| NIM | G1B007085 |
| Namamhs | KINGKIN PRAHARAWATI P |
| Judul Artikel | JUMLAH ANGKA KUMAN UDARA SEBELUM DAN SESUDAH PROSES STERILISASI DI RUANG OPERASI RSUD KEBUMEN
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pasien bedah merupakan pasien yang mempunyai risiko tinggi terjadi infeksi. Pengamatan yang dilakukan terhadap pasien bedah di Indonesia yaitu di 10 RSU pendidikan, infeksi nosokomial cukup tinggi yaitu 6-16 % dengan rata-rata 9,8 %. Infeksi nosokomial paling umum terjadi adalah infeksi luka operasi (ILO). Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa angka kejadian ILO pada rumah sakit di Indonesia bervariasi antara 2-18 % dari keseluruhan prosedur pembedahan. Ruang operasi yang kurang terjaga keaseptisannya akan berdampak pada infeksi luka operasi. Salah satu penyebabnya adalah tingginya angka kuman udara ruang operasi. Ruang operasi perlu pengendalian yang baik yaitu dengan cara melakukan sterilisasi dan desinfeksi secara menyeluruh. Tujuan penelitian yaitu mengetahui jumlah angka kuman udara sebelum dan sesudah proses sterilisasi di ruang operasi RSUD Kebumen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu 3 ruang operasi. Pengumpulan data dengan pemeriksaan dan perhitungan koloni kuman, wawancara mendalam, dan observasi. Angka kuman udara sebelum sterilisasi di Ruang I yaitu 28 CFU/m^3 dan sesudah sterilisasi yaitu 12 CFU/m^3, angka kuman udara sebelum sterilisasi di Ruang II yaitu 44 CFU/m^3dan sesudah sterilisasi yaitu 42 CFU/m^3, dan angka kuman udara sebelum sterilisasi Ruang III yaitu 3 CFU/m^3 dan sesudah sterilisasi yaitu 8 CFU/m^3. Saran untuk RSUD Kebumen yaitu perlunya pengambilan angka kuman udara secara rutin, terapkan dan perketat disiplin sesuai standar operasional prosedur, dan koordinasi dengan unit Hygiene Sanitasi dalam pemeliharaan peralatan dan kebersihan ruangan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Surgical patients are patients who have a high risk of infection. The observations made on patients in Indonesia especially in 10 teaching hospitals, nosocomial infection is as high as 6-16% with a mean 9,8%. The most common nosocomial infection is surgical site infection (SSI). Previous studies have shown that incidence of post operative SSI in Indonesian’s hospital was varied between 2-18 % from overall surgical. Operating room which less of aseptic will have an impact on surgical wound infections. One reason is the high number of operating room air germ. Operating room need good control is by way of sterilization and disinfection as a whole. The research objective is to know the total number of germs through the air before and after the sterilization process in operating room of Pubic Hospital Kebumen Regency. This type of study is a descriptive study. Samples were taken with a purposive sampling technique that is 3 operating rooms. Data collection and calculation checks germ colonies, in-depth interviews, and observation. Number of germs in the air before the sterilization at room I is 28 CFU/m^3 , and after sterilization is 12 CFU/m^3, the number of germs in the air before sterilization at room II is 44 CFU/m^3 dan after sterilization is 42 CFU/m^3 , and the number of air germs before sterilization at room III is 3 CFU/m^3, and after sterilization is 8 CFU/m^3. Suggestions for Public Hospital Kebumen Regency the need for air capture rate routinely germ, apply discipline and tightened according to standard operating procedures, and coordination with the unit Hygiene Sanitation in equipment maintenance and cleanliness of the room. |
| Kata kunci | Hospital, Operating Room, The Air Germ |
| Pembimbing 1 | Saudin Yuniarno, SKM., M.Kes. |
| Pembimbing 2 | Devi Octaviana, S.Si., M.Kes. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2012 |
| Jumlah Halaman | 95 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|