Artikelilmiahs

Menampilkan 10.721-10.740 dari 48.977 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
107213632G1A005205Depressi Sebagai Penyebab Frankenstein Melakukan Balas Dendan
Dalam Novel “Frankenstein”Karya Mary Shelley
Penelitian yang berjudul “Depression as the cause Frankenstein’ Revenge in Mary Shelley Frankenstein” bertujuan untuk menganalisis kasus depresi yang dialami oleh Frankenstein, dengan penyebab dan efeknya pada novel berjudul Frankenstein karangan Mary Shelley. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data yaitu novel pertama Mary Shelley yang berjudul Frankenstein. Data utama dari penelitian ini yang berupa novel akan dianalisis melalui formulasi teori piramida kebutuhan dasar manusia dari Abraham Maslow. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam menganalisis dan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini. Pertama adalah menentukan obyek yang akan dianalisis yakni novel Frankenstein. Langkah kedua adalah mengkaji unsur-unsur intrinsik novel, seperti dialog, narasi dan juga karakter-karakternya sebagai unsur intrinsik yang paling dominan di dalam novel. Langkah ketiga menganalisis data dengan menghubungkannya dengan teori piramida kebutuhan dasar manusia dari Abraham Maslow melalui unsur-unsur intrinsik yang ada di dalam novel. Setelah mendapatkan hasil akhir dari analisis maka langkah terakhir yaitu menyusun kesimpulan. Dari hasil analisis, didapat kesimpulan beberapa penyebab balas dendam yang dilakukan Frankenstein, diantaranya; ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan depresi. Dikarenakan hal tersebut, Frankenstein kemudian hidup seperti orang yang tidak punya jiwa yang pada akhirnya menuntunya untuk melakukan aksi balas dendam seperti membunuh orang – orang terdekat Victor dan memfitnah orang lain atas perbuatannya . Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah media untuk menambah pemahaman tentang novel sebagai sebuah bentuk karya sastra. Penggunaan teori piramida kebutuhan dasar manusia dalam penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan tambahan untuk kemudian dapat diterapkan di obyek yang lebih luas.The research entitled “Depression as the cause Frankenstein’ Revenge in Mary Shelley Frankenstein is aimed to analyze the depression case that happens to Frankenstein with the causes and impacts in the novel of Frankenstein by Mary Shelley. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data; the first novel by Mary Shelley with the title Frankenstein is analyzed through the framework of Abraham Maslow’s Hierarchy of Needs. There are steps done in extracting and analyzing the novel as the answer of the research question. The first is determining the novel which is going to be analyzed, second is obtaining the intrinsic elements of the novels, such the dialogue, narration and also the characters as the most dominant intrinsic elements in the novel. The third is analyzing the data by connecting them with the hierarchy of needs by Abraham Maslow through the intrinsic elements from the novel and the last step is writing conclusion. From the research, several causes such as Frankenstein’ Lack of basic human needs and depression are found as the causes of Frankenstein’ revenge. At the end, Frankenstein plans to overcome his depressed episodes; he commits to revenge such as killing Victor’ beloved people and slandering another person about his crimes. The results of the research are expected to enrich the comprehension of Novels as one of literary works. Hierarchy of needs theory applied in this research is also expected to be useful as an additional resource for other research and to be applied in other objects.
107223633H1A007013PENURUNAN NILAI BOD, COD DAN TSS LIMBAH CAIR TEKSTIL DENGAN PENYARINGAN BERTINGKATPenyaringan bertingkat merupakan metode sederhana yang digunakan untuk menghilangkan zat pengotor pada air dengan beberapa kali penyaringan. Pada penelitian ini alat penyaring bertingkat dibuat dari dua buah bak sebagai bak penyaring I dan II dengan komposisi bahan yang berbeda. Air hasil dari penyaringan diuji nilai BOD, COD dan TSS, dan dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Nilai BOD dari penyaringan I sampai IV berturut-turut sebesar 46,98 mg/L, 33,56 mg/L, 26,85 mg/L dan 20,13 mg/L. Nilai COD sebesar 58 mg/L, 42 mg/L, 30 mg/L dan 24 mg/L. Nilai TSS sebesar 18 mg/L, 14 mg/L, 10,5 mg/L dan 7,5 mg/L. Nilai BOD, COD dan TSS limbah cair tekstil hasil penyaringan I sebenarnya sudah diperbolehkan dibuang ke lingkungan, akan tetapi untuk menguji efektifitas penyaringan bertingkat dilakukan uji BNT. Berdasarkan hasil dari uji BNT, BOD dan COD lebih efektif dilakukan dua kali penyaringan, sedangkan TSS lebih efekif dilakukan satu kali penyaringan.Multiple filtration is a simple method used to dissapear the pollutant in the water by making some filtrations. In this research, multiple filter tool are made by two pieces of place as a first and second filter place with different materials composition. Filtrate are tested of BOD, COD and TSS values, and also least significant difference value. BOD value from first until fourth filtration was 46.98 mg/L, 33.56 mg/L, 26.85 mg/L and 20.13 mg/L respectively. COD value was 58 mg/L, 42 mg/L, 30 mg/L and 24 mg/L. TSS value was 18 mg/L, 14 mg/L, 10.5 mg/L and 7.5 mg/L. From the result of the first filtration, we can actually waste BOD, COD and TSS textile wastewater value directly into our environtment, but we have to make significant difference test in order to examine the effectiveness of multiple filtration. Based on the result from significant difference test, it will be more effective for BOD and COD in twice filtration, whereas for TSS in once filtration.
107233634F1G008027GAMBARAN KEBUDAYAAN DALAM NOVEL JATISAB
KARYA RAMAYDA AKMAL
Karya sastra merupakan sutu karya seni yang terlahir dari kreativitas sastrawan. Seni
merupakan sekspresi nilai-nilai kemanusiaan normatif. Di dalam karya sastra terdapat cerita
uang bersangkutan dengan pengetahuan, hiburan, adat istiadat, serta sosial budaya. Salah satu
dari karya sastra tersebut adalah novel. Tujuan penelitian kebudayaan ini yaitu untuk
mengetahui unsur-unsur budaya yang terdapat di dalam novel Jatisaba karya Ramayda
Akmal.

Hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori antropologi
sastra, terdapat tujuh unsur kebudayaan yang muncul pada novel Jatisaba karya Ramayda
Akmal yang meliputi peralatan kehidupan manusia, mata pencaharian, sistem
kemasyarakatan, sistem bahasa (dan sastra), kesenian dengan berbagai jenisnya, sistem
pengetahuan dan sistem religi. Pada novel Jatisaba unsur kebudayaan didominasi oleh
perwujudan kesenian dengan berbagai jenisnya, yaitu: 1) Kesenian Ebeg, 2) tradisi Obong
Bata, 3) dan tradisi Cowongan.

Literary work is a performance art that was born from the creativity of writers. Art is
humanity sekspresi normative values. In the literature there is a story of money concerned
with knowledge, entertainment, customs, and social culture. Of one of the main literary work
was novel. Cultural research goal is to determine cultural elements contained in the novel
Jatisaba by Ramayda Akmal.
Based on the researcher uses literature antrophology approach, the researcher found
seven cultural elements in Jatisaba novel by Ramayda Akmal. There are human's life utility,
occupation, social system, languange and literature system, arts with its genre, knowledge,
and religion system. The form of arts dominate the cultural elements of Jatisaba novel. There
are Ebeg, Obong Bata tradition, and Cowongan tradition.
107243635E1A007190EFEKTIVITAS PEMBINAAN
TERHADAP WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN
MASA PIDANA PENJARA PENDEK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
KLAS IIB KABUPATEN CILACAP
Skripsi ini berjudul "Efektivitas Pembinaan Terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan Masa Pidana Penjara Pendek di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Cilacap". Skripsi ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan serta penggunaan pidana penjara jangka pendek dalam sistem pemidanaan dan kemudian mengetengahkan alternatif pemikiran sehubungan dengan eksistensi pidana penjara jangka pendek dalam pembaharuan hukum pidana. Hal ini didasarkan oleh pengalaman empiris yang tampaknya untuk menunjukkan pembinaan untuk tahanan hukuman jangka pendek atau narapidana tidak efektif. pidana penjara jangka pendek adalah hukuman yang diberikan kepada seseorang atas tindak pidana yang dia lakukan, dengan hukuman di bawah 1 (satu) tahun (kurang dan atau sama dengan satu tahun).
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dirumuskan bahwa ada 2 masalah dalam hal ini,masalah tersebut adalah: bagaimana pelaksanaan pembinaan untuk narapidana pidana penjara jangka pendek agar dapat mencapai tujuan pemidanaan serta menganalisa faktor apa saja yang menghambat pelaksanaan pembinaan untuk narapidana masa pidana penjara jangka pendek. Analisis ini dirumuskan dari penelitian dengan menggunakan pendekatan sosiologis-yuridis. Data yang diambil adalah data primer yang berasal
dari sumber daya petugas penjara dan narapidana (napi) dengan pidana penjara jangka pendek. Selain data primer, terdapat data sekunder yang digunakan. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teori hukum pidana dan pemidanaan.
Pembinaan untuk narapidana masa pidana penjara jangka pendek yang didasarkan pada peraturan pemerintah No 31 tahun 1999 tentang pembinaan dan membimbing narapidana penjara sebagai pola pelatihan umum ternyata tidak efektif sebagai tujuan pelatihan narapidana. Hal ini mengingat waktu hukuman singkat sehingga program pembinaan tidak bisa mendapatkan banyak keuntungan. Di sisi lain, hal itu menyebabkan implikasi negatif bagi narapidana dalam bentuk keterasingan dan stigma.
Berdasarkan hal itu, dapat disarankan hal beberapa sebagai berikut. Pertama, untuk mendukung keberhasilan pembinaan bagi narapidana pidana penjara jangka pendek dalam penjara membutuhkan pengaturan khusus, metode pelatihan dan proses interaksi dengan masyarakat. Kedua, perlu menelaah kembali penggunaan hukuman penjara jangka pendek sebagai hukuman dengan mempertimbangkan implikasi negatif terutama bagi pelaku. Jika tidak ada kebutuhan untuk memberikan hukuman jangka pendek, penulis menyarankan penggunaan pidana denda. Ketiga, peran masyarakat dalam pembinaan pemasyarakatan narapidana dengan hukuman pidana penjara jangka pendek, lebih ditekankan untuk memaksimalkan proses pelatihan dalam mencapai tujuan hukuman. Keempat, membangun penjara khusus untuk narapidana hukuman penjara jangka pendek, sehingga dalam penempatan antara narapidana hukuman jangka pendek dan narapidana dengan hukuman lebih dari satu tahun dapat dipisahkan. Kelima, kebutuhan peraturan dan hukum yang mengatur pola pelatihan bagi narapidana hukuman jangka pendek sehingga petugas dapat lebih efektif dalam melakukan pelatihan.
Kata kunci: efektivitas, pembinaan, narapidana, jangka pendek.
This thesis entitled "Development Effectiveness On Prisoner Short Periode Of Criminal Prison in Prison District Class IIB Cilacap ", this paper is intended to gain an overview of the implementation and the use of short-term imprisonment in the system and then presents the alternative punishment of thought with respect to the existence of long imprisonment short in criminal law reform. This is based by the empirical experience which seems to show the training for short term punishment prisoner or inmate not effective. Short term punishment is a punishment which is given to a person for a what he did, which receives judge or court sentence with punishment under 1 (one) year (less and or equal to a year).
Based on the things mentioned above, so it is formulated that there are 2 problems in the these, they are : how do the training for short term punishment inmate achieve the aim of punishment and what factors obstruct the training application for short term punishment inmate. The analysis is formulated by first, making research by using the sosiological-yuridical approach. The data taken is primary data which comes from resources of penitentiary officers and inmate (prisoner) with short term punishment. Beside primary data, the secondary data is used. The data collected are analyzed by criminal law theory and criminology.
The training for short term punishment inmate which based on government regulation No. 31 in 1999 about the training and guiding of penitentiary inmate as a general training pattern turns out to be ineffective the aim of inmate training. This is considering the short
punishment time so that the training program can not get many advantages. On the other side, it causes negative implications for the inmate in the form of alienation and stigmatisasion.
Based on it, it can be suggested few thing as follows. First, to support the success of the training for the short term punishment inmate in penitentiary needs a special arrangement, training method and interaction process with the society. Second, it needs to be reanalyze the use of short term jail punishment as a punishment by considering the negative implication especially for the does. If there is no need to give short term punishment, the writer suggests the use of conditional punishment and social work punishment. Third, the role of society in penitentiary inmate training with short term punishment, is more emphasized to maximize training process in achieving punishment aim. Fourth, build a penitentiary specialized for short term punishment penitentiary inmate, so that in the placement between the short term punishment inmate and the inmate with punishment more than a year can be separated. Fifth, the needs of regulation and law which organize the training pattern for the short term punishment inmate so that the officer can be more effective in conducting the training.
Key words : effectiveness, development, inmate, short term.
107253636E1A008062PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH HAK MILIK DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BANYUMASDi masa sekarang ini, tanah memiliki banyak fungsi. Bisa dilihat dari segi sosial dan ekonomi. Dalam segi ekonomi, tanah sebagai benda tak bergerak yang bisa diperjualbelikan dan juga bisa digunakan sebagai barang jaminan. Jaminan yang paling sering digunakan adalah jaminan kebendaan, untuk tanah atau tanah dan bangunan dapat diikat dengan Hak Tanggungan. Berdasarkan ketentuan Pasal 13 ayat (1) Undang Undang Hak Tanggungan, pemberian Hak Tanggungan wajib didaftarkan pada kantor pertanahan. Pendaftaran Hak Tanggungan juga merupakan syarat mutlak untuk lahirnya dan mengikatnya Hak Tanggungan kepada pihak ketiga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Pendaftaran Hak Tanggungan Atas Tanah Hak Milik Di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatife, dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan. Sedangkan spesifikasi penelitiannya menggunakan deskriptif, dengan sumber data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer. Metode penyajian data dalam penyusunan penelitian ini disajikan dalam bentuk teks naratif, dan analisis data dilakukan secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pelaksanaan Pendaftaran Hak Tanggungan Atas Tanah Hak Milik Di Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Nowadays, land having many functions.Can be seen in terms of social and economic. In economic terms, land as immovable property that can be traded and can also be used as collateral. In an activity assurance most frequently used is hylic security, to soil or land and building can be strapped with a dependents. Under the provisions of article 13 subsection
( 1 ), the act of dependents granting a right shall be registered on land office. Registration of rights is a requirement for dependents also absolute right of birth and yoke them to third parties.
This study aims to see how the yoke registration of rights on land property in land office banyumas district. Research methods used in this research is normatife, juridical by using the method approach legislations. The specification research using descriptive, with data resources used data of primary and secondary data. A method of presentation of data in drafting this research, presented in the form of narrative text and analysis of data qualitative done.
The result showed that the registration of rights on land dependents property in land office banyumas district is in line with regulations.
107263637D1C007021KECERNAAN IN-VITRO BAHAN KERING DAN ORGANIK SERTA KONSENTRASI VFA TOTAL PADA PAKAN KAMBING YANG DISUPLEMENTASI Saccharomyces cerevisiaePenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecernaan bahan kering dan organik dan konsentrasi VFA pakan kambing yang disuplementasi Saccharomyces cerevisiae dengan kecukupan mineral chromium dan selenium organik. Materi penelitian ini adalah cairan rumen kambing, pakan kambing dengan kandungan PK 11,17% dan TDN 55,97 %, Saccharomyces cerevisiae (preparat komersial dengan konsentrasi 107 sel/gram), mineral chromium dan selenium organik. Penelitian ini disusun menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan ransumnya adalah R0 : ransum kontrol (PK 11,17% dan TDN 55,97 % + Cr organik + Se organik); R1 (R0 + 2 g S.cerevisiae /Kg pakan); R2 (R0 + 4 g S.cerevisiae /Kg pakan); R3 (R0 + 6 g S.cerevisiae /Kg pakan); R4 (R0 + 8 g S.cerevisiae /Kg pakan). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik serta konsentrasi VFA total. Hasil penelitian menunjukan bahwa suplementasi Saccharomyces cerevisiae memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik serta VFA total. Kecernaan bahan kering 33.65 % (R0); 32.49 % (R1) ; 32.84 % (R2); 35.67 % (R3); 35.36 % (R4) dan kecernaan bahan organik 30.77 % (R0); 29.99 % (R1); 31.54 % (R2); 33,8 % (R3); 34.28 % (R4). VFA total 121.5 mM (R0); 157.5 mM (R1); 131.8 mM (R2); 116.5 mM (R3); 119 mM (R4). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan S.cerevisiae pada ransum kambing dengan kecukupan chromium dan selenium organik dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik, tetapi tidak meningkatkan konsentrasi VFA total.This research was conducted to investigate the digestibilities of dry matter and organic matter, and CFA concentration of goat feed that was supplemented by Saccharomyces cerevisiae at the sufficiency supply of organic chromium and selenium minerals. This research material is goat rumen fluid, feed the goats with the content of 11.17% and TDN PK 55.97%, Saccharomyces cerevisiae (commercial preparations with a concentration of 107 cells / g), chromium mineral and organic selenium. The study was compiled using the 5 treatments and 4 replications, using a completely randomized design (CRD). Treatment rations were R0: control ration (PK 11.17% and 55.97% TDN + Cr + organic organic Se), R1 (R0 + 2 S.cerevisiae g / kg diet); R2 (R0 + 4 g S.cerevisiae / kg feed), R3 (R0 S.cerevisiae + 6 g / kg diet); R4 (R0 S.cerevisiae + 8 g / kg diet). Parameters observed in this study include the digestibility of dry matter and organic matter digestibility and total VFA concentration. The ANOVA showed that supplementation of Saccharomyces cerevisiae provide a significant influence (P <0.01) the digestibility of dry matter and organic matter and total VFA. 33.65% dry matter digestibility (R0), 32.49% (R1), 32.84% (R2), 35.67% (R3), 35.36% (R4) and organic matter digestibility of 30.77% (R0), 29.99% (R1), 31.54% (R2), 33.8% (R3), 34.28% (R4). 121.5 mM total VFA (R0), 157.5 mM (R1); 131.8 mM (R2), 116.5 mM (R3), 119 mM (R4). The conclusion of this study is the addition of S.cerevisiae on goat ration with sufficient chromium and organic selenium can increase the digestibility of dry matter and organic matter, but it does not increase the concentration of total VFA.
107273688C1C008017PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL SISTEM E-PAYMENT DALAM HUBUNGANNYA DENGAN EFEKTIVITAS PENCAIRAN ANGGARAN DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL SISTEM E-PAYMENT DALAM HUBUNGANNYA DENGAN EFEKTIVITAS PENCAIRAN ANGGARAN DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANAPPROACH TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL E-PAYMENT SYSTEM IN CONNECTION WITH THE EFFECTIVENESS OF DISBURSEMENT BUDGET AT JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
107283638H1D007027AUDIT SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN BANGUNAN GEDUNG PADA SISTEM PROTEKSI PASIF DAN KELENGKAPAN KOMPONEN TAPAK
(Studi Kasus Hotel Aston Imperium Purwokerto)
Kebakaran bangunan merupakan suatu bencana yang merugikan bagi banyak pihak yang dapat mengakibatkan kerugian materil dan berpotensi terhadap kematian yang cukup besar sehingga memerlukan perhatian akan keselamatan penghuni bangunan. Oleh karena itu perlu disain bangunan yang memenuhi kriteria keamanan terhadap bahaya kebakaran. Kriteria pemenuhan atau tidak suatu gedung terhadap bahaya kebakaran dilakukan dengan audit. Bangunan yang digunakan sebagai objek penelitian adalah Hotel Aston Imperium Purwokerto karena merupakan gedung tertinggi dan beresiko di Purwokerto.
Penelitian ini digunakan untuk mengetahui nilai keandalan sistem proteksi pasif dan komponen kelengkapan tapak yang diterapkan oleh pengelola bangunan gedung Hotel Aston Imperium Purwokerto. Data primer didapatkan dari pengamatan langsung dilapangan sedangkan data sekunder adalah data kelengkapan dari pengelola gedung itu sendiri. Penilaian menggunakan peraturan Pd-T-11-2005-C, kemudian dinilai keandalan sistem keselamatan bangunan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi pasif bernilai 46,4% dan kelengkapan komponen tapak bernilai 50% bangunan dinilai baik dan dapat menjamin keselamatan penghuni bangunan terhadap bahaya kebakaran dengan nilai NKSKB sebesar 96,4% sesuai peraturan Pd-T-11-2005-C.
Fire of building is a disaster which damages many sides that can cause material detriment and has potential toward death which is serious enough so that it needs attention for the safety of the occupants in the building. Therefore, it is important to make a building design which qualifies the criteria of safety of fire danger. The criteria of whether fulfilling or not a building toward the fire danger is done by doing an audit. The building which is used as the object is Aston Imperium Hotel in Purwokerto because it is the tallest and risked building in Purwokerto. This research is aimed to find out the value of passive protection system reliability and the site access which are applied by the building manager of Aston Imperium Hotel in Purwokerto. The primary data are obtained from the direct observation in the field. Meanwhile, the secondary data are the completeness data from the building manager himself. The assessment uses the system of Pd-T-11-2005-C, and then it is assessed the reliability of the building safety system.
The result of the research showed that the passive protection system is 46.4 % and the site access is 50%. The building is considered as good and it can guarantee the safety of the building occupants toward the fire danger with the value of NKSKB 96.4 % based on the system of Pd-T-11-2005-C.
107293587C1L008033Comparison of Firm Value between Indonesia's State-Owned and Private-Owned Enterprises Listed in Indonesian Stock Exchange (IDX)Penelitian ini berjudul "Perbandingan Nilai Perusahaan antara BUMN Indonesia dan Perusahaan Swasta yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)". Penelitian ini berdasar pada Teori Keagenan yang menjelaskan bahwa setiap perusahaan menghadapi masalah klasik yaitu "masalah kagenan". Dalam teori keagenan, pemegang saham (pemilik) perusahaan berusaha untuk memaksimalkan nilai perusahaan sementara manajer lebih memilih untuk tujuan pribadi yang mana tidak sejalan dengan tujuan umum perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaannya. Dengan insentif yang tidak tepat dan pengawasan yang tidak cukup manajer bisa membuat kebijakan-kebijakan yang merugikan pemilik perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai perusahaan BUMN Indonesia dengan perusahaan swasta, dan uga untuk menemukan pengaruh dari struktur kepemilikan (yang diproksikan oleh kepemilikan pemerintah, kepemilikan manajer, dan kepemilikan institusional), struktur keuangan, kinerja keuangan, dan dividen. Penelitian ini mengukur nilai perusahaan pada laporan tahunannya dengan menggunakan rumus Tobin's Q.
Penelitian ini menggunakan sample perusahaan non-banking baik itu BUMN maupun perusahaan swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2007 sampai 2010 yang mempunyai kesamaan dalam jumlah perusahaan yang dibandingkan, dan tipe industrinya. Dengan menggunakan kriteria purposive sampling, dari 452 perusahaan yang terdaftar diperoleh 18 perusahaan sebagai sampel dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian, tidak ada perbedaan signifikan antara nilai perusahaan BUMN Indonesia dengan perusahaan swasta yang terdaftar di BEI. Penelitian ini juga menemukan bahwa semua independen yang digunakan dalam penelitian mempunyai pengaruh yang signifikan pada nilai perusahaan. Variabel penelitian yang paling dominan adalah kepemilikan pemerintah untuk perusahaan BUMN dan kepemilikan institusional untuk perusahaan swasta.
The research entitled "Comparison of Firm Value Between Indonesia’s State-Owned Enterprises and Private-Owned Enterprises Listed in Indonesian Stock Exchange (IDX)". This research is based on Agency Theory that every company faces classical problem of Agency Problem. In agency theory, shareholders of company wish to maximize value while managers prefer self-interested strategies which are far from maximizing company value, and in the absence of either appropriate incentives or sufficient monitoring, managers can exercise their discretion to the detriment of owners. The objective of this research is to compare firm value of Indonesia’s state-owned enterprises and private-owned enterprises and then to find the influence of ownership structure (proxied by government ownership, managerial ownership and institutional ownership), financial structure, financial performance, and dividend on firm value. This research measured firm value in annual report by using Tobin’s Q formula.
The research used non-banking companies of state-owned enterprises and private-owned enterprises that is similar in amount and in type of industry listed in Indonesia Stock Exchange from 2007 to 2010. Using purposive sampling criteria, from 452 companies, 18 are used as samples.
Based on research result analysis, there is no significant difference between firm value of Indonesia’s state-owned enterprises and private-owned enterprises. It also found that all independent variables have significant influence partially and simultaneously on firm value. The most dominant variable is government ownership for Indonesia’s state-owned enterprises and institutional ownership for private-owned enterprises.
107303639F1C008034PEMAKNAAN DISABILITAS (Konsep Diri dan Komunikasi Interpersonal Penyandang Cacat yang Bekerja)Penelitian ini berjudul “PEMAKNAAN DISABILITAS (Konsep Diri dan Komunikasi Interpersona Penyandang Cacat yang Bekerja)“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri penyandang cacat dan mengetahui cara penyandang cacat menyikapi stereotipe negatif terhadap penyandang cacat yang bekerja dan mengetahui komunikasi interpersona yang terjalin di dalam lingkungannya. Untuk tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan konsep diri dan komunikasi interpersona. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling.
Hasil dari Penelitian ini adalah penyandang cacat yang bekerja memiliki konsep diri yang memandang dirinya positif. Hal ini terjadi ditandai dengan bagaimana ia percaya diri dengan kemampuannya, berani menghadapi kehidupan, dan menerima keadaan fisiknya serta mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Faktor yang mempengaruhi dalam pembentukan konsep diri penyandang cacat ini adalah orang lain (significant others), keluarga, dan latar belakang pendidikan . Penyandang cacat sempat merasa terganggu dengan labeling negatif dan diskriminasi terhadap mereka, namun hal tersebut tidak menjadikan mereka pasrah, justru menjadikan motivasi agar mereka dapat terus berjuang dengan segala tantangan yang ada. Komunikasi diantara mereka dan lingkungannya terjalin cukup baik, tanpa ada hambatan tertentu.
The research of study is entitled "The meaning of disability (Self-Concept and Interpersonal Communication of a Disability Working)".
The purpose of this study was to determine the self-concept of disabilities and the persons with disabilities know how to respond to negative stereotypes of people with disabilities who work and know interpersonal communication that exists in the environment. For the purpose of this study, researchers used by approaching of self-concept and communication interpersonal. Informants of this study were selected by purposive sampling technique.
The results of this study are people with disabilities who work have a self-concept to sees itself positively.This could be marked by how he is confident with his ability, have a courage to face the life, and accept his physical condition and be able to solve the problems. The influence factors of creating disable self-concept is others persons (significant others), family, and educational background. Disabled people could get annoyed with negative labeling and discrimination against them, but it does not make them give up, it motivated them to survive with all the challenges.The Communication between them and their environment established quite well without any particular obstacles.
107313671G1F008052Efek Proteksi Kombinasi Curcuma xanthorriza, Curcuma domestica, dan Zingiber officinale pada Ginjal Tikus yang Diinduksi DoksorubisinDoksorubisin merupakan antibiotik golongan antrasiklin yang digunakan untuk terapi kanker, tetapi memiliki keterbatasan karena efek samping berupa kardiotoksik dan nefrotoksik. Tanaman C. xanthorriza, Z. officinale dan C. domestica, mempunyai potensi untuk mencegah terjadinya efek nefrotoksik yang disebabkan oleh penggunaan doksorubisin. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati efek nefroprotektif kombinasi C. xanthorriza, C. domestica, dan Z. officinale pada tikus yang diinduksi doksorubisin berdasarkan parameter histopatologi ginjal, kadar ureum dan kreatinin serum.
Penelitian ini dilakukan pada hewan uji yang diinduksi doksorubisin dengan pemberian ekstrak kombinasi C. xanthorriza, C. domestica, dan Z. officinale. Tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok 1 diberi NaCl 1 ml selama 13 hari, Kelompok 2 diberi doksorubisin 5 mg/kg BB i.p pada hari 1, 5, 9, 13, kelompok 3 diberi doksorubisin 5 mg/kg BB i.p + ekstrak 250 mg/kgBB/hari p.o selama 13 hari, dan kelompok 4 diberi doksorubisin 5 mg/kg BB i.p + ekstrak 500 mg/kgBB/hari p.o selama 13 hari. Darah diambil pada hari ke 15 dan diambil organ ginjalnya.
Doksorubisin menyebabkan kenaikan yang signifikan dalam ureum dan kadar kreatinin serum pada kelompok doksorubisin setelah perlakuan. Kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe menimbulkan adanya perbaikan dalam penurunan kadar ureum dan kreatinin yang disebabkan oleh doksorubisin, tetapi tidak menimbulkan perubahan pada gambaran histopatologi ginjal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi C. xanthorriza, C. domestica, dan Z. officinale memiliki efek proteksi terhadap kerusakan ginjal berdasarkan parameter ureum dan kreatinin serum.
Doxorubicin is an anthracycline antibiotics used to treat cancer, but it has limitations in side effects such as cardiotoxic and nephrotoxic. This study aimed to observe the nephroprotective effect from the combination of C. xanthorriza, C. domestica, and Z. officinale against doxorubicin-induced nephrotoxicity in rats based on the parameters of urea, creatinine, and histopathology of the kidney. Wistar male rats were divided into four groups. (1) control group (0.9% NaCl) 1 ml intraperitoneally for 13 days, (2) doxorubicin 5 mg / kg intraperitoneally 4 times in 13 days (days 1, 5, 9, 13); (3) doxorubicin + extract 250 mg / kg / day orally for 13 days; (4) doxorubicin + extract of 500 mg / kg / day orally for 13 days. Blood sample were collected and rats sacrificed to take the kidney at day 15.
Serum urea and creatinine value were elevated in the doxorubicin treated groups. Whereas in group treated by the extract (250 mg and 500 mg) + doxorubicin, serum urea and creatinine value were decreased. But the extract doesn't lead to an improvement in the histological changes. These results indicated that the extract of Curcuma xanthorrhiza, Zingiber Officinale, and Curcuma domestica combination has protective effect against kidney damage induced doxorubicin by keeping the serum urea and creatinine level.
107323642F1B008010STRATEGI PENANGGULANGAN DAERAH RAWAN PANGAN (Studi Kasus di Dusun Watujaran Desa Sikapat Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini berjudul “ Strategi Penanggulangan Daerah Rawan Pangan (Studi Kasus di Dusun Watujaran Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas)”. Masalah yang dikaji yaitu tentang strategi penanggulangan rawan pangan khususnya rawan pangan kronis yang disebabkan oleh kemiskinan di Dusun Watujaran Desa Sikapat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi penanggulangan daerah rawan pangan di Dusun Watujaran Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan teknik snowball sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data model interaktif Milles dan Huberman dan metode analisis SWOT. Validitas data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, kondisi sumber daya alam di Dusun Watujaran Desa Sikapat cukup potensial dalam hal penyediaan pangan, namun karena keterbatasan pendidikan dan kemampuan ekonomi menjadikan warga kesulitan untuk mengolah potensi alam dan mengakses pangan. Kedua, agar mampu mengakses kebutuhan pangan, warga membutuhkan peran aktif stakeholders untuk mengembangkan potensi alam, selain itu perlu dimunculkan kelembagaan pangan sebagai bentuk responsifitas terhadap kondisi rawan pangan dan upaya mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ketiga, upaya warga dalam memenuhi kebutuhan pangan khususnya warga rawan pangan belum mendapat perhatian serius khususnya dari pemerintah desa, sehingga warga belum cukup berdaya untuk sampai pada kondisi ketahanan pangan.
This research entitled “Solving Strategy of Food Insecurity Area (case study at Watujaran, Sikapat Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency)”. The problem that is analyzed is solving strategy of food insecurity especially chronic food insecurity that is caused by poverty at Watujaran, Sikapat village. This research aims to find out and describe the tackling strategy of food insecurity area at Watujaran, Sikapat Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. The research method that was used in this research was descriptive qualitative method. The technique sampling in this research used purposive sampling technique and snowball sampling technique. The data collection method that was used in this research were in-depth interview, observation and documentation. The analysis method that was used in this research used analysis method interactive model of Milles and Huberman, and SWOT method analysis. The data validity in this research used source triangulation technique. The research result shown that: First, the condition of natural resources at Watujaran, Sikapat Village was quite potential in the term of supplying food, however education and financial limitation caused the villagers hard to treat the natural resources and access the food. Second, in the order to access the food needs, the villagers need the stakeholders’ contribution to develop the natural potency, furthermore it needs to be established food institution as a form of food insecurity condition’s responses and effort to reach the continuous food security. Third, the effort of villagers in fulfilling the food needs especially for the food insecurity villagers have not got serious attentions from the local government, so the villagers have not been able enough to reach the food security conditions.

107333643C1L008005The Effects of Rupiah Exchange Rate and Inflation on the Financial Performance of Banking Companies Listed in Indonesia Stock ExchangePenelitian ini berjudul "Pengaruh Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan inflasi terhadap kinerja keuangan perbankan di Indonesia.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007 sampai 2011. metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, hanya perusahaan perbankan yang termasuk bank devisa yang dipakai sebagai sampel. metode analisis data menggunakan uji asumsi klasik, seperti uji normalitas, heteroskedastisitas, multikollonearitas, autokorelasi dan regresi berganda.
Berdasarkan uji normalitas, heteroskedastisitas, multikollonearitas, autokorelasi, tidak ditemukan adanya penyimpangan dari pengujian asumsi klasik. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel makro fundamental seperti nilai tukar dan inflasi secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
This research is titled “The Effects of Rupiah Exchange Rate and Inflation on the Financial Performance of Banking Companies Listed in Indonesia Stock Exchange.” This study aims to analyze the rupiah exchange rate on U.S Dollar and inflation rate on the banking financial performance in Indonesia.
The population of this research was bank listed in Indonesia Stock Exchange 2007 until 2011 periods. Sampling technique used was purposive sampling, only foreign exchange bank used as sample. Data analysis method used was classical assumption test, such as normality test, heteroscedasticity test, multicollonearity test, autocorrelation test and multiple regression test.
Based on the normality test, heteroscedasticity test, multicollonearity test, autocorrelation test, there was no deviates from classical assumption test. The result shows that macro fundamentals variable such as exchange rate and inflation simultaneously and partially have significant influence on banking financial performance listed on Indonesia Stock Exchange (IDX).
107343644F1A008013Kekerasan dalam Dunia Pendidikan
(Studi Analisis Isi Kekerasan dalam Dunia Pendidikan pada News Website Okezone.com)
Penelitian ini merupakan studi analisis ini kasus kekerasan dalam dunia pendidikan yang diambil dari media berita okezone.com. Penelitian ini mengungkap bagaimana bentuk kekerasan, faktor yang mendasari tindakan kekerasan, jenjang pendidikan yang paling banyak terjadi kasus tindakan kekerasan serta siapa yang paling sering menjadi korban dan pelaku kekerasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kekerasan yang sering terjadi dalam pendidikan adalah kekerasan fisik, yang banyak dilakukan di jenjang pendidikan SMA, sementara kekerasan psikis dan seksual banyak terjadi di jenjang pendidikan SD dan SMP. Faktor yang paling banyak berpengaruh adalah nafsu birahi. Pelaku tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan lebih banyak dilakukan oleh guru kepada anak didiknya, sedangkan menurut jumlah jenis kelamin, laki-laki lebih banyak berperan dalam terjadinya kasus-kasus kekerasan tersebut, baik sebagai korban maupun pelaku. Penelitian ini juga mencoba memberikan solusi mengenai cara untuk meminimalisir tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah dijelaskan mengenai apa yang disebut dengan humanisasi pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan dampak positif dan negatif dari tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan.This research is a case study analysis of violence in the world of education taken from the news media okezone.com. This study reveals how forms of violence, the factors underlying violence, education level of the most common cases of violence and who are most often the victims and perpetrators of violence. The results of this study indicate that the forms of violence that often happens in education is physical violence, which is mostly done in high school education, while psychological and sexual violence prevalent in primary and secondary education. The most influential factor is lust. Perpetrators of acts of violence in the world of education is mostly done by the teachers to their students, while according to the amount of sex, more male role in the occurrence of cases of violence, both as victims and perpetrators. The study also tried to provide a solution on how to minimize violence in the world of education. One is clear about what is called the humanization of education. In addition, this study also describes the positive and negative effects of violence in the world of education.
107353645G1A005233The Psychopathic Personality Disorder of James Qatar As Reflected In Chosen Prey Novel By John SandfordSkripsi yang berjudul “The Psychopathic Personality Disorder of James Qatar as Reflected In Chosen Prey Novel By John Sandford” bertujuan untuk menganalisis karakter-karakter dan tipe psikopat yang ada dalam diri James Qatar pada novel berjudul Chosen Prey karangan John Sandford yang mengakibatkan banyak sekali korban dan seluruh korbannya adalah wanita yang memiliki ciri-ciri yang sama. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam menganalisis dan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini. Pertama adalah menentukan obyek yang akan dianalisis. Langkah kedua adalah mengkaji unsur-unsur intrinsik novel, seperti dialog, narasi dan juga karakter-karakternya sebagai unsur intrinsik yang paling dominan di dalam novel. Langkah ketiga menganalisis data dengan menghubungkannya dengan teori karakter psikopat dari Robert Hare melalui unsur-unsur intrinsik yang ada di dalam novel. Setelah mendapatkan hasil akhir dari analisis maka langkah terakhir yaitu menyusun kesimpulan. James Qatar adalah seorang psikopat, yang telah membunuh lebih dari 14 orang dalam hidupnya. Dia memiliki obsesi gila yaitu membunuh mangsanya dengan cara mencekik mereka hingga tewas. James Qatar memiliki kepribadian yang sangat berbahaya untuk orang-orang disekitarnya. Dari hasil analisis, didapat kesimpulan dari 20 karakter psikopat yang ada ternyata James Qatar memiliki 13 karakter tersebut diantaranya; menarik, egosentris berlebihan, pembohong handal, penipu ulung, tak merasa bersalah, pandai berakting, kejam dan tak berperasaan, kontrol diri rendah, hidung belang, masalah kepribadian pada waktu anak-anak, tempramental, tak bertanggung jawab serta pelaku kriminal.The research entitled “The Psychopathic Personality Disorder of James Qatar as Reflected in Chosen Prey Novel by John Sandford” is aimed to analyze the psychopathic personality disorder characteristics and types because of his characteristics that cause many victims and all of them are same typical women. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data. There are steps done in extracting and analyzing the novel as the answer of the research question. The first is determining the novel. The second is obtaining the intrinsic elements of the novels, such the dialogue, narration and also the characters as the most dominant intrinsic elements in the novel. The third is analyzing the data by connecting them with PCL-R theory by Robert Hare through the intrinsic elements from the novel and the last step is writing conclusion. He has crazy obsession for killing his chosen prey by strangle them until death. He posseses some characteristics that very dangerous toward people around him. In this research, from 20 psychopath characterics, there are 13 characteristic appears from James Qatar, those are; superficial charm, grandiose of self-worth, pathological lying, cunning and manipulativeness, lack of remorse or guilty, shallow affect, lack of empathy, poor behavioral control, sexual promiscuity, early behavior problems, impulsivity, irresponsibility, and criminal versatility.
107363646H1L008055RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GUDANG DENGAN FITUR PREDIKSI WAKTU PEMESANAN BARANG MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS DI PT. URC INDONESIA AREA JATIBARANG)Gudang adalah suatu tempat yang digunakan untuk penyimpanan barang, baik yang berupa bahan mentah, barang setengah jadi dan barang jadi. Namun dalam pengelolaannya masih banyak yang dilakukan secara manual, seperti Gudang PT. URC Indonesia area Jatibarang. Sistem pengolahan data masih menggunakan pembukuan yang disediakan oleh perusahaan. Sistem seperti ini kurang baik, diantaranya adalah jika mencari data yang dibutuhkan agak sulit, karena harus mencari satu persatu pembukuan yang telah disimpan dan memerlukan waktu lama. Salah satu cara pengelolaan yang baik adalah dengan membuat Sistem Informasi Gudang.
Sistem Informasi Gudang dibangun untuk mengelola data barang dan dilengkapi dengan fitur prediksi waktu pemesanan barang dengan menggunakan metode Economic Order Quantity. Dengan metode ini, pemesanan barang dapat diprediksi sebelum stok barang habis.
Warehouse is a place used for the storage of goods, whether in the form of raw materials, work in process and finished goods. However, the management is still much to be done manually, such as storehouse of PT. URC Indonesia Jatibarang area. Data processing system still uses the accounting provided by the company. Such systems are less well, such as if looking for the required data is rather difficult, because they have to look for books that have been individually stored and takes a long time. One way of good management is to create a Warehouse Information System.
Warehouse Information System is built to manage of goods data and equipped with prediction time of placing an order features by using the method Economic Order Quantity. With this method, the ordering of goods can be predicted before stocks run out.
107373647F1G008022Fungsi, Kategori, dan Peran Sintaksis Kalimat Majemuk Bertingkat dalam Majalah Ancas Edisi Desember 2011Penelitian ini berjudul “Fungsi, Kategori, dan Peran Sintaksis Kalimat Majemuk Bertingkat dalam Majalah Ancas Edisi Desember 2011”. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik dasarnya yaitu teknik sadap, dan teknik lanjutannya yaitu teknik catat. Penelitian ini juga menggunakan metode agih sebagai metode analisis datanya dengan teknik bagi unsur langsung sebagai teknik dasarnya, dan teknik balik, teknik lesap dan teknik baca markah sebagai teknik lanjutannya. Hasil penyajian analisis data disajikan secara informal dan formal. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. Berdasarkan fungsinya, KMB yang terdapat pada majalah Ancas edisi Desember 2011 ditemukan 12 pola, yaitu S-P-O, S-P-K, S-P-PEL, P-S-K, K-S-P, S-P-O-K, S-P-O-PEL-K, K-S-P-O, S-P-K1-K2, K1-S-P-K2, K-S-P-PEL, S-P-O-PEL. Berdasarkan kategori kata atau frasa fungsi S termasuk N/FN; fungsi P termasuk V/FV, N/FN, FAdj dan FAdv; fungsi O termasuk N/FN, KV dan KAdv; fungsi PEL termasuk N/FN, FPrep, FAdj dan KV; fungsi K termasuk FAdv, FPrep, KV, KAdj dan KN. Berdasarkan perannya, fungsi S diisi oleh peran pelaku, penderita, pengalam, pokok, dikenal dan tujuan, fungsi P diisi oleh peran perbuatan, keadaan, pemerolehan, keberadaan dan pengenal, fungsi O diisi oleh peran penderita, hasil dan pelaku, fungsi PEL diisi oleh peran alat, pelaku, perbandingan, dan penderita, sedangkan fungsi K diisi oleh peran tempat, tujuan, sebab, waktu, penambahan, syarat, dan tak bersyarat.This research is entitled “Function, category, and role of syntax on the compound sentences in Ancas magazine, December 2011 edition”. It is a descriptive qualitative research. The method of data collecting in this research is observation through its basic technique namely recording and note talking. This research also applied agih (distributional) method to analyze the data through employing technique of direct distribution as the basic technique. Reverse technique, elliptic technique and marker reading technique as its advance technique were also applied. Data display is presented both formally and informally. Based on the analysis and discussion, the conclusion can be drawn as follows. According to the function, 12 patterns of compound senteces are found in Ancas magazine namelly S-P-O, S-P-Adv, S-P-Comp, P-S-Adv, Adv-S-P, S-P-O-Adv, S-P-O-Comp-Adv, Adv-S-P-O, S-P-Adv1-Adv2, Adv1-Adv2-S-P, Adv-S-P-Comp, S-P-O-Comp. According to word/phrase category, the function of S includes noun/noun phrase; the function of P belongs to verb/verb phrase, noun/noun phrase, adjective phrase and adverb phrase; the function of O belongs to noun/noun phrase, verb clause dan adverb clause; the function of Comp functions includes noun/noun phrase, preposition phrase, adjective phrase and verb phrase; the function of Adv includes adverb phrase, preposition phrase, verb clause, and noun clause, and adjective clause. According to its role, the function of S contains the actor, beneficiary, experiencer, main, recognized and objectives; the function of P contains the role of action, situation, acquisition, existence and identifier; the function of O includes the role of beneficiary, result and actor; the function of Comp covers the role of tools, actor, comparison and beneficiary. Finally, the function of Adv covers the role of place, objectives, cause, time, addition, conditional and unconditional.
107383649E1A006221PENEGAKAN HUKUMAN DISIPLIN BERAT BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI PEMERINTAHAN KOTA BANDUNG PROPINSI JAWA BARATPegawai Negeri Sipil agar dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, harus memiliki kualitas dan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, Pemerintah mengeluarkan aturan yang konkrit mengenai disiplin Pegawai Negeri Sipil yaitu Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Penelitian ini menggunakan metode secara yuridis sosiologis, yakni suatu penelitian yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan lembaga-lembaga sosial lainya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang penegakan hukuman disiplin berat Pegawai Negeri Sipil di Wilayah Pemerintahan Kota Bandung serta faktor apakah yang cenderung mempengaruhinya.
Berdasarkan hasil penelitian proses penegakan hukuman disiplin berat di lingkungan Pemkot bandung dilaksanakan berdasarkan alur/tahapan-tahapan sesuai peraturan yang menjadi pedoman pelaksanaan hukuman disiplin PNS. Prosesnya dimulai dari pemanggilan untuk pemeriksaan, rapat pertimbangan penjatuhan hukuman, hingga dikeluarkannya keputusan penjatuhan hukuman disiplin berat oleh Walikota Bandung. Faktor-faktor yang cenderung mempengaruhi proses penegakan hukuman disiplin berat yaitu; Faktor Masyarakat; banyak PNS cenderung acuh bila melihat rekan kerjanya melakukan pelanggaran disiplin, Faktor Penegak Hukum; Banyak di antara Atasan langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah tidak memahami Peraturan Pemerintah N0 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, Faktor Hukum; Peraturan Pemerintah N0 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, tidak memuat ketentuan yang jelas mengenai aturan izin usaha PNS, serta aturan kawin cerai PNS.
Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 1974 tentang Pembatasan Kegiatan Pegawai Negeri dalam Usaha Swasta dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian PNS, merupakan peraturan yang sering menjadi dasar pelanggaran disiplin berat PNS, seyogyanya ke dua peraturan tersebut dimasukan kedalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Dengan demikian hal tersebut diharapkan dapat mempermudah dan memperjelas proses penegakan hukuman disiplin berat bagi PNS.
Civil Servants in order to perform their duties in a professional manner, must have quality and a high level of discipline. In order to achieve these objectives, the Government issued a rules regarding discipline ie Civil Government Regulation No. 53 of 2010 concerning Civil Servants Discipline.
This study uses social legal research, which is a research study the interrelationship between the law with other social institutions. This study aims to gain an overview of the enforcement of severe disciplinary Civil Servants in Administrative Region of Bandung and whether factors that tend to influence it.
Based on the research process in the enforcement of severe disciplinary action undertaken by the municipal government Bandung flow/steps according to the rules that guide the implementation of civil service disciplinary. The process starts from the call for the examination, the meeting considered sentencing, sentencing decisions to the issuance of severe discipline by the Mayor of Bandung. Factors likely to affect the enforcement of disciplinary punishment that is severe; Community factors, many civil servants tend indifferent when you see colleagues disciplinary offense, Factors Law Enforcement; Many direct Tops SKPD not understand Civil Government Regulation No. 53 of 2010 concerning Civil Discipline, Factors law; Regulation No. 53 of 2010 on civil servants Discipline, contains no clear provisions regarding civil service rules of business license, as well as the rules of civil divorce and marriage.
Government Regulation No. 6 of 1974 on the Civil Servants Activity Restriction Private Business and Government Regulation No. 45 Year 1990 on Civil Servants Licensed Marriage and Divorce, a rule that is often the basis for severe violations of discipline civil servants, should the two rules are incorporated into the Government Regulation No. 53 year 2010 on Civil Servants Discipline. Thus it is expected to simplify and clarify the process of enforcement of severe disciplinary punishment for civil servants.
107393650C1C008045DETEKSI ATAS TINDAK KECURANGAN AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN MENENGAH DAN BESAR DI PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya tindakan-tindakan yang diduga dapat menimbulkan kecurangan akuntansi serta mengetahui pengaruh antara indikasi kecurangan akuntansi dengan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada responden. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis SEM berbasis varian yaitu PLS yang dapat digunakan untuk penelitian dalam berskala kecil. Berdasar hasil analisis dengan aplikasi Smart PLS 2.0, dapat diambil kesimpulan bahwa SPI dan Manajemen Kompensasi memiliki pengaruh langsung terhadap indikasi kecurangan namun memiliki pengaruh positif yang berarti semakin baik SPI dan manajemen kompensasi justru indikasi kecurangan makin tinggi. Hal ini disebabkan karena adanya tantangan bagi pelaku untuk menaklukan sistem pengendalian dan kompensasi. Pengawasan yang sangat ketat juga dapat membuat pelaku merasa tidak nyaman sehingga berusaha untuk bisa “bebas”. Dalam hal ini, diduga kecurangan yang terdapat pada responden sudah berlangsung sejak lama. Selain itu, Anggaran dan Perilaku Manajemen tidak berpengaruh langsung terhadap indikasi kecurangan. Hal ini berarti bahwa keduanya berpengaruh langsung pada SPI atau Manajemen Kompensasi. This research aims are to determine whether or not the alleged actions could lead to accounting fraud and determine the effect of an indication of the accounting fraud by the variables used in the study. This study uses primary data collected using questionnaires distributed to respondents. This research is descriptive quantitative SEM analysis technique based PLS variants that can be used for research in small-scale. Based on the analysis of the application of Smart PLS 2.0, it can be concluded that SPI and Compensation Management has a direct influence on indications of fraud but has a significant positive effect of ICS and the better management of compensation actually higher indications of fraud. This is because the challenge for the actors to conquer and control system of compensation. Very strict control can also make actors feel uncomfortable so try to be "free". In this case, the alleged fraud contained in the respondent has been going on for a long time. In addition, Budget and Management Behavior does not directly influence indications of fraud. This means that both direct effect on ICS or Compensation Management.
107403654H1L008040APLIKASI EDUKATIF PENGENALAN BENDA UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
(STUDI KASUS RA SALAFIYAH CIREBON)
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Banyak kekurangan pada proses pembelajaran di PAUD, diantaranya siswa masih harus selalu dibimbing oleh guru sehingga siswa kurang bisa mandiri, dan masih terpakunya proses pembelajaran pada buku yang dirasa kurang interaktif. Oleh karena itu perlu dibangun aplikasi edukatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini dibangun aplikasi edukatif pengenalan benda untuk membantu proses pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini. Aplikasi edukatif pengenalan benda ini dirancang untuk memudahkan siswa untuk mengenal benda- benda sekitar tanpa harus selalu dibimbing oleh guru. Siswa harus menjawab pertanyaan di setiap levelnya (sepuluh pertanyaan disetiap levelnya) dan setiap level mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda dalam menjawab pertanyaan. Setiap pertanyaan yang dijawab dengan benar mendapat skor 100, sebaliknya apabila salah mendapat skor -50.Skor akhir di setiap levelnya adalah jumlah skor jawaban benar ditambah jumlah skor jawaban salah.
Preschool education is the provision of learning to children before the commencement of statutory and obligatory education, usually between the ages of zero and six. There are many of shortcomings of learning process in preschool education, including students still must always be guided by the teacher so that students are able to be independent, and the learning process is still fixated in a book that is less interactive. Therefore, it is necessary to build educational applications to resolve the problems. In this study, educational application of objects recognition isbuilt to assist the learning process in preschool education. This application is designed to enable the student to recognize objects in the neighborhood without always being guided by the teacher. Students should answer the questions in each level (ten questions on each level) and each level has different level of difficulty in answering the question. Each question answered correctly gets a score of 100, whereas if wrong gets score of -50. The final score in each level is the sum of total correct answers score and total wrong answers score.