farming village Madukara Kaliurip District, Banjarnegara district.
108303750F1B005183KAPASITAS KELEMBAGAAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) BANYUMAS DALAM PENCEGAHAN DAN PELAKSANAAN PENANGGULANGAN BENCANA DI KABUPATEN BANYUMASSejak dikeluarkannya Undang - Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, paradigma penanganan bencana berubah dari berorientasi respon menjadi pengurangan resiko. Undang-Undang ini merupakan dasar hukum dan melahirkan suatu bentuk tatanan kelembagaan dalam penanganan bencana dari tingkat pusat sampai di tingkat daerah. Bentuk tatanan kelembagaan tersebut ialah dengan berdirinya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tingkat pusat, sedangkan di tingkat Daerah dibentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kabupaten Banyumas membentuk BPBD berdasarkan amanah UU Nomor 24 Tahun 2007 dan dilatar belakangi dengan potensi bencana yang ada di Kabupaten Banyumas melalui Perda Kabupaten Banyumas Nomor 14 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPBD Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah pengurus BPBD Kabupaten Banyumas, lokasi penelitiannya di BPBD Kabupaten Banyumas, fokus penelitiannya adalah kapasitas kelembagaan BPBD kabupaten Banyumas dengan melihat aspek struktural, peran, keanggotaan dan program kerja. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi, dan metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi, dan untuk validitas data menggunakan metode triangulasi.
Hasil penelitian ini adalah bahwa penanganan bencana yang dilakukan oleh BPBD Banyumas masih terkendala oleh beberapa hal. Pertama terkait permasalahan minimnya sumber daya baik manusia maupun non manusia. Kedua struktur lembaga BPBD Banyumas yang masih belum seluruhnya terpenuhi dan wewenang serta tupoksi yang tumpang tindih dengan instansi-istansi atau dinas-dinas yang terkait. Ketiga kurang optimalnya jaringan dan kemitraan antara BPBD Banyumas dengan unsur-unsur yang terkait kebencanaan seperti komunitas-komunitas dan masyarakat pada umumnya.

Kata Kunci : bencana, kelembagaan, good governance

Since the issuance of Law No. 24 Year 2007 on disaster management, disaster management paradigm changed from a response-oriented risk reduction. This Act is the legal basis and gives rise to a form of institutional arrangements in disaster management from the central to the regional level. Forms of institutional arrangements is the establishment of the National Disaster Management Agency (BNPB) at the central level, while at the regional level formed the Regional Disaster Management Agency (BPBD). Banyumas BPBD formed by the mandate of Law Number 24 Year 2007 and the background to the potential hazard in Banyumas through Regulation No. 14 Year 2011 on the Organization and Work BPBD Banyumas.
The research method used in this research is descriptive qualitative method. The target in this study is the executive BPBD Banyumas regency, research locations in BPBD Banyumas, the focus of research is the institutional capacity to see Banyumas regency BPBD structural aspects, roles, membership and work program. Informant selection technique used is purposive sampling. Data collection methods used were in-depth interviews, documentation and observation, and the method of data analysis is data reduction, data presentation and conclusion or verification, and for the validity of the data using triangulation method.
Results of this study is that the disaster is done by BPBD Banyumas still constrained by several factors. First of problems related to lack of resources both human and non-human. Both structures Banyumas BPBD institutions that are still not entirely satisfied and authority and tupoksi that overlap with relevant istansi or related agencies. Thirdly less optimal networks and partnerships between BPBD Banyumas with elements related disasters such as communities and society at large.

Keywords: disaster, institutions, good governance
108313751G1B007044HUBUNGAN KARAKTERISTIK KELUARGA DENGAN POLA KONSUMSI SUSU DAN HASIL OLAHANNYA PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI 1 GANDATAPA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASSusu dan hasil olahannya merupakan jenis minuman sehat yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak karena kandungan gizinya yang lengkap. Konsumsi susu pada waktu anak-anak akan membantu mencapai kepadatan tulang maksimum saat dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik keluarga dengan pola konsumsi susu dan hasil olahannya pada siswa kelas 1 SD Negeri 1 Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan metode crossectional. Sampel penelitian berjumlah 35 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square) dan multivariat (Regresi Logistik). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pendidikan (p=0,006), jumlah anggota keluarga (p=0,006), pengetahuan (p=0,011), pendapatan (p=0,018) dengan pola konsumsi susu dan hasil olahannya. Hasil uji multivariat menunjukkan variabel yang paling berhubungan adalah jumlah anggota keluarga (sig.0,005). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah variabel yang paling berhubungan dengan pola konsumsi susu dan hasil olahannya yaitu jumlah anggota keluarga. Saran yang dapat diberikan adalah agar orang tua khususnya ibu sebaiknya selalu membiasakan anak mengkonsumsi susu dan hasil olahannya. Pihak sekolah juga hendaknya mengadakan penyuluhan tentang manfaat susu dan hasil olahannya melalui kegiatan UKS yang disampaikan pada siswa saat pelajaran penjaskes.Milk and processed products is a kind of healthy drink that can support the growth and development as a complete nutritional content. Consumption of milk at the time the children will help achieve peak bone density in adulthood. This study aims to determine the characteristics of a family relationship with the pattern of consumption of milk and processed products in the first grade elementary school students one Gandatapa Contribute II Banyumas district. This study is an observational study with a design method crossectional. Study sample amounted to 35 respondents. Analysis of the data using univariate, bivariate (Chi-Square test) and multivariate (Logistic Regression). The results showed no relationship between education (p = 0.006) with the pattern of consumption of milk and processed products, there is a relationship between the number of family members (p = 0.006) with the pattern of consumption of milk and processed products, there is a relationship between knowledge (p = 0.011) with a pattern consumption of milk and processed products, and there is a relationship between income (p = 0.018) with the pattern of consumption of milk and processed products. Multivariate test results showed that the variables most closely related is the number of family members (sig.0, 005). The conclusion from the results of this study was the variable most associated with the consumption patterns of milk and processed products, namely the number of family members. Advice can be given is that parents, especially mothers should always get children to consume milk and processed products. The school should also conduct counseling on the benefits of milk and processed products through activities delivered at the UK’s current student PE lessons.
108323752F1G008024Pilihan Kata dengan Gaya Bahasa Kiasan pada Opini, KompasPenelitian ini berjudul Pilihan Kata dengan Gaya Bahasa Kiasan pada Opini, Kompas. Penelitian ini mendeskripsikan jenis gaya bahasa kiasan dan makna pada Opini, Kompas. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif.Data pada penelitian ini merupakan data yang terdapat pada Opini, Kompas, dan sumber data berupa sumber tertulis yaitu teks yang terdapat pada Opini, Kompas.Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik catat sebagai teknik lanjutan.Data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung sebagai teknik dasar.Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik ganti dan teknik balik. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara informal karena data dalam penelitian ini berupa kata-kata bukan rumus untuk menguji teori.
Hasil dari penelitian mengenai pilihan kata dengan gaya bahasa kiasan yang terdapat pada Opini, Kompas berdasarkan langsung tidaknya makna ditemukan gaya bahasa kiasan berupa persamaan atau simile, metafora, sinekdoke, alusi, antonomasia, hipalase, sinisme, dan sarkasme. Makna gaya bahasa kiasan yang terdapat pada Opini, Kompas berupa makna kiasan.
This research is entitled “The Word Choice Using Figurative Language Style on Opini on Kompas”.This aims of this research describes the kinds of figurative language style and their meanings on Opini on Kompas.This research is qualitative-descriptive.Involving the written text data as its data source found on Opini on Kompas daily. The data collection method is in form of observation method with tapping technique as its basic technique and written technique as its advanced technique. The data taken were analysed using the agih (distributional) method with employing technique of bagi unsur langsung (divide element directly) technique as the basic one. Meanwhile, the advanced technique used is by technique in order to ganti (reserve) technique and balik (turning) technique. The result of the data analysis is presented informally because the data in this research include words not a formula to test the theory.
The result of this analysis is about kinds of word choices are based on the direct indirect meanings of the figurative language style e.g. simile, methaphor, sinekdote, allusion, antonomasia, hipalase, cynicism, and sarcasm. The meanings of the figurative language style found on Opini on Kompas are figurative ones.
108333753F1F007023MOTIVATIONS OF PATTY’S MISCHIEVES
IN JEAN WEBSTER’S WHEN PATTY WENT TO COLLEGE
ABSTRAK

Penelitian ini bertajuk “Motivations of Patty’s Mischieves in Jean Webster’s When Patty Went to College”. Objek dari penelitian ini adalah sebuah novel, maka dari itu penelitian ini adalah sebuah penelitian sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologis dan teori dari Abraham Harold Maslow; Hierarki Kebutuhan Manusia untuk menganalisis data yang berhubungan dengan permasalahan penelitian yaitu mengenai motivasi kejahilan Patty dan penggambaran pengarang terhadap kejahilan Patty itu sendiri.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan ada beberapa langkah yang dilakukan dalam menggali dan menganalisis novel ini sebagai jawaban dari permasalahan yang diteliti. Yang pertama adalah menentukan novel yang akan dianalisis yaitu sebuah novel yang berjudul When Patty Went to College dan yang kedua adalah mencari unsur intrinsik dari novel seperti dialog, narasi, dan juga tokoh sebagai unsur intrinsik yang paling dominan di dalam sebuah novel. Langkah ketiga yaitu menganalisis data dengan menghubungkannya dengan teori Hirarki Kebutuhan Dasar Manusia yang dicetuskan oleh Maslow. Kemudian, langkah yang terakhir adalah pengambilan kesimpulan.
Setelah melakukan penelitian ini, peneliti menemukan bahwa Patty yang cerdas dan berani namun cenderung jahil dan munafik lebih sering melakukan kejahilan berdasarkan beberapa motivasi. Motivasi-motivasi tersebut diantaranya adalah motivasi untuk mempertahankan reputasi sebagai mahasiswa yang cerdas dalam pandangan dosen, motivasi untuk mendapatkan rasa aman berupa ketenangan batin dari kemarahan dosen, teman, kepala asrama dan penjaga gedung, motivasi untuk merasakan keindahan dalam tatanan ruangan yang rapi dan harmoni, dan motivasi untuk mengetahui dan memahami berbagai macam trik untuk mengikuti perkuliahan agar tetap terlihat cerdas pada dosen dan mata kuliah yang berbeda-beda. Kemudian, pengarang novel menggambarkan kejahilan Patty melalui karakterisasi dari sifat-sifat Patty ketika melakukan kejahilan-kejahilan tersebut.


ABSTRACT

This research is entitled “Motivations of Patty's Mischieves in Jean Webster’s When Patty Went to College”. The object of the research is novel; hence the study belongs to the literary study. In this research, psychological approach and theory Hierarchy of Human need by Abraham Harold Maslow is employed to analyze the data dealing with the research questions about motivations of Patty’s mischieves and the way the author portrays Patty’s mischieves.
This reseach employs descriptive qualitative method and there are steps done in extracting and analyzing the novel as the answer of the research questions. The first is determining the novel which is going to be analyzed that is the novel When Patty Went to College and the second is obtaining the intrinsic element of the novel such as the dialogue, narration and also the character as the most dominant intrinsic element in the novel. The third is analyzing the data by connecting them with Maslow’s theory; Hierarchy of Human Need. Then, the last step is concluding.
This research finds that Patty who is smart and brave but tends to be mischievous and hypocrite often does mischieves based on some motivations. They are motivation to restrain a reputation as a brilliant student in lecturer’s mind, motivation to get soul safety in the form of moral/psychological calmness from the anger of lecturers, friends, warden and janitor, motivation to feel an aesthetic/beauty on room’s orderliness and harmony, and motivation to know and understand some tricks to follow the lectures in order to be seen as a brilliant student in every different lectures and lecturers. Then, the author portrays Patty’s mischieves by using the characterization of Patty’s character when she does mischieves.

Keywords: Mischieves – Motivations - Novel

108343714F1C008074Evaluasi Program Direct Selling Community Pada Event Organizer PT. Budiman Subrata Niaga Purwokerto

Penelitian ini berjudul Evaluasi Program Direct Selling Community pada Event Orginizer PT. Budiman Subrata Niaga Purwokerto. Direct selling community ini adalah program marketing salah satu perusahaan rokok di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program Direct Selling Community yang pelaksanaannya dilakukan oleh Event Organizer yaitu PT. Budiman Subrata Niaga.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling serta analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Informan berjumlah 13 orang yang terdiri dari anggota komunitas program Direct Selling Community dan staf PT. Budiman Subrata Niaga Purwokerto.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan program Direct Selling Community memiliki perencanaan yang baik bahkan hingga tahap pelaksanaan program. Ada 4 tahap dalam program Direct Selling Community yaitu briefing, running program, event pendukung dan end program. Namun demikian ditemui bahwa dalam pelaksanaan program direct selling community ini belum ada time schedule yang baik. Hal ini menyebabkan beberapa kendala muncul seperti masalah penyetokan rokok yang sedikit terlambat, kurangnya partisipasi komunitas dalam event pendukung yaitu soundversity dan pembuatan video kreatif.
This research titled Program Evaluation of Direct Selling Community in Event Organizer of PT Budiman Subrata Niaga Purwokerto. This Direct Selling Community is a marketing program at one of cigarette company in Indonesia. This research aimed to evaluate Direct Selling Community program which its implementation was done by Event Organizer of PT. Budiman Subrata Niaga.
The research method of qualitative descriptive was used in this research. Informant selection used purposive sampling and data analysis used interactive analysis. The amount of informant was 13 persons who had a relative with the community member of Direct Selling Community program and staff of PT Budiman Subrata Niaga Purwokerto.
The result of this research showed that the implementation of Direct Selling Community program had a good planning even until the step of program implementation. There were 4 steps in direct selling community program: briefing, running program, proponent event, and end program. However, in its implementation of Direct Selling Community program was found that it had not time schedule yet. This case caused some obstacle such as the problem of cigarette supply became overdue, less of community participation in proponent event of soundversity and making of creative video.

108353754G1A006059A STYLISTIC ANALYSIS OF SPELLS
IN CHARMED MOVIE SEASON 1

Abstrak
Mantra adalah sebuah seni dalam pengucapan atau penulisan yang menghasilkan efek supernatural. Mantra dapat diklasifikasikan sebagai sebuah karya sastra berdasarkan kata – katanya, yang dapat dipahami oleh pendengar. Terdapat beragam jenis gaya bahasa pada beberapa mantra dalam film Charmed. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan ragam gaya bahasa yang terdapat dalam mantra di film Charmed. Disamping menjelaskan ragam gaya bahasa yang terdapat dalam mantra di film Charmed, penelitian ini juga mengungkap tentang fungsi dan makna dari setiap gaya bahasa yang ada.
Landasan teori dari ragam gaya bahasa dalam penelitian ini adalah klasifikasi dari Leech mengenai jenis – jenis gaya bahasa (1987). Landasan teori dari fungsi gaya bahasa adalah teori Halliday tentang fungsi gaya bahasa (dalam Tarigan, 1987) dan landasan teori dari makna gaya bahasa adalah klasifikasi dari Suwandi (2008).Data pada penelitian kualitatif ini adalah 22 episode dalam film Charmed sesi 1. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mantra dalam film Charmed sesi 1. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Kemudian peneliti menggunakan teori Patton dalam menganalisis data.

Abstract
Spell is an art of producing an extraordinary effect in oral or written expressions. Spell can be classified as a literary work by its words in which the listener can understand word by word. Some spells in Charmed have various types of figures of speech. The purpose of this research is to describe the types of figures of speech of spells occurring in Charmed movie session 1. Besides explaining the types of figures of speech of spells appearing in Charmed, this research reveals the functions and the meanings of each figures of speech as well.The ground theory of types of figures of speech in this research is Leech’s classification of the types of figures of speech (1987). The ground theory of the function of figures of speech is Halliday’s theory (in Tarigan, 1987) and the ground theory of the meaning of figures of speech is Suwandi’s classification (2008).The data in this qualitative research are 22 episodes in Charmed movie session 1. The population of this research is all the spells in Charmed movie season 1. The technique of collecting data of this research is purposive sampling. Furthermore, the researcher used Patton’s theory (in Moleong, 2007) in analyzing data.

108363762F1C005051DEKONSTRUKSI GENDER PADA IKLAN TELEVISI
(Analisis Semiotik terhadap Iklan Djarum 76 Versi ”Jin Takut Istri”)
RINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Dekonstruksi Gender pada Iklan Televisi (analisis semiotika terhadap iklan Djarum 76 versi “jin takut istri”). Rumusan masalah yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini adalah nilai-nilai gender apa saja yang divisualisasikan dan dikontruksikan dalam iklan Djarum 76 versi “jin takut istri.”
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat interpretif, metode yang digunakan adalah analisis semiotik. Semiotika dalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Dalam hal ini, semiotik digunakan untuk mengungkapkan dan memberi interpretasi terhadap makna yang ada dalam pesan-pesan yang ditampilkan dalam iklan Djarum 76 versi “jin takut istri.” Untuk memperoleh uraian dari permasalahan yang ada penelitian ini menggunakan analisis lima kode Barthes yaitu kode hermeunetik, kode semantik, kode proaretik, kode simbolik dan kode kultural.
Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Pertama, dekonstruksi nilai-nilai gender feminin perempuan dalam iklan yang telah dipatenkan sebelumnya dikonstruksi ulang menjadi sosok yang maskulin. Kedua, bias gender pada iklan televisi dengan menonjolkan berbagai bentuk perilaku kekerasan pereempuan terhadap laki-laki. Ketiga, dekonstruksi budaya jawa yang kental dengan nuansa patriarki terutama yang berkaitan dengan karakter perempuan
SUMMARY

This researchentitled "Deconstruction of Gender in Television Advertising (semiotic analysis of advertising Djarum 76 versions of" genie scared wife "). Formulation of the problem is the focus of this research study is gender values ​​and visualized what constructed advertising Djarum 76 version of "jin scared wife."
This research is an interpretive nature, the method used is a semiotic analysis. Semiotics is a science or an analytical method to assess the sign. In this case, the semiotic used to reveal and provide interpretation of the meaning contained in the messages are displayed in the ad Djarum 76 versions of "genie wife scared." To obtain a description of the existing problems of this study using the analysis of five codes that Barthes hermeunetik code, semantic code, code proaretik, symbolic codes and cultural codes.
From the results of this study concluded that the First, the deconstruction of the feminine values of women in advertising that has been previously patented re-constructed into a masculine figure. Second, the gender bias in television ads to highlight various forms of violent behavior against women to men. Third, deconstruction Javanese culture is thick with the feel of patriarchy primarily associated with female characters
108373641H1A007037DINAMIKA HIDRASI RHODIUM(III) DALAM LARUTAN BERDASARKAN SIMULASI DINAMIKA MOLEKULER KLASIK Simulasi dinamika molekuler klasik telah dilakukan untuk mempelajari dinamika hidrasi ion Rh3+ dalam larutan. Potensial pasangan diperoleh melalui penelitian yang menggunakan himpunan basis SBKJC VDZ ECP dan DZP Dunning. Sistem kimia dimodelkan dengan kotak simulasi yang terdiri dari 1 ion Rh3+ dan 999 molekul air. Seluruh molekul dalam kotak simulasi dihitung dengan metode mekanika klasik. Hasil simulasi mampu mendeteksi dua lapisan hidrasi yang dimiliki ion Rh3+ dalam larutan. Dinamika hidrasi lapisan pertama ion Rh3+ dalam larutan sangat tidak fleksibel dan kaku. Lapisan hidrasi pertama memiliki hanya satu bilangan koordinasi yaitu 8 dengan kebolehjadian 100%, sedangkan lapisan kedua beragam bilangan koordinasinya dari 25 hingga 30. Tidak adanya pertukaran molekul antara lapisan pertama dengan kedua menunjukkan ion Rh3+ tidak reaktif dalam larutan. Classical molecular dynamics simulations have been performed to study the hydration dynamics of Rh3+ion in aquoeus solution. Pair potential obtained from another research usingSBKJC VDZ ECP and DZP Dunningbasis sets.Chemical systemis modeled witha simulation box consisting of one Rh3+ion and 999 watermolecules. The wholemolecule in the simulation box is calculated by classical mechanics calculation method. The simulation could detectthe twohydrationlayers ofRh3+ionin solution. Hydration dynamics of Rh3+ ion’s first layer is not flexible and rigid.The first layer of hydration structure Rh3+ion in solution has only one value of 8 coordination number with 100% possibility. Several values of coordination number occurs in the second hydration layer of Rh3+ion in the solution. There are 25 until 30. The absence of molecule exchange between first and second hydration layer inform that Rh3+ ion is not reactive.
108383755H1C008074ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QOS) JARINGAN SENSOR NIRKABEL (JSN) BERBASIS MODUL XBEE SERIES 1 DENGAN PROTOKOL ZIGBEE (IEEE 802.15.4)Abstrak
Jaringan sensor nirkabel merupakan jaringan yang menggunakan protokol Zigbee yang berbasiskan pada standar IEEE 802.15.4. Protokol Zigbee ini dikhususkan untuk jaringan sensor. Penggunaan modul RF XBee yang berbasiskan Zigbee sangat tergantung pada kinerja radio, maka untuk mengetahui kinerja dari radio Zigbee perlu adanya analisis quality of service (qos). Pada tugas akhir ini melakukan pengujian sifat dari radio Zigbee di lingkungan outdoor. Dari hasil pengukuran parameter QOS, besarnya kuat sinyal tergantung pada posisi ketinggian transceiver terhadap permukaan tanah dan pengaruh dari interferensi node lainnya. Untuk skenario pertama tanpa interferensi, dimana untuk ketinggian 1.3 m jarak jangkauan maksimal adalah 90 m, untuk tinggi 0.45m jangkauan sinyal sebesar 31 m, dan untuk tinggi 0 m jangkauan sinyal sebesar 7 m. Paket data yang hilang untuk kedua skenario rata-rata mulai terjadi pada jarak lebih dari 20 m. Beasar konsumsi energi oleh modul RF XBee pada transmitter sebesar 0.22 mW dan pada receiver sebesar 0.18 mW.
Abstract
Wireless sensor network is a network that uses the Zigbee protocol based on the IEEE 802.15.4 standard. Zigbee protocol is devoted to sensor networks. Using XBee RF modules are based on Zigbee is highly dependent on the performance of the radio, then to determine the performance of Zigbee radios need for analysis of quality of service (qos). In this project to test the nature of the Zigbee radio in outdoor environments. From the results of measurements of QOS parameters, The magnitude of the signal depends on the position of the height of the transceiver on the surface and the effect of interference node. for the first scenario without interference, where the height of 1.3 m to a maximum distance range is 90 m, height 0.45m for the signal range is 31 m, and 0 m for high signal range is 7 m. Lost data packets for both scenarios the average started at a distance of more than 20 m. beasar energy consumption by the XBee RF module at 0:22 mW transmitter and the receiver of 0:18 mW.
108393779H1B006045MATRIKS LAPLACE DARI GRAF HASIL KALI KARTESIAN DENGAN MENGGUNAKAN HASIL KALI KRONECKERGraf G didefinisikan sebagai himpunan pasangan terurut (V, E) dengan V(G) adalah himpunan tak kosong yang anggotanya disebut dengan titik dan E(G) adalah himpunan sisi yang mungkin kosong yang menghubungkan sepasang titik pada graf. Salah satu operasi pada graf adalah hasil kali kartesian. Matriks Laplace dari graf hasil kali kartesian dapat diperoleh dengan dua cara yaitu dari definisi matriks Laplace dengan menggunakan matriks ketetanggaan dan dengan menggunakan hasil kali kronecker yaitu menjumlahkan hasil kali kronecker matriks Laplace dari masing-masing graf dengan matriks identitas dari graf lainnya.A graph G is defined as an ordered set of pairs (V, E), with V(G) is a non-empty set of elements, called vertices, and E(G) is a set of edges which connecting a pair of vertices. Either operation on graph is the cartesian product. Laplace matrix from cartesian product of graph can be obtained in two ways: from the definition of the Laplace matrix with adjacent matrix, and with kronecker product of matrix, that is sum of the Kronecker product of Laplace matrix of each graph with the identity matrix of another graph.
108403640H1A007050TINGKAT TEORI PERHITUNGAN AB INITIO
UNTUK INTERAKSI KOBALT(III) – AIR
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk menentukan tingkat teori perhitungan ab initio terbaik untuk interaksi Kobalt(III)-Air. Hasil penelitian diharapkan mampu merekomendasi jenis simulasi dinamika molekular yang dapat digunakan untuk mempelajari ion Co3+ dalam larutan. Penelitian dilakukan dengan cara menghitung energi interaksi kompleks 1 ion Co3+ dengan 1 hingga 6 molekul air (metode water-cluster). Tingkat teori perhitungan ab initio yang diseleksi meliputi Hartree-Fock (HF), 2nd order Møller-Plesset (MP2) dan Coupled-Cluster (CCSD). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tingkat teori perhitungan yang terbaik untuk untuk simulasi dinamika molekuler yang berbasis pada konsep Quantum Mechanical Charge Field (QMCF)adalah tingkat teori Hartree-Fock (HF).
The research was conducted to determine ab initio theory level for Cobalt(III)-water interaction. The resultis expected to recommend the type of molecular dynamics simulations that can beused to study Co3+ion in aqueous solution. The research was done by calculation of the Co3+-n watercomplex with n = 1 to 6 watermolecules(water-cluster method). Level theory of ab initio calculations that were selected include Hartree-Fock(HF), 2nd order Møller-Plesset (MP2) and Coupled-Cluster (CCSD). The results showed that the best level theoryof ab initiocalculationsformoleculardynamics simulations with Quantum Mechanical Charge Field (QMCF) concept is Hartree-Fock (HF) level theory.