Artikelilmiahs
Menampilkan 10.621-10.640 dari 48.977 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 10621 | 3535 | H1H007001 | MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN BUATAN DAN Tubifex sp DENGAN JUMLAH BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN SPESIFIK LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) | Penelitian ini dilakukan di Laboratotium Jurusan Perikanan dan Kelautan Fakultas Sains dan Tehnik Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Objek yang diamati berupa Cherax.quadricarinatus dengan berat 3 + 0,69 g. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui laju pertumbuhan spesifik Cherax .quadricarinatus yang diberi Tubifex sp dan pakan buatan dengan jumlah yang berbeda dan mengetahui jumlah pakan yang menghasilkan nilai laju pertumbuhan spesifik terbaik. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental berdasarkan rancangan lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah jumlah pemberian pakan yaitu P1 = 100g Tubifex sp, P2 = 75g Tubifex dan 25g buatan, P3 = 50g Tubifex sp dan 50g buatan, P4 = 25g Tubifex dan 75g buatan, P5 = 100g buatan. Variabel utama yang diamati adalah laju pertumbuhan spesifik. Parameter utama yang diamati yaitu berat Cherax quadricarinatus. Parameter pendukung berupa temperatur, O2 terlarut dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik Cherax quadricarinatus tidak berbeda nyata. Nilai rata-rata laju pertumbuhan spesifik dari perlakuan P1, P2, P3, P4 dan P5 masing-masing adalah 0,82 %; 0,99 %; 1,23%; 0,99% dan 0,91%. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi temperatur, pH dan oksigen terlarut berturut-turut rentang nilainya adalah 25-29 °C; 7; dan 4,2-2,6 ppm. Semua parameter kualitas air yang diamati sesuai dengan kebutuhan hidup Cherax quadricarinatus. | The research was conducted at the Department of Fisheries and Marine Laboratotium Faculty of Science and Engineering University General Sudirman, Navan. Objects that are observed in the form Cherax.quadricarinatus weighing 3 + 0.69 g. The purpose of this study is to know the specific growth rate Cherax. Quadricarinatus fed Tubifex sp and artificial feed with different numbers and determine the amount of feed that generates the best value for the specific growth rate. The research method used is based on the design of a complete experimental (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatment given is the amount of feed that is P1 = 100g Tubifex sp, P2 = 75g Tubifex and 25g artificial feed, P3 = 50g Tubifex sp and 50g artificial feed, P4 = 25g Tubifex and 75g artificial feed, P5 = 100g artificial feed. The main variable is the observed specific growth rate. The main parameters are observed heavy Cherax quadricarinatus. Parameter support in the form of temperature, dissolved O2 and pH. The results showed that the specific growth rate was not significantly different Cherax quadricarinatus. The average value of the specific growth rate of the treatment of P1, P2, P3, P4 and P5, respectively 0.82%, 0.99%, 1.23%, 0.99% and 0.91%. Results of water quality measurements including temperature, pH and dissolved oxygen consecutive value range is 25-29 ° C, and 7, and 4.2 to 2.6 ppm. All water quality parameters were observed in accordance with the necessities of life Cherax quadricarinatus. | |
| 10622 | 3536 | J1A006029 | Pola Hasil Tangkapan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Di Perairan Pantai Cilacap Periode 2002 - 2010 | Musim yang berlangsung disuatu perairan mempengaruhi pola arus juga mempengaruhi pola musim penangkapan Cakalang. Pengetahuan mengenai musim penangkapan Cakalang dan informasi tentang pola hasil tangkapan Cakalang di Cilacap masih sangat terbatas, dengan informasi tersebut dapat dipergunakan untuk lebih meningkatakan efektifitas dan tingkat keberhasilan dalam kegiatan penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hasil tangkapan dan puncak musim penangkapan Cakalang di periran pantai Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survey. Data utama diperoleh dari hasil tangkapan dan upaya penangkapan Cakalang di perairan pantai Cilacap. Pengumpulan data utama dihitung melalui analisis deret waktu untuk mengetahui musim dan puncak musim penangkapan Cakalang. Hasil penelitian menunjukkan data produksi dan usaha penangkapan mulai tahun 2002-2010, dimana musim Cakalang berlangsung dari bulan Mei dengan Indeks Musim Penangkapan sebesar 131,44% sampai dengan bulan Oktober dengan Indeks Musim Penangkapan sebesar 150,33% dengan puncak musim terjadi pada bulan Agustus dengan Indeks Musim Penangkapan sebesar 208,11%. Musim penangkapan menunjukkan waktu terbaik untuk melakukan penangkapan Cakalang di periran Cilacap dan sekitarnya. | A season in certain waters affecting the current pattern and skipjack tuna catching season pattern, as well. Information about skipjack tuna catching season in Cilacap waters is scarce, but could be used to increase effectiveness and productivity in fishing activities. The aim of the study is to recognize seasonal catching pattern and peak of catching season of skipjack tuna in Cilacap waters. A survey methods was used in conducting the study. Primary data were taken from production and skipjack tuna fishing efforts around Cilacap coastal waters. Primary data were then analyzed using time series analysis to recognize seasonal catching pattern and peak of cactching season of skipjack tuna. The results of the study consist of production ad catching efforts data from 2002 to 2010, where can be concluded that skipjack tuna catching season goes through Mei with seasonal catching indeks 150,33% until October with seasonal catching index of 150,33% and catching season climax of skipjack tuna is in Augusts with seasonal catching indeks 208,11%. The catching season shows the best time to catch skipjack tuna around Cilcap waters | |
| 10623 | 3538 | B1J008041 | PENGARUH HORMON IAA DAN PUPUK PAPA TERHADAP PERTUMBUHAN SUB KULTUR PLANLET ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.) | Anggrek bulan merupakan jenis anggrek yang paling diminati masyarakat dibandingkan dengan jenis anggrek lain di Indonesia. Perbanyakan anggrek dengan tingkat keberhasilan tinggi dapat dilakukan dengan penambahan hormon dan pupuk melalui teknik kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan hormon IAA dan pupuk PAPA terhadap pertumbuhan sub kultur planlet anggrek bulan (Phalaenopsis sp.) serta untuk menentukan interaksi hormon IAA dan pupuk PAPA yang terbaik untuk pertumbuhan sub kultur planlet anggrek Phalaenopsis sp. Percobaan dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk dengan tiga taraf perlakuan 5 cc/L, 10 cc/L, 15 cc/L dan faktor kedua adalah hormon IAA yang konsentrasinya terdiri dari empat taraf 0 ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm sehingga ada 12 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati yaitu jumlah daun (6 mst, 12 mst), panjang daun terpanjang 12 mst, jumlah akar 12 mst dan panjang akar rata-rata 12 mst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi hormon IAA dan pupuk PAPA tidak berpengaruh terhadap semua parameter pertumbuhan planlet anggrek Phalaenopsis sp., akan tetapi penambahan pupuk PAPA 5 cc/L secara mandiri berpengaruh baik pada peningkatan jumlah daun sebesar 6,7 pada umur 12 mst. | Phalaenopsis sp. is now becoming the most popular orchid species in Indonesia. The highest success rate of orchids multiplication can be obtained by the addition of hormones and fertilizers through in vitro culture techniques. The aim of this study was to determine the effect of IAA hormone and PAPA fertilizer on the growth of subculture planlets Phalaenopsis sp. and to find out the best interaction of IAA hormones and PAPA fertilizer for growing of subculture those planlets. This study used Group Randomized Design (GRD) with 3x4 factorial pattern. Each treatment was replicated three times. First factor was PAPA fertilizer with 3 level treatments : 5 cc/L, 10 cc/L, 15 cc/L. The second factor was IAA hormone in 4 levels : 0 ppm, 0.5 ppm, 1 ppm, 1.5 ppm. The observed parameters were number of leaves aged 6 weeks after planting (wap) and 12 wap, length of the longest leaf aged 12 wap, number of roots aged 12 wap, average roots length aged 12 wap. The result showed that the interaction of IAA hormone and PAPA fertilezer in the media didn’t affect all growth parameters of Phalaenopsis sp. planlets. However, the best effect of leave number aged 12 wap was shown on PAPA fertilizer 5 cc/L addition which was given independently, that was resulted 6.7 cm. | |
| 10624 | 3548 | H1G008014 | KUALITAS FISIKA DAN KIMIA AIR DI SEPANJANG SUNGAI DONAN SEGARA ANAKAN CILACAP | Kualitas air adalah sifat-sifat air yang ditunjukkan dengan nilai dan atau kadar makhluk hidup, zat, energi, termasuk bahan pencemar, dan atau komponen lain terkandung di dalam air. Kualitas air meliputi faktor fisika dan kimia air. Faktor fisika meliputi; suhu, TSS, dan kekeruhan, sedangkan faktor kimia meliputi: salinitas, pH, DO, BOD5, COD, nitrat, fosfat serta logam berat Pb dan Cr. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kondisi kualitas fisika-kimia air antar stasiun di sepanjang Sungai Donan Segara Anakan, Cilacap; mengetahui status mutu air fisika-kimia di sepanjang Sungai Donan Segara Anakan, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling dan pengambilan sampel diulang sebanyak 4 kali dengan interval waktu 2 hari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2012. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, menggunakan uji F. Hasil penelitian kualitas fisika dan kimia air pada setiap stasiun di sepanjang Sungai Donan Segara Anakan Cilacap,menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata atau non significant (P<0,05) dan status mutu air menunjukkan adanya parameter yang sudah tidak layak untuk kehidupan biota laut, antara lain parameter kekeruhan, TSS, salinitas, DO, COD, BOD5, nitrat, fosfat dan logamPb. Kata Kunci : Kualitas air, Sungai Donan dan Pasang surut | Water quality are the properties of water as indicated by the value and or levels of living things, matter, energy, including pollutants, and or other components contained in the water. The quality of water includes physical and chemical factors of water. Physical factors include water temperature, TSS, and turbidity, while water chemistry factors include salinity, pH, DO, BOD5, COD, nitrate, Phosphate,and heavy metals (Pb and Cr). The purpose of this study was to determine differences in physico-chemical conditions of the water quality between stations along the SegaraAnakanDonan, Cilacap; know the status of water physico-chemical quality along the SegaraAnakanDonan, Cilacap. This research used purposive sampling and random sampling in quadruplicatesof2 daysintervals. The research was conducted in August 2012. Data were analyzed descriptively, using the F test. The results of the study of physics and chemistry of water quality at each station along the SegaraDonanAnakanCilacap, indicating the absence of real or non-significant difference (P<0,05) and the status of water quality shows the parameter that is not feasible for marine life, among other parameters turbidity, TSS, salinity, DO, COD, BOD5, nitrate, phosphate and metals Pb. Keywords : Water quality, Donan River dan Tidal Wave | |
| 10625 | 3543 | I1A006057 | IMPLEMENTASI VIRTUAL SERVER DI SMA NEGERI BANYUMAS | Kebutuhan akan teknologi informasi (IT) meningkat diberbagai bidang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan komputasi, sehingga kebutuhan server meningkat. Dahulu sebuah server berbentuk fisik. Setelah ditemukan virtual server banyak orang atau organisasi lebih memilih virtual server, karena lebih hemat dan efisien. Virtual server memungkinkan sebuah mesin server dapat menjalankan beberapa server virtual yang masing-masing memiliki sistem operasi dan layanan sendiri, sehingga dapat menghemat biaya pembelian, perawatan dan tempat server dengan mengoptimalkan mesin server yang telah dimiliki. Pada penelitian ini, akan diterapkan virtual server untuk menyediakan layanan web, email, e-learning, paket aplikasi sekolah (PAS), dan fingerprint (sidik jari). Virtual server tersebut berjalan pada sebuah mesin sever IBM X3650 M3 yang dimiliki SMA Negeri Banyumas dengan menggunakan vmware esxi 5 sebagai perangkat lunak implementasi virtual server. | The increasing requirement of information technology affect to the increasing number of computation, however the requirement of server also increase. Previously, the servers has physical form. However, after the virtual server has been found, a lot of people or organizations prefer to use it, because it is more efficient. Virtual server allows a server machine can run several virtual servers, which have their own operating systems and services, however that it can save the cost of purchase, maintenance, and server space by optimizing the available server machine. In this research, a virtual server will be applied to provide web services, email, e-learning, School Application Package (Paket Aplikasi Sekolah - PAS), and fingerprint. The virtual server is running on an IBM X3650 M3 sever machine owned by SMA Negeri Banyumas using vmware esxi 5 as the virtual server implementation software. | |
| 10626 | 3539 | A1D007005 | PENGARUH VARIASI BERAT MINYAK JELANTAH DAN WAKTU PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK GREASE | Minyak jelantah memiliki potensi yang baik sebagai bahan baku pembuatan grease. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengaruh berat minyak jelantah yang dimasak terhadap karakteristik grease; 2) mengetahui pengaruh waktu pengadukan terhadap karakteristik grease; 3) mengetahui pengaruh interaksi antara berat minyak jelantah yang dimasak dengan waktu pengadukan terhadap karakteristik grease. Penelitian dilakukan dengan metode experimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak dua ulangan. Faktor yang dicoba yaitu berat minyak jelantah yang dimasak terdiri dari: 2 kg (B1), 3 kg (B2) dan 4 kg (B3) dan lama waktu pengadukan yang terdiri dari: 0 jam (W0), 1 jam (W1), 2 jam (W2) dan 3 jam (W3). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, tinggi buih dan rendemen. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat minyak jelantah yang dimasak berpengaruh nyata terhadap tinggi buih mengikuti persamaan y= 5,9x+11,56. Waktu pengadukan tidak berpengaruh nyata terhadap dropping point. Interaksi antara berat minyak jelantah yang dimasak dengan waktu pengadukan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik grease. | Used fried oil has a good potential as raw materials of grease lubricant. Purposes of this study are 1) determine the effect of used fried oil that cooked weight on the characteristics of grease; 2) determine the effect of mixing time on the characteristics of the grease; 3) determine the interaction between the weight used fried oil that cooked with mixing time on the characteristics of the grease. This research is conducted by using experimental methods randomized block design (RBD) of two replicates. Tested the weight factor used used fried oil that cooked consists of: 2kg (B1), 3kg (B2), and 4kg (B3) and mixing time variation that consists of: 0 hours (W0), 1 hour (W1), 2 hours (W2), 3 hours (W3). Variables were observed in this study is pH, froth and high yield. The results showed that the weight of cooked cooking oil significantly affect the froth height following the equation y= 5,9 x +1,56. The duration of mixing no significantly affect on the characteristics of the grease. The interaction between the weight used fried oil that cooked with mixing time no significantly affect on the characteristics of the grease. | |
| 10627 | 5829 | D1E009011 | KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI SIMMENTAL YANG DIKOLEKSI DENGAN INTERVAL YANG BERBEDA DI BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval koleksi semen terhadap kualitas semen segar pejantan sapi Simmental dan mengetahui interval waktu koleksi terbaik untuk kualitas semen segar pejantan sapi Simmental.Pengambilan data dilaksanakan tanggal 2 April 2013 sampai dengan 21 April 2013. Bertempat di Balai Inseminasi Buatan Lembang, Jawa Barat. Materi yang digunakan data produksi yang diambil dari catatan produksi semen segar yang berada di BIB Lembang. Pengambilan sampel dilakukan secara “purposive sample” yaitu pengambilan sampel berdasarkan data yang ada di lokasi dengan menggunakan 9 ekor sapi Simmental dengan umur yang sama serta memiliki catatan produksi 3 hari dan 4 hari penampungan. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan Uji T untuk menganalisis data interval penampungan 3 hari dan 4 hari. Variabel-variabel yang diamati dalam penelitian ini, yaitu motilitas spermatozoa, volume spermatozoa, dan konsentrasi spermatozoa dari semen segar yang dikoleksi dengan interval 3 dan 4 hari. Hasil penelitian memperoleh hasil rataan motilitas (%) semen sapi Simental dengan interval koleksi 4 hari 67.44 ± 11.947 dan 3 hari 68.22 ± 14.965, volume interval koleksi 4 hari 6.172 ± 1.369 dan 3 hari 6.082 ± 1.714, konsentrasi interval koleksi 4 hari 1284 ± 275.667 dan 3 hari 1268 ± 376.355. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara interval koleksi 3 hari dengan interval 4 hari pada motilitas, volume dan konsentrasi spermatozoa pada taraf P<0,05. Hal ini karena masih banyak faktor lain yang dapat memengaruhi kualitas semen selain interval koleksi, di antaranya pakan, temperatur dan iklim, dan faktor utama yaitu genetik kualitas semen yang berbeda. | The purpose of this research was to determine the effect of semen collection interval on fresh semen quality of Simmental bulls, and to know the best time collection interval to produce of fresh semen quality of Simmental bulls. Nine Simmental bulls with the same age were used in this experiment. Research method used was a survey by tracing production records of Simmental bulls at the centre of Artificial Insemination in Lembang Bandung. All the bulls were collected every three and four days interval periods for 3 weeks. The results showed that the average of the spermatozoa motility, semen volume, and concentration of spermatozoa collected every 3 and 4 days were 68.22 ± 14.965 vs 67.44 ± 11.947; 6.082 ± 1.714 vs; 6.172 ± 1.369; 1268 ± 376.355 vs 1284 ± 275.667 million/ml, respectively. T-test showed that the semen quality collected every 3 and 4 days had no significant difference (P>0.05). It can be concluded that the quality of fresh semen production collected every 3 and 4 days had the same good quality in term of motility, volume and the concentration of sperm. | |
| 10628 | 3540 | J1A005041 | PRODUKTIVITAS GILL NET DALAM UPAYA PENANGKAPAN BAWAL PUTIH (PAMPUS ARGENTEUS) DI TPI ARGOPENI, KEBUMEN | Penelitian ini, berjudul “Produktivitas Gill Net Dalam Upaya Penangkapan Bawal Putih (Pampus argenteus) di TPI Argopeni, Kebumen”, bertujuan untuk untuk mengetahui produktivitas Gill net dalam upaya penangkapan ikan bawal putih yang didaratkan di TPI Argonepi Kebumen dan mengetahui faktor-faktor apa yang paling mempengaruhi produktivitas jaring Gill net dan penangkapan ikan bawal putih yang didaratkan di TPI Argopeni Kebumen. Metoda yang digunakan adalah metoda survey terhadap 191 perahu nelayan di lokasi penelitian yang diambil secara acak berdasarkan rumus penentuan sampel dari Riduwan (2006), sebesar 30 perahu nelayan. variabel yang diamati berupa data hasil tangkapan gill net (Y), jumlah tenaga kerja (X1), jumlah jaring (X2), lama operasi (X3), pengalaman nelayan (X4), jarak fishing ground (X5), sebagai data primer, serta hasil pengukuran panjang dan berat bawal putih yang tertangkap sebagai parameter pendukung. Data yang diperoleh di analisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass, dengan rumus regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai produktivitas Gill net dalam upaya penangkapan bawal putih adalah sebesar 70,1% dan 29,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdeteksi dan faktor yang paling mempengaruhi produktivitas Gill net dalam upaya penangkapan bawal putih adalah lama operasi dan fishing ground yang ditempuh. | This research, entittled Gill net white pomfret Productivity That Landed At Fish Auction Argopeni At Kebumen, have a purpose to know gill net productivity that landed At Fish Auction Argopeni At Kebumen and to know the most influent factor in productivity. A survey method was used to expose 191 fishing vessels selected randomly to 30 fishing vessels. Variables consisted of gill net yield (Y), worker quantity (X¬1), gill net number brought (X2), fishing operation (X3), experience (X4), fishing ground distance (X5), and trammel net number brought (X6) as primary data, as well as length and weight of white pomfret as supporting data. Data were analyzed using the Cobb-Douglass production function and multiple linear regression formula. The results showed that gill net productivity in fishing white pomfret was 70,1% and 29,9% other were affected by was undetected factor. The most affecting factor against trammel net production was fishing operation and fishing ground distance. | |
| 10629 | 3541 | H1C008016 | STUDI PERBANDINGAN SINUSOIDAL PULSE-WIDTH MODULATION (SPWM) DENGAN TEKNIK IPD, APOD DAN POD PADA SEVEN-LEVEL CASCADED H-BRIDGE INVERTER | Penggunaan inverter sebagai peralatan elektronika daya sangat luas, seperti pada pengaturan kecepatan motor ac, photovoltaic ataupun Uninterruptible Power Supply (UPS). Teknik modulasi yang sering digunakan pada inverter adalah Sinusoidal pulse width modulation (SPWM). Pada SPWM juga terdapat metode modulasi multicarrier yaitu IPD (in phase disposition), APOD (alternative phase opposite disposition) dan POD (phase opposite disposition). Rangkaian seven-level cascaded H-bridge inverter membutuhkan tiga buah rangkaian H-bridge yang disusun seri, begitu juga dengan rangkaian kontrol PWM nya yang membutuhkan tiga buah rangkaian kontrol PWM unipolar dan dead time. Dead time berfungsi untuk memberikan jeda waktu pada sinyal PWM pada pemicuan IGBT pada setiap H-bridge untuk mencegah hubung singkat selama pengoperasian. Semakin besar indeks modulasi maka tegangan dan arus keluaran akan semakin besar, namun THD yang dihasilkan akan menurun sampai pada saat indeks modulasi bernilai 1. Semakin besar frekuensi penyaklaran maka THD arus yang dihasilkan akan semakin kecil. Besarnya induktansi beban berbanding terbalik dengan THD yang dihasilkan. Efisiensi inverter jenis ini mencapai 93% tapi akan menurun ketika daya beban meningkat. | Usage of inverter as equipments of power electronics is very wide, such as ac motor speed drive, photovoltaic or Uninterruptible Power Supply (UPS). Modulation technique that is often used in the inverter is Sinusoidal Pulse-Width Modulation (SPWM). In SPWM there are multicarrier modulation method, it is IPD (in phase disposition), APOD (alternative phase opposite disposition) dan POD (phase opposite disposition).Seven-level cascaded H-bridge inverter needs three H-bridge circuit are in series, as well as its PWM control circuit needs three unipolar PWM control circuit and dead time. The function of dead time is to provides delay time in the triggering IGBT PWM signal in each H-bridge to prevent short circuit during operation. When the modulation index is bigger so voltage and output current will bigger, but the THD will decrease until such time as modulation index is 1. When the switching frequency is bigger then the THD of current will decreases. Inverter efficiency achieve 93 % but will decrease when the power load increases. | |
| 10630 | 3542 | H1G008001 | UJI TOKSISITAS LETHAL DAN SUBLETHAL BUPROFEZIN INSEKTISIDA TERHADAP IKAN MAS (Cyprinus carpio L) | Buprofezin merupakan salah satu pestisida yang mempunyai toksisitas tinggi terhadap ikan. Buprofezin termasuk insektisida jenis IGR (insect growth regulator) yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas lethal dan efek sublethal buprofezin insektisida pada ikan mas (Cyprinus carpio). Parameter yang diuji adalah jumlah kematian, hematokrit, eritrosit dan leukosit darah ikan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap, berupa uji hayati cara statis (static bioassay). Penelitian dibagi menjadi 3 tahapan yaitu uji pendahuluan, uji toksisitas lethal dan sublethal. Uji toksisitas lethal menggunakan ikan mas (Cyprinus carpio) dan 6 konsentrasi, setiap perlakuan di ulang 3 kali. Perlakuan uji toksisitas sublethal menggunakan 5 konsentrasi. Hasil penelitian toksisitas lethal menunjukkan bahwa buprofezin memiliki daya racun bagi ikan mas. Nilai LC50 96 jam yaitu 3,2 ppm. Pada toksisitas sublethal, semakin tinggi konsentrasi buprofezin maka nilai hematokrit, eritrosit dan leukosit semakin meningkat. Nilai hematokrit, eritrosit dan leukosit ikan mas (Cyprinus carpio) masih dalam dalam kisaran normal. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui efek lebih besar dari buprofezin seperti uji reproduksi atau uji kronis. Kata kunci : toksisitas, bioassay, uji lethal, sublethal. | Buprofezin, widely used as insect growth regulator, is one of high toxicity pesticide to fish. This study aimed to determine the level of lethal and sub lethal toxicity effect of buprofezin in carp (Cyprinus carpio). The parameters were the mortality, hematocrit, erythrocyte and leukocyte of fish. Experimental method was used with a completely randomized design for static bioassay. The study was divided into 3 stages: preliminary, lethal, and sub lethal toxicity tests. Lethal toxicity test of 6 concentrations used fish crap (Cyprinus carpio) which was run in triplicates. Sub lethal toxicity tests used in 5 concentrations. The results showed that the lethal toxicity of buprofezin was highly toxic to carp (Cyprinus carpio). Value of 96-h LC50 for each fish was 3.2 ppm. For sub lethal toxicity, the higher the consentration of buprofezin the higher the hematocrit, erythrocyte and leukocyte counts. Hematocrit, erythrocyte and leukocyte counts in all fishes remained in normal range. A further study should be necessary to determine the greater effects of buprofezin, e.g. for reproductive or chronic tests. Keywords : toxicity, bioassay, lethal, sub lethal. | |
| 10631 | 3544 | A1M008017 | APLIKASI PATI GARUT TINGGI AMILOSA SEBAGAI EDIBLE COATING KOMPOSIT PATI-PEKTIN PADA FRENCH FRIES | Penelitian ini menggunakan komposit pati garut tinggi amilosa-pektin sebagai edible coating pada french fries. Kemampuan larutan pati tinggi amilosa untuk membentuk lapisan yang renyah, menyebabkan pati tersebut sesuai digunakan sebagai penyalut (edible coating) pada french fries. Penggunaan campuran pati dengan polisakarida lain juga akan meningkatkan sifat fungsional edible film/coating terhadap produk pangan dalam memperbaiki tekstur, barrier udara, uap air, minyak dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah: Menentukan proporsi pati garut tinggi amilosa-pektin dan konsentrasi larutan edible coating yang menghasilkan french fries dengan kenampakan yang tidak berminyak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 10 kombinasi perlakuan dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang dicoba terdiri atas proporsi pati garut tinggi amilosa:pektin (%) (P1 : 0:100 ; P2 : 40:60 ; P3 : 60:40; P4 ; 100:0 ; P5 : pati alami); dan konsentrasi larutan edible coating (C1 : 1% ; C2 : 2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pati garut tinggi amilosa:pektin (60:40) dan konsentrasi larutan edible coating 2% menghasilkan french fries dengan kenampakan yang tidak berminyak dengan kadar air 54,86% (bb), kadar abu 2,38% (bk), kadar lemak 23,17% (bk), tekstur agak renyah (2,22), kenampakan agak berminyak sampai tidak berminyak (3,49), warna kuning (3,81), flavor agak enak sampai enak (2,93) dan kesukaan terhadap french fries agak suka sampai suka (2,98). | The research used a composite high amylose arrowroot starch-pectin as edible coating on french fries. The ability of high-amylose starch solution to form a crispy coating, caused the starch suitable for use as an edible coating on the french fries. In addition, the use of a mixture of starch with others polysaccharides will improve the functional properties of edible films / coatings for food products to improve texture, air barrier, moisture, oil and so on. The purpose of this study were: Determine the proportion of high amylose arrowroot starch-pectin and concentration of edible coating that produces french fries were not greasy appearance. The research used Randomized Block Design (RBD) consisted of 10 treatments combinations and repeated three times. The factors tested consists of a proportion of high amylose arrowroot starch: pectin (%) (P1: 0:100; P2: 40:60; P3: 60:40; P4; 100:0; P5: native starch), and the concentration of edible coating (C1: 1%, C2: 2%). Results of the research showed that the proportion of high amylose arrowroot starch: pectin (60:40) and the concentration of 2% solution of edible coating to produce french fries are not greasy appearance with a water content of 54,86% (wb), 2.38% ash content (db) , 23.17% fat content (db), slightly crunchy texture (2.22), the appearance of a little oily to not oily (3.49), yellow (3.81), flavor is rather good to the bad (2.93) and love for the french fries rather like to like (2.98). | |
| 10632 | 3546 | H1K008014 | ANALISIS KANDUNGAN KITOSAN PADA UDANG LAUT (Penaeidae) DI PERAIRAN CILACAP, JAWA TENGAH | Hasil tangkapan udang melimpah di perairan Cilacap terutama pada jenis udang rebon, udang krosok dan udang jerbung. Hasil tangkapan tersebut menimbulkan berbagai kegiatan usaha pengolahan udang di Cilacap terutama kegiatan ekspor udang segar. Kegiatan tersebut menghasilkan limbah cangkang yang merupakan sumber kitosan alami. Pemanfaatan cangkang dari udang sebagai kitosan membutuhkan informasi karateristik kitosan, untuk mempertimbangkan jenis udang yang digunakan. Penelitian berjudul “Analisis Kandungan Kitosan Pada Udang Laut (Penaeidae) Di Perairan Cilacap, Jawa Tengah”, dilakukan pada Juli-Agustus 2012. Pengambilan sampel dilakukan di daerah Cilacap dan analisis dilakukan di Laboratorium Akuatik Jurusan Perikanan dan Kelautan UNSOED Purwokerto. Tujuannya untuk mengetahui sumber kitosan terbanyak dan kualitas terbaik pada udang laut (udang rebon, udang krosok, dan udang jerbung) di Cilacap. Metode survei dan eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Metode survei dilakukan untuk mencari data pendukung seperti jenis udang dominan dan kondisi musim penangkapan udang. Eksperimental laboratorium dilakukan untuk menghasilkan ekstrak kitosan yang akan diamati. Hasil menunjukan udang jerbung merupakan kitosan terbanyak (rendemen) dan terbaik (kadar air, kelarutan, dan derajat deasetilasi), dibandingkan udang krosok dan udang rebon. | Abundant shrimp catches in the waters Cilacap consist mainly of the trasi shrimp, rainbow shrimp and banana prawn. The yield from shrimp processing provokes other business activities in Cilacap mainly exporting fresh shrimp. The activity generates waste shells being a source of natural chitosan. Utilization of shrimp shells as characteristic information chitosan chitosan need to consider the types of shrimp are used. The study entitled "Analysis of Ingredients Chitosan At Sea shrimp (Penaeidae) Waterway Cilacap, Central Java", conducted in July-August 2012. Sampling was conducted in the Cilacap area and analysis conducted in the Laboratory of Aquatic and Marine Fisheries Department, Unsoed, Purwokerto. The goal is to find out the source of chitosan of the highest and best quality sea shrimp (trasi shrimp, rainbow shrimp and banana prawn) in Cilacap. Survey and experimental methods were used in this study. Survey method to find supporting data as the dominant species of shrimp and shrimp fishing season conditions. Experimental laboratory conducted to produce extracts of chitosan to be observed. The results showed that banana prawn produce the highest retain and the best (water content, solubility, and degree of deacetylation) of chitosan compared to two other shrimps. | |
| 10633 | 3547 | H1G008025 | KANDUNGAN LOGAM BERAT CHROMIUM (Cr) PADA MEDIA AIR DAN IKAN BELANAK (Mugil sp.) DI SUNGAI DONAN SEGARA ANAKAN CILACAP | Logam berat Cr termasuk bahan pencemar berbahaya karena sulit terurai, bersifat karsinogenik, dan dapat terakumulasi dalam tubuh biota air, salah satunya ikan belanak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cr pada media air dan ikan belanak (Mugil sp.), serta hubungan antara keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel dilakukan dalam 4 ulangan dengan interval 2 hari pada bulan Agustus 2012 di 4 stasiun sepanjang Sungai Donan Segara Anakan, Cilacap. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, menggunakan uji F, dan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Cr pada media air berkisar tt – 0,012 mg/L dengan rataan 0,00975 ± 0,0044 mg/L dan pada ikan belanak berkisar 0,144 – 0,570 mg/kg dengan rataan 0,3011 ± 0,1021 mg/kg. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kandungan logam berat Cr pada media air dan ikan belanak masih di bawah ambang batas yang diperbolehkan, kecuali pada ikan belanak di hulu Sungai Donan (Nilai Ambang Batas = 0,05 mg/L). Serta hubungan kandungan logam berat antara ikan belanak dengan media air menunjukkan korelasi negatif dan korelasinya tidak erat. | Cr as heavy metalis hazardous pollutant due to its difficult biodegradation, carcinogenic, and could accumulate in aquatic bodies includingmullet. This study aims to determine Cr heavy metal content in water and mullet (Mugil sp.), and its relationship. A survey method was used with a purposive random sampling technique, in quadruplicates with intervals of 2 days during August 2012. Four stations were assigned along the Donan river of Segara Anakan, Cilacap. Data were analyzed descriptively, using the F test, correlation and regression. The results showed that the Cr content in water reached up to 0.012 mg/L of 0.00975 ± 0.0044 mg/L in average and in mullet ranged between 0.144-0.570 mg/kg with 0.3011 ± 0.1021 mg/kg in average. Based on these results, it could be concluded that the Cr heavy metal content in water and mullet remained below the threshold, except in the fishes of the upstream Donan river (Threshold Limit Value = 0.05 mg/L). The relationship between heavy metal in water and mullet presented a negative correlation and was not tight. | |
| 10634 | 3549 | H1G008012 | STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI SEPANJANG ALIRAN SUNGAI DONAN, SEGARA ANAKAN, CILACAP | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di sepanjang aliran Sungai Donan dan mengetahui perbedaan struktur komunitas fitoplankton antar stasiun pengamatan di Sungai Donan, Segara Anakan, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Parameter penelitian terdiri dari dua parameter, yaitu parameter utama dan parameter pendukung. Parameter utama yaitu kelimpahan spesies fitoplankton, sedangkan parameter pendukung terdiri dari temperatur, kecepatan arus, kekeruhan, TSS, salinitas, oksigen terlarut, pH, BOD, COD, nitrat, dan ortofosfat. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus pada selang waktu dua hari dengan enam kali ulangan di empat stasiun pengamatan, yaitu hutan mangrove, PT Holcim, Pertamina UP IV, dan Pelabuhan Sleko. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan, indeks kemerataan dan indeks dominansi fitoplankton antar stasiun pengamatan sama, sedangkan indeks keragaman fitoplankton antar setiap stasiun pengamatan berbeda. Kelimpahan terbanyak pada area mangrove adalah Gloeotrichia echinulata (58 ind./L) di Holcim adalah Bacillaria paradoxa, Rhizosolenia shrubsolei, dan Peridinium cinctum (38 ind./L) di Pertamina UP IV adalah Bacillaria paradoxa (126 ind./L) di Pelabuhan Sleko adalah Peridinium cinctum (166 ind./L). | This research aiming to know structure community of phytoplankton at along Donan River and to know different community structures of phytoplankton within observed stations along Donan river, Segara Anakan, Cilacap. A survey method was used and applied purposive random sampling technique. The parameters consisted of main and supporting parameters. The main parameter was species abundance of phytoplankton. The supporting parameters were temperature, current velocity, turbidity, TSS, salinity, dissolved oxygen, pH, BOD, COD, nitrate, and orthophosphate. This research was conducted during August 2012 with an interval of two days of sampling in sixtuplicates on 4 stations. The stations were mangrove forest, PT Holcim, Pertamina RU IV, and Port of Sleko areas. Results showed that abundance, and evenness and dominance indexes of phytoplankton were similar in all stations, and however diversity index was different between stations. Abundance of phytoplankton at mangrove is Gloeotrichia echinulata (58 ind./L) at Holcim are Bacillaria paradoxa, Rhizosolenia shrubsolei, dan Peridinium cinctum (38 ind./L) at Pertamina RU IV is Bacillaria paradoxa (126 ind./L) and at Port of Sleko areas is Peridinium cinctum (166 ind./L). | |
| 10635 | 3550 | H1G008031 | BIOAKUMULASI LOGAM BERAT Pb PADA KEPITING BAKAU (Scylla serrata Forskal) DI SUNGAI DONAN, SEGARA ANAKAN CILACAP | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada sedimen; bioakumulasi logam berat Pb pada kepiting bakau (Scylla serrata Forskal) dan hubungannya antar stasiun di Sungai Donan Segara Anakan, Cilacap. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2012 menggunakan metoda survei dengan Purpossive Random Sampling dan diulang 4 kali dengan interval 2 hari. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, uji F dan korelasi. Rataan kandungan logam berat Pb pada sedimen di stasiun I, II , III dan IV sebesar 3,808-9,733 mg/kg; 26,873- 32,586 mg/kg; 18,058-31,444 mg/kg dan 6,975-16,100 mg/kg; rataan kandungan logam berat pada kepiting bakau untuk stasiun I, II, III dan IV sebesar 2,991 - 4,689 mg/kg; 3,514-4,754 mg/kg; 4,003-6,485 mg/kg dan 4,558 - 7,876 mg/kg. Analisis kandungan logam berat Pb pada sedimen bervariasi; bioakumulasi kandungan logam berat Pb pada kepiting bakau di setiap stasiunnya meningkat dan hubungan kandungan logam berat antara sedimen dan kepiting bakau menunjukkan hubungan yang berkorelasi positif dan korelasinya tidak erat. Kata Kunci : Pb, bioakumulasi, sedimen, Scylla serrata Forskal. | ABSTRACT The research aims to study Pb content in sediment; bioaccumulation of Pb in mud crab (Scylla serrata Forskal) and the relationship of them in the Donan River Segara Anakan Cilacap. The study has been done in August 2012 and used survey method and was used Purpossive Random Sampling with four replications and two day interval. Data was analyzed descriptively, F-test and correlation. The mean concentration of Pb in the sediment at the stasion I, II, III dan IV were 53,808-9,733 mg/kg; 26,873- 32,586 mg/kg; 18,058-31,444 mg/kg and 6,975-16,100 mg/kg; The mean concentration of Pb in the mud crab at the stasion I, II, III dan IV were 2,991 - 4,689 mg/kg; 3,514-4,754 mg/kg; 4,003-6,485 mg/kg and 4,558 - 7,876 mg/kg.The analyz of the heavy metal Pb concentration in sediment vrying; bioaccumulation of Pb in mud crab was increased between its stasion and there are not close and positive correlation of heavy metal concentration between mud crab with sediment. Key words : Pb, bioaccumulation, sediment, Scylla serrata Forskal. | |
| 10636 | 3552 | H1C008045 | ANALISA PERBANDINGAN RUGI – RUGI DAYA ANTARA FIVE LEVEL CSI MENGGUNAKAN H-BRIDGE INVERTER DAN RANGKAIAN SUMBER ARUS DC DENGAN H-BRIDGE CSI | Pada aplikasi-aplikasi industri, inverter digunakan secara luas pada pengaturan kecepatan motor ac, pemanasan industri, ataupun pada catu daya tak terputus (Uninterruptible Power Supply - UPS). Peralatan - peralatan modern memerlukan catu daya tak terputus dengan kualitas yang baik. Inverter adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk mengubah tegangan masukan arus searah (DC) menjadi tegangan keluaran arus bolak-balik (AC) yang besar tegangan dan frekuensinya dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Terdapat dua jenis inverter, yaitu inverter sumber tegangan (VSI=Voltage Source Inverter) dan inverter sumber arus (CSI=Current Source Inverter). Pulse Width Modulation (PWM) merupakan teknik yang mengubah variasi amplitudo input menjadi variasi lebar pulsa. PWM dihasilkan dengan membandingkan tegangan masukkan berupa gelombang dc dengan sinyal gergaji kemudian dikomparasikan dengan menggunakan rangkaian op–amp dan keluaran yang dihasilkan merupakan modulasi lebar pulsa. Pada inverter CSI itu sendiri terdapat rugi-rugi daya yang dapat menyebabkan penurunan pada daya keluaran. Rugi-rugi daya itu meliputi rugi daya pada sumber itu sendiri dan rugi daya akibat penyakelaran, yaitu rugi konduksi, rugi penyakelaran, dan rugi recovery pada dioda. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa rugi daya pada H-Bridge CSI lebih besar dibanding rugi daya pada Five Level CSI. | In industrial applications, the inverter is widely used in ac motor speed regulation, heating industrial, or uninterruptible power supply (Uninterruptible Power Supply - UPS). Modern equipments need uninterrupted power supply with good quality. Inverter is a circuit which have functions to convert input voltage from direct current (DC) voltage output to alternating current (AC) voltage magnitude and frequency can be set as desired. There are two types of inverters, such as the voltage source inverter (VSI = Voltage Source Inverter) and a current source inverter (CSI = Current Source Inverter). Pulse Width Modulation (PWM) is a technique that converts the input amplitude variation become pulse width variation. PWM is generated by compare the dc voltage wave form with the chainsaw signal then it compared using op-amp circuit and output which generated from pulse-width modulation. In CSI inverter there are power losses which will cause output power decrease. Power losses such as the loss of power in the source itself and the power loss because of switching, loss conduction, switching loss, and recovery loss on diode. The result of research has showed that the power losses of H-Bridge CSI is bigger than the power losses on Five Level CSI one. | |
| 10637 | 3553 | H1C008009 | RANCANG BANGUN GENERATOR MAGNET PERMANEN AXIAL AC 3 FASA BERKAPASITAS 18 WATT PADA PEMBANGKIT LISTRIK DISH PARABOLIC SOLAR THERMAL | Perkembangan teknologi yang pesat mendorong penggunaan energi dalam jumlah yang besar. Hal ini mengakibatkan semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama. Untuk itu diperlukan energi alternatif sebagai penghasil energi listrik. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Dish Parabolic Solar Thermal yang mana sumber awalnya dari panas matahari dan energi ini juga merupakan energi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. Energi panas matahari ini akan diubah menjadi energi mekanik dengan bantuan mesin stirling, dari kedua sumber energi tersebut membutuhkan perangkat generator untuk menghasilkan listrik. Dalam tugas akhir ini dirancang generator menggunakan magnet permanen sehingga tidak memerlukan eksitasi awal dalam menghasilkan tegangan. Desain dari Generator adalah jenis fluks aksial AC 3 fasa, menggunakan jenis magnet permanen Neodymium-Iron-Boron (NdFeB), menggunakan dua rotor yang mengapit stator dan jumlah kutub 12. Generator magnet permanen ini dilakukan pengujian dengan dikopel oleh motor DC Variabel Speed Drive dengan hasil pengujian,pada 500 rpm dengan konfigurasi bintang tanpa beban generator menghasilkan tegangan fasa ke netral rata-ratanya AC 2,6 V dengan rata-rata frekuensi 50,6 Hz dan hasil pengujian pada 500 rpm dengan konfigurasi delta tanpa beban generator menghasilkan tegangan rata-rata tiap fasanya AC 2,66 dengan rata-rata frekuensi 50,58 Hz. Dan didapatkan nilai torsi generator melalui perhitungan yakni 23,195 Nm. Kata kunci: dish parabolic solar Thermal, generator magnet permanen axial, mesin stirling | Rapid technological developments encourage the use of energy in large quantities. This resulted in the depletion of fossil fuel reserves as the main energy source. It is necessary for producing alternative energy as electrical energy. One of them is Power Parabolic Dish Solar Thermal which is originally the source of the sun's heat and energy is also environmentally friendly energy and renewable. This solar energy is converted into mechanical energy with the help of stirling engines, from both the energy source requires the generator to produce electricity. In this thesis has designed the generator that uses a permanent magnet so that didn’t require initial excitation to produce voltage. The design of the generator is three-phase AC axial flux type, using a type of permanent magnet Neodymium-Iron-Boron (NdFeB), using two flanking the stator and rotor pole numbers 12. The permanent magnet generator has tested with a DC motor that coupled with Variable Speed Drive, where the test results, at 500 rpm with non load star configuration, the average phase to neutral AC voltage that produced by generator is 2.6 V with average frequency is 50.6 Hz and the test results at 500 rpm with no load delta configuration, the average phase to phase AC voltage that produced by generator is 2.66 with average frequency is 50.58 Hz. And the calculation result showed that the generator torque is 23.195 Nm. Keyword : dish parabolic solar thermal, axial permanent magnet generator, stirling engine | |
| 10638 | 3554 | H1G008008 | STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI SEPANJANG ALIRAN SUNGAI DONAN, SEGARA ANAKAN, CILACAP | Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas zooplankton antar stasiun pengamatan dan mengetahui hubungan faktor fisik dan kimia perairan terhadap struktur komunitas fitoplankton di setiap stasiun stasiun pengamatan di Sungai Donan, Segara Anakan, Cilacap. Metode yang digunakan survey dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus pada selang waktu dua hari dengan enam kali ulangan di empat stasiun pengamatan, yaitu hutan mangrove, PT Holcim, Pertamina UP IV, dan Pelabuhan Sleko. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan, indeks kemerataan dan indeks dominansi zooplankton antar stasiun pengamatan sama, sedangkan indeks keragaman zooplankton antar stasiun pengamatan berbeda. Kelimpahan terbanyak pada area mangrove adalah Calanus helgolandicus (233 ind./L), di Holcim adalah Calanus helgolandicus (420 ind./L), di Pertamina UP IV adalah Calanus helgolandicus (444 ind./L), dan di Pelabuhan Sleko adalah Brachionus angularis (1687 ind./L). | This research was aimed to know the difference of community structure of zooplankton between observation stations and to know the relationship between physical and chemical factors and community structure of zooplankton alongside Donan river, Segara Anakan, Cilacap. The research was conducted in six duplicates with intervals of two days during August at four observation stations. The observation stations are mangrove forest, PT Holcim, Pertamina RU IV, and Sleko’s port. The results showed that abundance, evenness’s index and dominance’s index of zooplankton have same point between all of the observation stations, except diversity’s index of zooplankton has a differences between all of the observation stations. The abundance of zooplankton at mangrove is Calanus helgolandicus (233 ind./L) at Holcim are Calanus helgolandicus (420 ind./L) at Pertamina RU IV is Calanus helgolandicus (444 ind./L) and at Port of Sleko areas is Brachionus angularis (1687 ind./L). | |
| 10639 | 3555 | A1M008046 | OPTIMASI FORMULA, KARAKTERISASI DAN PENETAPAN UMUR SIMPAN PRODUK OLES BERBAHAN MINYAK SAWIT MERAH DENGAN PENAMBAHAN KAPPA KARAGENAN, KONJAK GLUKOMANAN DAN MINYAK SEREH | Produk pangan oles ini menggunakan minyak sawit merah sebagai sumber karotenoid, kappa karagenan dan konjak glukomanan sebagai bahan pembentuk gel dan minyak sereh sebagai pengawet. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh minyak sawit merah terhadap total karotenoid maksimum produk, kappa karagenan dan konjak glukomanan terhadap daya oles maksimum produk, serta menetapkan sifat kimia dan umur simpan produk dengan kesukaan maksimum. Pada formulasi awal digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Data dianalisis dengan uji F dilanjutkan uji DMRT. Optimasi formula dilakukan dengan Response Surface Methodology menggunakan software Design Expert V.6. Ada 3 faktor yang dicoba yaitu proporsi minyak sawit merah (M1=5%; M2=10%; M3=15%); rasio hidrokoloid yang terdiri dari kappa karagenan:konjak glukomanan (R1= 3:1, R2= 2:1); proporsi minyak sereh (S1= 0%; S2= 0,01%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi minyak sawit merah 9,2% menghasilkan total karotenoid maksimum 1,3 mg/g, kappa karagenan 0,13% dan konjak glukomanan 0,07% menghasilkan skor daya oles maksimum 4,2 (mudah dioles) serta produk dengan kesukaan maksimum yaitu skor 2,8 (agak suka) memiliki karakterisasi yaitu total karotenoid 0,43 mg/gr, kadar air 69,39% (bb), kadar lemak 11,49% (bb), kadar protein total 9,36% (bb), kadar abu 1,32% (bb), karbohidrat 8,44% (bb), nilai energi 174,61 kkal. Umur simpan dengan metode Arrchenius berdasarkan proporsi asam lemak bebas pada suhu refrigerator (11°C) adalah 12 hari 1 jam dan pada suhu ruang (27°C)1 hari 11 jam. | This fat spread used red palm oil as a source of carotenoids,kappa carrageenan and konjac glucomannan as a gelling agent, and lemongrass as a preservative. The aim of this research were assessing the impact of red palm oil to total carotenoids of the product, kappa carrageenan and konjac glucomannan to the smear capability of the product, establish the chemical nature and shelf life of the formula that has a maximum preference. In the initial formulation used experimental design with Completely Randomized Design (CRD), with 12 treatment combinations and 3 replications. The data were analyzed by F test followed DMRT test. Formula optimization had been done with Response Surface Methodology using the software Design Expert V.6. There were 3 factors that were tested is the proportion of red palm oil (M1=5%; M2=10%; M3=15%); the ratio of hydrocolloid comprising kappa carrageenan: konjac glucomannan (R1= 3:1, R2= 2:1); the proportion of lemongrass oil (S1= 0%; S2= 0,01%). The results showed that the optimum proportion of red palm oil is 9.2% with a maximum of total carotenoids 1.3 mg/g, 0.13% kappa carrageenan and 0.07% konjac glucomannan with maximum of smear capability score 4.2 (easily smeared) and ointment with maximum preference score 2.8 (somewhat like) had a characteristics of 0.43 mg/g of the total carotenoids, 69.39% (ww) water content, 11.49% (ww) fat content, 9.36% (ww) total protein, 1.32% (ww) ash content, 8.44% (ww) carbohydrates, 174.61 kcal of the energy value. The shelf life method by Arrchenius based on the free fatty acids in the refrigerator temperature (11°C) is 12 days 1 hour while at 1 day at room temperature (27°C) it was 11 hours. | |
| 10640 | 3556 | H1C008010 | PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO HIDRO (PLTPH) MENGGUNAKAN SOFTWARE HOMER 2.68 BETA BERDASARKAN POTENSI DEBIT DAN TINGGI JATUH AIR DI ALIRAN SUNGAI CURUG DESA WATUAGUNG, TAMBAK-BANYUMAS | Tingginya laju permintaan terhadap daya listrik tidak diimbangi dengan peningkatan penyediaan daya listik yang murah, memadai, dan ramah lingkungan. Semakin menipisnya sumber daya fosil memicu kenaikan harga energi listrik dan krisis energi listrik di Indonesia. Sehingga diperlukan studi komprehensif mengenai pemanfaatan potensi sumber energi terbarukan sebagai sumber energi alternatif. Salah satunya adalah potensi energi air. Dibanyumas sendiri lokasi yang dapat dikembangkan adalah aliran sungai Curug yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH). Perancangan PLTPH Ciwarang direncanakan di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. PLTPH Ciwarang memanfaatkan aliran sungai Curug dengan debit aliran 0,1274 m3/s dan tinggi jatuh air (net head) 3.1 meter menghasilkan daya terbangkit sebesar 1.78 kW. Dari studi Kestabilan sistem PLTPH menggunakan HOMER® 2.68 Beta maka ditambahkan sumber Backup yaitu Diesel-Generator hal tersebut bertujuan untuk menjaga kontinuitas suplai listrik ke beban. Hasil analisis desain menunjukan sistem PLTPH disuplai oleh sumber pembangkit energi terbarukan sebesar 76.06 % (pico-hydro) dan 23.94 % dari sumber pembangkit konvensional (diesel-generator). | The high rate of demand for electric power isn‘t balanced with the increasing of cheap, adequate and enviromently electric power supply. The decreased of fossil resources exite the increasing of electricity prices and electricity crisis in Indonesia. So that the comprehensive study obout renewable energy as an alternative energy source utilization is needed. One of them potential energy of water. The locations that can be developed is a Curug river that has the potential to be applied as Piko Hydro Power Plant (PLTPH). Designing of PLTPH Ciwarang has planned in the Watuagung Village, Subregency Tambak, Banyumas. PLTPH Ciwarang utilize the river flow Curug with 0.1274 m3/s and a Net Head 3.1 meters to produce 1.78 kW of power real. Based on the study of the system stability PLTPH using HOMER® 2.68 Beta therefore it’s needed to add Backup source that is the Diesel-Generator that aims to keep the continuity of electricity supply. Design analysis result show that. PLTPH supplied by 76.06% of renewable energy sources (pico-hydro) and 23.94% of the conventional power source (diesel generator). |