Artikelilmiahs
Menampilkan 10.741-10.760 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10741 | 3653 | I1B006019 | PENGARUH SUBSTITUSI SEMEN DENGAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI YANG DICOR DI DALAM AIR DENGAN SUPERPLASTICIZER | Pengecoran beton mutu tinggi di dalam air berbeda dengan beton yang dicor pada kondisi kering. Hal ini disebabkan tidak memungkinkannya dilakukan pemadatan karena akan menyebabkan kehilangan semen yang dapat mengurangi mutu beton. Oleh sebab itu pengecoran di dalam air membutuhkan metode yang disesuaikan dengan kondisi pembetonan di dalam air dan beton segar yang dapat mudah mengalir sehingga dapat memadat dengan sendirinya serta tidak mudah tergerus oleh air . Penelitian eksperimen dilakukan dengan membuat 48 benda uji yang dicor di dalam air dengan bahan tambah berupa superplasticizer Sikament NN dan Fly Ash yang berasal dari PLTU Paiton . Variabel Fly Ash yang digunakan untuk substitusi semen adalah 0%, 10%, 20% dan 30% dari berat binder. Penggunaan superplasticizer didasarkan pada nilai optimum hasil campuran coba dengan variabel 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% dari berat binder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan superplasticizer optimum sebesar 1% dari berat binder. Substitusi Fly Ash optimum sebesar 20% dari berat binder dan menghasilkan kuat tekan rerata sebesar 49,98 MPa pada 28 hari. Dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut masih termasuk dalam kriteria beton mutu tinggi karena melebihi 41,4 MPa pada 28 hari. | Underwater high quality concrete casting different than dry condition concrete casting. This is due not allow compaction done because it will lead to loss of cement which can reduce the quality of concrete. Therefore underwater casting requires adapted method to the underwater placing condition and high flowable of fresh concrete so it can be compact by itself and not easily eroded by water. Experimental studies carried out by making 48 underwater placing specimens with superplasticizer Sikament NN and Fly Ash from PLTU Paiton as added material. Fly Ash Variables used for cement substitution was 0%, 10%, 20% and 30% of the binder weight. Superplasticizer using based on the optimum value of the trial mix with variable 0.5%, 1%, 1.5% and 2% by binder weight. These results indicate that the optimum use of superplasticizer at 1% by weight of binder. Fly Ash optimum substitution for 20% by binder weight produces an average compressive strength amounting 49.98 MPa at 28 days. It can be concluded that the results are still included in the criteria for high quality concrete as higher than 41.4 MPa at 28 days. | |
| 10742 | 3652 | H1A007031 | PENURUNAN NILAI BOD DAN COD LIMBAH CAIR INDUSTRI BATIK MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2-N DENGAN BANTUAN SINAR MATAHARI | Fotokatalis merupakan kombinasi proses fotokimia dan katalisis yang memerlukan sinar ultraviolet (UV) sebagai sumber energi dan katalis semikonduktor untuk melakukan transformasi kimia. Fotokatalis yang sering digunakan adalah TiO2. TiO2 dapat dimodifikasi dengan nitrogen untuk meningkatkan aktivitas fotokatalitiknya. Fotokatalis TiO2-N dapat digunakan untuk menurunkan nilai BOD dan COD limbah cair industri batik. TiO2-N dibuat dengan perbandingan molar (95:5) dan (90:10). Kemudian diuji aktivitas fotokatalitiknya dengan variasi waktu kontak dan pH air limbah. Waktu kontak optimum yang diperoleh pada penurunan nilai BOD dan COD adalah selama 5 jam waktu penyinaran. Persentase penurunan BOD sebesar 72,73%, 81,82%, dan 90,91%. Sedangkan untuk COD sebesar 55,27%, 71,06%, dan 78,95%. pH optimum untuk penurunan BOD menggunakan fotokatalis TiO2 diperoleh pada pH 9 dengan persentase penurunan nilai BOD sebesar 66,67% dan COD pada pH 13 sebesar 68,57%. pH optimum penurunan nilai BOD dan COD untuk fotokatalis TiO2-N (95:5) dan TiO2-N (90:10) adalah pada pH 11 dengan persentase penurunan nilai BOD sebesar 76,92% dan 84,62% serta persentase penurunan nilai COD sebesar 78,38% dan 83,78%. | Photocatalyst is a combination of photochemical and catalyst processes that require ultraviolet light (UV) as an energy source and a semiconductor catalyst to perform chemical transformation. Photocatalyst that frequently used is TiO2. TiO2 can be modified with Nitrogen to enchance the photocatalytic activity. Photocatalyst TiO2-N can be used to reduce the BOD and COD values in batik industrial wastewater. TiO2-N are made by molar ratio of (95:5) and (90:10). Optimum contact time that obtained in the reduction of BOD and COD values was 5 hours. Percentage reduction of BOD was 72,73%, 81,82%, and 90,91% respectively. Then for COD was 55,72%, 71,06%, and 78,95%. The optimum pH of BOD reduction value using TiO2 photocatalyst obtained at pH 9 with a percentage decrease of 66,67% and COD at pH 13 was 68,57%. The optimum pH decrease of BOD and COD values using TiO2-N (95:5) and TiO2-N (90:10) obtained at pH 9 with percentage decrease of BOD was 76,92% and 84,62%. Then percentage decrease of COD was 78,38% and 83,78%. | |
| 10743 | 3655 | C1C008025 | PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, SUMBER DAYA MANUSIA DAN KOORDINASI TERHADAP EFEKTIVITAS PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DI DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN CIAMIS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel pemanfaatan teknologi informasi, sumber daya manusia dan koordinasi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penyusunan laporan keuangan di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis. Penelitian ini dilakukan kepada pegawai di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis. Data yang digunakan merupakan data primer dan dokumentasi, yaitu meliputi pengumpulan data yang berasal dari buku-buku, artikel, jurnal dan sumber data tertulis lainnya yang berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan, serta kuesioner yang diberikan pada pegawai di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa variabel pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penyusunan laporan keuangan, sumber daya manusia dan koordinasi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penyusunan laporan keuangan di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis. Koordinasi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap efektivitas penyusunan laporan keuangan di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian dan pengembangan lebih lanjut mengenai pemanfaatan teknologi informasi, sumber daya manusia dan koordinasi serta implikasinya terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis. Penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian tidak di satu tempat saja supaya hasilnya bisa dibandingan. | This research aims to know whether variable of information technology using, human resources, and coordination are significantly influencing on effective financial report arranging in Department of Income, Financial Management, and Regional Assets in Ciamis Regency. The target was employee of Department of Income, Financial management, and Regional Assets in Ciamis Regency. The data were primary data and documentation, such as collecting data from books, articles, journals, and other necessary written sources, and also questionnaire to the employee. Multiple linear regression was the analysis tool. The result concludes that variable of information technology using was not significantly influence on effective financial report arranging. Human resources and coordination were the most significant variables that influence effective financial report arranging. Coordination was the most influential variable on effective financial report arranging in Department of Income, Financial Management, and regional Assets in Ciamis Regency. This research was expected as reference for future research about information technology using, human resources and coordination and its implication on financial report improvement in Department of Income, Financial Management, and Regional Assets in Ciamis Regency. The future research should not be done in one place, thus the result can be compared. | |
| 10744 | 3656 | G1B008102 | HUBUNGAN ANTARA KONDISI LINGKUNGAN FISIK DENGAN KELELAHAN PADA PEKERJA SHIFT PAGI DI BAGIAN PRODUKSI PT. WANA MAKMUR SEJAHTERA PURBALINGGA | Perkembangan teknologi yang semakin maju mendorong Indonesia mencapai tahap industrialisasi yang diikuti dengan penggunaan teknologi tinggi yang semakin komplek dan rumit yang dapat menimbulkan potensi bahaya kecelakaan kerja. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja adalah perasaan kelelahan yang dialami pekerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja adalah lingkungan fisik tempat kerja yang terdiri dari suhu, pencahayaan dan kebisingan. Berdasarakan data pengukuran tahun 2011 diketahui suhu ruangan produksi sebesar 32,05 0 C, pencahayaan sebesar 474 Lux dan intensitas suara sebesar 90 dB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lingkungan fisik dengan kelelahan pada pekerja shift pagi di bagian produksi PT. Wana Makmur Sejahtera Purbalingga. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 35 pekerja pada proses produksi. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (uji Regresi Linear Sederhana), dan multivariat (Regresi Linear Ganda). Hasil uji Regresi Linear Ganda menyatakan ada hubungan antara suhu dengan kelelahan kerja (p=0,000), tidak ada hubungan antara pencahayaan dengan kelelahan kerja (p=0,191) dan tidak ada hubungan antara kebisingan dengan kelelahan kerja (p=0,912). Hasil uji Regresi Linear Ganda menyatakan bahwa suhu dengan nilai p=0,000 mempunyai hubungan yang paling besar dengan kejadian kelelahan kerja dengan nilai adjusted R square sebesar 71,6%. Perusahaan disarankan untuk menata ulang ruang produksi dan membuat rancangan untuk pengadaan lubang ventilasi udara yang disesuaikan dengan luas ruang produksi, menyediakan air minum di ruang produksi dan menyediakan seragam yang nyaman dan mudah menyerap keringat. | The development of increasingly advanced technology encourages Indonesia in reaching the stage of industrialization which always be followed by the use of the application of high technology which is increasingly complex and complicated that could pose a potential occupational accident hazards. One of the Occupational accidents factors is fatigue. One of the factors that affect the fatigue is physical environment consisting of temperature, lighting and noise. Based on the measurement data in 2011, it is known that the production room temperature was 32.050 C, light intensity was 474 Lux and noise was 90 dB. The purpose of this study was to determine the relationship between physical environments and the fatigue in the morning shift workers at the production division in PT. Wana Makmur Sejahtera Purbalingga. The type of this research was included as observational study with cross sectional approach. The research samples were 35 workers in the production process. Analysis of the data used univariate, bivariate (Simple Linear Regression testing), and multivariate (Multiple Linear Regression). Multiple linear regression test results stating there is a relationship between temperature fatigue (p = 0.000), no association between exposure to fatigue (p = 0.191) and no correlation between the noise with fatigue (p = 0.912). Multiple linear regression test results states that the temperature with p = 0.000 have the greatest relationship with the incidence of fatigue with an adjusted R-square value of 71.6%. Companies are advised to rearrange production space and create a design for the procurement of air vents adjusted to the production room, provide drinking water to replace the body fluids that come out through the sweat due to the high temperatures and provide a comfortable and sweat-absorbent uniform. Keywords: Working Fatigue, Physical Environment | |
| 10745 | 3658 | C1C008018 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA UKM DI KABUPATEN BANYUMAS (Survey pada Industri Batik Banyumas di Desa Sokaraja Tengah) | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi Pada UKM Di Kabupaten Banyumas (Survey Pada Industri Batik Banyumas di Desa Sokaraja Tengah)”. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi pada UKM. Penelitian ini merupakan survey pada UKM Batik Banyumas yang terdapat di Desa Sokaraja Tengah pada tahun 2012. Populasi terdiri dari semua manajer (keuangan/operasional) atau pemilik UKM Batik Banyumas di Kabupaten Banyumas khususnya Desa Sokaraja Tengah. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Hipotesis dalam penelitian ini dianalisis menggunakan regresi linear berganda (multiple regression) yang diukur menggunakan program SPSS versi 15.0. Temuan pertama pada penelitian faktor yang mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi menemukan bahwa masa memimpin perusahaan, pendidikan manajer/pemilik, pelatihan formal akuntansi, umur perusahaan dan skala usaha berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi. Temuan kedua menemukan bahwa pendidikan manajer, skala usaha, masa memimpin dan umur perusahaan berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UKM. Temuan terakhir menemukan bahwa pendidikan berpengaruh dominan terhadap penggunaan informasi akuntansi, sedangkan variabel pelatihan berpengaruh signifikan tetapi tidak paling besar. | This study is entitled The Analysis of Factors Affecting the Use of Accounting Information In UKM In Banyumas (Survey In industries of batik Banyumas in Sokaraja Tengah village). The purpose of this study was to analyze the factors that influence the use of accounting information of UKM. This study is a survey of UKM Batik Banyumas located in Sokaraja Tengah village in 2012. The population of the study included all (financial/ operational) manager or owner of UKM Batik Banyumas especially in Sokaraja Tengah village. Census method was used as sampling technique; all the population were taken as samples. The hypothesis of the study was analyzed by using multiple regressions which was measured by using SPSS version 15.0 program. The first finding of the study of the factors affecting the use of accounting information was that period of leading company, educational background of the manager, formal accounting training, age of company, and scale of business have a positive effect on the use of accounting information. The second finding showed that manager education, business scale, leading period, and company age positively affect the use of accounting information of UKM. The last finding was that education dominantly affect the use of accounting information, while training variable significantly affect but not most. | |
| 10746 | 3657 | G1A006015 | AN ANALYSIS OF POLITENESS IN THE IMPERATIVE UTTERANCES IN HENRIK IBSEN’S HEDDA GABLER | ABSTRAK Penelitian ini berjudul An Analysis of Politeness in the Imperative Utterances in Henrik Ibsen’s Hedda Gabler. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui tipe tutur perintah yang diterapkan dalam tutur perintah yang dihasilkan oleh para tokoh dalam drama Hedda Gabler karya Henrik Ibsen, 2) Untuk mengetahui strategi kesopanan yang diterapkan dalam tutur perintah yang dihasilkan oleh para tokoh dalam drama Hedda Gabler karya Henrik Ibsen, dan 3) Untuk menjelaskan hubungan antara tutur perintah dan strategi kesopanan yang diterapkan dalam tutur perintah yang dihasilkan oleh para tokoh dalam drama Hedda Gabler karya Henrik Ibsen. Metode kualitatif digunakan oleh peneliti untuk menjelaskan tipe bentuk perintah, strategi kesopanan, serta hubungan antara bentuk tutur perintah dan strategi kesopanan yang diterapkan di dalam tutur perintah yang dihasilkan oleh para tokoh. Setelah membaca drama tersebut, ditemukan 33 tutur perintah yang mengandung kesopanan. Setelah mengadakan analisa terhadap tutur-tutur perintah tersebut, berdasarkan tipe tutur perintah, terdapat 31 tutur perintah langsung dan 2 tutur perintah tidak langsung. Kemudian, berdasarkan tipe strategi kesopanan, terdapat 24 tutur perintah yang tergolong ke dalam strategi kesopanan positif, terdapat 4 tutur perintah yang tergolong ke dalam strategi kesopanan negatif, terdapat 3 tutur perintah yang tergolong ke dalam strategi kesopanan bald-on-record, dan terdapat 2 tutur perintah yang tergolong ke dalam strategi kesopanan off-record. Hubungan antara tutur perintah dan strategi kesopanan dalam tutur-tutur perintah yang dihasilkan oleh para tokoh dapat dipahami dari ciri khas tiap-tiap strategi kesopanan. | ABSTRACT This research was entitled An Analysis of Politeness in the Imperative Utterances inHenrik Ibsen’s Hedda Gabler. The purposes of this research were: 1) To know the types of imperative applied in the imperative utterances produced by the characters in Henrik Ibsen’s Hedda Gabler, 2) To know the politeness strategyapplied in the imperative utterances produced by the characters in Henrik Ibsen’s Hedda Gabler, and 3) To explain the relationship between the imperative utterance and the politeness strategy applied in the imperative utterances produced by the characters in Henrik Ibsen’s Hedda Gabler. A Qualitative method was used to explain the types of imperative, the politeness strategy, and the relationship between the imperative utterance and the politeness strategy applied in the imperative utterances produced by the characters. After reading the drama, the researcher found that there were 33 imperative utterances contained politeness in the imperative utterances produced by the characters. After conducting the analysis to those utterances, based on the type of imperative, there were 31 direct imperative utterances and 2 indirect imperative utterances. Then, based on the type of politeness, there were 24 imperative utterances belonged to positive politeness strategy, 4 imperative utterances belonged to negative politeness strategy, 3 imperative utterances belonged to bald-on-record strategy, and 2 imperative utterances belonged to off-record strategy. The relationship between the imperative utterance and the politeness strategy applied in the imperative utterances produced by the characters can be understood from the characteristics of each politeness strategy. | |
| 10747 | 3659 | C1B007075 | REAKSI PASAR TERHADAP INISIASI DIVIDEN DAN ATAU OMISI DIVIDEN PADA PERUSAHAAN SEKTOR KEUANGAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar terhadap harga saham perusahaan atas pengumuman inisiasi dividen dan omisi dividen. Penelitian ini memfokuskan pada abnormal return yang terjadi di sekitar hari pengumuman inisiasi dividen dan omisi dividen. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor keuangan yang listing di Bursa Efek Indonesia pada periode 2000-2007. Sampel yang memenuhi kriteria berdasarkan teknik purposive sampling ada 28 perusahaan yang terdiri dari 13 perusahaan/ event inisiasi dividen dan 19 perusahaan/ event omisi dividen. Reaksi pasar terhadap pengumuman dividen ini diuji dengan menggunakan metode event study. Peneliti juga melakukan koreksi beta Fowler & Rorke 4 Lag dan 4 Lead untuk mengurangi pengaruh bias di Bursa Efek Indonesia. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah one-sample t-test. Hasil penelitian ini berkesimpulan bahwa terdapat reaksi pasar yang positif dan signifikan pada alpha 5% atas pengumuman inisiasi dividen. Hal ini ditunjukkan dengan adanya abnormal return yang positif dan signifikan. Reaksi pasar yang positif dan signifikan ini berarti bahwa investor di Bursa Efek Indonesia merespon informasi pengumuman inisiasi dividen ini sebagai kabar baik (good news). Untuk pengumuman omisi dividen, tidak ditemukan adanya reaksi pasar yang negatif dan signifikan. Ini berarti pasar tidak bereaksi terhadap pengumuman omisi dividen. | This study aimed to analyze the market reaction of the company's stock price to the dividend initiation and dividend omission announcement. This study focused on the abnormal return happening around the announcement day of the dividend initiation and omission. The population of this study were a financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2000-2007. There were 28 companies as samples, consisting of 13 companies / dividend initiation events and 19 companies / dividend omission events. The market reaction to dividend announcements was examined using the event study method. The Fowler and Rorke 4 Leads and 4 Lags was used to reduce bias effects on the Indonesia Stock Exchange. The statistical method used to test the hypothesis was a one-sample t-test. The results of this study was concluded that there is a positive market reaction and significant at an alpha of 5% on the dividend initiation announcement. This was indicated by the presence of abnormal return was positive and significant. Market reaction were positive and significant meant that investors in the Indonesia Stock Exchange responded the information of dividend initiation announcement as good news. For dividend omission announcement, there was no negative market reaction and significant. This meant that the market did not react to the announcement of dividend omission. | |
| 10748 | 3661 | C1C008089 | ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI LABA BUMD TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PEMERINTAH EKS KARESIDENAN BANYUMAS | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerimaan laba BUMD dan kontribusi laba BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi. Sasaran penelitian ini adalah penerimaan laba BUMD dan data pertumbuhan ekonomi dari tahun 2005 sampai dengan 2010 yang terdapat di empat kabupaten di Pemerintahan eks Karesidenan Banyumas yaitu Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga. Analisi data menggunakan metode regresi linier berganda. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat efektivitas penerimaan laba BUMD untuk Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara lebih dari satu yaitu 1,01 dan 1,20 yang berarti bahwa penerimaan laba BUMD sudah efektif sedangkan untuk Kabupaten Banyumas dan Purbalingga tingkat efektivitasnya kurang dari satu yaitu sebesar 0,95 dan 0,99 yang berarti bahwa penerimaan laba BUMD belum efektif. Kontribusi laba BUMD untuk ke empat Kabupaten menunjukkan angka yang beragam dan jika dibandingkan dengan target kontribusi laba BUMD yang ditetapkan Pemerintah untuk tahun 2005 sampai 2010 mayoritas belum bisa mencapai target yang ditetapkan Pemerintah. | The objectives of this research is to examine level of effectiveness profit revenue of Regional Enterprise and profit contribution of Regional Enterprise toward Regional Income and the economics growth. The targeted is profit revenue of Regional Enterprise and the economics growth data since 2005 until 2010 are contained in four districts in the former residently of Banyumas the Government Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, and Purbalingga. Data were analyzed by multipli regression method. This research is resulting level of effectiveness profit revenue of Regional Enterprise for Cilacap and Banjarnegara is 1,01 and 1,20 which categorized as effective, meanwhile for Banyumas and Purbalingga level of effectiveness profit revenue of Regional Enterprise is 0,95 and 0,99 which categorized as not effective yet. Owned profit contribution for the four Regional Districts shows a diverse and compared with the target of profit contribution Regional Owned Enterprise estabilished by the Government for the years 2005 to 2010 the majority have not been able to reach the target set by the Government. | |
| 10749 | 3662 | E1A006236 | Perlindungan Hukum terhadap Pegawai Honorer di Lingkungan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto | Instansi-instansi pemerintah baik yang ada di pusat maupun di daerah membutuhkan pegawai, salah satunya adalah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Oleh karena itu, kemudian instansi-instansi tersebut mengangkat pegawai honorer. Untuk itu agar adanya rasa aman dalam bekerja, maka terhadap pegawai honorer yang belum diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil seharusnya ada perlindungan hukumnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif, lokasi penelitian di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Sumber bahan hukum Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal. Perlindungan hukum ada, jika hak-haknya terpenuhi seperti cuti, perlindungan keselamatan, kesehatan kerja dan honorarium. Perlindungan hukum pegawai honorer di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman belum diatur secara keseluruhan, pengaturan tersebut hanya mengatur honorarium yang dituangkan dalam Peraturan Rektor Nomor Keputusan 156/H23/KU/2009. Saat ini, Honorarium Pegawai Honorer masih di bawah UMK (Upah Minimum Kabupaten) Banyumas. | Government agencies both at central and local levels need employees, one of which is in the University of Jenderal Sudirman. Therefore, these agencies then lifted temporary employee. For that to a sense of safety in the work, then the temporary employee who has not appointed a candidate for Civil Servants should be no legal protection. The research method used in this study is a normative juridical approach, specifications of the study is a prescriptive study, research location research at University of Jenderal Soedirman Purwokerto, sources of primary legal materials laws Material, secondary and tertiary legal materials collection method in this study performed with an inventory of legislation, documentation and library research, methods of presentation of legal material presented in the form of narrative texts, and analytical methods used were qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation of the model. No legal protection if their rights are met such as leave, safety, occupational health and honorarium. Legal protection temporary employee in the University General Sudirman has not been set as a whole, the settings just set honorarium as outlined in Rule Rector Decree No. 156/H23/KU/2009. Currently, Honorarium Honorary Employees still under MWD (Minimum Wage District) of Banyumas. | |
| 10750 | 3663 | D1E008061 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) PADA PAKAN SAPI POTONG LOKAL TERHADAP PRODUKSI VFA TOTAL DAN NH₃ SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun waru terhadap produksi VFA total dan NH₃ secara in vitro. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima blok. Sebagai blok adalah periode pengambilan cairan rumen yang berasal dari tiga ekor sapi potong yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) Mersi, Purwokerto. Perlakuan yang diuji adalah level ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus) dalam konsentrat (mg/kg BK). Level pemberian ekstrak daun waru tersebut adalah 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm masing-masing untuk R₁, R₂, R₃, dan R₄. Imbangan bahan kering pakan komplit yang digunakan terdiri atas 45% jerami padi amoniasi (amoniasi menggunakan urea 5% dan onggok 2,5%) dan 55% konsentrat. Peubah yang diukur adalah konsentrasi VFA total dan N-NH₃. Analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun waru berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap konsentrasi VFA namun tidak berpengaruh (P > 0,05) pada produksi NH₃. Peningkatan konsentrasi daun waru (ppm) menyebabkan penurunan VFA secara kuadrater ( P < 0,05 ) dengan konsentrasi VFA terendah dicapai pada level 96,209 ppm. Rataan produksi VFA yaitu 318,6 ± 77,34 ; 253,60 ± 36,00 ; 261,10 ± 64,48 ; 266,40 ± 70,32 (mM/1) dan NH₃ yaitu 16.84±3.55 ; 17.68±3.34 ; 16.80±2.58 ; 16.60±3.93 (mM/1). Dari hasil tersebut disimpulkan suplementasi ekstrak ethyl acetate daun waru hingga level 150 ppm tidak mengganggu aktivitas metabolisme rumen sapi potong secara in vitro. | The aim of this research was to determine level of extract of waru leaf on the production of total VFA and NH₃ in vitro. The research was designed according to randomized block design with five groups. Grouping wasbased on the time period of rumen fluid collections from trhee beef cattle taken from slaughter house Mersi, Purwokerto. Treatments tested were Hibiscus tiliaceus leaves extract supplemented to concentrate (DM 87,95%), its consist of 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm for R1, R2, R3, and R4, respectivenly. Complete feed dry matter ration consisted of 45% amoniated rice straw (amoniated with urea 5% and onggok 2,5%) and 55% concentrate. The variables measured were concentrations of total VFA and NH₃. Analysis of variance showed that Hibiscus leaf extract significantly affect (P<0,05) to the total VFA concentrations and had no effect (P>0,05) on the production of NH₃. Increasing concentration of waru leaf (ppm) causes a decrease in kuadrater VFA (P< 0.05). The average of total VFA production are 318.6 ± 77.34; 253.60 ± 36.00; 261.10 ± 64.48; 266.40 ± 70.32 (mM /1) and NH ₃ is 16.84 ± 3:55; 17.68 ± 3:34 ; 16.80 ± 2:58; 16.60 ± 3.93 (mM / 1). Result showed that supplementation of ethyl acetate extract of Hibiscus tiliaceus leaves to level 150 ppm did not interfere the rumen metabolic activity of beef cattle in vitro. | |
| 10751 | 3664 | F1B007032 | EFEKTIVITAS PELAYANAN ORGANISASI (STUDI EFEKTIVITAS PELAYANAN KTP DI KECAMATAN KROYA) | Pelayanan KTP di Kecamatan Kroya diselenggarakan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) serta pada bulan April tahun 2012 telah dilaksanakan pula penerapan e-KTP yang dilandasi dengan UU nomor 35 Tahun 2010 tentang cara dan teknik pembuatan e-KTP. Sistem pelayanan KTP semakin berkembang dengan penggunaan system informasi yang semakin meningkat sedangkan SDM cukup terbatas serta jumlah penduduk wajib KTP yang cukup banyak. Penelitian ini memfokuskan untuk mengetahui bagaimanakah efektivitas pelayanan KTP di Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mendeskripsikan efektivitas pelayanan KTP menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjamin validitas data yang telah diperoleh diuji dengan cara triangulasi sumber. Setelah diadakan penelitian tentang efektivitas pelayanan KTP di Kecamatan Kroya berdasarkan pada model proses internal yang terdiri dari aspek pengelolaan informasi dan komunikasi, partisipasi dalam pembuatan keputusan dan perencanaan serta pengawasan dalam pelaksanaan tugas telah menunjukkan pelaksanaan pelayanan KTP di Kecamatan Kroya cukup efektif dengan dikelolanya ketiga aspek tersebut dengan cukup baik ditunjang dengan pengawasan yang dilakukan oleh internal kecamatan, pusat serta masyarakat. | KTP (ID card) service in the District Kroya organized by the Population Administration Information System (SIAK) and in April 2012 has been carried out as well the implementation of e-ID cards are based on the Law No. 35 Year 2010 concerning the ways and techniques of making e-ID card. ID card service System growing with the use of information systems has increased while HR is fairly limited and the number of people who pretty much compulsory ID cards. This research focuses to know how effective ID card service in District Kroya Cilacap. The purpose of this study was to determine and describe the effectiveness of the ID card service in District Kroya Cilacap used a qualitative descriptive method. The selection of informants using purposive sampling method. The data used are primary data and secondary data. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation. To ensure the validity of test data that has been acquired by means of triangulation of sources. Having conducted research on the effectiveness of ID service in District Kroya based on the internal process model that consists of the management aspects of information and communication, participation in decision making and planning as well as monitoring the implementation of the tasks have shown the implementation of the ID card service in District Kroya managed quite effectively with these three aspects is fairly well supported with internal supervision by district, and community centers. | |
| 10752 | 3666 | G1A008054 | KORELASI KADAR GLIKOHEMOGLOBIN DENGAN KADAR MALONDIALDEHID PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II YANG MENGALAMI OBESITAS DI RUMAH SAKIT PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme dengan beberapa karakteristik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis. Di Indonesia, DM sering dihubungkan dengan kejadian obesitas (IMT ≥ 25) berkaitan dengan terjadinya proses dari peningkatan stress oksidatif akibat radikal bebas. Glikohemoglobin (HbA1c) merupakan rerata glukosa darah selama 3-4 bulan terakhir, yang dapat digunakan sebagai penegakkan diagnosis pada pasien DM. Malondialdehid (MDA) merupakan salah satu hasil akhir dari peroksidasi lipid yang sering digunakan untuk menentukan adanya stress oksidatif pada tubuh. Pemeriksaan kadar MDA dan kadar HbA1c dapat digunakan untuk mengevaluasi pengendalian terhadap gula darah pada pasien DM. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji korelasi kadar HbA1c dengan kadar MDA pada pasien Diabetes Melitus tipe II yang mengalami obesitas. Metode: penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan DM yang mengalami obesitas di poli DM Prof. Dr. Margono Soekarjo. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Analisis penelitian ini adalah dengan menggunakan uji Sperman. Hasil :Hasil uji korelasi menunjukkan tidak ditemukan adanya korelasi antara kadare HbA1c dengan kadar MDA pada pasien DM yang mengalami obesitas (p>0,05; r= -0,2). Kesimpulan : Tidak terdapat korelasi antara HbA1c dengan MDA pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang mengalami obesitas. | Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by hiperglycemia and associated with increased free radical activity. Patient diabetics have higher MDA levels in their blood serum and that glycated hemoglobin and serum glucose level. Purpose : The aim of this study was to investigate the correlation between Glycohemoglobin (HbA1c) and malondialdehyde levels in obese type 2 diabetes mellitus patient. Method : This study was an observational analytic by using the cross-sectional approach. The population of this study were levels in obese type 2 Diabetes Mellitus patients in Poly Diabetes Mellitus at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. The sample was taken by a purposive sampling method. The analysis of this study used univariate analysis, bivariate analysis of Spearman parametric test. Result : The result of correlation test showed there wasn’t a significant correlation between Glycohemoglobin and MDA levels (p>0,05; r= -,200) Conclusion : There wasn’t a correlation between Glycohemoglobin and MDA levels in obese type 2 diabetes mellitus type 2 diabetes mellitus patient. | |
| 10753 | 3667 | C1B009094 | ANALISIS KEBIJAKAN PRIVATISASI PADA BUMN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2000-2011 | Tujuan kebijakan privatisasi adalah meningkatkan kinerja perusahaan dan nilai tambah BUMN. Penelitian ini menanalisis apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan BUMN sebelum dan sesudah privatisasi. Pengujian menggunakan 8 variabel pembeda berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 tentang Tata Cara Penilaian Kesehatan BUMN Non Jasa Keuangan yaitu ROE, ROI, Rasio Kas, Rasio Lancar, Collection Period, Perputaran Persediaan, Perputaran Total Asset, dan Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva selama 2 tahun sebelum dan 2 tahun sesudah privatisasi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu BUMN non jasa keuangan dan non infrastruktur yang melakukan IPO selama tahun 2000-2011. Sampel pada penelitian ini sebanyak 7 perusahaan yang melakukan revenue privatization yaitu PT Indofarma Tbk., PT Kimia Farma (Persero) Tbk., PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya Tbk., dan PT Jasa Marga Tbk. Analisis hipotesis menggunakan Paired Sample T-test. Penelitian ini memberikan hasil empiris bahwa tidak terdapat perbedaan ROI, Rasio Kas, Collection Period, Perputaran Persediaan, dan Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva yang signifikan sedangkan pada variabel ROE, Rasio Lancar, dan Perputaran Total Asset terdapat perbedaan yang signifikan pada BUMN setelah privatisasi. Kata Kunci: Badan Usaha Milik Negara, Kebijakan Privatisasi, Kinerja keuangan | The aim of Privatization Policy is to improve performance and value added of BUMN. This research analyze, is there differentiation of financial performance in BUMN before and after privatization. The test used 8 distinguishing variable according to Minister Decree No: KEP-100/ MBU/2002 with based on the financial aspects of eight indicators are Return On Equity, Return On Investment, Cash Ratio, Current Ratio, Collection Period, Inventory Turnover, Total Asset Turnover, and Total Equity to Total Assets, during 2 years before and 2 years after privatization. This research used purposive sampling method, the requisites are non-financial sector and non-infrastructure BUMN which committed IPO during 2000-2011. The samples of this research are 7 State-Own Company which execute revenue privatization, PT Indofarma Tbk., PT Kimia Farma (Persero) Tbk., PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya Tbk., dan PT Jasa Marga Tbk. To analyze the hypothesis, this research used Paired Sample T-test. The research gives empirical findings that there was no significant difference from ROI, Cash Ratio, Collection Period, Inventory Turnover, and Total Equity to Total Assets whereas ROE, Current Ratio, and Total Asset Turnover were significantly different in BUMN after privatization. Keywords: State-Own Company, Privatization Policy, Financial Performance | |
| 10754 | 3668 | G1A008030 | PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN HES 6% DALAM LARUTAN NaCL 0,9% DENGAN HES 6% DALAM LARUTAN BERIMBANG TERHADAP PERUBAHAN BASE EXCESS PADA PASIEN SECTIO CAESARIA DENGAN ANESTESI SPINAL RSUP KARIADI SEMARANG | Latar belakang: Pemilihan cairan yang digunakan untuk preload mulai mempertimbangkan dampak yang terjadi pada keseimbangan asam basa tubuh. Terjadinya gangguan keseimbangan asam basa pada tubuh dapat memberikan dampak yang cukup signifikan pada organ penting, seperti terjadinya edema otak, gangguan kontraksi jantung, kejang, dan vasodilatasi sistemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari cairan preload koloid apa yang dapat memberikan perubahan status asam basa yang lebih baik pada pasien sectio caesaria. Metode: Penelitian ini merupakan studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan empat puluh delapan pasien yang akan menjalani operasi sectio caesaria di RSUP Kariadi Semarang. Dua puluh empat pasien akan mendapatkan cairan koloid HES 6% dalam larutan NaCL 0,9% dan dua puluh empat pasien lainya akan diberikan cairan koloid HES 6% dalam larutan berimbang. Pasien sectio caesaria akan diambil darah sebanyak 3cc untuk dilakukan pemeriksaan analisis gas darah sebelum dan sesudah operasi pada pemberian preload koloid untuk menilai cairan koloid mana yang akan memberikan perbaikan nilai base excess pada pasien sectio caesaria. Hasil: Pemberian 500 ml HES 6% dalam larutan berimbangmenunjukkan perubahan nilai base excess dari -3.20 ± 0,59 sebelum perlakuan menjadi -3.03 ± 0,57 setelah perlakuan. Pemberian 500 ml HES 6% dalam NaCL 0,9% terjadi perubahan nilai base excess dari -3,25 ± 0,67 sebelum perlakuan menjadi -3,50 ± 0,63 setelah perlakuan.Pemberian preloadHES 6% dalam larutan berimbang danpreloadHES 6% dalam larutan NaCL menunjukan perubahan nilai base excess namun tidak signifikan secara statistik. Nilai p atau batas kemaknaan dari hasil penelitian ini adalah p = 0,057. Kesimpulan: HES 6% dalam larutan berimbang memberikan perubahan nilai base excess yang lebih baik dibandingkan dengan HES 6% dalam larutan NaCL 0,9% walaupun secara statistik tidak bermakna. | Background: The selection of the liquid used to preload began to consider the impact on the body’s acid-base balance. The occurrence of acid-base balance disorderin the body can provide a significant impact on importand organs, such as the occurrence of brain edema. The purpose of this study was to find a liquid colloid preload anything that can give you change acid-bas status is better in patients sectio caesaria. Metode: This study is a cross-sectional study. This study uses a forty-eight patients who will undergo sectio caesaria surgery in RSUP Kariadi Semarang. Twenty-four patients will receive 6% HES colloids fluid in NaCL 0,9% solution. Twenty-four other patients will receive HES 6% colloids fluid in balance solution. Patients who will undergo sectio caesaria blood will taken for examination of 3cc blood gas analysis before and after surgery in the provision of colloid preload to asses the colloidal fluid which will provide improvements to the base excess in patients. Hasil: Delivery of 500ml HES 6% in balance solution showed changed in the value of base excess of -3.20 ± 0.59 before treatment to -3.03 ± 0.57 after treatment. Provision of 500ml HES 6% in NaCL 0,9% base excess changes in the value of 3.25 ±0.67 before treatment to -3.50 ± 0.63 after treatment. Provision of HES 6% in balance solution an HES 6% in NaCL 0,9% solution showed changes in the value of base excess, but not statistically significant. P value or significance of the limits of this study was P = 0,057 Kesimpulan: HES 6% in balanced solution to changes in base excess value better than the HES 6% in NaCL 0,9% solution, although not statistically significant. | |
| 10755 | 3669 | G1F008085 | EFEK PEMBERIAN LOSARTAN TERHADAP KADAR ALBUMIN PADA FIBROSIS HATI TIKUS YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCl4) | Fibrosis hati adalah salah satu jenis radang yang terjadi pada hati sebagai upaya penyembuhan luka dengan melibatkan sel dan mediator. Losartan dapat berfungsi sebagai antifibrotik dengan mekanisme kerja blok reseptor angiotensin II, dihubungkan dengan fibrosis karena menimbulkan proliferasi HSC (hepar stellate cell). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek pemberian losartan terhadap peningkatan kadar albumin pada fibrosis hati tikus yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4). Penelitian dilakukan secara eksperimental selama 6 minggu. Sebanyak 24 ekor tikus dikelompokkan ke dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberi olive oil dengan dosis 0,2 ml/100 gr BB tikus pada minggu ke-1 dan 0,1 ml/100 gr BB tikus pada minggu ke-2 sampai minggu ke-6, kelompok kontrol positif diberi CCl4 : Olive Oil (1:1) dengan dosis 0,2 ml/100 gr BB tikus pada minggu ke-1, 0,1 ml/100 gr BB tikus pada minggu ke-2 sampai minggu ke-3 dan 0,05 ml/100 gr BB tikus pada minggu ke-4 samapi minggu ke-6 sedangkan untuk kelompok perlakuan diberi CCl4 dan terapi losartan dengan dosis 5ml/kg BB tikus. Hasil pengukuran kadar albumin dianalisis secara statistik uji one way ANOVA untuk melihat perbedaan antar kelompok dan uji Tukey (HSD) untuk melihat kelompok mana yang paling signifikan. Lama pemberian losartan belum mampu meningkatkan kadar albumin pada fibrosis hati tikus yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4) pada Stage An Established But Reversible Fibrosis (Minggu ke 6). Kata kunci: Fibrosis hati, Losartan, Albumin, CCl4. | Liver fibrosis is a kind of inflammation occurred in the liver as an attempt of wound medication by involving cells and mediators. Losartan can function as antifibrotik using block mechanism activity of angiostensin II receptor, it is correlated to fibrosis since it causes HSC (hepar stellate cell) proliferation. The purpose of this research is to find out the effect of losartan augmentation toward albumin value on rat liver fibrosis which is induced using tetrachloride carbon (CCl4). The research was conducted using the experimental method for the duration of 6 weeks. 24 rats were split into 3 groups, negative control group was given olive oil at a dose of 0.2 ml/100 g BB rats at week 1 and 0.1 ml/100 g BB rats at week 2 to week -6, positive control group was given CCl4: Olive Oil (1:1) at a dose of 0.2 ml/100 g BB rats at week 1, 0.1 ml/100 g BB rats at week 2 to week -3 and 0.05 ml/100 g BB rats at week 4 till 6 weeks while the treatment group was given CCl4 and losartan therapy at a dose 5ml/kg BB rats. Albumin measurement results were statistically analyzed with one way ANOVA test to see the difference between groups and Tukey test (HSD) to view the group of which the most significant. Duration of losartan has not been able to increase the levels of albumin in rat liver fibrosis induced carbon tetrachloride (CCl4) in Stage An Established But Reversible Fibrosis (Week 6). Key words : Liver Fibrosis, Losartan, Albumin, CCl4. | |
| 10756 | 3665 | H1A008006 | SINTESIS ZnO-TiO2/ZAH DAN APLIKASINYA SEBAGAI FOTOKATALIS UNTUK MENDEGRADASI ZAT WARNA LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL | Fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH disintesis melalui metode impregnasi logam aktif seng ke dalam TiO2/ZAH. Sifat fisikokimia material yang diperoleh ditentukan dengan X-ray diffraction (XRD), dan UV-Vis diffuse reflectance spectrophotometry (DRS UV-Vis). Aktivitas fotokatalis ZnO-TiO2/ZAH diuji untuk mendegradasi limbah cair industri tekstil dengan penyinaran sinar UV. Hasil karakterisasi menunjukkan partikel ZnO berhasil terdistribusi dalam TiO2/ZAH. Persentase penurunan COD limbah cair sebesar 93,5% dengan waktu kontak optimum 3,0144 menit dan jenis deaktivasinya adalah real. | In this study, ZnO-TiO2/ZAH photocatalyst were synthesized by impregnation method with active metal sites of zink from Zn(SO4).7H2O into TiO2/ZAH. The physicochemical propreties of the material were determined by X-ray diffraction (XRD), and UV-Vis diffuse reflectance spectrophotometry (UV-Vis DRS). The photocatalytic activity of the ZnO-TiO2/ZAH was evaluated by photocatalytic degradation of textile industry wastewater under UV-irradiation.Result of characterization show that the ZnO particles were succesfully distributed in TiO2/ZAH. COD reduction in textile industry wastewater at 93.5% with optimum contact time of 3.0144 minutes and deactivation type is real. | |
| 10757 | 3670 | H1E008036 | PENGARUH SERAT DAUN NANAS SEBAGAI FILLER TERHADAP KUAT TEKAN BETON | Tanaman nanas selama ini diketahui hanya di manfaatkan daging buahnya saja, tanpa memperhatikan manfaat dari bagian lainnya seperti kulit dan daun. Daun nanas dapat dimanfaatkan dengan cara diambil seratnya. Serat daun nanas memiliki sifat lembut, halus, kuat dan lentur dapat digunakan sebagai filler beton yang bertujuan mengurangi kegetasan beton. Penelitian tentang beton dibuat dengan menggunakan semen dan kapur sebagai matriks dan serat daun nanas sebagai fillernya. Variasi fraksi volume serat dengan matriks dibuat yaitu 0%, 1%, 3% dan 5% dengan volume matriks konstan. Hal ini bertujuan untuk menentukan pengaruh serat daun nanas sebagai filler terhadap kuat tekan beton. Sampel diuji dengan menggunakan Unit Testing Machine (UTM). Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa kondisi optimum kuat tekan beton berada pada komposisi 1%. Pada kondisi ini diperoleh kuat tekan sebesar 3,81x107 Pa untuk tebal sampel 2,0 cm dan 1,46x107 Pa untuk tebal sampel 0,5 cm. Sesuai dengan SNI 03-3421-1994 termasuk golongan beton normal, karena memiliki nilai kuat tekan kurang dari 5x107 Pa. | Pineapple plant during this time known only in benefiting just from the fruit , without regard for the benefit of other parts such as skins and leaves. The leaves of pineapple can be utilized in a way taken the fibers. Pineapple leaf fiber has a soft, smooth, supple and powerful can be used as filler which aims at reducing the inertian concrete. Research on concrete made using cement and lime leaf fiber and matrix as a pineapple as a fillernya. Variations of fiber volume fraction with a matrix made of 0%, 1%, 3% and 5% by volume of the constant matrix. It aims to determine the influence of pineapple leaf fiber as a filler against the powerful press concrete. The samples were tested by using Unit Testing Machine (UTM). The results of the testing show that the optimum conditions of strong concrete press was on the composition of 1%. On this condition obtained strong press of 3, 81x107 Pa for thick samples of 2.0 cm and 1, 46x107 Pa for thick samples of 0.5 cm. According to SNI 03-3413-1994 included the normal concrete, because it has a strong value press less than 5x107 Pa. | |
| 10758 | 3694 | F1D007020 | HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN TINGKAT PARTISIPASI MEMILIH DALAM PEMILUKADA KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2011 | Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilukada Kabupaten Pekalongan tahun 2011 adalah 68 persen. Jumlah pemilih yang terdaftar yakni 683.869 pemilih, yang berarti terdapat 465.032 pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Pada pemilukada Kabupaten Pekalongan tahun 2011, kecamatan yang memiliki tingkat partisipasi pemilih paling tinggi adalah Kecamatan Petungkriyono sebesar 78 persen, sedangkan tingkat partisipasi pemilih terendah terdapat di Kecamatan Siwalan sebesar 54 persen. Tinggi rendah partisipasi memilih masyarakat di Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Siwalan dalam pemilukada Kabupaten Pekalongan dipengaruhi oleh karakteristik sosial, seperti yang telah dikemukakan oleh Lipset dalam teorinya, yakni tingkat pendapatan, pendidikan, dan status perkawinan. Tingkat pendapatan yang tinggi akan memberikan toleransi terhadap perkembangan yang terjadi, meskipun perkembangan tersebut berjalan lambat. Sedangkan, tingkat pendapatan yang rendah akan menimbulkan sikap tidak toleran terhadap kondisi yang ada, terutama permasalahan politik. Tingkat pendidikan yang tinggi dapat menimbulkan keterbukaan pada seseorang terhadap permasalahan politik melalui media massa dan mereka yang berpendidikan tinggi merasa memiliki kewajiban moral, yakni sebagai warga negara yang baik. Sedangkan, tingkat pendidikan yang rendah akan berakibat pada ketidakmampuan mereka dalam berpartisipasi dan menganalisa permasalahan yang ada. Tingkat partisipasi memilih juga berhubungan dengan status kawin individu seseorang. Orang yang telah menikah memiliki keberadaan yang lebih stabil dan hubungan dengan masyarakat yang lebih baik, sedangkan orang yang belum menikah berbanding terbalik. Dengan demikian, tingkat pendapatan, pendidikan, dan status perkawinan dapat menjadi pendorong bagi seseorang untuk berpartisipasi di dalam pemilukada. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana hubungan status sosial ekonomi dengan tingkat partisipasi memilih. Kata kunci: status sosial ekonomi, partisipasi politik, pemilukada | The voter participation level in the Pekalongan election in 2011 was 68 percent of 683.896 voter. The sub-district that has the highest voter turnout is Petungkriyono sub-district was 78 percent, while the lowest voter turnout in Siwalan was 54 percent. The voter participation rate at Petungkriono sub-district and Siwalan sub-district in Pekalongan election influenced by social characteristics (the income level, the education level, and marital status) as noted by Lipset in his theory. The high income rate will tolerate with developments although the growth rate of progress slowly. Meanwhile, the low income rate can make a intolerance of the existing conditions, especially political issues. Higher education make people have openness to political issues and have a moral duty as a good citizen. Meanwhile, low education levels will result inability to participate and analize the existing problems. The voter participation rate was also associates with an individual marital status. People who are marry have a more stable existence and better relationship with the community. Thereby, the income level, the education level, and marital status may be a impeller for someone to participate in the election. This paper aims to explain how the relationship of socio-economic status with the voter participation level. Keywords: socio-economic status, political participation, elections | |
| 10759 | 3592 | F1C005003 | Hubungan Budaya dan Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi Guru Mengajar, Studi pada Yayasan Santo Dominikus Cabang Purwokerto. (The Relations of Culture and Organizational Communication on Teacher Motivation Teaching Studies in the Foundation of Saint Dominic Purwokerto) | Penelitian ini untuk menganalisa hubungan Budaya Organisasi dan Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi guru dalam mengajar di Yayasan Santo Dominikus Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Budaya Organisasi dan Komunikasi Organisasi sebagai variabel dependen dan Motivasi sebagai variabel independen. Penelitian ini diuji melalui 62 responden yang diambil melalui metode simple random sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu ada atau tidaknya hubungan antar variabel. Penelitian menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hubungan antara Budaya Organisasi terhadap Motivasi menghasilkan hubungan yang lemah yaitu 0,086, hubungan antara Komunikasi Organisasi terhadap motivasi juga memiliki hubungan yang lemah yaitu sebesar 0,182. Hubungan Budaya, Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi hanya memiliki hubungan yang lemah yaitu 0,05782 serta dengan pengujian F tabel dengan hasil F hitung 0,0083 kurang dari 3,17 yang dihasilkan dari F tabel, maka hasilnya adalah tidak signifikan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi budaya organisasi dan komunikasi organisasi dengan motivasi, ditolak Hasil korelasi menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat lemah untuk semua antar variabel dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Budaya Organisasi dengan Motivasi, Komunikasi Organisasi dengan Motivasi maupun Budaya Organisasi, Komunikasi Organisasi dengan Motivasi guru dalam mengajar.Kesimpulannya dalam Yayasan Santo Dominikus Purwokerto dikatakan bahwa Motivasi guru mengajar tidak dihubungani oleh indikator-indikator yang terjalin dalam budaya organisasi dan komunikasi organisasi. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan untuk menunjang motivasi mengajar ternyata belum mampu memberikan stimulasi motivasi yang besar bagi guru. Motivasi Intrinsik yang didasarkan pada kemauan berkembang secara pribadi, lebih menghasilkan dorongan yang bersifat tahan lama dalam proses guru mengajar. Hasil penelitian ini mampu menjadi masukan bagi managemen dalam sekolah untuk mengerti kebutuhan guru dalam membangun komunikasi yang efektif. | Study was to analyze the relationship of Organizational Culture and Communication of the motivation of teachers in teaching in the foundation of Saint Dominic Purwokerto. This study uses Organizatinal Culture and Communication Organization as the dependent variable and motivation as an independent variable. This study tested through 62 responden were taken through simple random sampling. The purpose of this study was to find our weather there is any relationship between variables. Research using Product Moment Correlation formula. Relationships between Organizational Culture on Motivation produces a weak effect is 0,086, the relationship between the motivation Organizational Communication also has a weak affect that is equal to 0,182. Cultural Relations, Organizational Communication on motivation has only a weak relationship is 0,05782 and the table with the result of testing F count 0,0083 less than 3,17 resulting from the F table, the result is not significanr. Thus the null hypothesis that there is no sognofocant relationship between the frequency of organizational culture and organizational communication and motivation, is acceptable. Correlation results showed that there is a very weak for all the variables and there is no significant effect between the Organizational Culture Motivation, Motivation and Organizational Communication with Organizational Culture, Organizational Communication with the motivation of teachers in the Foundation of Saint Dominic. The relationship said that motivation teachers teach is not affected by the indicators established in the organizational culture and organizational communication. The activities organized by the Foundation to support the motivation of teaching is not yet able to provide stimulation of motivation for teachers. Intrinsic motivation is based on developing a personal whim, more produce thrust that is durable in the process of teaching teachers. The results of this study can become input for the school management to understand the needs of teachers in establishing effective communication. Keyword: Organizational Culture, Organizational Communication, and Motivation | |
| 10760 | 3672 | C1A007036 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIMPANAN MASYARAKAT DI BANK (STUDI KASUS 33 PROVINSI DI INDONESIA 2008-2010) | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Simpanan Masyarakat Di Bank (Studi Kasus 33 Provinsi Di Indonesia)” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel PDRB per kapita, inflasi dan suku bunga secara bersama-sama berpengaruh terhadap simpanan masyarakat di Indonesia. Untuk mengetahui tingkat PDRB per kapita berpengaruh terhadap simpanan masyarakat di Indonesia. Untuk mengetahui inflasi berpengaruh terhadap simpanan masyarakat di Indonesia. Untuk mengetahui variabel suku bunga berpengaruh terhadap simpanan masyarakat di Indonesia. Metode Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, ujiasumsi klasik, uji statistic (uji f dan uji t). Hipotesis dari penelitian ini adalah variabel PDRB per kapita, inflasi dan suku bunga secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap simpanan masyarakat di Indonesia. PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap simpanan masyarakat di Indonesia. Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap simpanan masyarakat di Indonesia. Suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap simpanan masyarakat di Indonesia. Dari hasil penelitian ini diketahi bahwa R² yang diperoleh sebesar 0,393 yang artinya ketiga variabel tersebut berpengaruh terhadap simpanan masyarakat sebesar 39,3%. PDRB per kapita, inflasi dan suku bunga secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap simpanan masyarakat. Variabel PDRB per kapita mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap simpanan masyarakat. Inflasi mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap simpanan masyarakat. Suku bunga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap simpanan masyarakat di Indonesia. Implikasi yang disampaikan dari hasil penelitian ini adalah PDRB per kapita diharapkan mengalami peningkatan sehingga akan berdampak pada bertambahnya simpanan masyarakat. Dalam mengendalikan tingkat inflasi diharapkan seluruh pelaku ekonomi dapat menciptakan iklim perekonomian yang kondusif. Kenaikan suku bunga lebih dikontrol oleh bank guna untuk menyarap dana di masyarakat. | The research is entitled “Factors That Influence Public Deposit in Bank (Case Study 33 Provinces in Indonesia)”. The aim research is to analyze the variable GDP per capita, inflation, and interest rates simultaneously influence public deposits in Indonesia. Analysisi methods used in this research are double regression linier and statistic test (F and T test). The hipotheses of this research are GDP per capita, inflation and interest rates are simultaneously influence to public deposits in Indonesia. GDP per capita has positive and significant influence toward the public deposits in Indonesia. Inflation rates has negative and significantinfluence toward the public deposits in Indonesia. Interesest rates has positive and significant influence toward the public deposits in Indonesia. The result of research that R square obtained at 0,393. Which means that these three variables influence the public deposits amounted 0,393 precent. GDP per capita has positive and significant influence on public deposits in Indonesia. Inflation rates has negative and significant influence on public deposits in Indonesia. Interesest rates has positive and significant influence on public deposits in Indonesia.The implications of the research is the GDP per capita is expected to increase so that will have an impact on increasing public deposits. In controlling the rates of inflation is expected that all economic actors can create a conducive economic climate. The increase in interest rates controlled by the bank in order to absorb the funds in public |