Artikelilmiahs
Menampilkan 10.761-10.780 dari 50.382 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10761 | 3681 | C1K006031 | THE INFLUENCE OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ON CORPORATE REPUTATION (Case Study on Alfamart CSR activities on Panembangan Cilongok) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) pada reputasi perusahaan (Corpoate Reputation) dengan kepercayaan (Trust) sebagai variabel mediasi. Sampel dari penelitian ini adalah orang-orang di Panembangan Cilongok. Jumlah sampel penelitian ini adalah 80 responden. Sampel penelitian ini didapat menggunakan probabilitas sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil dari penelitian ini adalah CSR berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan, CSR memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan reputasi, kepercayaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap reputasi perusahaan, dan kepercayaan menengahi pada hubungan antara CSR dan reputasi perusahaan. | The purpose of this study is to analyze the influence of Corporate social responsibility (CSR) on corporate reputation with trust as a mediation variable. The samples are people on Panembangan Cilongok. The sample size in this study are 80 respondents. Sample of this study is taken by probability sampling. Analytical tool used is the regression analysis. The results of this study are CSR has significant effect on trust, CSR has significant effect on corporate reputation, trust has significant effect on corporate reputation,and trust mediates on relationship between CSR and corporate reputation. | |
| 10762 | 3682 | H1C008049 | PEMETAAN DAERAH POTENSI LONGSOR MENGGUNAKAN CITRA SATELIT PENGINDERAAN JAUH BERDASARKAN KEMIRINGAN DI WILAYAH KABUPATEN PURBALINGGA | Longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Daerah yang di apit oleh pegunungan memiliki potensi longsor yang lebih tinggi. Kabupaten Purbalingga berada di antara rangkaian pegunungan (Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng). Beberapa daerah di Kabupaten Purbalingga termasuk daerah yang rawan longsor. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purbalingga ada enam kecamatan yang berpotensi longsor yaitu Rembang, Karangmoncol, Karanganyar, Kertanegara, Karangjambu, dan Karangreja. Teknologi penginderaan jauh cukup berperan dalam mitigasi bencana antara lain melakukan microzoning daerah potensi longsor. Banyak penelitian mengenai pemetaan daerah potensi longsor dengan melibatkan banyak faktor. Dalam tugas akhir ini dilakukan pemetaan lebih sederhana berdasarkan sudut kemiringan yang berasal dari data elevasi ASTER GDEM Versi 2. Selain itu besarnya persentase potensi longsor untuk tiap kecamatan diperoleh dari perbandingan luas daerah yang berpotensi dengan luas daerah keseluruhan. Dari 238 desa yang ada di Kabupaten Purbalingga, ada beberapa desa yang memiliki persentase diatas 20 % diantaranya adalah Desa Panusupan 21.741 %, Desa Kramat 20.058 %, Desa Limbasari 20.005 % dan yang memiliki persentase diatas 10 % adalah Karangjambu 19.584 %, Desa Gunungwuled 16.951 %, Desa Tanalum 15.482 %, Desa Tlahab Kidul 14.632 %, Desa Pelumbungan 11.558 % dan Desa Sirau 11.001 % | Landslide is one of the disasters that often occurs in Indonesia. Area that enclosed by mountains have a higher potential for landslides. Purbalingga was among a series of mountains (Mount Slamet and Dieng Plateau). Some areas in Purbalingga Regency include landslide prone areas. According to Regional Disaster Management Agency Purbalingga six districts are prone to landslide Rembang Karangmoncol, Karanganyar, Kertanegara, Karangjambu, and Karangreja. Remote sensing technology is quite a role in mitigating potential disasters such as landslides microzoning area. Many studies on the mapping of potential landslide areas, with involving many factors. This project make a simple mapping based on the slope angle derived from ASTER GDEM Version 2 elevation data. Moreover the percentage of potential landslides for each district obtained from the ratio of the areas that have the potential to the area overall. Of 238 villages in Purbalingga, there are some villages that have percentages above 20% are Panusupan Village 21,741%, Kramat Village 20,058%, Limbasari Village 20,005% and that has a percentage above 10% is Karangjambu Village 19,584% Gunungwuled Village 16,951%, Village Tanalum 15,482%, Tlahab Kidul Village 14,632%, Pelumbungan Village 11,558% and 11,001% Sirau Villages. | |
| 10763 | 3684 | E1A007380 | KEKUATAN ALAT BUKTI SURAT (VISUM ET REPERTUM) PADA TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Tinjauan Yuridis Putusan Perkara Nomor 65 /PID.SUS/ 2011/ PN. Pwt) | ABSTRAK KEKUATAN ALAT BUKTI SURAT (VISUM ET REPERTUM )PADA TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR (Tinjauan Yuridis Putusan Perkara Nomor 65 / Pid.Sus/ 2011/ PN.PWT HINDUN NUR LAELA E1A007380 Salah satu cara yang digunakan oleh aparat penegak hukum untuk mengungkapkan tindak pidana ini adalah dengan meminta bantuan dokter ahli dalam kedokeran kehakiman (forensik) dengan meminta laporan berupa Visum et repertum. Visum et repertum selama ini dianggap mampu menjadi salah satu alat bukti yang dapat digunakan untuk penyelesaian tindak pidana pencabulan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan pembuktian Visum et repertum pada tindak pidana pencabulan terhadap putusan Nomor 65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. Selain itu ditujukan juga untuk mengetahui pentingnya Visum et repertum dalam pembuktian kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur terhadap Putusan Nomor 65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, kekuatan alat bukti Visum et Reppertum dalam Putusan No. 65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt adalah Visum et Reppertum dalam Putusan No. 65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt mempunyai kekuatan pembuktian bebas. Nilai kekuatan pembuktian alat bukti surat inipun sama halnya dengan nilai kekuatan pembuktian keterangan saksi dan alat bukti keterangan ahli, sama-sama mempunyai nilai kekuatan pembuktian yang bersifat bebas. Secara formil Visum et Reppertum dalam putusan No. 18/Pid.Sus/2011/PN.Pwt berperan sebagai alat bukti tertulis yang resmi dikeluarkan oleh dokter sesuai Pasal 187 ayat (3) KUHAP. Secara materil Visum et Reppertum berfungsi membuktikan terjadinya luka robek akibat benda tumpul sebagai penunjuk unsur memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain. Visum et repertum di perlukan dalam pembuktian kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur terhadap putusan Nomor 65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt untuk membuktikan adanya persetubuhan guna memenuhi unsur Membujuk Anak Melakukan Persetubuhan dengan atau orang lain dalam Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Visum et repertum di perlukan juga sebagai bukti yang menguji dakwaan jaksa terhadap Pasal 332 KIHP dan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kata kunci: Kekuatan Alat Bukti, Visum Et Repertum, dan Tindak Pidana Pencabulan | VISUM ET REPERTUM STRENGTH OF EVIDENCE LETTER ON CRIME OF CHILDREN UNDER AGE MOLESTATION (Juridical Review on Case No. 65 / Pid.Sus / 2011 / PN.PWT Hindun Nur Laela E1A007380 One way that is used by law enforcement agencies to disclose this crime is by asking a specialist in kedokeran judicial (forensic) to request a form Visum et repertum. Visum et repertum been considered able to be one of the evidence that can be used for the completion of the criminal act of abuse. The research was conducted in order to determine the strength of evidence Visum et repertum on criminal sexual abuse against the decision No. 65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. In addition it is intended also to know the importance of Visum et repertum in proving criminal cases of abuse against children under the Decision No. 65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. To achieve this goal then peneletian performed using normative juridical approach. Secondary data are collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. The results suggest that, the strength of evidence Visum et Reppertum in Decision No.. 65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt is Visum et Reppertum in Decision No..65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt has power independent verification. Value of evidence proving the power of even this letter as well as the value of the strength of evidence and witness testimony evidence expert testimony, both have values that are non-evidentiary strength. Visum et Reppertum formally in decision No.. 18/Pid.Sus/2011/PN.Pwt serves as a formal written evidence issued by a physician in accordance with Article 187 paragraph (3) Criminal Procedure Code. Materially Visum et Reppertum serves to prove the wound caused by a blunt object as a pointer element force children to perform sexual intercourse with him or anyone else. Visum et repertum in need in proving the crime of child molestation cases under the decision No. 65/Pid.Sus/2011/PN.Pwt for evidence of copulation in order to meet the elements of Influencing Children Doing Intercourse with or others in Article 81 paragraph (2 ) Act 23 of 2002 on Child Protection. Visum et repertum in need as well as evidence that test indictment against KIHP Article 332 and Article 81 paragraph (2) of Law 23 of 2002 on Child Protection. Keywords: Strength of Evidence, Visum Et Repertum and Crime molestation | |
| 10764 | 3683 | G1B007016 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP STATUS GIZI ATLET BELADIRI KEMPO DI DOJO UNSOED PURWOKERTO | Atlet merupakan orang yang pernah mengikuti pertandingan atau dapat diartikan sebagai orang yang gemar berolahraga. Masalah yang sering terjadi adalah kurangnya keseimbangan antara asupan makanannya dengan energi yang dikeluarkan, sehingga akan berpengaruh pada latihannya, dan akhirnya berdampak pada pencapaian prestasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap status gizi Atlet Beladiri Kempo di Dojo Unsoed Purwokerto. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan studi crossectional. Sampel yang diteliti adalah atlet dewasa yang berumur 18 tahun ke atas sebanyak 32 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis univariat diperoleh bahwa sebagian besar atlet mempunyai status gizi yang kurang baik (56.2%), tingkat konsumsi energi kurang baik (75%), tingkat konsumsi protein kurang baik (62.5%), tingkat pengetahuan baik (65.6%), tidak mempunyai penyakit infeksi (87.5%), pola makan yang baik (56.2%) dan frekuensi latihan sebanyak 3 kali dalam seminggu (90.2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi atlet (p value=0.003), ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan status gizi atlet (p value=0.014), tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan status gizi atlet (p value=0.721), tidak ada hubungan antara penyakit infeksi dengan status gizi atlet (p value=0.279) dan tidak ada hubungan antara frekuensi latihan dengan status gizi (p value=1.00). Hasil multivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi atlet (p value=0.002), ada pengaruh antara tingkat konsumsi protein dengan status gizi atlet (p value=0.02). Saran kepada atlet agar dapat meningkatkan asupan energi dan protein agar seimbang sesuai dengan energi yang dikeluarkan. | Athletes are people who attended the match or can be interpreted also as a person who likes to exercise. The problem that often occurs is a lack of balance between food intake with energy expenditure, so that will affect the training, which ultimately may impact on the achievement. The purpose of this research was to determine the influence factors of kempo martial athlete nutrition status in the Dojo Unsoed Purwokerto. This research is Observational study by crossectional design. Sampling is done with a total sampling technique. Samples of this research were athletes mature who were 18 years or more as many as 32 people. Statistical analysis used was univariate, bivariate and multivariate. The results of univariate analysis found that most of athletes have a poor nutritional status (56.2%), energy consumption level is less good (75%), poor protein consumption levels (62.5%), good levels of knowledge (65.6%) and did not have the disease infection (87.5%), good food frekuency (56.2%) and exercise frekuency that three times a week (90.2%). The results of bivariate analysis showed that there is a relationship between energy consumption level athletes with nutritional status (p value = 0.003), there is a relationship between the level of protein consumption level with nutritional status of athletes (p value = 0.014), no association between the level of knowledge of the nutritional status of athletes (p value = 0721), no association between infectious diseases with nutritional status of athletes (p value = 0279) and no association between exercise frequency with nutritional status of athletes (p value=1.00). Multivariate results indicate that there is influence between energy consumption level athletes with nutritional status (p value = 0.002), there is the influence of the level of protein intake with nutritional status of athletes (p value = 0.02). Advice to athletes to increase energy and protein intake to be balanced according to the energy expended. | |
| 10765 | 3689 | H1A008017 | Pengaruh Kelarutan Karboksimetil Kitosan Terhadap Karakter Fisik Sabun Berbahan Aditif Karboksimetil Kitosan | Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sabun padat dengan penambahan bahan aditif karboksimetil kitosan (CMCts). CMCts yang digunakan dibuat dengan suhu eterifikasi 60°C. CMCts yang ditambahkan kedalam sabun sebelumnya dibuat dalam konsentrasi sebesar 0,5 %. Sabun yang dihasilkan dikarakterisasi meliputi uji organoleptik terhadap warna, aroma, tekstur, dan kesan kesat sabun. Hasil penelitian diperoleh rendemen dari kitosan sebesar 19,65 % dan rendemen CMCts sebesar 31,37 %. Penambahan CMCts pada pembuatan sabun memberikan pengaruh yang baik terhadap karakter fisik sabun. Hal ini ditunjukkan dengan nilai organoleptik untuk warna sebesar 3,34, aroma sebesar 3,37, tekstur sebesar 3,27 dan kesan kesat sebesar 3,48 dari skala penilaian 1 sampai 5. Hal ini dikarenakan CMCts memiliki sifat kelarutan yang tinggi dalam air. | The purpose of this research is to make solid soap with the addition of additives carboxymethyl chitosan (CMCts). CMCts used was made by etherification temperature of 60°C. CMCts were added to the previously made soap in a concentration of 0.5%. The resulting soap characterized include organoleptic test for color, aroma, texture, and impression abrasive soap. The results obtained from chitosan yield of 19.65% and CMCts yield of 31.37%. Addition CMCts on soap making good influence on the physical character of the soap. This is indicated by the value of 3.34 organoleptic for color, 3.37 for aroma, 3.27 for texture and 3.48 for abrasive impression of a rating scale of 1 to 5. This is because CMCts possesses a high solubility in water. | |
| 10766 | 3691 | H1A008055 | PENURUNAN KADAR LOGAM TIMBAL SECARA BIOSORPSI MENGGUNAKAN Aspergillus niger FNCC 6018 | Penelitian mengenai biosorpsi untuk menurunkan kadar logam Pb telah dilakukan dengan menggunakan biomassa Aspergillus niger FNCC 6018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum biosorpsi logam timbal oleh biomassa A. niger FNCC 6018 dengan beberapa variabel meliputi pH, waktu kontak, dan ukuran biosorben. Biomassa kering dari A. niger FNCC 6018 disebut biosorben diperoleh dengan menumbuhkan isolat A. niger FNCC 6018 pada media YEPD (Yeast Extract Peptone Dextrose) dan diinkubasi selama 14 hari pada suhu ruang. Biomassa yang telah tumbuh selanjutnya dimatikan dalam penangas selama 20 menit pada suhu 100ºC dan dicuci dengan akuabides sampai 3 kali kemudian dikeringkan dalam oven selama 16 jam pada suhu 60ºC. Biomassa yang telah kering selanjutnya ditumbuk dengan mortar. Variasi pH dilakukan pada rentang pH 2 sampai 5 dan waktu kontak 0, 10, 20, 30, 45, 60, 75, 90, dan 120 menit. Variasi ukuran biosorben yang dipakai adalah 44, 60, dan 80 mesh. Kadar logam Pb yang terserap diukur dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH, waktu kontak, dan ukuran biosorben berpengaruh pada biosorpsi logam Pb oleh biosorben. Kondisi optimum biosorpsi logam Pb oleh A. niger FNCC 6018 terjadi pada rentang pH 2 sampai 3, waktu kontak 30 menit, dan ukuran biosorben 80 mesh. Persentase penurunan kadar logam Pb pada kondisi optimum sebesar 83,68%. | The research about biosorption to reduce levels of Pb metal has been carried out using biomass of Aspergillus niger FNCC 6018. This research was aimed to determine the optimum condition of biosorption lead metal by A. niger FNCC 6018 biomass with some of variables include pH, interaction time, and size of biosorben. Dried biomass of A. niger FNCC 6018 as biosorbent was obtained by growing A. niger FNCC 6018 isolate in YEPD (Yeast Extract Peptone Dextrose) medium for 14 days of incubation time at room temperature. Biomass that already grown was killed by heating it at 100ºC temperature for 20 minutes and washed by akuabides for 3 times then drying it at 60ºC temperature for 16 hours. Dried biomass was pounded by a mortar.Various pH treatment conducted at pH range 2 to 5, and interaction time were 0, 10, 20, 30, 45, 60, 75, 90, and 120 minutes. Various of biosorben size were 44, 60, and 80 mesh. Measurement of levels of lead metal adsorbed in each variable was determined by AAS (Atomic Absorption Spectrometer). The results showed that pH, interaction time, and the size of biosorben were influences on lead metal biosorption by biosorben. Optimum condition biosorption of lead metal by A. niger FNCC 6018 were occurred at pH 2 to 3, the interaction time were 30 minutes, and the size of biosorben was 80 mesh. The percentage decrease of lead metal content at the optimum condition was 83.68%. | |
| 10767 | 3692 | H1A008040 | Sintesis dan Karakterisasi Karboksimetil Kitosan serta Aplikasinya dalam Pembuatan Bakso | Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi karboksimetil kitosan (CMCts). CMCts merupakan derivat kitosan yang memiliki kelarutan tinggi pada air sehingga mudah diaplikasikan dalam bidang pangan. Kelarutan yang tinggi pada CMCts tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk menambah daya awet bakso. Daya awet bakso dan tingkat kesukaan responden terhadap bakso yang direndam CMCts, dapat dilihat dengan melakukan uji organoleptik bakso yang direndam dalam CMCts 2% dengan variasi waktu perendaman 60, 90, 120 dan 150 menit. Uji organoleptik yang dilakukan meliputi perubahan fisik (tekstur, bau dan lendir) bakso yang direndam CMCts. Hasil penelitian menunjukkan proses eterifikasi kitosan pada suhu 80oC dengan asam monokloroasetat dapat menghasilkan CMCts sebanyak 36,19% (b/b). Karakterisasi CMCts yang meliputi kadar air, kadar abu dan efek swelling berturut-turut sebesar sebesar 16,25%; 4,54% dan 64,58%. Hasil uji organoleptik dari perubahan fisik (tekstur, bau dan lendir) bakso yang direndam CMCts 2% dengan waktu perendaman 120 menit dapat menghambat pertumbuhan mikroba sampai 3 hari dan merupakan yang paling disukai responden karena menunjukkan nilai organoleptik yang paling besar dengan nilai rata-rata organoleptik tekstur, bau dan lendir pada hari ke-4 berturut-turut sebesar 4,88; 4,16 dan 7,56 dari skala 1-9. | Have done synthesis and characterize carboxymethyl chitosan (CMCts). CMCts is a derivative of chitosan that has a high solubility in water so easily applied in food. The high solubility of CMCts used to add durable meatballs then. Durable meatballs and level of preference respondents meatballs coated with CMCts, can be seen with the organoleptic test meatballs coated with CMCts 2% in variation time of 60, 90, 120 and 150 minutes. Organoleptic test was conducted on the physical changes (texture, smell and mucus) meatballs coated with CMCts. The result of the research showed that etherification process of chitosan with monochloroacetic acid could produce 36.19% (w/w). CMCts characterization which are moisture, ash contents and swelling effects were 16,25%, 4,54%, and 64,58%. The result of organoleptic test showed meatball that had been coated with CMCts 2% in 120 minutes can inhibit microbial growth up to 3 days and was the most prefferable among the respondent because it shows the greatest value of organoleptic with the average value of organoleptic texture, smell and mucus on fourth day, respectively for 4.88; 4.16 and 7.56 of the scale of 1-9. | |
| 10768 | 3695 | E1A008175 | TUNTUTAN PEMBAYARAN GANTI RUGI YANG DIDASARKAN PADA PUTUSAN P4P DALAM GUGATAN PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Perkara Nomor: 26/pdt.G/2006/PN.Pwt). | Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk politik dalam kehidupannya memiliki hak dan kewajiban, yang dalam pelaksanaan hak dan kewajibannya itu, tidak jarang menimbulkan konflik. Seseorang yang merasa haknya dilanggar maka ia berhak mengajukan gugatan kepada orang yang melanggar haknya kepada lembaga yudikatif (pengadilan). Tugas pokok dari pengadilan sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman, adalah menerima, memeriksa, dan mengadili setiap perkara yang diajukan kepadanya oleh para pihak. Di pengadilan perkara yang masuk juga tidak lepas dari proses pembuktian. Pembuktian dengan surat-surat lainnya bukan akta diserahkan kepada pertimbangan hakim (Pasal 1881 ayat 2 KUHPerdata, Pasal 294 Rbg ayat 2 Rbg (Rechtsreglement Buitengewesten). Dan alat bukti pengakuan dengan clausula haruslah diterima bulat dan tidak boleh dipisah-pisahkan dari keterangan tambahannya, jadi pembuktiannya dibebankan kepada tergugat. Penelitian ini menggunakan metode legal research dengan analisis deskriptif, yaitu untuk mengkaji keadaan yang sebenarnya di lapangan dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif yang menyangkut suatu permasalahan. Disamping itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dari kepustakaan yang kemudian dikelompokkan kepada data primer, sekunder dan tersier, dan data dokumenter yaitu dengan cara pengumpulan bahan dengan menelaah terhadap dokumen – dokumen pemerintah maupun non-pemerintah, misalnya : Putusan Pengadilan . Cara mendapatkan data diperoleh dengan cara membaca literatur buku, makalah, dan hasil laporan penelitian serta mengambil data kasus di Pengadilan Negeri Purwokerto. Hasil peneltian menunjukkan bahwa Tergugat terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum didasarkan pada adanya putusan dari Panitia Penyeleseian Perselisihan Perburuhan Pusat atau P4P dan alat-alat bukti yang diajukan oleh Penggugat. Kata Kunci : pembuktian, alat bukti, kekuatan pembuktian, akibat hukum. | Human beings as social and political beings in their lives have equal rights and obligations, which in the implementation of rights and obligations, not infrequently lead to conflict. Someone who feels his rights are violated then he is entitled to file a lawsuit to those who violate their rights to the judiciary (courts). The main duties of the court as executor of judicial power, is to receive, examine, and adjudicate any matter brought before it by the parties. In the court case that goes also not free from the process of evidence. Proof of the other letters submitted to the consideration of the deed not the judge (Article 1881 paragraph 2 of the Civil Code, Article 294, paragraph 2 Rbg Rbg (Rechtsreglement buitengewesten., And the evidence must be received recognition with clausula round and should not be separated from the additional information, so proof imposed on the defendant. This study uses a descriptive analysis of legal research, which is to assess the actual situation in the field is associated with the theories of law and positive law enforcement practice concerning a problem. In addition, in this study the authors use this type of qualitative research by collecting data from the literature were then grouped to the primary, secondary and tertiary, and documentary data that is by collecting the material by examining the documents - documents the government and non-government, for example: Verdict court. How to get the data obtained by reading literature books, papers, and reports the results of research and retrieve court case in Navan. Other research results show that the Defendant guilty of Unlawful Acts based on a decision of the Central Committee for Labour Disputes Penyeleseian or P4P and the evidence presented by the plaintiffs. Keywords: evidence, evidence, evidence strength, due to the law. | |
| 10769 | 3696 | F1A007017 | Pacaran Dalam Pandangan Mahasiswa Fisip Unsoed Sebagai Gaya Hidup Atau Untuk Mencari Pasangan Hidup | Fenomena orang berpacaran sudah terjadi sejak dahulu dan banyak dijalani oleh berbagai kalangan termasuk didalamnya yaitu mahasiswa. Sejatinya pacaran dilakukan dengan tujuan untuk mencari pasangan hidup, akan tetapi saat ini tujuan berpacaran juga menjadi sebuah gaya hidup mahasiswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan mahasiswa Fisip Unsoed mengenai tujuan berpacaran, serta untuk mengetahui perbedaan antara mahasiswa laki-laki dan mahasiwi perempuan dalam melihat tujuan berpacaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam (Indepth Interview), observasi dan dokumentasi. Teknik penentuan sasaran penelitian menggunakan purposive dan snowball sampling. Sasaran penelitian utama adalah mahasiswa Fisip Unsoed Purwokerto yang memiliki pacar terutama satu kampus. Sedangkan sasaran pendukung adalah mahasiswa Fisip yang berpacaran dengan mahasiswa berbeda fakultas namun tetap satu universitas, dosen dan karyawan. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Interaktif, yang komponenya meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang dalam berpacaran mempunyai tujuan yaitu mencari pasangan hidup, sekedar untuk “jalan” dan biar tidak berstatus jomblo. Sedangkan aktivitas yang dilakukan mahasiswa dalam berpacaran antara lain nongkrong bersama, makan bersama, berwisata berdua. Adapun tujuan berpacaran bagi mahasiswa laki-laki maupun perempuan tidak ada perbedaan yang berarti, mereka berpandangan bahwa tujuan berpacaran adalah sebagai penjajagan supaya bisa mengenal lebih jauh tentang kepribadian pasangan. Implikasi dari penelitian ini yaitu mahasiswa ketika akan berpacaran sebaiknya mempertimbangkan terlebih dahulu calon pasangannya sehingga pada saat sudah menjalani pacaran akan merasa lebih akrab dan memiliki kecocokan. Hal ini dapat menghindarkan mahasiswa agar tidak berganti-ganti pacar dengan sebab tidak memiliki kecocokan. | This phenomena has occurred since the date much earlier and lived by many people, including the students. Indeed courtship conducted with the aim to find a life partner, but now also the purpose of dating a man or a student lifestyle. The purpose of this research was to know the views of students Fisip Unsoed about dating purposes,with to know the difference between male students and female students in seeing the purpose of dating. The research method used is descriptive qualitative, where the data obtained through interviews (indepth interview), observation and documentation. Research goal setting techniques using purposive and snowball sampling. Target is a student research Fisip Unsoed has a girlfriend, while the main target is the students are dating Fisip with different students faculty however constant a university, lecturers and official. Sources of data is primary data and secondary data. Techniques analysis of data is analysis Interactive with components such as data collection, data reduction, data presentation and conclusion or verification.The results of the research has been shows that the person in the relationship have a purpose is look for living couple, only for walk and not let status jomblo. While the activities students in dating among other squat, eating, make a tour together. There are purpose of dating for the male students and female students there aren’t different which the meaning they view that the dating purpose is like assessment in order can know more fan abaout pair personality. The implication of this research that when students would do well to consider first courting prospective partner so that at the time was undergoing courtship will feel familiar and have a match. It can prevent students being alternated with a boyfriend because he did not have a match. | |
| 10770 | 3697 | H1E007008 | PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MAGNET PERMANEN BARIUM FERRITE MELALUI REAKSI PADATAN | Magnet permanen barium ferrite telah dibuat melalui reaksi padatan menggunakan bahan dasar Fe2O3 murni, BaCO3 dan PVA. Metode yang digunakan adalah reaksi padatan (solid state reaction) yaitu pembuatan bahan magnet dengan cara mencampurkan secara langsung oksida-oksidanya. Proses pencampuran bahan menggunakan mortar dengan ditambahkan PVA sebagai bahan perekat, kemudian dikalsinasi pada suhu 800ºC ditahan selama 3 jam dan disinterring pada suhu 1000ºC ditahan selama 2 jam. Karakterisasi yang dilakukan meliputi karakterisasi XRD untuk mengetahui fase-fase yang terbentuk dan permagraph untuk mengetahui sifat kemagnetan bahan. Berdasarkan hasil karakterisaasi XRD diperoleh bahwa magnet permanen barium ferrite telah terbentuk, hal ini ditunjukkan oleh adanya fase mayor yang dominan yaitu BaO•6Fe2O3. Hasil karakterisasi permagraph diperoleh bahan magnet terbaik dengan perbandingan mol ratio 1:6 dengan nilai induksi remanen (Br) sebesar 0,67 kG, medan koersif (Hc) sebesar 3,950 kG dan nilai produk energi maksimum (BHmaks) sebesar 0,66 MG. | Barium ferrite permanent magnets have been prepared by reaction of solids using the basic ingredients of pure Fe2O3, BaCO3 and PVA. The method used was the reaction of solids (solid state reaction) the manufacture of magnetic materials directly by mixing oxide-oxide. The process of mixing the ingredients using a mortar with added PVA adhesive, and then calcined at a temperature of 800 º C was held for 3 hours and disinterring at a temperature of 1000 º C held for 2 hours. Characterization was conducted on the characterization of XRD to determine the phases formed and permagraph to know the material's magnetic properties. Based on the results obtained by XRD karakterisaasi that barium ferrite permanent magnets have been formed, as shown by the presence of a dominant major phases namely BaO•6Fe2O3. Characterization results obtained permagraph best magnetic materials with mole ratio 1:6 ratio with a value of remanent induction (Br) of 0.67 kG, coercive field (Hc) of 3.950 kG and the value of the maximum energy product (BHmaks) of 0.66 MG. | |
| 10771 | 3591 | H1C005003 | KARAKTERISASI AKUIFER LEKUKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU DESA BULUPAYUNG DAN DESA KARANGREWNA KABUPATEN CILACAP MENGGUNAKAN GEOLISTRIK SCHLUMBERGER | Studi kasus tentang struktur geologi bawah permukaan DAS Serayu di Desa Bulupayung dan Desa Karangrena, telah dilaksanakan dengan menggunakan geolistrik resistivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susunan lapisan batuan dan menentukan karakteristik akuifer di desa Bulupayung dan desa Karangrena Kabupaten Cilacap. Proses pengambilan data dilakukan dengan teknik Vertical Electrical Sounding konfigurasi Schlumberger dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, Progres Version 3.0, dan Peta Geologi Banyumas. Data yang kita peroleh dengan memasukkan nilai ΔV, I, a dan K kedalam Microsoft Excel adalah nilai apparent resistivity (ρa). Nilai resistivitas yang kita peroleh dari Microsoft Excel dan nilai a nya kita modelkan menggunakan Progress version 3.0. Dari data Progress Version 3.0 diperoleh kedalaman, ketebalan, dan jumlah lapisan serta harga resistivitas batuan bawah permukaan. Hasil interpretasi di Desa Bulupayung dan Desa Karangrena diperoleh 4 lapisan batuan. Karakteristik akuifer di DAS Serayu Desa Bulupayung dan Desa Karangrena adalah akuifer dangkal karena berada pada kedalaman kurang dari 40 m. | ABSTRACT Case studies of subsurface geological structures in watershed Serayu Bulupayung Village and Village Karangrena, has been implemented using geoelectric resistivity. This study aims to determine the composition of rock layers and determine the characteristics of the aquifers in the Bulupayung vilage and Karangrena vilage Cilacap. Data collection was done by using Schlumberger Vertical Electrical Sounding configuration and data processing using Microsoft Excel, Progress Version 3.0, and the Geological Map Banyumas.The data that we gained by entering the value ΔV, I, A and K into Microsoft Excel is the value of apparent resistivity (ρa) . Resistivity values we get from Microsoft Excel and its value us a Model using Progress version 3.0. Progress Version 3.0 of the data obtained by the depth, thickness, and number of layers as well as the price of the resistivity of the subsurface rocks. Interpretation in the Village and Village Karangrena Bulupayung obtained 4 layers of rock. Characteristics of the aquifers in the watershed Serayu Bulupayung Village and Village Karangrena is shallow aquifer because it is located at a depth of less than 40 m | |
| 10772 | 3816 | F1B005215 | ANALISIS ANGGARAN PENDIDIKAN DASAR TERHADAP KINERJA PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN SEMBILAN TAHUN KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “ANALISIS ANGGARAN PENDIDIKAN DASAR TERHADAP KINERJA PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN BELAJAR SEMBILAN TAHUN KABUPATEN BANYUMAS”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi alokasi proprsi belanja publik untuk bidang pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Banyumas selama kurun waktu 6 tahun terakhir. Hipotesis penelitian ini alokasi anggaran pendidkan Kabupaten Banyumas dibidang pendidikan dasar berpengaruh terhadap kinerja program wajib belajar pendidikan belajar sembilan tahun di Kabupaten Banyumas. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anggaran Pendidikan Kabupaten Banyumas selama periode 2006 – 2011, khususnya di bidang pendidikan Dasar mengalami kenaikan. Hasil uji t diperoleh t hitung > t tabel, maka hipotesis yang menyatakan anggaran pendidkan Kabupaten Banyumas dibidang pendidikan dasar berpengaruh terhadap kinerja program wajib belajar pendidikan belajar sembilan tahun di Kabupaten Banyumas dapat diterima. Saran penelitian ini adalah bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas bekerja keras untuk memenuhi Angka Partisipasi Kasar (APK) yang ditargetkan dengan memperhatikan potensi anggaran yang ada, sehingga dalam menentukan target Angka Partisipasi Kasar (APK) hendaknya mengacu pada potensi. Anggaran pendidikan selama ini selalu mengalami kenaikan yang cukup signifikan, oleh karena itu hendaknya pengelolaannya lebih ditingkatkan sehingga realisasinya dapat mendekati potensi yang ada. Kata kunci : Anggaran, Pendidikan, Kinerja Program | This study entitled " ANALYSIS OF PRIMARY EDUCATION BUDGET FOR PERFORMANCE OF NINE YEARS COMPULSORY EDUATION PROGRAM IN BANYUMAS REGENCY ". This study aimed to evaluate proprsi allocation of public spending on education conducted by the Banyumas regency government during a period of 6 years. The hypothesis of this study education budget Banyumas field effect on the performance of elementary education compulsory nine years of education in Banyumas. The analytical tool used in this study is multiple regression analysis. The results showed that the development of Banyumas Education budget over the period 2006 - 2011, particularly in the areas of basic education has increased. T test results obtained t count > t table, then the hypothesis that education budgets Banyumas field effect on the performance of elementary education compulsory nine years of education in Banyumas acceptable. Suggestions of this study is that the Government of Banyumas working hard to meet the gross enrollment rate is targeted with regard to the potential of existing budgets, so that the set targets the gross enrollment rate should refer to the potential. Education budget has always had a significant increase, therefore management should be improved so that the realization can approach potential. Keyword: Budgeting, Education, Program Performance, | |
| 10773 | 3698 | C1L007035 | FINANCIAL RATIO ANALYSIS USING ALTMAN Z-SCORE MODEL IN PREDICTING THE BANKRUPTCY CONDITIONS OF PUBLIC BANKING COMPANIES LISTED ON INDONESIAN STOCK EXCHANGE (DURING 2009 – 2011) | This research is entitled "Financial Ratio Analysis Using Altman Z-Score Model in Predicting Bankruptcy Conditions of Public Banking Companies Listed on Indonesian Stock Exchange (During 2009-2011)". The aims of research are to find out and to analyze the condition of go public banking companies listed on Indonesian Stock Exchange and to find out and to analyze the statistic difference between financial ratios of Altman's Z-score model of go public banking companies listed on Indonesian Stock Exchange. The method of research is empirical study during 2009 until 2011, with technique data analysis are Altman Z-score and comparison test. To test the first hypothesis, it uses the results of Altman Z-score revision and modification model and the result support hypothesis that the condition of banking companies listed on Indonesian Stock Exchange has a tendency to go bankruptcy, therefore the first hypothesis can be accepted. To test the second hypothesis uses the results of independent t-test and analysis of variance (ANOVA), there are statistic differences between the financial ratios of Altman's z-score models on the banking companies that is predicted in bankruptcy, grey area and no bankruptcy conditions. therefore the second hypothesis can be accepted. Based on the result of data analysis, it can be concluded that the condition of banking companies listed on Indonesian Stock Exchange has a tendency to go bankruptcy and there are statistic differences between the financial ratios of Altman's z-score models on the banking companies that is predicted in bankruptcy, grey area and no bankruptcy conditions. From the conclusions, it can be implied that banking companies listed on Indonesian Stock Exchange need to improve its financial performance to avoid financial difficulties (financial distress) that can lead to bankruptcy. | This research is entitled "Financial Ratio Analysis Using Altman Z-Score Model in Predicting Bankruptcy Conditions of Public Banking Companies Listed on Indonesian Stock Exchange (During 2009-2011)". The aims of research are to find out and to analyze the condition of go public banking companies listed on Indonesian Stock Exchange and to find out and to analyze the statistic difference between financial ratios of Altman's Z-score model of go public banking companies listed on Indonesian Stock Exchange. The method of research is empirical study during 2009 until 2011, with technique data analysis are Altman Z-score and comparison test. To test the first hypothesis, it uses the results of Altman Z-score revision and modification model and the result support hypothesis that the condition of banking companies listed on Indonesian Stock Exchange has a tendency to go bankruptcy, therefore the first hypothesis can be accepted. To test the second hypothesis uses the results of independent t-test and analysis of variance (ANOVA), there are statistic differences between the financial ratios of Altman's z-score models on the banking companies that is predicted in bankruptcy, grey area and no bankruptcy conditions. therefore the second hypothesis can be accepted. Based on the result of data analysis, it can be concluded that the condition of banking companies listed on Indonesian Stock Exchange has a tendency to go bankruptcy and there are statistic differences between the financial ratios of Altman's z-score models on the banking companies that is predicted in bankruptcy, grey area and no bankruptcy conditions. From the conclusions, it can be implied that banking companies listed on Indonesian Stock Exchange need to improve its financial performance to avoid financial difficulties (financial distress) that can lead to bankruptcy. | |
| 10774 | 3699 | A1L008154 | TANGGAP TIGA KULTIVAR PISANG TERHADAP BEBERAPA KONSENTRASI Fusarium oxysporum f.sp. cubense VCG 01213/16 | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui 1) tanggap tiga kultivar bibit pisang terhadap penyebab penyakit layu Fusarium dengan berbagai konsentrasi dan 2) konsentrasi Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) awal yang dapat menyebabkan timbulnya gejala layu. Penelitian ini dilakukan selama empat bulan, yaitu pada bulan November 2011 sampai Febuari 2012, dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan di rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 7 kali ulangan dan 7 perlakuan. Tujuh perlakuan yang dicoba adalah kontrol, konsentrasi 1 x 101 - 1 x 106 konidium/ml larutan Foc VCG 01213/16, yang diberikan pada masing-masing kultivar pisang yaitu aksesi Musa accuminata var. tomentosa (PAR72), aksesi Musa accuminata var. tomentosa (PAR 100), dan hybrid Pisang klutuk dan Musa acuminate var malaccencis (402 KLMM). Variabel yang diamati adalah keparahan penyakit pada akar (RDI) dan daun (LSI), masa inkubasi, pertambahan panjang tanaman, panjang akar terpanjang,jumlah akar, jumlah akar terineksi, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar hybrid Pisang klutuk dan Musa acuminata var. malaccencis (402 KLMM) paling tahan terhadap infeksi Foc dengan tingkat RDI 1,39 dan LSI 1,51 dan memiliki kandungan senyawa fenol tertinggi. | The purpose of this study was to determine 1) respons of three banana seedlings cultivars against Fusarium wilt with various concentrations, and 2) the initial concentration of Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) can cause wilting symptoms. This research was conducted for four months, from November 2011 until February 2012, at the Laboratory of Plant Protection and in the greenhouse, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Randomized block design arranged by factorial was used with 7 times replicates and 7 treatments. The treatments were control, concentration of 1 x 101 up to 1 x 10¬6 conidia ml-1 solution of Foc VCG 01 213/16, applied in every banana cultivars i.e., Musa accuminata var. tomentosa (PAR 72), Musa accuminata var. tomentosa (PAR 100), and hybrid “klutuk” banana and Musa acuminata var. malaccencis (402 KLMM). Observed variables were disease severity of root (RDI) and leaf (LSI), incubation period, length of the plant, longest root length, number of roots, number of infected roots, and number of leaves. Results of the research showed that the hybrid “klutuk” banana and Musa acuminata var. malaccencis (402 KLMM) was the most resistant banana cultivar to Foc infection with RDI and LSI levels 1,39 and 1,51 LSI, respectively and contained the highest phenolic compounds. | |
| 10775 | 3700 | G1B007121 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 (Studi Di Poli Rawat Jalan RSUD Banyumas) | Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia dari tahun ke tahun terjadi peningkatan dan diperkirakan pada tahun 2030 mencapai 21,3 juta diabetes. DM tidak dapat disembuhkan, namun kadar gula darah pasien dapat dikendalikan agar selalu dalam keadaan normal. Penanganan penderita DM meliputi diit, olahraga dan obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah penderita DM tipe 2 di poli rawat jalan RSUD Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi analitik dengan desain cross ssectional dengan sampel penderita DM tipe 2 rawat jalan di RSUD Banyumas sebanyak 96 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square) dan multivariat (Regresi Logistik Ganda). Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kadar gula darah yaitu kepatuhan diit (p=0,014) dan aktivitas fisik (p=0,037), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kadar gula darah yaitu dukungan keluarga (p=0,213) dan asupan serat (p=0,102). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ada hubungan bersama antara kepatuhan diit, dukungan keluarga dan asupan serat dengan kadar gula darah. Kepatuhan diit merupakan faktor paling dominan berpengaruh terhadap kadar gula darah (p=0,004). Dilihat dari nilai p=0,012 (95% CI: 0,081-0,728), aktifitas fisik merupakan faktor protektif. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kadar gula darah seperti mematuhi diit yang dianjurkan dan meningkatkan dukungan bagi pasien DM dalam menjalani pengobatan. | Prevalence of Diabetes Mellitus (DM) in Indonesia from year to year and is expected to increase in 2030 reached 21.3 million with diabetes. DM can not be cured, but the patient's blood sugar levels can be controlled to keep it under normal circumstances. Treatment includes diit DM patients, exercise and medication. The purpose of this study was to determine the factors associated with blood sugar levels in people with type 2 diabetes poly outpatient hospital Banyumas. Type of research is an analytical study of the design of the sample cross ssectional with type 2 DM patients in hospital outpatient Banyumas as many as 96 people. Analysis of the data using univariate, bivariate (Chi-square test) and multivariate (multiple logistic regression). The results of the bivariate analysis showed that the variables associated with blood sugar levels that diit compliance (p=0.014) and physical activity (p=0.037), while the variables that are not related to the blood sugar levels of family support (p=0.213) and fiber intake (p=0.102). Multivariate analysis showed that there is a relationship between compliance with diit, family support and fiber intake with blood sugar levels. Compliance with diit is dominant factor that influence blood sugar level (p=0,004). Value p=0,012 (95% CI: 0,081-0,728), physical activity is the protectif factor. It is therefore necessary efforts to control blood sugar levels as recommended diit comply and improve support for diabetic patients in treatment. | |
| 10776 | 3702 | F1C008085 | Difusi Inovasi Program Aplikasi Sistim Informasi Manajemen (SIM) Gaji Pemda Yang Ditawarkan PT.Taspen (Persero) Kepada Pemda Banyumas | Penelitian ini membahas tentang proses difusi inovasi program aplikasi SIM gaji Pemda yang ditawarkan oleh PT.Taspen kepada Pemda Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : tahapan-tahapan dari difusi inovasi, saluran komunikasi, hambatan-hambatan yang terjadi, dan faktor-faktor yang mendasari Pemda Banyumas untuk menerima inovasi yang ditawarkan oleh Taspen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam pemilihan informan. Metode pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan triangulasi sumber untuk mendapatkan data yang valid, dan kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses difusi inovasi terjadi melalui 4 tahap yakni : 1.) Pengenalan Sistem Informasi Manajemen dengan cara mengadakan sosialisasi. 2.) Persuasi dilakukan dengan mengadakan workshop dan pelatihan. 3.) Keputusan terjadi setelah masa proses uji coba selesai. Dalam menentukan keputusan tersebut terdapat dua pendapat untuk menerima dan menolak, namun Pemda sendiri akhirnya menerima. 4.) Implementasi terjadi ketika program aplikasi tersebut sudah digunakan. Dalam penelitian ini, saluran komunikasi yang digunakan adalah komunikasi interpersonal dan komunikasi organisasi. Hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses difusi inovasi ini adalah kebutuhan tentang fitur program yang berbeda dan keterbatasan sumber daya manusia. Faktor-faktor yang dijadikan alasan untuk mengadopsi inovasi yaitu keuntungan relatif, dapat dicoba dan jangka waktu. | This study discusses the process of diffusion of innovation SIM application programs offered by the local government payroll to the government PT.Taspen to Banyumas government. This study aims to determine: the stages of the diffusion of innovation, communication channels, barriers that occur, and the factors underlying Banyumas government to accept the innovations offered by Taspen. The research method used in this research is descriptive qualitative research. This study used purposive sampling techniques in the selection of informants. Methods of data collection using three ways interviews, observation, and documentation. Researchers used a triangulation of sources to obtain valid data, and then the data is analyzed using Miles and Huberman analysis model. The results of this study indicate that the process of diffusion of innovation occurs through four stages namely: 1.) Introduction to Management Information Systems by conducting socialization. 2.) Persuasion done by organizing workshops and training. 3.) Decision occurred after the testing process is complete. In determining such decisions are two opinions to accept and reject, but the government itself eventually receive. 4.) Implementation occurs when an application program is already in use. In this study, the communication channel used is interpersonal communication and organizational communication. The obstacles that occur in the process of diffusion of innovation is the need of the different features of the program and limited human resources. Factors used as a reason to adopt innovations that relative advantage, can be tried and duration. | |
| 10777 | 3717 | H1E008024 | PEMODELAN STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN KAWASAN YANG MEMILIKI TINGKAT RESIKO GEMPABUMI TINGGI DI PESISIR SELATAN JAWA TENGAH | Pemodelan struktur geologi bawah permukaan telah dilakukan di kawasan yang memiliki tingkat resiko gempabumi tinggi di pesisir selatan jawa tengah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model profil 2D dan menginterpretasi struktur geologi bawah permukaan di kawasan yang memiliki tingkat resiko gempabumi tinggi di pesisir selatan Jawa Tengah berdasarkan pengolahan data anomali medan gravitasi. Daerah pemodelan didapat dari peta resiko gempabumi yang dibuat berdasarkan variasi nilai percepatan tanah maksimum model Fukushima dan Tanaka yaitu di sekitar Kabupaten Purworejo. Pemodelan struktur geologi bawah permukaan dilakukan dengan cara interpretasi model bawah permukaan dari suatu penampang Anomali Bouguer. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil dari satelit GEOSAT dan ERS-1 yang telah terkoreksi free air yang kemudian dilakukan koreksi bouguer dan koreksi medan sehingga didapat anomali bouguer lengkap di topografi. Pemisahan anomali lokal dan regional menggunakan metode reduksi bidang datar dan pengangkatan ke atas. Nilai densitas yang digunakan yaitu 2,67 gr/cm3. Pemodelan 2D dilakukan menggunakan software Grav2DC. Hasil pemodelan pada lintasan AB, CD dan EF diperoleh gambaran sebuah formasi sesar dan adanya lapisan batuan alluvium yang terdapat di permukaan. Adanya sesar dan lapisan batuan alluvium di permukaan menjadi penyebab tingginya resiko gempabumi di Kabupaten Purworejo | Modeling of subsurface geological structures has been conducted in areas having high earthquake risks in the central southern coast of Java. This study aims to model the 2D profiles and to interpret the geological subsurface structures in the area having high earthquake risks in the southern coast of Central Java based on data processing anomalous gravitational field. The location of sample is choosen based on the map of earthquake risks, which is determined by variation of maximum ground acceleration of Fukushima and Tanaka, i.e., around Purworejo District. Modeling of subsurface geological structures is done by interpreting the beneath of subsurface models of a bouguer anomaly section. The used data is secondary data is taken from GEOSAT and ERS-1 satellite, i.e., the free water corrected data, which is then corrected by bouguer and terrain correction in order to get a complete Bouguer anomaly in the topography. Separation of local and regional anomalies using the reduction and removal of the plane upward. The used density value is 2,67 g/cm3. The 2D modeling is performed using the software of Grav2DC. The results show that at the trajectory AB, CD and EF have fault formation like and the rock layers of alluvium are appeared on the surface. The existence of fault and rock layers of alluvium at the surface migh be the cause of high risk of earthquakes in Purworejo. | |
| 10778 | 3710 | H1E008034 | PENERAPAN EFEK HALL PADA PERANCANGAN SISTEM PENGUKUR KADAR BESI DALAM AIR | Dalam penelitian ini, perancangan sistem sistem pengukuran kadar besi dalam air telah dilakukan dengan menerapkan prinsip efek Hall. Alat ukur terdiri dari sebuah sensor magnetik Hall UGN 3503, sebuah magnet permanen, dan wadah sampel yang disusun secara bertingkat. Nilai kadar besi dari sampel akan mempengaruhi nilai medan magnetik yang terdeteksi oleh sensor karena adanya magnetisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas alat sebesar 0,667 g/L.mV, serta fungsi transfernya VS = (-0,0015 Kb + 1,0851) Volt. Fungsi kalibrasi alat mengikuti fungsi Kb = (-666,7 VS + 723,5) g/L. | A research about designing of measurenment system for iron content in water has been conducted using Hall Effect principle. This instrument consisting of a UGN 3503 magnetic Hall sensor, a permanent magnet and the sample containers are arranged in stages. Value iron content of the sample will affect the value of the magnetic field detected by the sensor due to the magnetization. The results showed that the sensitivity of the measuring system of 1. 0,667 g/L.mV, as well as transfer function VS = (-0,0015 Kb + 1,0851) Volt with determinant coefficient remains 0,997. Calibration function follows function Kb = (-666,7 VS + 723,5) g/L. | |
| 10779 | 3703 | D1E008026 | PENGGUNAAN LEVEL PAKAN FUNGSIONAL TERHADAP DAYA IKAT AIR, SUSUT MASAK, DAN KEEMPUKAN DAGING AYAM BROILER | Pakan fungsional merupakan pakan yang berfungsi untuk meningkatkan performan, produktivitas maupun kesehatan ayam. Pakan fungsional selain mengandung nutrien yang terkandung dalam bahan pakan penyusun juga mengandung probiotik sedang minyak ikan lemuru dan isolat mikroba sebagai antihistamin. Penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemberian pakan fungsional terhadap kualitas daging ditinjau dari daya ikat air, susut masak, dan keempukan daging ayam broiler. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan dan empat kali ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari lima ekor ayam broiler. Data diuji dengan analisis variansi. Perlakuan terdiri dari R0 = Penggunaan pakan fungsional sebanyak 0 % R1 = Penggunaan pakan fungsional 5 % R2 = Penggunaan pakan fungsional 10% R3 = Penggunaan pakan fungsional 15% R4 = Penggunaan pakan fungsional 20%. Peubah yang di amati adalah daya ikat air,susut masak, dan keempukan daging ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan level pakan fungsional terhadap daya ikat air, susut masak dan keempukan daging ayam broiler dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan penggunaan pakan fungsional sampai level 20% dalam pakan belum meningkatkan daya ikat air, keempukan dan belum menurunkan susut masak daging ayam broiler umur 35 hari. | Functional Feed is feed to improve the performance, productivity and health of the chicken. Fungtional feed beside containing nutrients from the feed material but also contain probiotics, while lemuru fish oil and microbial isolates as antihistamines. The purpose of this reseach were to evaluate the distribution of fungsional feed on the quality of meat based on the water holding capacity, cooking losses, and tenderness of broiler meat. Completely Randomized Design (CRD) was used in this research with five treatments. Each treatment were four time replicated and each replication consist of five broilers. The treatments of this research were R0 = basal feed with 0 % functional feed (control), R1 = basal feed with 5 % functional feed, R2 = basal feed with 10 % functional feed, R3 = basal feed with 15 % functional feed, R4 = basal feed with 20 % functional feed. Water holding capacity, cooking losses, and tenderness of broiler meat were measured as variable. Variable data were analyzed with analysis of variance. The results of the research showed that the use of functional feed non-significant effect on water holding capacity, cooking losses, and tenderness of broiler meat. Based on the research can be concluded that the use of functional feed up to 20 % in feed for broilers: water holding capacity, cooking losses, and tenderness of broilers meat is similar. | |
| 10780 | 3704 | C1J006023 | DEMAND OF LPG IN BATURRADEN AND NORTH PURWOKERTO SUB DISTRICTS, BANYUMAS REGENCY | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada pengguna gas elpiji 3kg di Kecamatan Baturraden dan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendapatan, harga gas elpiji 3kg, harga substitusi, dan jumlah tanggungan keluarga terhadap permintaan gas elpiji 3kg dan mengetahui elastisitas masing-masing variabel terhadap besarnya permintaan gas elpiji 3kg. Sampel dalam penelitian ini adalah rumah tangga yang menggunakan gas elpiji 3kg, kayu bakar, dan minyak tanah di Kecamatan Baturraden dan Purwokerto Utara. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden dimana 47 kepala keluarga berasal dari Baturraden dan 53 kepala keluarga dari Purwokerto Utara. Simple Random Sampling digunakan dalam penentuan responden Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data bahwa: (1) Pendapatan, harga gas elpiji 3kg, harga kayu bakar, jumlah tanggungan keluarga, dan dummy location secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan gas elpiji 3kg, (2) Hasil perhitungan elastisitas diperoleh nilai elastisitas yang berpengaruh besar terhadap permintaan gas elpiji 3kg adalah variabel pendapatan dikarenakan semakin tinggi seseorang dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup sehari-hari seperti kegiatan konsumsi makanan yang dimasak dengan menggunakan gas elpiji maka akan meningkatkan permintaan gas elpiji, ketika harga gas naik maka permintaan gas elpiji akan berkurang, dan ketika harga gas turun maka permintaan gas elpiji akan meningkat. Implikasi dalam penelitian ini yaitu bagi Pertamina dalam hal ini perlu lebih mengadakan sosialiasi kepada masyarakat bahwa menggunakan gas elpiji lebih menguntungkan dibanding dengan menggunakan kayu bakar maupun minyak tanah, sehingga masyarakat tidak takut menggunakan gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Kepada pertamina atau pun pihak terkait juga diharapkan dapat menjaga kestabilan harga dan ketersedian gas elpiji 3 kg, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, karena dengan tersedianya barang akan berpengaruh positif terhadap kestabilan harga barang tersebut. Jika kestabilan harga dan ketersediaan gas elpiji 3 kg di semua aspek wilayah dapat terpenuhi maka masyarakat yang berpendapatan rendah dan berada di wilayah pedesaan pun dapat menggunakan gas elpiji 3 kg dalam kegiatan sehari-harinya, dengan demikian program yang dicanangkan oleh pemerintah mengenai konversi minyak tanah ke gas bisa berjalan sesuai rencana. | This research is a survey study in “Three Kg LPG users in Baturraden and North Purwokerto Sub Districts, Banyumas Regency”. The research aims to know and analyze the influence of income, 3kg LPG price, substitution price, and family costs on 3kg LPG demand and to know elasticity of these validithes on 3kg LPG demand. The sample was household that use 3kg LPG, firewood, and kerosene in Baturraden and North Purwokerto Sub Districts. The respondents were 100 people with 47 family heads from Baturraden and 53 family head from North Purwokerto. Simple Random Sampling was used to decide the respondents. Based on the research result:(1) Income, 3kg LPG price, firewood price, family costs, and dummy location simultaneously have significant influence on 3kg LPG demand, (2) Elasticity calculation result shows that income was the most influential variable, because higher daily needs such as cooked food consumption by using LPG, higher of demand. The LPG price increaseinput to the demand reduce, and otherwise. The implication was Pertamina should socialize the using of LPG which was more beneficial than using firewood and kerosene, thus society as fear to use LPG for daily life.Pertamina and other related parties should maintain the price and supply of 3kg LPG in cities and villages, because of the will gives positive influence to the price stability. If the price and supply were stable, villagers that have low income could consume 3kg LPG for daily activities, thus the program planned by Government about kerosene conversion to LPG was running well. |