Artikelilmiahs

Menampilkan 10.561-10.580 dari 48.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
105613464G1B008113FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI DESA PANGEBATAN KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
TAHUN 2012
Cakupan pelayanan kesehatan lansia yang terendah di Kabupaten Banyumas adalah di Desa Pangebatan (9,59%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan pelayanan posyandu lansia di Desa Pangebatan. Faktor-faktor tersebut antara lain jenis kelamin, tingkat pendidikan, sikap, keterjangkauan dan kebutuhan. Penelitian Cross Sectional ini dilakukan pada 87 lansia di Desa Pangebatan secara Cluster Random Sampling. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi-Square (&#945;=0,05) menunjukkan faktor yang mempengaruhi penggunaan pelayanan posyandu lansia adalah sikap (p value=0,000<&#945;), keterjangkauan (p value=0,000<&#945;) dan kebutuhan (p value =0,000<&#945;), sedangkan faktor yang tidak mempengaruhi penggunaan pelayanan posyandu lansia adalah jenis kelamin (p value=0,235>&#945;) dan tingkat pendidikan (p value=0,322>&#945;). Analisis multivariat menunjukkan faktor yang mempengaruhi pengggunaan pelayanan posyandu lansia secara bersama-sama adalah sikap ( p value =0,001<&#945;) dan kebutuhan (p value=0,004<&#945;). Kesimpulannya faktor yang mempengaruhi penggunaan pelayanan posyandu lansia adalah sikap, keterjangkauan dan kebutuhan terhadap pelayanan posyandu lansia, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Faktor yang mempengaruhi pengggunaan pelayanan posyandu lansia secara bersama-sama adalah sikap dan kebutuhan terhadap pelayanan posyandu lansia. Oleh karena itu disarankan kader posyandu lansia menambah kegiatan seperti senam lansia, senam otak, rekreasi, penyaluran hobi lansia atau memberi dukungan lansia untuk berwirausaha agar lansia termotivasi menggunakan pelayanan posyandu lansia.The lowest coverage of elderly health care in Banyumas Regency was in Pangebatan Vilage (9,59%). This study aims to find out the factors that influence the utilization of posyandu lansia in Pangebatan Vilage. These factors are gender, education level, attitude, affordability and needs. This Cross Sectional study was conducted on 87 elderly people in Pangebatan village by Cluster Random Sampling. The results of bivariate analysis by the Chi-Square test (&#945; = 0,05) showed that the factors that influence the utilization of posyandu lansia were attitude (p value = 0,000 <&#945;), affordability (p value = 0,000 <&#945;) and needs (p value = 0,000 < &#945;), while the factors that did not influence the utilization of posyandu lansia were gender (p value = 0,235> &#945;) and education level (p value = 0,322> &#945;). Multivariate analysis showed the factors that influence the utilization of posyandu lansia collectively were the attitude (p value = 0,001 <&#945;) and needs (p value = 0,004 <&#945;). In conclusion, factors that influence the utilization of posyandu lansia were the attitude toward posyandu lansia, affordability toward posyandu lansia and needs toward posyandu lansia, whereas the factors that had no influence were gender and education level. Factors the utilization collectively influenced were the attitude toward posyandu lansia and needs toward posyandu lansia. Therefore, it is recommended for posyandu lansia to add activities such as gymnastics for elderly, brain exercise, recreation, or give support to entrepreneurship in order to motivate to utilize posyandu lansia.
105623465G1B008068HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Eschericia coli PADA MAKANAN YANG DIJUAL DI KANTIN KAMPUS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO TAHUN 2012.Makanan mengandung resiko yang cukup potensial menyebabkan terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan seperti diare dan keracunan makanan. Sekarang ini banyak usaha kecil yang menjual makanan misal kantin kampus. Higiene dan sanitasi dalam menyediakan makanan merupakan indikator terhadap keberadaan bakteri Escherichia coli pada makanan yang disajikan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan higiene sanitasi dengan keberadaan bakteri Eschericia coli pada makanan yang dijual di kantin kampus Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto tahun 2012.Variabel yang diteliti meliputi sanitasi peralatan, higiene penjamah makanan, sanitasi makanan, dan sanitasi tempat pengelolaan makanan. Jenis penelitian adalah observasional dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 30 kantin kampus di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Sampel penelitian ini adalah semua populasi penelitian yaitu sebanyak 30 kantin kampus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium. Analisis data meliputi univariat dan bivariat (Chi Square). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara sanitasi peralatan (p= 0,001) dan sanitasi makanan (p= 0,002) dengan keberadaan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara higiene penjamah makanan (p= 0,140) dan sanitasi tempat pengelolaan makanan (p= 0,058) dengan keberadaan bakteri Escherichia coli. Disarankan perlu dilakukan penyuluhan/pelatihan tentang higiene sanitasi makanan kepada pihak kantin agar dapat mengelola makanan yang sesuai dengan standar kesehatan dan perbaikan sanitasi kantin sebagai tempat pengelolaan makanan yang ada di lingkungan kampus Universitas Jenderal Soedirman.

Kata Kunci : Makanan, Higiene, Sanitasi, Bakteri Escherichia coli
Kepustakaan : 19 (1990 – 2011)


Foodhad a quite potential risk causing disease or health problems such as diarrhea and food poisoning. Recently, there were many small culinary businesses for instance were the campus canteens. Hygiene and sanitation inserving the food was an indicator ofthe presence of Escherichia coli in the food served. The purpose of this study was to know the relationship between the hygiene of sanitation and the presence of the Escherichia coli bacteriain foods sold at the campus canteen in the Jenderal Soedirman University in 2012. The observed variables included equipment sanitation, the hygiene of foodhandlers, food sanitation, and the place sanitation of served food. This type of research was observational study using cross sectional method. The study populations were 30 campus canteens in Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The samples were all the study populations of 30 campus canteens. Data were collected through interviews, observation and laboratory examination. Data analyses included univariate and bivariate (Chi Square). The results showed that there were connections between equipment sanitation (p=0,001) and food sanitation (p=0,002) with the presence of Escherichia coli bacteria. The results showed no connection between food handler hygiene (p=0,140) and the place sanitation of served food (p=0,058) with the presence ofthe Escherichia coli bacteria. It is recommended to do outreach/training to the canteen in order to manage the food in accordance with the standards for health and sanitation improvements for the management of the canteen food at Jenderal Soedirman University campus.

Keywords : Food, Hygiene, Sanitation, Escherichia coli bacteria
Reference : 19 (1990 – 2011)
105633466C1C007073PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE DAN PEMERIKSAAN PAJAK DALAM MEMODERASI HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN WAJIB PAJAK DENGAN PENERIMAAN PAJAKPenelitian ini berjudul “Pengaruh Account Representative dan Pemeriksaan Pajak Dalam Memoderasi Hubungan Antara Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Penerimaan Pajak”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak penghasilan serta pengaruh Account Representative dan pemeriksaan pajak dalam memoderasi hubungan antara kepatuhan wajib pajak dengan penerimaan pajak penghasilan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto, untuk tahun 2008 sampai dengan 2010.
Jenis penelitian ini adalah studi empiris dengan teknik analisis regresi linier sederhana dan moderated regression analysis. Untuk menguji hipotesis pertama digunakan regresi linier sederhana. Untuk hipotesisis kedua dan ketiga digunakan moderated regression analysis. Hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai t hitung kepatuhan wajib pajak, nilai t hitung moderasi Account Representative, dan nilai t hitung moderasi pemeriksaan pajak signifikan, dengan demikian maka hipotesis pertama, kedua dan ketiga diterima.
Berdasar hasil analisis dengan regresi linier sederhana dan moderated regression analysis, dapat diambil kesimpulan bahwa kepatuhan wajib pajak badan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak penghasilan badan, Account Representative secara signifikan memoderasi hubungan antara kepatuhan wajib pajak badan dengan penerimaan pajak penghasilan badan dan Pemeriksaan pajak secara signifikan memoderasi hubungan antara kepatuhan wajib pajak badan dengan penerimaan pajak penghasilan badan.
This study entitled "The Influence of Account Representative and Taxes Examination in Moderating the Correlations between Taxpayer Compliance and PPh Revenue". The purposes of this research are to know the influence of taxpayer compliance against the PPh (Pajak Penghasilan) revenue, the influence of Account Representative in moderating the correlation between taxpayer compliance and PPh (Pajak Penghasilan) revenue and the influence of taxes examination in moderating the correlation between taxpayer compliance and PPh (Pajak Penghasilan) revenue. This research uses secondary data that is obtained from Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purwokerto, from 2008 to 2010.
The type of this research is empirical study by analytical techniques of simple linier regression and Moderated Regression Analysis. To test the first hypothesis using simple linier regression. To test the second and the third hypotheses using moderated regression analysis. The result of the research shown that the t values of taxpayer compliance, moderated Account Representative and moderation of taxes examination are significant. Thus the first, second and third hypotheses are accepted.
Based on the analysis of simple linier regression and moderated regression analysis, it can be concluded that the corporate taxpayer compliance significantly influenced on PPh (Pajak Penghasilan) badan revenue, Account Representative significantly moderated the correlation between corporate taxpayer compliance and PPh (Pajak Penghasilan) badan revenue, and taxes examination significantly moderated the correlation between corporate taxpayer compliance and PPh (Pajak Penghasilan) badan revenue.
105643467G1B008017DETERMINAN YANG BERPENGARUH TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk. CIREBON
Perkembangan sektor industri memberikan dampak negatif berupa faktor risiko bahaya pada saat bekerja yang dapat mengganggu kesehatan manusia khususnya para pekerja. Gangguan kesehatan yang terjadi pada pekerja salah satunya adalah perubahan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui determinan yang berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah karyawan bagian produksi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Cirebon. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (regresi linier sederhana), serta multivariat (regresi linier ganda) . Hasil analisis menunjukan ada pengaruh antara intensitas suara terhadap perubahan tekanan darah sistol dengan nilai Rhitung 0,650 > Rtabel 0,304 serta ada pengaruh antara intensitas suara terhadap perubahan tekanan darah diastol dengan nilai Rhitung 0,581> Rtabel 0,304. Tidak ada pengaruh antara umur, status gizi, iklim kerja serta stress terhadap perubahan tekanan darah sistol dan diastol dengan nilai Rhitung < Rtabel. Disarankan pada pekerja untuk menambah pemeriksaan tekanan darah minimal dua kali setiap tahun dan selalu menggunakan APD telinga sesuai peraturan, serta bagi pihak perusahaan disarankan untuk memasang peredam suara pada dinding ruang kerja, melakukan rotasi kerja, dan melakukan penyuluhan tentang bahaya lingkungan kerja.The development of the industrial sector had negative impact of risk factors on the occupational hazards that troubling the health of the humans especially the workers. One of the health problems occurred on workers was the change of blood pressure. The purpose of this study was to determine the determinants that affect the change of blood pressure on the production division employees of PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Cirebon. The study was conducted using observational analytical approach with cross sectional research design. The research samples amounted to 42 respondents. Data analysis was performed by univariate, bivariate (simple linear regression) and multivariate (multiple linear regressions). The results of the analysis showed an effect between the intensity of the sound and the change of systolic blood pressure with Rcount value 0,650> Rtable 0,304 and there was influence between the change of the sound and the change of diastolic blood pressure with Rcount value 0,581> Rtable 0.304. There was no influence between age, nutritional status, work climate and stress to the change of systolic and diastolic blood pressure with a value Rcount value < Rtable. It was advisable for the workers to check the blood pressure routinely at least twice a year and always use Personal hearing Protection Equipment properly, as well as for the company was advised to put silencer on the wall of the workspace, do the job rotation, and do a counseling on workspace environmental hazards.
105653474G1B008083HUBUNGAN POSISI TANGAN DENGAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA PEMETIK DAUN TEH PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX (PERSERO) KALIGUA
KABUPATEN BREBES
Pekerjaan memetik daun teh dilakukan dengan gerakan sama secara berulang-ulang menggunakan tangan serta menuntut banyak gerakan fleksi, ekstensi, deviasi ulnar dan radial, yang merupakan risiko terjadinya CTS. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan posisi tangan dengan CTS pada pekerja pemetik daun teh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kaligua Kabupaten Brebes. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel 66 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui dua tahap yaitu univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi square menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara posisi tangan dengan CTS dengan nilai p value=1,000. Beberapa variabel pengganggu yang dideskripsikan dalam tabulasi silang, diketahui peningkatan lama kerja sebanding dengan peningkatan kejadian CTS. Lama kerja mengacu pada lamanya responden terpapar dengan suhu dan gerakan berulang. Oleh karena itu, pemetik daun teh disarankan sesering mungkin mengistirahatkan dan merelaksasi kedua tangannya saat bekerja, serta menggunakan sarung tangan yang tebal yang dilapisi sarung tangan plastik.Picking tea leaves job is carried out with the same movement repeatedly by hand and requires a lot of movements of flexion, extension, ulnar deviation and radial, which is the risk of CTS. This research was conducted to determine the relationship of hand position with CTS in tea leaves picker labors on PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) in Kaligua Brebes. This research was an observational analytic cross-sectional study, with samples of 66 people who were taken by purposive sampling method. Data analysis was performed in two stages, the univariate and bivariate. The results of the bivariate analysis using Chi-square test showed no significant relationship between the hand position and CTS with p value = 1,000. Several irritant variables described in the cross tabulation, were known that the increase of working time is proportional to the increase of CTS occurrence. Working time refers to the length of respondents’ exposure to temperature and repetitive motion. Therefore, the tea leaves pickers were advised to rest and relax both hands while working as often as possible, and using thick gloves overlaid with plastic gloves.
105663468G1G008045STUDI KOMPARASI PANJANG LENGKUNG GIGI, OVERJET, DAN TINGGI PALATUM ANTARA PENDERITA THALASSAEMIA BETA MAYOR DENGAN INDIVIDU NORMAL DI KOTA BANJAR
Thalassaemia beta mayor merupakan kelompok dari anemia hemolitik yang disebabkan oleh gangguan sintesis rantai globin beta yang dalam bentuk parah ditandai dengan kelainan kraniofasial. Tujuan penelitian ini ialah melakukan kajian perbedaan panjang lengkung gigi, overjet, dan tinggi palatum antara penderita thalassaemia beta mayor dengan individu normal. Sampel penelitian ini sebanyak 26 terdiri dari 13 sampel penderita thalassaemia beta mayor dan 13 sampel normal dengan usia dan jenis kelamin yang sama, memiliki usia rata-rata 14,4 ± 2,2 tahun, dan masing-masing kelompok terdiri dari 3 laki-laki dan 10 perempuan. Model studi, jangka sorong, dan penggaris digunakan untuk membantu pengukuran panjang lengkung gigi, overjet, dan tinggi palatum, sedangkan Independent T-test digunakan sebagai metode analisisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara bermakna panjang lengkung gigi (nilai p=0,196), overjet (nilai p=0,299), dan tinggi palatum (nilai p=0,073) antara penderita thalassaemia beta mayor dengan individu normal. Artinya, penderita thalassaemia beta mayor memiliki panjang lengkung gigi, overjet, dan tinggi palatum yang relatif normal. Saran dari penelitian ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik lengkung gigi pada penderita thalassaemia beta mayor yang rutin dan yang tidak rutin melakukan transfusi darah.Beta-Thalassaemia Major is a group of hemolytic anemias caused by problems in synthesis of beta-globin chains in the severe form characterized by craniofacial deformities. The aim of this research is to study a difference of arch length, overjet, and palatal height between beta-thalassaemia major patients with normal individuals. The samples are 26 consisted of 13 beta-thalassaemia major samples and 13 normal samples matched by age and sex, average age is 14.4 ± 2.2 years, and each group consisted of 3 males and 10 females. Dental casts, sliding caliper, and ruler are used to help measurement of arch length, overjet, and palatal height, whereas Independent T-test is used as analysis methods. The results show no significant difference of arch length (p-value=0.196), overjet (p-value=0.299), and palatal height (p-value=0.073) between beta-thalassaemia major patients with normal individuals. The meaning, beta-thalassaemia major patients have a normal relatively of arch length, overjet, and palatal height. The suggestion need to be done further research about characteristics of dental arch in beta-thalassaemia major patients who are routine and not routine in blood transfusion.
105673469G1A008098Enzim Aminotransferase dan Jumlah Trombosit pada Pasien Demam Berdarah DengueLatar Belakang: World Health Organization melaporkan bahwa penyakit Demam Berdarah Dengue mengancam dua per lima populasi di dunia dan angka kesakitan terus meningkat. Virus dengue dapat menyerang berbagai organ termasuk sumsum tulang belakang dan hati yang dapat mengakibatkan peningkatan enzim aminotransferase dan penurunan jumlah trombosit. Penelitian sebelumnya membuktikan derajat trombositopenia berhubungan dengan derajat kerusakan hati pada infeksi virus dengue.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kadar aminotransferase terhadap jumlah trombosit pada pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto periode Januari 2011-Desember 2011. Sampel diambil mengguanakan data sekunder berupa rekam medik dengan metode total sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Korelasi Pearson dan Korelasi Spearman.
Hasil: Total sampel penelitian ini adalah 111 orang namun hanya 31 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil uji korelasi Pearson pada variabel jumlah trombosit dan aspartat aminotranferase terdapat hubungan bermakna (p=0,004) dengan koefisien korelasi sedang (r=0,498) dan arah korelasi negatif. Hasil uji korelasi Spearman pada variabel jumlah trombosit dan alanin aminotransferase tidak terdapat hubungan bermakna (p=0,108).
Kesimpulan: Terdapat korelasi kadar aspartat aminotransferase terhadap jumlah trombosit pada pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan tidak terdapat korelasi kadar alanin aminotransferase terhadap jumlah trombosit pada pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Background: World Health Organization reports Dengue Hemorrhagic Fever threatened two-fifths of the world population and increased morbidity. Dengue virus could invade various organs include bone marrow and liver that can lead to the increase of aminotransferase enzyme and decrease platelet count. Previous research proved the degree of thrombocytopenia associated with the degree of liver damaged in dengue virus infection. Objective: The purpose of this study is to determine the correlation between aminotransferase level and trombosit count in Dengue Hemoragic Fever patient at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. Methods: This study was an observational analytic study with a retrospective cohort approach. The population in this study was patients with Dengue Hemoragic Fever at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto period January 2011-December 2011. Data were taken using secondary data from medical records with a total sampling method. Bivariat analysis used Pearson Correlation test and Spearman Correlation test. Result: The total study sample was 111 people but only 32 who were fit the inclusion criteria. The result of Pearson Correlation test showed that platelet count and aspartate aminotransferase variables were significantly correlate (p=0,002) with moderate correlation coefficient (r=-0,524) and negative correlation. The result of Spearman Correlation test showed that platelet count and alanine aminotransferase variables had no correlation (p=0,080). Conclucion: There was moderate negative correlation between aspartate aminotransferase level and platelet count in patients with Dengue Hemoragic Fever at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto and no correlation between alanine aminotransferase level and platelet count in patients with Dengue Hemoragic Fever at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto.
105683471G1B007085JUMLAH ANGKA KUMAN UDARA SEBELUM DAN SESUDAH PROSES STERILISASI DI RUANG OPERASI RSUD KEBUMEN
Pasien bedah merupakan pasien yang mempunyai risiko tinggi terjadi infeksi. Pengamatan yang dilakukan terhadap pasien bedah di Indonesia yaitu di 10 RSU pendidikan, infeksi nosokomial cukup tinggi yaitu 6-16 % dengan rata-rata 9,8 %. Infeksi nosokomial paling umum terjadi adalah infeksi luka operasi (ILO). Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa angka kejadian ILO pada rumah sakit di Indonesia bervariasi antara 2-18 % dari keseluruhan prosedur pembedahan. Ruang operasi yang kurang terjaga keaseptisannya akan berdampak pada infeksi luka operasi. Salah satu penyebabnya adalah tingginya angka kuman udara ruang operasi. Ruang operasi perlu pengendalian yang baik yaitu dengan cara melakukan sterilisasi dan desinfeksi secara menyeluruh. Tujuan penelitian yaitu mengetahui jumlah angka kuman udara sebelum dan sesudah proses sterilisasi di ruang operasi RSUD Kebumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu 3 ruang operasi. Pengumpulan data dengan pemeriksaan dan perhitungan koloni kuman, wawancara mendalam, dan observasi. Angka kuman udara sebelum sterilisasi di Ruang I yaitu 28 CFU/m^3 dan sesudah sterilisasi yaitu 12 CFU/m^3, angka kuman udara sebelum sterilisasi di Ruang II yaitu 44 CFU/m^3dan sesudah sterilisasi yaitu 42 CFU/m^3, dan angka kuman udara sebelum sterilisasi Ruang III yaitu 3 CFU/m^3 dan sesudah sterilisasi yaitu 8 CFU/m^3. Saran untuk RSUD Kebumen yaitu perlunya pengambilan angka kuman udara secara rutin, terapkan dan perketat disiplin sesuai standar operasional prosedur, dan koordinasi dengan unit Hygiene Sanitasi dalam pemeliharaan peralatan dan kebersihan ruangan.Surgical patients are patients who have a high risk of infection. The observations made on patients in Indonesia especially in 10 teaching hospitals, nosocomial infection is as high as 6-16% with a mean 9,8%. The most common nosocomial infection is surgical site infection (SSI). Previous studies have shown that incidence of post operative SSI in Indonesian’s hospital was varied between 2-18 % from overall surgical. Operating room which less of aseptic will have an impact on surgical wound infections. One reason is the high number of operating room air germ. Operating room need good control is by way of sterilization and disinfection as a whole. The research objective is to know the total number of germs through the air before and after the sterilization process in operating room of Pubic Hospital Kebumen Regency. This type of study is a descriptive study. Samples were taken with a purposive sampling technique that is 3 operating rooms. Data collection and calculation checks germ colonies, in-depth interviews, and observation. Number of germs in the air before the sterilization at room I is 28 CFU/m^3 , and after sterilization is 12 CFU/m^3, the number of germs in the air before sterilization at room II is 44 CFU/m^3 dan after sterilization is 42 CFU/m^3 , and the number of air germs before sterilization at room III is 3 CFU/m^3, and after sterilization is 8 CFU/m^3. Suggestions for Public Hospital Kebumen Regency the need for air capture rate routinely germ, apply discipline and tightened according to standard operating procedures, and coordination with the unit Hygiene Sanitation in equipment maintenance and cleanliness of the room.
105693472G1B008114STUDI IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN DAERAH
MASYARAKAT MISKIN (JAMKESDA MASKIN)
DI KABUPATEN TEGAL
Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Indonesia belum bisa
menjamin kesehatan seluruh masyarakat. Pemerintah daerah khususnya
Kabupaten Tegal membentuk program Jamkesda Maskin untuk mewujudkan
jaminan kesehatan semesta. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran
pelaksanaan Program Jamkesda Maskin di Kabupaten Tegal. Gambaran
pelaksanaan Jamkeda Maskin dibandingkan dengan indicator keberhasilan yang
ditetapkan pada petunjuk pelaksanaan Jamkesda Maskin. Subyek penelitian utama
adalah 3 orang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal. Subyek penelitian
pendukung adalah 4 orang yaitu I orang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, 1
orang dari RSUD dr. Soeselo Slawi, 1 orang dari Puskesmas Bumijawa, dan 1
orang dari Kantor Kepala Desa Bumijawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian deskriptif dengan pendekatan data kualitatif. Teknik pengumpulan data
adalah dengan wawancara mendalam, pengamatan dan telaah dokumen.
Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrument pokok, pedoman
wawancara, alat perekam suara dan perekam gambar. Hasil wawancara
mendalam, pengamatan dan telaah dokumen pada implementasi program
Jamkesda Maskin Kabupaten Tegal menunjukkan belum semua indicator
keberhasilan program Jamkesda tercapai yaitu belum dibentuknya Tim Verifikasi
dan Tim Kepesertaan, belum dilakukannya validasi data kepesertaan, dan
keterlambatan penyampaian klaim oleh PPK kepada Tim Pelaksana Jamkesda
Maskin.
Jaminan Kesehatan Masyarakat Program in Indonesia has not been able in
assuring the public health coverage. The local government especially Tegal
Regency formed Jamkesda Maskin to achieve universal health coverage. The
purpose of this research was to know the implementation description of Jamkesda
Maskin Program in Tegal Regency. Also, the overview of Jamkeda Maskin
implementation compared to success indicators set at Jamkesda Maskin
guidelines. The main research subjects were 3 personnel from The Health Office
of Tegal. While supporting research subjects were 4 people i.e 1 person from The
Health Office of Tegal, 1 person from dr. Soeselo Slawi Hospital, 1 person from
Bumijawa health center, and 1 person from the office of The Chief of Bumijawa
Village. The type of this research was descriptive research by using qualitative
data approach. Data collection techniques used were in-depth interviews,
observation and document review. The research instruments were the researcher
as principal investigator, interview guidelines, tape recorder and image recording.
The results of in-depth interviews, observations and review of documents on the
implementation of Jamkesda Maskin Program Tegal showed that not all
achievement indicators in Jamkesda Maskin program had been achieved such as
the absence of verification and membership team, unperformed membership data
validation and claims overdue by PKK to Jamkesda Maskin Implementer Team.
105703473C1C008011PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN SUBSEQUENT EVENT TERHADAP AUDIT REPORT LAG (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2011)ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari kinerja keuangan (current ratio, return on asset, dan total debt to total asset) dan subsequent event terhadap audit report lag pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011.
Metode pengambilan sampel adalah purpossive judgement sampling dan diperoleh sampel sebanyak 32 perusahaan. Data yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan consumer goods dan analisis metode yang digunakan adalah analisis linier regresi berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) kinerja keuangan (current ratio, return on asset, dan total debt to total asset) dan subsequent event secara simultan berpengaruh signifikan terhadap audit report lag, (2) ROA dan total debt to total asset berpengaruh signifikan terhadap audit report lag secara parsial dan (3) total debt to total asset memiliki pengaruh yang dominan terhadap audit report lag .
ABSTRACT


This research is to examine the influences of financial performance (current asset, return on asset, and total debt to total asset) and subsequent event to audit report lag in consumer goods company that listed on Indonesia Stocks Exchange.
Sampling method that used is purposive judgement sampling and the result are 32 firms as sample. Data that used in this research is financial statements of consumer goods companies and the analysis method is multiple linier regression model.
The result of this research shows that: (1) financial performance (current asset, return on asset, total debt to total asset) and subsequent event in simultaneous have a significant effect on audit report lag, (2) return on asset and total debt to total asset in partial have a significant effect on audit report lag and (2) total debt to total asset has the most dominant effect on audit report lag.
105713475G1B008025PERAN ISTRI DAN SUAMI DALAM MENDUKUNG PEMBERIAN ASI
EKSKLUSIF DI DESA KAMBANGAN KECAMATAN LEBAKSIU
KABUPATEN TEGAL
Pemberian ASI eksklusif tidak lepas dari usaha peran suami dan istri. Karena
pemberian ASI eksklusif didukung oleh kemauan keras dari istri serta karakteristik
dari istri itu sendiri. Pemberian ASI eksklusif juga didukung oleh usaha para suami
dalam memberikan peran emosional, material, dan informatif, serta pengetahuan dan
sikap dari keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran istri
dan suami dalam pemberian ASI eksklusif. Jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data yaitu pedoman
wawancara. Subjek penelitian sebanyak 13 subjek penelitian, yaitu 5 orang istri, 5
orang suami, dan 3 orang bidan desa. Pengetahuan istri tentang ASI eksklusif yaitu
pemberian ASI dari usia bayi 0-6 bulan, lebih murah dan praktis serta mengandung
zat gizi. Pada konsep sikap, subjek penelitian setuju dengan pemberian ASI eksklusif.
dukungan emosional yang diberikan suami diantaranya memberikan perhatian, kasih
sayang, memandikan bayi, dan merawat bayi. Dukungan material yang diberikan
oleh suami yaitu pemberian uang kepada istri dan memenuhi kebutuhan istri selama
menyusui seperti susu dan buah-buahan. Dukungan informatif yang diberikan oleh
suami yaitu buku yang berisi tentang ASI eksklusif. Perlu peningkatan kampanye
pemberian ASI.
Exclusive breast feeding could not be separated fromthe effort of husbands
and wives’ role since exclusive breast feeding was supported by the strong will of
wife and her own characteristics. Exclusive breast feeding was also supported by the
efforts of husbands in providing emotional support, material, and information, as
well ask now ledge and attitudes from both parties. The purpose of this study was to
describe the role of wife and husband in exclusive breast feeding. The type of this
study was qualitative descriptive study with interview guide as data collecting
technique. Research subjectswere 13 persons; they were five wives, five husbands,
and three midwives. The wives’ knowledge about exclusive breas tfeeding was to
breast feed the baby a ged 0-6 months, it was cheaper and more practicaland also
contained nutrients. On the concept of attitude, study subjects agreed to exclusive
breast feeding. Emotional supports given by the husbands were by giving them
attention, affection, helping in baby bathing and baby caring. Material supports
provided by the husband were by giving money to his wife and meet her needs during
lactation suchas milk and fruit. Informative support given by the husband was by
giving books about exclusive breast feeding. It was advisable to increase breast
feeding campaign.
105723476E1A007024PENGUJIAN KEABSAHAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA BERDASARKAN WEWENANG, PROSEDUR, DAN SUBSTANSI
(TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NO. 08/G/2011/PTUN.SBY)
LEGALIZATION TRIAL OF STATE ADMINISTRATION DECISION BASED ON AUTHORITY, PROCEDURAL, AND SUBSTANCIAL.
(JURIDICAL KONTEMPLATION FOR DECISION NO. 08/G/2011/PTUN.SBY)
Wewenang, prosedur, dan substansi merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan oleh Pejabat Tata Usaha Negara dalam mengeluarkan Keputusan Tata Usaha Negara. Keputusan yang dikeluarkan berdasarkan wewenang, prosedur, dan substansi memiliki kekuatan hukum yang tidak dapat dikalahkan apabila di uji dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara.
Pengujian Keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara berdasarkan wewenang, prosedur, dan substansi dilakukan atas dasar gugatan yang disampaikan oleh orang atau badan yang merasa keberatan dengan diterbitkannya keputusan. Salah satu perkara yang menguji keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara yaitu perkara No. 08/G/2011/PTUN.SBY antara PT. Aneka Bangunan Mulia Jaya melawan Walikota Surabaya (Tergugat I) dan Camat Mulyorejo (Tergugat II), dengan objek sengketa berupa (1) Surat Keputusan Nomor 138/5894/436.1.2/2010 perihal : Penjelasan Terkait Permohonan Pembubaran dan/atau Pembekuan RW.XII Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya tertanggal 8 Nopember 2010; (2) Surat Keputusan Nomor 470/.../436.11.20/2011 tanggal 12 Januari 2011, perihal : Kepengurusan RW.XII Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif-analitis. Lokasi penelitian di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya, Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum UNSOED, UPT Perpustakan UNSOED, dan di tempat lain yang berkaitan erat dengan adanya sumber bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunde. Bahan hukum dikumpulkan dengan mengiventarisir bahan hukum, kemudian disajikan dengan deskriptif-kualitatif.
Kata Kunci : Wewenang, prosedur, dan substansi


Authority, procedure and substance are important aspects; need to be considered by the Administrative Officer , dealings with Administrative Decree. The decree issued based on Authority, procedures, and have a legal substance that will not be defeated if tested in Administrative Tribunal court.
Validity testing of Administrative Decree based on authority, procedures and substance submitted by persons or corporate who objected to the issuance of the decree. One of the cases that test the validity of the State Administrative Decree, No. 08/G/2011/PTUN.SBY between PT. Aneka Bangunan Mulia Jaya opposed Mayor of Surabaya (Defendant I) and Subdistrict Chief of Mulyorejo (Defendant II), with the object of dispute in the form of (1) Decree No. 138/5894/436.1.2/2010 subject: Explanations Related Dismissal Request and / or Freezing of RW. XII Mulyorejo Village, Mulyorejo Subdistrict, Surabaya, dated November 8, 2010, (2) Decree No. 470/.../436.11.20/2011 dated January 12, 2011, subject: Leadership and management of RW.XII Mulyorejo Village, Mulyorejo Subdistrict, Surabaya.
The research method is normative juridical used legislation and case approaches. The specification of the the research is descriptive-analytical study. Research location in Surabaya State Administrative Tribunal, Scientific Information Centre of the Faculty of Law of Soedirman University, UPT Library of Soedirman University, and elsewhere are closely related to the existence of legal source material used in this study. Sources of legal materials used are of primary legal materials and secondary legal materials. Laws Material collected by inventory of legal materials, then served with a descriptive-qualitative design.



105733545H1C008029STUDI PWM-VSI SEBAGAI PENGGERAK MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN KENDALI OPEN LOOP VVVF (Variable Voltage Variable Frequency)Tugas akhir ini membahas sistem pengendalian motor listrik dengan menggunakan teknik Inverter SPWM (Sinusoidal Pulse Width Modulation) kendali VVVF(Variable Voltage Variabel Frequency) terhadap kinerja motor induksi tiga fasa dilakukan analisa menggunakan perhitungan metode komponen simetris untuk mengetahui parameter-parameter analisis operasi motor induksi sebagai acuan analisa kecepatan putar (rpm),torsi induksi ,torsi start, torsi maksimum serta karakteristik motor dengan frekuensi variabel. Penelitian ini hanya pada pemodelan simulasi menggunakan software PSIM Profesional 9.0.3.400 dengan objek penelitian Hitachi inverter tiga fasa dan motor induksi tiga fasa di laboratorium energi Teknik Elektro Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukan, selain teknik ini bertujuan untuk mengendalikan tegangan keluaran dan frekuensi kerja inverter 3 fasa, teknik ini mampu mengendalikan kecepatan putaran motor induksi dengan pengaturan perpindahan putaran yang halus (smooth) ,range lebar dan sekaligus mampu mengendalikan motor baik pada saat start ataupun pada saat motor berjalan.This final project talking about the electric motor control system with the SPWM inverter technique (Sinusoidal Pulse Width Modulation) of VVVF control (Variable Voltage Variable Frequency) towards three-phase induction motor performance b symmetrical components calculation method analysis to determine the induction motor analysis parameters as reference of analysis rotation speed (rpm), induction torque, starting torque, maximum torque and variable frequency motor characteristics. This research focus on simulations modeling with PSIM software Professional 9.0.3.400 with Hitachi inverter three phase and three-phase induction motors at energy laboratory of Electrical Engineering, Jenderal Sudirman University as research objects. The research results showed that beside can control the output voltage and operating frequency of 3 phase inverter, this technique also can control the induction motor rotation speed by round smooth displacement arrangement, wide range, and as well as able to control the motor either when the motor is starting or running.
105743478G1B008106MANAJEMEN GRADING RUMAH MAKAN DAN RESTORAN DALAM UPAYA PENINGKATAN HYGIENE SANITASI DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS
Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas mempunyai tugas mencegah terjadinya kasus penyakit yang berhubungan dengan rumah makan dan restoran. Dari data yang ada, terdapat penurunan cakupan pelaksanaan grading di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen grading rumah makan dan restoran dalam upaya peningkatan hygiene sanitasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian utama 1 orang Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, subyek penelitian pendukung 6 orang terdiri dari 2 pengelola Program Penyehatan Makanan Minuman, 2 Petugas Sanitasi Puskesmas, 1 wakil manajer restoran dan 1 konsumen restoran. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, pengamatan dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pelaksanaan serta pengawasan telah dilakukan, namun belum berjalan dengan maksimal. Masih lemahnya fungsi perencanaan terkait dengan alokasi dana yang mengakibatkan target pengawasan menjadi berkurang. Kurangnya koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor serta rendahnya tingkat kesadaran pengelola rumah makan/restoran akan pentingnya grade yang merupakan suatu kebutuhan mereka sendiri masih menjadi kendala dalam kelancaran pelaksanaan program. Perlu adanya pembinaan dan pengawasan yang rutin dan kontinyu dengan memaksimalkan kerjasama lintas program dan lintas sektor serta adanya asosiasi rumah makan dan restoran dapat memfasilitasi pendanaan rutin oleh pengusaha rumah makan dan restoran setiap tahun untuk pelakanaan kegiatan grading di Kabupaten Banyumas.The Environmental Sanitation division of Banyumas Health Office has a duty to prevent any cases of illness related to food stalls and restaurants. From the exist data, there is a reduction in the scope of the grading implementation in Banyumas. The purpose of this study to determine the grading management of the food stalls and restaurants in improving hygiene sanitation in Banyumas Health Office. The type of this research was descriptive study using qualitative approach. The main research subjects was the Head of Environmental Sanitation, supporting research subjects were 6 people consisted of 2 managers of food and beverage sanitation program, 2 sanitation officers of public health center, 1 deputy manager of a restaurant and one consumer of restaurant. Data collecting techniques used were in-depth interviews, observation and document reviews. The research results indicated that the planning, organizing, mobilization and implementation and monitoring had been done. However, they were not performed maximally. The weakness of planning function was related to the allocation of funds resulted in a reduced surveillance targets. Lack of coordination with cross-program and cross-sector and the low level of awareness of food stall/restaurant manager on the importance of a grade that was their necessity was still an obstacle in the smoothness of the programs implementation. It is necessary to have guidance regular and continuous supervision through maximizing the cooperation cross-program and cross-sector and the existing of restaurant association can facilitate the regular finance by the restaurant entrepreneur every year for the implementation of grading activities in Banyumas.
105753479C1C008100Pengaruh Pengalaman, Motivasi, Kecerdasan Emosi dan Kompetensi Pendidik terhadap Profesionalitas Dosen Akuntansi di Perguruan Tinggi PurwokertoPenelitian ini merupakan penelitian survei pada dosen akuntansi di perguruan tinggi Purwokerto. Judul dari penelitian ini adalah "Pengaruh Pengalaman, Motivasi, Kecerdasan Emosi dan Kompetensi Pendidik terhadap Profesionalitas Dosen Akuntansi di Perguruan Tinggi Purwokerto". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengalaman, motivasi, kecerdasan emosi, dan kompetensi pendidik terhadap profesionalitas dosen akuntansi di perguruan tinggi Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 36 responden dari berbagai macam perguruan tinggi di Purwokerto. Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman, motivasi, kecerdasan emosi, dan kompetensi pendidik berpengaruh positif terhadap profesionalitas dosen akuntansi. Pengujian secara simultan menunjukkan bahwa semua variabel dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap profesionalitas dosen akuntansi. Pengujian secara parsial menunjukkan bahwa hanya variabel motivasi saja yang berpengaruh signifikan terhadap profesinalitas dosen akuntansi, sedangkan variabel pengalaman, kecerdasan emosi, dan kompetensi pendidik tidak berpengaruh terhadap profesionalitas dosen akuntansi.This research is a survey research on accounting lecturer in college of Purwokerto. The title of this research is “The influences of experience, motivation, emotional quotient, and competency of lecturer on professionality of accounting lecturer in college of Purwokerto”. The aims of this research is to determine the influences of experience, motivation, emotional quotient, and competency of lecturer on professionality of accounting lecturer in college of Purwokerto. This research uses 36 respondents from some college’s in Purwokerto. The statistical method that is used in this research is multiple linier regressions. The results of this research indicates that experience, motivation, emotional quotient, and competency of lecturer have positive influences towards the professionality of accountant lecturer. Simultanously all variabels examined in this research have significant influences on professionality of accounting lecturer. Partially, only motivation variabel that significant influences on professionality of accounting lecturer, whereas the experience variabel, emotional quotient, and competency of lecturer do not have influence significant on professionality of accounting lecturer.
105763481G1A008003PERBEDAAN SKOR MEMORI JANGKA PENDEK KELOMPOK AEROBIK DAN NON AEROBIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOLatihan aerobik merupakan kondisi ketika seseorang melakukan aktivitas olahraga disertai dengan menghirup udara secara stabil. Memori jangka pendek dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi memori jangka pendek adalah olahraga. Aerobik dapat meningkatkan volume hipokampus dan meningkatkan memori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skor memori jangka pendek antara kelompok aerobik dan non aerobik pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional dan jumlah sampel untuk semua kelompok adalah 102 orang. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan digit span test yang merupakan sub tes dari Wechsler Memory Test untuk mengetahui skor memori jangka pendek. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney untuk mengetahui adanya perbedaan skor memori jangka pendek antara kelompok aerobik dan kelompok non aerobik. Hasil analisis bivariat menunjukkan p 0,000. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan skor memori jangka pendek yang bermakna antara kelompok aerobik dan kelompok non aerobik pada mahasiswa kedokteran Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.

Aerobic exercise is a condition when someone is doing sports activities along with a stable air. Short-term memory has been affected by various factors. One of the factors that affect short-term memory is exercise. Aerobics can increase the volume of the hippocampus and improve memory. The objective of this study was to determine the short-term memory score differences between groups of aerobic and non aerobic on the student medical on the student medical jendral soedirman university. This was an analytical study with cross sectional research design and sample size for all groups was 102 people. The research was conducted by digit span test is a sub-tests of the Wechsler Memory Test to determine the short-term memory score. Bivariate analysis performed using Mann Whitney test for the presence of short-term memory score differences between groups of aerobic and non aerobic group. The result showed that p-value was < 0,05 (p=0.000). This result showed that there was significance difference of short term memory score between the aerobic and non aerobic group.
105773482C1J006026FACTORS AFFECTING THE ECONOMIC GROWTH BREBES REGENCY
IN THE PERIOD OF 1998-2010
RINGKASAN
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Brebes Periode Tahun 1998-2010”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan (trend) pertumbuhan ekonomi, mengetahui pengaruh pengeluaran pembangunan (investasi) pemerintah, jumlah penduduk, dan produktifitas tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Brebes tahun 1998-2010.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study kasus dengan deskriftif analisis berdasarkan studi yang didukung dengan data-data kuantitatif. Data diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Brebes (BAPEDA), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes dan beberapa instansi yang berkaitan.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, trend pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes selama penelitian yaitu dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2010 secara terus menerus mengalami peningkatan. Pengaruh pengeluaran pembangunan (investasi) pemerintah, jumlah penduduk, dan produktifitas tenaga kerja secara parsial maupun secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kbaupaten Brebes. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes adalah pengeluaran pembangunan (investasi) pemerintah.
Implikasi dari penelitian ini adalah Pihak pemerintah daerah Kabupaten Brebes sebaiknya terus mempertahankan bahkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan melalui pelaksanaan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan bukan hanya di daerah-daerah sekitar pemerintahan namun daerah-daerah terpencil lainnya dengan mengoptimalkan pengeluaran pembangunan (investasi) pemerintah dan aspek-aspek sumberdaya yang memiliki potensi terutama sumberdaya alam yang dimiliki. Guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes, pihak pemerintah daerah perlu memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor yang potensial pada kenaikan PDRB dan sangat produktif dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Terkait pengeluaran pembangunan (investasi) pemerintah yang sangat produktif dan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes perlu di alokasikan bukan hanya pada pembangunan infrastruktur saja namun pada sektor-sektor pemicu pertumbuhan ekonomi yang lain seperti pertanian, perdagangan, industri dan sektor jasa-jasa. Untuk meningkatkan output pengeluaran pembangunan (investasi) pemerintah di Kabupaten Brebes perlu adanya peningkatan pengawasan dan kontrol dari pemerintah agar penggunaan dana pembangunan tidak di salahgunakan untuk kepentingan pribadi oleh aparat pemerintah yang tidak bertanggungjawab.
SUMMARY


These research endtitled “FACTORS AFFECTING THE ECONOMIC GROWTH BREBES REGENCY IN THE PERIOD OF 1998-2010”. The purpose of this research is to investigate trend of economic growth, investigate the effect the development expenditure (investment) government, population, and labor productivity to economic growth and to investigate the factors the most influential economic growth Brebes Regency years 1998-2010.
The methods used to collect data with collecting secondary data from the Regional Planning Board Office of Brebes Regency, Central Bureau of Statistics Brebes Regency, and several related agencies.
From the research result conducted, Growth Trend in Brebes during the study from 1998 to 2010 period continued to increase. Government Development expenditures (investments), population and labor productivity simultaneously and partially gave significant influence on economic growth in Brebes Regency. This means that the positive changes of government development expenditure (investment), population and labor productivity will result in positive changes to Brebes economic growth. The most influential variables to economic growth in Brebes regency is development expenditure (investment) government. It means that there is a change in construction expenditure (investment) government and it will further define the changes in economic growth in Brebes.
The implications of this research are Brebes local authorities should continue to maintain and to increase sustainable economic growth through the implementation of well-planned and sustainable development not only in the areas around the government but more to remote areas to optimize government development expenditure (investment) and resources that has potential, especially natural resources. In order to promote economic growth in Brebes Regency, local government needs to give special attention to the potential sectors in GRDP increases and very productive in increasing economic growth. Government development expenditure (investment) were very productive and very influential in the economic growth, not only on infrastructure development, but also on sectors such as agriculture, trade, industry and services sector. To increase the output of government development expenditure (investment), Brebes Regency needs to increase supervision and control on government for the use of development funds to be misused for personal gain by government officials.
105783483C1C006028ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH (Survei pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas)Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (Survei pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh Pelatihan, Kejelasan tujuan dan Dukungan atasan secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap implementasi Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.
Dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, uji F dan uji t, penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Pelatihan, Kejelasan tujuan dan Dukungan atasan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap implementasi Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel Pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap implementasi Sistem Akuntansi Keuangan Daerah, dengan tanda koefisien regresi negatif.. Sementara itu, variabel Kejelasan tujuan berpengaruh positif signifikan terhadap Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Variabel Dukungan atasan berpengaruh positif signifikan terhadap volume implementasi Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.
Implikasi dari penelitian ini diantaranya pihak SKPD di Kabupaten Banyumas khususnya dan pemerintah daerah di Indonesia pada umumnya, hendaknya mengadakan pelatihan yang dilaksanakan tepat sasaran dan ditingkatkan frekuensinya. Setiap tujuan yang akan dicapai oleh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Kabupaten Banyumas khususnya dan pemerintah daerah di Indonesia pada umumnya, hendaknya dijelaskan secara rinci dan detail kepada setiap pegawai. Semua atasan di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Kabupaten Banyumas khususnya dan pemerintah daerah di Indonesia pada umumnya perlu meningkatkan dukungan dan perhatian yang lebih tinggi dan lebih baik kepada para pegawainya dengan mendampingi dan mengawasi serta mengevaluasi para pegawai dalam melaksanakan kinerjanya dan dalam implementasi SAKD.
The title of this study is “The Analysis of Factor which is Affecting the Implementation of Regional Financial Accounting System ( Survey on Banyumas Regional Work Units). The purpose of this study is to determine the influence of significance of training, clarity of objective and supervisor support simultaneously or partially on the implementation of Regional Financial Accounting System.
This study uses multiple linear regression analysis, F test and t test. The conclusion of this study shows that training, clarity of objective and supervisor support have a significant effect simultaneously on the implementation of the Regional Financial Accounting System. In addition, the results of this study show that the training variables do not significantly influence of the implementation of the Regional Financial Accounting System, with a negative regression coefficient. On the other hand, the variables of clarity of objective have a positive significant effect on the financial accounting system. The variable of Supervisor Support shows positive effect significantly on the implementation volume of the Regional Financial Accounting System.
The implications of this study for Banyumas SKPD (Regional Work Units) in particular and the Indonesian local government in general as the object of this study should be make the training that straight on target and improved frequency. The each goal that will be achieved by SKPD in Banyumas and local governments, especially in Indonesia in general need to increase the better support and attention to their employees in order to assist, supervise and evaluate the employees performance and the implementation of Regional Accounting System.
105793484C1A005160Analisis Permintaan Susu Segar Dari Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturaden PurwokertoPenelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya permintaan susu segar, mengukur besarnya elastisitas permintaan susu segar terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya permintaan susu segar. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel yang berpengaruh secara nyata terhadap permintaan susu segar adalah Tingkat pendapatan Koefisien b1 sebesar 0,512 (bertanda positif), yang berarti variabel pendapatan rumah tangga pelanggan susu segar mempunyai pengaruh positif terhadap permintaan susu segar di Purwokerto, dan secara fungsional dapat dinyatakan jika pendapatan rumah tangga meningkat sebesar Rp1.000,00, maka akan menaikkan permintaan susu segar di Purwokerto sebesar 0,512 liter, dengan menganggap variabel lain tetap. Jumlah anggota keluarga. Koefisien b2 sebesar 0,158 yang berarti variabel jumlah anggota keluarga mempunyai pengaruh positif terhadap permintaan susu segar atau secara fungsional dapat dinyatakan jika jumlah anggota keluarga meningkat sebesar satu orang, maka akan dapat meningkatkan permintaan susu segar di Purwokerto sebesar 0,158 liter, dengan menganggap variabel lain tetap. Besar konsumsi susu segar tahun lalu. Koefisien b4 sebesar 0,335 yang berarti variabel konsumsi susu segar tahun lalu mempunyai pengaruh positif terhadap permintaan susu segar tahun ini atau secara fungsional dapat dinyatakan jika konsumsi susu segar tahun lalu meningkat sebesar satu liter, maka akan menyebabkan peningkatan permintaan susu segar sekarang sebesar 0,335 liter, dengan menganggap variabel lain tetap. variabel atau faktor yang paling berpengaruh terhadap permintaan susu segar dari BBPTU Baturaden Purwokerto adalah tingkat pendapatan rumah tangga dengan nilai elastisitas 182,586 dan hasil pengujian elastisitas menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga memengaruhi besarnya permintaan susu segar dengan sifat elastis.This study aims to analyze the factors that influence the demand for fresh milk, measure the magnitude of the elasticity of demand for fresh milk on the factors that influence the demand for fresh milk. The results of this study indicate that the variable influence on the demand for fresh milk is the level of income b1 coefficient of 0.512 (is positive), which means variable income household customers fresh milk has a positive effect on demand for fresh milk in Navan, and functionally to otherwise if the household income increased by 1,000, 00, it will increase demand for fresh milk in Navan at 0.512 liters, assuming other variables remain. The number of family members. B2 coefficient of 0.158, which means a variable number of family members have a positive impact on demand for fresh milk or functionally be expressed if the household size increases by one person, it will increase demand for fresh milk in Navan at 0.158 liters, assuming other variables remain. Large consumption of fresh milk last year. B4 coefficient of 0.335, which means the variable consumption of fresh milk last year had a positive impact on demand for fresh milk this year or functionally be expressed if the consumption of fresh milk last year increased by one liter, it will lead to increased demand for fresh milk now at 0.335 liters, with consider other variables remain. variables or factors that most affect the demand for fresh milk from BBPTU Baturaden Navan is the level of household income elasticity of 182.586 and the test results show that the income elasticity of household demand for fresh milk affect the magnitude of the elastic properties
105803485A1H008027ANALISIS MUTU DAN BIAYA PRODUKSI KACANG TANAH YANG DIGORENG MENGGUNAKAN PASIR, KERIKIL, DAN MINYAK GORENGPenggunaan minyak goreng sering menimbulkan permasalahan yaitu harga yang cukup mahal dan tingginya kandungan minyak dalam produk. Berdasarkan permasalahan tersebut, penggorengan juga dapat dilakukan menggunakan media penghantar panas pasir dan kerikil. Media ini dipilih karena harganya murah, mudah didapat, dan produk tidak mengandung minyak. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui perbedaan mutu antara kacang tanah yang digoreng menggunakan minyak goreng, pasir dan kerikil. (2) Mengetahui perbedaan biaya produksi antara kacang tanah yang digoreng menggunakan ketiga media. (3) Mengetahui laju penurunan kadar air selama proses penggorengan kacang tanah. (4) Mengetahui nilai serapan minyak pada kacang goreng. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan 2 faktor, yaitu media penghantar panas yang terdiri dari tiga jenis (pasir, kerikil, dan minyak goreng) dan suhu penggorengan terdiri dari tiga taraf (1600C; 1700C; 1800C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan mutu kacang goreng. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai kadar air dengan kisaran 2,77 - 0,24% (bb), kekerasan dengan kisaran 1,65 - 0,27 N/mm2, dan uji sensoris berupa warna, flavor, tekstur dan kesukaan dengan kisaran skor 3-2. Namun, perbedaan mencolok dapat dilihat pada kadar lemak kacang goreng menggunakan media minyak sebesar 49,44% (bb) yang lebih besar daripada pasir dan kerikil sebesar 42,50% (bb). (2) Terdapat perbedaan nilai ekonomi kacang goreng yaitu Rp 21.721/kg, Rp 21.841/kg, dan Rp 28.988/kg berturut-turut untuk media pasir, kerikil, dan minyak goreng. (3) Laju penurunan kadar air pada media minyak goreng lebih cepat dibandingkan dengan media pasir dan kerikil. Hasil pendugaan dan pengukuran kadar air proses pada ketiga media mempunyai tingkat kesalahan rata-rata sebesar 4,34%. (4) Penyerapan minyak kacang goreng pada suhu 160ºC, 170ºC, dan 180ºC yaitu 15,86%, 18,98%, dan 19,71%.The use of cooking oil often cause problems that is quite expensive price and high oil content in the product. Based on these problems, fry can also be done using the heat medium in the form of sand and gravel. These media were chosen because they are cheap, easy to get, and the product does not contain cooking oil. The purposes of this study were: (1) Knowing the difference in fried peanut quality between using oil, sand and gravel. (2) Knowing production cost of fried peanut using all three media. (3) Knowing the rate of decline in water levels during the peanut frying process.(4) Knowing the value of oil uptake in fried peanut. Research using Randomized Block Design (RBD) factorial, with two factors, namely the media of heat, which consists of three types (sand, gravel, and cooking oil) and frying temperature consists of three levels (160ºC; 170ºC; 180ºC). The results showed that (1) there are differences in the quality of peanuts. The value of water content in the range from 2.77 – 0.24% (wb), solidification in the range 1.65 – 0.26 N/mm2, and sensory test for color, flavor, texture, and preference in the range score 3-2. However, significant differences can be seen in the fat content of roasted peanuts using media of 49.44% (wb) greater than the sand and gravel of 42.50% (wb). (2) There are differences in the economic value of fried peanuts Rp 21.721/kg, 21.841/kg Rp and Rp 28.988/kg in a row to medium sand, gravel, and cooking oil. (3) The rate of decline in water levels in the medium of cooking oil faster than sand or gravel.The results of prediction and measurement of water content in the process of the third media have an average error rate of 4,34%. (4) Absorption offried peanut oil temperature at 160ºC, 170ºC and 180ºC, which is 15.86%, 18.98%, and 19.71%.